Dishub

Pj Gubernur Aceh Lepas Keberangkatan Jemaah Haji Aceh Kloter Pertama

BANDA ACEH – Penjabat Gubernur Aceh Bustami melepas keberangkatan 393 jemaah calon haji embarkasi Aceh ke tanah suci di Asrama Haji, Banda Aceh, Rabu, 29 Mei 2024. Jemaah calon haji yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) pertama ini, yang berasal dari Aceh Besar dan Sabang, berangkat dari Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) menuju Arab Saudi menggunakan pesawat udara Boeing 777-300ER milik maskapai Garuda Indonesia. Dalam sambutannya, Bustami berharap kepada seluruh jemaah calon haji agar bisa memanfaatkan kesempatan yang berharga ini dengan melaksanakan berbagai amalan yang telah disyariatkan sehingga menjadi haji yang mabrur. “Saya yakin seluruh jemaah calon haji yang akan berangkat tahun ini sudah mempersiapkan diri secara maksimal,” sebutnya. Penyelenggaraan ibadah haji tahun ini mengusung tema “Haji Ramah Lansia.” Oleh karena itu, Bustami menggarisbawahi pentingnya perhatian terhadap para jemaah yang telah mencapai usia lanjut. Pemerintah, lanjut Bustami, sudah menetapkan beberapa petugas pada setiap kloter yang akan membimbing dan membantu para jemaah berusia lanjut. Untuk itu, para jamaah haji diminta untuk tidak ragu berkonsultasi bila dirasa ada permasalahan yang timbul, baik dari segi ibadah maupun kesehatan. Di samping itu, keberangkatan jemaah haji embarkasi Aceh juga turut diawasi oleh Kementerian Perhubungan Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara serta Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah II Medan. Para inspektur penerbangan hadir untuk memastikan keberangkatan jemaah telah memenuhi seluruh aspek keamanan dan keselamatan penerbangan melalui monitoring dan rampcheck di bandara.(AB)

