Dishub

200 Lebih Anggota RAPI Aceh Bersihkan Pelabuhan Ulee Lheue

BANDA ACEH – Sebanyak 200 lebih anggota Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Daerah Aceh melakukan bakti sosial membersihkan area Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue, Sabtu, 26 November 2022. Selain membersihkan area pelabuhan, pengurus RAPI Daerah Aceh juga menanam 2 jenis pohon asli Aceh, yaitu pohon Seulanga dan Jeumpa, di taman Pelabuhan Ulee Lheue. Pada kesempatan tersebut, Ketua Pengurus RAPI Daerah Aceh, Rahmat Thalib menyampaikan bahwa kegiatan bakti sosial di Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue juga bersamaan dengan acara silaturrahmi antar anggota RAPI Aceh. “Kegiatan ini adalah wujud kepedulian kita anggota RAPI Aceh terhadap kebersihan pelabuhan, karena sudah menjadi tugas kita bersama selaku masyarakat untuk menjaga kebersihan pelabuhan,” ungkapnya. Menurut Rahmat, pelabuhan sebagai tempat publik menjadi cerminan bagi masyarakat Aceh. Sehingga, tambahnya, baik buruknya pelayanan yang ada pada sarana publik akan menjadi penilaian bagi orang luar Aceh. “Pelabuhan yang bagus dan nyaman akan jadi halo-halo (media promosi) bagi orang luar untuk berkunjung ke Aceh,” sebut Rahmat yang didampingi oleh perwakilan RAPI Banda Aceh dan Aceh Besar. Rahmat juga menyampaikan ucapan terima kasih banyak kepada Kepala Dinas Perhubungan Aceh yang telah mendukung dan memfasilitasi kegiatan bakti sosial dan silaturrahmi anggota RAPI Aceh hari ini. Kegiatan yang berlangsung selama satu hari penuh ini, kata Rahmat, juga dihadiri oleh anggota RAPI dari sejumlah kabupaten/kota di Aceh. “Ada anggota dari Banda Aceh, Aceh Besar, Sabang, Aceh Barat, dan beberapa daerah lainnya,” sebutnya. Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Faisal menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kerjasama Dinas Perhubungan Aceh dengan pengurus RAPI Daerah Aceh dalam mewujudkan pelabuhan yang bersih dan hijau. “Kita sangat mengapresiasi kepedulian RAPI Aceh terhadap kebersihan pelabuhan. Alhamdulillah hari ini bertambah lagi pohon yang akan tumbuh di area pelabuhan, dan tentu akan membuat pelabuhan semakin asri dan nyaman,” kata Teuku Faisal. Teuku Faisal juga mengajak seluruh masyarakat khususnya pengguna jasa pelabuhan untuk selalu menjaga kebersihan maupun fasilitas yang ada. “Seperti kita ketahui, pelabuhan ini tempat bersama, jadi mari kita jaga bersama-sama,” ajaknya. Pada kesempatan itu, Teuku Faisal juga menyinggung terkait persiapan Dinas Perhubungan Aceh terhadap lonjakan penumpang di Pelabuhan Ulee Lheue saat musim liburan akhir tahun dan tahun baru 2023. Teuku Faisal juga menjajaki kemungkinan adanya dukungan dari anggota RAPI Aceh terhadap pengaturan lalu lintas di area pelabuhan saat terjadinya lonjakan kunjungan kendaraan wisatawan yang akan menyeberang ke Sabang.(AM)

