Dishub

Dukung Pelaksanaan PON, Dishub Aceh Pastikan Kesiapan Sektor Transportasi

BANDA ACEH – Kepala Dinas Perhubungan Aceh Teuku Faisal yang juga selaku Ketua Bidang Transportasi PON XXI Tahun 2024 memimpin Rapat Dukungan Koordinasi Layanan Transportasi PON XXI Wilayah Aceh bersama ketua DPD Organisasi Angkutan Darat (Organda) dan Stakeholder terkait yang berlangsung di Aula Multimoda, Kamis, 16 Mei 2024. Dalam pertemuan ini dibahas berbagai langkah strategis dalam sektor transportasi termasuk tarif kendaraan, kelaikan kendaraan angkutan, jumlah atlit dan official yang akan menggunakan jasa transportasi dijelaskan secara terperinci. “Sektor transportasi menjadi salah satu indikator keberhasilan dalam pelaksanaan PON XXI tahun 2024 di Wilayah Aceh nantinya”, ungkap Teuku Faisal dalam pertemuan yang juga dihadiri oleh perwakilan Asosiasi Bus Pariwisata Aceh (ABPA) dan Asosiasi Rental Banda Aceh Dan Aceh Besar (ASPERBA). Oleh karena itu, Teuku Faisal mengharapkan dukungan segenap stakeholder terkait dalam upaya menjaga stabilitas biaya angkutan dan peningkatan pelayanan di sektor transportasi. Pada kesempatan yang sama, Ketua Organda perwakilan Aceh, H. Ramli menyampaikan bahwa pihaknya siap mendukung penuh pelayanan terhadap kontingen PON XXI tahun 2024 yang akan bertanding di Aceh dengan tetap menjaga stabilitas harga dan kesiapan sarana transportasi. “Suksesnya PON ini tidak akan bisa diraih tanpa dukungan dari semua pihak dan kami dari organda provinsi Aceh sangat siap untuk mendukung itu,” ungkapnya. Dalam kesempatan yang sama, Fakhruddin perwakilan dari Asosiasi Bus Pariwisata Aceh( ABPA) juga memaparkan bahwa ada beberapa hal yang sering terjadi dan harus kita perbaiki bersama, diantaranya ketepatan waktu dalam proses pengantaran dan penjemputan atlit, menjaga kebersihan angkutan dan kenyamanan atlit yang akan bertanding nantinya. “ Harapannya pelaksanaan PON di Aceh dapat berlangsung sukses, dan bermanfaat bagi kita semua ”. Ujar Fakhruddin. Sementara itu, Misda sebagai perwakilan dari Asosiasi Rental Banda Aceh dan Aceh Besar (ASPERBA) menjabarkan pihaknya tidak akan menentukan tarif rental kendaraan secara semena-mena, pelayanan dari segi driver juga akan terus ditingkatkan. “Semuanya demi kelancaran dan kesukseskan pelaksanaan PON XXI tahun 2024 di Wilayah Aceh.” Tutup Misda.(AP)

Komnas Disabilitas Visitasi Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue

BANDA ACEH – Komisi Nasional Disabilitas (KND) Republik Indonesia melakukan visitasi ke Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue untuk melihat penyediaan fasilitas yang ramah bagi disabilitas di pelabuhan pada Rabu, 15 Mei 2024. Dalam kunjungan tersebut, Komisioner KND Rachmita Maun Harahap beserta jajaran turut memberi sejumlah masukan mengenai pemenuhan hak-hak disabilitas pada fasilitas publik di Pelabuhan Ulee Lheue. Dinas Perhubungan Aceh selaku pengelola pelabuhan terus berkomitmen terhadap penyediaan fasilitas tersebut dengan konsep adil dan setara. Masukan yang diperoleh dari Komisi Nasional Disabilitas akan menjadi acuan dalam pengembangan maupun pembangunan fasilitas perhubungan di masa yang akan datang. Harapannya, fasilitas transportasi di Aceh bisa dinikmati oleh semua dengan aman dan nyaman.(AB)

Tips Keselamatan Saat Menaiki Transportasi Umum

Halo RakanModa, Berikut beberapa tips keselamatan yang dapat Rakan terapkan saat akan menggunakan transportasi umum : Dengan menerapkan tips ini, RakanModa dapat meningkatkan keselamatan saat menggunakan transportasi umum. Selalu waspadalah dan prioritaskan keselamatan ya Rakan.

RI & ASEAN Bakal Terhubung Lewat Jaringan Kapal Roro

Indonesia dan negara ASEAN akan mengoperasikan jaringan kapal rol-on/rol-off (roro). Salah satunya pelayaran kapal Ro-Ro dengan rute Dumai-Melaka ini masih dalam tahap konstruksi terminal penumpang dan diperkirakan selesai pada Juni 2024. Kementerian Perhubungan cq. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dalam pertemuan Kelompok Kerja Transportasi Maritim ASEAN ke-46 (The 46th ASEAN Maritime Transport Working Group) yang digelar di Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam pada 6-8 Mei 2024, memaparkan beberapa usulan dan perkembangan transportasi laut Indonesia. Usulan dan perkembangan tersebut dipaparkan oleh Lollan Panjaitan, Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan sebagai pimpinan delegasi Republik Indonesia. Adapun hal penting yang dibahas di dalam pertemuan tersebut adalah agenda ASEAN Single Shipping Market (ASSM). Negara anggota diharapkan dapat memberikan informasi terbaru mengenai mekanisme koordinasi nasional tentang pembangunan infrastruktur pelabuhan dan jalan, juga rencana pembangunan pelabuhan dengan akses yang lebih baik. Adapun beberapa perkembangan transportasi laut yang disampaikan pada ajang tersebut, salah satunya adalah pengoperasian jaringan pelayaran kapal Ro-Ro di ASEAN. Pengoperasian tersebut merupakan pernyataan bahwa Indonesia mendukung penuh proyek yang dapat meningkatkan perekonomian global. Pelayaran kapal Ro-Ro dengan rute Dumai-Melaka ini masih dalam tahap konstruksi terminal penumpang dan diperkirakan selesai pada Juni 2024. Selain itu, Lollan juga menjelaskan bahwa Indonesia saat ini menyusun Joint Task Force RoRo Dumai-Melaka bekerja sama dengan kementerian atau lembaga terkait. Lollan juga menjelaskan agar Malaysia membentuk joint task force gabungan dari dua negara demi mempercepat masalah ini. Lollan juga menjelaskan terkait rute Ro-Ro Bitung-Davao bahwa ditemukan fakta terjadi jumlah pergerakan orang saat waktu tertentu, seperti Natal, Idul Fitri, dan liburan sekolah. Para Migran berpindah antara kedua negara. Melihat situasi tersebut Lollan mengungkapkan agar mempertimbangkan transportasi orang dan barang tidak hanya dibatasi dengan kapal Ro-Ro, tetapi dikembangkan dengan kapal nonkonveksi. Hal tersebut menekankan alasan Indonesia membuat joint task force. Selain itu, Indonesia mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih atas pernyertaan Indonesia dalam Asean Regional Training Center for VTS (ARTV) yang diselenggarakan di MATRAIN Marine Department of Malaysia. Lollan menyatakan bahwa Indonesia mendorong dan mendukung penuh ARTV untuk Phase 5 dan mendukung upaya untuk meningkatkan kompetensi VTS Operator melalui program lainnya bersama negara anggota ASEAN. Adapun perkembangan lainnya yang diungkapkan oleh Lollan dalam ajang tersebut adalah Indonesia memiliki 2 institusi training, yaitu BPPTL dan BP3IP yang telah terakreditasi untuk pelaksanaan training VTS di Indonesia. Hal lainnya yang dipaparkan pada pertemuan tersebut, yaitu perkembangan Eco Port di Indonesia. Lollan menyampaikan pandangan Indonesia mengenai pentingnya penerapan pelabuhan netral karbon di seluruh pelabuhan di Indonesia. Hal ini diatur dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 8 Tahun 2024 tentang Penetapan Aksi Mitigasi Perubahan Iklim Sektor Transportasi untuk Mendukung Pencapaian Target Kontribusi Nasional. Perkembangan ini didukung dengan kerja sama Indonesia bersama Jepang dalam Port Technology Group. Indonesia akan mengembangkan konsep Carbon Neutral Port Guideline dan memerhatikan masukan dari negara ASEAN. Lollan juga menyampaikan dukungannya terhadap kebijakan bahan bakar ramah lingkungan dalam pelayaran dan transportasi laut. Selain itu, delegasi Indonesia menyampaikan dukungannya terhadap penandatanganan MoU antara ASEAN dan IMO tentang Kerja Sama Masa Depan Sektor Maritim di Kawasan Asia-Pasifik. Kerja sama dalam sektor ekonomi biru ini mencakup pembangunan di sektor akuakultur, pariwisata, energi terbarukan, bioteknologi, penelitian dan pendidikan berbasis kelautan dan air tawar, dan sektor lainnya. Dalam pertemuan tersebut, Lollan berharap agar ASEAN dan IMO terus memperkuat kerja sama di bidang maritim demi mengembangkan transportasi laut dan konektivitas yang kuat di kawasan ASEAN dan sekitarnya. Sumber: detik.com

