Dishub

Kargo Udara: Untuk Konektivitas Aceh Tengah di Masa Depan

Pelayanan kargo udara dari Takengon dan Bener Meriah ke daerah lain telah menjadi cita-cita pimpinan terdahulu sebelum pemekaran Kabupaten Bener Meriah. Namun karena satu dan lain hal harapan ini baru bisa terwujud sekarang. Titik terang akan hal ini telah muncul. Rapat koordinasi telah terlaksanakan untuk merealisasikan mimpi tersebut. Pada November 2022 lalu, pelayanan kargo udara mulai direncanakan dengan berkolaborasi dengan para pelaku usaha, beberapa maskapai, serta pihak-pihak terkait yang ikut mengambil andil. Salah satu maskapai yang terlibat dalam kolaborasi ini adalah Maskapai Trigana Air, yang antusias akan rencana pelayanan kargo dari Aceh Tengah ke daerah lain. Hal ini juga didukung oleh fakta bahwa Maskapai Trigana Air memiliki jadwal hampir setiap hari mendarat di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda dari Soekarno-Hatta membawa barang-barang impor yang masuk. Serta kemudian kembali dengan pesawat kosong ke Jakarta. “Jadi bisa sejalur untuk singgah terlebih dahulu di Kabupaten Aceh Tengah mengangkut dan mengekspor barang-barang komoditi yang ada” ujar Lusi Anggraini, Kaur TU Bandara Rembele. Banyak persiapan yang dilakukan untuk menjalankan pelayanan kargo udara ini, termasuk pembangunan terminal khusus kargo yang berfungsi sebagai tempat pemeriksaan barang sekaligus penyimpanan barang komoditas yang akan dikirim ke daerah lain. Pengecekan kondisi lapangan dan landasan juga sangatlah diperlukan untuk kepastian keamanan dan keselamatan pelayanan ini. Setelah terpenuhi, baru langkah selanjutnya yaitu proofing flight dapat dilakukan. Pihak Trigana Air juga telah menyediakan pesawat yang berjenis Boeing 737-300, untuk penerbangan setidaknya sekali seminggu. Beberapa komoditas yang direncanakan untuk dikirimkan melalui jalur udara adalah cabai, tembakau, kopi, udang, dan lobster air tawar, yang berasal dari berbagai daerah sekitar Kabupaten Aceh Tengah bahkan hingga Kota Bireuen. Fokus destinasi pengiriman barang untuk sementara masih dari Batam dan Jakarta karena demand yang tinggi dari dua daerah tersebut terkait dengan komoditi yang disediakan. Jarak yang jauh dan waktu yang lama dalam pengiriman melalui jalur darat juga menjadi kendala selama ini. Pengiriman yang cepat dan sigap sangatlah penting bagi komoditi seperti cabai. Lamanya perjalanan darat yang dilakukan bisa berpotensi cabai tidak segar atau bahkan bisa busuk ketika sampai tujuan. Jauhari, Kadishub Aceh Tengah, mengatakan “Hari ini, komoditas cabai hampir 100-120 ton keluar dari Aceh Tengah melalui jalur darat menuju Batam yang menghabiskan waktu kurang lebih selama 40 jam. Hal ini membuat kerugian yang dialami cukup banyak, terlebih lagi ketika musim hujan. Dengan adanya kargo udara kerugian yang dialami saat ini bisa ditekan atau bahkan dihilangkan”. Perbandingan antara kedua moda transportasi tentu tidak perlu diragukan lagi. Bayangkan saja, jarak tempuh 40 jam tersebut dapat dipangkas menjadi hanya 60 – 90 menit saja untuk rute dari Aceh Tengah ke Batam dengan menggunakan moda transportasi udara. Hal ini membuat segala lapisan masyarakat antusias dengan adanya pelayanan pengiriman kargo udara ini. Pemerintah daerah juga telah berkolaborasi dengan pihak pengusaha lokal untuk menyiapkan barang-barang yang ingin dikirimkan. Ini penting dilakukan selain untuk menyebarkan informasi pelayanan ini, usaha ini juga berguna untuk mengatasi pasokan yang berlebih sehingga pihak ketiga, Maskapai Trigana Air, dapat mengatur jadwal sesuai dengan permintaan yang ada. Kadishub Aceh Tengah juga menambahkan apabila pelayanan kargo udara ini sudah berjalan dengan lancar dan berhasil, maka bisa memberikan dampak positif yang besar bagi perekonomian daerah Aceh Tengah dan sekitarnya. Hal ini karena komoditi yang dihasilkan oleh daerah tersebut bisa lebih cepat dan efisien diangkut ke daerah lain, sehingga bisa menjangkau pasar yang lebih luas. Dalam perspektif jangka panjang, pelayanan kargo udara juga bisa membuka peluang investasi di bidang industri dan bisnis di daerah tersebut. Dengan adanya akses transportasi yang lebih baik, para investor dapat lebih mudah dan cepat mengirimkan barang-barang produksinya ke daerah lain, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut. Namun demikian, ada beberapa tantangan yang harus dihadapi dalam mengembangkan pelayanan transportasi kargo udara ini. Salah satunya adalah tantangan dalam hal pemasaran dan promosi pelayanan transportasi kargo udara ini. Penting untuk memperkenalkan dan mempromosikan pelayanan ini secara luas kepada masyarakat dan pelaku usaha di daerah tersebut, sehingga mereka dapat memanfaatkan pelayanan ini dengan optimal. Selain itu, pihak-pihak terkait juga perlu memastikan bahwa harga pengiriman barang yang ditawarkan dapat bersaing dengan pelayanan transportasi kargo udara lainnya yang ada di pasar. Dalam kesimpulannya, pengembangan pelayanan kargo udara di daerah Aceh Tengah dan sekitarnya merupakan langkah yang positif dan strategis dalam meningkatkan konektivitas dan perekonomian daerah tersebut. Dengan pelayanan transportasi kargo udara yang lebih cepat, efisien, dan aman, diharapkan dapat meningkatkan daya saing dan kualitas komoditi yang dihasilkan oleh daerah tersebut. Oleh karena itu, semua pihak harus bekerja sama dan saling mendukung dalam mengembangkan pelayanan transportasi kargo udara ini agar dapat memberikan manfaat dan dampak positif yang besar bagi daerah tersebut.(*) Versi cetak digital dapat diakses dilaman:

