Dishub

Menteri Perhubungan Dorong Percepatan Penggunaan Bus Listrik di Perkotaan

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mendorong percepatan penggunaan bus listrik untuk transportasi publik di wilayah perkotaan. Hal ini disampaikan Menhub dalam acara Sustainable E-Mobility Event: Upscaling Bus Electrification Nationwide yang diselenggarakan oleh Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) Indonesia, di Jakarta, Selasa (21/5). “Kementerian Perhubungan selalu memprioritaskan pengadopsian transportasi yang rendah emisi dan peningkatan kualitas udara. Karena itu, kami mendorong percepatan elektrifikasi transportasi publik yakni penggunaan bus listrik untuk kawasan perkotaan,” ujar Menhub. Menhub menjelaskan, pengguna kendaraan pribadi di Indonesia masih tinggi dibanding pengguna transportasi umum, terutama yang berbasis bahan bakar fosil. Oleh sebab itu, lanjutnya, pemerintah terus berkomitmen untuk menurunkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) yang telah tercantum dalam Rencana Strategis (Renstra) Tahun 2020 – 2024. Lebih lanjut, Menhub juga menerangkan bahwa saat ini sudah ada Peraturan Presiden (Prepres) Nomor 79 tahun 2023 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai. Atas dasar itu, Kementerian Perhubungan pun sedang menyusun Road Map Implementasi E-Mobility untuk program transportasi massal berbasis BRT di Indonesia. Implementasi tersebut yakni angkutan perkotaan dengan skema BTS menggunakan armada listrik di dua kota, yaitu Bandung (8 Bus) dan Surabaya (14 Bus). Program lainnya Mastran di dua kota, yaitu Medan dan Bandung yang implementasinya akan menggunakan bus listrik. Namun demikian, Menhub menuturkan bahwa masih ada sejumlah tantangan dalam penerapan angkutan umum berbasis listrik di Indonesia. Di antaranya, belum optimalnya komitmen Pemerintah Daerah (Pemda) dalam penyelenggaraan transportasi publik serta kurangnya sarana dan prasarana terkait kesiapan armada bus listrik, seperti halnya charging station. “Pemerintah Pusat sudah berusaha untuk mengadakan kendaraan listik. Hanya saja, dukungan Pemda saya rasa belum optimal. Poin penting yang ingin saya sampaikan, Pemerintah Pusat dan Pemda punya tanggung jawab yang sama untuk menyelenggarakan angkutan publik yang ramah lingkungan,” ungkap Menhub. Sementara itu, Menhub juga menyadari bahwa pengadaan kendaraan listrik membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Menurutnya, harga kendaraan listrik bisa dua kali lipat lebih mahal dibanding kendaraan konvensional. “Menurut saya, salah satu komponen yang perlu diperhatikan dalam kendaraan listrik adalah baterai. Karena itu, saya berharap ITDP atau pihak-pihak lain yang berkepentingan bisa melakukan riset bagaimana cara mendapatkan baterai dengan harga yang terjangkau,” terang Menhub. Dalam kesempatan tersebut, Menhub juga menerima hasil studi ITDP Indonesia terkait Peta Jalan dan Program Insentif Nasional Elektrifikasi Transportasi Publik Perkotaan Berbasis Jalan untuk mendukung akselerasi elektrifikasi bus di perkotaan. Dokumen studi diserahkan oleh Direktur Asia Tenggara ITDP Gonggomtua Sitanggang, disaksikan langsung oleh CEO ITDP Heather Thompson dan Direktur Eksekutif ViriyaENB Suzanty Sitorus. Untuk diketahui, studi ITDP ini mencakup penilaian tentang kesiapan elektrifikasi transportasi publik, kesiapan adopsi Kendaraan Listrik Berbasis Baterai, serta faktor mendesak lain, seperti polusi udara dan kemacetan di 98 wilayah perkotaan di Indonesia. Ini merupakan bentuk dukungan ITDP kepada Pemerintah, khususnya Kementerian Perhubungan, dalam rangka mencapai target 90 persen elektrifikasi transportasi publik pada tahun 2030. “Hasil studi ini sangat bermanfaat karena dapat membantu kami dalam upaya percepatan pengembangan infrastruktur dan regulasi yang mendukung elektrifikasi transportasi publik. Ini bukan hanya langkah maju bagi transportasi, tapi juga untuk kualitas hidup yang lebih baik bagi masyarakat secara keseluruhan,” pungkas Menhub.(MR) Sumber: Kemenhub RI

