Dishub

Dini Hari, 392 Jemaah Haji Aceh Kloter Pertama Tiba di Bandara SIM

JANTHO – Sebanyak 392 jemaah haji asal Aceh yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) pertama telah tiba di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) Aceh Besar, pada Rabu, 5 Juli 2023, dini hari. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Azhari kepada awak media menyebutkan, dari 393 jemaah yang direncanakan berangkat sudah tiba di Aceh, namun ada 1 jemaah yang gagal berangkat karena kehilangan pasport di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah. “Namun sudah diurus SPLPnya (Surat Perjalanan Laksana Paspor), dan akan dipulangkan pada kloter ketiga,” ungkapnya saat menyambut kepulangan jemaah haji debarkasi Aceh di Bandara SIM. Para jemaah haji yang berasal dari Banda Aceh, Aceh Besar, dan Pidie Jaya ini terbang menggunakan pesawat Garuda Indonesia (GA 2201) dengan tipe Boeing 777-300 ER. Saat ini proses penyelenggaraan ibadah haji tahun 1444 Hijriah telah memasuki fase pemulangan para jemaah gelombang pertama ke Indonesia. Berdasar informasi dari Kementerian Agama RI, proses pemulangan jemaah haji gelombang pertama melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah akan berlangsung dari tanggal 4 hingga 18 Juli 2023.(AM)

ASN Dishub Aceh Dibekali Manajemen Risiko Kegiatan oleh Kepala BPKP Aceh

BANDA ACEH – Setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh lembaga pemerintah tentu tidak terlepas dari potensi risiko yang bisa saja terjadi. Oleh sebab itu, risiko kegiatan perlu dikelola dengan baik agar tidak berpengaruh terhadap tujuan yang ingin dicapai oleh lembaga pemerintah. “Pada prinsipnya risiko itu harus di-manage, tapi bagaimana kita menggali supaya bisa mengasses (menilai) risiko dengan baik sehingga ditemukan resep untuk me-manage risiko, itulah yang kiranya menjadi penting,” ungkap Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Faisal saat membuka Sosialisasi Manajemen Risiko Kegiatan pada Dinas Perhubungan Aceh di Aula Multimoda, Selasa, 4 Juli 2023. “Kita tahu bahwa istilah manajemen risiko sudah lama kita kenal di korporasi, ya. Namun seiring dengan dinamika perubahan zaman dan teknologi, sekarang di sektor pemerintahan juga sudah menerapkan manajemen resiko, atau manajemen resiko di sektor publik,” sebut Teuku Faisal. Kegiatan sharing session yang berlangsung cukup interaktif ini menghadirkan Kepala Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Aceh, Supriyadi sebagai narasumber yang berkompeten di bidang pengawasan kinerja lembaga pemerintahan. Supriyadi menjelaskan bahwa perkembangan serta dinamika dunia saat ini mengalami perubahan yang semakin kompleks, sehingga melahirkan banyak hambatan atau risiko. Pelaksanaan manajemen risiko pada lembaga pemerintahan, menurut Supriyadi, sangat diperlukan untuk meminimalisir hambatan-hambatan yang dihadapi demi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih (Good Governance and Clean Government). Supriyadi juga menjelaskan ada beberapa cara melakukan manajemen risiko kegiatan yang dihadapi di Dinas Perhubungan Aceh. Salah satunya, melakukan kontrol pada situasi di mana risiko yang dinilai tinggi dapat diarahkan pada kondisi risiko rendah sehingga risiko yang bisa saja muncul di kemudian hari dapat dikendalikan. Di samping itu, pria kelahiran Sleman ini menyampaikan bahwa saat ini manajemen risiko menjadi agenda yang wajib dilaksanakan oleh sebuah lembaga pemerintah. Ia menyebutkan sejumlah peraturan maupun perundang-undangan yang menjadi dasar hukum pelaksanaan manajemen risiko, seperti UU No 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara, UU No 30 tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintah, Peraturan Presiden (Perpres) No 39 tahun 2023 tentang Manajemen Risiko Pembangunan Nasional (MRPN), Pergub Aceh No 2 tahun 2021 tentang Pedoman Pengelolaan Risiko Pemerintah Aceh, dan lainnya. Sosialisasi manajemen risiko digelar sebagai upaya Dinas Perhubungan Aceh menjawab berbagai tantangan, salah satunya bagaimana mengelola atau memitigasi risiko yang timbul agar dampak negatif dalam mencapai tujuan pelayanan transportasi publik di Aceh dapat diminimalisir. Selain itu, guna memberi pemahaman yang benar bagi ASN Dishub Aceh mengenai manajemen risiko agar terciptanya good governance. Acara ini diikuti oleh seluruh pejabat struktural, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), pembantu PPTK, bendahara, serta para staf teknis di lingkungan Dinas Perhubungan Aceh.(AM)