Pj.Gubernur Aceh Lepas Penerbangan Umrah Perdana Garuda Indonesia Melalui Bandara SIM

JANTHO – Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Achmad Marzuki didampingi Direktur Teknik PT Garuda Indonesia, Rahmat Hanafi, melepas penerbangan umrah perdana (inaugural flight) Garuda Indonesia dari Banda Aceh ke Jeddah dan Madinah di Gedung VIP Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) Aceh Besar, Kamis, 3 Agustus 2023. Pelepasan keberangkatan 308 jemaah umrah Aceh tersebut ditandai dengan pemotongan pita yang turut disaksikan oleh sejumlah tamu undangan dari instansi terkait. Pada kesempatan doorstop bersama awak media, General Manager (GM) PT. Garuda Indonesia Cabang Aceh, Nano Setiawan menyebutkan bahwa Banda Aceh menjadi salah satu dari 5 kota besar di Indonesia yang dilayani penerbangan umrah langsung ke tanah suci oleh Garuda Indonesia. “Aceh dipilih karena waktu penerbangannya paling singkat ke Arab Saudi, sekitar 7 jam setengah, lalu potensi market di sini cukup besar, dan kita ingin ekonomi masyarakat di sini bisa hidup karena penerbangannya langsung dari Banda Aceh,” ucap Nano saat ditanyai awak media. Penerbangan umrah menggunakan pesawat Boeing 777-300 ER ini, kata Nano, akan berlangsung 1 kali dalam 2 minggu dari Banda Aceh ke Jeddah dan Madinah. “Kita berangkat dari Banda Aceh ke Jeddah, keluar melalui Madinah. Nanti per 10 hari kita berangkat lagi dari Banda Aceh ke Madinah, keluar dari Jeddah, ujarnya. Nano berharap dukungan dari seluruh pihak agar penerbangan umrah dengan pesawat Garuda Indonesia dari Banda Aceh bisa terus berlanjut. Selain itu, ia juga berharap dengan adanya penerbangan langsung bisa memberi dampak yang lebih besar bagi Aceh, termasuk meningkatnya aktivitas ekspor impor dengan transportasi udara. Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Faisal menyampaikan bahwa Pemerintah Aceh sangat mendukung dan mengapresiasi manajemen Garuda Indonesia yang telah membuka penerbangan umrah langsung dari Banda Aceh. “Penerbangan langsung dari Banda Aceh memang sangat dibutuhkan oleh masyarakat Aceh karena cukup menghemat waktu dan biaya ke tanah suci,” ungkap Teuku Faisal. Kadishub Aceh berharap frekuensi penerbangan umrah dari Bandara SIM ke depannya bisa bertambah karena animo masyarakat Aceh yang hendak berumrah ke tanah suci cukup tinggi.(AM)

