Dishub

KKP Pasang Thermal Scanner di Pelabuhan Ulee Lheue

Berbagai penanganan untuk menghambat penyebaran virus corona terus dilakukan oleh pemerintah. Di antaranya mencegah penyebaran virus pada fasilitas transportasi penyeberangan di Aceh. Untuk mengantisipasi penyebaran wabah, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas III Banda Aceh memasang kamera thermal scanner di Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue. Pemasangan kamera ini telah dilakukan sejak beberapa hari yang lalu, dan diharapkan dapat meningkatkan upaya deteksi dini penyebaran virus di area pelabuhan. Dari informasi yang diterima oleh Tim Aceh TRANSit dari petugas KKP Banda Aceh yang bertugas di pelabuhan, kamera yang terpasang di lorong menuju ruang tunggu pelabuhan ini akan mendeteksi suhu tubuh setiap penumpang yang akan berangkat menuju Sabang. Ia menambahkan, bila suhu tubuh penumpang terdeteksi mencapai 37,5°C, maka petugas KKP Kelas III Banda Aceh akan melakukan observasi atau tindakan lebih lanjut. Penggunaan kamera thermal scanner di area pelabuhan karena dapat bekerja dengan efektif dan tidak mengganggu pergerakan penumpang. Sehingga, dengan adanya fasilitas ini, penumpang yang berada di pelabuhan tetap merasa nyaman.

Dosi Elfian Isi Webinar Public Speaking ASN Dishub Aceh

Kemampuan berbicara di depan khalayak ramai atau lebih dikenal public speaking sangat penting untuk dimiliki oleh seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam dunia kerja. Kemampuan ini sangat membantu agar ASN terlihat lebih percaya diri dan mampu menyampaikan informasi secara jelas kepada orang lain, khususnya di sektor pelayanan publik. Dishub Aceh menilai kemampuan public speaking yang baik wajib dimiliki oleh ASN sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan pelayanan bagi masyarakat. Untuk itu, Dishub Aceh menggelar webinar ASN Dishub Terampil dan Carong dengan tema Public Speaking pada Rabu, 29 September 2021. Dishub Aceh menghadirkan Dosi Elfian selaku founder Dosielfian Smart Speaking sebagai pemateri. Dosi cukup dikenal luas oleh masyarakat Aceh karena kerap tampil di berbagai acara selaku presenter, dan sering memberi pelatihan public speaking di sejumlah kegiatan. Pada webinar ini, Dosi menyampaikan bahwa kemampuan public speaking penting dimiliki agar dapat menyampaikan ide, pendapat, ataupun saran dengan efektif. “Dengan public speaking yang baik, seseorang mampu memotivasi lawan bicaranya untuk melakukan hal-hal baik,” sebut Dosi. Webinar yang diikuti oleh ASN Dishub Aceh ini berjalan cukup santai dan seru. Pemateri juga kerap menyampaikan canda-canda yang membuat peserta webinar tetap antusias mengikuti kegiatan. Sebelum menutup pelatihannya, pemateri tidak lupa menyampaikan bahwa ilmu yang diperoleh peserta pada webinar ini agar dapat dimanfaatkan dengan sebaik mungkin bagi pelayanan masyarakat, khususnya pelayanan transportasi di Aceh. (AM) Simak Video Pelatihan Public Speaking Bersama Dosi Elfian

Hati-hati, Ada Tumpahan Minyak di Simpang Beutong Saree

Telah terjadi tumpahan CPO (Crude Palm Oil) di Jalan Nasional Banda Aceh – Medan, tepatnya di Simpang Beutong turunan Saree, Aceh Besar menuju Laweung, Sabtu, 25 September 2021. Akibat tumpahan ini, terjadi kecelakaan yang melibatkan 2 unit kendaraan roda 4, serta 1 kendaraan terperosok ke luar badan jalan. Kecelakan tersebut juga menyebabkan beberapa pengendara mengalami luka-luka. Menurut pengakuan salah seorang warga yang menyaksikan langsung di lokasi kejadian, tumpahnya CPO disebabkan oleh kran dari tangki truk pengangkut tidak berfungsi dengan baik, dan hanya terikat menggunakan karet ban. Saat berita ini diturunkan, sejumlah petugas kepolisian dari Polsek Muara Tiga sudah berada di lokasi untuk melakukan pengawasan agar tidak terjadi kecelakaan lainnya. Bagi RakanModa yang akan melewati jalur ini, dihimbau agar berhati-hati, dan mengikuti arahan dari petugas kepolisian agar perjalanannya aman dan selamat.

