Dishub

Tinjau Jembatan Kuta Blang, Kadishub Aceh Ingatkan tentang Keselamatan Penyeberangan

Kepala Dinas Perhubungan Aceh Teuku Faisal meninjau kondisi penyeberangan orang di jembatan Kuta Blang yang masih terputus pasca terjadinya bencana hidrometeorologi di Aceh sejak dua pekan yang lalu. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan kesiapsiagaan personil Dishub Aceh dalam melakukan pengawasan terhadap keselamatan penyeberangan seperti pemberian life jacket kepada penumpang, serta pengaturan lalu lintas dan parkir kendaraan angkutan yang mengangkut penumpang di lokasi tersebut. “Selama akses jembatan belum bisa dilalui, kita menugaskan personil Dishub Aceh untuk mengatur lalu lintas kendaraan. Personil kita juga terus memantau keselamatan penyeberangan seperti penggunaan life jacket untuk penumpang,” kata Teuku Faisal pada Minggu, 14 Desember 2025. Beberapa waktu yang lalu, Dishub Aceh bersana BPBA telah menyerahkan 180 life jacket kepada operator perahu untuk memastikan keselamatan bagi masyarakat. Teuku Faisal turut berpesan kepada operator perahu untuk memastikan semua penumpang telah mengenakan life jacket sebelum kapal berangkat. Di samping itu, Kadishub Aceh juga memberi arahan kepada personil Dishub Aceh supaya sirkulasi kendaraan di kedua sisi bisa lebih tertib dan teratur. Kantong-kantong parkir baru, menurutnya, diperlukan supaya kendaraan tidak menumpuk di badan jalan yang mengakibatkan akses keluar masuk menjadi tidak lancar. Selesai di Bireuen,Teuku Faisal akan melanjutkan kunjungannya ke Kabupaten Aceh Tamiang untuk melihat kondisi Terminal Tipe B yang terdampak banjir. Kunjungan ini dilakukan di sela-sela kesibukannya mengatur kesiapan armada, baik darat, laut, dan udara, untuk pengiriman bantuan bagi korban bencana di Aceh.

RESPON PERMINTAAN GUBERNUR MUALEM, WINGS AIR BUKA RUTE REGULER MEDAN -TAKENGON, PELITA AIR GRATISKAN BANTUAN LOGISTIK

Permintaan Gubernur Aceh H. Muzakir Manaf kepada Menteri Perhubungan Republik Indonesia (Menhub) untuk membuka atau menambah kapasitas penerbangan reguler ke Aceh mendapat respon positif dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan maskapai penerbangan. Langkah cepat ini diambil untuk memperkuat mobilitas, distribusi logistik, dan kegiatan evakuasi pasca bencana alam banjir dan tanah longsor yang melanda sebagian besar wilayah Sumatera, termasuk Aceh. Permintaan Gubernur Aceh, yang disampaikan dalam surat tertanggal 6 Desember 2025, bertujuan mengatasi tingginya kebutuhan transportasi udara untuk dukungan kemanusiaan. Kebutuhan ini muncul karena mobilisasi bantuan dan relawan dari berbagai daerah di Indonesia terhambat oleh terbatasnya akses penerbangan. Dalam surat tersebut, Gubernur Mualem, sapaan Muzakir Manaf memohon dukungan Menteri Perhubungan untuk mendorong maskapai agar membuka atau menambah kapasitas penerbangan reguler pada rute Jakarta (CGK) – Banda Aceh (BTJ), Medan (KNO) – Banda Aceh (BTJ), dan Medan (KNO) – Takengon (TXE). Gubernur juga meminta agar maskapai penerbangan tidak menaikkan tarif, bahkan memberikan kebijakan tarif khusus (diskon) kemanusiaan selama masa pemulihan bencana. Menindaklanjuti permintaan Gubernur Mualem tersebut, Kemenhub melalui surat Direktur Jenderal Perhubungan Udara pada 7 Desember 2025, mendorong seluruh maskapai penerbangan untuk melakukan penambahan kapasitas, baik berupa penambahan rute baru atau penambahan frekuensi penerbangan di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Kemenhub menggarisbawahi pentingnya penambahan kapasitas penerbangan pada rute Medan (KNO) – Takengon (TXE) pulang-pergi (PP), di samping rute Jakarta – Banda Aceh dan Medan – Banda Aceh. Permintaan Gubernur Aceh kepada Menteri Perhubungan RI terkait pembukaan rute penerbangan ke Aceh mendapat respon positif dari maskapai Wings Air. Maskapai berjuluk Wings Abadi itu telah mengumumkan pembukaan rute penerbangan berjadwal (reguler) Medan (KNO) – Takengon (TXE), yang akan beroperasi setiap hari mulai 15 Desember 2025 mendatang. Penerbangan dari Medan (KNO) akan berangkat pukul 08.40 WIB dan tiba di Takengon (TXE) pukul 09.40 WIB, sementara rute baliknya dari Takengon (TXE) akan berangkat pukul 10.00 WIB dan tiba di Medan (KNO) pukul 11.00 WIB. Penerbangan ini menggunakan pesawat ATR 72, yang memiliki 72 kursi kelas ekonomi dan dianggap ideal untuk mencapai bandara di kawasan perbukitan seperti Bandara Rembele. Danang Mandala Prihantoro, Corporate Communications Strategic of Wings Air, menyampaikan bahwa pembukaan rute ini membawa harapan baru bagi masyarakat Aceh di wilayah tengah. “Pembukaan rute baru ini merupakan jembatan yang akan menghubungkan kembali Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues dengan denyut ekonomi regional,” sebutnya. Selain Wings Air, maskapai Pelita Air juga turut serta dalam upaya kemanusiaan ini. Pelita Air, sebagai anggota Pertamina, menggandeng perusahaan ekspedisi JNE Express untuk menggratiskan pengiriman bantuan kemanusiaan ke wilayah terdampak, baik di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Langkah ini sejalan dengan himbauan Kemenhub agar maskapai menjaga tarif tetap wajar dan apabila memungkinkan, memberikan tarif khusus (diskon) kemanusiaan selama masa pemulihan bencana. Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Aceh Teuku Faisal menyampaikan apresiasi atas dukungan Kemenhub dan respon cepat kedua maskapai tersebut dalam menjawab kebutuhan masyarakat Aceh yang tengah dilanda bencana alam. “Support dari kawan-kawan maskapai penerbangan di saat-saat seperti ini sangat dibutuhkan mengingat akses jalur darat masih terputus di beberapa daerah,” ujarnya. Teuku Faisal juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Kementerian Perhubungan atas dukungan yang telah diberikan guna mempercepat mobilisasi dan distribusi bantuan ke wilayah terdampak bencana di Aceh.