Menhub Bertemu EU-ASEAN Business Council Bahas Peluang Kerjasama dan Investasi

Jakarta – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Rabu (2/8), bertemu dengan 33 delegasi EU-ASEAN Business Council (EU-ABC) untuk menjajaki peluang kerja sama pengembangan transportasi. Pertemuan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Mission Trip to Indonesia 2023 yang diselenggarakan oleh EU-ABC. Delegasi EU-ABC terdiri dari 33 perwakilan beberapa perusahaan Uni Eropa yang dipimpin oleh Executive Director of EU ASEAN Business Council, Chris Humprey. “Kami membahas sejumlah hal di sektor perhubungan mulai dari pengembangan ekosistem kendaraan listrik, pembangunan infrastruktur menggunakan skema kerjasama pemerintah dan badan usaha (KPBU), dan isu lainnya di sektor perhubungan,” ujar Menhub. Menhub menyampaikan, pemerintah Indonesia membuka peluang bagi para mitra untuk berinvestasi dalam proyek konstruksi maupun pengoperasian infrastruktur transportasi di bandara, pelabuhan, dan jaringan kereta api melalui skema pembiayaan yang inovatif dan kreatif seperti KPBU. Adapun beberapa peluang investasi pada infrastruktur pembangunan dan pengembangan sektor transportasi diantaranya pengembangan kereta logistik di Sumatera; sinkronisasi akses jalur kereta api menuju pelabuhan di Pulau Jawa (Pelabuhan Tanjung Emas, Pelabuhan Tanjung Perak, Pelabuhan Tanjung Priok); peluang peningkatan efisiensi infrastruktur transportasi di beberapa pelabuhan dengan perusahaan swasta seperti Maersk . “Kami juga membuka peluang kerja sama untuk perencanaan dan pembangunan Ibukota Negara (IKN) Nusantara dan pengembangan transportasi massal perkotaan di Jabodetabek, Medan, Bandung, Surabaya, Makassar dan Bali,” ucap Menhub. Sebagai informasi, EU-ASEAN Business Council (EU-ABC) merupakan perwakilan utama sektor bisnis Uni Eropa di Kawasan ASEAN, yang didirikan untuk membantu mempromosikan perdagangan dan investasi antar Kawasan Eropa dan ASEAN. Anggota EU-ABC terdiri dari 9 (sembilan) Kamar Dagang Eropa, dan Perusahaan Multinasional Eropa utama (MNC) di seluruh sektor mulai dari keuangan, jasa, kesehatan, logistik, energi, dan lain-lain. EU-ABC bekerja di berbagai sektor dan industri untuk membantu meningkatkan kondisi investasi dan perdagangan bisnis Eropa dan ASEAN melalui kerjasama di seluruh kawasan ASEAN dan Uni Eropa, serta berperan sebagai sebuah wadah untuk berbagi informasi dan gagasan. Turut hadir dalam pertemuan tersebut Sekretaris Jenderal Novie Riyanto, Plt. Dirjen Perhubungan Laut Antoni Arif Priadi, Dirjen Perhubungan Udara Maria Kristi Endah, Dirjen Perkeretaapian Risal Wasal, Direktur Angkutan Jalan Suharto. (*) Sumber: Kemenhub