Jenis-Jenis Rem yang Digunakan di Kereta Api

Rem adalah komponen vital dalam sistem keselamatan kereta api. Mereka berfungsi untuk mengurangi kecepatan, menghentikan kereta api, dan mempertahankan kereta api dalam posisi berhenti. Ada beberapa jenis rem yang digunakan di kereta api, masing-masing dengan mekanisme dan fungsinya sendiri. Berikut ini adalah beberapa jenis rem yang umum digunakan di kereta api: Rem udara adalah salah satu sistem rem yang paling umum digunakan di kereta api. Sistem ini bekerja dengan menggunakan udara bertekanan untuk mengoperasikan rem pada setiap gerbong. Udara bertekanan disimpan dalam reservoir di setiap gerbong dan dikendalikan oleh masinis melalui pipa rem utama yang menghubungkan semua gerbong. Ketika masinis menarik tuas rem, tekanan udara dalam pipa rem menurun, menyebabkan katup di reservoir udara membuka dan mengaktifkan rem. Rem vakum bekerja dengan prinsip yang berlawanan dari rem udara. Sistem ini menggunakan vakum (tekanan rendah) untuk mengoperasikan rem. Vakum dihasilkan oleh pompa vakum di lokomotif, dan pipa vakum menghubungkan semua gerbong. Ketika vakum berkurang, rem diaktifkan. Sistem ini lebih umum digunakan di kereta api tua dan di beberapa negara berkembang. Rem elektropneumatik menggabungkan sistem pneumatik dengan kontrol elektronik. Sistem ini memungkinkan masinis untuk mengontrol rem dengan lebih presisi dan responsif. Dalam sistem ini, sinyal elektronik dikirim dari lokomotif ke setiap gerbong untuk mengaktifkan rem, sementara udara bertekanan masih digunakan untuk menerapkan gaya pengereman. Rem regeneratif adalah sistem rem yang digunakan terutama pada kereta api listrik dan kereta api cepat. Sistem ini bekerja dengan mengubah energi kinetik kereta menjadi energi listrik saat pengereman. Energi listrik ini kemudian dapat disimpan dalam baterai atau dikembalikan ke jaringan listrik. Rem regeneratif tidak hanya membantu dalam mengurangi kecepatan, tetapi juga meningkatkan efisiensi energi. Rem mekanis adalah jenis rem yang lebih sederhana dan biasanya digunakan sebagai rem tambahan atau darurat. Sistem ini menggunakan mekanisme mekanis, seperti pegas atau tuas, untuk mengaktifkan rem. Pada beberapa kereta api, rem mekanis digunakan sebagai rem parkir untuk memastikan kereta tidak bergerak saat berhenti. Kereta api menggunakan berbagai jenis rem untuk memastikan keselamatan dan efisiensi operasi. Rem udara dan vakum adalah sistem yang paling tradisional dan masih banyak digunakan, sementara rem elektropneumatik dan regeneratif menawarkan kontrol yang lebih baik dan efisiensi energi. Rem mekanis berfungsi sebagai tambahan atau rem darurat. Pemilihan sistem rem tergantung pada jenis kereta api, kebutuhan operasional, dan teknologi yang tersedia. Setiap jenis rem memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri, dan seringkali digunakan dalam kombinasi untuk memastikan bahwa kereta api dapat berhenti dengan aman dan efisien dalam berbagai kondisi operasional.(MR) *Diolah dari berbagai sumber

