Dishub

Cara Merawat Kaca Depan Mobil Anda

Menjaga mata Anda di jalan adalah salah satu aspek paling penting dari berkendara yang aman. Namun hal itu tidak akan mungkin terjadi jika kaca depan mobil Anda tidak dapat memberikan pandangan yang jelas. Bahkan kerusakan kecil, goresan kecil atau lapisan debu di kaca depan dapat mengganggu jarak pandang, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan. Oleh karena itu, sangat penting untuk memperhatikan perawatan kaca mobil.  Untuk memastikan kaca depan berfungsi dengan baik, berikut adalah beberapa tip perawatan kaca depan. HINDARI SUHU EKSTRIMSalah satu tips utama perawatan dan perawatan kaca depan mobil adalah tidak memarkir mobil Anda di bawah sinar matahari langsung, terutama di musim panas. Paparan sinar matahari yang terlalu lama dapat menyebabkan warna pada kaca depan memudar sehingga ada kemungkinan kaca depan mobil Anda rusak selama musim panas . Anda mungkin juga melihat beberapa gelembung di kaca depan. Temperatur yang tinggi juga dapat memperparah retakan yang ada di kaca depan Anda. Jika Anda harus memarkir mobil di bawah sinar matahari karena alasan apa pun, gunakan penutup mobil atau pelindung kaca depan untuk mencegah kerusakan.  RAWAT WIPER KACA DEPAN ANDA Wiper kaca depan memungkinkan Anda melihat jalan dengan jelas saat hujan, kabut, atau bahkan badai debu. Oleh karena itu, bilah penghapus kaca depan harus dibersihkan secara teratur untuk menghindari bengkok. Wiper akan melengkung seiring waktu karena panas atau debu, menyebabkan retakan pada kaca dan semakin menghalangi pandangan Anda.  Penting untuk mengganti wiper kaca depan setiap enam bulan sekali untuk melindungi kaca depan mobil. Anda perlu menggantinya lebih sering jika Anda bepergian jauh atau memarkir mobil Anda langsung di bawah sinar matahari. BERSIHKAN DENGAN HATI-HATI Kotoran biasanya menumpuk di kaca mobil jika tidak rutin dicuci. Bahan kimia keras dapat merusak permukaan kaca depan. Oleh karena itu, kaca depan perlu dirawat dengan produk pembersih khusus. Selain itu, selalu gunakan kain mikrofiber untuk membersihkan kaca depan mobil Anda. Membersihkan kaca depan dengan pembersih kaca ramah lingkungan merupakan cara aman untuk menjamin kaca bersih berkilau.  JAGA JARAK AMAN SAAT BERKENDARA Mengemudi terlalu dekat dengan kendaraan di depan tidak baik untuk kaca depan. Sebagian besar debu dan kotoran dari jalan akan mengenai kaca depan Anda akibat pergerakan mobil tersebut, sehingga menimbulkan goresan yang lebih banyak. Untuk perawatan kaca depan kendaraan, Anda harus menjaga jarak aman antara mobil Anda dengan kendaraan di depan. Ini juga akan melindungi kaca depan mobil jika ada yang terlempar keluar dari jendela mobil lain.  HINDARI MEMBANTING PINTU Kebiasaan tertentu pada akhirnya dapat menyebabkan banyak kerusakan pada mobil Anda. Membanting pintu mobil tidak hanya buruk untuk pintunya, tetapi juga untuk jendela dan kaca depan. Meskipun kaca depan cukup tangguh, guncangan dan getaran yang disebabkan oleh bantingan pintu dapat memperburuk retakan atau keripik yang ada. Hal ini sebagian besar berlaku untuk kaca depan yang baru saja diperbaiki atau kaca depan aftermarket dengan kualitas lebih rendah.  PASANG BUG SHIELD DI MOBIL ANDA Deflektor akan melindungi kaca depan dari goresan yang disebabkan oleh serpihan atau serangga yang mengenai jendela saat mengemudi. Bug didorong ke atas dan melewati bagian atas mobil oleh deflektor saat Anda mengemudi. Efeknya mungkin tidak terlalu terlihat tetapi bisa meninggalkan bekas atau goresan. Seiring waktu, goresan kecil ini bisa menjadi gangguan besar. MINTA PAKAR UNTUK MEMPERBAIKI DAN MENGGANTI KACA DEPAN Karena kurangnya perawatan atau kecelakaan, ada kemungkinan kaca depan mobil Anda perlu diperbaiki. Membiarkan retakan kecil dan keripik yang tidak diperbaiki dapat memicu berkembangnya kantong udara dalam jangka panjang, dan dapat mengganggu jarak pandang pengemudi. Retak dan goresan kecil juga bisa menjadi lebih berisiko jika tidak dirawat. Oleh karena itu, pemeriksaan profesional penting untuk pemeliharaan dan perawatan kaca depan mobil. GUNAKAN PENUTUP PENOLAK AIR Ada beberapa pelapis anti air yang tersedia untuk perawatan kaca depan mobil. Penutup anti air memfasilitasi pembuangan air dari kaca depan. Itu cenderung meningkatkan visibilitas dari kaca depan bahkan dalam hujan lebat dan kabut. Beberapa pelapis juga cenderung mengurangi silau dari kendaraan yang melaju, yang cukup membantu saat berkendara di malam hari. Ini menyimpulkan panduan dan tip perawatan kami untuk perawatan kaca depan mobil. Kaca depan sangat penting karena memberikan perlindungan dan visibilitas bagi pengemudi. Semakin baik Anda menjaga dan merawat kaca depan mobil, semakin baik tujuannya. Jika Anda menemukan chip atau retakan di kaca depan Anda, segera perbaiki tanpa penundaan lebih lanjut. Sumber: Dubizzle

Kecepatan Kereta Api Makin Bertambah, Kemenhub Imbau Masyarakat Lebih Waspada di Perlintasan Sebidang

Seiring dengan meningkatnya infrastruktur rel kereta api yang sudah ganda atau double track dan dwi ganda atau double-double track, kecepatan kereta api semakin meningkat. Untuk itu masyarakat pengguna jalan diimbau untuk lebih waspada ketika melintas di perlintasan sebidang guna mencegah terjadinya kecelakaan. “Berdasarkan Grafik Perjalanan Kereta (Gapeka) tahun 2023, kecepatan kereta sekarang sudah di posisi 120km/jam, dari sebelumnya 80km/jam. Bahkan, ke depannya akan mencapai 160 km/jam. Artinya, kereta sudah tambah cepat ketika menuju dan melewati perlintasan sebidang. Belum lagi saat ini sudah double track, bahkan double double track. Artinya, kereta yang melintas sudah semakin banyak dan semakin cepat. Maka, kita harus lebih waspada dengan perlintasan,” ujar Dirjen Perkeretaapian Risal Wasal, Jumat (4/8). Risal mengungkapkan, isu perlintasan sebidang menjadi salah satu isu dari keselamatan perkeretaapian. Untuk mengatasi masalah perlintasan sebidang ini, berbagai langkah sudah dilakukan oleh Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA). Tindakan utama yang dilakukan diantaranya adalah dengan tidak pernah mengeluarkan izin perlintasan sebidang, serta terus melakukan upaya penutupan perlintasan sebidang. Dengan semakin sedikitnya jumlah perlintasan sebidang diharapkan perjalanan kereta api akan semakin aman dan selamat. “Sejak dibentuknya DJKA tahun 2005, kita sudah tidak pernah mengeluarkan lagi ijin untuk membuka perlintasan sebidang secara resmi, kecuali sifatnya sementara karena ada pembangunan atau peralihan jalan, itu pun dengan dikawal. Yang kedua, target kita adalah menutup seluruh perlintasan sebidang,” tutur Risal. Ia menuturkan, target awal penutupan perlintasan sebidang yaitu dengan menutup perlintasan sebidang kereta api yang berdekatan, yakni kurang dari 800 meter dan/atau yang lebar jalannya kurang dari 2 meter. Setelah ditutup, akan dibangun fasilitas seperti: early warning system (EWS), pagar sterilisasi jalur kereta api, membangun jembatan penyeberangan orang/kendaraan, serta Flyover atau Underpass di jalur perlintasan sebagai alternatif akses bagi pengguna jalan. “Dalam membangun dan merawat fasilitas ini tentunya kami membagi tanggung jawab dengan pemerintah daerah, operator kereta, dan pihak terkait lainnya sesuai dengan ketentuan yang diatur di dalam Undang-Undang Perkeretaapian dan aturan turunannya. Karena jumlah perlintasan sebidang sangat banyak, sementara ada kendala keterbatasan anggaran,” ujar Risal. Lebih lanjut Risal menjelaskan, dampak dari terjadinya kecelakaan sebidang selain mengakibatkan adanya korban jiwa dan kerusakan pada kendaraan yang tertemper kereta, juga mengakibatkan kerusakan pada sarana kereta itu sendiri. “Otomatis lokomotif kereta juga akan rusak dan ini akan mengganggu pelayanan dari kereta api,” ucapnya. Risal mewanti-wanti bahwa pelaku penerobos perlintasan sebidang dapat dipidanakan. “Seperti kasus yang terjadi di Semarang, saat ini masih berproses bahwa pemilik truk dituntut untuk mengganti dampak kerugian yang ditimbulkan. Pemegang izin perlintasan sebidang, misalnya pemerintah daerah juga bisa dimintai tanggung jawab jika ditemukan ada kelalaian dalam melakukan penjagaan pintu perlintasan sebidang,” tuturnya. Intensifkan Koordinasi dan Edukasi Kemenhub melalui DJKA terus berkomitmen melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah daerah, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Kerja sama ini dilakukan baik untuk melakukan pencegahan kecelakaan, seperti pembangunan fasilitas dan rambu-rambu di sekitar perlintasan sebidang, hingga penanganan dengan menutup perlintasan, serta membangun alternatif jalan bagi masyarakat. Upaya edukasi kepada masyarakat juga terus dilakukan bersama stakeholder terkait, dengan berbagai program kampanye kesadaran keselamatan di perlintasan sebidang, salah satunya yaitu melalui sosialisasi “BERTEMAN” (Berhenti, Tengok Kanan-Kiri, Aman, Jalan). Melalui program ini pemerintah ingin mengajak, membangkitkan, menumbuhkan budaya keselamatan di perlintasan sebidang di masyarakat. Selain itu, upaya mencari alternatif penganggaran di tengah keterbatasan anggaran melalui APBN/APBD juga terus diupayakan, dengan membuka peluang melalui skema kerjasama pemerintah dan badan usaha (KPBU). Berdasarkan data hasil validasi dari Balai dan Daop/DIVRE per Desember 2022, secara total terdapat 4.292 perlintasan sebidang di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.499 perlintasan dijaga oleh petugas, sebanyak 1.756 perlintasan tidak dijaga petugas, dan 1.037 lainnya merupakan perlintasan liar. Sepanjang tahun 2022, DJKA telah menutup 235 titik perlintasan sebidang.(*) Sumber: Kemenhub

