Dishub

Dishub Aceh: Pergerakan Masyarakat Saat Libur Nataru di Aceh Didominasi Angkutan Darat

BANDA ACEH – Pergerakan masyarakat pada masa libur Natal 2024 dan tahun baru 2025 (Nataru) di Aceh berjalan aman dan lancar. Tercatat sebanyak 245.448 orang melakukan perjalanan dengan berbagai moda transportasi di Aceh selama Nataru 2024/2025 atau sejak 18 Desember 2024 hingga 5 Januari 2025. Kepala Dinas Perhubungan Aceh Teuku Faisal menyebutkan bahwa pergerakan selama Nataru 2024/2025 didominasi oleh penumpang angkutan darat, baik angkutan antar kota dalam provinsi (AKDP) maupun antar kota antar provinsi (AKAP) yang mencapai 120.125 orang, atau sebesar 48,9 persen. Selanjutnya diikuti oleh moda transportasi laut dan penyeberangan dengan jumlah penumpang sebesar 74.239 orang. “Penumpang moda transportasi laut dan penyeberangan masih didominasi oleh wisatawan yang menghabiskan masa libur Nataru di Pulau Weh Sabang,” sebut Teuku Faisal. Berdasarkan data dashboard Dishub Aceh tercatat jumlah angkutan umum yang melayani pada Nataru 2024/2025 sebanyak 23.058 trip bus, 758 trip kapal, dan 515 penerbangan. Data ini diperoleh dari 12 terminal, 10 bandar udara, dan 13 pelabuhan yang ada di Aceh. Sementara itu, total pergerakan kendaraan yang melalui jalan tol Sigli-Banda Aceh (Sibanceh) pada periode Nataru 2024/2025 mencapai 107.127 kendaraan. Selama periode ini ruas jalan tol yang beroperasi sebanyak 5 seksi, dimana seksi 1 Padang Tiji – Seulimum dibuka terbatas mulai 21 Desember 2024 – 2 Januari 2025 dengan jumlah pengguna sebanyak 21.967 kendaraan. Tercatat, gerbang tol Seulimum paling banyak dilalui oleh kendaraan yaitu sejumlah 24.419 kendaraan. Kadishub mengapresiasi peran stakeholder yang terlibat dalam menyukseskan angkutan pada masa libur Natal 2024 dan tahun baru 2025 sehingga memberikan hasil yang optimal. “Koordinasi dan kolaborasi yang baik dari seluruh unsur terkait baik dari operator transportasi dan jalan tol, media massa dan masyarakat, menjadikan angkutan pada masa libur Natal 2024 dan tahun baru 2025 (Nataru) di Aceh ini berjalan sukses dan lancar,” tutup Teuku Faisal. Penyeberangan Ulee Lheue – Balohan Sabang Meningkat 12,53 Persen Sementara itu, jumlah wisatawan yang melakukan perjalanan wisata lintasan Ulee Lheue-Balohan menggunakan transportasi penyeberangan selama Nataru 2024/2025 mencapai 65.769 orang atau meningkat sebesar 12,53 persen dibanding tahun sebelumnya yang hanya sebesar 58.448 orang. Pada periode ini, sejumlah 8.938 kendaraan roda dua dan 3.533 kendaraan roda empat melakukan perjalanan dengan dua armada kapal Ro-Ro. Sedangkan penumpang, selain menggunakan kapal Ro-Ro juga dilayani dengan empat kapal cepat. “Hal ini menunjukkan Kota Sabang masih menjadi daya tarik bagi wisatawan baik domestik maupun internasional. Tentu hal ini tidak terlepas dari kontribusi pelayanan angkutan penyeberangan yang optimal sehingga turis semakin mudah melakukan perjalanan,” kata Teuku Faisal. Kadishub Aceh menegaskan bahwa digitalisasi pada Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue juga memainkan peran penting dalam memudahkan perjalanan wisatawan. Berdasarkan pengamatan, untuk tahun ini tidak lagi terjadi penumpukan kendaraan yang akan menyeberang sampai ke luar area pelabuhan. Dengan diterapkannya tiket online ferizy, calon penumpang bisa mendapatkan kepastian keberangkatan sehingga tidak perlu mengantri lama. Cuaca selama periode Nataru ini dilaporkan cukup baik sehingga tidak terdapat  penundaan keberangkatan kapal.(AP/AB/MR)