Bahaya Pelintasan Sebidang Tanpa Palang Pintu

Pelintasan sebidang tanpa palang pintu merupakan salah satu titik rawan kecelakaan yang sering terabaikan. Keberadaan pelintasan ini dapat menjadi ancaman serius bagi keselamatan pengendara kendaraan bermotor, pejalan kaki, dan pengguna jalan lainnya. Berikut adalah beberapa bahaya utama yang dihadapi pada pelintasan sebidang tanpa palang pintu: 1. Risiko Tabrakan Pelintasan sebidang tanpa palang pintu memiliki risiko tabrakan yang tinggi antara kereta api dan kendaraan bermotor. Ketiadaan palang pintu membuat pengendara kendaraan bermotor sering kali tidak menyadari atau terlambat menyadari keberadaan kereta api yang mendekat. Hal ini bisa menyebabkan kecelakaan fatal yang berdampak serius bagi korban. 2. Kurangnya Waktu Reaksi Pengemudi membutuhkan waktu yang cukup untuk bereaksi terhadap sinyal dan suara peringatan kereta api. Namun, tanpa palang pintu, peringatan ini sering kali tidak memadai atau terabaikan. Kurangnya waktu reaksi dapat mengakibatkan pengemudi tidak sempat menghentikan kendaraannya, sehingga risiko kecelakaan meningkat. 3. Tingkat Kewaspadaan yang Rendah Pelintasan tanpa palang pintu cenderung menurunkan tingkat kewaspadaan pengemudi. Mereka mungkin merasa tidak ada ancaman yang signifikan dan dengan demikian kurang berhati-hati. Hal ini sangat berbahaya terutama di malam hari atau dalam kondisi cuaca buruk dimana visibilitas terbatas. 4. Kesulitan Menghitung Jarak dan Kecepatan Kereta Tanpa palang pintu, pengemudi harus mengandalkan penilaian visual untuk menentukan jarak dan kecepatan kereta api yang mendekat. Ini bisa sangat sulit dilakukan, terutama bagi pengemudi yang tidak berpengalaman atau yang berada di lokasi dengan pandangan terbatas. 5. Kesalahan Manusia Faktor kesalahan manusia, seperti kelelahan, gangguan, atau ketidakpatuhan terhadap rambu lalu lintas, dapat meningkatkan risiko kecelakaan di pelintasan sebidang tanpa palang pintu. Tanpa penghalang fisik seperti palang pintu, kemungkinan terjadinya kesalahan meningkat. Upaya Pencegahan Untuk mengurangi risiko kecelakaan di pelintasan sebidang tanpa palang pintu, diperlukan beberapa upaya pencegahan: Pelintasan sebidang tanpa palang pintu merupakan sumber bahaya yang signifikan bagi keselamatan lalu lintas. Untuk mengurangi risiko kecelakaan, penting untuk mengimplementasikan langkah-langkah pencegahan yang komprehensif dan berkelanjutan.(MR) Sumber

