Dishub

Pemerintah Evaluasi Arus Mudik dan Bersiap Lancarkan Arus Balik Lebaran 2024

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy melakukan peninjauan sekaligus rapat koordinasi kesiapan pelaksanaan operasional arus balik Lebaran 2024 di Kantor Jasa Marga KM 70, Cikampek, Jawa Barat, Kamis (11/4). Dalam rapat koordinasi yang dilakukan, sejumlah stakeholder seperti Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub, Kepolisian RI, Jasa Marga, Jasa Raharja, dan ASDP memaparkan rencana operasional dan langkah-langkah yang telah disusun guna kelancaran arus balik Lebaran yang puncaknya diperkirakan akan terjadi pada tanggal 13 dan 14 April 2024. Menhub mengapresiasi semua stakeholder yang sudah berkoordinasi dan berkolaborasi dalam menyukseskan arus mudik Lebaran 2024, di mana salah satu indikatornya adalah kecepatan waktu tempuh. Menhub memberi contoh, kecepatan rata-rata Jakarta-Semarang pada puncak mudik 2024 adalah sebesar 67,59 km/jam atau meningkat 12,5% dari puncak mudik 2023 (64,14 km/jam) dengan waktu tempuh selama 6 jam 54 menit atau lebih cepat 17,5% dari puncak mudik 2023 (8 jam 12 menit). “Jadi tidak mungkin itu terjadi tanpa upaya yang dilakukan oleh Polisi dan Jasa Marga serta stakeholder yang lain. Jadi apresiasi sekali lagi atas yang dilakukan,” ujar Menhub. Terkait arus balik Lebaran 2024, Menhub mengungkap bahwa jika melihat dari pengalaman tahun lalu, titik paling krusial adalah di daerah Salatiga sampai ke Semarang, yang notabene merupakan lokasi pertemuan para pemudik dari arah Jawa Tengah, Yogyakarta, serta Jawa Timur. Karena itu, kata Menhub, seluruh pihak harus mempersiapkan arus balik dengan baik, terutama di periode puncak. “Oleh karenanya, untuk baliknya seperti Presiden waktu itu anjurkan, kembalinya lebih awal. Kalau bisa besok atau lusa, Sabtu. Karena Minggu dan Senin pasti ada kenaikan yang besar,” ungkap Menhub. Menhub juga sempat memaparkan rilis KNKT tentang kendaraan travel tidak resmi yang mengalami kecelakaan di KM 58 beberapa hari lalu. Menurut Menhub, KNKT telah menyimpulkan bahwa pengemudi kendaraan tersebut mengalami keletihan lantaran mondar-mandir Ciamis-Jakarta selama empat hari. “Oleh karenanya, kita mengimbau bagi mereka yang akan kembali ke kota asal, cari kendaraan yang fit, dan cari supir yang segar. Lalu pastikan bahwa jumlah (penumpang) dari mobil yang digunakan itu tidak terlalu banyak,” terang Menhub. Lebih lanjut, Menhub juga meminta truk tiga sumbu atau lebih agar tidak beroperasi selama arus balik Lebaran berlangsung, sebab dapat menghambat pergerakan pemudik, khususnya di Pelabuhan Merak dan Ciwandan. “Penegakan hukum berkaitan dengan truk tiga sumbu akan dilakukan. Pak Kapolri sudah berjanji untuk melakukan itu. Oleh karenanya, supir, pemilik kendaraan, pemilik barang menahan diri, kan ini tinggal beberapa hari,” pungkasnya. Sementara itu Menko PMK Muhadjir menuturkan, berdasarkan hasil evaluasi, penanganan arus mudik tahun ini secara umum berjalan lancar disertai ada perbaikan-perbaikan dari banyak sisi. Namun demikian, lanjutnya, masih terdapat beberapa permasalahan, terutama yang diakibatkan oleh kenaikan jumlah pemudik. Menko Muhadjir juga menyoroti perilaku pemudik yang tidak disiplin, khususnya yang melalui pelabuhan penyeberangan. Kata dia, masih ditemukan pemudik yang nekat datang ke pelabuhan, padahal belum memiliki tiket. Hal ini tentu sangat disayangkan, sebab dapat