Dishub

Sejarah Petugas Parkir: Dari Awal Hingga Peran Mereka Saat Ini

Petugas parkir, atau yang sering disebut sebagai tukang parkir, telah menjadi bagian penting dari kehidupan perkotaan modern. Namun, sedikit yang tahu bahwa profesion ini memiliki sejarah yang panjang dan menarik. Awal Mula Petugas parkir pertama kali muncul pada awal abad ke-20 ketika mobil mulai menjadi kendaraan umum. Pada saat itu, mobilitas menjadi semakin penting, dan kendaraan bermotor mulai meramaikan jalan-jalan kota. Diperlukan seseorang untuk mengatur parkir di jalanan yang semakin padat ini. Pada awalnya, tugas ini sering dilakukan oleh polisi lalu lintas. Namun, seiring dengan bertambahnya jumlah kendaraan bermotor, diperlukan tenaga tambahan untuk mengatur parkir. Inilah awal mula munculnya petugas parkir sebagai profesi yang terpisah. Perkembangan Profesi Pada awalnya, petugas parkir adalah orang-orang yang bekerja secara independen. Mereka sering kali memilih lokasi parkir yang strategis, seperti di depan bioskop, restoran, atau tempat-tempat umum lainnya, dan kemudian mengatur parkir di sekitar lokasi tersebut. Mereka biasanya hanya menggunakan tanda-tanda sederhana, seperti sepotong kayu atau kain yang ditempatkan di jalanan. Namun, seiring dengan perkembangan kota-kota besar, peraturan tentang parkir mulai diberlakukan secara lebih ketat. Pemerintah kota mulai meregulasi profesi petugas parkir, memberikan mereka seragam resmi dan memberlakukan aturan yang harus diikuti. Peran Modern Hingga saat ini, petugas parkir memainkan peran yang sangat penting dalam menjaga kelancaran lalu lintas di kota-kota besar di seluruh dunia. Mereka tidak hanya mengatur parkir, tetapi juga membantu memastikan keamanan dan ketertiban di jalanan. Peran petugas parkir semakin berkembang dengan adanya teknologi. Mereka sekarang dilengkapi dengan peralatan modern, seperti kamera pengawas dan sistem parkir otomatis, yang membantu mereka dalam menjalankan tugas mereka dengan lebih efisien.(MR) Sumber: parkman.io

H-2 Lebaran, Arus Mudik di Aceh Terpantau Lancar

BANDA ACEH – Suasana arus mudik lebaran tahun 2024 di Provinsi Aceh hingga Senin, 8 April 2024 atau H-2 lebaran terpantau aman dan lancar. Arus mudik di Terminal Tipe A Banda Aceh misalnya, suasana di terminal ini cukup kondusif meski mengalami lonjakan penumpang yang cukup signifikan sejak beberapa hari yang lalu. Berdasarkan data yang diperoleh, total pergerakan pemudik di terminal ini mencapai 1.475 orang, yang menggunakan jasa angkutan umum antar kota antar provinsi (AKAP) sebanyak 1.076 orang, dan pengguna angkutan umum antar kota dalam provinsi (AKDP) sebanyak 399 orang. Pemudik selalu diimbau untuk menggunakan jasa angkutan umum resmi dan legal, serta membeli tiket pada loket yang beroperasi di dalam area terminal. Hal ini guna memastikan perjalanan mudik bisa berjalan dengan aman dan selamat hingga tiba di kampung halaman.(AB)