Meniti Keselamatan Berlalu Lintas Sejak Dini

Keselamatan menjadi salah satu hal penting dalam berlalu lintas di jalan raya, oleh karena itu perlu ditanamkan budaya tertib berlalu lintas sejak usia dini.  Para pelajar sebagai generasi muda penerus bangsa merupakan target strategis dalam rangka proses penanaman budaya tertib dalam berlalu lintas. Edukasi tentang keselamatan berlalu lintas ini sangat penting untuk dilakukan secara berkelanjutan, hal ini untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas yang baik dan berkeselamatan terutama terhadap remaja yang sedang mencari jati diri. Menurut data Kementerian Perhubungan tingkat kecelakaan lalu lintas mayoritasnya melibatkan usia pelajar (15-19 tahun). Pada bulan September tahun 2020 Majelis Umum PBB juga telah mendeklarasikan Decade of Action (DoA) for Road Safety 2021-2030 yang bertujuan untuk mengurangi kematian dan cedera lalu lintas jalan setidaknya 50% (lima puluh persen) dari 2021 hingga 2023 terutama di kalangan remaja. Setiap negara anggota, termasuk Indonesia dituntut untuk meningkatkan upaya keselamatan yang dijalankan pada skala nasional, regional dan global. Kementerian Perhubungan juga memberikan penghargaan kepada kaum muda terpelajar yang concern terrhadap isu keselamatan dalam berlalu lintas sehingga nantinya tumbuh budaya keselamatan berlalu lintas di tengah masyarakat. Adalah pelajar pelopor keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan yang pendaftaraanya sudah dibuka untuk diikuti Pelajar Provinsi Aceh. Para peserta ini nantinya akan mengikuti seleksi di Tingkat Provinsi dan Nasional. Pelajar Pelopor diharapkan dapat mensosialisasikan keselamatan lalu lintas di lingkungan sekolah dan di tengah-tengah masyarakat sehingga diharapkan dapat membawa dampak positif dalam perkembangan keselamatan lalu lintas.  Ayo RakanModa kita ikuti dan Sukseskan Pemilihan Pelopor Keselamatan Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan.(AP)

Anti Silau Saat Berkendara pada Malam Hari, Begini Caranya

Berkendara pada malam hari sering kali menjadi tantangan tersendiri, terutama karena masalah silau yang disebabkan oleh lampu kendaraan lain. Silau ini tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga bisa berbahaya karena mengurangi kemampuan pengemudi untuk melihat jalan dengan jelas. Berikut adalah beberapa tips untuk mengatasi silau saat berkendara pada malam hari: 1. Gunakan Kacamata Anti-Glare Salah satu cara efektif untuk mengurangi silau adalah dengan menggunakan kacamata khusus anti-glare. Kacamata ini dirancang untuk mengurangi efek silau dari lampu kendaraan lain serta lampu jalan yang terang. Menurut sebuah studi yang diterbitkan di jurnal “Investigative Ophthalmology & Visual Science”, penggunaan kacamata anti-glare dapat meningkatkan kenyamanan visual dan mengurangi kelelahan mata selama berkendara di malam hari . 2. Periksa dan Sesuaikan Ketinggian Lampu Kendaraan Lampu depan yang terlalu tinggi atau tidak sejajar bisa menyebabkan silau bagi pengemudi lain dan sebaliknya. Pastikan lampu depan kendaraan Anda disetel pada ketinggian yang tepat. Anda bisa memeriksa manual kendaraan untuk mengetahui cara menyesuaikan ketinggian lampu. 3. Gunakan Lampu Rendah Saat Mendekati Kendaraan Lain Ketika Anda melihat kendaraan dari arah berlawanan, alihkan lampu jauh ke lampu rendah untuk mengurangi efek silau bagi pengemudi lain. Ini juga merupakan tindakan etiket berkendara yang baik. 4. Jaga Kebersihan Kaca Depan dan Kaca Spion Kaca depan dan kaca spion yang kotor dapat meningkatkan efek silau karena kotoran dan debu memecah cahaya sehingga menyebar dan membuat silau lebih parah. Bersihkan kaca depan dan kaca spion secara rutin untuk mengurangi risiko silau. 5. Pasang Pelindung Matahari Pelindung matahari atau visor yang terpasang pada kendaraan juga dapat membantu mengurangi silau dari lampu kendaraan lain. Banyak mobil dilengkapi dengan pelindung matahari yang bisa disesuaikan untuk menghalangi cahaya yang menyilaukan. 6. Gunakan Lapisan Anti-Glare pada Kaca Depan Anda bisa memasang lapisan anti-glare pada kaca depan kendaraan. Lapisan ini membantu mengurangi silau dengan menyerap sebagian cahaya yang masuk, membuat pandangan lebih nyaman dan jelas. Menurut penelitian yang dipublikasikan oleh Society of Automotive Engineers (SAE), lapisan anti-glare pada kaca depan efektif dalam mengurangi pantulan cahaya dari lampu kendaraan lain, sehingga meningkatkan keselamatan dan kenyamanan berkendara di malam hari . 7. Kurangi Kecepatan dan Jaga Jarak Aman Jika Anda merasa terganggu oleh silau, kurangi kecepatan dan tingkatkan jarak aman dengan kendaraan di depan Anda. Ini memberi Anda lebih banyak waktu untuk bereaksi jika terjadi sesuatu yang tidak terduga. 8. Hindari Melihat Langsung ke Sumber Cahaya Saat ada kendaraan dengan lampu terang mendekati Anda, cobalah untuk tidak melihat langsung ke lampu tersebut. Alihkan pandangan ke sisi kanan jalan untuk mengurangi efek silau langsung. Dengan mengikuti tips di atas, Anda dapat mengurangi risiko silau saat berkendara pada malam hari dan meningkatkan keselamatan di jalan. Selalu pastikan kendaraan Anda dalam kondisi baik dan tetap berhati-hati saat berkendara.(MR) Referensi