menghambat pergerakan lalu lintas di area pelabuhan. “Saya berharap betul, kepada para pemudik yang akan kembali pada arus balik, terutama dari arah Bakauheni mohon untuk jangan datang sebelum membawa tiket. Dan gunakanlah tiket pada hari itu juga. Pasti bisa berangkat,” tegas Menko Muhadjir. Menko Muhadjir juga menjelaskan bahwa arus balik Lebaran punya karakteristik yang berbeda dengan arus mudik. Jika arus mudik gerakannya sentrifugal (menyebar), arus balik justru sentripetal alias mengerucut ke salah satu titik, yaitu ibukota dan sekitarnya. Pengelolaan arus balik tentu jauh lebih sulit dibanding saat arus mudik. “Karena itu nanti mohon kesadarannya para pemudik agar betul-betul mematuhi kedisiplinan agar semua yang akan masuk kembali bekerja di ibukota Jakarta dan sekitarnya itu bisa dilayani dengan baik, baik oleh Korlantas, oleh Kementerian Perhubungan, maupun Kementerian PUPR, dan kementerian-kementerian yang lain,” jelasnya. Kesiapan Korlantas Polri Kepala Korlantas Polri Irjen Pol Aan Suhanan mengatakan, tingkat kecelakaan lalu lintas secara nasional mengalami penurunan sebesar 12 persen dari 1793 kasus menjadi 1581 kasus. Kemudian untuk fatalitas korban meninggal dunia juga turun 0,04 persen, luka berat ada kenaikan 19 persen, dan luka ringan turun sebesar 18 persen, jika dibandingkan masa operasi arus mudik tahun 2023 lalu. Irjen Aan juga turut prihatin atas kejadian kecelakaan di KM 58 yang menewaskan 12 orang beberapa hari lalu dan di KM 370 yang menewaskan 7 orang pada pagi hari tadi. “Kami telah memerintahkan para Dirlantas untuk menangani blackspot atau titik-titik rawan kecelakaan yang ada di sepanjang jalur arus balik,” ucapnya. Irjen Aan turut memaparkan terkait rekayasa lalu lintas yang akan kembali diterapkan selama arus balik. Ungkapnya, one way akan diberlakukan dari KM 414 Kalikangkung sampai KM 72 Jakarta-Cikampek, contraflow sampai KM 47, dan ganjil genap dari KM 414-0 di Jakarta-Cikampek. Selain itu, akan dilakukan pula penindakan terhadap truk 3 sumbu atau lebih yang masih nekat beroperasi selama masa arus balik. “Penindakan akan difokuskan pada kendaraan yang akan menyeberang ke Bakauheni atau sebaliknya, serta yang melewati jalur TransJawa atau arteri Pantura,” katanya. Terkait evaluasi penerapan contraflow, Irjen Aan menuturkan bahwa kebijakan tersebut sejatinya masih dibutuhkan, khususnya saat jumlah kendaraan sedang padat. Ini disimpulkan setelah melakukan beberapa kali rapat, kajian, dan meminta pendapat ahli. Namun demikian, akan ada beberapa perbaikan dalam penerapan contraflow pada arus balik, terutama terkait keamanan dan keselamatan. Dalam hal ini, pihak Kepolisian akan memberikan reflektor di dua bagian jalan, menempatkan petugas di setiap median jalan, hingga menyiapkan safety car untuk pengawalan guna menjaga kecepatan kendaraan yang melintas, di mana maksimal hanya 60 km/jam. Sementara untuk di pelabuhan, Polda Lampung telah menyiapkan buffer zone untuk menerapkan delaying sistem. “Di buffer zone itu nanti ada screening ticket, jadi tidak ada calon penumpang yang tidak bertiket masuk ke pelabuhan. Kalau masih ada, kita akan putar balik kembali ke buffer zone terdekat,” ujar Irjen Aan. Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Dirut Jasa Marga Subakti Syukur, Dirut Jasa Raharja Rivan A. Purwantono, Dirut ASDP Ira Puspadewi, dan Asops Kapolri Irjen Pol Verdianto Iskandar.(MR) Sumber: Kemenhub

Sejarah Petugas Parkir: Dari Awal Hingga Peran Mereka Saat Ini

Petugas parkir, atau yang sering disebut sebagai tukang parkir, telah menjadi bagian penting dari kehidupan perkotaan modern. Namun, sedikit yang tahu bahwa profesion ini memiliki sejarah yang panjang dan menarik. Awal Mula Petugas parkir pertama kali muncul pada awal abad ke-20 ketika mobil mulai menjadi kendaraan umum. Pada saat itu, mobilitas menjadi semakin penting, dan kendaraan bermotor mulai meramaikan jalan-jalan kota. Diperlukan seseorang untuk mengatur parkir di jalanan yang semakin padat ini. Pada awalnya, tugas ini sering dilakukan oleh polisi lalu lintas. Namun, seiring dengan bertambahnya jumlah kendaraan bermotor, diperlukan tenaga tambahan untuk mengatur parkir. Inilah awal mula munculnya petugas parkir sebagai profesi yang terpisah. Perkembangan Profesi Pada awalnya, petugas parkir adalah orang-orang yang bekerja secara independen. Mereka sering kali memilih lokasi parkir yang strategis, seperti di depan bioskop, restoran, atau tempat-tempat umum lainnya, dan kemudian mengatur parkir di sekitar lokasi tersebut. Mereka biasanya hanya menggunakan tanda-tanda sederhana, seperti sepotong kayu atau kain yang ditempatkan di jalanan. Namun, seiring dengan perkembangan kota-kota besar, peraturan tentang parkir mulai diberlakukan secara lebih ketat. Pemerintah kota mulai meregulasi profesi petugas parkir, memberikan mereka seragam resmi dan memberlakukan aturan yang harus diikuti. Peran Modern Hingga saat ini, petugas parkir memainkan peran yang sangat penting dalam menjaga kelancaran lalu lintas di kota-kota besar di seluruh dunia. Mereka tidak hanya mengatur parkir, tetapi juga membantu memastikan keamanan dan ketertiban di jalanan. Peran petugas parkir semakin berkembang dengan adanya teknologi. Mereka sekarang dilengkapi dengan peralatan modern, seperti kamera pengawas dan sistem parkir otomatis, yang membantu mereka dalam menjalankan tugas mereka dengan lebih efisien.(MR) Sumber: parkman.io

H-2 Lebaran, Arus Mudik di Aceh Terpantau Lancar

BANDA ACEH – Suasana arus mudik lebaran tahun 2024 di Provinsi Aceh hingga Senin, 8 April 2024 atau H-2 lebaran terpantau aman dan lancar. Arus mudik di Terminal Tipe A Banda Aceh misalnya, suasana di terminal ini cukup kondusif meski mengalami lonjakan penumpang yang cukup signifikan sejak beberapa hari yang lalu. Berdasarkan data yang diperoleh, total pergerakan pemudik di terminal ini mencapai 1.475 orang, yang menggunakan jasa angkutan umum antar kota antar provinsi (AKAP) sebanyak 1.076 orang, dan pengguna angkutan umum antar kota dalam provinsi (AKDP) sebanyak 399 orang. Pemudik selalu diimbau untuk menggunakan jasa angkutan umum resmi dan legal, serta membeli tiket pada loket yang beroperasi di dalam area terminal. Hal ini guna memastikan perjalanan mudik bisa berjalan dengan aman dan selamat hingga tiba di kampung halaman.(AB)

Tinjau Terminal Tipe A Banda Aceh, Bustami Pastikan Mudik Lebaran di Aceh Lancar

BANDA ACEH – Penjabat Gubernur Aceh Bustami Hamzah meninjau arus mudik lebaran tahun 2024 di Terminal Tipe A Banda Aceh pada Sabtu malam, 6 April 2024. Dalam kunjungannya bersama Pangdam Iskandar Muda dan Kapolda Aceh tersebut, Bustami turut menyapa sejumlah penumpang yang akan mudik ke kampung halaman menggunakan jasa angkutan umum antar kota antar provinsi (AKAP) di Terminal Tipe A Banda Aceh. Pemerintah Aceh mempunyai kewajiban untuk memastikan arus mudik lebaran dan arus balik bisa berjalan lancar pada tahun ini. “Itu memang komitmen kami bahwa harus memastikan arus mudik dan balik bisa berjalan lancar. Kalau pun ada kendala, di jalur mudik sudah disiapkan posko-posko,” ungkap Bustami kepada awak media sesaat setelah meninjau pelayanan angkutan lebaran tahun 2024. Bustami menambahkan, animo masyarakat untuk mudik ke kampung halaman tahun ini cukup meningkat bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Hal tersebut senada dengan rilis hasil survei Dishub Aceh pada periode 7 – 24 Maret 2024 yang lalu, di mana jumlah pemudik diprediksi mengalami lonjakan sekitar 20 – 30 persen dari tahun sebelumnya, dan masih didominasi oleh moda angkutan darat. Selain itu, Bustami juga memastikan bahwa kesiapan armada angkutan umum untuk melayani perjalanan masyarakat menjelang lebaran tahun ini sudah siap dan cukup. “Apabila dibutuhkan penambahan, armadanya sudah siap. Disinilah pemerintah harus hadir memastikan bahwa masyarakat terlayani dengan baik saat mudik,” ujarnya. Di samping kesiapan armada, Bustami menjelaskan bahwa kesiapan awak kendaraan angkutan umum yang melayani pemudik juga dilakukan, seperti tes urin dan narkoba yang dilaksanakan oleh BNN Provinsi Aceh. Mengenai daerah rawan bencana pada jalur mudik di Aceh, Bustami menyebutkan bahwa Pemerintah Aceh sudah menyiagakan alat berat guna mengantisipasi bila terjadi longsor pada jalur yang dilalui pemudik. “Semua titik-titik yang diperhitungkan akan terjadi longsor, sudah disiapkan alat berat supaya arus mudik lebaran tahun ini lancar,” sebutnya. Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perhubungan Aceh Teuku Faisal menjelaskan, Dishub Aceh sudah menggelar inspeksi keselamatan (rampcheck) pada armada angkutan umum yang beroperasi di Aceh. “Kita sudah melakukan rampcheck kendaraan angkutan AKDP di seluruh Terminal Tipe B yang berada di bawah kewenangan Dishub Aceh, hal ini tentunya untuk memastikan armada angkutan umum yang beroperasi bisa melayani masyarakat dengan aman dan selamat,” ujar Teuku Faisal.(AB)