14.742 Orang Menyeberang Lintasan Banda Aceh – Sabang Selama Libur Idul Adha 2023

BANDA ACEH – Sebanyak 14.742 orang menggunakan jasa angkutan penyeberangan di lintasan Banda Aceh – Sabang sejak tanggal 28 Juni hingga 2 Juli 2023, atau mulai hari pertama cuti bersama lebaran Idul Adha 1444 H. Dari jumlah tersebut, tercatat sebanyak 7.681 orang menyeberang ke Sabang selama periode yang sama. Angka tersebut berdasar data manifes penyeberangan orang yang tercatat di Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue hingga hari ini, Minggu, 2 Juli 2023. Mayoritas pengguna jasa merupakan wisatawan yang hendak berlibur ke pulau paling barat Indonesia itu selama masa liburan Idul Adha 1444 H. Kepala Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue, Ismayadi menyebutkan bahwa lonjakan wisatawan mulai terjadi sejak hari pertama lebaran meski kapal hanya beroperasi 1 kali (trip pelayaran), baik kapal ferry roro maupun kapal cepat. “Hari pertama didominasi wisatawan dari luar Aceh, namun sejak hari kedua lebaran wisatawan lokal juga sudah mulai ramai yang menyeberang ke Sabang,” ungkap Ismayadi. Selain lonjakan penumpang, menurut data yang diperoleh, jumlah kendaraan yang diangkut ke Sabang juga mengalami peningkatan cukup drastis. Kendaraan roda 4 tercatat sebanyak 489 unit, sedangkan roda 2 mencapai 1.470 unit. Tingginya animo masyarakat untuk berwisata ke Sabang, tambah Ismayadi, terlihat juga dari penambahan trip penyeberangan sejak Sabtu (1/7) kemarin hingga hari ini (2/7). “Hari Sabtu dan Minggu ada 5 trip penyeberangan dari dan ke Sabang,” sebutnya.(AM)

Kadishub Aceh Tinjau Pelayanan Terminal Tapaktuan

TAPAKTUAN – Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Faisal melanjutkan kunjungan kerjanya ke Terminal Tipe B Tapaktuan, Aceh Selatan guna meninjau operasional pelayanan pengguna jasa serta kondisi terminal saat ini, pada Jumat, 23 Juni 2023 kemarin. Terminal Tipe B Tapaktuan mulai dikelola oleh Dinas Perhubungan Aceh pada tahun 2023, setelah dilakukan pengalihan dari Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan kepada Pemerintah Aceh pada 22 Desember 2022 yang lalu. Pada kesempatan tersebut, Teuku Faisal memberi sejumlah arahan kepada para petugas terminal mengenai pelayanan pengguna jasa pada sarana transportasi. Ia juga menjelaskan mengenai program strategis Dishub Aceh yang akan merubah konsep terminal menjadi lebih modern, serta ramah dan aman bagi pengguna jasa, khususnya bagi perempuan dan anak-anak. Selain itu, Teuku Faisal mengingatkan petugas supaya tidak melakukan pungutan liar (pungli) di terminal. “Jangan sampai ada pungli di terminal,” tegasnya dengan serius. Di samping memberi arahan, ia juga mendengar permasalahan maupun kendala yang dihadapi personil terminal saat bertugas. Berdasarkan hasil peninjauan, fasilitas Terminal Tipe B Tapaktuan saat ini perlu dilakukan perbaikan berat agar standar pelayanan minimal (SPM) bagi pengguna jasa terpenuhi. Pada hari yang sama, Kadishub Aceh melanjutkan kunjungan kerjanya ke Pelabuhan Penyeberangan Labuhan Haji, Aceh Selatan. Di pelabuhan ini, Teuku Faisal meninjau kondisi pelabuhan, dan ingin memastikan pelayanan bagi penumpang kapal penyeberangan dari dan ke Pulau Simeulue berjalan baik.(AM)