Maskapai Garuda Indonesia Siap Dukung Suksesnya PON XXI Aceh-Sumut

JAKARTA – Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia terus memperkuat komitmennya dalam mendukung penyelenggaraan berbagai agenda nasional. Dukungan tersebut kali ini direpresentasikan oleh Garuda Indonesia melalui penandatanganan perjanjian kerja sama dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) yang dilaksanakan pada hari Senin (27/5) di Hanggar 2 GMF AeroAsia di mana Garuda Indonesia secara resmi menjadi mitra resmi KONI pada penyelenggaraan berbagai event olahraga nasional dengan periode perjanjian selama 4 tahun hingga 13 Mei 2028 mendatang. Melalui penandatanganan kerja sama tersebut, Garuda Indonesia diproyeksikan akan menerbangkan sedikitnya sekitar 12 ribu penumpang yang terdiri atas Pengurus, Atlet, Kontingen, Delegasi dan Official di 38 Provinsi serta 65 Induk Cabang Olahraga yang dipertandingkan di bawah naungan KONI (33 Aceh, 34 Sumut) dengan berbagai penawaran benefit tambahan. Selain itu, Garuda Indonesia juga secara resmi turut menjadi official airline pada penyelenggaraan agenda Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI yang akan diselenggarakan di Aceh dan Sumatera Utara pada tanggal 8-20 September 2024 mendatang. Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra mengungkapkan bahwa penandatanganan perjanjian kerja sama bersama KONI tersebut merupakan inisiatif berkelanjutan Perusahaan dalam berkontribusi aktif memajukan sektor olahraga nasional dengan memastikan tersedianya layanan penerbangan yang aman dan nyaman dalam memobilisasi para pelaku olahraga di Indonesia. “Kami memahami bahwa olahraga adalah salah satu sektor yang paling berkontribusi aktif mengharumkan nama bangsa di kancah dunia melalui berbagai keberhasilan penyelenggaraan event olahraga internasional di Indonesia maupun raihan berbagai prestasi membanggakan para atlet Indonesia di level internasional. Tentunya merupakan sebuah kebanggaan bagi kami untuk dapat terlibat aktif dalam memajukan sektor olahraga bersama KONI,” jelas Irfan. Irfan menambahkan, “Dengan kondisi bonus demografi yang sedang dihadapi oleh Indonesia, penyelenggaraan berbagai event olahraga yang diinisiasi oleh KONI seperti PON tentunya akan melahirkan bibit-bibit unggul di berbagai induk cabang olahraga yang dapat dibina menjadi atlet terbaik dan berprestasi di level internasional pada masa yang akan datang.” Sementara itu, Ketua Umum KONI Pusat, Letjen TNI (Purn.) Marciano Norman mengungkapkan, “Kerja sama dalam bidang transportasi khususnya penerbangan ini memerlukan satu koordinasi yang detail antara KONI Pusat dengan Garuda Indonesia, sehingga kehadiran Garuda Indonesia bisa memberikan bantuan percepatan kemudahan transportasi udara bagi kontingen yang disiapkan oleh Garuda Indonesia.” “Saya berharap dengan adanya kerja sama ini, di samping Garuda Indonesia, Citilink juga bisa membantu penyelenggaraan PON XXI dari daerah-daerah yang memang tidak dilewati Garuda Indonesia,” sambungnya. Lebih lanjut, melalui penandatanganan perjanjian kerja sama tersebut, Garuda Indonesia turut menawarkan berbagai benefit yang dapat dinikmati oleh para pelaku olahraga nasional di antaranya meliputi penawaran diskon sebesar 15% untuk rute domestik, diskon 20% untuk rute internasional, tambahan bagasi hingga 5 kg untuk para penumpang, hingga penawaran bagasi untuk sport equipment mencapai 23 kg. Selain itu, Garuda Indonesia juga turut menyediakan konter check-in di bandara khusus untuk para pelaku olahraga di bawah naungan KONI, dedicated PIC, head rest cover, hingga penawaran harga khusus untuk material promosi yang direncanakan akan ditampilkan pada livery pesawat dan in-flight magazine Garuda Indonesia. “Kiranya dukungan Garuda Indonesia melalui penyediaan layanan penerbangan yang aman dan nyaman terhadap para pelaku olahraga di bawah naungan KONI tersebut dapat meningkatkan kualitas berbagai penyelenggaraan event olahraga di Indonesia sehingga akan memberikan efek domino jangka panjang berupa semakin banyak munculnya pemuda-pemudi terbaik yang beprestasi di sektor olahraga,” tutup Irfan.(MR) Sumber: Rilis Berita Pt Garuda Indonesia (Persero) Tbk Corporate Secretary

Apa Itu Turbulensi Pesawat? Begini Penjelasan Lengkapnya

Turbulensi pesawat adalah fenomena yang sering dialami penumpang selama penerbangan, yang biasanya ditandai oleh getaran atau guncangan yang terjadi saat pesawat terbang. Meskipun sering kali menimbulkan ketidaknyamanan dan ketakutan, turbulensi umumnya tidak berbahaya bagi pesawat maupun penumpangnya. Untuk memahami turbulensi lebih lanjut, berikut adalah penjelasan lengkapnya. Turbulensi adalah pergerakan udara yang tidak teratur yang menyebabkan pesawat bergetar atau terguncang saat terbang. Fenomena ini terjadi karena adanya variasi kecepatan dan arah angin di atmosfer. Turbulensi dapat terjadi pada ketinggian yang berbeda dan di berbagai kondisi cuaca. Jenis-Jenis Turbulensi Penyebab Turbulensi Turbulensi bisa disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain: Dampak Turbulensi Meskipun turbulensi bisa menimbulkan ketidaknyamanan, terutama bagi penumpang yang tidak terbiasa, pesawat modern dirancang untuk menahan tekanan dan guncangan yang disebabkan oleh turbulensi. Pilot juga dilatih untuk mengatasi situasi ini dan akan mencari rute yang lebih halus jika memungkinkan. Penumpang disarankan untuk selalu mengenakan sabuk pengaman saat duduk, bahkan ketika tanda kenakan sabuk pengaman dimatikan, untuk menghindari cedera akibat turbulensi mendadak. Turbulensi adalah fenomena umum yang terjadi selama penerbangan dan meskipun sering kali menimbulkan ketidaknyamanan, biasanya tidak berbahaya. Pemahaman tentang jenis-jenis turbulensi dan penyebabnya dapat membantu penumpang merasa lebih tenang selama mengalami fenomena ini. Dengan teknologi pesawat yang terus berkembang dan keterampilan pilot yang terlatih, keamanan selama penerbangan tetap terjaga meski mengalami turbulensi.(MR) *Diolah dari berbagai sumber

Peraturan Membawa Powerbank di Pesawat: Panduan dan Tips Terbaik

Membawa powerbank di dalam pesawat memiliki aturan-aturan tertentu yang harus dipatuhi demi keselamatan penerbangan. Aturan-aturan ini umumnya dikeluarkan oleh otoritas penerbangan sipil dan maskapai penerbangan. Berikut ini adalah uraian mengenai aturan membawa powerbank di dalam pesawat: Dengan memahami dan mematuhi aturan-aturan ini, Anda dapat membawa powerbank dengan aman selama perjalanan udara Anda. Membawa powerbank di pesawat memerlukan perhatian terhadap kapasitas daya, penempatan, dan kepatuhan terhadap regulasi maskapai serta otoritas penerbangan. Pastikan selalu mengecek aturan yang berlaku sebelum terbang untuk menghindari masalah di bandara atau selama penerbangan.(MR) *Diolah dari berbagai sumber, diantaranya IATA, FAA, dan Maskapai Penerbangan

Perbedaan Spesifik Pesawat Airbus dengan Boeing

Pernahkan Anda mengingat, bagaimana ya perbedaan bentuk pesawat Boeing dengan Airbus? Untuk mengenali perbedaan spesifik antara pesawat Boeing dan Airbus, Anda bisa memperhatikan beberapa ciri fisik dan desain yang khas pada kedua jenis pesawat tersebut. Berikut adalah beberapa perbedaan utama: 1. Bentuk Hidung Pesawat 2. Desain Kokpit 3. Bentuk Sayap 4. Suara dan Kinerja Mesin 5. Struktur Badan Pesawat 6. Sistem Avionik dan Pengendalian 7. Nama dan Model Pesawat Contoh Spesifik: Dengan memperhatikan ciri-ciri ini, Anda dapat lebih mudah mengenali apakah sebuah pesawat adalah Boeing atau Airbus.(MR) *Diolah dari berbagai sumber

Negara Asia Pasifik Bertemua di Bali Bahas Regulasi, Teknologi dan Perkembangan Keselamatan Penerbangan

