Dishub

Kontrak Berakhir, Layanan Trans Koetaradja Berhenti Beroperasi Sementara

BANDA ACEH – Angkutan massal Trans Koetaradja telah menjadi tulang punggung bagi masyarakat Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar dalam menjalankan aktivitas mereka sehari-hari. Akan tetapi, layanan ini berhenti sementara waktu karena berakhirnya kontrak kerja penyedia layanan Trans Koetaradja pada tanggal 31 Desember 2024 yang lalu. Layanan angkutan perkotaan ini akan segera beroperasi kembali setelah dimulainya kontrak kerja tahun anggaran 2025. Kepala Dinas Perhubungan Aceh Teuku Faisal menyebutkan bahwa sejak tahun 2016 bus Trans Koetaradja beroperasi melayani masyarakat Aceh tanpa dikenakan biaya dengan dukungan Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA). “Harapannya, selain mengurangi kemacetan, layanan ini dapat meringankan biaya transportasi yang dikeluarkan oleh masyarakat dalam mobilitas mereka sehari-hari,” sebutnyanya. Selama tidak beroperasi, Dishub Aceh akan melakukan pengecekan teknis terhadap 59 unit armada bus Trans Koetaradja untuk memastikan bus dalam kondisi laik jalan dan siap beroperasi untuk melayani masyarakat. Teuku Faisal menambahkan, Pemerintah Aceh melalui Dinas Perhubungan Aceh terus berupaya agar Trans Koetaradja bisa segera beroperasi melayani masyarakat, sehingga kebutuhan masyarakat akan transportasi umum bisa terlayani secara optimal. “Dishub Aceh berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan dan berupaya agar Trans Koetaradja dapat segera beroperasi melayani masyarakat,” pungkas Teuku Faisal. Selama tahun 2024, tercatat sebanyak 956.084 orang menggunakan Trans Koetaradja dari sepuluh rute yang dilayani. Koridor 1 rute Mesjid Raya Baiturrahman – Darussalam masih mendominasi dengan jumlah penumpang sebanyak 401.056 orang. Lalu diikuti oleh koridor 2A rute Mesjid Raya Baiturrahman – Blang Bintang (via Lambaro) dengan jumlah penumpang sebanyak 163.895 orang. Bus Trans Koetaradja juga turut berkontribusi dalam sejumlah event yang dilaksanakan di Ibukota Provinsi Aceh selama tahun 2024, baik daerah maupun nasional termasuk dukungan untuk kelancaran transportasi pada event PON XXI Aceh-Sumut tahun 2024.(AB)

Pj Gubernur Aceh Apresiasi Kebersihan Fasilitas Pelabuhan Ulee Lheue

BANDA ACEH – Penjabat Gubernur (PJ) Aceh Safrizal ZA melakukan kunjungan ke Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue dalam rangka meninjau pelayanan transportasi bagi masyarakat dan wisatawan selama libur Natal dan Tahun Baru 2025, Kamis, 2 Januari 2025. Safrizal ingin memastikan pelayanan bagi pengguna jasa angkutan penyeberangan menuju Sabang itu berjalan dengan lancar, serta fasilitasnya dalam kondisi yang baik. Pj Gubernur Aceh juga memantau langsung kondisi sejumlah fasilitas di Pelabuhan Ulee Lheue seperti ruang tunggu, lobi, hingga toilet. Menurutnya, fasilitas pelabuhan sudah sangat baik dan juga bersih untuk memberikan pelayanan yang optimal bagi wisatawan. “Saya menilai fasilitas di Pelabuhan Ulee Lheue Sangat baik dan kebersihannya juga terjaga. Semoga tren positif ini terus berlanjut,” ujarnya. Selain itu, Safrizal berharap agar pelayanan kepada pengguna jasa terus ditingkatkan baik di periode libur maupun hari biasa. Di samping meninjau fasilitas, Safrizal juga berinteraksi dengan pelaku UMKM yang berjualan di lingkungan Pelabuhan Ulee Lheue. Ia menyempatkan diri untuk membeli sejumlah souvenir berupa peci dan syal bermotif kerawang Gayo di salah satu booth UMKM. Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perhubungan Aceh Teuku Faisal memastikan bahwa petugas di pelabuhan selalu bersiaga untuk menjamin kelancaran proses penyeberangan menuju Pelabuhan Balohan Sabang. “Pelayanan bagi pengguna jasa selalu menjadi prioritas kita, baik di masa peak season seperti ini maupun hari normal,” ungkap Teuku Faisal saat mendampingi kunjungan Pj Gubernur Aceh pagi tadi.(AP/AB)

Pelepasan Penerbangan Terakhir Tahun 2024: Bandara SIM Apresiasi Penumpang

JANTHO – Kepala Dinas Perhubungan Aceh yang diwakili Sekretaris Dinas Teuku Rizki Fadhil menghadiri seremoni pelepasan penerbangan terakhir dari Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) Aceh Besar di tahun 2024, Selasa, 31 Desember 2024. Kegiatan yang digalang oleh Manajemen PT Angkasa Pura Indonesia Bandara SIM tersebut turut dihadiri oleh sejumlah stakeholder yang tergabung dalam komunitas Bandara SIM. Teuku Rizki bersama Manajemen PT Angkasa Pura Indonesia Bandara SIM dan para stakeholder bandara menyerahkan sejumlah bingkisan kepada 10 penumpang terakhir yang berangkat dengan pesawat Air Asia (AK420) menuju Kuala Lumpur Malaysia. Kegiatan seremoni ini rutin dilakukan setiap tahunnya oleh pihak bandara sebagai ungkapan terima kasih dan rasa syukur atas capaian yang telah diraih. Selain itu, hal ini juga sebagai bentuk apresiasi atas kepercayaan dan dukungan dari sejumlah pihak termasuk pengguna jasa penerbangan di Bandara SIM.(AB)

Event Report PON XXI-Aceh

Buku PON 2024_compressed

Dishub Aceh Kerahkan 40 Personel Amankan Lalu Lintas Peringatan Tsunami

BANDA ACEH -Dinas Perhubungan Aceh  mengerahkan 40 personel Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ )untuk kelancaran pengaturan lalu lintas dalam rangka memperingati 20 Tahun Tsunami yang berlangsung di Mesjid Raya Baiturrahman, Kamis, 26 Desember 2024. Kepala Dinas Perhubungan Aceh melalui Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Deddy Lesmana mengatakan, sebanyak 40 personel tersebut akan bertugas pada titik-titik yang sudah ditentukan. “Sebanyak 40 personel kita akan tersebar di setiap traffic light, persimpangan dan bundaran seputaran Mesjid Raya Baiturrahman. Juga, ditambah dukungan dari personel polantas,” kata Deddy. Deddy menambahkan, personel ini berfokus menjaga kelancaran arus lalu lintas selama peringatan Tsunami dan penyalaan sirene berlangsung. “Pengaturan lalu lintas berjalan dengan lancar dan terkendali, masyarakat juga terlihat khidmat dalam memperingati 20 Tahun Bencana Tsunami ini,” tutup Deddy.(AP)

