Dishub

Rayakan Ocean Clean-up Day, ASDP Bersihkan Pelabuhan Ulee Lheue

BANDA ACEH – Manajemen PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Banda Aceh menggelar bersih-bersih pantai di area Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue dalam kegiatan bertajuk Ocean Clean-up Day 2033, Sabtu, 18 Maret 2023. General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Banda Aceh, Agus Djoko Triyanto menyebut, kegiatan yang digelar dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke 50 perusahaan pelat merah ini dilaksanakan serentak di seluruh Cabang dan pelabuhan penyeberangan di seluruh Indonesia. Selain di dalam area Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue, kegiatan bersih-bersih pantai juga dilakukan di sekitar pantai Gampong Jawa, Kota Banda Aceh. Sampah yang berhasil dikumpulkan mencapai 200 Kg, lalu dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Gampong Jawa. ASDP Banda Aceh juga mengajak stakeholder terkait untuk ikut bergabung dalam kegiatan ini, seperti personil Dinas Perhubungan Aceh yang bertugas di Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue, serta pihak Polsek Ulee Lheue.(AM)

Jelang Mudik Lebaran, Pelabuhan Ulee Lheue Butuh Perhatian Khusus

BANDA ACEH – Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Faisal lakukan kunjungan silaturrahmi kepada Kepala Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banda Aceh, Kombes Pol. Fahmi Irwan Ramli di Banda Aceh, Senin, 13 Maret 2023. Dalam pertemuan tersebut, keduanya berdiskusi terkait upaya meningkatkan kolaborasi dalam pelaksanaan tugas. Selain itu dibahas pula persiapan angkutan lebaran tahun 2023, serta dukungan Kapolresta Banda Aceh untuk kelancaran operasional Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue. Kondisi ketertiban di dalam area pelabuhan, menurut Teuku Faisal, perlu mendapat perhatian khusus apalagi menjelang masa mudik lebaran. Oleh sebab itu, dukungan dari kepolisian sangat dibutuhkan demi terciptanya kondisi pelabuhan yang aman dan nyaman bagi masyarakat. Apalagi Pelabuhan Ulee Lheue merupakan pintu gerbang bagi kunjungan wisatawan ke Sabang. Dinas Perhubungan Aceh, tambah Faisal, terus berupaya menjalin kolaborasi yang intens dengan berbagai pihak supaya pelayanan transportasi di Aceh semakin membaik. Sementara itu, Kapolresta Banda Aceh mendukung penuh upaya Dinas Perhubungan Aceh melakukan pembenahan di Pelabuhan Ulee Lheue, khususnya terkait ketertiban operasional di area pelabuhan.(AM)

Dishub Aceh Dorong Percepatan Pembangunan Kereta Api

BANDA ACEH – Pemerintah Aceh melalui Dinas Perhubungan Aceh terus mendorong terlaksananya percepatan pembangunan kereta api Aceh. Percepatan pembangunan salah satu moda transportasi tertua yang pernah beroperasi di Aceh ini bisa tercapai melalui sinkronisasi serta koordinasi yang baik antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Aceh, dan Pemerintah Kabupaten/Kota supaya diperoleh pemahaman yang utuh terkait pembangunan kereta api Aceh, baik tentang rencana program, hasil yang telah dicapai, serta kendala yang menjadi hambatan dalam proses pembangunan kereta api Aceh. “Mewujudkan kereta api Aceh memang penuh tantangan dan kendala. Tapi kita yakin peluang itu (menghidupkan kereta api Aceh) selalu ada, meskipun tantangan-tantangannya lebih besar,” ucap Teuku Faisal, Kepala Dinas Perhubungan Aceh, saat membuka Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Perkeretaapian Aceh di Hotel Hermes Palace Banda Aceh, Kamis, 9 Maret 2023. Teuku Faisal tidak memungkiri bahwa pembangunan kereta api Aceh yang telah dimulai, dalam perkembangannya banyak mengalami kendala, baik permasalahan lahan maupun keterbatasan anggaran. Upaya Pemerintah untuk menghidupkan atau merevitalisasi kembali perkeretaapian Aceh disambut dengan antusias oleh masyarakat Aceh dengan berbagai harapan dan keinginan. Di samping itu, Teuku Faisal berharap Kementerian Perhubungan serius dalam melakukan percepatan pembangunan kereta api Aceh. “Kita juga harapkan pembangunannya dibarengi dengan sosialisasi yang masif kepada seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat Aceh,” sebutnya. Menurut Teuku Faisal, pembangunan kereta api Aceh diharapkan tidak dikerjakan pada saat kondisi sudah rumit seperti halnya DKI Jakarta. Pembangunan kereta api Aceh diharapkan sebagai proyeksi bahwa ke depan perlu adanya transportasi atau angkutan massal yang siap menghadapi kemajuan industri Aceh, kemajuan mobilitas penduduk, dan sebagainya. “Tentu ini harus kita siapkan dari awal, bagaimana industri ini bisa berkembang dan didukung oleh transportasi dan angkutan massal seperti kereta api, dan terjalin konektivitas dengan pelabuhan atau moda transportasi lainnya,” tutur Faisal.