Tinjau Terminal Tipe A Banda Aceh, Bustami Pastikan Mudik Lebaran di Aceh Lancar

BANDA ACEH – Penjabat Gubernur Aceh Bustami Hamzah meninjau arus mudik lebaran tahun 2024 di Terminal Tipe A Banda Aceh pada Sabtu malam, 6 April 2024. Dalam kunjungannya bersama Pangdam Iskandar Muda dan Kapolda Aceh tersebut, Bustami turut menyapa sejumlah penumpang yang akan mudik ke kampung halaman menggunakan jasa angkutan umum antar kota antar provinsi (AKAP) di Terminal Tipe A Banda Aceh. Pemerintah Aceh mempunyai kewajiban untuk memastikan arus mudik lebaran dan arus balik bisa berjalan lancar pada tahun ini. “Itu memang komitmen kami bahwa harus memastikan arus mudik dan balik bisa berjalan lancar. Kalau pun ada kendala, di jalur mudik sudah disiapkan posko-posko,” ungkap Bustami kepada awak media sesaat setelah meninjau pelayanan angkutan lebaran tahun 2024. Bustami menambahkan, animo masyarakat untuk mudik ke kampung halaman tahun ini cukup meningkat bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Hal tersebut senada dengan rilis hasil survei Dishub Aceh pada periode 7 – 24 Maret 2024 yang lalu, di mana jumlah pemudik diprediksi mengalami lonjakan sekitar 20 – 30 persen dari tahun sebelumnya, dan masih didominasi oleh moda angkutan darat. Selain itu, Bustami juga memastikan bahwa kesiapan armada angkutan umum untuk melayani perjalanan masyarakat menjelang lebaran tahun ini sudah siap dan cukup. “Apabila dibutuhkan penambahan, armadanya sudah siap. Disinilah pemerintah harus hadir memastikan bahwa masyarakat terlayani dengan baik saat mudik,” ujarnya. Di samping kesiapan armada, Bustami menjelaskan bahwa kesiapan awak kendaraan angkutan umum yang melayani pemudik juga dilakukan, seperti tes urin dan narkoba yang dilaksanakan oleh BNN Provinsi Aceh. Mengenai daerah rawan bencana pada jalur mudik di Aceh, Bustami menyebutkan bahwa Pemerintah Aceh sudah menyiagakan alat berat guna mengantisipasi bila terjadi longsor pada jalur yang dilalui pemudik. “Semua titik-titik yang diperhitungkan akan terjadi longsor, sudah disiapkan alat berat supaya arus mudik lebaran tahun ini lancar,” sebutnya. Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perhubungan Aceh Teuku Faisal menjelaskan, Dishub Aceh sudah menggelar inspeksi keselamatan (rampcheck) pada armada angkutan umum yang beroperasi di Aceh. “Kita sudah melakukan rampcheck kendaraan angkutan AKDP di seluruh Terminal Tipe B yang berada di bawah kewenangan Dishub Aceh, hal ini tentunya untuk memastikan armada angkutan umum yang beroperasi bisa melayani masyarakat dengan aman dan selamat,” ujar Teuku Faisal.(AB)

Pastikan Mudik Aman, Dishub Aceh Periksa 120 Kendaraan di Terminal Lintas Barat

BLANG PIDIE – Dinas Perhubungan Aceh melalui UPTD Penyelenggaraan Terminal Tipe B terus melakukan inspeksi keselamatan (rampcheck) pada kendaraan angkutan umum antar kota dalam provinsi (AKDP) di Aceh. Kegiatan rampcheck ini dilakukan pada seluruh terminal tipe B yang berada di bawah kewenangan Dinas Perhubungan Aceh, seperti yang dilaksanakan pada Terminal Tipe B Aceh Jaya dan Abdya pada periode 2 hingga 4 April 2024. Pemeriksaan ini dilakukan dalam rangka memastikan kendaraan yang melayani perjalanan mudik masyarakat Aceh bisa beroperasi dengan aman sehingga penumpang tiba di kampung halaman dengan selamat. Dalam periode itu, tercatat ada sebanyak 120 kendaraan yang diperiksa pada dua terminal tersebut, 63 unit kendaraan di Terminal Tipe B Aceh Jaya dan 57 unit di Terminal Tipe B Abdya. Petugas terminal bersama Satlantas setempat juga rutin memberikan sosialisasi kepada manajemen maupun supir angkutan umum untuk selalu memastikan armada yang beroperasi berada dalam kondisi laik jalan. Masyarakat yang akan menggunakan jasa angkutan umum juga diimbau untuk menggunakan angkutan umum resmi saat mudik lebaran ke kampung halaman.(AB)

