Dishub

Menhub Imbau Masyarakat Mudik Lebih Awal

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengimbau masyarakat agar bisa melakukan perjalanan mudik lebih awal sebelum puncak arus mudik 5-8 April 2024. Tujuannya untuk menghindari kepadatan pada saat puncak arus mudik. Hal ini disampaikan Menhub saat menghadiri Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Kesiapan Menghadapi Idul Fitri 1445H yang diselenggarakan oleh Kepolisian Republik Indonesia, di Hotel Bidakara, Jakarta, Senin (25/3). “Puncak mudik yang tadi disampaikan H-4, H-3 dan H-2. Di hari-hari itu akan tinggi sekali. Oleh karenanya kita menghimbau, sebagian masyarakat yang anak-anaknya sudah libur agar bisa mudik lebih awal,” ujar Menhub. Menhub juga mengingatkan agar masyarakat jangan menggunakan sepeda motor untuk mudik karena sangat berbahaya. Masyarakat dapat menggunakan angkutan umum atau memanfaatkan program mudik gratis yang disediakan Kementerian Perhubungan atau instansi lain. Kemudian Menhub memaparkan sejumlah hal yang harus mendapat perhatian dalam angkutan lebaran kali ini. “Sejumlah titik kami harapkan bisa menjadi perhatian Polri. Pertama adalah pasar tumpah yang kerap menjadi titik masalah arus mudik, khususnya daerah Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kedua adalah terkait pengaturan kapal di Pelabuhan Sulsel, Riau, Kaltim dan Jatim, khususnya Madura. Serta dari sisi udara, Bandara Soekarno Hatta dan Bandara Ngurah Rai Bali yang berpotensi lebih ramai dari biasanya agar bisa diberi perhatian lebih,” kata Menhub. Menyikapi potensi pergerakan yang tinggi, Menhub mengatakan Kemenhub telah menyiapkan Posko Terpadu Angkutan Lebaran yang akan diselenggarakan mulai dari tanggal 3 hingga 18 April 2024 di Ruang Mataram Kantor Pusat Kementerian Perhubungan. Menteri Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengimbau agar seluruh pemudik dan operator angkutan dapat memeriksa kelaikan kendaraan yang akan digunakan sebelum perjalanan. Pemudik juga diminta agar tidak berhenti untuk beristirahat di bahu jalan tol. Selain itu, penggunaan rest area diharapkan tidak lebih dari 30 menit agar dapat bergantian dengan pemudik berikutnya. “Pengemudi juga perlu mempersiapkan kesehatan dan kebugaran, memastikan bahan bakar kendaraan dan saldo e-toll cukup agar lalu lintas mudik berjalan lancar,” ucap Menko Muhadjir. Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menyampaikan, Polri akan menyelenggarakan Operasi Ketupat 2024 dalam rangka melayani dan menjaga program arus mudik dan arus balik Lebaran 2024. Operasi ketupat akan berjalan selama 13 hari, yakni dari tanggal 4-16 April 2024. Akan ada 155.165 personel yang terlibat dalam Operasi Ketupat, yakni sebanyak 1.150 personel dari Mabes Polri, 85.064 personel dari Polda, dan 68.969 personel dari instansi terkait. “Akan ada 5.784 pos yang nanti akan disiapkan utk memberikan pelayanan, baik itu yang ada di jalan tol, rest area, arteri, dan jalur-jalur di wilayah wisata. Kami juga akan mengevaluasi buffer zone, khususnya yang masuk wilayah penyeberangan ke arah Merak. Biasanya potensi terjadi kepadatan di sana saat masyarakat menunggu menyeberang,” jelas Kapolri. Sementara itu, Panglima Tentara Nasional Indonesia Jenderal TNI Agus Subiyanto menyampaikan TNI menyiapkan 67.955 personel TNI sebagai perbantuan kepada Kepolisian dalam menghadapi masa Lebaran. Fasilitas pendukung seperti hercules, helikopter, mobil derek dan ambulans perbantuan juga telah disiapkan apabila diperlukan. Terkait ketersediaan pangan, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menyampaikan bahwa ketersediaan bahan pokok dan pangan untuk masa Idul Fitri ini telah lebih dari cukup. Untuk itu, masyarakat diimbau untuk membeli secukupnya, tidak perlu panik dan membeli secara berlebihan. Turut menghadiri Wakil Menteri Agama Syaiful Rahmat, Kepala Bappenas Suharso Monoarfa, Ketua BMKG Prof. Dwikorita Kamawati, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Kusworo, dan Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati.(MR) Sumber: Kemenhub

Bagaimana Dunia Kita Tanpa Transportasi?