Jalin, Sosok yang Mengabdi Dalam Diam

Mengabdi kepada bangsa melalui pelayanan pada fasilitas publik bisa dilakukan oleh siapa saja. Asalkan memiliki kemauan dan ketekunan untuk melakukannya dengan sepenuh hati dalam melayani masyarakat. Bekerja pada fasilitas publik pun bisa dilakukan oleh siapa saja, baik mereka yang “normal” secara fisik, maupun bagi mereka penyandang disabilitas. Sebab, bekerja pada sektor ini tidak memandang bentuk fisik, tapi kemauan, keterampilan, dan keikhlasan yang menjadi nilai penting dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Pak Jalin adalah salah satu contoh penyandang disabilitas tunawicara yang bekerja pada sektor pelayanan publik. Ia merupakan tenaga kebersihan di Terminal Tipe B Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya). Ia menjadi pegawai Dinas Perhubungan Aceh sejak terminal Abdya, sebelumnya dikelola oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Abdya, dialihkan pengelolaannya ke Pemerintah Provinsi Aceh pada tahun 2018. Di terminal Abdya, pria paruh baya ini telah bekerja sejak tahun 2016 sebagai pramu bakti. Setahun setelahnya, ia diangkat menjadi tenaga honorer/kontrak di bawah Dinas Perhubungan Kabupaten Abdya. Pada Agustus yang lalu, Tim Aceh TRANSit sengaja mendatangi Pak Jalin di Abdya untuk mengetahui keluh kesahnya selama bekerja sebagai tenaga kebersihan di Terminal Tipe B Abdya. Saat bertemu dengannya, Tim Aceh TRANSit ditemani oleh rekan Pak Jalin yang sering berkomunikasi dengannya menggunakan bahasa isyarat. Meskipun, rekan-rekannya di terminal sedikit kesulitan berkomunikasi dengannya karena Pak Jalin sendiri kurang menguasai bahasa isyarat yang lumrah digunakan oleh tunawicara lainnya. Menurut cerita Pak Jalin, yang dibantu terjemahkan oleh rekannya, selama bekerja ia mendapat perlakuan baik dari rekan sesama pegawai terminal maupun masyarakat yang beraktifitas di terminal. Masyarakat menyambut kehadirannya di terminal dengan tangan terbuka. Membantunya berkomunikasi dengan yang lain hingga ikut bercengkerama dengannya yang terkenal santun. Pak Jalin juga dikenal dengan sosok yang periang dan lucu. Tidak pernah merasa berbeda saat berada di tengah-tengah rekan kerja yang lain. Ia merupakan pribadi yang sungguh-sungguh dalam melakukan tugasnya. Selepas subuh, ia sudah berangkat dari rumahnya yang berjarak 15 kilometer dari terminal Abdya. Walaupun menyandang disabilitas, Pak Jalin masih menjadi tulang punggung bagi keluarga. Ia memiliki istri dan dua anak yang menjadi tanggung jawabnya di rumah. Untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga, ia menyempatkan diri untuk bertani di desanya yang terletak di Gampong rumoh Panyang, Kecamatan Kuala Batee. Pegawai Terminal Tipe B Abdya memang mempersilahkan Pak Jalin untuk mengurusi sawahnya di sela waktu luang bekerja. Mengingat bahwa ia adalah tulang punggung bagi anak-anak yang masih menduduki bangku sekolah. Meski begitu, Pak Jalin tidak meninggalkan kewajibannya terhadap kebersihan terminal. Ia tetap bekerja dengan tekun sejak pagi hari, lalu menjelang siang, sore dan pukul 10 malam sebelum jam operasional terminal berakhir. Kesungguhan dan ketekunannya dalam bekerja di Terminal Tipe B Abdya terbukti dengan dinobatkannya terminal tersebut sebagai terminal terbaik dan terbersih pada tahun 2019 oleh Kepala Dinas Perhubungan Aceh. Kala itu, Dinas Perhubungan Aceh membuat penilaian internal terhadap pelayanan fasilitas publik yang dikelola oleh Dinas Perhubungan. Saat ditanya mengenai keluh kesah selama bekerja, Pak Jalin menggelengkan kepalanya lalu mengangkat jempol. lebih kurang, dari isyaratnya tersebut ia ingin menyampaikan bahwa ia senang-senang saja selama bekerja. Sosok ini memang terkenal pantang menyerah dengan keadaan. Menurut penuturan salah satu petugas keamanan terminal, Jailani, Pak Jalin tetap bekerja meskipun cuaca sedang terik atau hujan. “Bapak ini kalau kerja gak kondisi, kadang malah kita suruh berhenti karena lagi hujan, tapi dia gak mau sampai kerjaannya selesai,” ungkap Jailani. Pegawai terminal lainnya turut memberi kesan positif terhadap kinerja Pak Jalin. Salah satunya adalah Bisra Isma, Aparatur Sipil Negara (ASN) di Terminal Tipe B Abdya sudah melihat kinerja Pak Jalin sejak dirinya masih bekerja di bawah Pemerintah Kabupaten Abdya. Ia sudah bersama Pak Jalin di terminal sejak tahun 2016. M e n u r u t pengakuannya, pada tahun 2016, Pak Jalin tidak memperoleh gaji dari pemerintah karena statusnya sebagai pramu bakti. Namun, melihat kinerja yang ditunjukkan oleh Pak Jalin sangat bagus, petugas terminal membuat patungan untuk membayar jerihnya. “Kami merasa berhutang budi sama dia, makanya saat itu petugas di sini patungan dari gaji bulanan untuk dikasih ke Pak Jalin,” kenang Bisma saat ditanya Tim Aceh TRANSit. Kisah singkat tentang Pak Jalin ini menjadi cerminan bagi pegawai Dinas Perhubungan Aceh lainnya. Bekerja dan mengabdi kepada bangsa haruslah diniatkan dengan ikhlas dan penuh kesungguhan. Lebih dari itu, segala kekurangan maupun hambatan yang dihadapi bukanlah suatu alasan untuk tidak memberikan kinerja yang optimal bagi masyarakat. Semoga menginspirasi! (Amsal Bunaiya) Download Tabloid Aceh Transit Edisi 8 Selengkapnya cek di: https://dishub.acehprov.go.id/publikasi-data/aceh-transit/tabloid-transit/