Kontrak Berakhir, Layanan Trans Koetaradja Berhenti Beroperasi Sementara

BANDA ACEH – Angkutan massal Trans Koetaradja telah menjadi tulang punggung bagi masyarakat Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar dalam menjalankan aktivitas mereka sehari-hari. Akan tetapi, layanan ini berhenti sementara waktu karena berakhirnya kontrak kerja penyedia layanan Trans Koetaradja pada tanggal 31 Desember 2024 yang lalu. Layanan angkutan perkotaan ini akan segera beroperasi kembali setelah dimulainya kontrak kerja tahun anggaran 2025. Kepala Dinas Perhubungan Aceh Teuku Faisal menyebutkan bahwa sejak tahun 2016 bus Trans Koetaradja beroperasi melayani masyarakat Aceh tanpa dikenakan biaya dengan dukungan Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA). “Harapannya, selain mengurangi kemacetan, layanan ini dapat meringankan biaya transportasi yang dikeluarkan oleh masyarakat dalam mobilitas mereka sehari-hari,” sebutnyanya. Selama tidak beroperasi, Dishub Aceh akan melakukan pengecekan teknis terhadap 59 unit armada bus Trans Koetaradja untuk memastikan bus dalam kondisi laik jalan dan siap beroperasi untuk melayani masyarakat. Teuku Faisal menambahkan, Pemerintah Aceh melalui Dinas Perhubungan Aceh terus berupaya agar Trans Koetaradja bisa segera beroperasi melayani masyarakat, sehingga kebutuhan masyarakat akan transportasi umum bisa terlayani secara optimal. “Dishub Aceh berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan dan berupaya agar Trans Koetaradja dapat segera beroperasi melayani masyarakat,” pungkas Teuku Faisal. Selama tahun 2024, tercatat sebanyak 956.084 orang menggunakan Trans Koetaradja dari sepuluh rute yang dilayani. Koridor 1 rute Mesjid Raya Baiturrahman – Darussalam masih mendominasi dengan jumlah penumpang sebanyak 401.056 orang. Lalu diikuti oleh koridor 2A rute Mesjid Raya Baiturrahman – Blang Bintang (via Lambaro) dengan jumlah penumpang sebanyak 163.895 orang. Bus Trans Koetaradja juga turut berkontribusi dalam sejumlah event yang dilaksanakan di Ibukota Provinsi Aceh selama tahun 2024, baik daerah maupun nasional termasuk dukungan untuk kelancaran transportasi pada event PON XXI Aceh-Sumut tahun 2024.(AB)

Pj Gubernur Aceh Apresiasi Kebersihan Fasilitas Pelabuhan Ulee Lheue

BANDA ACEH – Penjabat Gubernur (PJ) Aceh Safrizal ZA melakukan kunjungan ke Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue dalam rangka meninjau pelayanan transportasi bagi masyarakat dan wisatawan selama libur Natal dan Tahun Baru 2025, Kamis, 2 Januari 2025. Safrizal ingin memastikan pelayanan bagi pengguna jasa angkutan penyeberangan menuju Sabang itu berjalan dengan lancar, serta fasilitasnya dalam kondisi yang baik. Pj Gubernur Aceh juga memantau langsung kondisi sejumlah fasilitas di Pelabuhan Ulee Lheue seperti ruang tunggu, lobi, hingga toilet. Menurutnya, fasilitas pelabuhan sudah sangat baik dan juga bersih untuk memberikan pelayanan yang optimal bagi wisatawan. “Saya menilai fasilitas di Pelabuhan Ulee Lheue Sangat baik dan kebersihannya juga terjaga. Semoga tren positif ini terus berlanjut,” ujarnya. Selain itu, Safrizal berharap agar pelayanan kepada pengguna jasa terus ditingkatkan baik di periode libur maupun hari biasa. Di samping meninjau fasilitas, Safrizal juga berinteraksi dengan pelaku UMKM yang berjualan di lingkungan Pelabuhan Ulee Lheue. Ia menyempatkan diri untuk membeli sejumlah souvenir berupa peci dan syal bermotif kerawang Gayo di salah satu booth UMKM. Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perhubungan Aceh Teuku Faisal memastikan bahwa petugas di pelabuhan selalu bersiaga untuk menjamin kelancaran proses penyeberangan menuju Pelabuhan Balohan Sabang. “Pelayanan bagi pengguna jasa selalu menjadi prioritas kita, baik di masa peak season seperti ini maupun hari normal,” ungkap Teuku Faisal saat mendampingi kunjungan Pj Gubernur Aceh pagi tadi.(AP/AB)

20 Tahun Tsunami Aceh: Kisah Delisa dan Semangat Kebangkitan

Dua puluh tahun telah berlalu sejak gelombang dahsyat tsunami menyapu pesisir Aceh, meninggalkan luka mendalam bagi ribuan jiwa. Namun, di balik tragedi itu, tersimpan kisah-kisah inspiratif tentang ketangguhan dan harapan, salah satunya adalah kisah Delisa Fitri Rahmadani. Pada 26 Desember 2004, Delisa, seorang gadis kecil berusia tujuh tahun, tengah bermain di pantai bersama keluarganya. Hari itu, gempa bumi mengguncang, disusul dengan gelombang tsunami yang memorak-porandakan segalanya. Dalam kekacauan, Delisa terpisah dari keluarganya dan hanyut terbawa arus. Ia ditemukan dua hari kemudian, delapan kilometer dari rumahnya, dalam kondisi memprihatinkan. Delisa harus merelakan kehilangan kedua kakinya. Tiga kali operasi amputasi ia jalani, diikuti dengan perjuangan panjang untuk belajar berjalan kembali dengan tongkat dan kaki palsu. Namun, keterbatasan fisik tak mematahkan semangatnya. Dengan dukungan penuh dari keluarga, Delisa tetap bersekolah di sekolah umum, berbaur dengan teman-teman sebayanya. Ia bahkan aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler, membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih mimpi. “Kaki saya memang hilang, tapi pikiran saya tetap utuh,” ujar Delisa, mengenang masa-masa sulit itu. Waktu berlalu, Delisa tumbuh menjadi gadis remaja yang cerdas dan mandiri. Setelah lulus SMA, ia mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi. Ia memilih jurusan ilmu komunikasi, sebuah bidang yang sangat ia minati. Kini, Delisa telah meraih gelar sarjana dan bekerja di PT Bank Syariah Indonesia. Kisah Delisa adalah cerminan dari kebangkitan Aceh pascatsunami. Dua dekade berlalu, Aceh telah berbenah. Gedung-gedung berstandar bencana berdiri kokoh, tempat-tempat wisata kembali ramai dikunjungi, dan layanan publik semakin membaik. Transportasi umum, seperti Transkutaraja, kini ramah disabilitas, memudahkan mobilitas penyandang disabilitas seperti Delisa. “Ruang gerak boleh terbatas, sisanya lakukan sesuai kemampuan saya,” kata Delisa, menyuarakan semangatnya. Delisa ingin menginspirasi penyandang disabilitas lainnya untuk tidak menyerah pada keadaan. Ia percaya bahwa setiap orang memiliki potensi untuk meraih kesuksesan, asalkan memiliki kemauan dan kerja keras. Kisah Delisa adalah bukti nyata bahwa harapan selalu ada, bahkan setelah badai terhebat sekalipun.(*) Video selengkapnya bisa nonton di bawah ini:

Terima Kunjungan Azhari Cage, Kadishub Aceh Paparkan Kesiapan Nataru 2025 di Aceh