Laporan Keuangan Kemenhub Tahun 2022 Kembali Meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian

JAKARTA – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menerima predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI atas Laporan Keuangan Kementerian Perhubungan Tahun 2022. Opini WTP ini merupakan yang ke-10 kali berturut-turut yang berhasil diraih sejak tahun 2013. Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyampaikan rasa syukur atas capaian positif ini dan berkomitmen untuk menindaklanjuti sejumlah rekomendasi dari BPK yang perlu ditindaklanjuti.Menhub menyampaikan apresiasi atas peran BPK dalam memeriksa pengelolaan dan tanggungjawab keuangan negara dan memberikan evaluasi perbaikan. “Kami seluruh jajaran Kementerian Perhubungan berkomitmen untuk menindaklanjuti rekomendasi-rekomendasi tersebut secara maksimal,” ujar Menhub pada acara penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaaan BPK atas laporan keuangan Kemenhub Tahun 2022 di Jakarta, Selasa (25/7). Lebih lanjut Menhub juga memberikan apresiasi kepada seluruh insan perhubungan yang telah bekerja keras dalam menyukseskan program-program pembangunan serta menjaga integritas dalam menjalankan kewajiban sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Pada kesempatan yang sama, Pimpinan Pemeriksaan Keuangan Negara I BPK RI Bidang Politik, Hukum, Pertahanan, dan Keamanan Nyoman Adhi Suryadnyana menyampaikan bahwa jajaran Kemenhub telah berusaha keras untuk melaksanakan pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara secara akuntabel dan transparan Ia menyebut, banyak upaya-upaya yang telah dilakukan jajaran Kemenhub sehingga dalam pemeriksaaan Laporan Keuangan Tahun 2022 ini BPK tidak menemukan permasalahan signifikan yang berdampak pada kewajaran penyajian laporan keuangan. “Tentunya ini adalah prestasi yang pantas dibanggakan, sepuluh tahun berturut-turut Kemenhub berhasil meraih WTP,” tuturnya. Turut hadir pada kegiatan ini Auditor Utama Keuangan Negara I BPK Akhsanul Khaq, Sekretaris Jenderal Kemenhub Novie Riyanto Rahardjo, Direktur Jenderal Perhubungan Laut Arif Toha, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kristi Endah Murni, Direktur Jenderal Perkeretaapian Risal Wasal, serta Kepala BPSDM Perhubungan, Djoko Sasono. (*) Sumber: Kemenhub

Menhub Bahas Kesiapan Integrasi Antarmoda dan Peluang Investasi Bandara Kertajati