ASDP dan Dishub Aceh Berbagi Kebahagian di SDN 48 Banda Aceh

Berbagai rangkaian kegiatan memperingati Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) tahun 2021 di Provinsi Aceh masih berlangsung. Di antaranya, kegiatan bakti sosial berupa penyerahan bantuan peralatan sekolah kepada siswa-siswi Sekolah Dasar Negeri (SDN) 48 Kota Banda Aceh, Rabu, 22 September 2021. Penyerahan 50 paket bantuan ini dipimpin langsung oleh Koordinator Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue, Ismayadi, mewakili Kepala Dinas Perhubungan, bersama General Manager PT. ASDP Indonesia Ferry Cabang Banda Aceh, Syamsuddin. Kepala Sekolah SDN 48, Cut Aja Irawati mengapresiasi kepedulian instansi perhubungan di Aceh terhadap dunia pendidikan. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Kepala Dinas Perhubungan Aceh beserta General Manager ASDP Cabang Banda Aceh atas kunjungan dan penyerahan bantuan perlengkapan belajar bagi siswa. (AM)

KKP Layani Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Pelabuhan Ulee Lheue

Petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas III Banda Aceh menyelenggarakan pemeriksaan gratis bagi penumpang angkutan penyeberangan yang berada di Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue, Selasa, 21 September 2021. Petugas KKP Wilayah Kerja Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue yang dimintai keterangan oleh Aceh TRANSit menyebutkan, pemeriksaan ini dalam rangka meningkatkan Sistem Kewaspadaan Dini (SKD) di pintu masuk pelabuhan. Sistem ini ditujukan untuk memantau tren perkembangan suatu penyakit menular yang berpotensi menjadi wabah. Bila terdeteksi, sistem ini akan memberi sinyal peringatan kepada petugas atau instansi kesehatan untuk segera melakukan tindakan respon secepat mungkin. Pemeriksaan kesehatan secara cuma-cuma ini dilaksanakan selama dua hari, Senin dan Selasa, 20 – 21 September 2021. Jenis pemeriksaan yang dilakukan di antaranya, pemeriksaan suhu, SpO2, tekanan darah, nadi, gula darah, kolesterol, asam urat, antibody, dan swab antigen covid-19. (MS)

Dishub Aceh Wakaf Alquran untuk Santri Pulau Banyak

Masih dalam rangka memperingati Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) Tahun 2021, Hari ini (20/09/2021), Dinas Perhubungan Aceh menyerahkan bantuan dan waqaf Alquran untuk Pengajian Mustafawiyah Pulau Banyak, Kabupaten Aceh Singkil dan bantuan usaha mesin obras. Dalam momen ini juga diserahkan hadiah pemenang doorprize di acara pekan vaksinasi insan perhubungan yang telah dilaksanakan pada tanggal 13 sampai dengan 16 September lalu. Penyerahan bantuan dan hadiah ini diselenggarakan di Aula Dishub Aceh. Acara ini dihadiri oleh Kadishub Aceh, Sekdishub Aceh, Kepala Bidang/UPTD Dishub Aceh, Ketua dan Pengurus Dharma Wanita Dishub Aceh dan Para Eselon 4 Dishub Aceh. Kegiatan ini menjadi momentum berbagi kebahagiaan kepada sesama. Junaidi, Kadishub Aceh menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini harus dipertahankan. Dengan berbagi, kita ikut merasakan kebahagiaan yang sama dengan mereka. “Namun, masih banyak ide dan inovasi yang belum dapat dilakukan dalam tahun ini, kita berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan. Tentunya, dari kegiatan ini juga masih banyak kekurangan dan perlu evaluasi,” ujar Junaidi dalam sambutannya. “Saya sangat berterimakasih dan saya senang sekali dapat berhadir di sini, bantuan yang diberikan ini merupakan berkah terbesar dari Allah bagi kaudi Pulau Banyak. Sekaligus mereka (muallaf-red) menitipkan salam sebesar-sebesarnya bagi bapak dan ibu sekalian,” ujar Tgk. Asri Nafitri, perwakilan pengajian mustafawiyah Pulau Banyak. Tgk. Asri menambahkan kehormatan yang sangat besar bagi kami dan bisa ke Banda Aceh untuk menerima bantuan yang sudah kami nanti-nantikan sejak lama. Ia juga menceritakan kisah perjalanan dari Pulau Banyak ke Banda Aceh, ia begitu susah mendapatkan angkutan umum karena telah dibooking untuk ikut tes CPNS. Dan juga, kondisi badai yang sedang terjadi di perairan Pulau Banyak. “Terima kasih kepada Pemerintah Aceh yang telah memberikan Aceh Hebat 3 kepada kami, kalau badai kami nggak basah, yang basah cuma kapalnya. Kalau naik boat, kapal basah, kami pun basah. Habis itu, di boat nggak ada pelampung, kalau di Aceh Hebat ada pelampung,” pungkasnya. (MS)

English Club, Ruang ASN Dishub Aceh Tanggap Globalisasi

Dalam persaingan global, bahasa menjadi salah satu media komunikasi untuk membangun komunikasi menuju satu pemahaman tertentu. Dalam konteks pekerjaan dituntut untuk mahir berbahasa Inggris, sebagai bahasa internasional, sebab saat ini peluang untuk mengikuti mobilitas internasional antarnegara semakin terbuka lebar. Oleh karenanya, untuk meningkatkan kompetensi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Dinas Perhubungan Aceh, diadakannya english club batch 1. Kegiatan ini diselenggarakan tiga kali dalam seminggu. English club adalah program untuk komunitas berbahasa Inggris yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berbicara peserta melalui berbagai macam kegiatan yang dinamis dan menarik dalam suasana yang hangat, ringan dan santai. English club menawarkan topik-topik yang berbeda-beda setiap minggunya yang diampu oleh fasilitator berpengalaman yang memberikan model speaking dan grammar yang baik. Hampir rata-rata pemerintah daerah, menghendaki dan memiliki visi mengglobal. Jejaring kerjasama dan relasi yang dibangun, tidak lagi pada batasan level regional maupun nasional. Tapi sudah pada tingkatan yang lebih tinggi, internasional. Ini juga mengindikasikan bahwa seluruh elemen yang ada di dalamnya (sumber daya manusia), harus “memantaskan diri” untuk menjadi bagian dari globalisasi, dengan menjadikan penguasaan bahasa asing sebagai keharusan. Penguasaan bahasa asing (bahasa Inggris) tak hanya sekadar menjadi tren masyarakat dewasa ini. Tapi juga menjadi kebutuhan, apalagi di bidang pelayanan. Kemampuan berbahasa Inggris, memungkinkan bagi ASN untuk berinteraksi dengan investor yang masuk nantinya. Dorongan agar ASN bisa menguasai bahasa asing, Dishub Aceh berinovasi untuk menerapkan kegiatan berbahasa asing dalam kegiatan sehari-hari nantinya. (MS)

Dishub Aceh dan Mitra Perhubungan Baksos di MIN 47 Pulo Aceh

Peringati Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) tahun 2021, Dinas Perhubungan Aceh berbagi kebahagiaan bersama siswa-siswi Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 47 di Gampong Pasie Janeng, Pulo Aceh, Sabtu, 18 September 2021. Bakti sosial di MIN 47 Aceh Besar ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan Harhubnas yang diselenggarakan oleh Dishub Aceh bersama mitra kerja perhubungan Aceh. Kadishub Aceh, Junaidi, yang hadir langsung dalam momen kebahagiaan ini, memberi motivasi bagi para siswa agar berani bermimpi demi menggapai cita-cita. Di hadapan para siswa, Junaidi juga menyampaikan bahwa kesuksesan di masa yang akan datang bisa dicapai dengan tekun belajar. “Anak-anakku, belajar yang rajin, ya, supaya jadi orang sukses”, sebutnya di depan para siswa. Junaidi juga tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada mitra kerja perhubungan Aceh yang telah ikut berpartisipasi dalam bakti sosial ini. Di antaranya, PT. Indonesia Ferry (Persero), PT. Angkasa Pura II, PT. Pelindo I, Perum Damri, PT. Pelayaran Sakti Inti Makmur, BPTD Wilayah I Aceh, Basarnas Aceh, KSOP Malahayati, Harapan Indah, JRG, dan Putra Maju. Turut hadir dalam kegiatan ini sejumlah pejabat struktural Dishub Aceh, General Manager PT. ASDP Indonesia Ferry Cabang Banda Aceh, dan personil Koramil Pulo Aceh. (AM)

Dharma Wanita Dishub Aceh Bersihkan Pantai Gampong Jawa

Kepedulian terhadap lingkungan membutuhkan dukungan dan aksi nyata semua pihak demi menciptakan lingkungan yang nyaman. Karenanya, Dharma Wanita Dinas Perhubungan (Dishub) Aceh adakan Bakti Sosial dalam rangka membersihkan areal Pantai Gampong Jawa, Banda Aceh, Sabtu pagi (18/09/2021). Menjadi kesadaran kita bersama, dengan menjaga kebersihan pantai, kita telah ikut berpartisipasi dalam gerakan melindungi ekosistem perairan. Kegiatan ini masih dalam rangka memeriahkan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2021 yang diperingati setiap tanggal 17 September. Ketua Dharma Wanita Dishub Aceh, Cut Ratna mengajak masyarakat untuk sama-sama peduli terhadap kebersihan pantai. Pantai yang bersih akan menciptakan lingkungan hidup yang sehat. (MR)