BANDA ACEH – Kepala Dinas Perhubungan Aceh Teuku Faisal meneriman kunjungan Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia Dapil Aceh Azhari Cage di Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue Banda Aceh, Selasa, 24 Desember 2024. Kunjungan Senator Aceh tersebut ke Pelabuhan Ulee Lheue dalam rangka melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan di Provinsi Aceh, khususnya terkait kelancaran transportasi menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024/2025. Teuku Faisal menginformasikan bahwa persiapan Nataru di Aceh, meskipun tidak seramai provinsi lainnya di Indonesia, tetap dilakukan dengan optimal khususnya mengantisipasi lonjakan arus perjalanan wisatawan ke Sabang. “Spot pemantauan terfokus di Pelabuhan Ulee Lheue. Belajar dari pengalaman yang lalu, tahun ini kita sudah berlakukan tiket online. Jadi wisatawan tidak perlu mengantri lama di pelabuhan, karena tiket bisa dibeli jauh-jauh hari,” sebut Teuku Faisal. Kadishub Aceh juga menyampaikan bahwa lonjakan penumpang di Pelabuhan Ulee Lheue sudah mulai terasa walaupun belum signifikan. “Kondisi pelabuhan hingga hari ini masih cukup kondusif, ramai tapi masih terkendali. Dan semua penumpang bisa terlayani baik dengan kapal cepat maupun kapal ferry roro,” ungkapnya. Terkait pemantauan kelancaran Nataru di Aceh, Teuku Faisal menyampaikan bahwa koordinasi dengan sejumlah stakeholder terkait terus dilakukan seperti dengan pihak Kepolisian, BIN, BMKG, BPTD Kelas II Aceh, dan sejumlah instansi lainnya. Teuku Faisal menyampaikan apresiasi atas kunjungan serta atensi Senator Aceh tersebut terhadap sektor perhubungan di Aceh. “Kita berbahagia dapat memberikan masukan dan mendapat dukungan dari Bapak Azhari, semoga kerjasama ini bisa berdampak terhadap pertumbuhan perekonomian Aceh ke depan,” tuturnya. Pada kesempatan tersebut, Azhari Cage menyebutkan bahwa maksud dari kunjungannya itu adalah untuk menyerap masukan-masukan dari stakeholder perhubungan di Aceh. “Masukan-masukan ini akan menjadi bahan bagi kita, selaku anggota DPD-RI, untuk kita sampaikan kepada Menteri Perhubungan,” sebutnya. Azhari Cage mengimbau agar pelayanan transportasi selama libur Nataru dilakukan dengan optimal untuk menjaga nama baik Aceh. “Mari kita jaga bersama agar kesan yang diterima oleh wisatawan luar yang datang ke Aceh selalu positif, sehingga bisa menarik wisatawan-wisatawan lainnya ke Aceh untuk berlibur,” ajaknya.(AB)

Antisipasi Lonjakan Penumpang, Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue Perkuat Layanan

