Dishub

Outing Class TK Khalifah Kebun Raja : Serunya Belajar Transportasi Laut di Pelabuhan Ulee Lheue

Banda Aceh – Gelak tawa dan antusiasme mewarnai kunjungan edukasi siswa-siswi TK Khalifah Kebun Raja ke Pelabuhan Ulee Lheue hari ini. Kegiatan yang dikemas dalam program outing class ini bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar nyata dan mengenalkan dunia transportasi maritim sejak dini kepada anak-anak. Kunjungan spesial ini mendapat sambutan hangat dari Bapak Husaini, S.E., M.M.Tr., yang merupakan Kepala UPTD Pelabuhan Penyeberangan Wilayah I. Beliau secara langsung memandu dan menjelaskan berbagai aktivitas di pelabuhan, mulai dari proses sandar kapal feri, mekanisme bongkar muat, hingga peran penting pelabuhan sebagai pintu gerbang penghubung antar pulau. Para murid terlihat sangat antusias gembira saat berinteraksi tanya jawab dengan Bapak Husaini dan para staf di pelabuhan. Mereka diajak melihat langsung kapal dermaga, serta alat-alat pendukung operasional pelabuhan. Pengalaman ini diharapkan dapat menumbuhkan wawasan baru dan memotivasi mereka untuk lebih mencintai profesi di bidang kemaritiman. Kepala TK Khalifah Kebun Raja Ibu Desi Dwi Sianda, S.Pd menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan yang luar biasa dari Bapak Husaini dan seluruh tim Pelabuhan Ulee Lheue. Banyak sekali perubahan yang dirasakan saat ini di pelabuhan Ulee Lheue, mulai dari pelayanan, kenyamanan, ketertiban serta keramahan seluruh tim yang berada di pelabuhan. Kunjungan ini dinilai sangat bermanfaat dan sukses menjadi pelajaran berharga yang tidak bisa didapatkan di dalam kelas. Juga menjadi pengalaman terbaik bagi ananda sejak usia dini.(HJ) Baca Berita Lainnya: Aceh Kembangkan Rute Penerbangan Langsung Umrah dan Perluas Konektivitas Internasional Kadishub Aceh Ikuti Peringatan Hardikda ke-66, Tegaskan Dukungan Transportasi Publik untuk Pendidikan Presiden Anugerahkan Bintang Jasa Utama kepada Teungku Nyak Sandang, Patriot Aceh dalam Sejarah Transportasi Udara Indonesia

UPTD Wilayah 1 Pelabuhan Penyeberangan Dishub Aceh Gelar Donor Darah dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis Guna Meriahkan HUT ke-80 RI