Jakarta – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kamis (27/7) membahas penyiapan integrasi antarmoda di Bandara Kertajati, Majalengka, Jawa Barat, yang ditargetkan akan melayani penerbangan komersial reguler pada bulan Oktober 2023 mendatang. Pertemuan dihadiri sejumlah pihak diantaranya yaitu: Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Setiawan Wangsaatmaja, Direktur Utama PT. Sarana Multi Infrastruktur Edwin Syahruzad, Direktur Utama PT. BIJB Muhammad Singgih, Dirjen Perhubungan Udara Maria Kristi Endah, dan Direktur Utama PT. Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin. Menhub menyampaikan, setelah melayani haji dan umroh, Bandara Kertajati bersiap melayani penumpang udara sesuai rencana pemindahan operasional Bandara Husein Sastranegara ke Bandara Kertajati pada Oktober 2023. Oleh karenanya, Kemenhub melalui Ditjen Perhubungan Darat telah berupaya memenuhi integrasi moda dari dan menuju Bandara Kertajati pada rute Kota Bandung dan Cirebon dengan angkutan bus maupun agen travel. “Penyiapan shelter angkutan darat memerlukan waktu sekitar 3 sampai 4 bulan. Oleh karenanya saya minta Pemprov Jabar untuk membahas upaya integrasi dari Bandara Kertajati menuju Kota dan Provinsi lainnya maupun sebaliknya. Selain itu, saya juga meminta Pemprov Jabar mengkurasi agen perjalanan yang memiliki record bagus,” jelas Menhub. Sekda Provinsi Jawa Barat Setiawan Wangsaatmaja menyampaikan pihaknya telah berkoordinasi dengan beberapa pihak penyedia jasa angkutan darat untuk memenuhi integrasi antarmoda menuju Provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, maupun Jawa Tengah. Pengembangan Bandara Kertajati telah menarik minat beberapa pihak dari India dan Arab Saudi. Mereka telah menyampaikan minatnya untuk mengembangkan Bandara Kertajati. Berbagai pertemuan untuk membahas peluang investasi pengembangan Bandara Kertajati melalui skema Public Private Partnership atau Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) juga telah dilaksanakan.(*) Sumber: Kemenhub

Menhub Bertemu Dubes Arab Saudi: RI-Arab Saudi Tingkatkan Kerjasama Layanan Transportasi, Investasi, dan Pariwisata

JAKARTA – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi didampingi Sekretaris Jenderal Kemenhub Novie Riyanto dan Dirjen Perhubungan Udara Maria Kristi, pada Jumat (22/7) malam, bertemu dengan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Faisal bin Abdullah Al-Amudi di Jakarta. Pertemuan tersebut membahas peningkatan konektivitas dan pariwisata, termasuk penerbangan untuk umroh dan haji. “Hubungan baik antara Indonesia dengan Arab Saudi terjalin sejak lama dan kami secara intens melakukan pertemuan-pertemuan. Pada pertemuan kali ini saya menemui Dubes Arab Saudi untuk membicarakan peluang peningkatan layanan transportasi untuk umroh dan haji,” ujar Menhub. Menhub mengatakan, peluang untuk meningkatkan layanan penerbangan untuk umroh dan haji semakin terbuka lebar pasca pandemi Covid-19. Ia menyebut, momentum ini harus dapat dimanfaatkan dengan baik, untuk memulihkan industri penerbangan nasional. “Beberapa waktu lalu kami telah upayakan Bandara Kertajati untuk melayani penerbangan umroh dan haji, yang Alhamdulillah bisa terwujud. Selanjutnya kita akan upayakan Bandara Dhoho Kediri, yang Insha Allah dapat melayani penerbangan umroh tahun depan setelah bandara resmi dioperasikan,” tuturnya. Selain membahas penerbangan umroh dan haji, perbincangan dengan Dubes Arab Saudi juga membicarakan upaya peningkatan kunjungan pariwisata antar kedua negara. Indonesia menyampaikan niatnya untuk membuka penerbangan ke Thaif, Arab Saudi. Thaif dipilih karena relatif tidak terlalu ramai ketimbang Mekkah. “Kami juga mempersilakan Arab Saudi jika ingin membuka penerbangan ke Indonesia, termasuk ke Kertajati, Bali dan di lain tempat,” ujar Menhub. Sementara itu, Sekretaris Jenderal Novi Riyanto menambahkan, dalam pertemuan tersebut juga menawarkan pihak Arab Saudi untuk berinvestasi dalam proyek pembangunan infrastruktur Transportasi di Indonesia. “Skema yang kami tawarkan yaitu melalui Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU),” katanya. Selain itu, kata Novie, dalam pertemuan tersebut disinggung tentang upaya meningkatkan kunjungan antar kedua negara. “Salah satunya antara lain adalah upaya untuk saling mempermudah pengurusan visa,” ucap Novie. Sebelumnya, Menhub secara intensif telah melakukan sejumlah pertemuan dengan pihak pemerintah Arab Saudi baik di dalam negeri maupun kunjungan ke luar negeri. Pada Desember 2022 lalu, Menhub bertolak langsung ke Arab Saudi untuk menawarkan peningkatan kerjasama penerbangan umroh, haji, dan pariwisata.(*) Sumber: Kemenhub

