Dishub

Jadi Role Model Nasional Layanan Transportasi Publik Gratis, Mualem Raih Transportasi Indonesia Award 2026

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, resmi meraih penghargaan Transportasi Indonesia Award 2026 atas komitmennya menghadirkan transportasi publik yang inklusif dan mudah diakses oleh masyarakat. Penghargaan yang diinisiasi oleh Transportasi Media Indonesia ini diserahkan di Auditorium Binakarna, Hotel Bidakara, Jakarta, pada Kamis, 30 Juli 2026. Penghargaan ini dianugerahkan kepada Mualem, sapaan akrab Gubernur Aceh Muzakir Manaf, sebagai bentuk apresiasi atas komitmen dan langkah nyata Pemerintah Aceh dalam memastikan seluruh lapisan masyarakat dapat menggunakan layanan transportasi publik dengan mudah, aman, dan mandiri. Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Faisal yang mewakili Gubernur Aceh menyampaikan rasa terima kasih kepada Transportasi Media Indonesia atas penghargaan yang diberikan. Menurutnya, penghargaan ini merupakan cerminan dari kerja keras bersama Pemerintah Aceh, di bawah nahkoda Gubernur Aceh, dalam menghadirkan layanan transportasi yang inklusif dan bisa dinikmati secara gratis oleh masyarakat. “Penghargaan ini dedikasikan untuk seluruh masyarakat Aceh. Pembangunan transportasi publik yang mudah diakses adalah fokus utama Pemerintah Aceh demi mewujudkan layanan yang layak, aman, dan nyaman,” ujar Teuku Faisal usai menerima penghargaan tersebut. Pemerintah Aceh sesuai arahan Gubernur terus memprioritaskan penyediaan layanan gratis angkutan massal Trans Kutaraja guna mendukung mobilitas harian masyarakat perkotaan. Keberadaan transportasi publik ini merupakan langkah nyata dalam mendorong efisiensi dan mengurangi beban ekonomi masyarakat Aceh. Di samping layanan Trans Kutaraja, program mudik gratis Pemerintah Aceh juga menjadi tanda komitmen Gubernur Aceh terhadap kemudahan transportasi bagi masyarakat khususnya di musim mudik lebaran. Program mudik gratis telah berjalan selama 2 tahun berturut-turut dan berdampak signifikan bagi kemudahan masyarakat melakukan perjalanan pulang kampung menjelang hari raya. Transportasi Indonesia Award 2026 diselenggarakan oleh Transportasi Media Indonesia sebagai bentuk apresiasi kepada regulator, pelaku industri, perusahaan, hingga tokoh yang dinilai memberikan dedikasi, inovasi, dan kontribusi nyata dalam mendorong kemajuan sektor transportasi, infrastruktur, serta rantai pasok nasional. Transportasi Media Indonesia menilai bahwa komitmen Pemerintah Aceh menjadi percontohan nasional dalam hal penyediaan layanan transportasi publik yang inklusif dan aksesibilitas universal, di mana layanan transportasi dirancang agar tidak mendiskriminasi pengguna berdasarkan keterbatasan fisik, usia, maupun kondisi ekonomi dan sosial. Dewan Pakar Transportasi Media Indonesia, Djoko Setijawarno, menegaskan bahwa proses seleksi dilakukan secara independen, objektif, dan melalui kajian yang komprehensif oleh tim redaksi Transportasi Media Indonesia. “Pemilihan para penerima penghargaan didasarkan pada prestasi, rekam jejak, dan karya yang telah ditorehkan. Seluruhnya diteliti serta dianalisis oleh tim Transportasi Media sehingga penghargaan ini benar-benar diberikan kepada tokoh maupun perusahaan yang layak mendapat apresiasi,” ujar Djoko. Menurutnya, penghargaan ini tidak sekadar menjadi bentuk pengakuan atas berbagai pencapaian, tetapi juga diharapkan mampu mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas pelayanan, serta memperkuat daya saing sektor transportasi Indonesia. “Provinsi Aceh menjadi role model dalam memberikan layanan angkutan massal gratis bagi masyarakat. Hal ini tentu sangat membantu perekonomian masyarakat, khususnya masyarakat bawah, karena bisa menghemat biaya perjalanan harian mereka,” ungkap Djoko. Selain itu, dirinya berharap penghargaan ini bisa menjadi motivasi bagi seluruh stakeholder maupun ekosistem transportasi untuk terus menghadirkan terobosan serta pelayanan terbaik bagi masyarakat. Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi sekaligus dorongan agar sektor transportasi nasional semakin maju, modern, aman, dan berkelanjutan.