Tingkatkan Pelayanan, Dishub Aceh Rehabilitasi Terminal Tipe B Aceh Jaya

BANDA ACEH – Rehabilitasi Terminal Tipe B Aceh Jaya merupakan salah satu kegiatan strategis Dinas Perhubungan Aceh dalam rangka meningkatkan pelayanan angkutan umum antar kota dalam provinsi (AKDP) di wilayah barat Aceh. Hal itu diungkap oleh Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Faisal saat melakukan kunjungan kerja dalam rangka monitoring dan evaluasi (monev) pekerjaan rehabilitasi Terminal Tipe B Aceh Jaya, Kamis, 22 Juni 2023. Teuku Faisal meminta kepada rekanan supaya benar-benar memperhatikan kualitas pekerjaan, di samping tetap memastikan progres pembangunan bisa berjalan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. “Kita juga mengingatkan konsultan pengawas agar mengawasi pekerjaan dengan serius, pastikan kualitas pekerjaannya juga baik,” sebut Teuku Faisal di hadapan rekanan dan konsultan pengawas yang hadir di lokasi. Selain melakukan monev pada kegiatan strategis, Teuku Faisal juga meninjau kegiatan operasional Terminal Tipe B Aceh Jaya. Meski sedang ada pekerjaan, ia menginstruksikan supaya pelayanan terhadap pengguna jasa terminal tetap berjalan optimal. Selanjutnya, Kadishub Aceh meninjau Pelabuhan Penyeberangan Kuala Bubon, Aceh Barat. Ia ingin memastikan operasional pelabuhan tetap berjalan dengan baik, serta mendengar masukan dari petugas mengenai upaya-upaya peningkatan pelayanan pelabuhan.(AM)

Pj Gubernur Aceh Lepas Keberangkatan Kloter Pertama Calon Jemaah Haji

BANDA ACEH – Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Faisal hadiri acara pelepasan keberangkatan 393 calon jemaah haji embarkasi Aceh kelompok terbang (kloter) pertama di Asrama Haji Embarkasi Aceh, Banda Aceh, Selasa malam, 23 Mei 2023. Acara pelepasan keberangkatan para tamu Allah tersebut turut dihadiri oleh Penjabat Gubernur Aceh, Achmad Marzuki, Inspektur Jenderal Kementerian Agama RI, Faisal Ali Hasyim mewakili Menteri Agama RI, serta sejumlah pejabat daerah lainnya. Achmad Marzuki, dalam sambutannya menyampaikan bahwa penyelenggaraan ibadah haji tahun ini merupakan sesuatu yang patut disyukuri karena pada dua tahun yang lalu keberangkatan ibadah haji mengalami penundaan serta pembatasan akibat pandemi Covid-19. Achmad Marzuki melanjutkan, selain menunaikan rukun islam yang kelima, calon jemaah haji diharapkan bisa membawa nama baik Aceh dan bangsa Indonesia. Ia juga mengimbau para jemaah untuk selalu mentaati berbagai peraturan yang ada, dan khidmat dalam melaksanakan ibadah sehingga bisa melaksanakan berbagai rangkaian ibadah haji dengan sempurna. Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Irjen Kementerian Agama RI, Faisal Ali juga berpesan kepada calon jemaah haji agar selalu memperhatikan aspek kesehatan, mulai dari keberangkatan, saat pelaksanaan ibadah haji, hingga pulang kembali ke tanah air. “Kondisi cuaca di Arab Saudi berbeda dengan Indonesia, disana cuacanya jauh lebih panas, maka seluruh jemaah harus bisa menyesuaikan diri,” pesannya saat menyampaikan sambutan Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas, sekaligus melepas keberangkatan calon jemaah haji embarkasi Aceh kloter pertama. Faisal Ali juga mendoakan para calon jemaah haji asal Aceh agar senantiasa berada dalam keadaan sehat serta dapat menunaikan ibadah haji dengan baik selama di tanah suci. “Semoga mendapatkan predikat haji mabrur, dan kembali ke tanah air dengan selamat,” ungkapnya. Rombongan jemaah haji kloter pertama yang berasal dari Banda Aceh, Aceh Besar, dan Pidie Jaya ini akan berangkat pada Rabu pagi (24/5) pukul 07.45 WIB dari Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) menuju Bandara Internasional Mohammad Bin Abdulaziz, Madinah menggunakan pesawat udara Boeing 777-300 ER dengan nomor registrasi PK-GII milik Garuda Indonesia. Tahun ini, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Aceh akan memberangkatkan sebanyak 4.343 orang ke tanah suci. Penerbangan para tamu Allah dimulai pada tanggal 24 Mei hingga 4 Juni 2023 mendatang yang terdiri dari 12 kloter, 11 kloter penuh dan 1 kloter gabungan dengan Embarkasi Medan.(AM)