Pelabuhan Kuala Langsa Resmi Layani Eskpor-Impor

LANGSA – Pj. Gubernur Aceh, Achmad Marzuki diwakili Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Faisal bersama Pj. Walikota Langsa, Said Mahdum luncurkan peresmian ekspor perdana di Pelabuhan Kuala Langsa, Rabu, (7/3/2023). Said Mahdum dalam amanatnya menyebut ekspor perdana ini bersamaan dengan pelayaran perdana menggunakan 2 unit kapal yaitu KM Nagata dengan bobot 75 Gross Tonage (GT) dan KM Bowou Farungo dengan bobot 108 GT. Kedua kapal ini adalah jenis general cargo yang membawa muatan barang campuran diantaranya hasil pertanian, perkebunan, dan perikanan dengan tujuan masing-masing Pelabuhan Klang, Pelabuhan Lumut, dan Pelabuhan Hutan Melintang Malaysia. “Ke depan, kegiatan ekspor yang rutin/terjadwal pada hari Selasa, Kamis, dan Sabtu dengan tujuan ke Malaysia dan Thailand agar dapat dimanfaatkan bersama-sama oleh para pelaku ekspor/ impor yang ada di Langsa dan sekitarnya,” ujarnya. Sementara itu, Pj Gubenur Aceh melalui Kadishub Aceh, Teuku Faisal mengatakan kegiatan ekspor yang kita lakukan ini menunjukkan bahwa komoditas unggulan daerah kita, baik dari sektor pertanian, perkebunan maupun perikanan, dapat diandalkan dan mampu bersaing tidak saja di pasar dalam negeri, tetapi juga di pasaran luar negeri. “Selama ini banyak komoditas unggulan dari Aceh yang diekspor ke luar negeri melalui jalur di luar Aceh, maka dengan diresmikan eskpor perdana ini kami harapkan agar peluang ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh semua pihak,” sebut Faisal. Kegiatan ekspor ke Malaysia dan Thailand ini merupakan perwujudan nota kerjasama Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) yang ditandatangai dalam pertemuan tingkat Menteri di Langkawi pada tanggal 20 Juli 1993. Dalam nota kerjasama tersebut Aceh termasuk sebagai salah satu wilayah prioritas kerjasama IMT GT.(RZ)

Dukung Tol Laut, KM.Kendhaga Nusantara 14 Kembali Angkut 30 Ton Ikan Frozen

BANDA ACEH – KM. Kendhaga Nusantara 14 melalui program Tol Laut kembali mengangkut sekitar 30 ton ikan frozen dari Pelabuhan Laut Malahayati, Krueng Raya, Aceh Besar, Senin (6/2/2023). Angkutan barang perintis tol laut Aceh ini selanjutnya dikirim ke Jakarta pada hari yang sama. Ikhsan Ramadhani, Kepala Unit PT Perikanan Indonesia (Perindo) Unit Lampulo Banda Aceh menyampaikan bahwa pengiriman ikan frozen tersebut dilakukan sebulan sekali. Jenis ikan yang dikirim dari Aceh yaitu ikan pelagis, yang mana kategori ikan pelagis terdiri dari ikan cakalang, ikan layang dan ikan marlin. “Ikan pelagis salah satu ikan yang paling banyak diminati, jadi kalau kuantitasnya banyak, pasarnya juga meningkat. Tetapi, pengiriman ikan dari sini sangat bergantung pada hasil tangkapan nelayan,” sebutnya. Dilanjutkannya, pengiriman ikan frozen dilakukan apabila ada permintaan dari konsumen. Pengiriman ikan frozen tidak hanya diminati oleh kalangan domestik tetapi juga kalangan lokal. “Kehadiran tol laut ini tentunya dapat membuka peluang dan sangat membantu bagi nelayan dan pelaku usaha. Hal ini dikarenakan, dapat memberi kemudahan dalam proses distribusi ikan frozen,” tambahnya. Namun, Ramadhani juga menyampaikan seharusnya target dalam pengiriman ikan frozen bisa mencapai 100 ton per bulan. Hal ini tidak dapat dilakukan karena keterbatasan fasilitas kontainer refrigerator box trucks dan juga jadwalnya yang kurang fleksibel. Sehingga menyebabkan pengiriman ikan menjadi terhambat proses pengirimannya. Ramadhani juga berharap kedepan jadwal tol laut bisa dapat lebih fleksibel agar pengiriman ikan frozen dilakukan bisa mencapai target yang diharapkan dan penambahan fasilitas kontainer refrigerator box trucks bisa diperbanyak untuk trayek T1.(HM)

Dermaga Baru Pelabuhan Sinabang Permudah Operasional Kapal

SINABANG – Tingkatkan layanan angkutan penyeberangan di Pulau Simuelue, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah 1 Aceh bangun dermaga tambahan di Pelabuhan Penyeberangan Sinabang. Pembangunan dermaga tambahan ini penting karena Pelabuhan Sinabang melayani angkutan penyeberangan dari dan ke 4 kabupaten di wilayah barat Aceh, mulai dari Calang Aceh Jaya, Kuala Bubon Aceh Barat, Labuhan Haji Aceh Selatan, hingga Aceh Singkil. Hal itu seperti disampaikan oleh Kepala BPTD Wilayah 1 Aceh, Mulyahadi dalam Rapat Koordinasi Pembangunan Rehabilitasi/Peningkatan Pelabuhan Penyeberangan Sinabang pada hari Senin, 6 Maret 2023 kemarin. Dengan adanya dermaga tambahan, diharapkan transportasi penyeberangan bisa beroperasi lebih maksimal. Seperti diketahui, transportasi penyeberangan ke pulau terluar di Aceh ini dilayani oleh KMP Aceh Hebat 1, KMP Teluk Sinabang, dan KMP Teluk Singkil. Pada saat tertentu, KMP Aceh Hebat 3 juga bersandar di pelabuhan ini. Rapat koordinasi ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Simeulue, Kapolsek Simeulue Timur, Komandan Lanal Simeulue, Koordinator Pelabuhan Sinabang, Nahkoda KMP Aceh Hebat 1, Nahkoda KMP Teluk Sinabang, serta sejumlah stakeholder lainnya.(AM)

Kadishub Aceh: Pelabuhan Calang Perlu Pembangunan Breakwater

CALANG – Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Faisal melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Calang pada Rabu, 1 Maret 2023. Di Pelabuhan Calang, ia disambut oleh Erwandi, selaku Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Calang. Kunjungan Teuku Faisal ini guna menindaklanjuti usulan Gubernur Aceh, Achmad Marzuki kepada Menteri Perhubungan RI terkait pembangunan breakwater (pemecah gelombang) di Pelabuhan Calang. “Kita melihat kegiatan ekspor impor di Pelabuhan Calang ini terus tumbuh signifikan dari tahun ke tahun. Oleh sebab itu, perlu pembangunan breakwater supaya aktivitas bongkar muat bisa berjalan sepanjang tahun,” ungkap Teuku Faisal. Karena pada musim tertentu seperti musim angin barat misalnya, arus serta ombak laut cukup mengganggu aktivitas sandar kapal yang hendak melakukan bongkar muat di Pelabuhan Calang. Teuku Faisal juga mendorong pihak UPP Kelas III Calang agar segera menyiapkan dokumen pendukung pembangunan breakwater pelabuhan, seperti dokumen feasibility study dan DED, untuk melengkapi usulan yang telah diajukan Pemerintah Aceh. Pembangunan breakwater menurut Teuku Faisal cukup mendesak supaya aktivitas ekspor komoditas Aceh, seperti CPO (Crude Palm Oil) dan komoditas lainnya, ke luar negeri bisa lebih optimal. “Kita berharap Pelabuhan Calang menjadi “leading” dalam mendukung ekspor komoditas Aceh di wilayah barat selatan ini,” ungkap Faisal. Pada kesempatan yang sama, Erwandi mengiyakan bahwa pada saat tertentu, khususnya saat musim angin barat, alun laut cukup kencang sehingga mengganggu aktivitas sandar kapal di dermaga. Pihaknya akan menyiapkan dokumen yang dimaksud sehingga pembangunan breakwater bisa terealisasi. Di samping pembangunan breakwater, Erwandi juga menyampaikan tentang kinerja Pelabuhan Calang saat ini. Pelabuhan berkategori pelabuhan pengumpul ini melayani 15 kapal luar negeri sepanjang tahun 2021 dan 2022, baik kegiatan ekspor maupun impor. Selain itu, pelabuhan ini telah melayani aktivitas bongkar muat barang sebanyak 136.855 ton selama tahun 2022.(AM)

Antisipasi Arus Mudik dan Balik Guna Tekan Vatalitas Kecelakaan Lalin

BANDA ACEH – Guna mengantisipasi arus mudik dan arus balik dalam waktu mendatang berjalan tertib, lintas sektoral lakukan Rapat Koordinasi Kesiapan Pengamanan Arus Mudik dan Arus Balik Perayaan Idul Fitri Tahun 2023/1444 H, di Ditlantas Polda Aceh, Banda Aceh, Jumat, 31 Maret 2023. Dirlantas Polda Aceh, Muji Ediyanto dalam arahannya saat membuka ruang diskusi menyebut rakor ini dilaksanakan agar lintas sektor lebih awal untuk saling memberikan informasi, saling melengkapi, bekerjasama, berkolaborasi pada saat mudik lebaran maupun arus balik nantinya. “Tentu lintas sektor di sini siap memberikan kenyamanan bagi masyarakat dalam merayakan lebaran. Maka kita perlu antisipasi arus lalu lintas, titik-titik rawan bencana alam, kondisi cuaca, titik rawan kemacetan, lokasi wisata dan lainnya guna memperlancar arus mudik dan arus balik,” sebut Muji. Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Faisal yang hadir sebagai narasumber mengatakan, mulai 9 Maret hinggal 7 April 2023, Dishub Aceh sedang melakukan survei pergerakan orang selama Idul Fitri 2023 M / 1444 H. Survei ini untuk mengetahui pergerakan orang selama mudik Idul Fitri dan memberikan pelayanan transportasi yang aman dan selamat. “Harapannya masyarakat mendapatkan pelayanan maksimal pada angkutan lebaran tahun ini sehingga bisa menekan angka vatalitas kecelakaan lalu lintas,” papar Faisal. Lintas sektor yang hadir dalam rakor ini baik Kepala BPTD Aceh, Kepala PT Jasa Raharja Aceh, Kepala BMKG Aceh, Kepala BPJN Aceh, Kepala Basarnas Aceh, Kepala Organda Aceh, Perwakilan Dinas PUPR Aceh, BPBA, Dinkes Aceh, PT ASDP Banda Aceh, PT Hutama Karya, RSUZA, Angkasa Pura II Bandara SIM, BPJS Kesehatan, PLN Aceh, Pengusah Otobus, dan Disbudpar Aceh menyatakan kesiapannya dalam menghadirkan pelayan terbaik dan siap bekerjasama.(MR)