Dukung Pelaksanaan PON, Dishub Aceh Pastikan Kesiapan Sektor Transportasi

BANDA ACEH – Kepala Dinas Perhubungan Aceh Teuku Faisal yang juga selaku Ketua Bidang Transportasi PON XXI Tahun 2024 memimpin Rapat Dukungan Koordinasi Layanan Transportasi PON XXI Wilayah Aceh bersama ketua DPD Organisasi Angkutan Darat (Organda) dan Stakeholder terkait yang berlangsung di Aula Multimoda, Kamis, 16 Mei 2024. Dalam pertemuan ini dibahas berbagai langkah strategis dalam sektor transportasi termasuk tarif kendaraan, kelaikan kendaraan angkutan, jumlah atlit dan official yang akan menggunakan jasa transportasi dijelaskan secara terperinci. “Sektor transportasi menjadi salah satu indikator keberhasilan dalam pelaksanaan PON XXI tahun 2024 di Wilayah Aceh nantinya”, ungkap Teuku Faisal dalam pertemuan yang juga dihadiri oleh perwakilan Asosiasi Bus Pariwisata Aceh (ABPA) dan Asosiasi Rental Banda Aceh Dan Aceh Besar (ASPERBA). Oleh karena itu, Teuku Faisal mengharapkan dukungan segenap stakeholder terkait dalam upaya menjaga stabilitas biaya angkutan dan peningkatan pelayanan di sektor transportasi. Pada kesempatan yang sama, Ketua Organda perwakilan Aceh, H. Ramli menyampaikan bahwa pihaknya siap mendukung penuh pelayanan terhadap kontingen PON XXI tahun 2024 yang akan bertanding di Aceh dengan tetap menjaga stabilitas harga dan kesiapan sarana transportasi. “Suksesnya PON ini tidak akan bisa diraih tanpa dukungan dari semua pihak dan kami dari organda provinsi Aceh sangat siap untuk mendukung itu,” ungkapnya. Dalam kesempatan yang sama, Fakhruddin perwakilan dari Asosiasi Bus Pariwisata Aceh( ABPA) juga memaparkan bahwa ada beberapa hal yang sering terjadi dan harus kita perbaiki bersama, diantaranya ketepatan waktu dalam proses pengantaran dan penjemputan atlit, menjaga kebersihan angkutan dan kenyamanan atlit yang akan bertanding nantinya. “ Harapannya pelaksanaan PON di Aceh dapat berlangsung sukses, dan bermanfaat bagi kita semua ”. Ujar Fakhruddin. Sementara itu, Misda sebagai perwakilan dari Asosiasi Rental Banda Aceh dan Aceh Besar (ASPERBA) menjabarkan pihaknya tidak akan menentukan tarif rental kendaraan secara semena-mena, pelayanan dari segi driver juga akan terus ditingkatkan. “Semuanya demi kelancaran dan kesukseskan pelaksanaan PON XXI tahun 2024 di Wilayah Aceh.” Tutup Misda.(AP)