Bandara SIM Siap Berangkatkan 4.343 Calon Jemaah Haji

ACEH BESAR – Guna memastikan penerbangan calon jemaah haji (CJH) Embarkasi Aceh berjalan lancar, Kepala Dinas Perhubungan Aceh Teuku Faisal meninjau kesiapan Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, Aceh Besar, Selasa, 23 Mei 2023. Tinjauan ini dilakukan dengan mengecek kesiapan fasilitas bandara, standard operating procedure (SOP) penanganan jemaah, bagasi, penerangan malam hari dan hal-hal lain yang perlu mendapatkan perhatian. Faisal mengatakan, Bandara SIM telah ditetapkan sebagai salah satu dari 14 bandara sebagai embarkasi haji tahun 2023. Terhitung sejak 24 Mei hingga 4 Juni 2023 mendatang, Embarkasi Aceh melalui Bandara SIM akan memberangkatkan sebanyak 4.343 orang ke tanah suci dari 12 kelompok terbang (kloter). Faisal menyampaikan bahwa hasil amatannya di lapangan, semua persiapan di bandara telah dilakukan dengan baik dan cermat. Mulai dari simulasi keberangkatan jamaah dari asrama haji ke bandara dengan 12 unit bus, penanganan bagasi, hingga skenario apabila kondisi hujan dan malam hari. “Alhamdulillah persiapan sudah dilaksanakan, semoga semua berjalan lancar sesuai rencana” tambah Faisal. Saat peninjauan dilaksanakan, pesawat B777 -300 ER milik maskapai Garuda Indonesia terlihat telah tiba di Bandara SIM untuk menerbangkan Kloter 1 ke tanah suci. Guna memastikan kelaikan terbang, pesawat secara reguler akan dilakukan ramp check oleh Tim Direktorat Jenderal Perhubungan Udara yang khusus didatangkan dari Jakarta. Usai mengecek kesiapan, Faisal bersama Direktur Human Capital PT. Gapura Angkasa, Rini Indrawati, General Manajer Garuda Indonesia Cabang Banda Aceh, Nano Setiawan, dan Manajer Operasional Angkasa Pura II Bandara SIM, Surkani mendiskusikan berbagai hal untuk meningkatkan pelayanan Bandara SIM sebagai embarkasi haji, hub of umroh, penerbangan internasional, ekspor-impor dengan menggunakan pesawat berbadan lebar (wide body). Beberapa fasilitas perlu dilengkapi dan didukung oleh PT. Angkasa pura dan PT. Gapura Angkasa agar pergerakan pesawat melalui bandara SIM bisa lebih maksimal.(AM)