Pertemuan 24th FAA – Asia Pacific (APAC) Bilateral Partners Dialogue Meeting resmi dibuka di Denpasar, Bali (7/5). Acara ini akan berlangsung hingga 10 Mei 2024. Tiga belas negara Asia Pasifik yang ikut hadir dalam pertemuan ini yakni Indonesia sebagai tuan rumah, Australia, Cina, Taiwan, Hong Kong, India, Jepang, Korea, Malaysia, Selandia Baru, Malaysia, Singapura, dan Timor Leste. Pertemuan antara Federal Aviation Administration (FAA) yang merupakan otoritas penerbangan sipil Amerika Serikat dengan para otoritas penerbangan sipil dan pelaku industri penerbangan Asia Pasifik akan membahas topik-topik terkini terkait regulasi dan teknologi penerbangan sipil, termasuk Advanced Air Mobility (AAM) dan Unmanned Aircraft Systems (UAS). Kemudian turut dibahas sertifikasi dan sistem audit keselamatan, pengembangan dan pemanfaatan bahan bakar penerbangan berkelanjutan / SAF (Sustainable Aviation Fuel) serta perlindungan lingkungan dalam penerbangan, sebagaimana dikelola oleh regulator, industri penerbangan, dan pemangku kepentingan lintas industri lainnya. Direktur Jenderal Perhubungan Udara M. Kristi Endah Murni di Jakarta, mengapresiasi seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam 24th FAA – Asia Pacific Bilateral Partners Dialogue Meeting, khususnya FAA yang telah memberikan kesempatan yang sangat berharga bagi Otoritas Penerbangan Sipil di Asia-Pasifik dan industri untuk bertemu, bertukar gagasan, dan mengatasi permasalahan kepentingan bersama yang berdampak pada kawasan Asia-Pasifik. “Saya mengapresiasi sebesar-besarnya kepada pihak FAA yang secara konsisten dan berkelanjutan memberikan kontribusi berharga untuk pengembangan di bidang transportasi udara pada negara negara Asia Pasifik terutama pembahasan pembahasan terkait keselamatan penerbangan,” kata Dirjen Kristi. Ia berharap hasil dari pertemuan ini dapat mempercepat kemajuan penerbangan sipil di Asia Pasifik dan wawasan baru yang diperoleh dapat diimplementasikan untuk kualitas penerbangan yang lebih baik.”Ikatan kuat dan kerja sama yang telah berjalan dengan sangat baik selama ini antara FAA dan otoritas penerbangan sipil di negara-negara Asia Pasifik terutama dalam implementasi peningkatan teknologi keselamatan penerbangan kiranya dapat dipertahankan dan bahkan terus ditingkatkan,” lanjut Dirjen Kristi. Sementara itu Direktur Navigasi Penerbangan, Capt. Sigit Hani Hadiyanto yang secara resmi membuka pertemuan ini mewakili Dirjen Perhubungan udara menyampaikan Indonesia merasa terhormat menjadi tuan rumah forum penting ini. “Merupakan suatu kehormatan besar bagi Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Indonesia untuk menjadi tuan rumah pertemuan penting ini, yang mempertemukan perwakilan mitra FAA dari wilayah Asia Pasifik untuk membahas kolaborasi guna memajukan keselamatan penerbangan secara seimbang dengan perkembangan teknologi Penerbangan sipil yang ramah lingkungan,” kata Capt. Sigit. Ruang udara di kawasan Asia Pasifik berfungsi sebagai katalis kemajuan, memfasilitasi perdagangan dan kegiatan bisnis lainnya, mempromosikan pariwisata, dan pertukaran budaya dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya. Hal tersebut memberikan tanggung jawab bersama untuk menjamin keselamatan dan kesejahteraan semua orang yang bergantung pada transportasi udara. Oleh karena itu, diperlukan upaya kolektif dan kerja sama serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan yang terlibat. Direktorat Jenderal Perhubungan Udara berharap wawasan dan hasil diskusi dari kegiatan ini akan menjadi katalisator perubahan positif dan mengarah pada kemajuan dalam bidang keselamatan, lingkungan, dan perkembangan teknologi penerbangan sipil yang tidak hanya bermanfaat bagi kawasan Asia Pasifik, namun juga seluruh komunitas penerbangan global.(MR) Sumber: Kemenhub