800 Ton Beras Diturunkan di Pelabuhan Malahayati

ACEH BESAR – Sebanyak 61 kontainer yang diangkut menggunakan kapal Kendhaga Nusantara 14 dilakukan pembongkaran di dermaga Pelabuhan Malahayati hari ini, Jumat, 18 November 2022. Kapal yang melayani pengiriman barang Tol Laut tersebut tiba di Pelabuhan Malahayati Aceh Besar pada Kamis kemarin (17/11) sekitar pukul 09.00 WIB. Manager Bisnis dan Teknis PT Pelindo (Persero) Cabang Malahayati Regional 1, Capt. Anthony Sual menyebutkan bahwa kapal Kendhaga Nusantara 14 membawa 40 kontainer berisikan 800 ton beras milik PT Bulog, dan 21 kontainer milik PT Wings Food. “Hari ini dilakukan pembongkaran muatan, mungkin hingga sore nanti,” ungkap dia. Anthony menambahkan, kapal Kendhaga Nusantara 14 akan menetap di Pelabuhan Malahayati hingga 22 November 2022 mendatang. Hal tersebut disebabkan karena kapal harus menunggu 30 kontainer yang dibongkar hari ini kembali ke pelabuhan. “Menunggu boks (kontainer) yang kosong kembali ke Malahayati untuk dimuat, karena keterbatasan boks Tol Laut yang ada di Jakarta maupun di Patimban,” tandasnya. Seperti diketahui, kontainer tersebut akan dikirim ke gudang PT Bulog di Meulaboh, Sigli, dan Blangpidie. Setelah pembongkaran, 30 kontainer akan dibawa kembali ke Pelabuhan Malahayati. Selain Kendhaga Nusantara 14, pada hari ini Pelabuhan Malahayati juga disandari oleh tiga kapal lainnya, yaitu kapal Bengawan Mas milik PT Tempuran Mas, kapal milik TNI Angkatan Darat, serta kapal pengangkut semen curah milik PT Semen Padang. “Kapal Bengawan Mas membawa kargo dari Tanjung Priok yang diambil dari Kuala Tanjung, menuju Malahayati dan sandar tadi pagi, sekarang lagi antri menunggu pembongkaran,” kata Anthony. Setelah melakukan pembongkaran, lanjut Anthony, Bengawan Mas akan kembali ke Kuala Tanjung dalam keadaan kosong lalu akan memuat muatan untuk dibawa ke Pelabuhan Lhokseumawe. Anthony juga menyampaikan, pada Sabtu besok (19/11) Pelabuhan Malahayati akan kedatangan kapal lainnya milik PT Tempuran Mas langsung dari Tanjung Priok. “Muatan kapalnya sebanyak 125 box (kontainer),” kata dia. Di samping itu, Anthony menjelaskan bahwa Pelabuhan Malahayati sudah siap untuk melakukan ekspor maupun impor. Bahkan pelabuhan ini sudah melakukan ekspor sejak tahun 2012 yang didominasi oleh hasil bumi Aceh..“Tahun 2022 ini kita sudah 2 kali ekspor, yaitu pada Januari dan Oktober yang lalu,” sebut Anthony..Anthony juga menegaskan bahwa fasilitas yang ada di Pelabuhan Malahayati sudah siap 100 persen, seperti dermaga sepanjang 240 meter, harbour mobile crane (HMC) yang bisa mengangkat dan memuat kontainer ke kapal hingga row (kelebaran) 10, sarana dan prasarana pemanduan kapal, lapangan penumpukan sementara (LPS), hingga pergudangan. “Kita dari Pelindo Cabang Malahayati siap mendukung pelaksanaan ekspor dengan memberi kemudahan-kemudahan bagi pengusaha Aceh,” ungkap Anthony. Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Faisal mensyukuri bahwa aktivitas pengiriman barang di pelabuhan-pelabuhan yang ada di Aceh terus bergeliat, baik pengiriman dalam negeri maupun untuk ekspor-impor. Pengiriman 800 ton beras dari Pelabuhan Patimban Jawa Barat ke Aceh melalui Pelabuhan Malahayati, kata Teuku Faisal, menjadi bukti nyata bahwa pelabuhan di Aceh sudah siap, begitu pula dukungan terhadap aktivitas ekspor impor komoditas asli Aceh. (AM)

Dishub Aceh Raih Penghargaan SKPA Sangat Inovatif 2022

BANDA ACEH – Penjabat (Pj) Gubenur Aceh, Achmad Marzuki, diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Bustami menyerahkan Anugerah Inovasi Aceh Tahun 2022 kepada 20 Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA), salah satunya yaitu Dinas Perhubungan (Dishub) Aceh yang diterima langsung Kadishub Aceh, Teuku Faisal, Kamis, 17/11/2022. Acara tahunan yang dihelat di Anjong Mon Mata, Banda Aceh ini mengangkat tema ‘Melalui Kolaborasi Inovasi, Kita Wujudkan Aceh Berdaya Saing Menuju Masyarakat Mandiri.’ Pada perhalatan ini, Kepala Bappeda Aceh, Teuku Ahmad Dadek menyerahkan penghargaan kepada 38 agen SKPA dengan inovasi terbaik dari 250 inovasi yang masuk ke panitia, jumlah inovasi tahun ini jauh lebih banyak dibanding dengan tahun sebelumnya. Dalam arahannya, Sekda Aceh Bustami memberikan apresiasi dan selamat kepada penerima penghargaan. “Mari kita terus berinovasi, demi Aceh yang kita cintainya,” harapnya.(MR)