BANDA ACEH – UPTD Wilayah 1 Pelabuhan Penyeberangan Dinas Perhubungan Aceh menggelar kegiatan sosial berupa donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat calon penumpang dan stakeholder pelabuhan dalam rangka memeriahkan HUT Republik Indonesia ke-80, Banda Aceh, Senin, 18 Agustus 2025. Acara yang dipusatkan di area pelabuhan ini melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat, khususnya calon penumpang kapal, serta seluruh stakeholder pelabuhan. Kegiatan dimulai dengan acara donor darah yang bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Banda Aceh. Sebanyak 31 kantong darah berhasil dikumpulkan dalam kegiatan kali ini sesuai target minimal yang ditetapkan oleh pihak UPTD Pelabuhan Ulee Lheue. Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya peserta yang ikut serta menyumbangkan darahnya. “Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian kami terhadap sesama, khususnya mereka yang saat ini membutuhkan darah. Kita juga membagikan kartu emoney gratis bagi para partisipan donor darah yang beruntung,” ucap Kepala UPTD Wilayah 1 Pelabuhan Penyeberangan Husaini Jamil yang turut serta mendonorkan darahnya dalam kegiatan ini. Selain itu, pihak UPTD Wilayah 1 juga menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi calon penumpang dan masyarakat umum. Layanan ini cukup diminati oleh masyarakat, terlihat dari jumlah pendaftar yang mencapai 136 orang. Pemeriksaan terdiri dari pengecekan tekanan darah, gula darah, dan konsultasi kesehatan. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan, terutama bagi para pengguna jasa transportasi laut. Kemeriahan HUT RI ke-80 semakin terasa dengan digelarnya aneka lomba khas 17 Agustus. Lomba-lomba seperti balap karung, tarik tambang, dan jejak merah putih berhasil mengundang gelak tawa dan semangat kebersamaan. Peserta lomba tidak hanya berasal dari staf stakeholder pelabuhan, tetapi juga calon penumpang yang tengah menunggu jadwal keberangkatan. Husaini menyebutkan bahwa UPTD Wilayah 1 memeriahkan HUT RI ke-80 dengan cara yang berbeda, membuat suasana pelabuhan lebih hidup dan masyarakat pun semakin betah di pelabuhan. “Melalui kegiatan seperti ini kita berharap kolaborasi antar stakeholder di Pelabuhan Ulee Lheue semakin erat. Kedekatan antar personil semakin dekat secara emosional sehingga kolaborasi untuk menghadirkan pelayanan yang maksimal kepada penumpang bisa berjalan dengan baik,” ungkapnya. Melalui rangkaian kegiatan ini, Husaini berharap dapat mempererat tali silaturahmi antara seluruh elemen di lingkungan pelabuhan, sekaligus menumbuhkan semangat nasionalisme dalam bingkai kebersamaan. Kegiatan ditutup dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba dan foto bersama, menandai suksesnya perayaan HUT RI ke-80 di Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue.(AB) Baca Berita Lainnya: Dishub Aceh Sosialisasikan Trans Koetaradja ke Mahasiswa Baru Fakultas Teknik USK Dishub Aceh Meriahkan HUT ke-80 RI dengan Lomba Unik dan Penuh Tawa Donor Darah Dishub Aceh Kumpulkan 106 Kantong, Plt. Sekda Turut Berpartisipasi

