Dishub

Dishub Aceh Pertahankan Gelar SKPA Informatif Terbaik Tahun 2024

BANDA ACEH – Dinas Perhubungan Aceh kembali membuktikan komitmennya terhadap keterbukaan informasi publik dengan meraih penghargaan bergengsi sebagai lembaga publik terinformatif kategori Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) Tahun 2024. Penghargaan tersebut diserahkan secara langsung oleh Gubernur Aceh yang diwakili Plh. Sekretaris Daerah Aceh Zulkifli kepada Kepala Dinas Perhubungan Aceh Teuku Faisal pada Malam Anugerah Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2024 yang diselenggarakan oleh Komisi Informasi Aceh (KIA) di Anjong Mon Mata Banda Aceh, Selasa, 19 November 2024. Saat membacakan sambutan Pj Gubernur Aceh, Zulkifli menyebutkan bahwa Anugerah Keterbukaan Informasi Publik diselenggarakan setiap tahunnya guna mendorong setiap badan publik agar semakin terbuka dalam menyediakan informasi yang dibutuhkan masyarakat. Semangat implementasi keterbukaan informasi ini sesuai dengan amanah Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, di mana setiap badan publik wajib menyediakan informasi yang berkenaan dengan pelayanan publik. “Penghargaan seperti ini rutin dilaksanakan oleh KIA untuk mendorong semangat keterbukaan menjadi budaya yang melekat di setiap lembaga publik di Aceh,” sebut Zulkifli. Dengan demikian, tambahnya, lembaga publik semakin memahami betapa pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam menjalankan kebijakan sehingga potensi penyelewengan dapat dipersempit. Pada kesempatan yang sama, Komisioner Komisi Informasi Pusat Bidang Penyelesaian Sengketa Informasi Publik Syawaluddin menekankan pentingnya keterbukaan informasi dalam negara hukum yang demokratis. “Undang-undang tentang Keterbukaan Informasi Publik memberikan jaminan hak bagi setiap warga negara untuk mengetahui sebuah rencana, program, proses hingga latar belakang dari kebijakan-kebijakan publik yang mempengaruhi kepentingan publik,” ungkap Syawaluddin. Syawaluddin menilai kesadaran badan publik di Indonesia terhadap hak warga negara dalam memperoleh informasi semakin meningkat. Sebagai badan publik, setiap kita tidak hanya menyediakan serta menyajikan informasi di media sosial. “Akan tetapi harus berani melakukan interaksi dan mendengar partisipasi serta respon dari masyarakat. Dari situlah, kepercayaan publik itu akan tumbuh,” pesannya. Selepas menerima penghargaan, Teuku Faisal pada kesempatan itu menyampaikan rasa bangga dan terima kasih kepada seluruh jajaran di Dinas Perhubungan Aceh atas komitmen dan dedikasi tinggi terhadap keterbukaan informasi publik yang sudah ditunjukkan selama ini. “Alhamdulillah, Dishub Aceh kembali meraih nilai tertinggi dan mampu mempertahankan penghargaan yang sudah dicapai pada tahun lalu. Tentu ini tidak mudah,” ungkapnya. Kadishub Aceh juga menekankan bahwa esensi dari keterbukaan informasi publik ini adalah bagaimana Dishub Aceh selaku badan publik mampu menyediakan kemudahan akses terhadap informasi bagi masyarakat sekaligus menerapkan budaya keterbukaan bagi seluruh ASN. “Transparansi terhadap kinerja, program, serta kebijakan-kebijakan yang kita lakukan harusnya diketahui oleh masyarakat secara luas, sehingga prinsip check and balance bisa terjadi dan masyarakat bisa berpartisipasi dalam pembangunan” jelas Teuku Faisal. Sementara itu, Ketua Informasi Aceh Arman Fauzi dalam laporannya menyebutkan, Komisi Informasi Aceh diberi mandat untuk memantau setiap perkembangan, perubahan, dan dinamika yang terjadi di setiap daerah terkait penerapan keterbukaan informasi publik. Jumlah badan publik di Aceh yang memperoleh klasifikasi “Informatif” kian meningkat. Peningkatan ini, sambung Arman, tidak terlepas dari dukungan, kerjasama, dan inovasi semua pihak. Dirinya berharap Aceh ke depan bisa menjadi provinsi yang dikenal lebih transparan serta literasi yang semakin meningkat. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur Aceh dan Bapak Sekda atas dukungan yang telah diberikan selama ini,” ungkap Arman yang akan mengakhiri masa jabatannya sebagai Ketua Informasi Aceh pada tahun ini. Pencapaian status klasifikasi “Informatif” merupakan penghargaan tertinggi bagi sebuah badan publik yang menyelenggarakan layanan informasi publik. Pada kategori SKPA di lingkungan Pemerintah Aceh, Dinas Perhubungan Aceh memperoleh nilai tertinggi yaitu 98,7 poin. Disusul oleh Dinas Komunikasi, Informasi, dan Persandian Aceh pada posisi kedua dengan 98,6 poin, dan Dinas Peternakan Aceh pada posisi ketiga dengan 98,6 poin.(AB)