17 Stand Meriahkan Bazar UMKM DWP Dishub Aceh

BANDA ACEH – Guna mendukung usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Perhubungan (Dishub) Aceh menggelar Bazar di halaman Gedung CTRC Dishub Aceh, Kamis, 17 November 2022. Bazar yang diikuti sebanyak 17 pelaku UMKM DWP Dishub Aceh ini menghadirkan stand yang beragam. Mulai dari makanan basah dan kering, aneka minuman, serta stand aksesoris dan busana muslim. Misqul Syakirah, pelaku usaha yang ikut memeriahkan Bazar DWP Dishub Aceh ini menyebut, penyelenggaraan bazar ini sangat bermanfaat sehingga bisa membuka lapangan kerja bagi masyarakat “Alhamdulillah, berkat dukungan DWP Dishub Aceh, hari ini kita bisa ikut berpartisipasi dalam acara bazar ini, dan tentu sangat bermanfaat bagi pelaku UMKM seperti kami,” ungkap alumni Sarjana Teknik Sipil Universitas Syiah Kuala ini. Sementara itu, Billy Kurniawan Siddiq, salah satu pengunjung Bazar DWP Dishub Aceh, merasa sangat senang dengan adanya kegiatan ini. Harapannya, bazar ini dapat dilaksanakan secara rutin sehingga membantu ekonomi masyarakat.(MR)

Tekan Inflasi, Pemerintah Gelontorkan Subsidi Angkutan di Aceh

BANDA ACEH – Peran sektor perhubungan untuk mendukung pengendalian inflasi melalui kelancaran distribusi barang dan orang menjadi sangat krusial. Apalagi Aceh yang memiliki luas daratan 57.956 km2 dan garis pantai sepanjang 1.865 km serta terdiri dari wilayah daratan dan kepulauan. Salah satu upaya yang dilakukan Pemerintah Pusat dan Daerah untuk memperkuat pengendalian inflasi di Aceh adalah dengan memastikan kelancaran pergerakan logistrik bahan pangan termasuk ke daerah 3TP (Tertinggal, Terluar, Terdepan, dan Perbatasan) melalui subsidi angkutan darat, angkutan udara, dan penyelenggaran angkutan laut. Pada tahun 2022, sebanyak 117,09 miliar telah dianggarkan Pemerintah untuk memberikan subsidi transportasi kepada masyarakat, baik melalui sumber dana APBN (98,14 miliar), APBA (14,96 miliar), dan APBK (3,99 miliar). Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Aceh, Teuku Faisal mengungkapkan bahwa di Aceh, subsidi sektor transportasi darat tersebar pada angkutan penumpang dan barang melalui Kementerian Perhubungan RI sebanyak 11 lintasan antar Kab/Kota. Sementara, layanan Kereta Api Penumpang Cut Meutia yang setiap harinya melayani Krueng Geukuh – Bungkaih – Krueng Mane juga disubsidi oleh Kemenhub. Di sektor pelayaran, subsidi diberikan kepada angkutan penyeberangan sebanyak lima lintasan dan angkutan laut sebanyak dua lintasan yaitu Rute R1 (Sinabang – Meulaboh – Tapaktuan – Pulau Banyak – Singkil) dan R2 (Calang – Sinabang – Singkil – Pulau Banyak – Tapaktuan). Berikutnya, untuk meningkatkan konektivitas logistik, Pemerintah juga mensubsidi program tol laut untuk trayek T-1 (Tanjung Perak – Tanjung Priok – Belawan – Lhokseumawe – Malahayati) dan trayek T-2 (Teluk Bayur – Gunung Sitoli – Sinabang – Mentawai – Pulau Baai). Pada sektor penerbangan, subsidi ABPN diberikan pada empat rute perintis di dalam provinsi Aceh yaitu Banda Aceh – Takengon, Banda Aceh – Blang Kejeren, Banda Aceh – Kutacane, dan rute Banda Aceh – Sinabang melalui maskapai penerbangan Susi Air. Sejak tahun 2016, Pemerintah Aceh melalui Angkutan Massal Perkotaan Trans Koetaradja telah melayani masyarakat di ibukota provinsi tanpa mengutip bayaran, pada enam koridor utama dan empat rute feeder. Sedangkan, subsidi yang didanai dari APBK lebih fokus pada bus sekolah. “Kami menilai bahwa subsidi yang telah diberikan oleh pemerintah besarannya cukup signifikan namun belum termanfaatkan secara optimal. Padahal dengan adanya subsidi angkutan darat, laut, dan udara ini dapat mendukung pergerakan/distribusi barang dan orang dengan biaya yang terjangkau sehingga inflasi dapat lebih terkendali,” kata Faisal. Menurutnya, diperlukan dukungan semua pemangku kepentingan untuk ikut andil dalam menyahuti arahan dari Pj. Gubernur Aceh untuk memperkuat pengendalian inflasi di Aceh.(*)

Pj Gubernur Aceh Lihat Kesiapan, Potensi, dan Kendala Pelabuhan Langsa

Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Achmad Marzuki melakukan kunjungan kerja ke Pelabuhan Kuala Langsa guna melihat secara langsung kesiapan, potensi, maupun kendala yang dihadapi dalam operasional pelabuhan untuk mendukung aktifitas ekspor impor melalui pelabuhan di Aceh, Sabtu, 22 Oktober 2022. Kunjungan kerja itu juga sebagai tindak lanjut dari surat Menteri Perhubungan Republik Indonesia kepada Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Persero), pada 6 September 2022 yang lalu, agar memberikan dukungan berupa pengerukan alur pelayaran di Pelabuhan Kuala Langsa. Dalam kunjungan itu, Achmad Marzuki mendengar penjelasan General Manager PT Pelindo 1 Cabang Lhokseumawe, Joni Hutama terkait kondisi terkini Pelabuhan Kuala Langsa, serta kendala operasional akibat kondisi alur pelayaran seperti saat ini. Budi juga menyampaikan terkait potensi kenaikan trafik kapal setelah pengerukan alur pelayaran dilakukan. Seperti, kapal dengan kapasitas 10.000 GT (Gross Tonage) dapat langsung bersandar dan tidak perlu melakukan kegiatan bongkar muat Ship to Ship (STS) lagi. “Selain itu, pemuatan cangkang sawit yang ada di lapangan penumpukan bisa langsung dilakukan ke kapal dengan party 10.000 hingga 30.000 ton,” kata Budi. PT Pelindo (Persero) saat ini, tambah Budi, sedang melakukan proses tender kegiatan pengerukan, dan pekerjaan segera dilakukan apabila sudah ada pemenangnya. Sementara itu, Kadishub Aceh, Teuku Faisal menyebutkan bahwa sebelumnya pihaknya sudah menghubungi manajemen PT Pelindo 1 Cabang Lhokseumawe selaku pengelola pelabuhan untuk segera melakukan pengerukan alur pelayaran. “Perencanaan teknis pengerukan alur pelayaran Pelabuhan Kuala Langsa juga sudah dilakukan oleh Kementerian Perhubungan RI pada tahun 2021 yang lalu,” ujarnya. “Kita berharap pihak Pelindo berkomitmen untuk segera melakukan pekerjaan ini, supaya pelabuhan bisa disandari kapal-kapal besar untuk kegiatan ekspor impor,” kata Teuku Faisal. Apabila pengerukan sudah selesai, kata Teuku Faisal, kapal berbobot 10.000 GT sudah bisa bersandar di pelabuhan yang memiliki kolam berkedalaman mencapai 7 hingga 8 meter ini. Di samping itu, Teuku Faisal menekankan pada efek domino yang muncul akibat pengerukan alur ini. Di antaranya, semua komoditi asli Aceh, seperti hasil perikanan, perkebunan dan lainnya, bisa diekspor langsung melalui pelabuhan ini. Teuku Faisal menambahkan, Pemerintah Kota Langsa sedang memfasilitasi ekspor komoditas ikan dan sayuran dari pelabuhan ini ke Malaysia. “Bahkan saat ini aktifitas ekspor cangkang sawit sebesar 10.000 ton ke Jepang sedang berlangsung,” tambahnya. Pelabuhan Kuala Langsa juga memiliki sejumlah fasilitas yang menjadikannya sangat layak untuk pusat ekspor impor di Aceh, seperti dermaga curah cair dan dermaga umum sepanjang 150 m, dermaga jetty sepanjang 150 m, 2 gudang penyimpanan, 2 lapangan penumpukan seluas 10.000 meter persegi, serta fasilitas lainnya. (AM) Selengkapnya nonton video:

Sektor Transportasi Tumbuh 21,27 Persen di Kuartal Kedua

BANDA ACEH – Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa sektor transportasi telah berhasil tumbuh 21,27 persen di kuartal kedua tahun 2022, dan memberi sumbangan positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,44 persen. Pencapaian ini harus kita syukuri. Di tengah tantangan (pandemi Covid-19), sektor transportasi masih memberi kontribusi yang berarti bagi Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Faisal saat membacakan sambutan Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Budi Karya Sumadi, dalam upacara peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) di Provinsi Aceh yang digelar di Depo UPTD Angkutan Massal Trans Kutaraja, Banda Aceh, Sabtu, 17 September 2022. Di tengah pencapaian yang baik ini, kata Teuku Faisal, harus diakui pula bahwa masih banyak hal yang harus dibenahi. Di mana banyak pembangunan yang harus dituntaskan untuk meningkatkan konektivitas di seluruh nusantara. “Peringatan Harhubnas merupakan momentum yang tepat bagi Insan Perhubungan untuk terus memperbaiki kinerja pada sektor transportasi,” ungkapnya. Tantangan-tantangan ini, tambahnya, tidak akan bisa dihadapi tanpa kolaborasi dan sinergi bersama seluruh pemangku kepentingan di sektor transportasi. “Oleh karena itulah, hari perhubungan tahun ini mengambil tema “Bangkit Maju Bersama”. Kita tidak akan bisa cepat bangkit jika kita tidak bersama, tidak Bersatu,” ujarnya. Di samping itu, Teuku Faisal menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh Insan Transportasi di manapun berada. Yang bertugas di kota, di desa, di perbatasan dan di pulau-pulau terpencil. Yang telah mengabdi demi menjaga konektivitas di seluruh penjuru negeri. Teuku Faisal juga mengajak seluruh peserta upacara maupun tamu undangan untuk mengenang jasa para pendahulu yang telah gugur dalam memajukan transportasi Indonesia. “Mari kita kenang mereka semua sebagai pahlawan transportasi,” tuturnya. Hari Perhubungan Nasional 2022 atau Harbubnas diperingati setiap tanggal 17 September. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengangkat tema “Bangkit Maju Bersama”. Tema ini diharapkan menjadi spirit kebangkitan jasa transportasi setelah dua tahun menghadapi pandemi COVID-19. Upacara Harhubnas tersebut dihadiri seluruh Aparatur Sipili Negara (ASN) Dinas Perhubungan Aceh. Turut dihadiri pula oleh Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Kepolisian Daerah (Polda) Aceh para Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten/Kota se-Aceh, dan para mitra kerja perhubungan Aceh. Dinas Perhubungan Aceh juga menyerahkan hadiah kepada para mitra kerja perhubungan terbaik dan pemenang lomba yang menjadi rangkaian kegiatan memperingati Harhubnas 2022 di Aceh. Di antaranya, penilaian standar pelayanan minimal (SPM) AKDP terbaik, lomba menulis transportasi Aceh, serta pengelolaan media sosial terbaik pada Dinas Perhubungan Kabupaten/Kota se-Aceh. (AM)

ASN Dishub Aceh dan Mitra Kerja Donasikan 144 Kantong Darah

BANDA ACEH – ASN Dinas Perhubungan Aceh bersama mitra kerja di sektor perhubungan Aceh berhasil donasikan 144 kantong darah dalam kegiatan donor darah rutin Pemerintah Aceh yang digelar di Depo UPTD Angkutan Massal Trans Kutaraja, Rabu, 14 September 2022. Aksi kemanusiaan ini juga menjadi rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) Tahun 2022 yang jatuh pada tanggal 17 September mendatang. Sekretaris Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Rizki Fadhil saat meninjau dan ikut mendonasikan darahnya pada kegiatan ini menyebutkan bahwa antusias pegawai Dishub Aceh untuk berkontribusi dalam aksi ini sangat luar biasa. “Alhamdulillah, para ASN cukup antusias, buktinya hari ini ramai sekali yang hadir agar bisa ikut menyumbang darahnya, kita sangat mengapresiasi kebaikan niat mereka,” kata Teuku Rizki. Teuku Rizki juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh mitra kerja perhubungan Aceh yang telah ikut berpartisipasi dalam kegiatan donor darah hari ini. Di antaranya, PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Banda Aceh, Perum Damri Banda Aceh, Basarnas Banda Aceh, PT Jasa Raharja Aceh, dan Dinas Perhubungan Kota Banda Aceh. (AM)

Bank Aceh Serahkan Bantuan CSR untuk Pelabuhan Ulee Lheue

BANDA ACEH – Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Faisal terima bantuan CSR (Corporate Social Responsibility) Bank Aceh berupa 25 unit kursi ruang tunggu penumpang untuk Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue di Banda Aceh, Kamis, 8 September 2022. Bantuan CSR ini diserahkan langsung oleh Direktur Utama Bank Aceh, Haizir Sulaiman saat berkunjung ke Pelabuhan Ulee Lheue. Pada kesempatan tersebut, Teuku Faisal yang didampingi pejabat struktural Dishub Aceh menyampaikan bahwa ini bukan kali pertama Bank Aceh menyalurkan bantuan pada sarana transportasi yang bersentuhan langsung dengan pelayanan publik. “Untuk itu, kami berterima kasih atas bantuan CSR dari Bank Aceh,” ungkap Faisal. Bantuan CSR pada sektor pelayanan publik, menurut Teuku Faisal, tepat sasaran karena akan digunakan setiap saat oleh masyarakat. Ia mencontohkan, saat musim liburan maupun angkutan lebaran, penumpang yang menggunakan angkutan penyeberangan membludak luar biasa, khususnya saat ini di mana pandemi mulai mereda. Kondisi tersebut, tambah Teuku Faisal, menyebabkan sebagian pengguna jasa tidak terlayani oleh fasilitas pelabuhan, termasuk ruang tunggu yang tidak memadai lagi sehingga Dishub Aceh melakukan pembenahan. “Bantuan seperti ini insyaallah benar-benar berdampak langsung bagi masyarakat pengguna jasa pelabuhan,” ujar Teuku Faisal. Teuku Faisal juga berbicara terkait potensi pengembangan pelabuhan penyeberangan, baik Ulee Lheue maupun Balohan. “Pelabuhan saat ini konsepnya seperti rest area, jadi saat pelayanan pelabuhan tutup, orang tetap bisa memasuki pelabuhan untuk sekedar menikamti pemandangan atau menikmati kuliner yang berjualan di area pelabuhan,” ujarnya. Oleh karena itu, Teuku Faisal mendorong pihak swasta, termasuk Bank Aceh untuk masuk dan berinvestasi di berbagai sarana transportasi agar aset Pemerintah Aceh terberdayakan dengan baik. “Dishub Aceh siap bila ada hal-hal yang dapat kita kerjasamakan dengan Bank Aceh untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dan kunjungan pariwisata melalui fasilitas perhubungan,” ungkap Teuku Faisal. Sementara itu, Dirut Bank Aceh, Haizir Sulaiman menyebutkan bahwa bantuan CSR ini merupakan wujud kepedulian Bank Aceh terhadap masyarakat Aceh, khususnya di sektor transportasi. “Kami bangga dan senang bisa membantu memudahkan masyarakat yang menggunakan jasa pelabuhan,” ungkap Haizair. Haizir menambahkan bahwa peningkatan pelayanan pada sektor transportasi perlu digalakkan bersama-sama agar masyarakat betah dan nyaman saat berada di sarana transportasi. Melalui pelayanan yang baik, kata Haizir, akan melahirkan efek domino bagi perekonomian masyarakat dan pertumbuhan kunjungan pariwisata. Bank Aceh juga terus berupaya menghadirkan kemudahan bagi masyarakat Aceh sebagai bentuk kehadiran bank daerah ini bagi masyarakat, termasuk di sektor pariwisata. Upaya-upaya ini, kata Haizir, untuk memberi kenyamanan bagi wisatawan yang berkunjung ke Aceh sehingga diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Aceh. (AM)