Garuda Salurkan 7 Ton Bantuan ke Aceh dan Sumatra

Tangerang – Maskapai penerbangan nasional PT Garuda Indonesia Group mengirimkan tujuh ton bantuan kemanusiaan untuk percepatan pemulihan pasca-bencana alam banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Pendistribusian tujuh ton bantuan kemanusiaan ini masuk ke dalam tahap kedua yang sebagian besar dihimpun melalui partisipasi aktif seluruh karyawan di Garuda Indonesia Group. “Pendistribusian lanjutan hari ini menjadi wujud langkah keberlanjutan, kepedulian, dan solidaritas seluruh karyawan Garuda Indonesia bagi masyarakat dan pegawai yang terdampak bencana,” kata Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan dalam keterangan tertulis diterima di Tangerang, Kamis. Ia mengatakan bahwa Garuda Indonesia sebelumnya telah mendukung percepatan pengiriman lebih dari 20 ton bantuan dari berbagai BUMN. Saat ini, kata dia, pihaknya kembali menyalurkan dukungan melalui program “Garuda Indonesia Group Peduli” yang diinisiasi oleh Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL). Bantuan tersebut selanjutnya diberangkatkan melalui penerbangan Garuda Indonesia menuju Medan, Padang, dan Banda Aceh untuk selanjutnya disalurkan melalui koordinasi bersama BNPB, BPBD, pemerintah daerah, serta perwakilan BUMN di masing-masing wilayah. “Program ini memberikan kesempatan bagi para karyawan untuk mengumpulkan berbagai kebutuhan mendesak seperti pakaian, makanan siap santap, sembako, perlengkapan kebersihan, obat-obatan, serta buku dan alat tulis anak,” jelasnya. Menurut Glenny, untuk tahap kedua distribusi kemanusiaan diawali dengan pemberangkatan pada hari Selasa (9/12) menggunakan GA-148 pada pukul 09.25 WIB dari Jakarta dan tiba di Bandara Internasional Minangkabau pukul 11.15 WIB, serta GA-184 dari Jakarta pada pukul 09.30 WIB dan tiba di Bandara Internasional Kualanamu pukul 11.50 WIB. Pengiriman dilanjutkan pada Rabu (10/12) menuju Banda Aceh yang diberangkatkan dengan GA-140 dari Jakarta pada pukul 07.30 WIB dan tiba di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) pukul 10.15 WIB. “Dari apron hingga cockpit, dari kantor hingga lini operasional, setiap jajaran karyawan Garuda Indonesia bergerak dengan semangat advokasi yang sama mendukung percepatan dampak pemulihan bencana,” katanya . Sebagai national flag carrier yang peduli terhadap kemanusiaan, pihaknya memegang mandat strategis untuk memastikan setiap bantuan tiba dengan cepat dan aman bagi mereka yang membutuhkan. Dengan pengiriman bantuan ini, Garuda Indonesia Group telah menerbangkan sedikitnya 151,6 ton bantuan kemanusiaan ke Banda Aceh, Medan, dan Padang. Adapun bantuan kemanusiaan tersebut dikirimkan oleh berbagai instansi serta individu yang langsung bekerja sama dengan Garuda Indonesia maupun melalui seluruh Mitra Kargo Garuda Indonesia termasuk pengiriman dari sejumlah BUMN yang dikoordinir oleh Danantara beberapa waktu lalu. “Kami mengapresiasi seluruh petugas lapangan dan relawan di berbagai titik yang telah menjalankan misi kemanusiaan ini dengan penuh dedikasi. Semoga dukungan bersama ini dapat mempercepat proses pemulihan sehingga masyarakat di wilayah terdampak dapat segera bangkit,” kata dia. Baca Berita Lainnya: Sekda Tekankan Pembukaan Jalur Laut Jadi Tumpuan Distribusi Logistik Tanggap Darurat Wilayah Timur-Utara Aceh Penyaluran Bantuan Bencana Hidrometeorologi Aceh Dipercepat, Kapal KN SAR Angkut Logistik dari Ulee Lheue Tempuh jalur laut, BNPB bersama Dishub Aceh kirim 27 ton bantuan ke Sejumlah Wilayah di Aceh

Kapal Perintis KM L Malahayati Bantu Distribusi Logistik Bencana

Dinas Perhubungan Aceh bekerja sama dengan Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Calang mengerahkan kapal KM L Malahayati untuk membantu keberangkatan 185 masyarakat yang ingin pulang ke daerah mereka yang terdampak musibah banjir dari Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue Banda Aceh, Minggu dini hari, 7 Desember 2025. Di samping memfasilitasi keberangkatan masyarakat, KM L Malahayati juga mengangkut 50 ton bantuan yang berasal dari sejumlah lembaga menuju Krueng Geukeuh dan Kuala Langsa. Kapal yang berpangkalan di Pelabuhan Calang ini melayani pelayaran rute perintis di wilayah barat selatan Aceh, dan akan hilir mudik membantu keberangkatan masyarakat dan distribusi bantuan selama masa tanggap darurat di Aceh. Hal ini sesuai dengan surat Gubernur Aceh Nomor 500.11/18623 tertanggal 1 Desember 2025 yang ditujukan kepada Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan RI yang meminta agar kapal tersebut membantu distribusi logistik untuk masyarakat terdampak akibat banyaknya jalan nasional dan provinsi yang terputus, termasuk akses Banda Aceh – Medan. Bagi masyarakat maupun lembaga yang ingin mengirimkan bantuan dengan kapal ini bisa menghubungi narahubung berikut; 0822-8521-3668. Jadwal keberangkatan kapal bisa diakses di media sosial Kantor UPP Calang maupun Dishub Aceh. Baca Berita Lainnya: Sekda Tekankan Pembukaan Jalur Laut Jadi Tumpuan Distribusi Logistik Tanggap Darurat Wilayah Timur-Utara Aceh Penyaluran Bantuan Bencana Hidrometeorologi Aceh Dipercepat, Kapal KN SAR Angkut Logistik dari Ulee Lheue Tempuh jalur laut, BNPB bersama Dishub Aceh kirim 27 ton bantuan ke Sejumlah Wilayah di Aceh

Gubernur Jemput Kedatangan Presiden di Aceh, Ikut Dampingi Tinjau Lokasi Banjir

Aceh Besar – Gubernur Aceh H. Muzakir Manaf, bersama Pangdam Iskandar Muda, Kapolda Aceh, menjemput kedatangan Presiden Republik Indonesia, Probowo Subianto di Bandara Sultan Iskandar Muda Aceh Besar, Minggu 7/12. Gubernur dan presiden kemudian berangkat dengan helikopter meninjau lokasi terdampak bencana Hidrometeorologi Aceh, yaitu di Kabupaten Bireuen. Gubernur dan presiden terbang bersama rombongan yang di antaranya adalah Panglima TNI, Kapolri, serta kepala satuan masing-masing matra dan para menteri kabinet. Mereka terbang dengan empat unit helikopter jam 10.30 pagi. Dalam penerbangan itu, presiden dan gubernur terbang dalam satu helikopter yang sama. Sebelumnya dilaporkan bencana banjir dan langsor melanda Provinsi Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Untuk Aceh, bencana melanda 18 kabupaten dan beberapa di antaranya lumpuh. Salah satu kabupaten terparah yang terpapar bencana adalah Kabupaten Aceh Tamiang. Gubernur meminta agar semua pihak bekerja maksimal mengevakuasi korban, mendistribusikan bantuan secara merata dan memastikan semua pengungsi tertangani dengan baik Baca Berita Lainnya: Sekda Tekankan Pembukaan Jalur Laut Jadi Tumpuan Distribusi Logistik Tanggap Darurat Wilayah Timur-Utara Aceh Penyaluran Bantuan Bencana Hidrometeorologi Aceh Dipercepat, Kapal KN SAR Angkut Logistik dari Ulee Lheue Tempuh jalur laut, BNPB bersama Dishub Aceh kirim 27 ton bantuan ke Sejumlah Wilayah di Aceh

Pemerintah Aceh Fasilitasi Kapal Aceh Hebat 2 untuk Pengiriman Truk Tangki LPG ke Lhokseumawe

Pemerintah Aceh melalui Dinas Perhubungan Aceh memfasilitasi keberangkatan 8 unit kendaraan SKID Tank LPG menggunakan kapal KMP Aceh Hebat 2 ke Krueng Geukueh pada Jumat malam, 5 Desember 2025. Pengiriman truk tangki LPG dari Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue ini merupakan langkah antisipatif Pemerintah Aceh dalam menghadapi kelangkaan gas di Banda Aceh dan Aceh Besar selama ini. “Malam ini kita berangkatkan 8 unit truk SKID Tank yang akan mengisi LPG di Lhokseumawe menggunakan kapal Aceh Hebat 2. Ini merupakan upaya Pemerintah Aceh dalam memperlancar distribusi gas karena jalur darat belum bisa dilalui,” kata Teuku Faisal saat memantau langsung proses muat kendaraan LPG di Pelabuhan Ulee Lheue. Nantinya, tambah Teuku Faisal, kapal Aceh Hebat 2 akan kembali memuat truk tangki LPG itu di Krueng Geukueh untuk dibawa kembali ke Banda Aceh setelah proses pengisian gas selesai. Selain mengangkut truk tangki LPG, Teuku Faisal menyebutkan bahwa kapal Aceh Hebat 2 juga mengangkut 2 unit truk tangki air dan 1 unit mobil double cabin milik Kementerian Pekerjaan Umum Cipta Karya Wilayah Kerja Aceh. “Selama akses jalur darat masih terkendala, moda transportasi laut dan penyeberangan akan memainkan peran vital dalam masa tanggap darurat bencana ini, baik untuk pengiriman bantuan, evakuasi korban, termasuk memastikan kelancaran distribusi LPG dan BBM di Aceh,” ungkap Teuku Faisal. Selain menggunakan kapal Aceh Hebat 2, pengiriman truk tangki LPG ke Banda Aceh juga dibantu dengan kapal KMP Wira Loewisa yang tiba di Pelabuhan Ulee Lheue malam ini. “Kapal Wira Loewisa mengangkut 9 unit truk tangki LPG dan 5 unit truk tanki BBM,” sebutnya. Gubernur Aceh Muzakir Manaf juga ikut melepas keberangkatan KN Antares yang mengangkut 80 ton bantuan untuk korban bencana alam ke Pelabuhan Krueng Geukueh. Kapal tersebut diperkirakan akan tiba di Lhokseumawe pada Sabtu (6/12) sore. Baca Berita Lainnya: Sekda Tekankan Pembukaan Jalur Laut Jadi Tumpuan Distribusi Logistik Tanggap Darurat Wilayah Timur-Utara Aceh Penyaluran Bantuan Bencana Hidrometeorologi Aceh Dipercepat, Kapal KN SAR Angkut Logistik dari Ulee Lheue Tempuh jalur laut, BNPB bersama Dishub Aceh kirim 27 ton bantuan ke Sejumlah Wilayah di Aceh

Dishub Aceh dan BNPB Fasilitasi Evakuasi Ratusan Warga Terdampak Banjir Langsa-Aceh Utara via Laut

“Saya sudah 7 hari terjebak banjir di Kota Langsa dan tidak bisa pulang ke Banda Aceh. Uang pun sudah tidak ada lagi. Sejak dua hari lalu, sisa uang hanya ada Rp10.000 di kantong. Uang di ATM tidak bisa diambil.” Begitulah ungkapan Suburhanudin, salah satu ASN Pemerintah Provinsi Aceh, yang terjebak banjir bersama istrinya di Kota Langsa berhari-hari jauh dari keluarganya sejak Rabu, 26 November lalu. Terputusnya jaringan telekomunikasi dan listrik di Kota Langsa dan sekitarnya membuat kondisi semakin suram. Rasa khawatir terhadap kondisi anak-anak di rumah, begitu pula anak-anak yang tentu sangat khawatir dengan kondisi orang tuanya, Suburhanudin terus berusaha mencari cara agar dapat berkomunikasi menanyakan kabar anak-anak sekaligus menyampaikan kondisinya kepada mereka. “Alhamdulillah kita bisa beli voucher wifi, Rp5.000 untuk 30 menit, untuk bisa menghubungi anak-anak menyampaikan kabar,” kisahnya. Suburhanudin menceritakan, kondisi dirinya secara psikis semakin diperparah dengan kondisi banjir dan pengungsi yang kian bertambah. “Kami sudah mencoba menerobos banjir hingga ke Aceh Timur, di sana juga terhambat. Lalu kami putuskan balik ke Langsa,” ucapnya. Dirinya pun harus berpindah-pindah dari mobil angkutan ke tempat pengungsian hingga menginap di salah satu hotel di Kota Langsa. Kemudian berpindah lagi ke rumah salah satu sejawat yang tidak terdampak banjir di Kota Langsa. Ketika mendengar Pemerintah Aceh bersama BNPB Indonesia memfasilitasi masyarakat yang ingin pulang ke Banda Aceh melalui jalur laut, ia sungguh bahagia. Alam pikiran dan hatinya langsung dipenuhi hasrat untuk bertemu dengan keluarga di rumah. Pemulangan masyarakat yang terjebak banjir dan tidak bisa pulang ke kampung halaman menggunakan kapal cepat Express Bahari 2F merupakan hasil kerjasama Pemerintah Aceh bersama BNPB Indonesia dan PT Sakti Inti Makmur (SIM) selaku operator kapal cepat Express Bahari di Banda Aceh. Proses evakuasi masyarakat dari Langsa dan Aceh Utara berlangsung aman dan lancar. Sebanyak 372 masyarakat diangkut dengan kapal Express Bahari 2F dan tiba di Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue Banda Aceh pada pukul 21.15 WIB dengan aman dan selamat. Baca Berita Lainnya: Sekda Tekankan Pembukaan Jalur Laut Jadi Tumpuan Distribusi Logistik Tanggap Darurat Wilayah Timur-Utara Aceh Penyaluran Bantuan Bencana Hidrometeorologi Aceh Dipercepat, Kapal KN SAR Angkut Logistik dari Ulee Lheue Tempuh jalur laut, BNPB bersama Dishub Aceh kirim 27 ton bantuan ke Sejumlah Wilayah di Aceh