Kadishub Aceh Raih Penghargaan Upakarti Anindya Tinarbuka 2023

KAMPAR – Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Faisal menerima penghargaan Upakarti Anindya Tinarbuka dari Komisi Informasi Pusat yang diserahkan oleh Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD, Kabupaten Kampar, Riau, pada Rabu, 17 Mei 2023. Penghargaan ini diberikan pada acara puncak peringatan Hari Keterbukaan Informasi Nasional (HAKIN). Teuku Faisal terpilih menjadi Kepala Dinas terbaik keempat dalam penerapan keterbukaan informasi publik kategori Kepala Satuan Kerja Daerah (SKPD) se-Indonesia. Kadishub Aceh juga menjadi satu-satunya Kepala SKPA yang lulus seleksi mewakili Provinsi Aceh dalam uji kepatutan Tinarbuka di tingkat nasional. Menko Polhukam, Mahfud MD dalam sambutannya menyebutkan, HAKIN merupakan momen penting dalam menghargai nilai-nilai demokrasi dan transparansi di dalam tata kelola pemerintahan. “Acara ini memberi kesempatan bagi kita untuk merefleksikan pentingnya keterbukaan informasi dan menghargai setiap upaya yang telah dilakukan dalam memberikan akses informasi bagi masyarakat,” sebutnya. Lebih lanjut, Mahfud menjelaskan bahwa Anugerah Tinarbuka tahun 2023 diberikan berdasar penilaian atas pemahaman tentang keterbukaan informasi dan kebijakan informasi pada lembaga badan publik. “Kepada penerima Anugerah Tinarbuka saya ucapkan selamat, saya meyakini capaian ini akan terus berkontribusi dalam peningkatan keterbukaan dan pelayanan informasi di lembaga masing-masing,” tutur Mahfud. Sementara itu, Kadishub Aceh Teuku Faisal turut bersyukur atas penganugerahan keterbukaan informasi bagi Dishub Aceh. “Alhamdulillah, puji syukur atas kehadirat Allah SWT, ternyata apa yang kita lakukan selama ini mendapat perhatian dari Pemerintah Pusat, khususnya Komisi Informasi Pusat dengan memberikan anugerah keterbukaan informasi,” ucapnya. Teuku Faisal menekankan, penerapan keterbukaan informasi di Dishub Aceh akan terus ditingkatkan guna menyediakan akses informasi yang terbaik bagi masyarakat. “Tentu saja apa yang kita lakukan ini akan terus kita tingkatkan, kita lanjutkan, dan kita sempurnakan ke depannya,” sebutnya. Momentum ini, tambahnya, menjadi cambuk pelecut motivasi bagi Dishub Aceh untuk lebih meningkatkan peran dalam publikasi dan keterbukaan informasi. Penganugerahan Tinarbuka kali ini telah melalui serangkaian proses penilaian, mulai dari seleksi di tingkat provinsi, lalu berlanjut ke uji kepatutan di tingkat nasional. Selanjutnya, tim penguji melakukan visitasi ke badan publik yang dinyatakan lulus untuk menilai kesesuaian antara presentasi dengan penerapan di lapangan. Peringatan Hari Keterbukaan Informasi Nasional (HAKIN) diselenggarakan dalam rangka memperingati lahirnya Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP).(AM)

Dishub Aceh Raih Penghargaan SKPA Aktif Gunakan Aplikasi Srikandi

BANDA ACEH – Dinas Perhubungan Aceh raih penghargaan sebagai Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) yang aktif dalam mengimplementasikan aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (Srikandi) dari Gubernur Aceh. Penghargaan ini diserahkan oleh Asisten III Sekretariat Daerah (Setda) Aceh, Iskandar kepada Kepala Dinas Perhubungan Aceh yang diwakili oleh Sekretaris Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Rizki Fadhil di halaman kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh, Rabu, 17 Mei 2023. Dalam sambutannya, Iskandar menyebutkan bahwa launching Aplikasi SRIKANDI hari ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Aceh menuju Aceh Digital. Tentu dalam perjalanannya selalu membutuhkan kreatifitas dan inovasi tanpa henti. Iskandar juga berharap seluruh Kepala SKPA dan Biro di lingkungan Pemerintah Aceh, serta Pemerintah Kabupaten/Kota di Aceh bisa menerapkan aplikasi Srikandi di tahun 2023 ini sebagai bentuk peningkatan pelayanan bagi publik. “Semoga kita dapat meningkatkan pelayanan prima kepada masyarakat Aceh,” ujarnya. Sementara itu, Sekdishub Aceh, Teuku Rizki menjelaskan bahwa Dinas Perhubungan Aceh sangat berkomitmen dalam mengadopsi teknologi informasi sebagai alat yang mempermudah akses dan pengelolaan arsip. “Dishub Aceh sudah mulai menggunakan aplikasi Srikandi sejak 1 Maret 2023 yang lalu,” ungkapnya. Meski mengalami sejumlah kendala di awal penerapannya, sambung Teuku Rizki, Dishub Aceh tetap berkoordinasi dengan Tim teknis dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh. Sehingga saat ini 26 pejabat di Dishub Aceh telah memiliki Sertifikat Elektornik (SE) dan telah dapat melakukan proses persuratan dinas dengan aplikasi. Aplikasi Srikandi merupakan wujud implementasi dari Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang diluncurkan Pemerintah sebagai aplikasi umum bidang kearsipan dalam upaya meningkatkan kinerja, produktivitas, dan efektivitas untuk mempermudah pekerjaan serta bermanfaat dalam mewujudkan pengelolaan arsip yang baik dan profesional. Tahun 2024 merupakan batas waktu bagi seluruh instansi pemerintahan, baik pusat maupun daerah, wajib menggunakan aplikasi Srikandi. Dinas Perhubungan Aceh merupakan salah satu dari 6 SKPA yang telah menggunakan aplikasi Srikandi secara live. Sebagai informasi, pada 46 SKPA dan 10 Biro di lingkungan Pemerintah Aceh memiliki 6.661 akun admin, user, dan pengadministrasian surat, serta 543 telah terbit tanda tangan elektronik.(HM)