Meriahkan HUT ke-78 RI, Dishub Aceh Hadirkan Mobil Hias Kereta Api Cut Meutia

BANDA ACEH – Pj. Gubernur Aceh, Achmad Marzuki menyapa pawai budaya dan karnaval mobil hias dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Republik Indonesia, di Pendopo Gubernur Aceh, Banda Aceh, Sabtu, 19 Agustus 2023. Baik pawai budaya maupun karnaval mobis hias dimulai dari Blang Padang dan berakhir di lokasi yang sama. Diawali pawai budaya anak-anak dan remaja se-Banda Aceh dan sekitarnya dan diiringi karnaval mobis hias yang menggelinding kota Banda Aceh. Masyarakat Kutaraja yang menyaksikan pawai ini tampak antusias dan menyambut gembira momen tahunan ini. Melalui kegiatan ini dapat mempererat persaudaraan dan cinta Indonesia di hati masyarakat Aceh. Peserta pawai memamerkan kreativitas dengan mobil hias yang mencerminkan budaya dan warisan Indonesia. Acara ini melibatkan tarian, musik, kostum tradisional, dan atraksi budaya. Salah satu Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) yang ikut dalam karnaval mobil hias tahun ini memamerkan hiasan Kereta Api Cut Meutia. Kereta api yang diambil namanya dari Pahlawan Nasional asal Aceh yaitu Cut Meutia ini sehari-hari melayani masyarakat dari Krueng Geukeuh (Aceh Utara) hingga ke Kuta Blang (Bireuen). Hadirnya mobil hias Kereta Api Cut Meutia ini harapannya dapat mengenalkan kereta moda darat ini kepada masyarakat Aceh. Juga sebagai bentuk mengenang jasa para pahlawan dari Aceh.(MR)

Pj. Gubernur Aceh Ikuti Rapat Virtual Bahas Kebutuhan Transportasi PON ke-XXI Tahun 2024

BANDA ACEH – Pj Gubernur Aceh, Achmad Marzuki bersama Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Faisal dan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, serta tim dari masing-masing instansi mengikuti rapat koordinasi (rakor) dengan Direktur Angkutan Jalan, Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub RI melalui sambungan zoom meeting, Jumat, 18 Agustus 2023. Rakor ini membahas permohonan Pemerintah Aceh dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara kepada Menteri Perhubungan RI terkait usulan kebutuhan transportasi pada pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-XXI Tahun 2024.(AM)

Tim LLAJ Dishub Aceh Bersama TNI-Polri Tertibkan Lalin Peringatan HUT ke-78 RI

BANDA ACEH – Suasana syahdu nampak di kota yang udaranya terbersih se-Indonesia ini, sejak pagi saat buih-buih kopi robusta masih dikepuli asap dalam gelasnya, Tim Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dishub Aceh bersama TNI-Polri telah bersiap mengamankan alur masuk lalu lintas ke Kantor Gubernur Aceh. Kehadiran mereka dalam rangka upacara pengibaran bendera merah putih dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Republik Indonesia di halaman apel kantor Gubernur Aceh, Kamis, 17 Agustus 2023, Banda Aceh. Ratusan iring-iringan mobil roda empat dan sepeda motor yang hilir mudik pagi ini perlu dilakukan langkah-langkah strategis demi kelancaran arus masuk maupun keluar dari lapangan upacara. Saat penaikan bendera merah putih dan dinyanyikannya lagu kebanggaan Indonesia Raya, Tim LLAJ Dishub Aceh bersama aparat petugas gabungan lainnya memberhentikan sejenak masyarakat ibukota yang melintasi jalan Teuku Nyak Arief, Jeulingke, Syiah Kuala, Kota Banda Aceh tepat berada di depan kantor Gubernur Aceh. Masyarakat pun antusias mengindahkan ajakan ini. Peringatan HUT ke-78 RI pada kali ini turut dimeriahkan parade atlet paramotor nasional asal Aceh dari Lanud SIM TNI-AU dan Basarnas Aceh yang mengibarkan merah putih di langit kota Banda Aceh dan mendarat dengan mulus. Selain itu juga diawali pula dengan pembacaan ayat suci Alquran serta salawat badar. Para tamu undangan khidmat mengikuti jalannya upacara. Pada hari yang sama, sore nanti akan dilaksanakan upacara penurunan bendera merah putih di lokasi yang sama. Dijadwalkan, peringatan HUT ke-78 RI kali ini dimeriahkan pawai budaya dan karnaval mobil hias di kota Banda Aceh akan dilaksanakan pada Sabtu, 19 Agustus 2023 mendatang dengan titik permulaan dari Lapangan Blang Padang. Acara lainnya juga turut digelar berupa gerak jalan 45 km, 17 km, dan 8 km.(MR)

Enggan Pulang Sebelum Pemudik Pulang

Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue merupakan gerbang utama yang dilalui pemudik dari dan menuju Sabang. Data pergerakan penumpang dari Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue – Sabang pada saat musim mudik lebaran tahun 2023 mencapai 28.257 penumpang dan Sabang – Pelabuhan Ulee Lheue mencapai 28.142. Selain aktivitas dari dan menuju Sabang, Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue juga melayani aktivitas pelayaran dari dan menuju Pulo Aceh. Padatnya jumlah penumpang pada musim mudik 2023 membuat Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue dipadati bukan hanya penumpang saja namun juga para pengantar-jemput penumpang, belum lagi ditambah dengan beberapa orang yang datang hanya sekedar duduk untuk berwisata dan berisitirahat sejenak di pinggir pelabuhan. Kenaikan jumlah orang yang berlalu-lalang pada musim mudik lebaran tahun 2023 di Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue mendorong Dinas Perhubungan Aceh melakukan penambahan personil dalam memberikan pelayanan terbaik bagi pengguna jasa Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue, personil tambahan yang dikerahkan pada peak season tersebut salah satunya adalah relawan yang berasal dari Pramuka. Kedatangan relawan pramuka ini merupakan kali ke dua setelah pertama kalinya mereka membantu aktivitas pelayanan musim mudik di Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue pada tahun 2022. Amirul Ahsyani, salah satu relawan di Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue pada musim mudik lebaran tahun 2023 ini diamanahi sebagai Komandan Tim (Dantim) Pramuka Peduli Kwarcab Banda Aceh. Mahasiswa Politeknik Aceh jurusan Teknologi Informasi ini, sudah aktif di organisasi kepramukaan semenjak duduk di bangku kelas 2 SMA, tepatnya pada tahun 2017. Kecintaannya terhadap pramuka tumbuh karena motivasinya yang ingin menambah wawasan pengetahuan dan keterampilan, mendapatkan pengalaman yang banyak, melatih kedisiplinan, dan dapat melakukan misi kemanusiaan melalui Pramuka Peduli. Kegiatan kepramukaan yang diikuti Amirul bukan hanya di Aceh saja namun juga kegiatan skala nasional salah satunya pada kegiatan Pramuka yang diadakan di Bangka Belitung dan mendapatkan medali tanda ikut serta kegiatan (tiska). Sosok Dantim Pramuka Peduli Kwarcab Banda Aceh ini juga pernah mendapatkan penghargaan berupa penghargaan Bintang Tahunan yang diselenggarakan oleh Kwartir Nasional (Kwarnas) yang didapatkan karena jerih payah dan kepeduliannya dalam misi kemanusiaan, ia mendapatkan sertifikat dan medali penghargaan pada tahun 2023 setelah mengikuti kegiatan siaga lebaran tahun 2022.  “Saya ingin membantu masyarakat dan dapat meningkatkan kualitas hidup”, jawaban yang diungkapkan Amirul ketika ditanya motivasi yang mendasarinya menjadi relawan dan misi kemanusiaan lainnya. Ia juga mengaku mendapatkan banyak pengalaman selama menjadi relawan pada musim mudik lebaran tahun 2023 di Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue. Amirul mengungkapkan keseruan selama menjadi relawan di antaranya adalah dapat membantu orang banyak, bisa melakukan yang terbaik bagi masyarakat, berkenalan dan membangun relasi dengan berbagai pihak terlebih Dinas Perhubungan Aceh. Amirul mengaku malah enggan pulang sebelum kegiatan selesai, ”Pokoknya anti pulang kerumah kak hahaha, udah seru kegiatannya jadi gak pulang-pulang” ujar Amirul dengan ceria mengenang betapa serunya pengalamannya selama menjadi relawan. Amirul mengaku aktivitas relawan yang ia lakukan tahun ini berbeda dengan tahun kemarin. Di tahun 2022, tugasnya menjadi relawan lebih kepada misi kemanusiaan seperti membantu orang tua yang kesusahan dalam berjalan, mengangkat pengguna kursi roda, membantu disabilitas, orang yang sakit dan orang yang membutuhkan bantuan. Tahun ini kegiatan relawan, khususnya relawan laki-laki lebih fokus kepada menjaga kemanan dan penertiban kendaraan terutama kendaraan roda empat. Sedangkan relawan perempuan tahun ini fokus kepada membantu misi kemanusian. Selama menjadi relawan, Amirul menuturkan hal yang tidak bisa dilupakan adalah pada saat relawan meminta izin pulang ke daerah masing-masing kepada seluruh stakeholder yang terlibat dalam aktivitas pelayanan di Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue seperti Dinas Perhubungan Aceh, ASDP, awak kapal, dan seluruh anggota yang bertugas bersama-sama siang dan malam dalam mendukung kelancaran mudik lebaran 2023. Amirul merasa saat menjadi relawan banyak dibimbing dan dibantu oleh keluarga besar Dinas Perhubungan Aceh. Ketika ditanya mengenai harapannya kedepan terkait dengan Pemerintah Aceh dan masyarakat Aceh secara umum, Amirul menjawab, “Semoga kedepannya Pemerintah Aceh dapat memaksimalkan dan mengoptimalkan potensi Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di Aceh terutama organisasi-organisasi seperti Pramuka. Untuk masyarakat, jadilah masyarakat yg cerdas dan kreatif”.(*) Versi cetak digital dapat diakses dilaman:

Kadishub Aceh Buka Mukerda I Organda Aceh

BANDA ACEH – Penjabat Gubernur Aceh, Achmad Marzuki, diwakili Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Faisal menghadiri sekaligus membuka Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) I Organisasi Angkutan Darat (Organda) Aceh, Senin sore, 14 Agustus 2023. Dalam amanatnya, Faisal mengatakan Organda sebagai wadah organisasi bagi para pengusaha angkutan jalan, yang menjadi mitra strategis pemerintah untuk bersama-sama memulihkan dan membangkitkan kembali industri angkutan jalan terus konsisten berupaya meningkatkan pelayanan angkutan jalan, baik angkutan penumpang maupun barang/logistik, dan memahami arah kebijakan regulasi terkait. “Pemerintah menaruh harapan besar dengan pelaksanaan Musda Organda Aceh, terbentuknya pengurus yang profesional dan memiliki komitmen penuh untuk memajukan Organda sebagai mitra pemerintah dalam menjawab berbagai problematika angkutan di wilayah Aceh,” kata Faisal, Selain itu, pemerintah juga mengharapkan dengan hadirnya Organda di Aceh dapat pula menjadi problem solver sehingga mampu menaungi dan memberikan solusi serta terus berkolaborasi bersama stakeholder terkait. Hadir dalam kesempatan ini Dirlantas Polda Aceh Kombes Pol M. Iqbal Alqudusy, Ketua Kadin Aceh diwakili TAF Haikal, Kepala PT Jasa Raharja Cabang Aceh Regy S Wijaya, Pj Wali Kota Banda Aceh diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Jalaluddin, ST, MT, Ketua DPRK Banda Aceh Farid Nyak Umar dan sejumlah pejabat lainnya baik dari provinsi maupun Kota Banda Aceh.(MR)

Panorama Menggamat yang Memikat

Barangkali kita pernah bertanya, apakah masih ada daerah di Aceh yang belum bisa diakses dan ditempuh melalui jalur darat? Maka jawabannya ada. Salah satunya adalah Gampong Alue Keujruen, terletak di Kecamatan Kluet Tengah, Aceh Selatan. Jika menempuh rute titik perjalanan dari pusat ibukota provinsi, menuju ke Alue Keujruen dapat ditempuh melalui jalur pantai Barat-Selatan Aceh melewati pegunungan dan perbukitan. Jalanan yang berkelok ini amatlah terasa saat di kawasan Kabupaten Aceh Jaya, tiga gunung akan kita lewati, mulai dari gunung Kulu, gunung Geurutee, dan gunung Paro. Meskipun demikian, pesona pemandangan di sebelah kirinya menyuguhkan panorama alam membentang luas dan berhadapan langsung dengan Samudera Hindia. Kami berangkat dari Banda Aceh sekitar pukul 10.00 WIB dan tiba di Tapaktuan, ibukotanya Aceh Selatan sore harinya. Perjalanan ini juga melewati gunung Trans terletak di Nagan Raya yang di pinggir jalannya dipenuhi perkebunan sawit. Keesokan paginya, barulah kami menuju ke Kecamatan Kluet Selatan yang jaraknya sekitar 27,3 km dari kota Tapaktuan. Jika Tapaktuan merupakan wilayah pesisir pantai, Kluet Tengah terletak di kawasan hutan yang masih alami. Di ruang kerjanya, Camat Kluet Tengah, Mukhlis Anwar menerima kedatangan kami dengan penuh hangat dan tangan terbuka. Darinya kami memperoleh informasi bahwa Gampong Alue Tengah didiami masyarakat yang sehari-harinya menggunakan boat mesin untuk menuju kota kecamatan. Keperluan mereka beragam, mulai dari membeli sembako atau membawa hasil alam untuk dijual kembali. Ada juga yang menjenguk anaknya yang menempuh pendidikan jenjang SMA di pusat kecamatan. Mukhlis menyebut, di Gampong Alue Keujruen, hanya ada jenjang SD dan SMP, sementara SMA terletak di Kluet Tengah. Sebelum menuju dermaga rakyat, pemandangan areal persawahan menghampiri kami baik dari sisi kanan maupun kiri. Hijaunya dedaunan dan aroma padi yang akan berbuah, menambah kesyahduan suasana alam Kluet Tengah. Bila ingin menuju Gampong Alue Keujruen yang dihuni sekitar 68 kepala keluarga ini, kita akan menempuh jarak sekitar 22 kilometer dari dermaga rakyat Menggamat dan akan menghabiskan waktu selama 2 jam perjalanan menggunakan sampan mesin. Pemandangan alam yang luar biasa akan kita dapati saat menjajal sungai yang diapit oleh pegunungan di kaki gunung Leuser yang menghadirkan beragam keunikan dan destinasi ekowisata baik camping, tracking, memancing, hiking, arung jeram kuliner ikan kerling, lokasi penelitian, pengabdian masyararkat, serta sangat cocok jadi kawasan konservasi edukasi. Potensi ini sangat cocok jika ditangani dengan serius oleh berbagai pihak. Selama ini, angkutan sungai ini kebanyakan hanya digunakan untuk angkutan umum masyarakat. Oleh karenanya, dengan beragam potensi alam dapat dijadikan pemasukan bagi masyarakat sekitar dengan dijadikannya aliran sunggai ini sebagai destinasi unggulan tidak hanya bagi masyarakat Aceh Selatan, namun bagi Aceh utamanya. Sebab, angkutan sungai selama ini dari hasil liputan Aceh TRANSit sudah sangat layak melayari aliran sungai. Bahkan pengemudi angkutan sungai ini sudah berpengalaman, mereka menggantungkan hidupnya pada aktivitas sungai ini.(*) Versi cetak digital dapat diakses dilaman:

Jalur Alternatif: Siap Siaga Tanggap Darurat Bencana

Imbas dari tingginya curah hujan yang berlangsung hingga berhari-hari sejak akhir 2022 lalu mengakibatkan bencana seperti banjir, angin kencang, hingga tanah longsor yang melanda di beberapa wilayah di Tanah Rencong. Tak sedikit dari bencana tersebut menimbulkan kerugian materi dan korban jiwa serta memutus akses ke daerah terdampak. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Aceh melalui rilisnya pada akhir 2022 lalu telah memprakirakan bahwa cuaca buruk akan terjadi di sejumlah wilayah di Aceh. Cuaca buruk diprediksi akan berlangsung sampai akhir tahun bahkan hingga pertengahan tahun 2023. Prakiraan tersebut nyatanya benar terjadi, berminggu-minggu lamanya banyak wilayah didera hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi bahkan berlangsung sepanjang hari. Situasi ini mengakibatkan beberapa wilayah di Aceh mengalami cuaca buruk dengan jenis dan intensitas berbeda. Seperti di sepanjang garis pantai barat Aceh mengalami gelombang pasang tinggi dan banjir rob (pasang air laut) di beberapa titik jalan utama di lintas barat Aceh tersebut. Hal serupa, terjadi di lintas timur dan tengah Aceh, akibat dari hujan disertai angin kencang selama berhari-hari mengakibatkan terjadinya banjir dan tanah longsor di beberapa wilayah. Tak sedikit diantaranya juga menimbulkan tanah longsor di jalan-jalan utama maupun jalan lintas. Salah satu yang ramai diberitakan adalah terputusnya akses jalan utama Banda Aceh – Medan tepatnya di KM 81 Gampong Simpang Beutong, Kecamatan Muara Tiga, Pidie yang terjadi pada akhir Januari lalu.  Terputusnya jalan diakibatkan oleh curah hujan yang tinggi hingga mengakibatkan jalan longsor dan hampir terputus total. Kondisi ini mengakibatkan terjadinya penumpukan kendaraan yang akan melewati titik lokasi longsor. Ratusan kendaraan tertahan karena hampir seluruh badan jalan terkena longsor. Pemerintah daerah dan aparat terkait bergerak cepat mendatangi lokasi longsor dan membuat jalur darurat di sekitar lokasi menggunakan beberapa alat berat agar dapat dilalui oleh kendaraan jenis kecil seperti sepeda motor dan mobil pribadi. Selain longsor di wilayah Muara Tiga, kejadian serupa juga terdapat di wilayah lain seperti tanjakan Enang-Enang di lintas Bireuen – Aceh Tengah, lintas Isaq – Lokop hingga Rikit Gaib di Kabupaten Gayo Lues. Terdapat beberapa titik ruas jalan yang mengalami pergeseran tanah / longsor dengan intensitas ringan hingga berat yang menghambat akses dan mobilisasi masyarakat di daerah tersebut. Putusnya ruas jalan lintas utama di beberapa titik mau tidak mau membuat masyarakat harus mencari rute alternatif. Hal ini tentu membuat kesiapan infrastruktur jalan alternatif harus dalam keadaan siap siaga. Beberapa jalan alternatif berdasarkan pantauan Tim Aceh TRANSit pasca tanggap darurat, ruas jalan lintas Laweung – Krueng Raya mengalami peningkatan intensitas kendaraan yang melintas, hal serupa juga dijumpai pada ruas jalan alternatif di lintas Beutong Aceh Tengah -Jeuram Nagan Raya. Kendati demikian, kedua ruas tersebut tidak dalam kondisi mantap seratus persen. Di beberapa titik terdapat jalan berlubang, bergelombang, dan longsor walau dalam skala kecil. Tidak adanya pilihan lain selain melintasi kedua ruas ini bila ruas jalan utama terputus seperti beberapa waktu lalu. Pertimbangan waktu tempuh menjadi alasan utama banyaknya pengendara yang beralih ke jalan alternatif, karena apabila tetap melewati ruas utama mereka dapat tertahan berjam-jam hanya untuk bergiliran melintas di titik longsor yang hanya dapat dilalui satu-persatu kendaraan menggunakan sistem buka-tutup jalan. Perbaikan ruas jalan alternatif dan utama tentu menjadi solusi paling memungkinkan saat ini, mengingat cuaca tak menentu yang bisa saja mengakibatkan kejadian serupa terulang di kemudian hari. Selain itu, penanganan tanggap darurat yang cepat tentu dapat meminimalisir tersendatnya arus lalu lintas dan dapat segera mengurai kemacetan di sepanjang titik bencana. Kesiapsiagaan jalan alternatif tersebut juga diharapkan dapat menjadi akses mitigasi bencana serta memastikan kelancaran distribusi bantuan tanggap darurat bencana dan keberlangsungan pertukaran komoditas antar daerah. Versi cetak digital dapat diakses dilaman:

Laisya Nursakila, Siswi SMA Negeri 1 Teunom Raih Juara 1 Pelajar Pelopor Keselamatan LLAJ Aceh

BANDA ACEH – Laisya Nursakila, siswi SMA Negeri 1 Teunom Aceh Jaya berhasil meraih Juara satu Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan tingkat Provinsi Aceh, Kamis, 10 Agustus 2023. Sebelumnya Laisya telah memperesentasikan prototipe dan karya ilmiah berjudul upaya meningkatkan kesadaran generasi milenial tentang rambu lalu lintas dengan menggunakan media spinning wheel picker di hadapan tim penilai. Sementara itu, juara dua diraih Saliha Umri, siswi SMA Labschool USK Banda Aceh dengan karya ilmiah Aksira (Animasi Komik Islami Bersuara) media edukasi keselamatan lalu lintas. Juara tiga diraih Elsa Febrianika, siswi SMA Negeri 15 Takengon Aceh Tengah dengan judul karya tulis ilmiah penggunaan helm sensor hujan dengan wiper dalam mewujudkan kapas (keselamatan lalu lintas prioritas masyarakat). Peraih juara satu dan dua, yaitu Laisya dan Saliha akan mewakili Aceh di tingkat nasional pada Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan tahun 2023 pada September mendatang di Jakarta. Acara ini juga menjadi rangkain kegiatan peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) yang diperingati tanggal 17 September setiap tahunnya. Selain juara 1,2,3, Arif Muhammad Ihsan Marbun asal SMA Negeri Unggul Tapaktuan Aceh selatan berhasil menjadi juara konten video terbaik keselamatan jalan. Pada kategori teknologi diraih oleh Endy Resta Febrian dari SMA Negeri 1 Sabang yang membuat rancangan helm pintar dengan tain censor berbasis arduino. Sementara itu, raihan juara kategori sosial budaya diperoleh Viola Salsabila Hidayati, siswi SMA Negeri 2 Banda Aceh, ia membuat gameshow quiz rambu lalin solusi keselamatan dan pelanggaran ber-lalin. Kategori teknologi dinilai dari karya tulis ilmiah yang memberikan inovasi digital sedangkan kategori sosial budaya dinilai dari karya tulis ilmiah yang implementasinya berbentuk sosialisasi langsung ke masyarakat. Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Faisal yang diwakili Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Deddy Lesmana mengucapkan selamat kepada para juara yang telah terpilih dan melalui tahapan yang profesional. Kepada yang belum juara tetap semangat dan selalu mengkampayekan keselamatan berbalu lintas. “Selamat kepada peserta yang telah terpilih, tetap semangat bagi yang belum juara. Ke depan ini, mari kita berkolaborasi persiapan pemilihan tingkat nasional September mendatang,” sebut Deddy. Di hadapan peserta dan tamu yang hadir, Deddy mengucapkan terima kasih atas sinergi dan sumbangsih kepada semua pihak yang terlihat sehingga kegiatan pemilihan pelajar pelopor keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan tahun ini dapat berjalan sukses.(MR)