Nah RakanModa pernah kepikiran tidak bagaimana dunia kita tanpa transportasi ? tentu akan mengalami dampak yang signifikan. Berikut mimin rangkum beberapa implikasi apabila tidak ada transportasi di dunia. Hal ini bertujuan sebagai bahan refleksi kita semua akan pentingnya keberadaan transportasi. Pasokan barang terhambat  : Sehari tanpa transportasi akan mengganggu pengiriman barang penting, seperti pasokan medis. Hal ini dapat meningkatkan resiko situasi yang mengancam jiwa. Belum lagi pasokan barang-barang penting seperti minyak dan bahan pokok lain yang dapat mengakibatkan kenaikan harga-harga barang diluar kendali. Tenaga Kerja : Banyak orang yang bekerja pada sektor transportasi menjadi tidak dapat bekerja, banyak sektor yang akan kekurangan tenaga kerja. Tempat-tempat jauh tak dapat dikunjungi dan tempat wisata menjadi tak terjelajahi, menjadikan sektor ekonomi dan sosial terganggu. Akses terhadap Layanan: Masyarakat akan kesulitan mencapai toko, bank, dokter, dan layanan penting lainnya tanpa transportasi. Anak-anak yang sedang mengenyam pendidikan kesulitan ke tempat pendidikan. Akses terhadap berbagai kebutuhan menjadi sangat sulit apabila tanpa transportasi. Singkatnya, transportasi memainkan peran penting dalam kehidupan kita, begitu juga yang kita semua rasakan ketika Bus Transkoetaradja tak beroperasi selama beberapa bulan ini. Sendi-sendi kehidupan di Kota Banda Aceh khususnya terdampak. Membayangkan dunia tanpa transportasi sedih rasanya, karenanya mari hargai kehadiran tranportasi dengan terus mendukung Dinas Perhubungan untuk terus berinovasi melalui transportasi berkelanjutan dan berkeadilan ya Rakan. (AP)

Poltekpel Malahayati Terima Mahasiswa Ikatan Dinas, Lulus Jadi ASN Kemenhub

JANTHO – Politeknik Pelayaran Malahayati pada tahun ini kembali menerima mahasiswa baru jalur ikatan dinas, atau dikenal juga Pola Pembibitan (Polbit). Hal ini seperti yang diungkapkan, Unit Promosi sekaligus dosen Poltekpel Malahayati Aceh, Dedi Kurniawan, Aceh Besar, Selasa, 19 Maret 2024. “Nantinya, lulusan melalui skema Polbit ini akan menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Perhububan setelah menempuh pendidikan selama 3 tahun jenjang pendidikan Diploma III,” sebutnya. Dilanjutkannya, Politeknik negeri yang berada di bawah Kementerian Perhubungan ini jalur ikatan dinas akan dibuka sekitar April atau Mei tahun 2024. Untuk tahun ini,  terdapat kuota sebesar sebesar 132 orang untuk Program Studi Sistem Kelistrikan Kapal. Dedi mengharapkan kepada sekolah dari lulusan SMA/SMK/MA/Sederajat maupun orang tua dapat mempersiapkan siswa-siswi Aceh kita agar bisa mengikuti dan berkompetisi di tes tersebut nantinya.(MR) Update info terkait jalur ikatan dinas (pola pembibitan) dan jalur mandiri (non pola pembibitan) di Politeknik Pelayaran Malahayati Aceh melalui link di bawah ini: Follow Instagram ResmiInstagramTikTokYouTube Video Profil Poltekpel Malahayati Aceh Link Pendaftaran Jalur Ikatan Dinas /Pola Pembibitan (polbit) 2024: https://sipencatar.dephub.go.id/ Link Pendaftaran Jalur Non Ikatan Dinas (Jalur Mandiri/Pelaut):https://sipencatar.dephub.go.id/ Hotline Pendaftaran0812-6041-2129Unit Promosi0852-6004-4355 (Ir. Dedi Kurniawan, ST, MM/Dosen Prodi Sistem Kelistrikan Kapal)

Kemenhub Sediakan Puluhan Ribu Tiket Gratis Kapal Laut di 47 Ruas, Termasuk Rute Banda Aceh-Sabang

Dalam upaya mendukung program pemerintah untuk memberikan pelayanan transportasi laut yang aman, nyaman, tertib, lancar, dan terjangkau, Kementerian Perhubungan cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menyelenggarakan Program Mudik Gratis menggunakan kapal dari berbagai pelabuhan embarkasi/pemberangkatan di seluruh wilayah Indonesia. Tiket gratis penumpang kapal laut ini hasil koordinasi dengan PT. Pelni dan 3 operator swasta yakni PT. Dharma Indah, PT. Dharma Lautan Utaman, dan PT. Pelayaran Sakti Inti Makmur. Program ini melayani 47 ruas dengan jumlah keberangkatan arus mudik dan balik sebanyak 91 perjalanan. Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Capt. Antoni Arif Priadi menyatakan pogram ini bertujuan memberikan kesempatan kepada seluruh masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik pada masa libur lebaran tahun 2024 (1445 H). “Rencananya, program akan dilaksanakan mulai tanggal 25 Maret hingga 9 April 2024 untuk arus mudik dan tanggal 12 hingga 25 April 2024 untuk arus balik,” ujarnya. Untuk memenuhi syarat mendapatkan tiket gratis, penumpang dapat menghubungi operator kapal dan wajib membawa serta menunjukkan KTP (Kartu Tanda Penduduk), penumpang yang berangkat harus sesuai dengan KTP yang dimiliki. Dilarang keras membawa benda berbahaya dan minuman keras, serta program ini hanya berlaku untuk kategori kelas ekonomi. “Jumlah total kuota tiket gratis penumpang kapal laut pada masa angkutan lebaran tahun 2024 sebanyak 47.194,” ujar Capt. Antoni. Berikut daftar ruas yang memiliki kuota tiket gratis: **PT Dharma Indah**1. Selayar – Bulukumba2. Jampea – Selayar3. Kupang – Kalabahi4. Ambon – Namlea5. Tulehu – Amahai6. Tulehu – Banda7. Kendari – Raha8. Bau Bau – Raha9. Wanci – Pasar Wajo **PT Dharma Lautan Utama**1. Lembar – Surabaya2. Kumai – Semarang3. Balikpapan – Pare Pare4. Makassar – Surabaya5. Makassar – Bau Bau **PT Pelayaran Sakti Inti Makmur**1. Kalianget – Kanget2. Banda Aceh – Sabang3. Kupang – Rote **PT PELNI (Persero)**1. Sorong – Ambon2. Ambon – Makassar3. Ternate – Ambon4. Makassar – Bima5. Makassar – Labuan Bajo6. Batam – Belawan7. Sampit – Semarang8. Kumai – Surabaya9. Bitung – Ternate10. Bontang – Awerange11. Jakarta – Batam12. Jakarta – Makassar13. Balikpapan – Pare Pare14. Ambon – Sanana15. Namlea – Sanana16. Fakfak – Geser17. Fakfak – Banda18. Ternate – Sanana19. Ambon – Banda20. Ambon – Namlea21. Kijang – Kupang22. Kijang – Lewoleba23. Kijang – Maumere24. Kijang – Jakarta25. Kijang – Tarempa26. Kijang – Natuna27. Batam – Jakarta28. Balikpapan – Bau Bau29. Fakfak – Kaimana30. Manokwari – Sorong Dengan program ini, diharapkan perjalanan mudik masyarakat dapat terlaksana dengan lebih mudah dan terjangkau

Asal-Usul Istilah Mudik di Masyarakat Indonesia

Awal mula istilah “mudik” muncul di Indonesia dapat ditelusuri kembali ke zaman kolonial Belanda. Istilah ini berasal dari bahasa Jawa, yakni “mulih dhisik” yang secara harfiah berarti “pulang ke desa”. Pada awalnya, istilah ini digunakan untuk menggambarkan pergerakan penduduk yang bekerja di kota-kota besar kembali ke kampung halaman mereka pada saat liburan, terutama pada waktu-waktu tertentu seperti Lebaran atau Idul Fitri. Tradisi mudik ini berkembang pesat seiring dengan pertumbuhan perkotaan dan perubahan sosial ekonomi di Indonesia. Masyarakat yang bekerja di kota-kota besar sering kali memiliki akar di desa atau kampung halaman mereka. Oleh karena itu, mereka merasa penting untuk kembali ke kampung halaman saat momen-momen penting seperti perayaan hari raya atau acara keluarga lainnya. Selain sebagai momen untuk berkumpul dengan keluarga, mudik juga memiliki makna spiritual dan budaya yang dalam bagi masyarakat Indonesia. Mudik dianggap sebagai bentuk ibadah dan penghormatan kepada orang tua serta leluhur, serta sebagai kesempatan untuk menjaga silaturahmi dan tradisi kekeluargaan yang kuat. Perkembangan transportasi dan infrastruktur di Indonesia juga turut memengaruhi tradisi mudik. Dulu, perjalanan mudik sering dilakukan dengan menggunakan transportasi darat, seperti kereta api atau bus, yang seringkali memakan waktu dan melelahkan. Namun seiring dengan berkembangnya jaringan transportasi udara dan jalur tol, banyak orang sekarang memilih untuk mudik dengan pesawat atau mobil pribadi agar perjalanan lebih cepat dan nyaman. Secara keseluruhan, tradisi mudik telah menjadi bagian integral dari budaya Indonesia, mencerminkan hubungan erat antara masyarakat perkotaan dan pedesaan, serta nilai-nilai kekeluargaan dan keagamaan yang sangat dihargai.(MR) Sumber:

Pentingnya Melakukan Uji KIR Sebelum Mudik

Melakukan uji KIR (Kendaraan Bermotor yang Layak Jalan) sebelum melakukan mudik adalah langkah yang sangat penting dan perlu dilakukan oleh setiap pemilik kendaraan. Berikut adalah beberapa alasan mengapa uji KIR sebelum mudik sangat penting: Dengan memperhatikan pentingnya uji KIR sebelum melakukan mudik, pemilik kendaraan dapat memastikan bahwa perjalanan mereka aman, nyaman, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.(MR) Sumber:

Potensi Pergerakan Masyarakat Selama Lebaran 2024 Mencapai 193,6 juta Orang

Kementerian Perhubungan melalui Badan Kebijakan Transportasi bekerjasama dengan Badan Pusat Statistik, Kementerian Komunikasi dan Informatika, serta melibatkan para pakar dan akademisi di bidang transportasi telah mengadakan survei potensi pergerakan masyarakat selama Lebaran 2024 (Idul Fitri 1445 H). Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyampaikan hasil survei yang menunjukkan adanya tren peningkatan potensi pergerakan masyarakat. Berdasarkan hasil survei tersebut, pergerakan masyarakat secara nasional berpotensi mencapai 71,7% dari jumlah penduduk Indonesia atau sebanyak 193,6 juta orang. Angka tersebut meningkat dibanding potensi pergerakan masyarakat pada masa Lebaran 2023 yakni 123,8 juta orang. Hasil survei ini sendiri telah dilaporkan kepada Presiden Joko Widodo dan telah diinformasikan kepada pemangku kepentingan (stakeholder) terkait seperti kementerian/lembaga, pemerintah daerah, Korlantas Polri, BUMN dan swasta. “Melihat gambaran kondisi tersebut, kami melakukan langkah persiapan baik secara operasional maupun kebijakan dalam pengendalian, pengaturan transportasi, dan penanganan secara komprehensif bersama Instansi kementerian dan lembaga pada pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, serta pihak swasta,” papar Menhub di Jakarta, Selasa (12/3). Menhub menyampaikan pemerintah akan memberlakukan kebijakan yang efektif untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan pemudik yang mengakibatkan kepadatan di simpul dan di ruas jalan melalui pola perjalanan, pola transportasi, dan pola lalu lintas. “Pengaturan waktu mudik, penyelenggaraan diskon tarif transportasi massal untuk mudik lebih dini, mudik gratis, rekayasa lalu lintas, diskon tarif jalan tol, hingga pengaturan lalu lintas terutama pada daerah yang beresiko terjadi kepadatan luar biasa akan kami lakukan,” lanjut Menhub. Hasil survei menunjukkan daerah asal perjalanan terbanyak, yaitu Jawa Timur sebesar 16,2% (31,3 juta orang), disusul Jabodetabek sebesar 14,7% (28,43 juta orang), dan Jawa Tengah sebesar 13,5% (26,11 juta orang). Sementara itu, untuk daerah tujuan terbanyak, yaitu Jawa Tengah sebesar 31,8% (61,6 juta orang), Jawa Timur sebesar 19,4% (37,6 juta orang), dan Jawa Barat sebesar 16,6% (32,1 juta orang). Sedangkan minat masyarakat terhadap pemilihan penggunaan angkutan untuk mudik lebaran terbanyak adalah kereta api sebesar 20,3% (39,32 juta), bus 19,4% (37,51 juta), mobil pribadi 18,3% (35,42 juta), dan sepeda motor sebesar 16,07% (31,12 juta). Minat masyarakat tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain tidak adanya COVID-19, ekonomi keluarga, cuti bersama, liburan anak sekolah, peningkatan kualitas dan kuantitas sarana prasarana transportasi, serta kondisi cuaca. Perkiraan puncak hari mudik berdasarkan pilihan masyarakat adalah H-2 atau Senin, 8 April 2024 (dimulainya cuti bersama) dengan potensi pergerakan 26,6 juta orang (13,7%). Sedangkan perkiraan puncak hari balik adalah H+3 yakni Minggu, 14 April 2024 dengan potensi pergerakan 41 juta orang (21,2%). Setiap tahun Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kementerian Perhubungan selalu mengeluarkan survei potensi pergerakan masyarakat dalam masa angkutan lebaran. Survei ini terbukti akurat memberikan potensi pergerakan masyarakat yang melakukan mudik dimana pada tahun 2023 jumlahnya mencapai 123,8 juta orang atau 45,67 persen.(MR) Sumber: Kemenhub

Lima Hal Penting yang Harus Diketahui Sebelum Menaiki Kapal Penyeberangan

Menaiki kapal penyeberangan bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan dan menarik, tetapi juga membutuhkan perencanaan dan persiapan yang matang untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan. Berikut adalah lima hal penting yang harus diketahui sebelum Anda memutuskan untuk menaiki kapal penyeberangan: 1. Periksa Jadwal dan Rute Kapal: Sebelumnya, pastikan untuk memeriksa jadwal keberangkatan kapal dan rute yang akan diambil. Pastikan juga untuk mengonfirmasi waktu keberangkatan dan kedatangan kapal agar tidak ketinggalan atau terlambat. Ini juga membantu Anda untuk mempersiapkan segala sesuatu dengan lebih baik, termasuk transportasi menuju dan dari pelabuhan. 2. Persiapkan Dokumen Penting: Sama seperti perjalanan udara atau darat, pastikan untuk membawa dokumen penting seperti tiket kapal, identitas diri, dan dokumen perjalanan lainnya yang diperlukan. Pastikan bahwa dokumen-dokumen tersebut berada dalam keadaan yang baik dan masih berlaku. 3. Perhatikan Cuaca dan Kondisi Laut: Sebelum berangkat, perhatikan perkiraan cuaca dan kondisi laut di area yang akan dilalui kapal. Kondisi cuaca buruk atau gelombang laut yang tinggi bisa mempengaruhi kenyamanan perjalanan dan bahkan menyebabkan penundaan atau pembatalan keberangkatan. Selalu prioritaskan keselamatan Anda. 4. Siapkan Perlengkapan dan Obat-Obatan Tambahan: Pastikan untuk membawa perlengkapan yang diperlukan sesuai dengan jenis kapal dan rute yang akan diambil. Misalnya, bawa pakaian hangat jika Anda berencana menyeberang di perairan yang dingin, serta obat-obatan tambahan jika Anda rentan terhadap mabuk laut atau kondisi kesehatan lainnya. 5. Kenali Prosedur Keselamatan dan Peraturan Kapal: Sebelum keberangkatan, luangkan waktu untuk mengenal prosedur keselamatan kapal dan peraturan yang berlaku. Ini termasuk lokasi pelampung, titik kumpul, serta informasi tentang cara bertindak dalam situasi darurat. Mengenal prosedur ini akan membantu Anda untuk tetap tenang dan bertindak dengan cepat jika terjadi keadaan darurat.(MR) Sumber:

Menhub Pastikan Distribusi Logistik Berjalan Lancar Selama Ramadhan

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memastikan arus distribusi logistik selama bulan Ramadhan akan berjalan lancar. Hal ini disampaikan Menhub saat menghadiri Kegiatan Sosial Pasar Sembako Murah dalam Menyambut Ramadan 1445 Hijriah yang diselenggarakan kelompok Masyarakat Cinta Masjid Indonesia (MCMI), Sabtu (2/3). “Saya telah menginstruksikan jajaran Kemenhub untuk memastikan kelancaran distribusi logistik serta berkoordinasi dengan pihak terkait seperti kementerian/lembaga dan pemda agar bahan pokok, bahan penting dan barang lainnya dapat memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadhan,” ujar Menhub. Menhub juga mengapresiasi langkah kelompok masyarakat yang turut andil dalam pendistribusian pangan bagi rakyat secara umum. Menurut Menhub, gerakan-gerakan kelompok masyarakat yang turut membantu distribusi pangan sangat bermanfaat. Apalagi, Bulan Ramadhan juga menjadi momentum untuk saling berbagi. “Saya mengapresiasi apa yang dilakukan oleh MCMI ini. Saya menilai langkah ini menambah titik-titik distribusi pangan ke masyarakat. Saya pun beberapa kali dengan Bapak Presiden dan Kepala Badan Pangan mendistribusikan pangan ke seluruh Indonesia,” kata Menhub. Menhub menambahkan dengan adanya pasar sembako murah ini, masyarakat dapat membeli bahan-bahan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih rendah daripada harga di pasaran. Hal ini dapat menjaga daya beli masyarakat menjelang bulan puasa sekaligus membantu masyarakat yang sedang mengalami kesulitan ekonomi.(MR) Sumber: Kemenhub RI

Vessel Traffic Service Meningkatkan Keamanan Kapal di Lautan

Vessel Traffic Service adalah pelayanan lalu lintas kapal di wilayah yang ditetapkan yang saling terintegrasi dan dilaksanakan oleh pihak yang berwenang (Kementerian Perhubungan) serta dirancang untuk meningkatkan keselamatan kapal, efisiensi bernavigasi, dan menjaga lingkungan. Memiliki kemampuan untuk berinteraksi dan menanggapi situasi perkembangan lalu lintas kapal di wilayah VTS dengan menggunakan sarana perangkat radio dan elektronika pelayaran. Vessel Traffic Service (VTS) memiliki fungsi antara lain : VTS diakui secara internasional sebagai standar keamanan navigasi melalui konvensi internasional tentang keselamatan jiwa di Laut. Secara khusus, ketentuan dalam SOLAS Bab V (Keselamatan Navigasi) Peraturan nomor 12 memberikan pelayanan lalu lintas kapal dan negara, antara lain bahwa layanan lalu lintas kapal (VTS) berkontribusi untuk keselamatan hidup di laut, keamanan dan efisiensi navigasi dan perlindungan lingkungan laut, daerah pantai yang berdekatan, tempat kerja dan instalasi lepas pantai dari efek samping yang mungkin timbul dari lalu lintas maritim dan Pemerintah dapat membentuk VTS apabila menurut pihak pemerintah, volume lalu lintas atau tingkat risiko insiden membenarkan dan memungkinkan layanan VTS tersebut diluncurkan.(AP)