Pulau Banyak, Keindahan yang (Masih) Sulit Dijangkau

Hari itu, sang surya terbenam dengan warnanya yang lebih pekat. Entah karena pengaruh kepala dan badanku yang mulai berat setelah menempuh perjalanan melelahkan dari Kota Banda Aceh. Butuh 14 jam perjalanan dari Banda Aceh (Ibukota Provinsi Aceh) ke Singkil (Ibukota Kabupaten Aceh Singkil). Jalanan pun tidak semuanya lurus mulus, tapi berliku dikelilingi pegunungan sawit, hanya sesekali tampak garis pantas juga mengiringi. Lelah, jelaslah sudah, tapi menyerah bukan jalan ninjanya. Sebelum sang surya itu terbenam di peraduannya, terdengar omongan para pengunjung warung kopi (warkop) menyebutkan sebuah paradise terbentang di seberang daratan ini. Aku mulai tercengang dan bersemangat, terlupakan letih yang telah mendekam. Kata mereka, tanah seberang itu taklah berwarna coklat tapi terhampar putih berkristal dengan gradasi airnya, dari biru tua hingga bening. “Tekadku bulat, aku takkan menyerah dengan perjalanan ini, meskipun panjang dan melelahkan, ada yang lebih indah untuk aku jumpai di seberang sana,” tutur batinku. Pelabuhan Singkil menjadi pintu gerbang yang harus dilewati untuk menikmati paradise island yang diperbincangkan tadi. Melewati gerbang keberakatan atau gangway, terlihat sebuah kapal bermesin bersandar di badan dermaga. Truk-truk bermuatan penuh menyesaki lambung kapal, hingga tak bercelah. Bahkan di lorong sempit pinggiran truk tersebut juga dipenuhi kendaraan roda dua dan tumpukan logistik seperti tong-tong ikan dan kebutuhan pokok lainnya. Ada aroma khas saat menyusuri lorong sempit menuju ruang penumpang. Aroma ikan, sayuran dan air laut telah bercampur padu menciptakan indera penciuman bingung mengartikannya. Ada pemandangan lain yang terpampang di ruang penumpang. Para penumpang tertidur pulas di atas kursi dan beberapa lainnya di atas lantai yang dilapisi tikar. Belum lagi, tumpukan barang bawaan yang berpola abstrak di sepanjang mata memandang. Angin laut menjadi pendingin alami bagi mereka. Tidur pulas mereka mengalahkan nyamannya hotel bintang lama. Setelah lebih kurang empat jam berteman dengan ombak dan samudera, kini pasukan nyiur mulai menyapa dari kejauhan. Semakin dekat, kristal-kristal sepanjang pasir pantai lebih terlihat jelas. Gerombolan ikan pun menyambut begitu lincah, berenang indah dari satu sisi ke sisi lainnya. It’s a perfect island, the paradise in Aceh. Seperti yang dikatakan oleh Yans dan Alison, pelayar asal Amerika yang singgah ke Pulau Banyak sebelumnya berlayar dari Benua Kangguru, menyampaikan ketakjubannya akan pesona yang disungguhkan alam Pulau Banyak. Air laut yang sangat indah dan bening bersih, pasirnya yang cantik serta masyarakatnya yang ramah “It’s perfect combination,” ujarnya. Namun pulau-pulau kecil yang tersebar di kawasan Pulau Banyak ini begitu sulit untuk diakses. Satu-satunya cara yang dapat diambil dengan menyewa boat kayu nelayan setempat. Seperti boat pada umumnya, fasilitas keselamatan yang dimiiki belum memadai. Di sinilah, peran pemerintah menjadi support system untuk mendampingi masyarakat dalam menyelenggarakan transportasi yang berkeselamatan. Dilema transportasi di pulau paling ujung Aceh ini seakan tak ada ujungnya. Banyak wisatawan yang mengurungkan niatnya untuk berkunjung ke sana karena akses menuju gugusan pulau ini termasuk ruwet dan ribet. Memang selama kehadiran KMP Aceh Hebat 3 memberi kemudahan transportasi di wilayah kepulauan ini. Namun, jadwal kapal yang tidak beroperasi tiap hari ini juga menjadi kendala terbesar. Pada kebiasaan perjalanan wisata menganut sistem berburu waktu, ada banyak spot yang harus dikunjungi, dengan penundaan keberangkatan atau off pelayaran kapal akan menghancurkan rencana awal petualangan ini. Dongkol, pastinya. Namun perjalanan ke Pulau Banyak bergantung pada kapal penyeberangan ini. Jika dengan kapal kayu, seperti yang dibicarakan pada awal tadi, faktor keselamatan belum dapat dipertanggungjawabkan. (Misqul Syakirah) Selengkapnya klik download : https://dishub.acehprov.go.id/publikasi-data/aceh-transit/tabloid-transit/