Dishub Aceh Meriahkan HUT ke-80 RI dengan Lomba Unik dan Penuh Tawa

BANDA ACEH – Dengan mata tertutup kain, Pegawai Dinas Perhubungan (Dishub) Aceh ikuti lomba Baris Berbaris Buta (BBB) di Halaman Kantor Gedung Induk, Banda Aceh, Kamis (14/8/2025), melangkah mantap mengikuti aba-aba. Sesekali ada yang melenceng ke arah tak terduga, memancing tawa penonton yang berkerumun di pinggir lapangan. Lomba unik ini menjadi bintang utama perayaan HUT ke-80 RI di lingkungan Dishub Aceh, diikuti seluruh pegawai, termasuk ASN PPPK yang baru dilantik dua pekan lalu. Tim Sekretariat Dishub Aceh membuka kompetisi bersama UPTD Pelabuhan Penyeberangan Wilayah I, UPTD Angkutan Massal Perkotaan Trans Kutaradja, dan Bidang PSM. Setelah itu giliran Bidang LLAJ, Pelayaran, Penerbangan, serta UPTD Terminal Tipe B. Meski tak bisa melihat, tim Sekretariat justru tampil memukau dengan langkah rapi dan kompak mengikuti instruksi. Mereka menjadi yang terbaik diikuti oleh tim dari Bidang Penerbangan serta tim Bidang Pelayaran. Yang membuatnya lebih menarik, sebagian besar peserta adalah ASN PPPK yang baru saja memegang SK. Mereka hanya sempat berlatih baris-berbaris saat retret paskapelantikan. Keseruan berlanjut ke lomba Perang Ekor Naga. Lima orang per tim saling berangkulan, berusaha mempertahankan “ekor” berupa balon yang diikat di pinggang peserta terakhir. Dengan lidi runcing di tangan, mereka memburu balon lawan sambil melindungi milik sendiri. Begitu terdengar letupan penonton sontak bersorak—ada yang girang, ada pula yang kecewa karena timnya kalah. “Ini game strategi. Ada delapan tim, dan tiga tim yang balonnya paling bertahan akan jadi juara. Kuncinya kekompakan,” kata Sekretaris Dishub Aceh, T. Rizki Fadhil, yang memandu jalannya pertandingan. Berbeda dengan yang terlihat, tidak semua tim memilih menyerang habis-habisan. Ada yang bermain aman dengan strategi bertahan, ada yang nekat memancing lawan ke sudut lapangan sebelum melakukan serangan balik. Penonton tak henti-hentinya tertawa melihat aksi-aksi lucu yang kadang justru membuat tim sendiri kebingungan. Untuk Perang Ekor Naga pria, juaranya adalah dari Bidang Penerbangan, Bidang LLAJ dan UPTD Wilayah 1. Sementara untuk kategori wanita dimenangkan oleh Bidang Pelayaran, UPTD Wilayah 1 dan Bidang PSM sebagai juara 3. Sorak-sorai penonton semakin memuncak saat lomba makan kerupuk dimulai. Angin yang berhembus kencang membuat kerupuk bergoyang liar, memaksa peserta berjinjit, mengangguk, bahkan memutar badan demi menggigitnya. Tawa pecah setiap kali ada peserta yang gagal berkali-kali menggigit kerupuk yang digantung di udara. Juara lomba makan Kerupuk pria dimenangkan oleh Bidang PSM, Sekretariat dan UPTD Terminal Tipe B. Sementara untuk kategori wanita diraih oleh Bidang Penerbangan dan juara kedua serta tiga diraih oleh dua perwakilan PSM. Sebagai penutup, para bapak-bapak unjuk kebolehan di lomba memasak mie Aceh. Aroma rempah menggoda langsung menyeruak di udara. Ibu-ibu duduk santai memberi dukungan sambil sesekali melontarkan komentar jahil kepada para “chef dadakan” yang sibuk mengaduk wajan. Hasilnya, setelah dinilai oleh tim juri, pihak Trans Kutaradja, LLAJ dan Sekretariat Dishub menjadi tiga terbaik dalam hal rasa. Dari semua perlombaan, Bidang Penerbangan kemudian mendapatkan juara umum setelah mendapatkan juara satu pada lomba Perang Ekor Naga dan Lomba Makan Kerupuk Wanita. Mereka juga mendapatkan juara dua pada lomba Baris Berbaris Buta. Sementara itu, fans dari sekretariat dianggap sebagai supporter terheboh pada perayaan HUT RI Dishub Aceh. Kepada yang terbaik ini, hadiahnya diserahkan langsung Kepala Dinas Perhubungan Aceh, T. Faisal ST., MT. Tak hanya di lapangan, semarak kemerdekaan juga terasa di setiap sudut kantor. Semua bidang dan UPTD berlomba menghias ruang kerja dengan tema merah putih. Bendera, balon, dan umbul-umbul dipasang rapi. Bahkan, bagian Sekretariat diam-diam mendekor pojok merah putih di lantai dua pada malam hari, sehingga keesokan harinya suasana kantor berubah penuh warna dan semangat kemerdekaan. Dalam Lomba Pojok Merah Putih ini, Bidang Pelayaran, UPTD Terminal dan Sekretariat menjadi juara setelah dinilai punya dekorasi terbaik. Perayaan HUT ke-80 RI di Dishub Aceh bukan sekadar deretan lomba, tetapi juga momen mempererat kebersamaan. Di antara tawa, sorakan, dan langkah kompak para peserta, tersimpan rasa bangga dan persaudaraan yang menjadi ruh peringatan kemerdekaan Indonesia.(HZ) Baca Berita Lainnya: Donor Darah Dishub Aceh Kumpulkan 106 Kantong, Plt. Sekda Turut Berpartisipasi Dishub Aceh Gelar Rakornis Percepatan Operasional Pelayaran Krueng Geukueh – Penang Dishub Aceh Imbau Sopir Angkutan Untuk Berhenti Saat Masuk Waktu Shalat

Donor Darah Dishub Aceh Kumpulkan 106 Kantong, Plt. Sekda Turut Berpartisipasi

BANDA ACEH – Dinas Perhubungan (Dishub) Aceh kembali melaksanakan kegiatan Donor Darah Pemerintah Aceh Tahap III Tahun 2025 yang berlangsung di halaman parkir CTRC Dishub Aceh pada Kamis, 7 Agustus 2025. Kegiatan rutin ini menjadi lebih istimewa dengan kehadiran Plt. Sekda Aceh M. Nasir, yang turut mendonorkan darahnya bersama para ASN Dishub Aceh. Kehadiran Plt. Sekda Aceh memberikan motivasi tersendiri bagi para pegawai. Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Faisal menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan partisipasi langsung Plt. Sekda Aceh dalam kegiatan donor darah di Dishub Aceh. Menurutnya, kehadiran Plt. Sekda Aceh menjadi penyemangat bagi seluruh jajaran Dishub Aceh untuk terus terlibat dalam aksi sosial. “Kami merasa terhormat atas kehadiran dan partisipasi langsung Plt. Sekda Aceh. Ini menjadi penyemangat bagi seluruh pegawai untuk terus berkontribusi dalam kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat,” ungkapnya. Dari 190 orang yang mendaftarkan diri sebagai pendonor, 106 di antaranya berhasil mendonorkan darah. Sementara 83 orang lainnya batal mendonor karena tidak memenuhi syarat kesehatan. Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan Unit Donor Darah PMI Kota Banda Aceh, dengan tim medis profesional yang memastikan proses donor berjalan aman dan sesuai standar kesehatan.(FL) Baca Berita Lainnya: Dishub Aceh Gelar Rakornis Percepatan Operasional Pelayaran Krueng Geukueh – Penang Dishub Aceh Imbau Sopir Angkutan Untuk Berhenti Saat Masuk Waktu Shalat Amanah Baru untuk 146 PPPK Dishub Aceh: Tingkatkan Pelayanan Publik

Dishub Aceh Gelar Rakornis Percepatan Operasional Pelayaran Krueng Geukueh – Penang

BANDA ACEH – Dinas Perhubungan Aceh menggelar Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Operasional Angkutan Laut Lintasan Krueng Geukueh – Penang (Malaysia) bersama sejumlah stakeholder terkait di Aula Multimoda pada Rabu, 6 Agustus 2025. Rapat ini merupakan rangkaian dari pertemuan-pertemuan yang telah dilaksanakan untuk mempercepat realisasi pelayaran Krueng Geukueh – Penang yang menjadi visi misi Pemerintah Aceh. Kepala Dinas Perhubungan Aceh Teuku Faisal, menyebutkan bahwa pembukaan rute angkutan laut ini menjadi salah satu solusi strategis dalam meningkatkan peran Aceh dalam rantai pasok internasional serta memperkuat konektivitas regional. Dalam pertemuan tersebut dibahas tentang kesiapan sarana-prasarana pelabuhan Krueng Geukueh, regulasi ekspor-impor dan pergerakan orang antar negara melalui pelabuhan. Teuku Faisal mengajak seluruh stakeholder terkait untuk bekerja keras agar pelayaran tersebut bisa segera terlaksana. “Aceh harus punya peran lebih baik lagi dalam perdagangan internasional. JIka ada kendala, mari kita selesaikan bersama.” ungkapnya. Sejumlah instansi terkait yang turut hadir dalam Rakornis hari ini adalah; Kepala Kanwil Ditjen Bea Cukai Aceh, Kepala Kanwil Ditjen Imigrasi Aceh, Kepala KSOP Kelas IV Lhokseumawe, Branch Manager PT Pelindo Multi Terminal Lhokseumawe, Kepala KKP Kelas III Lhokseumawe, Kepala Balai Karantina Aceh, Direktur Pengembangan Bisnis PT Pembangunan Aceh (PEMA), Ketua Umum DPW ALFI/ILFA Aceh, dan Wakil Ketua Bidang Logistik dan Freight Fowarding DPW ALFI/ILFA Aceh.(AB) Baca Berita Lainnya: Dishub Aceh Imbau Sopir Angkutan Untuk Berhenti Saat Masuk Waktu Shalat Amanah Baru untuk 146 PPPK Dishub Aceh: Tingkatkan Pelayanan Publik 5.789 PPPK di Aceh Resmi Dilantik, Gubernur Ingatkan Pentingnya Pelayanan Publik