Umroh Lebih Dekat dari Bandara SIM dengan Garuda Indonesia

Banda Aceh – Maskapai Garuda Indonesia telah meresmikan jadwal umrah langsung dari Banda Aceh menuju Jeddah atau Madinah. Maskapai ini telah bersiap melakukan penerbangan perdana (inaugural flight) pada tanggal 3 Agustus nanti. Alasan begitu antusiasnya Garuda membuka layanan penerbangan umrah langsung dari Banda Aceh dari banyaknya animo masyarakat yang hendak melakukan Umroh dari Banda Aceh, disamping itu juga jarak tempuh yang lebih dekat melalui Serambi Mekah ini berkisar 7 – 8 jam perjalanan. Pengoperasian layanan penerbangan dari Banda Aceh menuju Tanah Suci ini akan dilayani 1 kali setiap minggu yaitu setiap hari Senin dan Kamis pada minggu berikutnya dengan GA914 yang akan diberangkatkan dari bandara Internasional Sultan Iskandar Muda pada pukul 12:35 dan akan tiba di bandara Internasional King Abdul Aziz pada pukul 16:25. Sementara itu penerbangan dari Banda Aceh ke Medinah akan dilayani dengan GA912 yang akan diberangkatkan dari bandara Internasional Sultan Iskandar Muda pada pukul 13:40 dan direncanakan akan tiba di bandara Internasional Pangeran Muhammad bin Abdul Aziz pada pukul 17:10. Nano Setiawan, General Manager (GM) PT. Garuda Indonesia Cabang Aceh saat dijumpai di ruang kerjanya, Jumat, 28 Juli 2023 menyampaikan bahwa pembukaan layanan Umroh melalui Bandara SIM merupakan upaya PT. Garuda Indonesia dalam mensupport perjalanan ibadah ini dengan layanan yang prima dan nyaman. Hal ini juga untuk mendorong perekonomian Indonesia melalui potensi hasil bumi Indonesia dan UMKM unggulan untuk dapat diekspor ke Arab Saudi sebagai langkah perluasan pangsa pasar ekspor Indonesia ke kancah internasional. “Tidak dapat dipungkiri, jika penerbangan umroh ini berpusat di Banda Aceh maka secara langsung pasar layanan Aceh akan semakin luas seperti penginapan, tour and travel, kuliner dan oleh-oleh serta potensi lainnya akan berkembang di Aceh. Hal ini tentu menjadi semangat Garuda untuk mensupport dan memberikan layanan terbaik bagi para jamaah,” ujar Nano. Nano juga menyampaikan bahwa tersedianya layanan penerbangan Umrah dari Banda Aceh langsung menuju Jeddah atau Madinah ini diharapkan tidak hanya dapat memberikan nilai tambah bagi para calon jemaah, terutama dari aspek waktu yang tentunya lebih efisien karena dapat terbang langsung menuju Tanah Suci tanpa harus melalui Medan, namun juga kedepannya turut berkontribusi untuk mendukung penguatan ekosistem layanan haji dan umrah di Aceh, khususnya. Posisi Aceh yang sangat strategis dengan letak Tanah Suci sangat dekat juga menjadi isu strategis bahwa Banda Aceh khususnya sangat tepat dijadikan sebagai pusat layanan perjalanan Umrah atau lokasi transit sebelum bertolak ke Madinah atau Jeddah. Hal ini menjadi konsentrasi khusus bagi Pemerintah Aceh dalam mendukung layanan perjalanan umrah bagi masyarakat Aceh khususnya. Seperti yang disampaikan oleh Kepala Dinas Perhubungan Aceh, T. Faisal saat dijumpai di tempat terpisah, Pemerintah Aceh sangat antusias dan bergembira dengan upaya yang dilakukan Garuda Indonesia untuk membuka layanan ini. Hal ini juga salah satu cita-cita Aceh yang terwujud untuk terbang langsung ke Jeddah atau Madinah dalam melaksanakan ibadah umrah. “Pemerintah Aceh mendukung dan mengajak semua pihak khususnya agen perjalanan untuk memanfaatkan fasilitas penerbangan umrah yg telah terbuka. Apalagi jarak Banda Aceh ke Arab Saudi yg sangat dekat sehingga waktu tempuh lebih singkat dan tarif yang bersaing,” pungkas T. Faisal.(MS)