BANDA ACEH – Antisipasi terhadap lonjakan jumlah penumpang dan kendaraan pada masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025 ini perlu dipersiapkan secara matang supaya pelayanan angkutan penyeberangan bisa berjalan dengan optimal. Hal itu dikemukakan oleh Kepala Dinas Perhubungan Aceh Teuku Faisal dalam rapat koordinasi teknis terkait kelancaran pelayanan transportasi penyeberangan selama Nataru 2025 di Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue, Senin, 23 Desember 2024. Pertemuan tersebut dihadiri oleh General Manager (GM) PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Banda Aceh, Direktur PT Pelayaran Sakti Inti Makmur, serta Koordinator Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue. Teuku Faisal menyoroti sejumlah potensi permasalahan yang kerap terjadi, khususnya di masa peak season seperti saat ini, mulai dari antrian panjang kendaraan hingga penanganan reservasi tiket yang memudahkan pengguna jasa. “Belajar dari pengalaman tahun sebelumnya, strategi untuk mengelola pembelian tiket dan arus penumpang harus disiapkan dengan matang,” ujar Teuku Faisal. Pada kesempatan yang sama, Rudi B Hanafiah, GM PT ASDP Indonesia Ferry Banda Aceh, menjelaskan bahwa layanan pemesanan tiket kapal penyeberangan melalui aplikasi Ferizy atau tautan trip.ferizy.com sudah berjalan lancar. “Pemesanan tiket bisa dilakukan melalui website dan aplikasi di Playstore. Kami juga bekerja sama dengan adik-adik Pramuka untuk membantu masyarakat dalam pembelian tiket,” ungkapnya. Sementara itu, Direktur PT Pelayaran Sakti Inti Makmur, Surya M. Noor, menyatakan bahwa kendala cuaca menjadi perhatian utama pihaknya saat ini. “Bila ada penumpang yang ingin membatalkan perjalanan karena cuaca buruk, uang tiket akan dikembalikan,” jelasnya. Selain membahas persiapan Nataru, pertemuan itu juga membahas Peringatan 2 Dekade Tsunami Aceh yang akan digelar pada 26 Desember 2024 di Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue. Acara akan dimulai pukul 08.00 WIB dengan pembunyian sirine dan mengheningkan cipta selama tiga menit untuk mengenang para korban tsunami.(AB)

Kadishub Aceh Tinjau Kesiapan Pelabuhan Ulee Lheue Jelang Nataru 2025

BANDA ACEH – Kepala Dinas Perhubungan Aceh Teuku Faisal meninjau kesiapan Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue dalam rangka menyambut kunjungan wisatawan yang akan menghabiskan masa libur Natal dan Tahun Baru 2025 di Sabang pada Jumat, 20 Desember 2024. Teuku Faisal ingin memastikan kesiapan personil maupun fasilitas yang ada di pelabuhan dalam kondisi baik sehingga pengguna jasa bisa terlayani dengan optimal. Mulai dari fasilitas di ruang tunggu, layanan informasi dan aduan “Ask Me”, sirkulasi kendaraan di gerbang pelabuhan, dermaga kapal, hingga loket tempat check-in penumpang yang sudah membeli tiket secara online. “Pelayanan di pelabuhan, baik personil dan fasilitasnya, perlu kita pastikan dalam kondisi prima supaya wisatawan bisa nyaman dan perjalanan liburan mereka berjalan dengan lancar, termasuk layanan bagi kelompok rentan dan prioritas,” ungkap Teuku Faisal. Kadishub Aceh juga meninjau Pos Pelayanan Terpadu Libur Nataru 2024/2025 yang ada di Pelabuhan Ulee Lheue. Posko terpadu ini nantinya akan menjadi tempat pemantauan kelancaran aktivitas transportasi selama Nataru 2025 berlangsung, yang akan ditempati oleh personil dari sejumlah stakeholder terkait seperti dari Kepolisian, TNI, Basarnas Aceh, RAPI, dan lainnya. Di samping mengecek fasilitas pelabuhan dan posko terpadu, Kadishub Aceh juga melihat kesiapan pusat kuliner (food court) yang ada di dalam area pelabuhan. “Segala fasilitas yang ada kita usahakan semaksimal mungkin dapat beroperasi dengan baik untuk kenyamanan wisatawan saat berada di pelabuhan,” tuturnya.(AB)

Raih Penghargaan Sangat Inovatif, Bukti Dishub Aceh Komit Lahirkan Inovasi yang Berkelanjutan