5.789 PPPK di Aceh Resmi Dilantik, Gubernur Ingatkan Pentingnya Pelayanan Publik

BANDA ACEH – Kepala Dinas Perhubungan Aceh Teuku Faisal menghadiri Acara Penyerahan Keputusan Gubernur Aceh tentang Pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Formasi Tahun 2024 Tahap 1 yang digelar di halaman Kantor Gubernur Aceh, Senin, 4 Agustus 2025. Penyerahan SK PPPK kepada 5.789 pegawai dilakukan secara simbolis oleh Gubernur Aceh Muzakir Manaf. Dalam sambutannya, Gubernur mengingatkan para PPPK untuk memberikan pelayanan publik yang berkualitas dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. “Proses seleksi yang telah dilalui mencerminkan komitmen kita dalam memperkuat reformasi birokrasi, dengan menempatkan integritas, profesionalisme, dan kompetensi sebagai fondasi utama,” kata Muzakir Manaf. Selain itu, lanjut Gubernur Aceh yang akrab disapa Mualem itu, PPPK harus menjaga integritas dan loyalitas sebagai pelayan masyarakat, meningkatkan kapasitas diri dan adaptif terhadap perubahan, membangun kerja tim yang solid dan kolaboratif serta menghadirkan pelayanan publik yang humanis dan adil. “Intinya kita sama-sama mengevaluasi dan mengingatkan kerja kita agar lebih baik di masa mendatang dan ini adalah amanah kita semua untuk membangun Aceh yang lebih baik,” ujarnya. Pemerintah Aceh, kata Mualem, berkomitmen memperkuat tata kelola kepegawaian yang transparan dan adil. “Pengangkatan ini menjadi langkah strategis menjawab kebutuhan formasi di sektor-sektor penting,” pungkasnya. Pada pengangkatan PPPK Formasi Tahun 2024 Tahap 1, sebanyak 146 pegawai Dishub Aceh akan menerima SK PPPK pada hari ini yang akan digelar si Aula Multimoda Dishub Aceh.(AB)

Kapal pengangkut CPO dari Pelabuhan Krueng Geukueh Aceh Utara menuju Tuticorin India, di Aceh Utara, Aceh, Jumat (25/7/2025). ANTARA/HO

Gubernur Apresiasi Ekspor 12.000 Ton CPO PLB Aceh ke India Berlanjut

Banda Aceh (ANTARA) – Gubernur Aceh Muzakir Manaf mengapresiasi ekspor 12 ribu metrik ton CPO oleh PT Agro Murni melalui Pusat Logistik Berikat (PLB) PT Aceh Makmur Bersama di Pelabuhan Krueng Geukueh, Aceh Utara tujuan Tuticorin, India, diharapkan berlanjut. “Saya mengapresiasi langkah PT Agro Murni yang menggunakan fasilitas PLB PT Aceh Makmur Bersama untuk melakukan ekspor CPO langsung dari Aceh,” kata Muzakir Manaf, di Aceh Utara, Jumat. Muzakir mengimbau kepada pengusaha kelapa sawit di Aceh lainnya dapat mengikuti langkah PT Agro Murni yang melakukan ekspor langsung Aceh, sehingga memberikan dampak ekonomi terhadap daerah. “Tentu ini berdampak terhadap peningkatan perekonomian Aceh. Saya mengimbau agar langkah ini diikuti oleh eksportir CPO lainnya,” ujar Gubernur yang akrab disapa Mualem ini. Hari ini Bea Cukai memfasilitasi ekspor 12 ribu metrik ton CPO milik PT Agro Murni tujuan India melalui Pelabuhan Krueng Geukueh, Aceh Utara menggunakan kapal MT DOLPHIN 06. Sejak PT Aceh Makmur Bersama ini memperoleh fasilitas sebagai PDPLB dari Kanwil Bea Cukai Aceh pada akhir November 2019, perusahaan ini telah beberapa kali memanfaatkan fasilitas untuk mendukung efisiensi logistik dan proses ekspor CPO yang kompetitif. Kasi Perizinan dan Fasilitas I Kanwil Bea Cukai Aceh Sofyan mengatakan, fasilitas PLB ini merupakan bentuk dukungan konkret Bea Cukai dalam mendorong kelancaran distribusi, penimbunan, hingga ekspor barang strategis. “Komoditas CPO yang merupakan andalan ekspor nasional berhasil diberangkatkan langsung dari Aceh ke pasar global,” kata Sofyan. Sofyan menyampaikan, ekspor 12 ribu metrik ton CPO ini adalah yang pertama, dengan kapal langsung dikarantina di pelabuhan di Lhokseumawe. Kegiatan ini tidak hanya mengukir capaian ekonomi daerah, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap penerimaan negara. Selain dampak fiskal, kehadiran PDPLB dinilai bisa memberikan multiplier effect terhadap perekonomian lokal seperti penyerapan tenaga kerja, hingga optimalisasi pemanfaatan pelabuhan ekspor di wilayah utara Aceh. “Ini adalah contoh nyata bagaimana sinergi antara dunia usaha dan Bea Cukai bisa menciptakan ekosistem industri yang sehat, efisien dan berdaya saing. Kami berharap ke depan semakin banyak perusahaan yang memanfaatkan fasilitas ini,” katanya pula. Operasional Manager PT Aceh Makmur Bersama Tarmiji selaku pengelolaan PLB mengapresiasi PT Agro Murni yang selalu memanfaatkan PLB untuk melakukan ekspor CPO dari Aceh. Tarmiji menegaskan, pihaknya selalu bersedia memberikan dukungan penuh bagi perusahaan mana saja yang mau memanfaatkan fasilitas PLB dalam kegiatan ekspor. “PT Aceh Makmur Bersama siap mendukung kegiatan ekspor melalui Pelabuhan Krueng Geukueh,” demikian Tarmiji. Pewarta: Rahmat Fajri Editor: Budisantoso Budiman Copyright © ANTARA 2025 Sumber Berita dan Foto: LKBN Antara ‘Gubernur Apresiasi Ekspor 12.000 Ton CPO PLB Aceh ke India Lanjut’