Terminal Aceh Tamiang Dibangun Kembali, Pelayanan Dipastikan Tak Terhenti

Terminal Tipe B Aceh Tamiang yang rusak akibat banjir bandang akhir tahun lalu akan segera dibangun kembali dan ditargetkan selesai pada Desember 2026. Yang terpenting, selama pembangunan berlangsung, seluruh pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan seperti biasa. Sekadar mengingatkan, banjir bandang yang melanda Aceh Tamiang pada akhir November 2025 lalu sempat melumpuhkan terminal secara total. Derasnya arus air menjebol tembok keliling terminal sehingga air bercampur lumpur masuk tak terkendali dan merendam seluruh area, dengan ketinggian air hampir mencapai plafon bangunan. Setelah air surut, endapan lumpur tebal menutupi kantor, loket, dan fasilitas pendukung lainnya, sementara aliran listrik dan air bersih terputus selama berhari-hari. Kini, pemulihan terminal memasuki babak baru. Pembangunan kembali Terminal Tipe B Aceh Tamiang akan dilaksanakan oleh Pemerintah Aceh melalui Dinas Perhubungan Aceh. Untuk memastikan pelaksanaannya berjalan sesuai rencana, Satgas Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) melakukan kunjungan kerja ke lokasi terminal bersama Dinas Perhubungan Aceh dalam rangka monitoring, sekaligus meninjau langsung kondisi terminal dan tahapan pembangunan yang akan dilaksanakan. Ketua Satgas DPRA, Muhammad Rizky, SE, hadir bersama para anggota Satgas, yakni Nora Idah Nita, Muhammad Yusuf Pang Ucok, dan Muhammad Zakiruddin. Ia menegaskan pihaknya akan mengawal proyek ini hingga tuntas. “Kami akan terus berkoordinasi dan mengawasi secara intensif bersama Dinas Perhubungan Aceh agar pembangunan Terminal Aceh Tamiang selesai sesuai target. Harapannya, masyarakat segera menikmati terminal yang lebih representatif dan nyaman,” ujarnya. Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Faisal, menjelaskan bahwa Terminal Aceh Tamiang termasuk terminal dengan aktivitas tertinggi di Aceh. Perannya bukan hanya melayani perjalanan warga sehari-hari, tetapi juga menjadi tumpuan saat keadaan darurat. “Saat bencana hidrometeorologi yang lalu, terminal ini menjadi posko terpadu sekaligus titik kumpul masyarakat. Karena itu, pembangunan kembali terminal ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan kesiapsiagaan ke depan,” kata Teuku Faisal. Ia menegaskan, Dishub Aceh akan melakukan percepatan pembangunan yang ditargetkan rampung pada Desember 2026, agar terminal segera dapat dimanfaatkan kembali oleh masyarakat. Teuku Faisal juga mengajak masyarakat untuk turut serta memantau dan mengawal jalannya pembangunan, sebagai wujud kebersamaan dalam menghadirkan terminal yang lebih baik bagi semua. Selama pembangunan berlangsung, pelayanan kepada masyarakat dipastikan tidak akan terhenti. Seluruh loket akan direlokasi sementara ke bagian depan terminal agar operasional tetap lancar. “Loket-loket pelayanan kami pindahkan sementara ke bagian depan terminal. Dengan begitu, pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal dan tidak terganggu,” tutupnya. Setelah rampung, terminal baru diharapkan hadir lebih modern, aman, dan nyaman, sehingga semakin meningkatkan kualitas layanan transportasi bagi masyarakat Aceh Tamiang dan sekitarnya.

Jembatan Enang-Enang Bener Meriah Kembali Beroperasi dengan Sistem Buka-Tutup, Angkutan Barang Dilarang Melintas

Banda Aceh – Akses transportasi vital yang menghubungkan kawasan tengah Aceh kini mulai kembali normal. Jembatan Enang-Enang yang berlokasi di Kampung Arul Cincin, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, resmi difungsikan kembali dengan menerapkan sistem buka-tutup per Minggu (18/7/2026). Jembatan ini sempat lumpuh total selama hampir tujuh bulan setelah rusak parah akibat diterjang banjir pada akhir Desember 2025 lalu. Demi menjaga keamanan dan kelancaran arus lalu lintas, untuk sementara waktu jembatan ini hanya diizinkan untuk dilintasi oleh kendaraan pribadi dan angkutan umum. Sementara itu, kendaraan angkutan barang masih dilarang keras untuk melintas demi mengantisipasi beban berlebih. Sejumlah alat berat juga disiagakan secara penuh di sekitar lokasi sebagai langkah antisipasi cepat jika terjadi kendala teknis atau gangguan cuaca. Kembalinya operasional jembatan ini tidak lepas dari aksi nyata dan semangat gotong royong masyarakat setempat. Warga saling bergandengan tangan memperbaiki jembatan secara swadaya agar konektivitas antarwilayah dapat segera pulih. Kehadiran kembali jembatan ini berhasil memangkas jarak dan waktu tempuh masyarakat secara signifikan, setelah selama beberapa bulan terakhir terpaksa harus menggunakan jalur alternatif yang lebih jauh. Kabar baiknya, pemerintah dipastikan akan segera membangun kembali Jembatan Enang-Enang secara permanen. Kepastian tersebut mengemuka setelah Menteri Dalam Negeri bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) meninjau langsung kondisi jembatan di lapangan beberapa waktu lalu. Ke depan, jembatan ini diproyeksikan tidak hanya sekadar menjadi infrastruktur penghubung antardaerah, melainkan juga akan dikembangkan menjadi salah satu ikon wisata baru yang ikonik di kawasan tengah Aceh. Dinas Perhubungan Aceh mengimbau kepada seluruh pengguna jalan yang akan melintas untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, berhati-hati, serta wajib mematuhi sistem buka-tutup dan arahan dari para petugas di lapangan demi keselamatan bersama. Masyarakat juga dapat terus memantau perkembangan informasi publik dan layanan transportasi resmi melalui laman Informasi Publik – Dishub – Dinas Perhubungan Aceh.