Dini Hari, 392 Jemaah Haji Aceh Kloter Pertama Tiba di Bandara SIM

JANTHO – Sebanyak 392 jemaah haji asal Aceh yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) pertama telah tiba di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) Aceh Besar, pada Rabu, 5 Juli 2023, dini hari. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Azhari kepada awak media menyebutkan, dari 393 jemaah yang direncanakan berangkat sudah tiba di Aceh, namun ada 1 jemaah yang gagal berangkat karena kehilangan pasport di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah. “Namun sudah diurus SPLPnya (Surat Perjalanan Laksana Paspor), dan akan dipulangkan pada kloter ketiga,” ungkapnya saat menyambut kepulangan jemaah haji debarkasi Aceh di Bandara SIM. Para jemaah haji yang berasal dari Banda Aceh, Aceh Besar, dan Pidie Jaya ini terbang menggunakan pesawat Garuda Indonesia (GA 2201) dengan tipe Boeing 777-300 ER. Saat ini proses penyelenggaraan ibadah haji tahun 1444 Hijriah telah memasuki fase pemulangan para jemaah gelombang pertama ke Indonesia. Berdasar informasi dari Kementerian Agama RI, proses pemulangan jemaah haji gelombang pertama melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah akan berlangsung dari tanggal 4 hingga 18 Juli 2023.(AM)

Pj Gubernur Aceh Lepas Keberangkatan Kloter Pertama Calon Jemaah Haji

BANDA ACEH – Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Faisal hadiri acara pelepasan keberangkatan 393 calon jemaah haji embarkasi Aceh kelompok terbang (kloter) pertama di Asrama Haji Embarkasi Aceh, Banda Aceh, Selasa malam, 23 Mei 2023. Acara pelepasan keberangkatan para tamu Allah tersebut turut dihadiri oleh Penjabat Gubernur Aceh, Achmad Marzuki, Inspektur Jenderal Kementerian Agama RI, Faisal Ali Hasyim mewakili Menteri Agama RI, serta sejumlah pejabat daerah lainnya. Achmad Marzuki, dalam sambutannya menyampaikan bahwa penyelenggaraan ibadah haji tahun ini merupakan sesuatu yang patut disyukuri karena pada dua tahun yang lalu keberangkatan ibadah haji mengalami penundaan serta pembatasan akibat pandemi Covid-19. Achmad Marzuki melanjutkan, selain menunaikan rukun islam yang kelima, calon jemaah haji diharapkan bisa membawa nama baik Aceh dan bangsa Indonesia. Ia juga mengimbau para jemaah untuk selalu mentaati berbagai peraturan yang ada, dan khidmat dalam melaksanakan ibadah sehingga bisa melaksanakan berbagai rangkaian ibadah haji dengan sempurna. Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Irjen Kementerian Agama RI, Faisal Ali juga berpesan kepada calon jemaah haji agar selalu memperhatikan aspek kesehatan, mulai dari keberangkatan, saat pelaksanaan ibadah haji, hingga pulang kembali ke tanah air. “Kondisi cuaca di Arab Saudi berbeda dengan Indonesia, disana cuacanya jauh lebih panas, maka seluruh jemaah harus bisa menyesuaikan diri,” pesannya saat menyampaikan sambutan Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas, sekaligus melepas keberangkatan calon jemaah haji embarkasi Aceh kloter pertama. Faisal Ali juga mendoakan para calon jemaah haji asal Aceh agar senantiasa berada dalam keadaan sehat serta dapat menunaikan ibadah haji dengan baik selama di tanah suci. “Semoga mendapatkan predikat haji mabrur, dan kembali ke tanah air dengan selamat,” ungkapnya. Rombongan jemaah haji kloter pertama yang berasal dari Banda Aceh, Aceh Besar, dan Pidie Jaya ini akan berangkat pada Rabu pagi (24/5) pukul 07.45 WIB dari Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) menuju Bandara Internasional Mohammad Bin Abdulaziz, Madinah menggunakan pesawat udara Boeing 777-300 ER dengan nomor registrasi PK-GII milik Garuda Indonesia. Tahun ini, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Aceh akan memberangkatkan sebanyak 4.343 orang ke tanah suci. Penerbangan para tamu Allah dimulai pada tanggal 24 Mei hingga 4 Juni 2023 mendatang yang terdiri dari 12 kloter, 11 kloter penuh dan 1 kloter gabungan dengan Embarkasi Medan.(AM)

