Dishub

Garuda Indonesia Layani Penerbangan Umrah Mulai 3 Agustus, Terbang 3 Sampai 4 Kali dalam Sebulan

BANDA ACEH – Maskapai penerbangan Garuda Indonesia akan kembali melayani penerbangan umrah dari Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) mulai 3 Agustus 2023 mendatang. Rencananya, penerbangan ke tanah suci tersebut akan berlangsung sebanyak 3 sampai 4 kali dalam sebulan. Hal tersebut disampaikan oleh General Manager Garuda Indonesia Cabang Banda Aceh, Nano Setiawan saat bertemu dengan Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Faisal di Kantor Dinas Perhubungan Aceh, pada Senin, 15 Mei 2023. Nano Setiawan menyebutkan bahwa penerbangan umrah dengan Garuda Indonesia nantinya akan menggunakan pesawat Boeing 777-300 dengan kapasitas penumpang mencapai 393 orang, terdiri atas 26 seat bisnis, dan 367 seat ekonomi. “Kita sudah mendapatkan izin slot dari otoritas penerbangan Arab Saudi. Harapannya jemaah Aceh mulai bulan Agustus 2023 dapat terbang dengan pesawat terbesar Garuda Indonesia yang lebih nyaman dan aman” ungkap Nano Setiawan. Di samping itu, secara operasional, penerbangan dari Bandara SIM ke Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah cukup singkat, sekitar 7 jam 40 menit, sehingga sangat membantu jemaah yang lanjut usia. “Selama ini kita melihat sebagian masyarakat Aceh terbang melalui Medan, Kuala Lumpur, bahkan Jakarta, itu kan penerbangan yang cukup melelahkan dan membutuhkan biaya ekstra,” ujarnya. Garuda Indonesia, menurut Nano Setiawan, merupakan maskapai penerbangan yang cukup dekat dengan masyarakat Aceh secara emosional. Oleh sebab itu, pihaknya mengupayakan jemaah umrah asal Aceh yang cukup banyak potensinya supaya bisa terbang langsung ke tanah suci dari Bandara SIM. Ke depan, dirinya berharap Bandara SIM bisa menjadi hub untuk penerbangan umrah dari Indonesia. “Penerbangan umrah dari daerah lain, nanti apakah sifatnya technical landing atau komersil, bisa angkut penumpang dari Banda Aceh menuju tanah suci,” harap Nano Setiawan. Sementara itu, Kadishub Aceh Teuku Faisal menyampaikan bahwa Pemerintah Aceh mendukung sepenuhnya upaya maskapai penerbangan termasuk Garuda Indonesia untuk menyelenggarakan penerbangan umrah dari Bandara SIM. Teuku Faisal menyebutkan, penyelenggaraan penerbangan umrah langsung ke tanah suci melalui Bandara SIM juga mendapat perhatian serius dari Pj Gubernur Aceh. “Ini sesuai dengan harapan beliau supaya Bandara SIM bisa memanfaatkan potensi jemaah umrah asal Aceh dengan baik,” ungkapnya. Terkait upaya menjadikan Bandara SIM sebagai hub untuk penerbangan umrah, Teuku Faisal menjelaskan bahwa Pemerintah Aceh sangat mendukung. “Kita berharap Bandara SIM bisa segera menjadi hub untuk penerbangan umrah dari Indonesia dan ini butuh dukungan dari semua pihak, khususnya agen perjalanan umrah” ujarnya. Sebagai informasi, sejak penerbangan umrah ke Arab Saudi dibuka kembali pasca Covid-19, Bandara SIM sudah melayani keberangkatan 5.371 jemaah asal Aceh, mulai November tahun 2022 lalu hingga pertengahan Mei tahun ini. “Selama ini, ada 16 flight yang sudah beroperasi, baik ke Madinah maupun Jeddah, dan alhamdulillah tidak ada kendala apapun dalam pelayanan jemaah umrah di Bandara SIM,” sebut Teuku Faisal.(AM)