Menapaki Keagungan Akhlak Rasulullah: Dishub Aceh Gelar Peringatan Maulid dengan Santunan Yatim

BANDA ACEH – Dinas Perhubungan Aceh memperingati Maulid Nabi Besar Muhammad SAW Tahun 1446 H/2024 M yang berlangsung di Mushalla Baitul Muttaqin, Dishub Aceh, pada Rabu, 06 November 2024. Ceramah Maulid ini menghadirkan Waled Muammar Chadafi dari Kabupaten Pidie sebagai penceramah. Peringatan Maulid kali ini mengangkat tema “Menapaki Jejak Keagungan Akhlak Rasullullah SAW.” Tema ini mengajak kita semua untuk memperdalam kembali pemahaman tentang nilai-nilai luhur yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Dalam ceramahnya, Waled Muammar Chadafi menjelaskan bahwa perayaan Maulid Nabi adalah wujud kecintaan kita atas hari lahirnya Nabi Muhammad SAW. Waled juga menekankan pentingnya menyantuni anak yatim karena Rasullulah sangat mencintai dan memuliakan anak yatim. “Rasulullah adalah manusia yang sangat menyanyangi anak yatim. Sikap inilah yang harus kita contoh, jangan sampai banyak anak yatim dan fakir miskin yang terlantar ,” ujar Waled. Ia juga mengajak untuk memperbanyak salawat kepada Nabi Muhammad SAW sebagai wujud kecintaan kepada beliau. “Shalawat adalah bentuk cinta kita kepada Rasulullah. Dengan bersalawat, kita berharap mendapatkan syafaatnya di hari kiamat nanti,” ungkapnya. Setelah ceramah, dilanjutkan dengan penyerahan santunan kepada anak yatim yang diserahkan langsung oleh Sekretaris Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Rizki Fadhil. Peringatan Maulid ini berlangsung khidmat dan dihadiri oleh masyarakat sekitar serta para mitra kerja perhubungan di Aceh.(AB)

Luar Biasa, DWP Dishub Aceh Sabet Juara 1 Lomba Senam Kesehatan Jasmani

BANDA ACEH – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Perhubungan Aceh meraih Juara Pertama Lomba Senam Kesehatan Jasmani (SKJ) yang digelar oleh Pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) Aceh pada Selasa, 5 November 2024. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) DWP yang ke-25, di Kantor DWP Aceh. Peserta lomba SKJ diikuti oleh pengurus dari setiap DWP Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) dan seluruh DWP kabupaten/kota se-Aceh. Ketua DWP Aceh, Sukmawati mengatakan bahwa kegiatan lomba senam itu tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi wadah untuk menjalin silaturahmi dan mempererat persaudaraan antar anggota Dharma Wanita Persatuan. “Melalui olahraga senam ini, kita semua juga mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan kesehatan dan kebugaran tubuh, yang tentunya sangat penting dalam menjalankan tugas sehari-hari, baik sebagai istri pegawai negeri sipil maupun dalam kiprah kita sebagai perempuan yang aktif di tengah masyarakat,” ujar Sukmawati. “Menang dan kalah dalam sebuah kompetisi adalah hal yang biasa, tetapi kebersamaan kita hari ini semoga menjadi pengalaman yang luar biasa bagi kita semua, kemenangan sejati bukan hanya dalam meraih juara, tetapi juga pada keikutsertaan, semangat, dan kekompakan tim yang kita bangun bersama,” pungkas Sukmawati.(AB)

Dishub Aceh Raih Peringkat Terbaik 1 dalam Penggunaan Bahasa Negara

BANDA ACEH – Dinas Perhubungan Aceh kembali meraih Juara 1 dalam Penghargaan Wajah Bahasa bagi Lembaga Pemerintah, Pendidikan, dan Swasta di Provinsi Aceh tahun 2024. Penghargaan yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Provinsi Aceh yang berada di bawah Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi ini berlangsung di Kyriad Muraya Hotel pada Senin, 21 Oktober 2024. Penghargaan Wajah Bahasa merupakan pemberian penghargaan bagi 45 lembaga binaan yang telah mengutamakan penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik maupun dokumen lembaga. Kepala Biro Tata Pemerintahan dan Otonomi Daerah, sekaligus Plh Asisten Pemerintahan Keistimewaan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Aceh, Syakir, yang mewakili Pj Gubernur Aceh, menyampaikan bahwa penggunaan bahasa Indonesia, sebagai bahasa resmi negara, di ruang publik menjadi barometer komitmen warga negara dalam menjaga martabat bahasa Indonesia, seperti penggunaan bahasa untuk nama gedung, jalan, rambu petunjuk, dan lain-lainnya. Syakir berharap penghargaan ini dapat memotivasi lembaga-lembaga untuk terus mengutamakan penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik dan dokumen resmi. Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Dinas Perhubungan Aceh Teuku Rizki Fadhil menyampaikan rasa terima kasih atas penghargaan yang diberikan. Mengenai penggunaan bahasa di ruang publik, seperti untuk kebutuhan media sosial misalnya, Teuku Rizki menyebutkan bahwa Dishub Aceh kerap melakukan research terkait bahasa yang sering digunakan dan akrab di telinga masyarakat, khususnya di kalangan millenial dan GenZ. “Penggunaan bahasa yang familiar tentu saja semakin mempermudah sebuah informasi itu diterima oleh masyarakat,” ungkap Teuku Rizki.(AB)

ASN Dishub Aceh Gotong Royong Bersihkan Taman PKA Sambut PON XXI 2024

BANDA ACEH – ASN Dinas Perhubungan Aceh mengikuti kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan Taman Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) pada Jumat, 30 Agustus 2024. Kegiatan gotong royong ini merupakan tindak lanjut dari arahan Pj Gubernur Aceh dalam rangka menyukseskan penyelenggaraan PON XXI Wilayah Aceh Tahun 2024. Kegiatan bersih-bersih ini merupakan bentuk kesiapan dan keseriusan Pemerintah Aceh dalam menyambut perhelatan PON XXI di Aceh. Harapannya, para atlet, ofisial maupun tamu yang berkunjung ke Aceh bisa merasa nyaman saat menggunakan fasilitas publik. Kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat kerjasama dan sinergi antara ASN serta masyarakat dalam menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan, terutama menjelang event besar yang akan membawa dampak positif bagi perekonomian dan pariwisata Aceh.(AB)

Dishub Aceh Dinilai Punya Tekad Kuat Dalam Menjamin Keterbukaan Informasi Publik

BANDA ACEH – “Diantara kita (Dishub Aceh) dan masyarakat tidak ada yang ditutup-tutupi, seluruh informasi terkait penyelenggaraan pemerintahan terutama di bidang perhubungan dapat diakses melalui website maupun media sosial kita.” Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Perhubungan Aceh Teuku Faisal saat memaparkan inovasi dan strategi pengelolaan keterbukaan informasi publik di hadapan Tim Komisi Informasi Aceh (KIA) yang berlangsung di ruang Aula Multimoda, Dishub Aceh, Selasa, 30 Juli 2024. Pemaparan inovasi dan strategi pengelolaan keterbukaan informasi publik ini merupakan sebuah rangkaian dari penilaian keterbukaan informasi pada lembaga publik yang diselenggarakan oleh KIA. “Kami percaya bahwa transparansi adalah fondasi utama untuk hubungan yang kuat dengan masyarakat, karenanya kami akan terus berupaya untuk memenuhi standar tertinggi dalam memberikan informasi yang transparan dan relevan,” kata Teuku Faisal di hadapan Tim visitasi KIA yang terdiri dari Arman Fauzi selaku Ketua KIA, M. Hamzah selaku komisioner KIA, Nurlaily Idris selaku komisioner KIA, dan Adi Warsidi, Ketua Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) Wilayah Aceh, selaku Tim ahli KIA. Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Rizki Fadhil menambahkan bahwa Dishub Aceh selalu berusaha melahirkan inovasi-inovasi baru dan strategi-strategi jitu untuk meramu informasi yang relevan dan dibutuhkan oleh masyarakat. “Beberapa inovasi kita memanfaatkan akses terhadap informasi secara real time dan tampilan yang menarik publik, untuk strategi sendiri kita merangkul generasi yang melek akan teknologi,” ucap Rizki. Sementara itu, Ketua KIA Arman Fauzi menyebutkan bahwa pihaknya akan terus mengawal komitmen badan-badan publik untuk terus menerapkan pelayanan informasi sesuai standar layanan informasi publik dengan memperhatikan asas pelayanan yang mudah, cepat dan tepat. “Strategi pengelolaan keterbukaan informasi publik yang dipaparkan oleh Dishub Aceh saya rasa sangat menarik, inovatif dan kreatif,” tutup Arman.(AP)

Wujudkan Tata Kelola Arsip Yang Baik, Dishub Aceh Lakukan Pemusnahan Arsip Inaktif

Banda Aceh – Dinas Perhubungan Aceh terus memaksimalkan pengelolaan data kearsipan. Salah satunya dengan cara melakukan pemusnahan arsip inaktif yang telah habis masa retensinya dan tidak memiliki nilai guna. Kegiatan ini berlangsung di Aula Multimoda, Dishub Aceh, Kamis, 18 Juli 2024 Arsip yang akan dimusnahkan adalah arsip inaktif Dinas Perhubungan Aceh periode tahun 1978 sampai dengan tahun 2015, yang telah dilakukan penilaian oleh Tim Penilai dan telah mendapat persetujuan pemusnahan dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). “Untuk Dinas perhubungan sendiri, arsip yang dimusnahkan sebanyak 1.021 berkas dan arsip statis yang diterima sebanyak 220 box yang terdiri dari 2.227 berkas”, ujar Sekretaris Dinas Perhubungan Aceh, T. Rizki Fadhil. Pemusnahan arsip merupakan salah satu cara penyusutan arsip sehingga penyelenggaraan kearsipan menjadi lebih efektif dan efisien. Pemusnahan arsip ini juga bertujuan untuk mengamankan informasi arsip dari penyalahgunanaan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. “Untuk mewujudkan akuntabilitas kinerja lembaga yang baik diperlukan pengelolaan arsip dan data yang baik pula”, ucap Rizki. Dalam rangka pengarsipan dan pemutakhiran data, Dinas Perhubungan Aceh sendiri sudah memiliki sebuah inovasi yaitu Sistem Informasi Kepegawaian Elektronik atau yang disingkat SIPEGEL yang memberikan kemudahan dalam pengelolaan data dan pengarsipan data. Inovasi ini memudahkan akses dan penyimpanan informasi secara lebih cepat dan mudah. Sementara itu, Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh, Zulkifli, menambahkan bahwa hal ini (pemusnahan arsip dan penyerahan arsip statis) harus sering kita lakukan melalui kegiatan pengelolaan arsip yang terencana dan terprogram. “Pengelolaan arsip ini memang harus ada di setiap instansi, dalam rangka untuk tertib administrasi”, ujar Zulkifli. Kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara pemusnahan arsip dan berita acara penyerahan arsip statis, pelaksanaan pemusnahan arsip dan penyerahan arsip statis secara simbolis dari DPKA kepada Dishub Aceh.(AP)

Jadikan Momen Pergantian Tahun Baru Hijriah sebagai Momentum untuk Hijrah

Ada tiga modal yang diperlukan agar sukses dalam berhijrah ke arah yang lebih baik lagi, diantaranya adalah niat yang baik, pengorbanan ke arah kebaikan dan bergantung kepada Allah dalam segala urusan. Hal ini disampaikan oleh Ustadz Umar Ismail ketika mengisi tausiah dalam rangka memperingati tahun baru Islam 1 Muharram 1446 Hijriyah yang digelar di Mushalla Baitul Muttaqin Dinas Perhubungan Aceh, Kamis, 11 Juli 2024. Ustadz yang berasal dari Meureudu ini menyampaikan, pergantian Tahun Baru Islam menjadi momentum untuk muhasabah diri. Introspeksi terhadap hal-hal yang telah terjadi merupakan tolak ukur bagi kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. “Hijrah bermakna perpindahan dari kemungkaran kepada ketakwaan, dari ketertinggalan menuju kemajuan, dan dari yang mudarat kepada yang manfaat,” ucap Ustadz Umar. Ia juga berpesan untuk selalu menghadirkan kekhusyukan dalam beribadah karena hidup di dunia hanya sementara, tinggalkan keburukan-keburukan dan memperbanyak ibadah dan amal kebaikan. “Selalu hadirkan Allah dalam kehidupan kita, sehingga hidup kita menjadi lebih baik dari waktu ke waktu”, ujar Ustadz Umar. Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perhubungan Aceh berharap dengan adanya tausiah dan muhasabah ini dapat menghadirkan perubahan khususnya kepada ASN dishub Aceh ke arah yang lebih baik lagi.(AP)

Dishub Aceh dan USK Kolaborasi Tingkatkan Kualitas Publikasi Informasi Publik

BANDA ACEH – Kolaborasi antar instansi semakin diperlukan pada masa kini. Salah satunya kolaborasi pada bidang publikasi. Beranjak dari ini, Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Aceh, T. Rizki Fadhil, beserta Tim Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Pelaksana Dishub Aceh menerima kunjungan Kepala Bagian Humas dan Protokol Universitas Syiah Kuala (USK) Mulyana, selaku PPID Pelaksanana USK beserta jajaran, Rabu, 10 Juli 2024. Dalam paparannya dengan suasana diskusi interaktif ini, Rizki menyampaikan bahwa keterbukaan informasi publik saat ini merupakan sesuatu yang mutlak diperlukan oleh masyarakat. Untuk itu, informasi yang disampaikan baik di media sosial maupun di website perlu dikemas dengan baik sesuai dengan kaidah informasi publik. “Berbagai perubahan kita perlukan, agar masyarakat mendapatkan informasi yang kita sampaikan menarik. Hal ini memudahkan kita dalam menyebarkan informasi yang akurat kepada publik,” sebut Rizki. Dilanjutkan Rizki, menurutnya, PPID Pelaksana USK juga menjadi tempat belajar bagi timnya dalam mengelola media sosial. Inspirasi pengelolaan ini dapat menjadi wadah diskusi sehingga dapat menghadirkan informasi publik yang efektif dan efesien. Mulyana mengatakan mengapresiasi langkah-langkah inovatif yang dilakukan PPID Pelaksana Dishub Aceh telah menginspirasi timnya untuk bergerak ke arah perubahan yang semakin baik ke depannya.(MR)

Dishub Aceh Pantau Donor Darah secara Real Time

Sebanyak 93 kantong darah berhasil dikumpulkan dalam kegiatan donor darah rutin di Dinas Perhubungan Aceh yang digelar pada Kamis, 15 Februari 2024. Tercatat ada 151 ASN Dishub Aceh yang mendaftar dan melakukan screening kesehatan untuk mendonorkan darah mereka. Akan tetapi, 58 orang di antaranya gagal mendonor karena beragam alasan, dominannya dipengaruhi oleh faktor kesehatan. Data mengenai kegiatan donor darah di Dishub Aceh tersebut diperoleh melalui aplikasi SiKotakBiru sehingga pemantauan kegiatan donor darah bisa dilakukan secara daring. Aplikasi SikotakBiru menjadi jawaban terhadap tantangan di era digital seperti saat ini. SikotakBiru memuat pelaporan kinerja, monitoring lokasi pegawai secara real time dan juga menghadirkan berbagai fitur canggih lainnya. Selain sebagai instrumen digital untuk memastikan disiplin pegawai, aplikasi ini juga mampu memantau aktivitas donor darah yang berlangsung di Dishub Aceh. Mengusung konsep Real Time, aplikasi ini dapat memberikan informasi lengkap terkait golongan darah, jumlah donor berhasil dan pendonor yang gagal pada kegiatan donor darah pemerintah Aceh Tahap I yang digelar dihalaman kantor Dinas Perhubungan Aceh, pada Kamis 15 Februari 2024. “Data donor darah bisa dilihat secara real-time serta akurat. Dengan begitu, para pendonor dapat mengetahui berapa kantong darah yang berhasil terkumpul serta alasan mengapa gagal melakukan donor darah,” ujar Sekdishub Aceh, Teuku Rizki Fadhil. Teuku Rizki mengapresiasi kepedulian dan antusias ASN Dishub Aceh dalam kegiatan donor darah yang berlangsung hari ini. Ia juga berharap aplikasi Sikotak Biru ini dapat terus digunakan dan dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk mendukung pelaksanaan pemantauan kinerja ASN Dishub Aceh khususnya.(AB/AP)