BANDA ACEH – Kepala Dinas Perhubungan Aceh Teuku Faisal menerima penghargaan sebagai Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) Sangat Inovatif dalam Anugerah Inovasi Aceh Tahun 2024 di Anjong Mon Mata, Komplek Meuligoe Gubernur Aceh, pada Rabu, 18 Desember 2024. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Asisten Pembangunan dan Perekonomian Setda Aceh Zulkifli yang mewakili Penjabat (Pj) Gubernur Aceh. Anugerah Inovasi Aceh tahun ini bertemakan melalui inovasi daerah kita wujudkan transformasi ekonomi, sosial, dan kewilayahan menuju pembangunan Aceh berkelanjutan. Pj Gubernur Aceh Safrizal ZA dalam sambutannya menyebutkan bahwa penciptaan inovasi dalam tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik tujuan akhirnya adalah mendapatkan kepercayaan (trust) dari masyarakat. “Jadikan inovasi sebagai oksigen dalam setiap tarikan nafas dalam penyelenggaraan tugas-tugas pemerintahan,” tekan Safrizal. Kriteria inovasi yang baik kata Safrizal merupakan inovasi yang berkelanjutan (sustainable), konsisten, dipelihara dan diperbaharui setiap tahunnya. “Jadi bukan baru setahun dibuat lalu selesai,” ungkapnya. Sementara itu, Kadishub Aceh Teuku Faisal menyampaikan rasa terima kasih atas penghargaan yang diberikan kepada Dishub Aceh. “Penghargaan ini merupakan apresiasi bagi seluruh ASN Dishub Aceh yang sudah berkontribusi dalam setiap inovasi-inovasi yang dilahirkan oleh Dishub Aceh,” sebutnya. Dishub Aceh tentu akan terus berkomitmen melahirkan inovasi-inovasi yang unggul demi terciptanya tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik di sektor transportasi yang handal di Aceh. Selain itu, Kadishub Aceh terus mendorong agar inovasi dapat menjadi budaya kerja bagi setiap ASN Dishub Aceh. “Sebagaimana yang disampaikan oleh Bapak Pj Gubernur Aceh, di mana beliau terus mendorong supaya setiap SKPA melahirkan inovasi yang berkelanjutan dan tentunya bermanfaat bagi masyarakat Aceh,” pungkas Teuku Faisal. Penyelenggaraan inovasi daerah digelar setiap tahun berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 38 Tahun 2017 tentang peraturan tentang Inovasi Daerah. Terdapat tiga ruang lingkup inovasi yang dinilai, yaitu terkait tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, serta inovasi daerah lainnya sesuai dengan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah.(AB)

Jelang Nataru, Kadishub Aceh Bersama Stakeholder Terkait Pantau Kesiapan Fasilitas Keselamatan Pada Ruas Tol Seksi 1 Padang Tiji – Seulimeum

SIGLI – Faktor keselamatan bagi pengguna jalan tol khususnya pada Seksi 1 Padang Tiji – Seulimeum tetap harus diperhatikan dengan baik pada saat Jalan Tol Ruas Sigli – Banda Aceh difungsikan sepenuhnya selama libur Natal dan Tahun Baru 2024/2025 mendatang. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Perhubungan Aceh Teuku Faisal saat melakukan peninjauan lapangan rencana fungsional Jalan Tol Ruas Sigli – Banda Aceh Seksi 1 (Padang Tiji – Seulimeum) bersama Kabagbinops Direktorat Lalu Lintas Polda Aceh Kennedy, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Aceh, dan Branch Manager Divisi Operasi dan Pemeliharaan Jalan Tol Ruas Sigli – Banda Aceh Totok Masyadi, Senin, 16 Desember 2024. “Kita ingin memastikan bahwa apabila nanti ruas tol seksi 1 Padang Tiji – Seulimeum ini dibuka maka faktor keselamatan harus tetap terjamin,” kata Teuku Faisal. Jaminan keselamatan bagi pengendara menjadi perhatian khusus karena pada saat yang bersamaan pengerjaan konstruksi masih berlangsung pada sejumlah titik. Oleh sebab itu, seluruh stakeholder merekomendasikan sejumlah hal, seperti dilakukannya pengamanan jalan tol, tidak difungsikan ketika malam hari, dan semua kegiatan konstruksi berhenti sementara selama ruas tol ini dibuka untuk umum atau mulai 21 Desember 2024 sampai dengan 2 Januari 2025. “Jadi kami ingin memastikan semuanya dalam kondisi aman dan selamat sehingga masyarakat bisa dengan lancar menggunakan jalan tol Seksi 1 ini,” ujar Teuku Faisal. Pada kesempatan yang sama, Totok Masyadi menyebutkan bahwa dalam rangka mendukung kelancaran arus lalu lintas selama libur Nataru 2024/2025, ruas jalan tol Seksi 1 dibuka hanya dari arah Seulimeum menuju Padang Tiji (one way) mulai pukul 08.00 WIB hingga 17.00 WIB. Totok menegaskan, pengoperasian ruas jalan tol Seksi 1 ini tidak dibuka untuk semua golongan kendaraan. Akan tetapi hanya dibuka untuk kendaraan penumpang (mobil pribadi) karena masih terdapat pekerjaan dengan alat berat pada sejumlah lokasi. “Untuk keselamatan pengguna jalan, maka pengoperasian ruas jalan tol Seksi 1 ini hanya difokuskan untuk kendaraan pribadi,” ungkap Totok. Selama pengoperasian ruas jalan tol Seksi 1 untuk kelancaran Nataru 2024/2025 ini, Totok menyebutkan bahwa pengguna jalan tidak akan dikenakan tarif.(AB)

Dishub Aceh Gelar Rapat Evaluasi Penyelenggaraan Terminal Tipe B di Bener Meriah

REDELONG – Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kepada pengguna jasa angkutan umum antar kota dalam provinsi (AKDP), Dinas Perhubungan Aceh mengadakan rapat evaluasi pelayanan dan operasional di Terminal Tipe B yang dikelola oleh Dinas Perhubungan Aceh, Bener Meriah, Jumat, 13 Desember 2024. Rapat yang diselenggarakan di Terminal Tipe B Bener Meriah ini langsung dihadiri oleh Kepala Dinas Perhubungan Aceh Teuku Faisal, bersama Sekretaris Dinas Teuku Rizki Fadhil. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Koordinator Terminal Tipe B yang berada di bawah kewenangan Dinas Perhubungan Aceh. Pada pertemuan ini, Teuku Faisal mengevaluasi sekaligus mendengar aspirasi dan masukan dari sejumlah Koordinator Terminal Tipe B terkait permasalahan maupun kendala yang dihadapi di tempat masing-masing, mulai dari operasional harian, fasilitas, kebersihan, hingga keamanan. Kadishub Aceh menyampaikan juga bahwa kegiatan seperti ini bisa diteruskan pada tahun-tahun mendatang guna mencari solusi bersama terkait kendala-kendala yang dihadapi. “Saya berterima kasih telah diagendakan acara seperti ini, supaya pelayanan Terminal Tipe B semakin meningkat dan bisa memberikan pelayanan yang optimal bagi masyarakat,” sebutnya. Dirinya berharap setelah evaluasi tahunan ini akan adanya perbaikan-perbaikan dan target pelayanan terminal yang dicapai sehingga bisa berdampak langsung bagi masyarakat. Pada kesempatan yang sama, Kepala UPTD Penyelenggaraan Terminal Tipe B Dishub Aceh Erizal menyebutkan, dalam sistem transportasi, terminal menjadi pusat konektivitas suatu wilayah. Di samping itu, terminal juga menjadi pusat informasi terkait jadwal keberangkatan angkutan umum yang beroperasi di Aceh. Oleh sebab itu, dalam pengelolaan Terminal Tipe B perlu memastikan tercapainya sejumlah target kinerja atau pelayanan, seperti pendataan kendaraan yang masuk/keluar terminal dengan akurat, pelaksanaan inspeksi keselamatan (rampcheck) yang rutin, adanya pemeriksaan kesehatan bagi awak kendaraan, adanya kepastian jadwal keberangkatan angkutan, serta hilangnya praktik calo di area terminal. “Target pelayanan ini harus dicapai agar Terminal Tipe B beroperasi dengan optimal serta peran dan fungsinya benar-benar bisa dirasakan oleh masyarakat pengguna jasa angkutan umum,” tutur Erizal.(AB)