Garuda Indonesia Layani Penerbangan Umrah Mulai 3 Agustus, Terbang 3 Sampai 4 Kali dalam Sebulan

BANDA ACEH – Maskapai penerbangan Garuda Indonesia akan kembali melayani penerbangan umrah dari Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) mulai 3 Agustus 2023 mendatang. Rencananya, penerbangan ke tanah suci tersebut akan berlangsung sebanyak 3 sampai 4 kali dalam sebulan. Hal tersebut disampaikan oleh General Manager Garuda Indonesia Cabang Banda Aceh, Nano Setiawan saat bertemu dengan Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Faisal di Kantor Dinas Perhubungan Aceh, pada Senin, 15 Mei 2023. Nano Setiawan menyebutkan bahwa penerbangan umrah dengan Garuda Indonesia nantinya akan menggunakan pesawat Boeing 777-300 dengan kapasitas penumpang mencapai 393 orang, terdiri atas 26 seat bisnis, dan 367 seat ekonomi. “Kita sudah mendapatkan izin slot dari otoritas penerbangan Arab Saudi. Harapannya jemaah Aceh mulai bulan Agustus 2023 dapat terbang dengan pesawat terbesar Garuda Indonesia yang lebih nyaman dan aman” ungkap Nano Setiawan. Di samping itu, secara operasional, penerbangan dari Bandara SIM ke Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah cukup singkat, sekitar 7 jam 40 menit, sehingga sangat membantu jemaah yang lanjut usia. “Selama ini kita melihat sebagian masyarakat Aceh terbang melalui Medan, Kuala Lumpur, bahkan Jakarta, itu kan penerbangan yang cukup melelahkan dan membutuhkan biaya ekstra,” ujarnya. Garuda Indonesia, menurut Nano Setiawan, merupakan maskapai penerbangan yang cukup dekat dengan masyarakat Aceh secara emosional. Oleh sebab itu, pihaknya mengupayakan jemaah umrah asal Aceh yang cukup banyak potensinya supaya bisa terbang langsung ke tanah suci dari Bandara SIM. Ke depan, dirinya berharap Bandara SIM bisa menjadi hub untuk penerbangan umrah dari Indonesia. “Penerbangan umrah dari daerah lain, nanti apakah sifatnya technical landing atau komersil, bisa angkut penumpang dari Banda Aceh menuju tanah suci,” harap Nano Setiawan. Sementara itu, Kadishub Aceh Teuku Faisal menyampaikan bahwa Pemerintah Aceh mendukung sepenuhnya upaya maskapai penerbangan termasuk Garuda Indonesia untuk menyelenggarakan penerbangan umrah dari Bandara SIM. Teuku Faisal menyebutkan, penyelenggaraan penerbangan umrah langsung ke tanah suci melalui Bandara SIM juga mendapat perhatian serius dari Pj Gubernur Aceh. “Ini sesuai dengan harapan beliau supaya Bandara SIM bisa memanfaatkan potensi jemaah umrah asal Aceh dengan baik,” ungkapnya. Terkait upaya menjadikan Bandara SIM sebagai hub untuk penerbangan umrah, Teuku Faisal menjelaskan bahwa Pemerintah Aceh sangat mendukung. “Kita berharap Bandara SIM bisa segera menjadi hub untuk penerbangan umrah dari Indonesia dan ini butuh dukungan dari semua pihak, khususnya agen perjalanan umrah” ujarnya. Sebagai informasi, sejak penerbangan umrah ke Arab Saudi dibuka kembali pasca Covid-19, Bandara SIM sudah melayani keberangkatan 5.371 jemaah asal Aceh, mulai November tahun 2022 lalu hingga pertengahan Mei tahun ini. “Selama ini, ada 16 flight yang sudah beroperasi, baik ke Madinah maupun Jeddah, dan alhamdulillah tidak ada kendala apapun dalam pelayanan jemaah umrah di Bandara SIM,” sebut Teuku Faisal.(AM)