Pelabuhan Malahayati di Krueng Raya, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, dari udara. Foto: Abdul Hadi/acehkini

Hampir 80 Persen Ekspor Aceh Lewat Pelabuhan Sendiri

Sebagian besar barang ekspor asal Aceh pada Juni 2025 dikirim melalui pelabuhan yang berada di dalam wilayah provinsi. Total nilai ekspor melalui pelabuhan Aceh mencapai 38,16 juta dolar AS, atau sekitar 78,34 persen dari total ekspor bulan tersebut. Angka ini menunjukkan peran penting infrastruktur pelabuhan lokal dalam mendukung aktivitas perdagangan luar negeri dari Aceh. Ekspor adalah mengirim barang ke luar negeri untuk dijual. Hanya sekitar 21,66 persen ekspor Aceh yang masih harus dikirim lewat pelabuhan di luar provinsi, terutama melalui Sumatera Utara yang mencatat ekspor senilai 9,97 juta dolar AS. “Total nilai ekspor komoditas asal Provinsi Aceh yang diekspor melalui pelabuhan di Provinsi Aceh pada Juni 2025 sebesar 38,16 juta dolar AS,” demikian disampaikan Badan Pusat Statistik (BPS) dalam laporan Perkembangan Ekspor dan Impor Aceh, Juni 2025, yang dirilis pada awal Agustus 2025. Secara keseluruhan, nilai ekspor barang asal Aceh pada Juni 2025 tercatat sebesar 48,71 juta dolar AS. Angka ini mengalami penurunan 3,16 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Komoditas ekspor terbesar berasal dari kelompok bahan bakar mineral senilai 31,77 juta dolar AS, terutama batu bara. India menjadi negara tujuan ekspor terbesar Aceh dengan nilai 38,61 juta dolar AS, hampir seluruhnya merupakan komoditas batubara. Amerika Serikat dan Tiongkok masing-masing menyusul dengan nilai ekspor 1,76 juta dan 1,66 juta dolar AS, didominasi oleh kopi dan rempah-rempah. Sementara itu, nilai impor Aceh pada bulan Juni tercatat sebesar 21,17 juta dolar AS, seluruhnya berupa bahan bakar mineral dan gas. Angka ini turun tajam sebesar 64,48 persen dibandingkan Mei 2025. Dengan ekspor yang lebih tinggi dari impor, neraca perdagangan Aceh pada Juni mencatat surplus sebesar 27,54 juta dolar AS.[] Sumber Berita dan Foto Aceh Kini: ‘Hampir 80 Persen Ekspor Aceh Lewat Pelabuhan Sendiri’

Pelabuhan Krueng Geukueh Aktif Dukung Kegiatan Ekspor Komoditas Unggulan Aceh

Aceh Utara – Aktivitas ekspor di Pelabuhan Krueng Geukueh, Aceh Utara menunjukkan geliat positif. Hal ini sejalan dengan misi Gubernur Aceh untuk membuka konektivitas perdagangan internasional yang lebih luas. Salah satu kegiatan ekspor terbaru dilakukan oleh PT Agro Murni yang mengirimkan 12.000 metrik ton Crude Palm Oil (CPO) melalui fasilitas Pusat Logistik Berikat (PLB) milik PT Aceh Makmur Bersama, dengan tujuan Tuticorin, India. Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, mengapresiasi langkah strategis ini yang menunjukkan potensi besar Aceh sebagai daerah ekspor yang kompetitif. “Langkah ekspor langsung ini tentu berdampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi Aceh, “. Pelabuhan Krueng Geukueh kini semakin menekankan pentingnya pelayaran langsung ke negara tujuan ekspor seperti Malaysia dan India. Jalur pelayaran langsung dari Krueng Geukueh ke Penang, Malaysia, juga tengah didorong sebagai salah satu upaya memperluas jalur ekspor komoditas unggulan Aceh. Keaktifan Pelabuhan Krueng Geukueh dalam mendukung ekspor menjadi sinyal kuat bahwa Aceh siap menjadi pemain penting dalam rantai logistik regional dan internasional, sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat lokal. (FL)

Perkuat Sinergi Digital di Era Keterbukaan Informasi, Dishub Aceh Gelar Rakor Publikasi dan PPID

Takengon – Dinas Perhubungan Aceh menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) Publikasi dan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) yang diikuti oleh perwakilan Dinas Perhubungan Kabupaten/Kota se-Aceh. Kegiatan yang berlangsung di Ballroom Parkside Gayo Hotel Takengon mulai 23 hingga 25 Juli 2025 ini bertujuan untuk memperkuat sinergi dalam pengelolaan informasi publik dan meningkatkan kualitas pelayanan PPID di sektor perhubungan di Aceh. Kepala Dinas Perhubungan Aceh, yang diwakili oleh Sekretaris Dinas Perhubungan Teuku Rizki Fadhil, dalam sambutannya menekankan pentingnya keterbukaan informasi publik sebagai wujud transparansi dan akuntabilitas pemerintah kepada masyarakat. “Di era digital saat ini, masyarakat semakin membutuhkan informasi yang cepat, akurat, dan mudah diakses. Oleh karena itu, peran PPID sangat krusial dalam memastikan setiap informasi yang dibutuhkan publik dapat terpenuhi sesuai dengan Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik,” ujar Teuku Rizki. Dirinya berharap seluruh pengelola kehumasan dan media sosial di lingkungan Dinas Perhubungan se-Aceh memiliki pemahaman yang sama dan dapat mengimplementasikan praktik terbaik (best practice) dalam pengelolaan informasi publik. Rakor yang mengusung tema “Kolaborasi Digital melalui Website, Adaptasi untuk Era Baru” ini membahas berbagai strategi peningkatan kualitas publikasi melalui website resmi, termasuk optimalisasi penggunaan media sosial, serta platform digital lainnya untuk menyebarluaskan informasi terkait kebijakan, program, dan kegiatan Dinas Perhubungan. Sementara itu, Ketua Panitia Rakor Publikasi dan PPID (TransMeet) Tahun 2025 Rahmi Caesaria Nazir menyampaikan bahwa pada tahun ini sebanyak 33 peserta ikut menghadiri serta berpartisipasi dalam kegiatan ini. Selain peserta dari Dishub Kabupaten/Kota se-Aceh, panitia juga turut mengundang pengelola media sosial dari Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Aceh. Dishub Aceh juga menghadirkan 2 pemateri yang cukup kompeten dalam bidang publikasi dan PPID, yaitu dari Komisi Informasi Aceh (KIA) dan seorang influencer atau konten kreator yang berasal dari Bener Meriah. Keduanya berbagai cukup banyak ilmu dan wawasan baru terkait peningkatan keterbukaan informasi publik dan penyiapan konten publikasi kepada seluruh peserta.(AB)c