Dishub

Arsip Statis Dishub Aceh Diserahkan ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan

BANDA ACEH – Arsip merupakan suatu rekaman dari setiap kegiatan atau peristiwa yang terjadi baik dalam penyelenggaraan Negara, Pemerintah, swasta maupun masyarakat. Karena itulah, arsip memiliki nilai dan makna yang sangat penting dan mendasar bagi kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara. Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Faisal saat memberi sambutan dalam acara penyerahan arsip statis Dinas Perhubungan Aceh bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh, di ruang multimoda, Senin, 26 September 2022. Teuku Faisal juga menekankan tentang pentingnya pengelolaan kearsipan, khususnya di lembaga pemerintahan. Sesuai amanat Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan, sebutnya, bahwa arsip statis sebagai bukti pertanggungjawaban nasional bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. “Sehingga perlu dijamin keselamatan arsipnya, baik secara fisik maupun informasinya, agar tidak mengalami kerusakan ataupun hilang,” sebut Teuku Faisal. Pada kegiatan yang digelar bersama Disbudpar Aceh hari ini, Dinas Perhubungan Aceh menyerahkan sebanyak 30 box dan 299 folder arsip yang berasal dari Bidang Lalu Lintas Angkutan Jalan, Bidang Pelayaran, dan Bidang Penerbangan. “Masih banyak arsip penting dari bidang lainnya yang akan diserahkan pada kesempatan berikutnya ke Lembaga Kearsipan,” ujar Faisal. Di akhir sambutannya, Teuku Faisal berharap kerjasama kearsipan antar instansi di lingkungan Pemerintah Aceh terus terjalin dengan baik dan kegiatan seperti ini dapat berlanjut. Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh, Edi Yandra menyebutkan bahwa penyelamatan arsip dilakukan melalui penyerahan arsip statis oleh pencipta arsip, dalam hal ini Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA). “Oleh karena itu, lembaga kearsipan wajib melaksanakan akusisi tersbeut,” sebutnya. Edi Yandra menambahkan, penyerahan arsip statis merupakan proses akhir dari rangkaian keseluruhan proses akuisisi arsip statis dari pencipta arsip kepada lembaga kearsipan. Melalui pelaksanaan acara seremonial seperti ini, kata Edi Yandra, tidak hanya sekedar menjalankan kewajiban penyerahan arsip. “Namun diharapkan menjadi inspirasi bagi SKPA lainnya di lingkungan Pemerintah Aceh untuk menyerahkan arsip statis kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh (DPKA) sebagai lembaga kearsipan,” tuturnya. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala Disbudpar Aceh, Sekretaris Dinas Perhubungan Aceh, Sekretaris Disbudpar Aceh, Sekretaris DPKA, beserta seluruh penjabat fungsional arsiparis di lingkungan Pemerintah Aceh. (AM)

Mulai 3 Oktober, AirAsia Akan Mendarat di Bandara SIM

BANDA ACEH – Penerbangan Banda Aceh (BTJ) – Kuala Lumpur (KUL) dari Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) kembali beroperasi mulai 3 Oktober 2022 mendatang. Penerbangan tersebut akan dilayani oleh maskapai penerbangan Malaysia AirAsia (AK) sebanyak dua kali dalam seminggu. Informasi tersebut diperoleh melalui surat Head of Indonesia Affairs and Policy PT Indonesia AirAsia, Eddy Krismeidi Soemawilaga kepada Penjabat Gubernur Aceh, Achmad Marzuki perihal pembukaan kembali penerbangan internasional Banda Aceh (BTJ) – Kuala Lumpur (KUL) pada hari ini, Jumat, 23 September 2022. Melalui surat tersebut, Eddy Krismeidi menyebutkan, menanggapi surat Gubernur Aceh Nomor 553/13235, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan dan telah memperoleh persetujuan untuk melayani kembali penerbangan Banda Aceh (BTJ)-Kuala Lumpur (KUL) sebanyak dua kali seminggu. Eddy Krismeidi juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Aceh atas perhatian yang telah diberikan kepada AirAsia selama ini. Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Faisal menyebutkan bahwa kabar baik ini merupakan hasil dari kerja keras semua pihak, baik dari Pemerintah Aceh maupun doa masyarakat Aceh. “Alhamdulillah, Menteri Perhubungan telah menyetujui pembukaan kembali penerbangan internasional Banda Aceh-Kuala Lumpur dari Bandara SIM, ini berkat ikhtiar kita bersama,” ungkap Teuku Faisal. Kembali beroperasinya penerbangan internasional di Bandara SIM, lanjut Teuku Faisal, merupakan impian kita bersama masyarakat Aceh. “Ini bisa jadi momentum kebangkitan perekonomian masyarakat Aceh maupun UMKM lokal melalui kunjungan pariwisata,” ujarnya. Sebagai informasi, AirAsia akan melayani penerbangan BTJ – KUL dua kali dalam seminggu dengan jadwal (waktu setempat) sebagai berikut; Senin, KUL-BTJ: 10.20-10.50 dan BTJ-KUL: 11.15-13.45, serta Kamis, KUL-BTJ: 08.05-08.35 dan BTJ-KUL: 09.00-11.35. (AM/MS) https://www.youtube.com/watch?v=YXyELjaRZbk&t=2s&ab_channel=DishubAceh

Bus Trans Koetaradja Bawa Peserta Fordasi Keliling Banda Aceh

BANDA ACEH – Peserta Forum Desentralisasi Asimetris Indonesia (Fordasi) mengikuti kegiatan City Tour di Kota Banda Aceh menggunakan bus Trans Koetaradja, Kamis, 22 September 2022. Bus Trans Koetaradja juga membawa para peserta ke sejumlah destinasi pariwisata di Kota Banda Aceh, seperti Museum Aceh, Museum Tsunami, Museum PLTD Apung, dan Mesjid Raya Baiturrahman. Selama city tour, peserta juga mendengar penjelasan dari pemandu wisata tentang sejarah dan wisata Aceh. Fordasi merupakan forum kolaborasi yang terdiri dari lima provinsi di Indonesia, yaitu Aceh, DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Papua, dan Papua Barat. Rapat koordinasi Fordasi diselenggarakan setiap tahun, di mana Provinsi Aceh menjadi tuan rumah pada tahun 2022 ini. (AM)

Sektor Transportasi Tumbuh 21,27 Persen di Kuartal Kedua

BANDA ACEH – Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa sektor transportasi telah berhasil tumbuh 21,27 persen di kuartal kedua tahun 2022, dan memberi sumbangan positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,44 persen. Pencapaian ini harus kita syukuri. Di tengah tantangan (pandemi Covid-19), sektor transportasi masih memberi kontribusi yang berarti bagi Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Faisal saat membacakan sambutan Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Budi Karya Sumadi, dalam upacara peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) di Provinsi Aceh yang digelar di Depo UPTD Angkutan Massal Trans Kutaraja, Banda Aceh, Sabtu, 17 September 2022. Di tengah pencapaian yang baik ini, kata Teuku Faisal, harus diakui pula bahwa masih banyak hal yang harus dibenahi. Di mana banyak pembangunan yang harus dituntaskan untuk meningkatkan konektivitas di seluruh nusantara. “Peringatan Harhubnas merupakan momentum yang tepat bagi Insan Perhubungan untuk terus memperbaiki kinerja pada sektor transportasi,” ungkapnya. Tantangan-tantangan ini, tambahnya, tidak akan bisa dihadapi tanpa kolaborasi dan sinergi bersama seluruh pemangku kepentingan di sektor transportasi. “Oleh karena itulah, hari perhubungan tahun ini mengambil tema “Bangkit Maju Bersama”. Kita tidak akan bisa cepat bangkit jika kita tidak bersama, tidak Bersatu,” ujarnya. Di samping itu, Teuku Faisal menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh Insan Transportasi di manapun berada. Yang bertugas di kota, di desa, di perbatasan dan di pulau-pulau terpencil. Yang telah mengabdi demi menjaga konektivitas di seluruh penjuru negeri. Teuku Faisal juga mengajak seluruh peserta upacara maupun tamu undangan untuk mengenang jasa para pendahulu yang telah gugur dalam memajukan transportasi Indonesia. “Mari kita kenang mereka semua sebagai pahlawan transportasi,” tuturnya. Hari Perhubungan Nasional 2022 atau Harbubnas diperingati setiap tanggal 17 September. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengangkat tema “Bangkit Maju Bersama”. Tema ini diharapkan menjadi spirit kebangkitan jasa transportasi setelah dua tahun menghadapi pandemi COVID-19. Upacara Harhubnas tersebut dihadiri seluruh Aparatur Sipili Negara (ASN) Dinas Perhubungan Aceh. Turut dihadiri pula oleh Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Kepolisian Daerah (Polda) Aceh para Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten/Kota se-Aceh, dan para mitra kerja perhubungan Aceh. Dinas Perhubungan Aceh juga menyerahkan hadiah kepada para mitra kerja perhubungan terbaik dan pemenang lomba yang menjadi rangkaian kegiatan memperingati Harhubnas 2022 di Aceh. Di antaranya, penilaian standar pelayanan minimal (SPM) AKDP terbaik, lomba menulis transportasi Aceh, serta pengelolaan media sosial terbaik pada Dinas Perhubungan Kabupaten/Kota se-Aceh. (AM)

ASN Dishub Aceh dan Mitra Kerja Donasikan 144 Kantong Darah

BANDA ACEH – ASN Dinas Perhubungan Aceh bersama mitra kerja di sektor perhubungan Aceh berhasil donasikan 144 kantong darah dalam kegiatan donor darah rutin Pemerintah Aceh yang digelar di Depo UPTD Angkutan Massal Trans Kutaraja, Rabu, 14 September 2022. Aksi kemanusiaan ini juga menjadi rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) Tahun 2022 yang jatuh pada tanggal 17 September mendatang. Sekretaris Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Rizki Fadhil saat meninjau dan ikut mendonasikan darahnya pada kegiatan ini menyebutkan bahwa antusias pegawai Dishub Aceh untuk berkontribusi dalam aksi ini sangat luar biasa. “Alhamdulillah, para ASN cukup antusias, buktinya hari ini ramai sekali yang hadir agar bisa ikut menyumbang darahnya, kita sangat mengapresiasi kebaikan niat mereka,” kata Teuku Rizki. Teuku Rizki juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh mitra kerja perhubungan Aceh yang telah ikut berpartisipasi dalam kegiatan donor darah hari ini. Di antaranya, PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Banda Aceh, Perum Damri Banda Aceh, Basarnas Banda Aceh, PT Jasa Raharja Aceh, dan Dinas Perhubungan Kota Banda Aceh. (AM)

Trans Meudiwana Lahirkan Legacy Baru Kemajuan Pariwisata Aceh

BANDA ACEH – Aceh sangat kaya akan nilai-nilai sejarah, dan ini menjadi tugas kita semua untuk terus menjaga dan mempromosikan kekayaan peninggalan sejarah itu kepada masyarakat luas. Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh, Almuniza Kamal saat memberi sambutan dalam Launching Trans Meudiwana di Museum Aceh, Minggu, 11 September 2022. Program Trans Meudiwana ini, kata Almuniza, merupakan hasil kerjasama dan kolaborasi Disbudpar Aceh dengan Dinas Perhubungan Aceh untuk melahirkan legacy baru untuk kemajuan kepariwisataan Aceh. “Untuk memajukan pariwisata Aceh, Disbudpar tidak bisa melakukannya sendiri, butuh kolaborasi dan kerjasama dengan seluruh pihak, termasuk sektor perhubungan,” kata Almuniza. Kehadiran layanan angkutan umum di lokasi wisata, tambah Almuniza, tentu akan menghadirkan kenyamanan bagi wisatawan, baik nusantara maupun mancanegara. Almuniza juga menyampaikan apresiasi kepada Dishub Aceh, UPTD Angkutan Massal Trans Kutaraja, serta para pelaku pariwisata atas dukungan dan atensinya terhadap pariwisata Aceh. Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Faisal menyampaikan bahwa kehadiran Trans Meudiwana bisa menjadi solusi bagi masyarakat di tengah tingginya inflasi dan kenaikan harga BBM. “Ini salah satu solusi dan inovasi hasil kolaborasi Dishub Aceh dan Disbudpar Aceh agar masyarakat tetap bisa beraktivitas dan berwisata sehingga tidak terlalu berat beban yang dirasakan oleh masyarakat dengan meningkatnya inflasi dan tingginya harga BBM,” ungkap Teuku Faisal. Teuku Faisal juga mengisahkan bahwa inovasi ini lahir dari keresahannya, di mana sarana dan SDM Trans Koetaradja yang cukup baik namun belum termanfaatkan dengan maksimal. “Jadi kita berpikir inovasi apa yang bisa dilakukan untuk mendukung seluruh sektor, akhirnya kita cetus inovasi yang bisa mendukung pariwisata Banda Aceh dan Aceh Besar,” ujarnya. Teuku Faisal berharap kolaborasi ini menjadi sebuah model kolaborasi baru untuk menjadikan pariwisata Aceh semakin baik ke depannya. Turut hadir dalam launching Trans Meudiwana ini Ketua Majelis Adat Aceh (MAA), Kadishub Kota Banda Aceh, Kadis Pariwisata Banda Aceh, Kadisparpora Aceh Besar, Dirut PT Harapan Indah Transport, GM Perum Damri Banda Aceh, serta para pelaku pariwisata di Banda Aceh dan Aceh Besar. Sebagai informasi, Trans Meudiwana mempunyai makna Trans Berwisata yang diambil dari bahasa Aceh kuno. Program yang berlangsung setiap hari Minggu ini tidak berbayar, atau sama dengan pelayanan Trans Koetaradja reguler. Dishub Aceh mengerahkan 6 unit bus untuk melayani 2 rute Trans Meudiwana di wilayah Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar. Rute 1 (MRB – Pelabuhan Ulee Lheue) dilayani oleh 2 unit bus, dan beroperasi mulai pukul 08.00 WIB hingga 18.22 WIB. Sedangkan rute 2 (MRB – Pantai Lampuuk) dilayani oleh 4 unit bus, dan beroperasi mulai pukul 09.00 WIB hingga 18.57 WIB. (AM) Berita Menarik Lainnya: Dishub Aceh Bersama Disbudpar Aceh Uji Coba Trans Wisata Dishub Aceh Perluas Layanan Trans Koetaradja dengan 4 Rute Baru Buy The Service (BTS), Upaya Menggalakkan Angkutan Massal Perkotaan

Pelajar Pelopor Jadi Ujung Tombak Keselamatan Berlalu Lintas

BANDA ACEH – Indonesia butuh generasi muda untuk membawa perubahan yang semakin baik bagi negara ini, terkhusus pada perkembangan transportasi. Ide keratif dan inovatif yang ada pada generasi mendatang merupakan senjata yang sangat penting dalam mewujudkan transportasi yang yang andal dan berdaya saing. Hal ini  seperti yang disampaikan  Kepala Dinas Perhubungan Aceh, T. Faisal dalam sambutannya, saat acara pembekalan Peserta Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan Jalan Tingkat Nasional Tahun 2022 di Ruang Pertemuan “Multimoda”, Sabtu, 10 September 2022, bahwa pelajar pelopor ini merupakan ujung tombak generasi dalam mewujudkan kesadaran pada generasi bangsa akan keselamatan berlalu lintas. “Dipundak adik-adik saat ini membawa nama provinsi aceh. Besar harapan kami kepada adik-adik untuk memberikan yang terbaik dalam agenda nasional ini, sehingga di tingkat nasional aceh dipandang menjadi cerminan generasi milenal yang peduli keselamatan LLAJ,” ujar T. Faisal. Pemilihan pelajar pelopor keselamatan LLAJ tingkat Provinsi Aceh tahun 2022 telah diselenggarakan pada bulan juli yang lalu diikuti sebanyak 23 orang peserta yang berasal dari kabupaten/kota se- aceh. Dari hasil kegiatan terpilihlah 3 (tiga) peserta terbaik akan mewakili provinsi aceh dalam agenda pemilihan pelajar pelopor keselamatan LLAJ tingkat nasional yang mengusung tema “Indonesia future transport”. “Saya berharap kegiatan ini menjadi acuan bagi para peserta pelajar pelopor keselamatan lalu lintas agar dapat memberikan tauladan bagi rekan-rekan di sekolahnya sehingga akan mampu meciptakan suatu kondisi lalu lintas yang aman, tertib dan nyaman di lingkungannya,” pungkasnya. Dalam acara ini juga turut hadir mendampingi, Sekdishub Aceh, Kabid. LLAJ, dan Kabid. Pelayaran. Sebagai informasi, kegiatan Pemilihan Pelajar Pelopor Tingkat Nasional ini akan dilaksanakan di Jakarta, pada 12 – 14 September 2022, yang dikuti oleh perwakilan dari Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Riau, Jambi, Lampung, D.I. Yogyakarta, Jawa Tengah, JAwa Timur, Bali, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Banten, dan Jakarta. (MS) Berita Menarik Lainnya:  23 Pelajar SMA Se-Aceh Ikuti Pemilihan Pelajar Pelopor 2022 Organda Aceh Akan Sesuaikan Tarif Angkutan Dalops Dishub Aceh Lakukan Penertiban Lalin Saat Upacara HUT RI

Bank Aceh Serahkan Bantuan CSR untuk Pelabuhan Ulee Lheue

BANDA ACEH – Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Faisal terima bantuan CSR (Corporate Social Responsibility) Bank Aceh berupa 25 unit kursi ruang tunggu penumpang untuk Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue di Banda Aceh, Kamis, 8 September 2022. Bantuan CSR ini diserahkan langsung oleh Direktur Utama Bank Aceh, Haizir Sulaiman saat berkunjung ke Pelabuhan Ulee Lheue. Pada kesempatan tersebut, Teuku Faisal yang didampingi pejabat struktural Dishub Aceh menyampaikan bahwa ini bukan kali pertama Bank Aceh menyalurkan bantuan pada sarana transportasi yang bersentuhan langsung dengan pelayanan publik. “Untuk itu, kami berterima kasih atas bantuan CSR dari Bank Aceh,” ungkap Faisal. Bantuan CSR pada sektor pelayanan publik, menurut Teuku Faisal, tepat sasaran karena akan digunakan setiap saat oleh masyarakat. Ia mencontohkan, saat musim liburan maupun angkutan lebaran, penumpang yang menggunakan angkutan penyeberangan membludak luar biasa, khususnya saat ini di mana pandemi mulai mereda. Kondisi tersebut, tambah Teuku Faisal, menyebabkan sebagian pengguna jasa tidak terlayani oleh fasilitas pelabuhan, termasuk ruang tunggu yang tidak memadai lagi sehingga Dishub Aceh melakukan pembenahan. “Bantuan seperti ini insyaallah benar-benar berdampak langsung bagi masyarakat pengguna jasa pelabuhan,” ujar Teuku Faisal. Teuku Faisal juga berbicara terkait potensi pengembangan pelabuhan penyeberangan, baik Ulee Lheue maupun Balohan. “Pelabuhan saat ini konsepnya seperti rest area, jadi saat pelayanan pelabuhan tutup, orang tetap bisa memasuki pelabuhan untuk sekedar menikamti pemandangan atau menikmati kuliner yang berjualan di area pelabuhan,” ujarnya. Oleh karena itu, Teuku Faisal mendorong pihak swasta, termasuk Bank Aceh untuk masuk dan berinvestasi di berbagai sarana transportasi agar aset Pemerintah Aceh terberdayakan dengan baik. “Dishub Aceh siap bila ada hal-hal yang dapat kita kerjasamakan dengan Bank Aceh untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dan kunjungan pariwisata melalui fasilitas perhubungan,” ungkap Teuku Faisal. Sementara itu, Dirut Bank Aceh, Haizir Sulaiman menyebutkan bahwa bantuan CSR ini merupakan wujud kepedulian Bank Aceh terhadap masyarakat Aceh, khususnya di sektor transportasi. “Kami bangga dan senang bisa membantu memudahkan masyarakat yang menggunakan jasa pelabuhan,” ungkap Haizair. Haizir menambahkan bahwa peningkatan pelayanan pada sektor transportasi perlu digalakkan bersama-sama agar masyarakat betah dan nyaman saat berada di sarana transportasi. Melalui pelayanan yang baik, kata Haizir, akan melahirkan efek domino bagi perekonomian masyarakat dan pertumbuhan kunjungan pariwisata. Bank Aceh juga terus berupaya menghadirkan kemudahan bagi masyarakat Aceh sebagai bentuk kehadiran bank daerah ini bagi masyarakat, termasuk di sektor pariwisata. Upaya-upaya ini, kata Haizir, untuk memberi kenyamanan bagi wisatawan yang berkunjung ke Aceh sehingga diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Aceh. (AM)

14 ASN Dishub Aceh Terima SK Kenaikan Pangkat

BANDA ACEH – Sebanyak 14 Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Perhubungan (Dishub) Aceh bersama 1120 ASN Pemerintah Aceh lainnya pagi ini menerima penyerahan SK Kenaikan Pangkat dan Pensiun dari Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Taqwallah di Kantor Gubernur Aceh, Kamis, 8 September 2022. Raut penuh kebahagian terpancar jelas wajah mereka. Sebab, kenaikan pangkat ini merupakan penghargaan atas prestasi kerja dan pengabdian yang diberikan oleh negara bagi ASN yang telah mengabdi. Perasaan itu pula yang dirasakan oleh Teuku Fajar Hakim, salah satu ASN Dishub Aceh yang menerima SK Kenaikan Pangkat pagi ini. Fajar yang menjabat sebagai pejabat pengelola informasi dan dokumentasi (PPID) pada Dishub Aceh sangat bersyukur atas penghargaan kenaikan pangkat yang ia peroleh. “Alhamdulillah, semoga ini menjadi pendorong dan penyemangat bagi saya pribadi dan rekan-rekan Dishub Aceh yang menerima SK kenaikan pangkat untuk terus meningkatkan kinerja dan pengabdian pada pelayanan transportasi Aceh,” ucapnya penuh syukur. Di tengah kegembiraan kenaikan pangkat, salah satu ASN Dishub Aceh, Marzuki mengakhiri masa tugasnya pada Dishub Aceh. Ia selama ini bertugas sebagai Koordinator Terminal Tipe B Bireuen. Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Faisal beserta seluruh Keluarga Besar Dishub Aceh mengucapkan terima kasih dan apresiasi mendalam atas kerja nyatanya selama ini bagi bangsa dan negara. Usai penyerahan SK Kenaikan Pangkat, Marzuki yang akan purna tugas juga menerima cidera mata yang diserahkan oleh Sekdishub, Teuku Rizki Fadhil di Ruang Multimoda sebagai penghargaan atas pengabdiannya selama ini. (AM)

Dishub Aceh Perluas Layanan Trans Koetaradja dengan 4 Rute Baru

ACEH BESAR – Tingginya permintaan masyarakat Kota Banda Aceh dan Aceh Besar akan pelayanan Trans Koetaradja untuk menjangkau wilayah layanan yang lebih luas, menjadi perhatian khusus Pemerintah Aceh. Oleh karenanya, guna menjawab kebutuhan transportasi masyarakat, Dinas Perhubungan Aceh melalui UPTD Angkutan Massal Trans Kutaraja memperluas layanannya dengan membuka 4 (empat) rute baru sehingga kebutuhan mobilitas masyarakat terpenuhi. Rute pengumpan (feeder) baru yang dilalui Bus Trans Koetaradja sejak 1 September 2022 lalu, yaitu Ulee Lheue – Simpang Rima, Simpang Rima – Simpang 3 PU, Simpang Rima – Lampuuk dan Pusat Kota – Lambaro via Lueng Bata. Bus ini beroperasional dari pukul 06.30 WIB hingga pukul 20.00 WIB setiap harinya. Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Faisal mengatakan bahwa dengan diluncurkannya rute baru ini, masyarakat di wilayah layanan dapat memanfaatkan Trans Koetaradja untuk berbagai kebutuhan mobilisasi, seperti kebutuhan perdagangan, bisnis, pendidikan maupun aktivitas sosial kemasyarakatan dan keagamaan. Rute baru ini juga diharapkan dapat menunjang aktifitas wisata karena terhubung dengan kawasan wisata pantai Lampuuk di Aceh Besar serta dengan mudah dapat terkoneksi dengan rute-rute utama lainnya. “Penumpang yang ingin berpindah rute, dapat turun pada halte transit, dan selanjutnya melanjutkan perjalanannya ke rute yg dituju” ungkap Faisal. Sementara itu Kepala UPTD Angkutan Mssal Trans Kutaraja, M. Hanung Kuncoro mengatakan bahwa pihaknya akan terus melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap ketepatan waktu, kebersihan dan pelayanan angkutan masal perkotaan milik masyarakat Aceh ini. Ia berharap masyarakat dapat menikmati pelayanan rute baru ini dan bersama-sama menjaga kebersihan serta menerapkan protokol kesehatan dalam bertransportasi.(QQ) Berita Menarik Lainnya: Wisata Ceuraceu Eumbon, Berdayakan Masyarakat Gampong GISA Percepat Penanganan Stunting dan Imunisasi di Aceh E-Kiosk Mudahkan Retribusi Masuk Terminal Tipe B Abdya Simak Video Menarik: https://www.youtube.com/watch?v=OZdraDRPcAU