Pastikan Mudik Aman, Dishub Aceh Periksa 120 Kendaraan di Terminal Lintas Barat

BLANG PIDIE – Dinas Perhubungan Aceh melalui UPTD Penyelenggaraan Terminal Tipe B terus melakukan inspeksi keselamatan (rampcheck) pada kendaraan angkutan umum antar kota dalam provinsi (AKDP) di Aceh. Kegiatan rampcheck ini dilakukan pada seluruh terminal tipe B yang berada di bawah kewenangan Dinas Perhubungan Aceh, seperti yang dilaksanakan pada Terminal Tipe B Aceh Jaya dan Abdya pada periode 2 hingga 4 April 2024. Pemeriksaan ini dilakukan dalam rangka memastikan kendaraan yang melayani perjalanan mudik masyarakat Aceh bisa beroperasi dengan aman sehingga penumpang tiba di kampung halaman dengan selamat. Dalam periode itu, tercatat ada sebanyak 120 kendaraan yang diperiksa pada dua terminal tersebut, 63 unit kendaraan di Terminal Tipe B Aceh Jaya dan 57 unit di Terminal Tipe B Abdya. Petugas terminal bersama Satlantas setempat juga rutin memberikan sosialisasi kepada manajemen maupun supir angkutan umum untuk selalu memastikan armada yang beroperasi berada dalam kondisi laik jalan. Masyarakat yang akan menggunakan jasa angkutan umum juga diimbau untuk menggunakan angkutan umum resmi saat mudik lebaran ke kampung halaman.(AB)

Kadishub Aceh : Sektor Transportasi Siap Dukung Kelancaran Mudik Lebaran Tahun 2024

BANDA ACEH – Jumlah pergerakan orang di Aceh selama libur lebaran tahun 2024 diprediksi akan mengalami peningkatan. Dinas Perhubungan Aceh memprediksi akan ada 344.795 pergerakan orang selama periode tersebut yang didominasi oleh moda angkutan darat. Hal tersebut dikemukakan oleh Kepala Dinas Perhubungan Aceh Teuku Faisal saat menyampaikan paparannya dalam Rapat Koordinasi (Rakor) lintas Sektoral Operasi Ketupat Seulawah Tahun 2024 di Aula Machdum Sakti, Mapolda Aceh, Selasa, 2 April 2024. “Pada tahun 2022 ada peningkatan 294 ribu lebih, tahun 2023 terjadi penurunan menjadi 257 ribu lebih, sedangkan pada tahun 2024 ini diperkirakan akan terjadi pergerakan antara 20 – 30 persen dengan sebaran moda yang tertinggi akan terjadi di angkutan darat,” kata Teuku Faisal. Moda angkutan darat masih menjadi moda transportasi yang dominan digunakan oleh pemudik saat berlebaran tahun ini. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Dishub Aceh pada periode 7 – 24 Maret 2024, tercatat sebanyak 47 persen responden memilih menggunakan kendaraan pribadi (mobil dan sepeda motor) saat melakukan perjalanan mudik. “Tentu saja ini menjadi catatan bagi kita bersama karena memang potensi kecelakaan itu terjadi pada angkutan mobil dan sepeda motor,” ujar Teuku Faisal. Dishub Aceh juga telah menyiagakan 730 personil pada posko-posko pelayanan maupun terpadu yang tersebar di seluruh Aceh. “Hal ini untuk memastikan pelayanan angkutan bagi pemudik bisa berjalan dengan lancar,” sebutnya. Pada kesempatan yang sama Pj Gubernur Aceh melalui Pj Sekretaris Daerah Aceh Azwardi menekankan pentingnya menjaga ketersediaan bahan pangan dan pokok bagi masyarakat menjelang lebaran Idul Fitri 1445 H. “Kita harus memastikan bahwa ketersediaan stok bahan pokok di Aceh terpenuhi secara utuh untuk kebutuhan masyarakat,” sebutnya. Azwardi juga mengingatkan seluruh pemangku kebijakan agar terus menjalin komunikasi dan koordinasi yang baik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat pada saat libur lebaran. Rakor lintas sektoral yang dipimpin oleh Wakapolda Aceh Brigjen Armia Fahmi tersebut dihadiri oleh sejumlah instansi pemerintah maupun vertikal yang terlibat dalam menyukseskan mudik lebaran tahun 2024.(AB)