Begini Cara Membedakan Kaca Film Asli atau Palsu

Saat ini sudah banyak beredar kaca film palsu yang dijual di pasaran. Terutama untuk salah satu merek yang cukup marak di kalangan konsumen. Namun, sebelum memutuskan untuk membeli, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan terlebih dahulu agar tidak tertipu. Linda Widjaja, Vice President Director, PT V-KOOL Indo Lestari mengatakan, untuk merek V-KOOL, konsumen bisa melakukan pengetesan menggunakan alat yang sudah disediakan. Alat tersebut bernama transmission Metter, di mana bisa mengetahui kualitas kaca film mulai dari tingkat kebeningan hingga kemampuan kaca film menolak panas sinar matahari. “Kalau V-KOOL punya alat ukur. Alat tesnya sederhana dengan lampu inframerah, sudah bisa membedakan kalau kaca yang akan digunakan mampu menolak panas. Alat tersebut ada meteran, yang menunjukkan kaca film tersebut sudah cukup atau belum dalam menolak panas,” kata Linda, saat ditemui di Jakarta Pusat, Rabu (8/5/2024). Sementara itu, owner authorized 3M Dealer Kedoya, Martin, menambahkan, bagi orang awam sebetulnya cukup sulit membedakan kaca film yang asli dan palsu, terutama untuk merek 3M yang banyak beredar di pasaran. “Cara paling mudah untuk membedakannya bisa dilihat dari logonya. Kalau yang asli huruf nya tidak begitu besar, dan pixelnya juga rapih. Sedangkan untuk kaca film yang palsu hurufnya lebih besar dan pixel nya terlihat seperti yang dipaksakan. Jadi ketika di print nantinya akan pecah,” kata Martin. Selain dari huruf, dari segi bahan untuk kaca film asli atau yang palsu juga memiliki perbedaan yang cukup signifikan. “Kalau dari segi bahan yang asli itu lebih kaku, lebih tebal. Dari segi suara juga beda, kalau kita tekuk suaranya lebih padat. Sedangkan, kalau yang palsu bahannya lebih tipis, seperti kantong plastik kresek. Suaranya pun juga lebih renyah,” ucap Martin. Sumber: Kompas.com

Arena Blind Spot pada Kendaraan yang Patut Diperhatikan Saat di Jalan Raya

Blind spot atau titik buta adalah area di sekitar kendaraan yang tidak dapat terlihat oleh pengemudi, baik melalui kaca spion maupun jendela. Keberadaan blind spot ini dapat menjadi faktor risiko kecelakaan lalu lintas, terutama ketika pengemudi melakukan manuver seperti berpindah lajur atau berbelok. Mengetahui dan memahami area blind spot pada kendaraan sangat penting untuk meningkatkan keselamatan berkendara. Jenis-jenis Blind Spot Faktor-faktor Penyebab Blind Spot Cara Mengatasi Blind Spot Blind spot merupakan tantangan yang serius dalam berkendara. Dengan memahami lokasi dan penyebab blind spot, serta memanfaatkan teknologi dan teknik berkendara yang tepat, risiko kecelakaan akibat blind spot dapat diminimalkan. Keselamatan berkendara tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kewaspadaan dan tanggung jawab pengemudi dalam mengenali dan mengatasi blind spot.(MR) *Diolah dari berbagai sumber diantaranya National Highway Traffic Safety Administration, Insurance Institute for Highway Safety, dan Road Safety Authority

Tips Agar Baterai Kendaraan Listrik Tetap Awet

Kendaraan listrik (EV) semakin populer sebagai alternatif ramah lingkungan bagi kendaraan berbahan bakar fosil. Namun, salah satu kekhawatiran utama pemilik EV adalah usia pakai baterai. Berikut adalah beberapa tips untuk memperpanjang umur baterai kendaraan listrik Anda: Dengan mengikuti tips di atas, Anda dapat memperpanjang umur baterai kendaraan listrik Anda dan menjaga performanya tetap optimal. Perawatan yang tepat tidak hanya menghemat biaya penggantian baterai, tetapi juga berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan.(MR) *Diolah dari berbagai sumber