Bukan Sekadar Trofi: Kisah Perjuangan Sunyi di Balik Inovasi Sang Pelajar Pelopor Keselamatan Berkendara

Banda Aceh – Di balik penghargaan bergengsi yang diraih di atas panggung, sering kali tersimpan kisah perjuangan yang tak banyak diketahui orang. Predikat sebagai Pelajar Pelopor tidak lahir dari kemudahan, melainkan dari proses panjang yang penuh pengorbanan—termasuk waktu istirahat, tenaga, bahkan air mata yang jarang terlihat oleh siapa pun. Adif Fata Amrullah adalah satu dari sekian pelajar yang membuktikan hal itu. Di balik inovasinya yang kini diakui sebagai karya unggulan dalam ajang Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), tersimpan cerita tentang perjuangan panjang yang dihabiskan sendirian, jauh dari sorotan kamera dan tepuk tangan. Waktu persiapan yang dimilikinya sangat terbatas. Ia harus membagi fokus antara menyelesaikan ujian sekolah dan merampungkan proyek inovasi yang akan dilombakan. Tidak jarang ia baru pulang larut malam, sebab jam pulang sekolah yang biasa tidak cukup untuk menuntaskan setiap tahap pengerjaan alatnya. Bahkan, sebagian besar proses perakitan justru baru benar-benar ia kebut setelah pelaksanaan ujian sekolah selesai. Waktu yang tersisa kian sempit, belum lagi program yang sering mengalami gangguan (error). Namun, ia memilih terus melanjutkan perjuangan meski rasa lelah kerap membuatnya nyaris menyerah. “Waktu itu jujur berat kali, soalnya ada ujian sekolah dan harus persiapan lomba. Pulangnya sering malam karena harus lanjut ngerjain alat. Tapi saya pikir, kalau bukan sekarang, kapan lagi,” ujar Adif Fata Amrullah saat ditemui setelah terpilih menjadi juara satu dalam Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Tahun 2026. Semangat itu tidak muncul begitu saja. Titik balik datang ketika ia melihat tayangan FYP TikTok tentang dosen FMIPA UI yang menjelaskan bahayanya gas karbon monoksida di dalam kendaraan roda empat, yang dapat terhirup melalui sistem pendingin udara (AC) mobil. Penjelasan tersebut membuka matanya bahwa ancaman di balik hal yang tampak sepele itu nyata dan bisa berakibat fatal. Motivasinya semakin kuat setelah mengetahui adanya kasus nyata seseorang yang meninggal dunia akibat keracunan gas dari AC mobil. Fakta itu menjadi dorongan besar baginya untuk menciptakan sebuah inovasi yang mampu mendeteksi potensi bahaya tersebut lebih awal, demi mencegah kejadian serupa terulang. Dari sanalah lahir inovasi “kabin buat”, hasil dari malam-malam panjang tanpa kenal lelah. Proyek ini bukan sekadar untuk mengejar nilai atau penghargaan, melainkan wujud kepedulian nyata terhadap keselamatan orang lain. Perjuangan Adif Fata Amrullah tidak berdiri sendiri. Di ajang yang sama, ada Izzaty Hilma, Muhammad Farras Hilmi, Syifa Althafunnisa, Muhammad Fadhlan, dan Cut Alisa Zahira. Mereka adalah pelajar-pelajar lain yang turut berjuang menghadirkan inovasi demi menciptakan lingkungan berkendara yang lebih aman dan tertib. Mereka sama-sama menempuh proses panjang, dengan tantangan dan pengorbanannya masing-masing, sebelum akhirnya diakui sebagai bagian dari generasi pelopor keselamatan berkendara. Gelar pelopor pada akhirnya bukan hanya soal seberapa canggih alat yang diciptakan, melainkan tentang keteguhan hati untuk terus melangkah meski waktu sempit dan tenaga menipis. Semoga kisah ini menjadi pengingat bahwa keselamatan di jalan—dan di dalam kendaraan sekalipun—adalah tanggung jawab bersama yang layak terus diperjuangkan.

Siswa Sabang Raih Juara I Pelajar Pelopor Keselamatan LLAJ Aceh 2026

Banda Aceh – Adif Fata Amrullah, siswa SMA Negeri 1 Kota Sabang, berhasil meraih Juara pertama Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Tingkat Provinsi Aceh Tahun 2026. Atas prestasi tersebut, Adif bersama pemenang kedua dari kegiatan tersebut akan mewakili Aceh pada ajang serupa tingkat nasional yang dijadwalkan berlangsung pada September 2026. Pemenang diumumkan dalam acara penutupan Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan LLAJ Tingkat Provinsi Aceh yang digelar Dinas Perhubungan Aceh di Banda Aceh, Kamis (9/7), setelah para peserta mengikuti rangkaian seleksi dan pembekalan selama empat hari. Kegiatan yang mengusung tema “Inovasi, Teknologi, dan Etika Transportasi sebagai Manifestasi Keselamatan Jalan di Era Digital” tersebut menjadi wadah untuk melahirkan generasi muda yang peduli, inovatif, dan berkomitmen membangun budaya keselamatan berlalu lintas di Aceh. Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Faisal, ST., MT., menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah menunjukkan kemampuan terbaik melalui berbagai inovasi dan gagasan di bidang keselamatan transportasi. “Adik-adik kita membuktikan bahwa di era digital, generasi muda bukan hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menciptakan inovasi dan menghadirkan solusi bagi keselamatan di jalan raya. Inovasi, teknologi, dan komitmen yang mereka miliki akan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Teuku Faisal. Teuku Faisal juga mengapresiasi dukungan Dinas Perhubungan kabupaten/kota yang telah mengirimkan delegasi terbaiknya pada kompetisi tersebut. Tahun ini, sebanyak 21 pelajar dari 17 kabupaten/kota mengikuti seleksi tingkat provinsi. Ia berharap pada tahun mendatang seluruh kabupaten/kota di Aceh dapat mengirimkan duta terbaiknya sehingga semakin banyak generasi muda yang memperoleh manfaat dari kegiatan itu. Menurut Teuku Faisal, pemilihan pelajar pelopor bukan sekadar kompetisi untuk menentukan juara, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi bagi putra-putri terbaik Aceh yang memiliki kepedulian terhadap keselamatan berlalu lintas. “Mulai hari ini kalian bukan hanya peserta, tetapi sudah menjadi bagian dari keluarga besar Dinas Perhubungan Aceh. Banyak alumni Pelajar Pelopor yang terus berkontribusi di tengah masyarakat. Karena itu, tularkan ilmu, pengalaman, dan semangat keselamatan kepada teman-teman di sekolah maupun lingkungan sekitar,” ujar Faisal. Faisal berharap para peserta dapat menjadi agen perubahan yang terus mengampanyekan budaya keselamatan berlalu lintas, baik di lingkungan sekolah maupun melalui media sosial, sebagai bagian dari upaya mewujudkan Zero Accident di Aceh. Sementara itu, Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Aceh, Diana Devi, mengatakan proses penilaian dilakukan secara komprehensif oleh dewan juri terhadap seluruh peserta, meliputi karya tulis ilmiah, kemampuan presentasi, kepemimpinan, serta inovasi di bidang keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan. Selama empat hari di Banda Aceh, para peserta memperoleh pembekalan dari berbagai narasumber, meliputi materi psikologi, kepemimpinan, keselamatan berlalu lintas, etika transportasi, kunjungan lapangan, pengalaman menggunakan layanan transportasi publik Trans Koetaradja, serta penguatan kemampuan komunikasi dan presentasi. “Mereka merupakan pelajar terbaik dari daerah masing-masing. Seluruh peserta telah menunjukkan kemampuan yang sangat baik. Juara I akan mewakili Aceh pada Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan LLAJ Tingkat Nasional yang dijadwalkan berlangsung pada September mendatang,” ujar Devi. Dewan juri yang terdiri dari unsur Dinas Perhubungan Aceh, Ditlantas Polda Aceh, dan PT Jasa Raharja melakukan penilaian berdasarkan karya tulis ilmiah yang diajukan peserta, kemampuan presentasi, serta inovasi teknologi yang ditawarkan. Berdasarkan hasil penilaian tersebut, ditetapkan tiga pemenang utama, yakni Adif Fata Amrullah dari SMA Negeri 1 Kota Sabang sebagai Juara I, Izzaty Hilma dari SMA Negeri Modal Bangsa Aceh sebagai Juara II, serta M. Farras Hilmi dari SMA Negeri 1 Kabupaten Bireuen sebagai Juara III. Selain kategori utama, panitia juga menetapkan sejumlah penghargaan khusus, yaitu: – Pembina Terbaik: Dinas Perhubungan Kabupaten Aceh Barat dan Dinas Perhubungan Kabupaten Aceh Singkil. – Best Content Video: Cut Alisa Zahara, SMA Negeri 1 Dewantara, Kabupaten Aceh Utara. – Kategori Sosial Budaya Terbaik: Syifaa Althafunnisa, MAN Insan Cendekia Kabupaten Aceh Timur. – Kategori Teknologi Terbaik: Muhammad Fadhlan, SMA Negeri 1 Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil. Seluruh pemenang menerima sertifikat penghargaan dan beasiswa sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang diraih. Acara penutupan turut dihadiri Direktur Lalu Lintas Polda Aceh, Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Aceh, Kepala PT Jasa Raharja Wilayah Aceh, Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas II Aceh, para Kepala Dinas Perhubungan kabupaten/kota, mitra kerja Dinas Perhubungan Aceh, serta pejabat struktural di lingkungan Dinas Perhubungan Aceh. Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari PT Jasa Raharja, PT Capella Dinamik Nusantara, PT Aceh Global Transport, dan PT Pembangunan Aceh (PEMA)

KMP Aceh Hebat 2 Kembali Berlayar, Siap Layani Masyarakat dengan Standar Keselamatan Terbaik

Banda Aceh, 5 Juli 2026 – Setiap perjalanan memiliki cerita. Bagi KMP Aceh Hebat 2, perjalanan itu kini memasuki babak baru. Setelah melalui rangkaian pemeriksaan menyeluruh pascainsiden di ruang mesin yang terjadi beberapa waktu lalu, kapal tersebut resmi dinyatakan laik laut dan siap kembali menghubungkan Banda Aceh dan Sabang. Pada Sabtu (4/7), KMP Aceh Hebat 2 menjalani pemeriksaan kelaiklautan oleh Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) bersama Marine Inspector KSOP Malahayati. Berdasarkan hasil pemeriksaan, kapal dinyatakan memenuhi seluruh persyaratan keselamatan pelayaran dan siap kembali beroperasi mulai Minggu (5/7). General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Banda Aceh, Andri Setiawan, mengatakan pengoperasian kembali kapal merupakan hasil dari proses evaluasi dan pemeriksaan yang dilakukan secara menyeluruh dengan mengedepankan aspek keselamatan sebagai prioritas utama. “Kembalinya KMP Aceh Hebat 2 merupakan hasil dari proses pemeriksaan yang komprehensif oleh otoritas yang berwenang. Bagi kami, keselamatan tidak bisa ditawar. Kapal baru kembali melayani masyarakat setelah dinyatakan laik laut, sehingga masyarakat dapat kembali menggunakan layanan penyeberangan dengan rasa aman dan nyaman,” ujar Andri. Sebagai bentuk ikhtiar dan rasa syukur, pada Sabtu (4/7) ASDP bersama seluruh unsur yang terlibat juga menggelar doa bersama untuk keselamatan penumpang, awak kapal, serta kelancaran operasional KMP Aceh Hebat 2. Tentunya, momentum tersebut menjadi simbol harapan agar kapal dapat kembali menjalankan perannya sebagai penghubung utama Banda Aceh–Sabang dengan pelayanan yang selamat, nyaman, dan andal. Sesuai jadwal yang telah diumumkan kepada masyarakat, KMP Aceh Hebat 2 akan kembali beroperasi mulai Minggu, 5 Juli 2026, dengan keberangkatan perdana pukul 08.00 WIB dari Pelabuhan Ulee Lheue menuju Pelabuhan Balohan, Sabang. Sebelumnya, insiden di ruang mesin KMP Aceh Hebat 2 menjadi perhatian publik. Sejak awal kejadian, ASDP bergerak cepat bersama seluruh pemangku kepentingan untuk menangani para korban, memastikan layanan penyeberangan tetap berjalan melalui penyesuaian operasional armada, sekaligus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan. Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan agar pelayanan kepada masyarakat tetap terjaga tanpa mengesampingkan standar keselamatan. Kepercayaan Publik Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Windy Andale, menegaskan bahwa pengoperasian kembali KMP Aceh Hebat 2 mencerminkan komitmen perusahaan dalam membangun kepercayaan publik melalui tindakan nyata, bukan sekadar pernyataan. “Keselamatan merupakan nilai utama dalam setiap layanan ASDP. KMP Aceh Hebat 2 kembali beroperasi setelah melalui proses pemeriksaan kelaiklautan dan dinyatakan memenuhi seluruh persyaratan oleh otoritas yang berwenang. Kami berharap kehadiran kembali kapal ini semakin memperkuat konektivitas Banda Aceh–Sabang, mendukung mobilitas masyarakat, menggerakkan aktivitas ekonomi, serta memberikan rasa aman bagi seluruh pengguna jasa,” ujar Windy. ASDP berharap beroperasinya kembali KMP Aceh Hebat 2 dapat semakin memperlancar konektivitas antara Banda Aceh dan Sabang yang selama ini menjadi jalur vital bagi mobilitas masyarakat, distribusi logistik, serta pengembangan sektor pariwisata. Lebih dari itu, momentum ini menjadi pengingat bahwa setiap layanan publik harus selalu dibangun di atas fondasi keselamatan, profesionalisme, dan komitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Jalur Kereta Banda Aceh-Besitang Jadi Prioritas Awal Pengembangan Rel Sumatera

Banda Aceh – Pengembangan jaringan kereta api terintegrasi di Pulau Sumatra akan diawali dengan pembangunan jalur yang menghubungkan Banda Aceh dengan Besitang, Sumatera Utara. Proyek ini menjadi prioritas pertama dalam rencana besar penyambungan jalur kereta dari ujung utara hingga selatan Pulau Sumatera. Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin mengatakan pengembangan jaringan perkeretaapian tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan konektivitas rel kereta yang terintegrasi di Sumatera. Menurut Bobby, saat ini jaringan kereta api di Sumatera masih terpisah-pisah sehingga konektivitas antardaerah belum berjalan optimal. Jalur yang ada baru melayani beberapa segmen, seperti Bandar Lampung-Palembang, Bandar Lampung-Lubuk Linggau, serta jaringan yang terbatas di wilayah Medan dan Padang. “Prioritas awal pengembangan adalah menghubungkan Banda Aceh dengan Besitang,” ujar Bobby dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VI DPR RI di Jakarta, Rabu (3/6). Bobby menjelaskan, pembangunan jalur Banda Aceh-Besitang memiliki panjang sekitar 478 kilometer. Saat ini KAI tengah menyiapkan Detail Engineering Design (DED) sebagai bagian dari tahapan perencanaan proyek. Penyambungan jalur tersebut dinilai strategis karena akan membuka konektivitas rel di kawasan utara Sumatera sekaligus menjadi langkah awal menuju jaringan kereta api yang tersambung dari Banda Aceh hingga Bandar Lampung. Secara keseluruhan, kebutuhan investasi untuk pengembangan jaringan kereta api terintegrasi di Pulau Sumatra diperkirakan mencapai US$20 miliar hingga US$25 miliar atau sekitar Rp358 triliun hingga Rp448 triliun.

Kadisdik Aceh Ajak Pelajar SMA Jadi Pelopor Keselamatan Lalu Lintas

Banda Aceh – Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, mengajak seluruh pelajar SMA, SMK, dan MA sederajat di Aceh untuk berpartisipasi dalam Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Perhubungan Aceh. Menurut Murthalamuddin, kegiatan tersebut bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan wadah pembinaan generasi muda agar memiliki kesadaran, kepedulian, dan tanggung jawab terhadap keselamatan berlalu lintas. “Kegiatan ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga wadah untuk membentuk generasi muda yang memiliki kesadaran, kepedulian, dan tanggung jawab dalam berlalu lintas. Melalui kegiatan ini, para pelajar akan belajar memahami pentingnya budaya tertib berlalu lintas sebagai upaya bersama untuk mengurangi risiko kecelakaan di jalan raya,” kata Murthalamuddin di Banda Aceh, Jumat, 5/6/2026. Kadisdik berharap kegiatan tersebut mampu melahirkan pelajar-pelajar berprestasi yang dapat menjadi teladan di lingkungan sekolah maupun masyarakat. “Kami berharap Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas 2026 dapat melahirkan pelajar-pelajar berprestasi yang mampu menjadi teladan, menginspirasi lingkungan sekitarnya, serta menjadi agen perubahan dalam mewujudkan lalu lintas yang aman, nyaman, dan berkeselamatan di Aceh. Mari tunjukkan ide, kreativitas, dan kepedulian adik-adik semua. Jadilah Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas Tahun 2026,” ujar Murthalamuddin. Sementara itu, Kepala Bidang Lalu Lintas Jalan Dinas Perhubungan Aceh, Diana Devi, mengatakan program Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas merupakan kegiatan rutin tahunan yang bertujuan membangun budaya keselamatan berlalulintas di jalan raya sejak usia sekolah. Menurut Diana, pelajar memiliki peran strategis sebagai agen perubahan dalam menyebarluaskan pemahaman tentang pentingnya keselamatan berlalu lintas kepada teman sebaya, keluarga, dan masyarakat. “Keselamatan lalu lintas bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau aparat penegak hukum, tetapi menjadi tanggung jawab bersama. Melalui program ini, kami ingin melahirkan generasi muda yang mampu menjadi pelopor dan penggerak budaya keselamatan di lingkungan masing-masing,” kata Diana. Selain melalui program Pelajar Pelopor, Dinas Perhubungan Aceh juga terus memperkuat edukasi keselamatan berlalu lintas melalui kerja sama dengan berbagai pihak. Salah satunya dengan menggandeng Capella Honda untuk memberikan wawasan dan pemahaman tentang keselamatan berkendara kepada pelajar di berbagai sekolah. Dishub Aceh juga akan memperluas kolaborasi seperti dengan PT Jasa Raharja guna meningkatkan jangkauan edukasi keselamatan transportasi kepada masyarakat. Diana menuturkan bahwa upaya membangun budaya keselamatan harus dilakukan sejak usia dini. Bahkan sebelum pandemi Covid-19, Dishub Aceh secara rutin melaksanakan kegiatan edukasi keselamatan lalu lintas hingga ke jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). “Kami meyakini bahwa kesadaran berlalulintas harus ditanamkan sejak dini. Anak-anak usia dini justru lebih mudah menerima kebiasaan baik sehingga nilai-nilai keselamatan dapat tertanam lebih kuat,” ujarnya. Ia menambahkan, pendidikan keselamatan lalu lintas tidak cukup diberikan saat seseorang mulai mengendarai kendaraan, tetapi harus menjadi bagian dari proses pembentukan karakter sejak usia anak-anak. Dalam beberapa tahun terakhir, kata Diana, Aceh juga mencatat prestasi membanggakan pada ajang Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas tingkat nasional. Aceh secara konsisten meraih peringkat pertama pada kategori sosial budaya. “Pada kategori teknologi kami masih sedikit sulit bersaing karena membutuhkan dukungan inovasi dan pengembangan teknologi yang lebih kuat,” katanya. Karena itu, pihaknya berharap semakin banyak pelajar Aceh yang mampu menghadirkan karya inovatif, baik berupa karya tulis ilmiah, alat peraga, maupun prototipe yang mendukung keselamatan transportasi. Pendaftaran Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas 2026 Aceh telah dibuka sejak 1 Mei dan akan berlangsung hingga 14 Juni 2026. Seluruh proses pendaftaran dilakukan secara daring dan tidak dipungut biaya. Program tersebut terbuka bagi siswa SMA, SMK, dan MA sederajat di seluruh Aceh yang memiliki minat terhadap isu keselamatan transportasi serta ingin berkontribusi dalam menciptakan lalu lintas yang lebih aman dan tertib. Peserta diwajibkan melengkapi sejumlah persyaratan administrasi, seperti kartu pelajar, surat keterangan aktif dari sekolah, serta dokumen pendukung lainnya. Selain itu, peserta juga harus menyusun karya tulis ilmiah atau menghasilkan inovasi berupa alat peraga maupun prototipe yang berkaitan dengan keselamatan transportasi. Proses seleksi terdiri atas beberapa tahapan, mulai dari verifikasi berkas, penilaian tingkat provinsi hingga seleksi tingkat nasional. Penilaian didominasi aspek teknis sebesar 85 persen yang meliputi kualitas karya, kreativitas, inovasi, dan kemampuan presentasi peserta, sedangkan 15 persen lainnya berasal dari aspek administrasi. Peserta terbaik nantinya akan mewakili Aceh pada ajang Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas tingkat nasional.

Satu Dekade Transkoetaradja Dirayakan di Car Free Day Banda Aceh

Banda Aceh – Suasana kawasan Car Free Day Banda Aceh, Minggu (17/5), tampak lebih semarak dari biasanya. Perayaan satu dekade Transkoetaradja dipadati masyarakat yang mengikuti berbagai kegiatan interaktif, hiburan, hingga berbagi pengalaman sebagai pengguna setia transportasi publik tersebut. Kegiatan yang dipusatkan di area Car Free Day itu turut dihadiri Kepala Dinas Perhubungan Aceh T. Faisal beserta jajaran pejabat Dinas Perhubungan Aceh. Kehadiran mereka menyatu dengan masyarakat dalam perayaan 10 tahun perjalanan Transkoetaradja yang selama ini menjadi bagian dari mobilitas warga. Beragam agenda turut memeriahkan kegiatan, mulai dari hiburan, interaksi bersama masyarakat, hingga penyerahan hadiah bagi para pemenang kegiatan yang telah digelar sebelumnya. Rangkaian kegiatan dimulai sejak Sabtu melalui agenda Creative Trip to Amanah. Kegiatan diawali dengan keberangkatan peserta dan panitia menuju lokasi Amanah, dilanjutkan pengarahan singkat serta tur edukatif yang memperkenalkan berbagai booth ekonomi kreatif, UMKM, inovasi, dan pengembangan keterampilan. Peserta tidak hanya mengikuti tur, tetapi juga berkesempatan berinteraksi langsung, mengikuti sesi berbagi pengalaman, menikmati makan siang bersama, hingga sesi foto sebelum kembali ke Banda Aceh. Puncak perayaan berlangsung pada Minggu di kawasan Car Free Day Banda Aceh. Beragam kegiatan interaktif dan hiburan digelar sebagai bagian dari perayaan satu dekade perjalanan Transkoetaradja sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat dan para pengguna layanan. Salah satu momen menarik datang dari Alyskha Umairah Thahirah, pemenang Stamp Rally Transkoetaradja. Ia berbagi pengalamannya saat mengajak temannya asal Medan berkeliling Banda Aceh menggunakan Transkoetaradja selama satu hari penuh. Menurutnya, pengalaman tersebut memberikan kesan tersendiri karena perjalanan terasa menyenangkan dan penuh energi. Dalam kesempatan itu, hadiah kepada para pemenang diserahkan langsung oleh Kepala Dinas Perhubungan Aceh, T. Faisal. Cerita pengalaman pengguna juga disampaikan Putri Ramazani yang mengaku telah menggunakan Transkoetaradja sejak 2016. “Kalau bisa gratis terus. Ke mana-mana dijangkau Transkoetaradja,” ujarnya. Sementara itu, Lisa Hamzah, salah satu influencer sekaligus pengguna Transkoetaradja, menilai kehadiran layanan transportasi tersebut memiliki kontribusi besar dalam mendukung sektor pariwisata di Aceh. Ia mencontohkan salah satu rute seperti Trans Mediwana yang melintasi sejumlah titik dan landmark di Banda Aceh. “Saya senang hadir bukan hanya sebagai transportasi umum, tetapi juga mendukung sektor pariwisata di Aceh,” kata Lisa. Ia berharap ke depan jumlah armada dapat ditambah, terminal diperbanyak, serta tersedia halte yang mendukung fasilitas parkir kendaraan maupun sepeda. “Kalau fasilitas semakin lengkap, tentu akan semakin banyak masyarakat yang menggunakan Transkoetaradja.” Hal serupa disampaikan Kiki Nadia yang mulai menggunakan Transkoetaradja sejak 2018 saat menempuh pendidikan di Banda Aceh. Menurutnya, layanan tersebut menjadi solusi mobilitas masyarakat dan tetap menjadi pilihan hingga kini, bahkan setelah dirinya mulai bekerja. “Masih setia sampai sekarang karena sangat membantu. Harapannya ke depan jangkauan Transkoetaradja bisa sampai ke pelosok,” kata Kiki. Baca Berita Lainnya: Gubernur Mualem Minta Dukungan Presiden Izinkan Maskapai Arab Saudi Angkut Jamaah Langsung dari Aceh Satu Dekade Trans Koetaradja, Pemerintah Aceh Tegaskan Komitmen Pertahankan Layanan Gratis Kadishub Aceh Usul Kaji Ulang Masterplan Kereta Api Aceh Pasca Bencana Hidrometerologi

Tinjau Layanan Haji di Gedung VIP Bandara SIM, Kadishub Aceh Pastikan Angkutan Haji 2026 Berjalan Lancar

Gedung VIP Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) merupakan fasilitas terbaik yang telah disiapkan oleh Pemerintah Aceh untuk melayani perjalanan para tamu Allah ke Tanah Suci. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Perhubungan Aceh Teuku Faisal saat meninjau aktivitas pelayanan terhadap jemaah calon haji Aceh di Gedung VIP Bandara SIM, Aceh Besar, pada Sabtu malam, 16 Mei 2026. Dalam kunjungannya tersebut, Kadishub Aceh ingin memastikan seluruh proses pelayanan di Gedung VIP berjalan dengan optimal dan tanpa hambatan demi menyukseskan penyelenggaraan angkutan haji tahun 2026. Teuku Faisal mengatakan bahwa Pemerintah Aceh secara khusus menyediakan dan memfasilitasi penggunaan Gedung VIP Bandara SIM untuk memudahkan proses embarkasi para jemaah calon haji sebelum memasuki pesawat. Sebagaimana diketahui, fasilitas tersebut merupakan aset milik Pemerintah Aceh yang selama ini difungsikan untuk menyambut kedatangan pejabat negara maupun tamu-tamu besar. Pada tahun-tahun sebelumnya, tambah Teuku Faisal, jemaah calon haji harus menaiki anak tangga sebelum memasuki pesawat. Bagi sebagian jemaah tahapan ini sangat menyulitkan, terutama jemaah lansia dan yang membutuhkan bantuan kursi roda. “Alhamdulillah, dengan adanya fasilitas Gedung VIP seperti eskalator dan lift, jemaah dapat memasuki pesawat dengan mudah dan nyaman karena langsung terkoneksi dengan garbarata,” ungkapnya. Kebijakan baru ini, lanjut Teuku Faisal, terbukti memberikan dampak yang sangat positif terhadap efisiensi waktu dan kenyamanan jemaah. Berdasarkan pantauan di lapangan, pemanfaatan Gedung VIP ini berhasil memangkas waktu tunggu serta sangat efektif dalam memudahkan pergerakan jemaah. Koordinasi dengan komunitas bandara serta panitia penyelenggaraan haji embarkasi Aceh sejauh ini berjalan cukup baik. “Komunikasi dan koordinasi dengan seluruh stakeholder alhamdulillah berjalan baik guna memastikan semua lini pelayanan bekerja dengan standar terbaik. Sinergi dan koordinasi yang kuat merupakan kunci utama untuk kesuksesan pelayanan bagi para jemaah kita selama proses keberangkatan,” ujar Kadishub Aceh. Pemerintah Aceh berkomitmen untuk terus meningkatkan pemanfaatan Gedung VIP Bandara SIM bukan hanya sekadar untuk melayani penyelenggaraan haji. Ke depan, fasilitas ini juga diproyeksikan bisa melayani perjalanan umrah masyarakat Aceh maupun provinsi lainnya di Indonesia. “Kita berharap Bandara SIM ini bisa menjadi pusat penerbangan umrah. Jadi tidak hanya dari Aceh, juga dari provinsi lain, bahkan dari negara lain sebelum ke Mekkah ke Serambi Mekkah dulu,” ungkapnya di sela-sela memantau aktivitas pelayanan embarkasi jemaah calon haji Aceh. Pada kesempatan yang sama, Salmawati atau kerab disapa Bunda Salma, selaku anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), menyampaikan apresiasinya terhadap pelayanan yang ramah dan nyaman bagi jemaah calon haji di Gedung VIP Bandara SIM. “Alhamdulillah selama 3 kali kunjungan saya ke sini pelayanan bagi jemaah sangat ramah dan memadai. Kita berharap pelayanan seperti ini dapat dipertahankan dan ditingkatkan,” sebutnya. Bunda Salma juga menyoroti terkait pemanfaatan Gedung VIP untuk melayani penerbangan umrah masyarakat Aceh ke Tanah Suci. Ke depan, pihaknya bersama Pemerintah Aceh akan mengupayakan fasilitas milik Aceh ini dapat dimaksimalkan untuk kebutuhan perjalanan masyarakat Aceh, baik untuk perjalanan umrah maupun haji. Apresiasi terhadap kebijakan pemanfaatan Gedung VIP bagi jemaah calon haji Aceh juga disampaikan oleh Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Aceh, Arijal. Dirinya menyebutkan bahwa tahun ini perpindahan jemaah dari bus ke dalam kabin pesawat menjadi lebih mudah dan efisien dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. “Dukungan dari Pemerintah Daerah untuk pelayanan jemaah luar biasa. Biasanya mereka naik tangga, dan kita khawatir dengan keselamatan jemaah. Makanya, dengan adanya fasilitas Gedung VIP yang langsung tersambung dengan garbarata tentu sangat membantu para jemaah,” tuturnya. Sebanyak 393 jemaah yang tergabung dalam kloter 11 berasal dari Kota Lhokseumawe, Kabupaten Aceh Utara, Kota Sabang, Kota Banda Aceh, Kabupaten Aceh Besar, Kabupaten Aceh Tamiang, dan Kabupaten Pidie. Pesawat Garuda Indonesia dengan kode terbang GIA-2111 lepas landas dari Bandara SIM pada pukul 22.20 WIB menuju Bandara Internasional King Abdulaziz Jeddah Saudi Arabia. Baca Berita Lainnya: Gubernur Mualem Minta Dukungan Presiden Izinkan Maskapai Arab Saudi Angkut Jamaah Langsung dari Aceh Satu Dekade Trans Koetaradja, Pemerintah Aceh Tegaskan Komitmen Pertahankan Layanan Gratis Kadishub Aceh Usul Kaji Ulang Masterplan Kereta Api Aceh Pasca Bencana Hidrometerologi