Organda Aceh Siapkan 4.800 Angkutan Umum Untuk Mudik Idul Fitri

BANDA ACEH – Organisasi Angkutan Darat (Organda) Aceh menyiapkan 4.800 unit mobil angkutan penumpang baik itu jenis L-300 hingga bus untuk mudik Lebaran Idul Fitri 1445 Hijriah. “Kami mempersiapkan Angkutan Antar Provinsi (AKAP) sebanyak 600 unit dan dan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) seperti Hiace dan L-300 4.200 unit,” kata Ketua Organda Aceh, Ramli kepada masakini.co, Senin (1/4/2024). Tak hanya untuk mobil penumpang, kata Ramli, pihaknya juga mempersiapkan angkutan sembako/barang mencapai 4.000 unit untuk menjamin kebutuhan sembako. Dengan persiapan angkutan tersebut, Ramli menyakini jumlah ini dapat memenuhi kebutuhan mudik Lebaran, atau tidak ada yang tertinggal akibat kekurangan angkutan. Meski mengalami lonjakan penumpang saat mudik, Ramli menegaskan bahwa penyedia jasa angkutan umum tak boleh menaikkan harga di atas tarif batas atas. Menurutnya ketentuan itu telah diatur yang mana tarif bawah hanya boleh digunakan saat hari biasa, sementara tarif atas saat hari-hari besar seperti tahun baru dan Lebaran. “Jadi tidak boleh melebihi dari tarif yang ditentukan,” ucapnya. Ramli menjelaskan, bagi masyarakat yang akan melakukan mudik untuk menghindari calo nakal yang sengaja menaikkan tarif. Kata dia apabila kedapatan maka segera melaporkan ke Organda. “Hal-hal seperti itu akan kita tindak tegas, karena dapat menyulitkan masyarakat, kemudian juga sopir harus berhati-hati saat mengangkut penumpang,” tutupnya.(*) Sumber: MASAKINI.CO

Persiapan Menghadapi Perjalanan Jauh saat Cuti Lebaran

Rakan Moda libur lebaran nanti mau mudik dong, masa enggak? Nah, ada beberapa tips sebelum bepergian jauh atau mudik lebaran untuk memastikan perjalanan rakan lancar dan menyenangkan : Pastikan kendaraan dalam kondisi baik, periksa rem, oli, cairan pendingin dan sparepart lainnya yang perlu diganti. Tentukan rute terbaik yang akan rakan lewati, berdasarkan jarak terdekat, kondisi jalan dan pastikan melewati pemandangan indah selama perjalanan. Gunakan selalu sabuk pengaman dan sesuaikan tempat duduk dan kaca spion untuk kenyamanan dalam berkendara. Patuhi batas kecepatan dan rambu jalan, hindari bermain ponsel saat berkendara dan lengkapi surat-surat jalan. Nikmati perjalanan rakan moda, buat daftar putar soundtrack musik yang menyenangkan dan dokumentasikan perjalanan. Nah itu dia beberapa tips sebelum rakan moda ingin bepergian jauh, ingat ya perjalanan pulang kampung bukan hanya tentang mencapai kampung tujuan tetapi bagaimana menikmati perjalanan.(AP)