Dishub Kota Samarinda Pelajari Layanan Angkutan Massal Perkotaan ke Dishub Aceh

BANDA ACEH – Kepala Dinas Perhubungan Aceh Teuku Faisal menerima kunjungan Kepala Dinas Perhubungan Kota Samarinda Hotma Rulitua Manalu beserta rombongan di aula Multimoda pada Kamis, 2 Mei 2024. Kunjungan Dishub Kota Samarinda ke Dishub Aceh dalam rangka studi banding untuk mempelajari program layanan angkutan umum massal perkotaan Trans Koetaradja yang sudah diterapkan di Kota Banda Aceh dan Aceh Besar. Perencanaan operasional bus Trans Koetaradja dimulai setelah gempa dan tsunami terjadi di Aceh pada tahun 2004 silam. Di mana kala itu, seluruh layanan angkutan umum yang telah beroperasi di Kota Banda Aceh berhenti total. “Setelah tsunami, kita mulai menyiapkan moda angkutan massal perkotaan yang modern dan berkelanjutan di Banda Aceh, karena seiring perkembangan zaman tentu transportasi umum massal akan dibutuhkan untuk mengurangi potensi kemacetan yang bisa terjadi,” sebut Teuku Faisal. Teuku Faisal menambahkan bahwa Pemerintah Aceh memiliki komitmen yang tinggi terhadap penyelenggaraan angkutan umum perkotaan seperti Trans Koetaradja. Hal itu terbukti dari subsidi operasional bus Trans Koetaradja sejak tahun 2016 hingga sekarang, dan masyarakat masih menikmati layanan angkutan ini secara gratis. Keberhasilan ini tentu tidak terlepas dari dukungan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perhubungan RI berupa penyediaan bus di masa awal Trans Koetaradja beroperasi. Sementara itu, Kadishub Kota Samarinda Hotma Rulitua Manalu menyebutkan bahwa studi banding ini dilatarbelakangi keinginan Pemerintah Kota Samarinda untuk menyiapkan layanan angkutan massal perkotaan berbasis bus rapid transit (BRT) di Kota Samarinda. Layanan BRT juga untuk mendukung transportasi berkelanjutan di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara ke depan. Oleh karena itu, Hotma menjelaskan bahwa pihaknya ingin mempelajari sistem manajemen dan pengoperasian layanan angkutan massal perkotaan kepada daerah-daerah yang telah berhasil menerapkan sistem BRT sebagai acuan untuk diaplikasikan di Kota Samarinda. Setelah pertemuan, rombongan juga melakukan kunjungan lapangan untuk melihat langsung operasional Trans Koetaradja. Rombongan menaiki bus feeder Trans Campus dari asrama mahasiswa USK hingga halte Masjid Jami’ Darussalam. Kemudian mengunjungi halte Masjid Raya Baiturrahman sebagai halte pusat layanan Trans Koetaradja. Kunjungan lapangan diakhiri dengan mengunjungi Depo UPTD Angkutan Massal Trans Koetaradja sembari melihat ruang pusat kendali yang menjadi salah satu fasilitas untuk memantau operasional Trans Koetaradja secara langsung. Sebagai informasi, Trans Koetaradja saat ini memiliki 59 unit armada yang terdiri 25 unit bus besar dan 34 unit bus sedang. Layanan Trans Koetaradja sudah dinikmati oleh 17.407.580 juta pengguna jasa sejak awal beroperasi pada tahun 2016 hingga tahun 2023 kemarin. Jumlah pengguna jasa tertinggi tercatat pada tahun 2019 yang mencapai 5 juta lebih orang.(AB)