20 Tahun Tsunami Aceh: Kisah Delisa dan Semangat Kebangkitan

Dua puluh tahun telah berlalu sejak gelombang dahsyat tsunami menyapu pesisir Aceh, meninggalkan luka mendalam bagi ribuan jiwa. Namun, di balik tragedi itu, tersimpan kisah-kisah inspiratif tentang ketangguhan dan harapan, salah satunya adalah kisah Delisa Fitri Rahmadani. Pada 26 Desember 2004, Delisa, seorang gadis kecil berusia tujuh tahun, tengah bermain di pantai bersama keluarganya. Hari itu, gempa bumi mengguncang, disusul dengan gelombang tsunami yang memorak-porandakan segalanya. Dalam kekacauan, Delisa terpisah dari keluarganya dan hanyut terbawa arus. Ia ditemukan dua hari kemudian, delapan kilometer dari rumahnya, dalam kondisi memprihatinkan. Delisa harus merelakan kehilangan kedua kakinya. Tiga kali operasi amputasi ia jalani, diikuti dengan perjuangan panjang untuk belajar berjalan kembali dengan tongkat dan kaki palsu. Namun, keterbatasan fisik tak mematahkan semangatnya. Dengan dukungan penuh dari keluarga, Delisa tetap bersekolah di sekolah umum, berbaur dengan teman-teman sebayanya. Ia bahkan aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler, membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih mimpi. “Kaki saya memang hilang, tapi pikiran saya tetap utuh,” ujar Delisa, mengenang masa-masa sulit itu. Waktu berlalu, Delisa tumbuh menjadi gadis remaja yang cerdas dan mandiri. Setelah lulus SMA, ia mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi. Ia memilih jurusan ilmu komunikasi, sebuah bidang yang sangat ia minati. Kini, Delisa telah meraih gelar sarjana dan bekerja di PT Bank Syariah Indonesia. Kisah Delisa adalah cerminan dari kebangkitan Aceh pascatsunami. Dua dekade berlalu, Aceh telah berbenah. Gedung-gedung berstandar bencana berdiri kokoh, tempat-tempat wisata kembali ramai dikunjungi, dan layanan publik semakin membaik. Transportasi umum, seperti Transkutaraja, kini ramah disabilitas, memudahkan mobilitas penyandang disabilitas seperti Delisa. “Ruang gerak boleh terbatas, sisanya lakukan sesuai kemampuan saya,” kata Delisa, menyuarakan semangatnya. Delisa ingin menginspirasi penyandang disabilitas lainnya untuk tidak menyerah pada keadaan. Ia percaya bahwa setiap orang memiliki potensi untuk meraih kesuksesan, asalkan memiliki kemauan dan kerja keras. Kisah Delisa adalah bukti nyata bahwa harapan selalu ada, bahkan setelah badai terhebat sekalipun.(*) Video selengkapnya bisa nonton di bawah ini:

Terima Kunjungan Azhari Cage, Kadishub Aceh Paparkan Kesiapan Nataru 2025 di Aceh

BANDA ACEH – Kepala Dinas Perhubungan Aceh Teuku Faisal meneriman kunjungan Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia Dapil Aceh Azhari Cage di Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue Banda Aceh, Selasa, 24 Desember 2024. Kunjungan Senator Aceh tersebut ke Pelabuhan Ulee Lheue dalam rangka melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan di Provinsi Aceh, khususnya terkait kelancaran transportasi menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024/2025. Teuku Faisal menginformasikan bahwa persiapan Nataru di Aceh, meskipun tidak seramai provinsi lainnya di Indonesia, tetap dilakukan dengan optimal khususnya mengantisipasi lonjakan arus perjalanan wisatawan ke Sabang. “Spot pemantauan terfokus di Pelabuhan Ulee Lheue. Belajar dari pengalaman yang lalu, tahun ini kita sudah berlakukan tiket online. Jadi wisatawan tidak perlu mengantri lama di pelabuhan, karena tiket bisa dibeli jauh-jauh hari,” sebut Teuku Faisal. Kadishub Aceh juga menyampaikan bahwa lonjakan penumpang di Pelabuhan Ulee Lheue sudah mulai terasa walaupun belum signifikan. “Kondisi pelabuhan hingga hari ini masih cukup kondusif, ramai tapi masih terkendali. Dan semua penumpang bisa terlayani baik dengan kapal cepat maupun kapal ferry roro,” ungkapnya. Terkait pemantauan kelancaran Nataru di Aceh, Teuku Faisal menyampaikan bahwa koordinasi dengan sejumlah stakeholder terkait terus dilakukan seperti dengan pihak Kepolisian, BIN, BMKG, BPTD Kelas II Aceh, dan sejumlah instansi lainnya. Teuku Faisal menyampaikan apresiasi atas kunjungan serta atensi Senator Aceh tersebut terhadap sektor perhubungan di Aceh. “Kita berbahagia dapat memberikan masukan dan mendapat dukungan dari Bapak Azhari, semoga kerjasama ini bisa berdampak terhadap pertumbuhan perekonomian Aceh ke depan,” tuturnya. Pada kesempatan tersebut, Azhari Cage menyebutkan bahwa maksud dari kunjungannya itu adalah untuk menyerap masukan-masukan dari stakeholder perhubungan di Aceh. “Masukan-masukan ini akan menjadi bahan bagi kita, selaku anggota DPD-RI, untuk kita sampaikan kepada Menteri Perhubungan,” sebutnya. Azhari Cage mengimbau agar pelayanan transportasi selama libur Nataru dilakukan dengan optimal untuk menjaga nama baik Aceh. “Mari kita jaga bersama agar kesan yang diterima oleh wisatawan luar yang datang ke Aceh selalu positif, sehingga bisa menarik wisatawan-wisatawan lainnya ke Aceh untuk berlibur,” ajaknya.(AB)

Antisipasi Lonjakan Penumpang, Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue Perkuat Layanan

BANDA ACEH – Antisipasi terhadap lonjakan jumlah penumpang dan kendaraan pada masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025 ini perlu dipersiapkan secara matang supaya pelayanan angkutan penyeberangan bisa berjalan dengan optimal. Hal itu dikemukakan oleh Kepala Dinas Perhubungan Aceh Teuku Faisal dalam rapat koordinasi teknis terkait kelancaran pelayanan transportasi penyeberangan selama Nataru 2025 di Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue, Senin, 23 Desember 2024. Pertemuan tersebut dihadiri oleh General Manager (GM) PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Banda Aceh, Direktur PT Pelayaran Sakti Inti Makmur, serta Koordinator Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue. Teuku Faisal menyoroti sejumlah potensi permasalahan yang kerap terjadi, khususnya di masa peak season seperti saat ini, mulai dari antrian panjang kendaraan hingga penanganan reservasi tiket yang memudahkan pengguna jasa. “Belajar dari pengalaman tahun sebelumnya, strategi untuk mengelola pembelian tiket dan arus penumpang harus disiapkan dengan matang,” ujar Teuku Faisal. Pada kesempatan yang sama, Rudi B Hanafiah, GM PT ASDP Indonesia Ferry Banda Aceh, menjelaskan bahwa layanan pemesanan tiket kapal penyeberangan melalui aplikasi Ferizy atau tautan trip.ferizy.com sudah berjalan lancar. “Pemesanan tiket bisa dilakukan melalui website dan aplikasi di Playstore. Kami juga bekerja sama dengan adik-adik Pramuka untuk membantu masyarakat dalam pembelian tiket,” ungkapnya. Sementara itu, Direktur PT Pelayaran Sakti Inti Makmur, Surya M. Noor, menyatakan bahwa kendala cuaca menjadi perhatian utama pihaknya saat ini. “Bila ada penumpang yang ingin membatalkan perjalanan karena cuaca buruk, uang tiket akan dikembalikan,” jelasnya. Selain membahas persiapan Nataru, pertemuan itu juga membahas Peringatan 2 Dekade Tsunami Aceh yang akan digelar pada 26 Desember 2024 di Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue. Acara akan dimulai pukul 08.00 WIB dengan pembunyian sirine dan mengheningkan cipta selama tiga menit untuk mengenang para korban tsunami.(AB)

Pj Gubernur Safrizal Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Seulawah 2024 di Aceh

BANDA ACEH – Kita harus menjaga situasi dan kondisi tetap kondusif selama libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025. Kita jadikan setiap orang yang berlibur ke Aceh terkesan dengan keramahan (hospitality) masyarakat kita. Hal itu disampaikan oleh Pj Gubernur Aceh Safrizal ZA saat memimpin apel gelar pasukan Operasi Lilin Seulawah 2024 yang berlangsung di Halaman Mapolda Aceh, Jumat, 20 Desember 2024. Safrizal menekankan kepada seluruh stakeholder yang terlibat untuk memastikan kelancaran mobilitas masyarakat selama libur Nataru. “Sebanyak 110 juta orang diprediksi melakukan pergerakan pada libur Nataru tahun ini, karenanya kita harus siap untuk memberikan pelayanan terbaik.” ungkapnya. Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perhubungan Aceh Teuku Faisal memastikan kesiapan sektor transportasi dalam menghadapi potensi lonjakan penumpang, termasuk penguatan pengawasan operasional dan peningkatan pelayanan di lapangan. “Kita telah melakukan inspeksi keselamatan (Rampcheck) terhadap 638 kendaraan untuk memastikan armada angkutan umum yang beroperasi selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024/2025 berada dalam kondisi baik dan laik jalan,” ucap Teuku Faisal. Kesiapan ini juga menyisir Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue yang selalu padat dikunjungi wisatawan saat musim liburan. Penambahan jadwal kapal serta pembelian tiket secara online menjadi langkah antisipatif dalam mendukung kelancaran arus perjalanan masyarakat yang akan menyeberang ke Sabang nantinya. “Kami terus berkoordinasi dengan para operator untuk memastikan jadwal keberangkatan kapal tepat waktu, serta menggutamakan keamanan dan keselamatan pengguna jasa,” tambahnya. Teuku Faisal juga mengimbau kepada masyarakat untuk dapat memanfaatkan layanan transportasi yang resmi dan mematuhi aturan keselamatan dalam perjalanan.(AB)

Kadishub Aceh Tinjau Kesiapan Pelabuhan Ulee Lheue Jelang Nataru 2025

BANDA ACEH – Kepala Dinas Perhubungan Aceh Teuku Faisal meninjau kesiapan Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue dalam rangka menyambut kunjungan wisatawan yang akan menghabiskan masa libur Natal dan Tahun Baru 2025 di Sabang pada Jumat, 20 Desember 2024. Teuku Faisal ingin memastikan kesiapan personil maupun fasilitas yang ada di pelabuhan dalam kondisi baik sehingga pengguna jasa bisa terlayani dengan optimal. Mulai dari fasilitas di ruang tunggu, layanan informasi dan aduan “Ask Me”, sirkulasi kendaraan di gerbang pelabuhan, dermaga kapal, hingga loket tempat check-in penumpang yang sudah membeli tiket secara online. “Pelayanan di pelabuhan, baik personil dan fasilitasnya, perlu kita pastikan dalam kondisi prima supaya wisatawan bisa nyaman dan perjalanan liburan mereka berjalan dengan lancar, termasuk layanan bagi kelompok rentan dan prioritas,” ungkap Teuku Faisal. Kadishub Aceh juga meninjau Pos Pelayanan Terpadu Libur Nataru 2024/2025 yang ada di Pelabuhan Ulee Lheue. Posko terpadu ini nantinya akan menjadi tempat pemantauan kelancaran aktivitas transportasi selama Nataru 2025 berlangsung, yang akan ditempati oleh personil dari sejumlah stakeholder terkait seperti dari Kepolisian, TNI, Basarnas Aceh, RAPI, dan lainnya. Di samping mengecek fasilitas pelabuhan dan posko terpadu, Kadishub Aceh juga melihat kesiapan pusat kuliner (food court) yang ada di dalam area pelabuhan. “Segala fasilitas yang ada kita usahakan semaksimal mungkin dapat beroperasi dengan baik untuk kenyamanan wisatawan saat berada di pelabuhan,” tuturnya.(AB)