Perbedaan Spesifik Pesawat Airbus dengan Boeing

Pernahkan Anda mengingat, bagaimana ya perbedaan bentuk pesawat Boeing dengan Airbus? Untuk mengenali perbedaan spesifik antara pesawat Boeing dan Airbus, Anda bisa memperhatikan beberapa ciri fisik dan desain yang khas pada kedua jenis pesawat tersebut. Berikut adalah beberapa perbedaan utama: 1. Bentuk Hidung Pesawat 2. Desain Kokpit 3. Bentuk Sayap 4. Suara dan Kinerja Mesin 5. Struktur Badan Pesawat 6. Sistem Avionik dan Pengendalian 7. Nama dan Model Pesawat Contoh Spesifik: Dengan memperhatikan ciri-ciri ini, Anda dapat lebih mudah mengenali apakah sebuah pesawat adalah Boeing atau Airbus.(MR) *Diolah dari berbagai sumber

Sejarah Awal Mula Berdirinya Pesawat Boeing

Boeing adalah salah satu perusahaan penerbangan terbesar dan paling berpengaruh di dunia. Sejarahnya yang kaya dimulai lebih dari seabad yang lalu, ketika teknologi penerbangan masih dalam tahap embrio. Berikut adalah kisah awal mula Boeing: Awal Mula Boeing didirikan oleh William Edward Boeing, seorang pengusaha kayu dan antusias penerbangan, pada 15 Juli 1916. William Boeing lahir pada 1 Oktober 1881, di Detroit, Michigan. Setelah mengenyam pendidikan di Yale University, ia pindah ke Seattle, Washington, di mana ia terlibat dalam industri kayu. Ketertarikannya pada penerbangan dimulai setelah ia melihat pesawat terbang di pameran penerbangan. Pesawat Pertama: B&W Seaplane Pada tahun 1915, William Boeing bertemu dengan Conrad Westervelt, seorang insinyur angkatan laut, dan bersama-sama mereka mulai mengembangkan pesawat pertama mereka. Proyek ini menghasilkan B&W Seaplane, pesawat laut pertama yang dirancang oleh Boeing. Pada Juni 1916, pesawat ini berhasil melakukan penerbangan perdananya, menandai dimulainya era baru dalam sejarah penerbangan. Boeing Airplane Company Pada tanggal 15 Juli 1916, Boeing secara resmi mendirikan perusahaan dengan nama “Pacific Aero Products Co.” yang kemudian diubah menjadi “Boeing Airplane Company” pada tahun 1917. Perubahan nama ini menandai fokus perusahaan pada pembuatan pesawat terbang. Perang Dunia I Ketika Amerika Serikat memasuki Perang Dunia I pada tahun 1917, Boeing mendapat kontrak besar pertamanya untuk memproduksi pesawat pelatih bagi Angkatan Laut Amerika Serikat, yaitu pesawat Model C. Ini merupakan terobosan besar yang memperkokoh posisi Boeing dalam industri penerbangan. Perkembangan Pasca Perang Dunia I Setelah Perang Dunia I, Boeing menghadapi tantangan besar karena penurunan permintaan pesawat militer. Untuk mengatasi situasi ini, Boeing mulai memproduksi berbagai produk lain seperti perabot rumah tangga dan perahu motor. Namun, fokus utama tetap pada penerbangan. Pada tahun 1920-an, Boeing mengembangkan pesawat komersial pertama mereka, termasuk Model 40, yang digunakan oleh United States Postal Service untuk pengiriman surat udara. Konsolidasi dan Ekspansi Pada dekade 1920-an dan 1930-an, Boeing terus berkembang dengan mengakuisisi perusahaan penerbangan lain dan memperluas lini produknya. Boeing menjadi bagian dari United Aircraft and Transport Corporation, konglomerat besar yang menggabungkan beberapa perusahaan penerbangan dan transportasi. Pada tahun 1934, sebagai bagian dari tindakan antitrust oleh pemerintah AS, konglomerat ini dibubarkan, dan Boeing kembali menjadi entitas independen. Meskipun ini merupakan tantangan besar, Boeing terus berinovasi dan menciptakan beberapa pesawat yang sangat sukses. Boeing 247 dan Era Penerbangan Komersial Salah satu pesawat penting yang diproduksi oleh Boeing pada era ini adalah Boeing 247, yang dianggap sebagai pesawat komersial modern pertama. Diperkenalkan pada tahun 1933, Boeing 247 merupakan pesawat twin-engine yang menawarkan kecepatan, efisiensi bahan bakar, dan kenyamanan yang lebih baik dibandingkan dengan pesawat sebelumnya. Keberhasilan pesawat ini menempatkan Boeing sebagai pemimpin dalam industri penerbangan komersial. Penutup Sejak awal mula yang sederhana dengan William Boeing dan pesawat laut B&W, Boeing telah berkembang menjadi raksasa industri penerbangan yang kita kenal hari ini. Inovasi, ketekunan, dan kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan pasar telah menjadi kunci kesuksesan Boeing selama lebih dari satu abad. Dengan warisan yang kaya ini, Boeing terus berinovasi dan memimpin dalam pengembangan teknologi penerbangan global. Sejarah Boeing menunjukkan bagaimana visi dan semangat inovatif dapat mengubah industri. Dari pesawat laut sederhana hingga menjadi salah satu produsen pesawat terbang terbesar di dunia, Boeing telah memainkan peran penting dalam sejarah penerbangan. Masa depan Boeing yang terus berinovasi menjanjikan banyak hal baru bagi dunia penerbangan.(MR) *Diolah dari berbagai sumber