SDM Penyusun Rencana Kerja Perhubungan Dapat Lahirkan Ide Inovatif

BANDA ACEH – Kehadiran Sumber Daya Manusia (SDM) penyusunan rencana kerja perhubungan Aceh yang mumpuni, kreatif, dan penuh inovasi tentu dapat melahirkan ide-ide penyelesaian masalah secara “out of the box” atau berbeda dengan orang kebanyakan. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Perhubungan Aceh yang diwakili oleh Sekretaris Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Rizki Fadhil saat membuka Rapat Koordinasi Program Perhubungan Aceh Tahun 2023 di Ballroom Hotel Ayani, Banda Aceh, Senin malam, 20 Februari 2023. “Apalagi dengan anggaran yang semakin sedikit, tentu SDM harus mampu mencari pendanaan kreatif non pemerintah, baik melalui skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), Corporate Social Responsibility (CSR), atau melalui skema pendanaan lainnya,” kata Teuku Rizki. Pada tahun-tahun sebelumnya, lanjut Teuku Rizki, kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya dalam menyinergikan strategi dan kebijakan yang terintegrasi antara Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten/Kota pada sektor transportasi di Aceh. Supaya program dan kebijakan yang dihasilkan Pemerintah Aceh maupun Pemerintah Kabupaten/Kota lebih baik dan mampu menjawab persoalan-persoalan transportasi di Aceh. “Namun, pada tahun ini kami memandang kualitas serta kompetensi SDM yang merumuskan strategi dan kebijakan juga harus ditingkatkan agar mampu menghasilkan solusi-solusi yang efektif serta inovatif terhadap persoalan-persoalan transportasi yang semakin berkembang,” ungkap Teuku Rizki. Di samping itu, Teuku Rizki juga mengingatkan tentang pentingnya semangat kolaborasi yang perlu terus diperkuat. “Karena kinerja perhubungan yang baik tidak terlepas dari kolaborasi yang kuat,” tuturnya. Rapat koordinasi yang mengambil tema peningkatan kualitas SDM untuk rencana kerja transportasi yang mumpuni ini akan berlangsung selama 3 hari hingga Rabu (22/2) mendatang. Para peserta akan mendengar paparan dari beberapa pemateri seperti, Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Aceh, Safuadi, serta Kepala Sub Bidang keistimewaan Aceh dan Sumber Daya Manusia Bidang Anggaran, Badan Pengelola Keuangan Aceh, Muhammad Iqbal.(AM)

Kadishub Aceh Tinjau Kesiapan Penerbangan Kargo Bandara Rembele

BENER MERIAH – Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Faisal meninjau kesiapan terminal kargo Bandara Rembele untuk rencana pengoperasian penerbangan kargo di Bener Meriah pada Kamis, 9 Februari 2023. Kunjungan Teuku Faisal ke bandara ini juga untuk memastikan kesiapan seluruh fasilitas bandara dalam rangka menyukseskan penerbangan proving flight yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Pada kesempatan itu, Teuku Faisal menyampaikan bahwa Pemerintah Aceh siap mendukung operasional penerbangan kargo sehingga komoditas lokal di wilayah tengah Aceh dapat dikirim langsung dari Bandara Rembele. Selama ini komoditas asal dataran tinggi gayo tersebut, tambah Teuku Faisal, dibawa ke Medan melalui angkutan darat lalu diterbangkan ke Batam atau Jakarta dengan pesawat udara melalui bandara internasional kualanamu. “Dengan adanya penerbangan langsung dari Bandara Rembele tentunya secara biaya angkut bisa lebih kompetitif dan kualitas dari komoditas tetap terjaga,” sebutnya. Teuku Faisal berharap agar penerbangan kargo dari Bandara Rembele dapat segera terlaksana. “Untuk mewujudkannya dibutuhkan koordinasi lintas sektor baik Kementerian Perhubungan, Pemerintah Aceh, Pemerintah Kabupaten, dan sektor swasta,” tuturnya. Sementara itu, Kepala Kantor UPBU Rembele, Rahmat Subhan Fajri menyebutkan, fasilitas runway sepanjang 2.250 x 30 meter sudah memadai untuk melayani pendaratan pesawat boeing 737-300 termasuk kesiapan fasilitas pelayanan darurat kategori V. Di samping itu, terminal kargo seluas 418 meter persegi sudah siap mendukung pengangkutan kargo via udara. Terminal ini juga dilengkapi dengan peralatan pemeriksaan keamanan (x-ray), ruang pemeriksaan karantina pertanian dan karantina ikan, serta area parkir kendaraan seluas 1.200 meter persegi. Rahmat Subhan mengharapkan para petani maupun pengepul bisa memanfaatkan angkutan kargo via udara secara maksimal karena proses pendistribusian menggunakan pesawat udara lebih cepat sehingga kualitas barang tetap terjaga. Pada kesempatan yang sama, Manajer Komersil PT Trigana Air Service, Tatang Surya menyatakan bahwa komoditi lokal yang potensial untuk diangkut dengan penerbangan kargo cukup banyak, salah satunya kopi dan cabai. “Khusus cabai, bila dikirim melalui kargo tentu kualitasnya akan lebih terjaga, tiba ke konsumen masih segar,” ujarnya. Tatang juga menjelaskan bahwa penerbangan direncanakan 2 kali dalam seminggu menggunakan pesawat jenis Boeing 737-300 Freighter.(AM)