Yuk Kenalan dengan Seaplane

Seaplane, atau pesawat amfibi, adalah jenis pesawat yang dapat lepas landas dan mendarat di atas air. Dengan keunikan ini, seaplane memainkan peran penting dalam transportasi udara, terutama di wilayah yang memiliki banyak perairan seperti danau, sungai, dan pantai. Artikel ini akan mengajak Anda untuk lebih mengenal seaplane, mulai dari sejarah, fungsi, hingga jenis-jenisnya. Sejarah Seaplane Sejarah seaplane dimulai pada awal abad ke-20. Pada tahun 1910, Henri Fabre, seorang insinyur asal Prancis, berhasil melakukan penerbangan pertama dengan pesawat amfibi buatannya yang dinamai “Hydravion”. Keberhasilan ini membuka jalan bagi pengembangan pesawat amfibi di masa depan. Sejak itu, seaplane terus dikembangkan dan digunakan dalam berbagai tujuan. Pada masa Perang Dunia I dan II, seaplane digunakan secara luas oleh militer untuk patroli maritim, penyelamatan, dan misi pengintaian. Salah satu seaplane terkenal dari periode ini adalah PBY Catalina, yang berperan penting dalam operasi penyelamatan dan pengawasan selama Perang Dunia II . Fungsi Seaplane Seaplane memiliki berbagai fungsi yang menjadikannya sangat berguna, terutama di daerah terpencil atau yang sulit dijangkau oleh transportasi darat dan udara konvensional. Beberapa fungsi utama seaplane antara lain: Jenis-jenis Seaplane Terdapat dua jenis utama seaplane, yaitu floatplane dan flying boat. Seaplane adalah inovasi penting dalam dunia penerbangan yang menawarkan fleksibilitas dan aksesibilitas luar biasa, terutama di wilayah yang banyak perairan. Dengan sejarah panjang dan berbagai fungsinya, seaplane terus menjadi alat transportasi vital di banyak bagian dunia. Keunikan dan kemampuan khususnya membuat seaplane tetap relevan dan sangat berguna dalam berbagai situasi, dari transportasi hingga misi penyelamatan.(MR) *Diolah dari berbagai sumber

Notice to Airmen (NOTAM) Sangat Membantu dalam Operasional Penerbangan

Notice to Airmen, atau lebih dikenal dengan singkatan NOTAM, adalah pemberitahuan yang berisi informasi penting mengenai kondisi atau perubahan terkait fasilitas, layanan, prosedur, atau bahaya yang relevan bagi operasional penerbangan. NOTAM sangat krusial bagi keselamatan penerbangan, karena memberikan informasi yang diperlukan kepada pilot dan personel penerbangan lainnya sebelum dan selama penerbangan. Sejarah dan Tujuan NOTAM pertama kali diperkenalkan pada tahun 1947 sebagai bagian dari upaya Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) untuk meningkatkan keselamatan penerbangan. Sebelum adanya sistem NOTAM, informasi penting sering kali tidak terdistribusi dengan baik, sehingga dapat menyebabkan risiko keamanan. Tujuan utama NOTAM adalah untuk memastikan bahwa semua informasi yang berkaitan dengan perubahan dalam kondisi penerbangan dapat disampaikan secara cepat dan efisien kepada mereka yang membutuhkannya. Jenis-jenis NOTAM NOTAM dibagi menjadi beberapa jenis, masing-masing dengan fokus dan kegunaan tertentu: NOTAM juga dapat diklasifikasikan berdasarkan urgensi dan sifat informasinya: Isi dan Format NOTAM Setiap NOTAM memiliki format standar yang mencakup beberapa elemen penting, antara lain: Peran dan Manfaat NOTAM NOTAM memainkan peran kunci dalam keselamatan dan efisiensi operasi penerbangan. Dengan memberikan informasi terbaru mengenai: Melalui NOTAM, pilot dan operator penerbangan dapat mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan untuk menghindari risiko dan memastikan penerbangan berjalan lancar dan aman. Dilansir dari Badan Kebijakan Transportasi Kemenhub RI, Notice to Airmen atau NOTAM merupakan pemberitahuan yang disebar melalui peralatan telekomunikasi yang berisi informasi mengenai penetapan, kondisi atau perubahan di setiap fasilitas aeronautika, pelayanan, prosedur atau kondisi berbahaya, berjangka waktu pendek dan bersifat penting untuk diketahui oleh personel operasi penerbangan. NOTAM di Indonesia diterbitkan melalui NOTAM Office Kementerian Perhubungan, yang dibuat dan diterbitkan untuk ruang udara Indonesia (Jakarta Flight Information Region/FIR dan Ujung Pandang FIR) yang didistribusikan dalam tiga seri yaitu NOTAM Seri A: untuk pendistribusian nasional dan internasional, NOTAM Seri B: untuk pendistribusian nasional dan internasional terbatas negara tetangga, NOTAM Seri C: untuk pendistribusian nasional. NOTAM adalah komponen vital dari sistem informasi penerbangan global yang memastikan bahwa semua pihak yang terlibat dalam operasi penerbangan memiliki akses ke informasi penting dan terbaru. Dengan memberikan pemberitahuan yang cepat dan efisien tentang kondisi yang dapat mempengaruhi keselamatan penerbangan, NOTAM membantu meminimalkan risiko dan mendukung operasional penerbangan yang aman dan efisien.(MR) *Diolah dari berbagai sumber