Kadishub Aceh : Sektor Transportasi Siap Dukung Kelancaran Mudik Lebaran Tahun 2024

BANDA ACEH – Jumlah pergerakan orang di Aceh selama libur lebaran tahun 2024 diprediksi akan mengalami peningkatan. Dinas Perhubungan Aceh memprediksi akan ada 344.795 pergerakan orang selama periode tersebut yang didominasi oleh moda angkutan darat. Hal tersebut dikemukakan oleh Kepala Dinas Perhubungan Aceh Teuku Faisal saat menyampaikan paparannya dalam Rapat Koordinasi (Rakor) lintas Sektoral Operasi Ketupat Seulawah Tahun 2024 di Aula Machdum Sakti, Mapolda Aceh, Selasa, 2 April 2024. “Pada tahun 2022 ada peningkatan 294 ribu lebih, tahun 2023 terjadi penurunan menjadi 257 ribu lebih, sedangkan pada tahun 2024 ini diperkirakan akan terjadi pergerakan antara 20 – 30 persen dengan sebaran moda yang tertinggi akan terjadi di angkutan darat,” kata Teuku Faisal. Moda angkutan darat masih menjadi moda transportasi yang dominan digunakan oleh pemudik saat berlebaran tahun ini. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Dishub Aceh pada periode 7 – 24 Maret 2024, tercatat sebanyak 47 persen responden memilih menggunakan kendaraan pribadi (mobil dan sepeda motor) saat melakukan perjalanan mudik. “Tentu saja ini menjadi catatan bagi kita bersama karena memang potensi kecelakaan itu terjadi pada angkutan mobil dan sepeda motor,” ujar Teuku Faisal. Dishub Aceh juga telah menyiagakan 730 personil pada posko-posko pelayanan maupun terpadu yang tersebar di seluruh Aceh. “Hal ini untuk memastikan pelayanan angkutan bagi pemudik bisa berjalan dengan lancar,” sebutnya. Pada kesempatan yang sama Pj Gubernur Aceh melalui Pj Sekretaris Daerah Aceh Azwardi menekankan pentingnya menjaga ketersediaan bahan pangan dan pokok bagi masyarakat menjelang lebaran Idul Fitri 1445 H. “Kita harus memastikan bahwa ketersediaan stok bahan pokok di Aceh terpenuhi secara utuh untuk kebutuhan masyarakat,” sebutnya. Azwardi juga mengingatkan seluruh pemangku kebijakan agar terus menjalin komunikasi dan koordinasi yang baik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat pada saat libur lebaran. Rakor lintas sektoral yang dipimpin oleh Wakapolda Aceh Brigjen Armia Fahmi tersebut dihadiri oleh sejumlah instansi pemerintah maupun vertikal yang terlibat dalam menyukseskan mudik lebaran tahun 2024.(AB)