92 Angkutan Umum di Terminal Tipe B Bireuen Diinspeksi

BIREUEN – Dinas Perhubungan Aceh lakukan inspeksi keselamatan (Ramp Check) terhadap 92 kendaraan angkutan umum Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) di Terminal Tipe B Bireuen pada Sabtu, 30 Maret 2024. Kegiatan ramp check telah dimulai 2 hari yang lalu sejak 29 hingga 30 Maret 2024, dan didapati sejumlah kendaraan yang tidak laik operasi karena beberapa fasilitas tidak berfungsi dan membutuhkan perbaikan. Hal itu diungkapkan oleh Khalil Nurdin selaku Koordinator Terminal Tipe B Bireuen di sela-sela pemeriksaan. Khalil menambahkan, ada 16 Perusahan Otobus (PO) yang telah beroperasi di Terminal Tipe B Bireuen. “Hasil pemeriksaan hari ini dari beberapa PO, ada yang memang secara kendaraan tidak layak jalan,” sebutnya. Dari hasil inspeksi kendaraan yang tidak laik itu, menurut Khalil, terkait dengan kelengkapan kendaraan, seperti lampu mobil tidak menyala, izin operasional yang telah habis masa berlaku, dan ban tipis. “Tidak layak itu terkait dengan fasilitas-fasilitas yang harusnya tersedia di unit kendaraan seperti wiper, terus lampu, dan izin operasional yang telah habis masa berlaku,” ungkap Khalil. Ia juga berpesan agar perusahaan angkutan umum untuk lebih peduli dengan keselamatan penumpang, hal ini merupakan tanggungjawab bersama dalam menjamin keselamatan penumpang hingga sampai ke tujuan. Sementara itu, Kepala UPTD Penyelenggara Rerminal Tipe B yang diwakili oleh Kasi Fasilitas Terminal, Ikbal Basri menyebutkan kegiatan ini memang rutin dilakukan setiap tahun, terlebih menjelang mudik lebaran, dengan menggandeng pihak-pihak terkait seperti Satlantas dan Dishub Kabupaten/Kota. Farida salah seorang penumpang Bus yang akan menuju Banda Aceh mengaku lebih tenang ketika ada inspeksi terhadap kendaraan yang akan dia naiki. Bus yang dia tumpangi sudah melewati serangkaian inspeksi dan dinyatakan laik jalan dan layak untuk beroperasi.

Pastikan Keselamatan Selama Mudik Lebaran, Dishub Aceh Gelar Ramp Check Kendaraan di Terminal Tipe B

BIREUEN – Dinas Perhubungan Aceh melalui UPTD Penyelenggaraan Terminal Tipe B melaksanakan inspeksi keselamatan lalu lintas angkutan jalan atau ramp check pada Jumat, 29 Maret 2024. Inspeksi angkutan jalan ini dilaksanakan pada 2 terminal tipe B yaitu Terminal Tipe B Aceh Tamiang dan Terminal Tipe B Bireuen. Ramp check kendaraan dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan keselamatan transportasi menjelang mudik lebaran tahun 2024. Selain itu, guna memastikan terwujudnya keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan (LLAJ) khususnya angkutan umum penumpang. Kepala UPTD Penyelenggaraan Terminal Tipe B Dishub Aceh, Erizal melalui Kasi Operasional, Yulmahendra menyebutkan, pelaksanaan ramp check juga sesuai dengan Surat Edaran Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan nomor AJ.201/1/8/DJPD/2024 tanggal 6 Februari 2024 perihal pelaksanaan inspeksi keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan (ramp check) di masa libur idul fitri tahun 2024. “Ramp check ini sebagai upaya identifikasi dini terhadap potensi penyebab kecelakaan lalu lintas, sehingga kita bisa memastikan kendaraan yang melayani penumpang dalam kondisi laik jalan dan layak beroperasi,” ungkap Yulmahendra. Yulmahendra menambahkan, pelaksanaan ramp check berpedoman pada Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 24 Tahun 2021, yang meliputi pemeriksaan kelengkapan administrasi, pemeriksaan fisik kendaraan, serta pemeriksaan kompetensi dan kesehatan awak angkutan. “Sejauh ini sudah sebanyak 163 kendaraan yang kita inspeksi dan tidak kita ditemukan kendala yang berarti sehingga nantinya kita harap mudik berjalan dengan aman dan lancar,” ujarnya. Dishub Aceh terus berupaya agar pelayanan angkutan lebaran tahun ini bisa melayani masyarakat semaksimal mungkin, serta memastikan kendaraan yang beroperasi memenuhi standar keselamatan yang telah ditetapkan.(AP/AB)