Inovasi dalam Angkutan Massal Perkotaan

Inovasi dalam angkutan massal perkotaan menjadi kunci untuk mengatasi tantangan mobilitas di kota-kota besar. Nah apa saja inovasi yang telah diterapkan dan ada yang sedang dikembangkan dalam sistem angkutan massal perkotaan : Integrasi dan Interkoneksi Antarmoda Kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Medan sedang menyusun kajian sistem transportasi publik perkotaan. Tujuannya adalah mengintegrasikan berbagai moda transportasi (seperti kereta api, bus, dan MRT) agar saling terhubung dan memudahkan perpindahan antarmoda. Contoh implementasi dari Interkoneksi antarmoda : ketika menaiki kereta api dari Banten menuju Jakarta, lalu langsung terkonek ke TransJakarta atau MRT untuk mencapai tujuan di dalam Kota Jakarta. Modal Share Transportasi Publik Ketersediaan layanan transportasi publik di kota-kota besar di Indonesia masih terbatas. Modal share transportasi publik di wilayah Jakarta hanya sekitar 20%, sementara jumlah kendaraan pribadi terus bertambah. Diperlukan upaya untuk meningkatkan modal share transportasi publik agar lebih banyak orang beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan massal. Program Pengembangan Angkutan Umum Massal Berbasis Jalan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat menciptakan terobosan inovatif dengan skema “Buy The Service”. Program ini bertujuan untuk mengembangkan angkutan umum massal berbasis jalan di wilayah perkotaan. Smart Mobility dan Smart City Konsep Smart City dan Smart Mobility menjadi penting untuk mengoptimalkan penggunaan angkutan massal. Dengan pendekatan pintar, terintegrasi, dan berkelanjutan, kita dapat mengurangi kemacetan dan polusi udara di perkotaan. Dengan menggabungkan inovasi-inovasi ini, kita dapat menciptakan sistem angkutan massal yang ramah lingkungan, efisien, dan nyaman bagi masyarakat perkotaan. Semoga langkah-langkah ini membantu mengatasi tantangan mobilitas di kota-kota besar di Indonesia khususnya juga di Banda Aceh ya RakanModa.

Yuk Kenalan dengan Seaplane

Seaplane, atau pesawat amfibi, adalah jenis pesawat yang dapat lepas landas dan mendarat di atas air. Dengan keunikan ini, seaplane memainkan peran penting dalam transportasi udara, terutama di wilayah yang memiliki banyak perairan seperti danau, sungai, dan pantai. Artikel ini akan mengajak Anda untuk lebih mengenal seaplane, mulai dari sejarah, fungsi, hingga jenis-jenisnya. Sejarah Seaplane Sejarah seaplane dimulai pada awal abad ke-20. Pada tahun 1910, Henri Fabre, seorang insinyur asal Prancis, berhasil melakukan penerbangan pertama dengan pesawat amfibi buatannya yang dinamai “Hydravion”. Keberhasilan ini membuka jalan bagi pengembangan pesawat amfibi di masa depan. Sejak itu, seaplane terus dikembangkan dan digunakan dalam berbagai tujuan. Pada masa Perang Dunia I dan II, seaplane digunakan secara luas oleh militer untuk patroli maritim, penyelamatan, dan misi pengintaian. Salah satu seaplane terkenal dari periode ini adalah PBY Catalina, yang berperan penting dalam operasi penyelamatan dan pengawasan selama Perang Dunia II . Fungsi Seaplane Seaplane memiliki berbagai fungsi yang menjadikannya sangat berguna, terutama di daerah terpencil atau yang sulit dijangkau oleh transportasi darat dan udara konvensional. Beberapa fungsi utama seaplane antara lain: Jenis-jenis Seaplane Terdapat dua jenis utama seaplane, yaitu floatplane dan flying boat. Seaplane adalah inovasi penting dalam dunia penerbangan yang menawarkan fleksibilitas dan aksesibilitas luar biasa, terutama di wilayah yang banyak perairan. Dengan sejarah panjang dan berbagai fungsinya, seaplane terus menjadi alat transportasi vital di banyak bagian dunia. Keunikan dan kemampuan khususnya membuat seaplane tetap relevan dan sangat berguna dalam berbagai situasi, dari transportasi hingga misi penyelamatan.(MR) *Diolah dari berbagai sumber

Tips Agar Baterai Kendaraan Listrik Tetap Awet

Kendaraan listrik (EV) semakin populer sebagai alternatif ramah lingkungan bagi kendaraan berbahan bakar fosil. Namun, salah satu kekhawatiran utama pemilik EV adalah usia pakai baterai. Berikut adalah beberapa tips untuk memperpanjang umur baterai kendaraan listrik Anda: Dengan mengikuti tips di atas, Anda dapat memperpanjang umur baterai kendaraan listrik Anda dan menjaga performanya tetap optimal. Perawatan yang tepat tidak hanya menghemat biaya penggantian baterai, tetapi juga berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan.(MR) *Diolah dari berbagai sumber

Notice to Airmen (NOTAM) Sangat Membantu dalam Operasional Penerbangan

Notice to Airmen, atau lebih dikenal dengan singkatan NOTAM, adalah pemberitahuan yang berisi informasi penting mengenai kondisi atau perubahan terkait fasilitas, layanan, prosedur, atau bahaya yang relevan bagi operasional penerbangan. NOTAM sangat krusial bagi keselamatan penerbangan, karena memberikan informasi yang diperlukan kepada pilot dan personel penerbangan lainnya sebelum dan selama penerbangan. Sejarah dan Tujuan NOTAM pertama kali diperkenalkan pada tahun 1947 sebagai bagian dari upaya Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) untuk meningkatkan keselamatan penerbangan. Sebelum adanya sistem NOTAM, informasi penting sering kali tidak terdistribusi dengan baik, sehingga dapat menyebabkan risiko keamanan. Tujuan utama NOTAM adalah untuk memastikan bahwa semua informasi yang berkaitan dengan perubahan dalam kondisi penerbangan dapat disampaikan secara cepat dan efisien kepada mereka yang membutuhkannya. Jenis-jenis NOTAM NOTAM dibagi menjadi beberapa jenis, masing-masing dengan fokus dan kegunaan tertentu: NOTAM juga dapat diklasifikasikan berdasarkan urgensi dan sifat informasinya: Isi dan Format NOTAM Setiap NOTAM memiliki format standar yang mencakup beberapa elemen penting, antara lain: Peran dan Manfaat NOTAM NOTAM memainkan peran kunci dalam keselamatan dan efisiensi operasi penerbangan. Dengan memberikan informasi terbaru mengenai: Melalui NOTAM, pilot dan operator penerbangan dapat mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan untuk menghindari risiko dan memastikan penerbangan berjalan lancar dan aman. Dilansir dari Badan Kebijakan Transportasi Kemenhub RI, Notice to Airmen atau NOTAM merupakan pemberitahuan yang disebar melalui peralatan telekomunikasi yang berisi informasi mengenai penetapan, kondisi atau perubahan di setiap fasilitas aeronautika, pelayanan, prosedur atau kondisi berbahaya, berjangka waktu pendek dan bersifat penting untuk diketahui oleh personel operasi penerbangan. NOTAM di Indonesia diterbitkan melalui NOTAM Office Kementerian Perhubungan, yang dibuat dan diterbitkan untuk ruang udara Indonesia (Jakarta Flight Information Region/FIR dan Ujung Pandang FIR) yang didistribusikan dalam tiga seri yaitu NOTAM Seri A: untuk pendistribusian nasional dan internasional, NOTAM Seri B: untuk pendistribusian nasional dan internasional terbatas negara tetangga, NOTAM Seri C: untuk pendistribusian nasional. NOTAM adalah komponen vital dari sistem informasi penerbangan global yang memastikan bahwa semua pihak yang terlibat dalam operasi penerbangan memiliki akses ke informasi penting dan terbaru. Dengan memberikan pemberitahuan yang cepat dan efisien tentang kondisi yang dapat mempengaruhi keselamatan penerbangan, NOTAM membantu meminimalkan risiko dan mendukung operasional penerbangan yang aman dan efisien.(MR) *Diolah dari berbagai sumber