Organda Aceh Siapkan 4.800 Angkutan Umum Untuk Mudik Idul Fitri

BANDA ACEH – Organisasi Angkutan Darat (Organda) Aceh menyiapkan 4.800 unit mobil angkutan penumpang baik itu jenis L-300 hingga bus untuk mudik Lebaran Idul Fitri 1445 Hijriah. “Kami mempersiapkan Angkutan Antar Provinsi (AKAP) sebanyak 600 unit dan dan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) seperti Hiace dan L-300 4.200 unit,” kata Ketua Organda Aceh, Ramli kepada masakini.co, Senin (1/4/2024). Tak hanya untuk mobil penumpang, kata Ramli, pihaknya juga mempersiapkan angkutan sembako/barang mencapai 4.000 unit untuk menjamin kebutuhan sembako. Dengan persiapan angkutan tersebut, Ramli menyakini jumlah ini dapat memenuhi kebutuhan mudik Lebaran, atau tidak ada yang tertinggal akibat kekurangan angkutan. Meski mengalami lonjakan penumpang saat mudik, Ramli menegaskan bahwa penyedia jasa angkutan umum tak boleh menaikkan harga di atas tarif batas atas. Menurutnya ketentuan itu telah diatur yang mana tarif bawah hanya boleh digunakan saat hari biasa, sementara tarif atas saat hari-hari besar seperti tahun baru dan Lebaran. “Jadi tidak boleh melebihi dari tarif yang ditentukan,” ucapnya. Ramli menjelaskan, bagi masyarakat yang akan melakukan mudik untuk menghindari calo nakal yang sengaja menaikkan tarif. Kata dia apabila kedapatan maka segera melaporkan ke Organda. “Hal-hal seperti itu akan kita tindak tegas, karena dapat menyulitkan masyarakat, kemudian juga sopir harus berhati-hati saat mengangkut penumpang,” tutupnya.(*) Sumber: MASAKINI.CO

Persiapan Menghadapi Perjalanan Jauh saat Cuti Lebaran

Rakan Moda libur lebaran nanti mau mudik dong, masa enggak? Nah, ada beberapa tips sebelum bepergian jauh atau mudik lebaran untuk memastikan perjalanan rakan lancar dan menyenangkan : Pastikan kendaraan dalam kondisi baik, periksa rem, oli, cairan pendingin dan sparepart lainnya yang perlu diganti. Tentukan rute terbaik yang akan rakan lewati, berdasarkan jarak terdekat, kondisi jalan dan pastikan melewati pemandangan indah selama perjalanan. Gunakan selalu sabuk pengaman dan sesuaikan tempat duduk dan kaca spion untuk kenyamanan dalam berkendara. Patuhi batas kecepatan dan rambu jalan, hindari bermain ponsel saat berkendara dan lengkapi surat-surat jalan. Nikmati perjalanan rakan moda, buat daftar putar soundtrack musik yang menyenangkan dan dokumentasikan perjalanan. Nah itu dia beberapa tips sebelum rakan moda ingin bepergian jauh, ingat ya perjalanan pulang kampung bukan hanya tentang mencapai kampung tujuan tetapi bagaimana menikmati perjalanan.(AP)

92 Angkutan Umum di Terminal Tipe B Bireuen Diinspeksi

BIREUEN – Dinas Perhubungan Aceh lakukan inspeksi keselamatan (Ramp Check) terhadap 92 kendaraan angkutan umum Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) di Terminal Tipe B Bireuen pada Sabtu, 30 Maret 2024. Kegiatan ramp check telah dimulai 2 hari yang lalu sejak 29 hingga 30 Maret 2024, dan didapati sejumlah kendaraan yang tidak laik operasi karena beberapa fasilitas tidak berfungsi dan membutuhkan perbaikan. Hal itu diungkapkan oleh Khalil Nurdin selaku Koordinator Terminal Tipe B Bireuen di sela-sela pemeriksaan. Khalil menambahkan, ada 16 Perusahan Otobus (PO) yang telah beroperasi di Terminal Tipe B Bireuen. “Hasil pemeriksaan hari ini dari beberapa PO, ada yang memang secara kendaraan tidak layak jalan,” sebutnya. Dari hasil inspeksi kendaraan yang tidak laik itu, menurut Khalil, terkait dengan kelengkapan kendaraan, seperti lampu mobil tidak menyala, izin operasional yang telah habis masa berlaku, dan ban tipis. “Tidak layak itu terkait dengan fasilitas-fasilitas yang harusnya tersedia di unit kendaraan seperti wiper, terus lampu, dan izin operasional yang telah habis masa berlaku,” ungkap Khalil. Ia juga berpesan agar perusahaan angkutan umum untuk lebih peduli dengan keselamatan penumpang, hal ini merupakan tanggungjawab bersama dalam menjamin keselamatan penumpang hingga sampai ke tujuan. Sementara itu, Kepala UPTD Penyelenggara Rerminal Tipe B yang diwakili oleh Kasi Fasilitas Terminal, Ikbal Basri menyebutkan kegiatan ini memang rutin dilakukan setiap tahun, terlebih menjelang mudik lebaran, dengan menggandeng pihak-pihak terkait seperti Satlantas dan Dishub Kabupaten/Kota. Farida salah seorang penumpang Bus yang akan menuju Banda Aceh mengaku lebih tenang ketika ada inspeksi terhadap kendaraan yang akan dia naiki. Bus yang dia tumpangi sudah melewati serangkaian inspeksi dan dinyatakan laik jalan dan layak untuk beroperasi.