Tahun 2023, Tercatat 257.889 Orang di Aceh Lakukan Perjalanan Mudik

BANDA ACEH – Dinas Perhubungan Aceh mencatat 257.889 orang melakukan perjalanan dengan angkutan umum selama mudik lebaran tahun 2023 di Aceh. Jumlah pengguna transportasi tersebut terekam mulai H-8 hingga H+8 lebaran, atau 14 April – 1 Mei 2023. Sementara pada periode yang sama tahun lalu, total orang yang melakukan perjalanan mencapai 294.287 orang. “Alhamdulillah, angkutan lebaran Aceh tahun ini semuanya berjalan cukup baik, meskipun jumlahnya (penumpang) mengalami penurunan sekitar 12,37 persen dari tahun lalu,” kata Kadishub Aceh, Teuku Faisal dalam rapat evaluasi angkutan lebaran Aceh, Selasa, 2 Mei 2023. Teuku Faisal menyebutkan, jumlah penumpang pesawat udara meningkat cukup signifikan selama periode mudik tahun ini. Tercatat sebanyak 41.805 orang melakukan perjalanan udara melalui sejumlah bandara di Aceh. “Jumlah penumpang pesawat cukup tinggi tahun ini, peningkatannya mencapai 78,15 persen, frekuensi penerbangan pada bandara-bandara di Aceh juga sudah normal, seperti sebelum Covid-19,” ungkapnya. Sedangkan pada moda transportasi darat, jumlah penumpang mengalami penurunan sebesar 24,27 persen. Hal yang sama juga terjadi pada transportasi laut dan penyeberangan, jumlah pengguna jasa turun sebesar 17,53 persen. Sementara itu, PT Hutama Karya mencatat jumlah kendaraan pemudik yang melintas di ruas jalan tol Sigli – Banda Aceh mencapai 74.278 kendaraan. Jumlah ini meningkat 71 persen dari kondisi normal tahun 2023, dan naik 47 persen dari kondisi lebaran tahun lalu. Di samping pergerakan arus mudik, Dishub Aceh juga mencatat pergerakan wisatawan yang berlibur ke Sabang kali ini menurun dibanding tahun 2022. Tahun lalu, total pergerakan wisatawan dari Banda Aceh ke Sabang maupun sebaliknya mencapai 66.041 orang. Sementara tahun ini hanya sebesar 56.399 orang, atau menurun sekitar 14,60 persen. Meskipun mengalami penurunan, kelancaran arus wisatawan dari Banda Aceh ke Sabang, menurut Teuku Faisal, menjadi catatan khusus bagi Dishub Aceh. “Pelayanan transportasi penyeberangan terbilang cukup lancar dan tertib tahun ini akibat adanya manajemen rekayasa yang diberlakukan dengan dukungan stakeholder terkait,” ujarnya. Teuku Faisal menegaskan bahwa isu-isu keselamatan transportasi, khususnya pada angkutan jalan, juga selalu menjadi perhatian Dishub Aceh di masa mudik lebaran. “Tata kelola izin trayek angkutan jalan akan kita maksimalkan untuk mewujudkan transportasi yang berkeselamatan,” tegasnya. Dishub Aceh akan terus memperbaiki kekurangan yang terjadi di tahun ini, serta mengambil “best practice” untuk dipertahankan pada masa mudik tahun berikutnya. “Termasuk kita akan evaluasi masukan-masukan dari masyarakat, baik secara langsung maupun melalui media sosial Dishub Aceh,” tuturnya.(AM)

Wakil Ketua KIP Sambangi Dishub Lihat Inovasi Keterbukaan Informasi Publik

BANDA ACEH – Implementasi keterbukaan informasi publik saat ini bukan lagi sekedar memenuhi apa yang diamanahkan oleh undang-undang. Namun jauh melampaui itu, yaitu bagaimana badan publik bisa memperoleh interaksi yang baik dari masyarakat melalui penyajian informasi publik yang inovatif. Hal itu diungkap oleh Wakil Ketua Komisi Informasi Pusat (KIP) RI, Arya Sandiyudha saat berkunjung ke Dinas Perhubungan Aceh dalam rangka visitasi uji kepatutan calon penerima Anugerah Tinarbuka Tahun 2023, Selasa, 11 April 2023. “Kita ingin melihat inovasi di sektor keterbukaan informasi publik pada Dishub Aceh,” kata Arya saat menjelaskan maksud kunjungannya hari ini ke Dishub Aceh. Untuk diketahui, Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Faisal merupakan satu-satunya Kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) dari Provinsi Aceh yang masuk ke dalam nominasi 10 besar Anugerah Tinarbuka tahun 2023 untuk kategori Kepala/Direktur/Pimpinan SKPD seluruh Indonesia. Anugerah Tinarbuka merupakan kompetisi hasil penilaian monitoring dan evaluasi keterbukaan informasi publik. Arya mengungkapkan, sejauh yang ia perhatikan, penerapan keterbukaan informasi publik di Dishub Aceh sangat baik. Informasi yang disajikan, tambahnya, sudah sangat menarik, inovatif, serta memiliki daya tarik bagi masyarakat. “Inovasi-inovasi seperti ini yang dibutuhkan, bagaimana ia punya manfaat dan meng-attract (menarik) masyarakat untuk memperoleh informasi, percuma ceklistnya bagus tapi daya tarik bagi masyarakat tidak ada,” ungkap Arya saat menjadi tamu Podcast BAGASI Dishub Aceh. Badan publik saat ini memang dituntut untuk lebih terbuka dalam penyediaan informasi kepada masyarakat. Sebab publik memiliki hak untuk mengetahui informasi yang dijamin dalam Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik atau UU Nomor 14 Tahun 2008. Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Faisal saat menerima visitasi Wakil Ketua KIP, kembali menegaskan komitmen dirinya dalam mendukung keterbukaan informasi publik. “Sejak awal, kita memang sudah berkomitmen untuk mendukung keterbukaan informasi, kita terus berbenah sehingga masyarakat bisa memperoleh informasi dengan mudah, diharapkan dapat meningkatkan partisipasi dalam pembangunan khususnya pada sektor perhubungan,” tutur Teuku Faisal. Setelah visitasi di Dishub Aceh dan meninjau pengelolaan informasi di Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue, Arya Sandiyudha bersama Kadishub Aceh Teuku Faisal, Ketua Komisi Informasi Aceh (KIA) Arman Fauzi, dan Komisioner KIA Nurlaili, bersilaturrahmi dengan Pj Gubernur Aceh, Achmad Marzuki yang didampingi oleh Sekda Aceh Bustami di Meuligoe Gubernur Aceh. “Kita menyambut baik kegiatan ini, dan mengapresiasi kunjungan Komisi Informasi Pusat ke Aceh,” sebut Achmad Marzuki. Pj Gubernur Aceh menyampaikan bahwa Aceh memiliki potensi sumber daya yang kaya namun belum terekspose dengan baik di kancah nasional dan internasional. Selain itu, Pemerintah Aceh selama ini telah berupaya memberikan pelayanan yang maksimal, tentu perlu didukung dengan suguhan informasi yang valid dan terkini bagi masyarakat. Untuk itu, Achmad Marzuki mengharapkan Komisi Informasi Pusat mendukung penuh upaya peningkatan keterbukaan informasi publik di Aceh, termasuk berbagai inovasi yang telah dikembangkan oleh Kepala Dinas Perhubungan Aceh.(AM)

Masuk 16 Besar, Kadishub Aceh Paparkan Keterbukaan Informasi Publik

BANDA ACEH – Ketua Komisi Informasi Pusat Republik Indonesia (KIP RI), Donny Yoesgiantoro, mengapresiasi nominator yang mengikuti Uji Kepatutan Anugerah Tinarbuka dalam rangka Peringatan Hari Keterbukaan Informasi Nasional (HAKIN) 2023 di Serpong, Tangerang, Banten, 27-28 Maret 2023. Dalam amanatnya, Donny sekaligus membuka kegiatan dan menyampaikan bahwa tahapan uji ini dilakukan dengan transparan, profesional, dan keputusan mengikat. Tercatat, sebanyak 15 nominator dari kategori Bupati/Walikota, 16 nominator dari Kepala Dinas/Badan/Direktur, dan 16 nominator dari penyelenggara pemilu baik Bawaslu dan KPU. Para nominator ini terpilih dari seleksi administrasi yang diajukan oleh komisi informasi setiap daerah. Salah satu nominator yang terpilih untuk kategori Kepala Dinas/Badan/Direktur adalah Teuku Faisal, selaku Kepala Dinas Perhubungan Aceh. Untuk itu, Teuku Faisal menyampaikan pemaparan keterbukaan informasi publik yang telah dilakukan oleh Dishub Aceh sebagai Badan publik dihadapan tim penguji. Hadir sebagai Ketua Tim Penguji, Arya Sandhiyudha (Wakil Ketua KIP RI), didampingi Fadly Ilhamy Sikumbang dari Kemenko Polhukam, Rega Tadeak dari Kemendagri, Samrotunnajah Ismail selaku Komisioner Bidang Advokasi, Sosialisasi, dan Edukasi KIP RI, dan Pandji Saputra dari KemenpanRB. Tim penguji menilai visi keterbukaan informasi Teuku Faisal, selaku Kadishub Aceh, dalam menjalankan pelayanan publik dari prakarsa dan inovasinya berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Untuk diketahui, Faisal masuk ke dalam 16 besar kategori Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Berdasarkan hasil pengumuman dari Komisi Informasi Pusat beberapa waktu lalu, Dishub Aceh menjadi satu-satunya Dishub se-Indonesia yang mengikuti kegiatan ini. Serta menjadi satu-satunya perwakilan dari Aceh pada kategori Badan Publik SKPD. Usai mengikuti tahap uji ini, selanjutnya KIP RI akan melakukan peninjauan langsung praktik pelaksanaan pelayanan keterbukaan informasi badan publik dan akan diumumkan pemenangnya pada puncak acara Anugerah Tinarbuka HAKIN 2023 di Kampar, Riau.(MR)

Kadishub Aceh Tinjau Kesiapan Penerbangan Kargo Bandara Rembele

BENER MERIAH – Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Faisal meninjau kesiapan terminal kargo Bandara Rembele untuk rencana pengoperasian penerbangan kargo di Bener Meriah pada Kamis, 9 Februari 2023. Kunjungan Teuku Faisal ke bandara ini juga untuk memastikan kesiapan seluruh fasilitas bandara dalam rangka menyukseskan penerbangan proving flight yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Pada kesempatan itu, Teuku Faisal menyampaikan bahwa Pemerintah Aceh siap mendukung operasional penerbangan kargo sehingga komoditas lokal di wilayah tengah Aceh dapat dikirim langsung dari Bandara Rembele. Selama ini komoditas asal dataran tinggi gayo tersebut, tambah Teuku Faisal, dibawa ke Medan melalui angkutan darat lalu diterbangkan ke Batam atau Jakarta dengan pesawat udara melalui bandara internasional kualanamu. “Dengan adanya penerbangan langsung dari Bandara Rembele tentunya secara biaya angkut bisa lebih kompetitif dan kualitas dari komoditas tetap terjaga,” sebutnya. Teuku Faisal berharap agar penerbangan kargo dari Bandara Rembele dapat segera terlaksana. “Untuk mewujudkannya dibutuhkan koordinasi lintas sektor baik Kementerian Perhubungan, Pemerintah Aceh, Pemerintah Kabupaten, dan sektor swasta,” tuturnya. Sementara itu, Kepala Kantor UPBU Rembele, Rahmat Subhan Fajri menyebutkan, fasilitas runway sepanjang 2.250 x 30 meter sudah memadai untuk melayani pendaratan pesawat boeing 737-300 termasuk kesiapan fasilitas pelayanan darurat kategori V. Di samping itu, terminal kargo seluas 418 meter persegi sudah siap mendukung pengangkutan kargo via udara. Terminal ini juga dilengkapi dengan peralatan pemeriksaan keamanan (x-ray), ruang pemeriksaan karantina pertanian dan karantina ikan, serta area parkir kendaraan seluas 1.200 meter persegi. Rahmat Subhan mengharapkan para petani maupun pengepul bisa memanfaatkan angkutan kargo via udara secara maksimal karena proses pendistribusian menggunakan pesawat udara lebih cepat sehingga kualitas barang tetap terjaga. Pada kesempatan yang sama, Manajer Komersil PT Trigana Air Service, Tatang Surya menyatakan bahwa komoditi lokal yang potensial untuk diangkut dengan penerbangan kargo cukup banyak, salah satunya kopi dan cabai. “Khusus cabai, bila dikirim melalui kargo tentu kualitasnya akan lebih terjaga, tiba ke konsumen masih segar,” ujarnya. Tatang juga menjelaskan bahwa penerbangan direncanakan 2 kali dalam seminggu menggunakan pesawat jenis Boeing 737-300 Freighter.(AM)

Bandara SIM Layani Penerbangan Umrah Perdana ke Tanah Suci

ACEH BESAR – Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Achmad Marzuki diwakili Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) Aceh, Ir. Mawardi melepas keberangkatan 210 jemaah umrah asal Aceh ke Tanah Haram Arab Saudi di Gedung VIP Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda Aceh Besar, Kamis, 12 Januari 2023. Keberangkatan jemaah umrah yang berasal dari sejumlah daerah di Provinsi Aceh ini merupakan penerbangan perdana setelah berhenti beroperasi akibat pandemi Covid-19. Mawardi dalam sambutannya menyampaikan bahwa kembali beroperasinya penerbangan umrah dari Bandara SIM merupakan anugerah Allah yang patut disyukuri bersama. “Penerbangan ini menjadi jawaban dari harapan masyarakat Aceh agar bisa berangkat umrah langsung ke Tanah Suci melalui Bandara Sultan Iskandar Muda,” ujarnya. Beberapa waktu sebelumnya, kata Mawardi, penerbangan jemaah umrah asal Aceh dilakukan melalui Bandara Kualanamu, Medan karena Bandara SIM belum terbuka untuk penerbangan internasional. Hal ini tentu menjadi kendala karena selain jarak lebih jauh dan menguras energi, biaya umrah juga bertambah,” sebut Mawardi. “Kondisi seperti ini tentu merugikan jamaah dan pihak travel. Bahkan, ada beberapa travel yang memberangkatkan jamaah ke Bandara Kualanamu dengan menggunakan bus karena biaya tidak cukup,” tambah Mawardi. Oleh sebab itu, penerbangan umrah langsung dari Banda Aceh ke Arab Saudi ini, menurut Mawardi akan semakin mempermudah para jemaah. “Insya Allah, berangkat langsung dari Bandara SIM akan semakin mempermudah urusan para jamaah umrah karena tidak perlu membuang waktu transit yang lama, sehingga dapat fokus pada pelaksanaan ibadah umrah,” sebutnya. Penerbangan umrah perdana yang diselenggarakan oleh Maskapai Lion Air ini menggunakan pesawat jenis Boeing 737-9 dengan tujuan Bandara King Abdul Aziz Jeddah dan Bandara King Muhammad Abdul Aziz Madinah. “Pemerintah Aceh menyambut baik keputusan Lion Air membuka penerbangan langsung ke Arab Saudi. Hal ini juga membuktikan bahwa Bandara SIM siap melayani penerbanganinternasional,” kata Mawardi. “Mudah-mudahan kehadiran penerbangan ini tidak hanya mendorong masyarakat Aceh lebih bersemangat lagi dalam menunaikan ibadah umrah, tetapi juga membawa dampak yang besar terhadap pertumbuhan ekonomi Aceh di tahun-tahun mendatang,” ungkap Mawardi. Di akhir sambutannya, Mawardi mengimbau para jemaah umrah asal Aceh agar senantiasa menjaga kesehatan selama berada di Tanah Suci. Dia juga menitip do’a untuk kemaslahatan daerah dan masyarakat Aceh ke depannya. Pada kesempatan yang sama, Pelaksana Tugas Direktur Utama Lion Air, Capt. Wamildan Tsani Panjaitan menyampaikan bahwa pihaknya menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak sehingga dengan koordinasi yang baik penerbangan umrah perdana dari Banda Aceh bisa dilaksanakan. Penerbangan umrah dari Bandara SIM, kata Wamildan, akan sangat membantu dan mempermudah masyarakat Aceh khususnya yang berasal dari wilayah barat selatan Aceh dan sekitar Banda Aceh dan Aceh Besar. Selain itu, Wamildan juga menyampaikan pada penerbangan kali ini Lion Air akan menggunakan pesawat jenis Boeing 737-9 yang baru saja menyelesaikan proses sertifikasi pada minggu yang lalu. Pesawat ini juga memiliki kabin mewah dan nyaman yang dirancang untuk mampu terbang di atas 10 jam. “Kami berkomitmen memberi pelayanan dan pengalaman terbaik bagi masyarakat Aceh. Terima kasih telah mempercayai Lion Air untuk melakukan perjalanan umrah” tuturnya.(AM)

Bandara Alas Leuser Kembali Layani Penerbangan Perintis Banda Aceh – Kutacane

ACEH TENGGARA – Kepala Satuan Pelayanan (Kasatpel) Bandar Udara Alas Leuser, Salim menyampaikan bahwa pada penerbangan perdana hari ini, Selasa, 3 Januari 2023, seat penumpang terisi penuh. “Alhamdulillah penerbangan perdana di bandara kita full,” sebutnya. Salim menambahkan, tingginya antusias masyarakat Kutacane untuk menikmati penerbangan perintis disambut baik oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara. “Hari ini Bapak Bupati bersama Forkopimda Aceh Tenggara ikut menyaksikan penerbangan perintis perdana, bahkan ada satu penumpang kita merupakan anggota DPR RI yaitu Salim Fahri,” ungkapnya. Penerbangan perintis di Bandara Alas Leuser beroperasi setiap Selasa dan Kamis. Untuk informasi terkait pemesanan tiket dan jadwal, bisa menghubungi agen penjualan tiket dari SusiAir selaku operator.(AM)

Batik Air Juga Layani Penerbangan Internasional Banda Aceh – Penang

ACEH BESAR – Beroperasinya penerbangan Banda Aceh – Penang merupakan kabar gembira bagi masyarakat Aceh, sebab hal ini semakin memperluas akses penerbangan internasional dari/dan menuju Provinsi Aceh. Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Faisal saat mewakili Pj Gubernur Aceh dalam acara peresmian penerbangan perdana Batik Air rute Banda Aceh (BTJ) – Penang (PEN) di Gedung VIP Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Jumat, 23 Desember 2022. Akan tetapi, Teuku Faisal mengingatkan bahwa persaingan transportasi udara dalam melayani rute Bandara SIM – Malaysia tergolong ketat. Apalagi sebelumnya telah hadir penerbangan dari perusahaan lain yang juga melayani rute yang sama. Sementara itu, pada sesi doorstop bersama awak media, Teuku Faisal menyebutkan, dengan adanya penerbangan Banda Aceh – Penang menandakan bahwa Aceh semakin terkoneksi dengan dunia internasional. “Kini sudah ada beberapa pilihan penerbangan, tentu yang akan merasakan manfaatnya adalah masyarakat Aceh,” ungkapnya. Teuku Faisal juga mengharapkan kunjungan wisata ke Aceh semakin meningkat sehingga akan berimbas pula pada perekonomian masyarakat Aceh. “Kita siap berkolaborasi, saling mendukung dan mempromosikan, saya kira hasil akhirnya adalah untuk kesejahteraan masyarakat Aceh,” tuturnya. Sementara itu, Direktur Teknis Batik Air, Abdul Rahman menyebutkan, pihaknya akan terus meningkatkan dan memperbaiki pelayanan dan keamanan penerbangan. “Harapan kami Batik Air bisa menjadi pilihan utama bagi masyarakat Aceh,” sebutnya. Di samping itu, untuk memudahkan masyarakat memilih penerbangan, Batik Air telah memilih waktu-waktu yang tepat dengan harga terjangkau. “Ini pilihan terbaik yang kami berikan untuk masyarakat Aceh,” ungkap Abdul Rahman. Batik Air akan melayani penerbangan Banda Aceh – Penang sebanyak 3 kali dalam seminggu (Senin, Rabu, dan Jumat) menggunakan pesawat Boeing 737-800NG dengan kapasitas 12 seat kelas bisnis dan 156 seat kelas ekonomi. Pada penerbangan perdana hari ini, Batik Air menerbangkan 113 penumpang dari Bandara SIM ke Bandara Internasional Pulau Pinang, Penang, Malaysia.(AM)

Pj Gubernur Aceh Sambut Menkopolhukam dan Mendagri di Bandara SIM

ACEH BESAR – Penjabat (Pj) Gubernur Aceh Achmad Marzuki, bersama unsur Forkopimda Aceh menyambut kedatangan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan RI, Mahfud MD dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, di Gedung VIP Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Rabu, 21 Desember 2022. Menko Polhukam selaku Ketua Pengarah Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) serta Mendagri selaku Kepala BNPP akan mengunjungi dan mengecek kondisi Pulau Rondo yang merupakan salah satu dari 111 Pulau-Pulau Kecil Teluar (PPKT) yang dijaga oleh personel TNI. Mereka juga akan menyerahkan bantuan kepada masyarakat di sejumlah kecamatan lokasi prioritas (lokpri) di Kota Sabang. Bantuan dari BNPP tersebut diangkut ke Pulau Weh Sabang menggunakan kapal penyeberangan KMP BRR dari Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue. Bantuan yang akan diberikan meliputi; 1.000 paket bahan makanan pokok, empat unit motor tempel 15 PK, 40 unit jaring tangkap 2,5 inci, empat hand tractor 8,5 PS, serta 200 paket perlengkapan sekolah berupa tas dan alat tulis.(AM)

Lintas Sektor Koordinasi di Dishub Aceh Bahas Kesiapan Transportasi Jelang Nataru 2022

BANDA ACEH – Guna menghadapi liburan panjang akhir tahun 2022 sebagai acuan antisipasi mobilitas masyarakat, lintas sektor pemangku kebijakan di Aceh bertemu dalam rapat koordinasi kesiapan pengendalian transportasi selama periode Nataru 2022/2023 di Aula Multimoda, Dinas Perhubungan (Dishub) Aceh, Rabu, 14/12/2022. Rakor ini membahas tentang kesiapan angkutan Nataru tahun ini dapat berlangsung dengan lancar dan tertib. Dalam arahannya, Kadishub Aceh, Teuku Faisal mengatakan saat ini pemerintah belum menetapkan pandemi Covid-19 sudah selesai. “Namun, hingga saat ini tidak ada larangan untuk melakukan perjalanan baik mudik maupun wisata sebagaimana pada tahun-tahun sebelumnya,” sebut Faisal. Teuku Faisal juga menyebutkan masyarakat perlu memperhatikan kondisi cuaca saat akan bepergian. Berdasarkan informasi yang disampaikan oleh BMKG Aceh, puncak hujan terjadi pada Desember 2022 dan Januari 2023. Sehingga kondisi ini perlu diwaspadai. Ditambahkannya, Dishub Aceh sudah melakukan survei pergerakan pemetaan pengguna jasa angkutan sejak 15 November hingga 13 Desember 2022. Selain itu, kesiapan setiap armada baik moda transportasi darat, laut, dan udara sudah menyatakan kesiapannya menyambut libur akhir tahun. Termasuk kesiapan terminal, pelabuhan, dan bandara-bandara yang beroperasi di Aceh. Sementara itu, Dirlantas Polda Aceh diwakili Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Aceh menyampaikan bahwa titik-titik rawan kemacetan menjadi perhatian pihaknya selama banyaknya pergerakan orang pada masa Nataru ke depan. “Polda Aceh melalui Ditlantas juga akan mendirikan Posko Lilin Nataru 2022 di sejumlah titik di Kabupaten/Kota Se-Aceh demi menciptakan kelancaran mobilitas, aman, sehat, dan ketertiban lalu lintas,” sebutnya. Pertemuan ini juga turut membahas kesiapan setiap instansi terkait liburan Nataru 2022. Salah satunya kesiapan kemacetan yang terjadi di pintu masuk Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue, Banda Aceh. Isu lainnya yang ikut dibahas yaitu hambatan lalu lintas, prioritas angkutan sembako, tiket kapal, pelayanan Pelabuhan Ulee Lheue, informasi real time pada pengguna jasa, dan kesiapan terhadap kondisi darurat. Lintas sektor yang hadir dalam rapat koordinasi ini yaitu, Kepala BMKG Aceh, Kepala Basarnas Aceh, Kabag Analis Intelkam Polda Aceh, Kabag Ops Polresta Banda Aceh, Koramil Meuraxa Banda Aceh, Kadishub Kota Banda Aceh, Kadishub Kota Sabang, BPJN Wilayah Aceh, Jasa Raharja Aceh, Dinas ESDM Aceh, Organda Aceh, BPTD Wilayah 1 Aceh, KSOP, ASDP Banda Aceh, GM Angkasa Pura Bandara SIM serta Pejabat Struktural Dishub Aceh.(MR)