Indonesia dan Arab Saudi Perluas Kerjasama Bidang Penerbangan

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bertemu Menteri Haji dan Umrah Kerajaan Arab Saudi, Tawfiq Bin Fawzan Al-Rabiah dalam pertemuan bilateral di Jakarta, Selasa (30/4). Pada kesempatan ini, keduanya membahas kerjasama transportasi haji dan umrah serta menyaksikan penandatanganan MoU kedua negara terkait pengaturan angkutan udara. Penandatanganan MoU dilakukan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Maria Kristi Endah Murni dan Dirjen Perhubungan Udara Arab Saudi (GACA) Aldulaziz Abdullah Al-Duailej , “Saya menyampaikan terima kasih atas kerjasama yang saling mendukung antara kedua negara, khususnya dalam mendukung penerbangan haji. Saya berharap penandatanganan jadwal rute baru ini akan meningkatkan jaringan maskapai penerbangan Indonesia dan Arab Saudi serta memfasilitasi hubungan yang lebih baik antara kedua negara” tutur Menhub. Sebelumnya Kementerian Perhubungan serta Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi telah menandatangani MoU yang mengatur hak-hak angkutan udara pada tahun 2017. Melalui pertukaran nota diplomatik, Kemenhub menyampaikan usulan perubahan terkait Air Safety, Aviation Security dan Authorizations and Designation, termasuk usulan rute baru untuk penerbangan komersial antara Indonesia dan Arab Saudi. Pada amandeman tahun ini, rute penerbangan dari seluruh bandara internasional di Arab Saudi dapat mendarat di bandara di Indonesia antara lain Jakarta, Surabaya, Makassar dan Denpasar. Sebaliknya, rute penerbangan dari seluruh Bandara Internasional di Indonesia dapat mendarat di Jeddah, Riyadh, Dammam, Madinah, dan Taif. Di samping itu, Menhub juga meminta dukungan bagi Garuda Indonesia untuk menambah slot time pada musim haji serta memindahkan terminal dari Terminal Haji ke Terminal 1 di Bandara Internasional Raja Abdulaziz-Jeddah. “Kami meyakini jika hal ini dilakukan, penerbangan haji tahun ini akan lebih lancar,” lanjut Menhub. Ke depan, Menhub berharap kerjasama Indonesia dengan Arab Saudi tidak terbatas pada bidang penerbangan saja. Menteri Tawfiq turut menyampaikan keinginannya untuk meningkatkan kerjasama transportasi antara Indonesia dan Arab Saudi, khususnya pada penerbangan haji dan umrah. “Dengan jumlah jamaah haji Indonesia yang begitu besar, kami menyambut baik kesepakatan baru ini dan siap membantu jika ada tantangan ke depan,” ujarnya. Turut hadir dalam pertemuan ini, Kepala Pusat Fasilitasi Kemitraan dan Kelembagaan Internasional (PFKKI) Fikry Cassidy, Kepala Pusat Pembiayaan Infrastruktur Transportasi (PPIT) Siti Maimunah, Direktur Angkutan Udara Putu Eka Cahyadi, dan Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra.(MR) Sumber: Kemenhub