Pastikan Keselamatan Selama Mudik Lebaran, Dishub Aceh Gelar Ramp Check Kendaraan di Terminal Tipe B

BIREUEN – Dinas Perhubungan Aceh melalui UPTD Penyelenggaraan Terminal Tipe B melaksanakan inspeksi keselamatan lalu lintas angkutan jalan atau ramp check pada Jumat, 29 Maret 2024. Inspeksi angkutan jalan ini dilaksanakan pada 2 terminal tipe B yaitu Terminal Tipe B Aceh Tamiang dan Terminal Tipe B Bireuen. Ramp check kendaraan dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan keselamatan transportasi menjelang mudik lebaran tahun 2024. Selain itu, guna memastikan terwujudnya keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan (LLAJ) khususnya angkutan umum penumpang. Kepala UPTD Penyelenggaraan Terminal Tipe B Dishub Aceh, Erizal melalui Kasi Operasional, Yulmahendra menyebutkan, pelaksanaan ramp check juga sesuai dengan Surat Edaran Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan nomor AJ.201/1/8/DJPD/2024 tanggal 6 Februari 2024 perihal pelaksanaan inspeksi keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan (ramp check) di masa libur idul fitri tahun 2024. “Ramp check ini sebagai upaya identifikasi dini terhadap potensi penyebab kecelakaan lalu lintas, sehingga kita bisa memastikan kendaraan yang melayani penumpang dalam kondisi laik jalan dan layak beroperasi,” ungkap Yulmahendra. Yulmahendra menambahkan, pelaksanaan ramp check berpedoman pada Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 24 Tahun 2021, yang meliputi pemeriksaan kelengkapan administrasi, pemeriksaan fisik kendaraan, serta pemeriksaan kompetensi dan kesehatan awak angkutan. “Sejauh ini sudah sebanyak 163 kendaraan yang kita inspeksi dan tidak kita ditemukan kendala yang berarti sehingga nantinya kita harap mudik berjalan dengan aman dan lancar,” ujarnya. Dishub Aceh terus berupaya agar pelayanan angkutan lebaran tahun ini bisa melayani masyarakat semaksimal mungkin, serta memastikan kendaraan yang beroperasi memenuhi standar keselamatan yang telah ditetapkan.(AP/AB)

Bahaya Microsleep: Ketika Tubuh Tertidur Tanpa Anda Sadari

Microsleep, seperti namanya, adalah periode tidur singkat yang terjadi secara tiba-tiba dan tanpa disadari. Ini bisa terjadi dalam hitungan detik atau bahkan fraksi detik, tetapi dalam keadaan yang cukup serius, dapat memiliki konsekuensi yang berbahaya, terutama saat melakukan aktivitas yang memerlukan kewaspadaan tinggi, seperti mengemudi. Bahaya Microsleep: Dengan memahami bahaya microsleep, penting bagi kita untuk mengambil langkah-langkah pencegahan yang diperlukan, seperti memastikan kita tidur cukup setiap malam, menghindari mengemudi saat lelah, dan mengambil istirahat reguler saat melakukan tugas-tugas yang membutuhkan kewaspadaan tinggi. Keselamatan kita sendiri dan orang lain bergantung pada kemampuan kita untuk tetap waspada dan terjaga saat kita berada di jalan atau melakukan aktivitas penting lainnya.(MR) Sumber: