Dishub

Kemenhub Kampanyekan Budaya Keamanan Penerbangan

Dalam mendukung kesuksesan pelaksanaan tahun 2021 sebagai Tahun Budaya Keamanan Penerbangan yang telah dicanangkan pada 4 Maret 2021, Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dan Pemerintah Australia menyelenggarakan Workshop dan Kampanye Tahun 2021 sebagai Tahun Budaya Keamanan Penerbangan (2021 Year of Security Culture (YOSC 2021)) yang dilaksanakan di 2 (dua) lokasi, yaitu di Kawasan Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang – Banten tanggal 3 dan 4 Juni 2021 dan di Kawasan Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar – Bali pada tanggal 8 dan 9 Juni 2021. Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Novie Riyanto menginstruksikan kepada Stakeholder Penerbangan agar secara pro aktif dapat mempromosikan budaya keamanan penerbangan. “Pada tanggal 4 Maret 2021 Kami telah meluncurkan 2021 Year of Security Culture yang merupakan salah satu bentuk komitmen Indonesia khususnya untuk mewujudkan budaya keamanan penerbangan sipil. Budaya Keamanan Penerbangan merupakan hal yang fundamental yang perlu segera dibangun mengingat tren ancaman penerbangan saat ini semakin variatif dan terus meningkat. Selain itu, upaya untuk kembali memulai optimalisasi operasional penerbangan sipil setelah pandemi Covid-19 ini juga semakin memperkuat pentingnya menciptakan Budaya Keamanan Penerbangan”, jelas Dirjen Novie. “Dalam melaksanakan kampanye Budaya Keamanan Penerbangan, Indonesia melakukan kerja sama dengan pemerintah Australia yang memaparkan penerapan di lapangan serta berbagi pengalaman dalam implementasi budaya keamanan penerbangan. Kegiatan ini tentunya melibatkan Otoritas Bandar Udara di Indonesia, Pengelola Bandar Udara, Maskapai Penerbangan dan Stakeholder terkait lainnya secara pro aktif”, terangnya. Sementara itu, Direktur Keamanan Penerbangan, Elfi Amir disela – sela kegiatan kampanye mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mendorong industri penerbangan berpikir dan bertindak dengan cara yang sadar akan pentingnya keamanan. “Kegiatan ini merupakan upaya kita untuk menanamkan kesadaran akan pentingnya keamanan penerbangan kepada semua pihak, baik pekerja di bandara maupun pengguna jasa penerbangan agar tercapai keseimbangan antara keselamatan, keamanan, dan pelayanan kepada pengguna jasa transportasi udara. Selain itu untuk mempromosikan budaya keamanan penerbangan yang efektif dan berkelanjutan, sebagai nilai penting yang didukung oleh manajemen perusahaan bahwa keamanan penerbangan adalah tanggung jawab kita bersama”, tegas Elfi Amir. Lebih lanjut Elfi Amir menambahkan dalam implementasi budaya keamanan bisa dilakukan oleh industri penerbangan antara lain dengan cara : – Mengesahkan peraturan sebagai dasar pelaksanaan dan prosedur budaya keamanan penerbangan; – Menyebarkan informasi mengenai keamanan penerbangan seperti distribusi selebaran, poster dan iklan yang menyoroti pentingnya langkah-langkah keamanan yang spesifik; – Menyelenggarakan pameran/lokakarya untuk para personel termasuk manajemen untuk lebih memiliki kesadaran dan memahami pentingnya budaya keamanan; – Memberikan pelatihan dan pembelajaran berkelanjutan, baik initial maupun recurrent untuk memberikan pemahaman serta pemantapan budaya keamanan penerbangan bagi para personel; – Pemanfaatan alat e-learning dan media digital yang memperkuat pesan budaya keamanan; – Pemanfaatan platform komunikasi internal seperti artikel intranet, buletin, brosur, dan video yang mempromosikan budaya keamanan yang positif; dan – Pengadaan sistem pelaporan yang menjamin kerahasiaan laporan dan pelapor serta penyediaan respon yang sesuai untuk laporan tersebut. “Membangun budaya keamanan penerbangan dan menciptakan kesadaran dari masing-masing personil di bandara, Otoritas Bandar Udara, Pengelola Bandara, Maskapai Penerbangan dan stakeholder terkait sangat dibutuhkan sehingga semua pihak bisa tanggap dan segera melaporkan hal-hal yang mencurigakan, yang akan mengakibatkan ancaman pada keamanan penerbangan,”. Direktur Elfi Amir mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak atas kelancaran kegiatan kampanye tersebut, “Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dari Pemerintah Australia dalam usaha mengkampanyekan kesadaran akan keamanan penerbangan, semoga kerja sama kedua negara dapat terus berlanjut terutama dalam peningkatan Budaya Keamanan Penerbangan, kami juga menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan penuh dari PT. Angkasa Pura I dan PT. Angkasa Pura II serta pihak terkait lainnya yang turut mendukung pelaksanaan kampanye di kedua lokasi ini,” kata Elfi Amir. Elfi berharap kampanye Tahun Budaya Keamanan Penerbangan dapat terus berlanjut. “Sesuai arahan Dirjen Perhubungan Udara, bahwa Kampanye Tahun 2021 sebagai Tahun Budaya Keamanan Penerbangan tidak berhenti sampai di Bandara Soekarno Hatta dan I Gusti Ngurah Rai saja, tetapi terus dilanjutkan pada seluruh bandara di Indonesia dengan melibatkan sinergi dari regulator dan operator penerbangan. Kampanye bisa dilaksanakan sesuai dengan skala regional maupun nasional dengan satu misi yaitu menanamkan budaya keamanan penerbangan sebagai tanggung jawab kita bersama, sehingga pesan tersebut tersampaikan dan dapat diterapkan dengan baik oleh para penyedia dan pengguna jasa penerbangan di Indonesia,” tutup Elfi Amir. Adapun kampanye di kedua lokasi dilaksanakan dengan memberikan pemahaman terkait unsur-unsur keamanan penerbangan dan memberikan materi kampanye yang menyasar kepada pekerja di bandara dan pengguna jasa penerbangan. Kegiatan turut dihadiri Minister Counsellor of Home Affairs, Commander Lesley Dalton, First Secretary (Transport) Aviation and Maritime Security Australian Embassy Jakarta, Ms. Julie Lewis dan masing – masing di kedua lokasi yaitu Kepala Kantor Otban Wilayah I, Mohammad Alwi dan Senior Manager of Airport Security PT. Angkasa Pura II Bandara Internasional Soekarno Hatta, Oka Setiawan di kawasan Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta dan Perwakilan Kantor Otban Wilayah IV dan Vice President Aviation Security PT. Angkasa Pura I, Dony Subardono di kawasan Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai.(NF/RAK) Sumber: Ditjen Hubud Kemenhub RI

Penggunaan Teknologi di Transportasi Tunjang Pembangunan Berkelanjutan

Jakarta – Transportasi tidak hanya digunakan untuk saat ini namun harus ada keberlanjutan di masa depan, oleh karenanya penggunaan teknologi di sektor transportasi menjadi penunjang terwujudnya pembangunan yang berkelanjutan (sustainable). Hal tersebut disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat menjadi pembicara kunci dalam Webinar “Civil In Action” bertema “Penggunaan Teknologi Transportasi guna Menunjang Pembangunan Berkelanjutan pada Masa Pandemi yang Cepat, Optimal, dan Efektif” yang diselenggarakan Universitas Gajah Mada (UGM), Sabtu (5/6). Menhub mengatakan, dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan, pembangunan infrastruktur transportasi memegang prinsip berkelanjutan (sustainable), yang salah satunya dilakukan melalui penggunaan teknologi. Menurut Menhub, pada hakekatnya, transportasi berbasis teknologi didedikasikan untuk mempermudah mobilitas masyarakat bekerja dan berusaha, pemerataan distribusi barang/jasa, serta meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional “Berdasarkan Sustainable Development Goal (SDG) 2045 dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) 2020-2024, arah kebijakan terkait mobilitas kita kedepan dirancang dengan konsep Smart City, Green City dan Sustainable City. Kami wajib mengikuti instruksi tersebut dan menjadikannya sebagai dasar dalam membangun sistem transportasi,” kata Menhub. Menhub mengungkapkan, transportasi yang berkelanjutan mencakup aspek keselamatan, tarif terjangkau, aksesibilitas tinggi, terpadu, kapasitas mencukupi, teratur, tertib, dan rendah polusi. “Penerapan teknologi dalam transportasi akan meningkatkan keselamatan, mobilitas, mengurangi biaya dan mengurangi kerusakan lingkungan, yang dapat mendukung terwujudnya transportasi berkelanjutan tersebut,” ucap Menhub. Lebih lanjut Menhub menjelaskan, penerapan teknologi di sektor transportasi dapat dilakukan, diantaranya melalui : kendaraan otomatis, internet of things, machine learning dan big data. “Penerapan teknologi bermanfaat untuk menganalisis perilaku mobilitas masyarakat. Sehingga dapat digunakan untuk kebijakan mengurangi kemacetan dan emisi bahan bakar, peningkatan akses ke pekerjaan dan layanan, mengurangi biaya transportasi, dan meningkatkan aksesibilitas dan mobilitas,” tutur Menhub. Mc Kinsey Global Institute melaporkan bahwa kendaraan otonom dapat mengurangi emisi karbon dan kemacetan, mengurangi konsumsi bahan bakar hingga 15% dan juga mengurangi tingkat kecelakaan di jalan raya hingga 40% karena pengurangan kesalahan manusia. Menhub menambahkan, contoh penerapan teknologi yang dilakukan di sektor transportasi yaitu : pengembangan Green Port, dimana Terminal Teluk Lamong, Surabaya menjadi Green Port pertama di Indonesia dan akan menyusul Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta. Kemudian infrastruktur terpadu dan terintegrasi seperti Transit Oriented Development (TOD) di Poris Plawad, Tangerang, dan aksesibilitas pariwisata di 5 Bali baru. Selain itu, pengembangan sarana transportasi berbasis listrik juga menjadi inovasi yang dikembangkan, seperti KRL (Kereta Listrik) dan Mobil Listrik. “Kementerian Perhubungan sudah memulai dengan menggunakan kendaraan dinas listrik untuk operasional. Kita juga harus memikirkan bagaimana teknologi transportasi mendorong aksesibilitas di berbagai daerah terluar misalnya di Papua,” jelas Menhub. Menhub mengajak para akademisi dan mahasiswa untuk mengambil peluang untuk mewujudkan transportasi berkelanjutan, di tengah tantangan ketidakpastian akibat pandemi Covid-19. “Kita ambil gagasan melalui inovasi yang extraordinary dengan berbagai transformasi digital dan teknologi untuk menyelesaikan berbagai permasalahan transportasi. Kita ingin mobilisasi masa depan akan lebih ramah lingkungan, lebih cerdas, dan lebih fleksibel,” pungkas Menhub. Webinar ini diihadiri narasumber yaitu Dr. Ir. Hedy Rahadian, M.Sc.(Direktur Jenderal Bina Marga, Kementerian PUPR), Prof. Sigit Priyanto, M.Sc., Ph.D. (Safety Transportation Engineering), Ir. M. Toha Fauzi, MT (Direktur Operasional 2 PT PP). Acara ini dimoderatori oleh Imam Muthohar (Dosen Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan). (*) Sumber: Kemenhub RI

Menhub Terus Upayakan Kendaraan Listrik Jadi Kebutuhan Massal

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengupayakan kendaraan listrik di Indonesia menjadi kebutuhan massal. Hal itu disampaikan Menhub saat mengunjungi pameran kendaraan listrik yang diselenggarakan Ditjen Perhubungan Darat bekerja sama dengan sejumlah perusahaan dan komunitas pegiat kendaraan listrik di Stasiun KA Bekasi Timur, Minggu (18/4). “Kita ingin kendaraan listrik ini bisa menjadi kebutuhan massal. Presiden melalui Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai untuk Transportasi Jalan, telah mengamanatkan bahwa kita harus mengarah ke penggunaan kendaraan listrik,” kata Menhub. Menhub menjelaskan, Kemenhub telah menindaklanjuti Perpres tersebut dengan membuat sejumlah regulasi tentang kendaraan listrik melalui Peraturan Menteri Perhubungan yang mengatur antara lain: pengujian tipe fisik kendaraan bermotor listrik,kendaraan tertentu dengan menggunakan penggerak motor listrik, konversi sepeda motor dengan penggerak motor bakar menjadi sepeda motor listrik berbasis baterai, dan sejumlah regulasi lainnya yang tengah disusun. “Kami juga akan membuat Peta Jalan (Road Map). Dimana pada tahun 2030 ditargetkan kendaraan listrik sudah siginfikan digunakan oleh masyarakat banyak,” ucap Menhub. Lebih lanjut Menhub mengungkapkan sejumlah upaya lain yang telah dilakukan yaitu: mendorong penggunaan bus listrik melalui Program Buy The Service (BTS) di beberapa kota seperti : Bali, Surabaya, Bandung, Surabaya, dan Medan. Program BTS dilakukan dengan membeli layanan dengan subsidi 100% dari operator dengan standar pelayanan minimal yang telah ditetapkan. Sebagai tahap awal, penggunaan transportasi ramah lingkungan ini akan dimanfaatkan untuk angkutan transportasi seperti Transjakarta maupun Damri dan sebagainya sebagai angkutan perkotaan. Selain bus, Kemenhub juga mendorong penggunaan kendaraan listrik pada kendaraan taksi dan sepeda motor. “Kami juga telah berkoordinasi dengan Menteri BUMN dan Dirut PLN untuk membangun lebih banyak lagi titik-titik stasiun pengisian kendaraan listrik berbasis baterai,” tutur Menhub. Kemudian, Menhub dan jajaran Eselon I di lingkungan Kemenhub juga sudah menggunakan kendaraan listrik sebagai kendaraan kedinasan. Menhub mendorong Kementerian dan Lembaga lain juga menggunakan kendaraan listrik agar penggunaannya semakin masif. Dengan mengurangi penggunaan BBM yang semakin lama produksinya terus menurun sementara permintaan terus meningkat, diharapkan penggunaan kendaraan listrik menjadi kendaraan pilihan masyarakat yang ramah lingkungan dan dapat meningkatkan kualitas udara di Indonesia. Dalam tinjauannya menuju ke pameran kendaraan listrik di Stasiun Bekasi Timur, Menhub berangkat menggunakan KRL dari Stasiun Jatinegara. Menhub berharap, ke depannya masyarakat bisa memanfaatkan integrasi antarmoda antara moda transportasi massal seperti KRL, LRT, MRT dan lain-lain, dengan menggunakan kendaraan listrik sebagai feeder. Setibanya di Stasiun Bekasi Timur, Menhub mengunjungi pameran kendaraan listrik dari berbagai merk, termasuk buatan dalam negeri. Menhub sempat menjajal sepeda motor listrik buatan UMKM dalam negeri bermerek E-mostra dan menjajalnya keliling stasiun. Menhub mendorong produk dalam negeri ini bisa maju dan bisa dipasarkan dalam jumlah yang banyak. Turut hadir dalam kegiatan ini, Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi, Dirjen Perkeretaapian Zulfikri, Kepala BPTJ Polana B. Pramesti, Dirut PT KAI Didiek Hartantyo, dan jajaran di lingkungan Kemenhub. Sumber: Kemenhub RI

Bupati Simeulue Serahkan Pengelolaan Pelabuhan Penyeberangan Sinabang ke Gubernur Aceh

Bupati Simeulue, Erli Hasim menyerahkan dokumen pengelolaan aset Pelabuhan Penyeberangan Sinabang kepada Gubernur Aceh Nova Iriansyah, Kamis 27 Mei 2021. Proses serah-terima yang berlangsung di Meuligoe Gubernur Aceh itu turut disaksikan Kepala Dinas Perhubungan Aceh Junaidi serta sejumlah pejabat Pemkab Simeulue. “Izinkan kami hari ini menyerahkan pengelolaan Pelabuhan Penyeberangan Sinabang kepada Pemerintah Aceh,” ujar Erli dalam pertemuan yang berlangsung di ruang tengah Meuligoe. Gubernur Nova dalam pertemuan itu menyampaikan terima kasih atas penyerahan pengelolaan aset pelabuhan tersebut. Hal tersebut kata Gubernur telah sesuai dengan amanat Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah. “Kita telah menjalankan perintah undang-undang, bahwa pengelolaan pelabuhan penyeberangan yang melayani lintasan antar Kabupaten/Kota dalam satu Provinsi menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi,” ujar Gubernur. Sementara Bupati Erli dalam penjelasannya juga menyampaikan terima kasih atas berbagai pembangunan yang sedang dilakukan di kabupaten itu. Menurut Erli, sebagai daerah kepulauan, Simeulue sangat membutuhkan dukungan pemerintah provinsi dalam menjamin konektivitas wilayah. Sehingga pembangunan infrastruktur, sumber daya manusia, dan perekonomian kawasan itu dapat terus berkembang. Erli menjelaskan, Kabupaten Simeulue sebagai salah satu wilayah kepulauan di Aceh, sangat bergantung pada konektivitas transportasi untuk memperlancar distribusi logistik dan mobilitas masyarakat dari wilayah daratan menuju kepulauan. [] Sumber: Humas Setda Pemerintah Aceh

Pemkab Aceh Singkil Bahas Dukungan Transportasi Dalam Percepatan Investasi UEA di Pulau Banyak

Potensi yang sangat besar yang dimiliki Kabupaten Aceh Singkil, khususnya keindahan alam Pulau Banyak menarik perhatian Uni Emirat Arab (UEA) untuk mengembangkan sektor pariwisata di Aceh. Pengembangan suatu wilayah khususnya sektor pariwisata sangat membutuhkan dukungan pelayanan transportasi. Menindaklanjuti hal tersebut, Pihak Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil yang diketuai oleh Muzni, Asisten 2 Pemkab Aceh Singkil bersilaturahmi ke Dishub Aceh, hadir dalam pertemuan ini Kadishub, Kadisbudpar, KaDMPTSP, dan Kadis PUPR Aceh Singkil serta Sekdishub Aceh dan Kabid/Ka. UPTD di lingkungan Dishub Aceh, Rabu (26/05/2021). Dalam pertemuan ini membahas terkait kesiapan transportasi dalam dukungan Dishub Aceh bagi pengembangan pariwisata di kawasan Pulau Banyak melalui investasi UEA. “Pihak kami akan mempersiapkan satu desk dengan Pemerintah Aceh untuk membahas khusus tindak lanjut investasi UEA sektor pariwisata di kawasan Pulau Banyak,” ujar Muzni. Junaidi, Kadishub Aceh menyampaikan bahwa untuk memudahkan akses ke pulau banyak, Gubernur Aceh juga telah mengusulkan melaui surat ke Menteri Perhubungan RI terkait survey pendahuluan rencana pengoperasian pesawat udara perairan di Kepulauan Banyak dan Pengembangan Bandara Syech Hamzah Fanshuri Singkil. Dishub Aceh saat ini sangat fokus untuk menyempurnakan pelayanan angkutan penyeberangan dengan peningkatan infrastruktur Pelabuhan dan efektifitas angkutan penyeberangan dengan sarana KMP. Aceh Hebat 3. Kawasan Pulau Banyak ditetapkan dalam tata ruang wilayah sebagai kawasan konservasi. Oleh karena itu, pengembangan wilayah ini membutuhkan proteksi yang tegas akan kelestarian alam. Kawasan alam ini memiliki penanganan khusus bagi kegiatan-kegiatan yang dapat menimbulkan kerusakan hutan dan lingkungan bawah laut. Pembangunan infrastruktur di kawasan ini harus memiliki kajian lingkungan yang komprehensif. Penyiapan landasan untuk bandar udara tentu memiliki proses perencanaan yang Panjang khususnya kajian lingkungan, oleh sebab itu perlu dicarikan alternatif percepatan salah satunya dengan pengembangan pesawat udara perairan (seaplane) yang sedang dikembangkan oleh Kemenhub RI yang sangat cocok di wilayah Pulau Banyak. (MS)

Usai Libur Lebaran Idulfitri, KMP. Teluk Sinabang Bawa 210 Penumpang

KMP. Teluk Sinabang tiba dan bersandar dengan selamat di Pelabuhan Penyeberangan Kuala Bubon pagi tadi, Minggu, 23 Mei 2021. Kapal ini sebelumnya bertolak dari Pelabuhan Penyeberangan Sinabang dengan membawa 210 penumpang dan 123 kendaraan campuran. Dari pantauan Tim Aceh TRANSit di lapangan, kondisi cuaca di perairan Barat Selatan Aceh cukup tenang. Kondisi ini diharapkan mampu memperlancar aktivitas penyeberangan di wilayah tersebut. Seperti diketahui, transportasi penyeberangan merupakan moda unggulan yang menjadi jembatan untuk mempermudah mobilitas masyarakat Simeulue. Sehingga, optimalisasi pelayanan angkutan ini adalah dambaan sekaligus harapan masyarakat yang mendiami wilayah kepulauan. Sesuai jadwal, KMP. Teluk Sinabang akan berangkat kembali menuju Sinabang pada siang hari ini, tepatnya pada pukul 14.00 WIB. Bagi Rakan Moda yang akan menggunakan jasa angkutan penyeberangan, harap telah berada di pelabuhan satu jam sebelum keberangkatan, supaya proses embarkasi berjalan dengan baik. (AM)

Dishub Aceh Kembali Beri Bantuan Penguatan Posko Perbatasan

Pada masa pengetatan perjalanan dalam negeri pasca peniadaan mudik lebaran 1442 H, posko pemeriksaan di empat wilayah perbatasan Aceh memiliki peran yang begitu signifikan untuk mencegah penyebaran virus masuk ke Aceh. Dukungan bagi petugas yang berjaga di posko pemeriksaan menjadi perhatian khusus Dinas Perhubungan Aceh. Dukungan moril maupun materiil perlu diberikan supaya memotivasi petugas dalam bekerja sebagai garda terdepan di perbatasan Aceh. Untuk itu, Dinas Perhubungan Aceh yang diwakili oleh Kepala Bidang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ), Deddy Lesmana bersama jajarannya meninjau dua posko pemeriksaan di wilayah perbatasan Aceh Tenggara dan Aceh Tamiang, pada Rabu dan Kamis, 19-20 Mei 2021. Kunjungan ini dimaksudkan guna memantau kegiatan pengetatan perjalanan yang dilakukan oleh Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 kabupaten/kota di perbatasan Aceh. Dalam kunjungannya ke posko, Deddy juga menyerahkan sejumlah bantuan berupa masker dan makanan untuk dimanfaatkan oleh petugas selama bertugas. Seperti diberitakan sebelumnya, bantuan logistik ini berasal dari Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) yang diperuntukkan bagi petugas yang berjaga di posko selama masa pemberlakuan pengetatan perjalanan dalam negeri mulai tanggal 18 hingga 24 Mei 2021. (AM)

Kadishub Aceh Serahkan Bantuan Logistik ke Pos Berbatasan Singkil dan Subulussalam

Pandemi Covid-19 belumlah usai, upaya penanganan dan pencegahan penyebaran virus ini menjadi tanggungjawab kita bersama. Penjagaan di pintu masuk wilayah Aceh menjadi salah satu upaya mencegah penyebaran Covid-19. Guna mendukung operasional posko penjagaan di wilayah perbatasan Aceh, Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Junaidi menyerahkan sejumlah bantuan logistik yang dibutuhkan oleh petugas yang berjaga di posko perbatasan Subulussalam dan Pelabuhan Penyeberangan Singkil, Kamis, 20 Mei 2021. Bantuan berupa masker dan kebutuhan sehari-hari petugas tersebut diterima langsung oleh Kepala Dinas Perhubungan Kota Subulussalam dan Kabupaten Aceh Singkil. Bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) ini memang dikhususkan untuk mendukung penjagaan wilayah perbatasan Aceh pada masa pengetatan perjalanan (18-24 Mei) pasca peniadaan mudik lebaran 1442 H. (AM)

Safety Roller, Peredam Kefatalan Kecelakaan

KESELAMATAN jalan. Ketika mendengar kalimat tersebut yang terlintas dalam memori adalah jargon dari transportasi di Indonesia dewasa ini. Terjaminnya keselamatan bagi pengguna jalan merupakan tujuan utama dari penyelenggaraan transportasi tak terkecuali di Aceh. Langkah konkret yang diambil ialah dengan menyediakan fasilitas perlengkapan jalan yang menunjang keselamatan tersebut, di antaranya adalah alat pengendali dan pengaman pengguna jalan berupa pagar pengaman jalan. Beberapa tahun terakhir, apabila kita melintasi ruas jalan di Aceh, khususnya di daerah dengan kontur jalan berbukit dan berkelok, ada sesuatu yang baru terpasang di kanan dan kiri jalan. Berbentuk seperti pagar pengaman jalan konvensional dengan bagian tengahnya terdapat ban berwarna kuning yang akan berputar ketika terjadi tumbukan, itulah Safety Roller atau yang biasa disebut Rolling Guardrail. Sebenarnya apakah itu rolling guardrail, apakah fungsinya dan mengapa dianggap seperti ‘malaikat penyelamat’? Mari simak ulasan perbincangan Tim Aceh TRANSit bersama Kepala Bidang LLAJ Dinas Perhubungan Aceh, Deddy Lesmana berikut. Pagar Pengaman Jalan dengan Tambahan Roller Rolling guardrail sendiri diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan RI Nomor PM 82 Tahun 2018 tentang Alat Pengendali dan Pengaman Pengguna Jalan yang disebut sebagai safety roller, merupakan pagar pengaman yang menyerap energi kejut dengan gesekan minimal sehingga mampu mengarahkan gerak kendaraan akibat dari benturan. Safety roller tidak hanya menyerap energi benturan, pembatas ini bahkan mampu mengubah energi tumbukan menjadi energi rotasi yang dapat mendorong kendaraan kembali ke depan. Dengan 4 komponen utama yaitu roller, pin, poros dan rail serta berbahan dasar Ethil Vinyl Acetate (EVA), alat ini bekerja pada saat kendaraan membentur pagar pembatas, roller akan mengubah daya kejut kendaraan menjadi energi rotasi. Bingkai besi pagar atas dan bawah yang mengapit tabung silinder berfungsi menyesuaikan besaran ban kendaraan serta adanya bantalan roller juga membantu penyerapan kejut ketika terjadi tabrakan sehingga kendaraan tidak sepenuhnya oleng. Telah Terpasang di Banyak Titik Pemasangan safety roller di Aceh telah dilakukan bahkan sebelum peraturan perundangan mengakomodir, tepatnya sejak tahun 2015 di ruas lintas Seulawah, Aceh Besar, yang merupakan daerah pertama di Indonesia yang memiliki fasilitas tersebut. Hingga tahun 2020 ini, telah terpasang sedikitnya 16 titik di ruas jalan seluruh Aceh yang sebagian besar dipasang di jalan dengan kontur pegunungan dengan jurang/ tikungan tajam seperti, Puncak Geurutee, Bener Meriah, dan Aceh Tengah. Penentuan lokasi ini, menurut Deddy, tidak serta merta di setiap tikungan dengan kontur pegunungan namun perlu ada pertimbangan lain yang diambil. “Titik yang akan dipasang safety roller harus berada pada tikungan tajam dengan kontur pegunungan yang naik turun,” ujarnya. Meninimalisir Tingkat Fatalitas Kelebihan safety roller dibandingkan dengan pagar pengaman semi kaku lainnya adalah kemampuannya untuk meneruskan momen tabrak/momen sentrifugal pada saat ditabrak yang kemudian akan membuat titik tabraknya menyebar disepanjang bagian yang bertumbukan dengan kendaraan. Secara teknis, tidak semua kendaraan akan dapat diteruskan momen tabraknya, safety roller ini hanya akan tahan pada kendaraan dengan beban hingga 40 ton. Pada beberapa kasus kecelakaan, kendaraan yang menabrak safety roller, dapat diarahkan gerak akibat tumbukan untuk kembali ke ruas jalan dan tidak menerobos ke dalam jurang. Sedangkan pada pagar pengaman konvensional, di beberapa kasus kecelakaan seperti di lintas barat Aceh, ditemukan adanya fakta bahwa pagar pengaman konvensional tersebut menambah fatalitas akibat kecelakaan yang disebabkan oleh terlalu kuatnya pagar pengaman sehingga merusak bodi kendaraan. Belum Ada Produsen di Dalam Negeri Dengan begitu banyaknya kelebihan yang dimiliki, pemasangan safety roller ini tak luput dari kekurangan, diantaranya ialah tingginya biaya yang diperlukan dalam produksi dan pemasanganya. Tidak adanya produsen dalam negeri membuat para distributor harus mengimpornya dari luar negeri. Hal ini berdampak terhadap biaya produksi yang membengkak, proses ekspor impor yang membutuhkan waktu panjang serta rendahnya TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) yang saat ini terus digaungkan oleh pemerintah. Dari segala dinamika yang ada, tentu adanya safety roller ini tetap diharapkan akan turut serta berperan terhadap penurunan tingkat fatalitas akibat kecelakaan, “Penggantian pembatas jalan konvensional dengan safety roller merupakan salah satu cara yang dilakukan Dishub Aceh untuk menurunkan resiko cedera maupun jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan di Aceh.” tutup Deddy. (Reza)

Berkendara Aman dan Sehat Selama Puasa

Salam Rakan Moda, kali ini kita ingin berbagi tips nih, supaya Rakan bisa berkendara dengan aman dan sehat saat berpuasa. Supaya puasanya tidak terganggu dari hal-hal yang tidak dinginkan, selalu cek kondisi kendaraan sebelum beraktivitas. Perhatikan juga konsumsi makanan dan air untuk tubuh saat sahur. Kemudian, istirahat yang cukup bila sudah merasa lelah. Jangan paksakan berkendara bila kondisi tubuh tidak fit saat berpuasa. Apa saja yang perlu dilakukan supaya tetap aman? Yuk simak infonya berikut! Mengecek Kondisi Kendaraan Sebelum Berkendara, cek kondisi kendaraan adalah hal yang wajib baik saat berpuasa ataupun tidak. Tapi, ketika berpuasa sebaiknya kita lebih memperhatikan hal ini agar memastikan kondisi kendaraan aman untuk digunakan. Karena jika terjadi permasalahan di jalan seperti mogok, ban kempes, dan sebagainya akan terasa lebih  melelahkan dan menguras emosi. Kurangi Konsumsi Karbohidrat Nah Rakan Moda tahu kan akibatnya jika terlaly banyak konsumsi karbohidar ketika sahur? Ya! Kita akan lebih cepat meras lelah dan ngantuk. Kurangi mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidar tinggi ya dan perbanyaklah makan makanan yang mengandung protein dan vitamin. Perbanyak Minum Air Putih Saat menjalankan ibadah puasa, kita pasti tetap berkewajiban beraktivitas seperti berkendara untuk kerja atau sekolah. Kemudian, kita akan cepat merasa dehidrasi dan lelah. Perbanyaklah minum air putih ketika berbuka dan sahur, kalo bisa kurangi konsumsi makanan yang manis karena akan memicu rasa haus berlebih. Istirahat yang Cukup Pada umumnya rasa kantuk sering datang saat kita berpuasa. Sebaiknya Rakan Moda lebih memperhatikan kondisi tubuh. Tidur cukup selama 8 jam sangat dianjurkan dan apabila sedang di perjalanan kemudian mengantuk, istirahat, dan tidurlah sejenak. Ingat, jangan memaksakan tetap mengemudi ya untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Menjaga Emosi Saat Berkendara Hal ini sering dilupakan oleh kita yang berkendara, padahal di jalan kita bisa bertemu dengan siapa pun dan mungkin pengendara lain melakukan hal-hal yang tidak diharapkan seperti menyerobot, seenaknya memutar, dan sebagainya. Kita harus tetap bersabar dan menahan emosi ketika menghadapinya. (*)