Kunker Ke Singkil, Kadishub Aceh Dorong Peningkatan Pelayanan pada Sejumlah Fasilitas Transportasi

BANDA ACEH – Kepala Dinas Perhubungan Aceh Teuku Faisal melakukan kunjungan ke Pelabuhan Penyeberangan, Pelabuhan Laut dan Bandara Singkil di sela-sela mendampingi kunjungan kerja (kunker) Gubernur Aceh ke Kabupaten Aceh Singkil, Sabtu, 27 April 2024. Dalam kesempatan tersebut, Teuku Faisal meninjau langsung aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Penyeberangan Singkil. Disamping itu, ia juga mendengar masukan dan harapan dari para sopir truk yang menghendaki adanya penambahan trip kapal, baik di lintasan Singkil – Gunung Sitoli maupun Singkil – Sinabang agar waktu menunggu truk di pelabuhan dapat dipersingkat. Para awak angkutan barang juga berharap adanya peningkatan pelayanan yang lebih baik, mulai dari operator kapal, ketepatan waktu keberangkatan, kemudahan mendapatkan tiket, hingga upaya untuk menghilangkan praktik calo di pelabuhan setempat. Teuku Faisal merespon positif masukan tersebut sebagai upaya pengembangan kawasan Singkil dengan memastikan kelancaran distribusi logistik yang berfokus pada sektor transportasi, khususnya perbaikan pelayanan angkutan penyeberangan ke arah yang lebih baik. Di tempat yang berbeda, Kepala KSOP Singkil Chairul melaporkan kondisi terkini dermaga yang ada di Pelabuhan Laut Singkil kepada Kadishub Aceh. “Terjadi pendangkalan akibat sedimentasi pada fasilitas dermaga sehingga sudah 1 tahun kapal tidak bisa sandar di dermaga laut,” tutur Chairul. Kondisi dermaga yang tidak bisa melayani kapal bersandar tersebut harus segera ditangani. Sebagai upaya tindak lanjut, perlu dukungan Kemenhub untuk segera melakukan pengerukan, apabila dibiarkan justru akan mengakibatkan kapal sulit bersandar dan olah gerak. Pengerukan area dermaga nantinya akan mengurangi sedimentasi yang terjadi, sehingga kapal dapat kembali bersandar di pelabuhan. Selain itu, untuk mengurangi tingkat sedimentasi juga diperlukan pembangunan breakwater agar pengaruh sedimentasi dari muara sungai yang bersisian dengan pelabuhan dapat terkendali. Setelah mengunjungi pelabuhan, Kadishub Aceh juga melaksanakan monitoring ke Bandara Syekh Hamzah Fansuri Singkil. Dalam kunjungan tersebut, Kasatpel Bandara Azril, menyampaikan bahwa animo masyarakat menggunakan penerbangan perintis cukup tinggi. Hal itu terbukti dengan melonjaknya tingkat keterisian penumpang yang mencapai 100 persen pada beberapa penerbangan terakhir. Kedepan, pihaknya mengharapkan adanya perluasan rute penerbangan dari Singkil ke kota-kota lainnya di Aceh sehingga konektivitas udara menjadi semakin baik untuk mendongkrak aktivitas perekonomian di wilayah Singkil dan sekitarnya. Terhadap masukan tersebut, Pemerintah Aceh sangat mendukung dan mengupayakan untuk meneruskan usulan tersebut kepada Kemenhub.(AB)