Bandara SIM Siap Berangkatkan 4.343 Calon Jemaah Haji

ACEH BESAR – Guna memastikan penerbangan calon jemaah haji (CJH) Embarkasi Aceh berjalan lancar, Kepala Dinas Perhubungan Aceh Teuku Faisal meninjau kesiapan Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, Aceh Besar, Selasa, 23 Mei 2023. Tinjauan ini dilakukan dengan mengecek kesiapan fasilitas bandara, standard operating procedure (SOP) penanganan jemaah, bagasi, penerangan malam hari dan hal-hal lain yang perlu mendapatkan perhatian. Faisal mengatakan, Bandara SIM telah ditetapkan sebagai salah satu dari 14 bandara sebagai embarkasi haji tahun 2023. Terhitung sejak 24 Mei hingga 4 Juni 2023 mendatang, Embarkasi Aceh melalui Bandara SIM akan memberangkatkan sebanyak 4.343 orang ke tanah suci dari 12 kelompok terbang (kloter). Faisal menyampaikan bahwa hasil amatannya di lapangan, semua persiapan di bandara telah dilakukan dengan baik dan cermat. Mulai dari simulasi keberangkatan jamaah dari asrama haji ke bandara dengan 12 unit bus, penanganan bagasi, hingga skenario apabila kondisi hujan dan malam hari. “Alhamdulillah persiapan sudah dilaksanakan, semoga semua berjalan lancar sesuai rencana” tambah Faisal. Saat peninjauan dilaksanakan, pesawat B777 -300 ER milik maskapai Garuda Indonesia terlihat telah tiba di Bandara SIM untuk menerbangkan Kloter 1 ke tanah suci. Guna memastikan kelaikan terbang, pesawat secara reguler akan dilakukan ramp check oleh Tim Direktorat Jenderal Perhubungan Udara yang khusus didatangkan dari Jakarta. Usai mengecek kesiapan, Faisal bersama Direktur Human Capital PT. Gapura Angkasa, Rini Indrawati, General Manajer Garuda Indonesia Cabang Banda Aceh, Nano Setiawan, dan Manajer Operasional Angkasa Pura II Bandara SIM, Surkani mendiskusikan berbagai hal untuk meningkatkan pelayanan Bandara SIM sebagai embarkasi haji, hub of umroh, penerbangan internasional, ekspor-impor dengan menggunakan pesawat berbadan lebar (wide body). Beberapa fasilitas perlu dilengkapi dan didukung oleh PT. Angkasa pura dan PT. Gapura Angkasa agar pergerakan pesawat melalui bandara SIM bisa lebih maksimal.(AM)