Penyaluran Bantuan Bencana Hidrometeorologi Aceh Dipercepat, Kapal KN SAR Angkut Logistik dari Ulee Lheue

BANDA ACEH – Proses distribusi bantuan untuk korban bencana hidrometeorologi di Aceh terus diintensifkan. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Aceh, Teuku Faisal, memantau langsung proses muat logistik bantuan ke dua kapal besar milik Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI di Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue, Banda Aceh, pada Senin sore (1/12/2025). Dua kapal yang diturunkan dalam misi kemanusiaan ini adalah KN SAR Purworejo 101 dan KN Antares milik Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub RI. Logistik Menuju Pesisir Timur Aceh Kepala Dishub Aceh, Teuku Faisal, memastikan semua logistik yang terkumpul dari berbagai lembaga dan elemen masyarakat Kota Banda Aceh telah dimuat dengan aman. “Kami memastikan bantuan ini segera sampai ke tangan masyarakat terdampak. Logistik yang dibawa ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak di Banda Aceh,” ujar Teuku Faisal. Rencananya, dua kapal ini akan berlayar membawa beragam kebutuhan vital, seperti makanan, obat-obatan, tenda, pakaian, alat komunikasi, dan genset. Tujuan utama pengiriman ini adalah wilayah pesisir timur Aceh, dengan titik bongkar terpusat di Pelabuhan Krueng Geukueh, Aceh Utara. Dari sana, bantuan akan didistribusikan ke daerah-daerah terdampak di sekitarnya. Bantuan BNPB Tiba di Langsa Di lokasi berbeda, bantuan untuk korban bencana dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Indonesia juga telah tiba melalui jalur laut. Kapal cepat Express Bahari 2F yang membawa logistik dari BNPB merapat di Pelabuhan Kuala Langsa pada pukul 15.40 WIB, Senin (1/12/2025). Bantuan ini segera disalurkan untuk memenuhi kebutuhan korban bencana di Kota Langsa dan Kabupaten Aceh Tamiang. Distribusi Awal di Aceh Timur Sebelumnya, tim gabungan juga telah berhasil mendistribusikan bantuan untuk Kabupaten Aceh Timur di Kuala Idi. Proses penyaluran di wilayah ini menggunakan kapal nelayan yang keamanannya diawasi ketat oleh personel gabungan dari TNI Angkatan Laut dan Koprd Kepolisian Perairan dan Udara (Airud) wilayah Aceh Timur. Langkah ini menunjukkan sinergi kuat antara Pemerintah Aceh, Kemenhub, BNPB, dan aparat keamanan dalam penanganan darurat bencana di Aceh.

Sekda Tekankan Pembukaan Jalur Laut Jadi Tumpuan Distribusi Logistik Tanggap Darurat Wilayah Timur-Utara Aceh

Sekretaris Daerah Aceh M. Nasir, menegaskan bahwa jalur laut menjadi salah satu tumpuan distribusi logistik dan mobilisasi bantuan dalam masa tanggap darurat bencana hidrometeorologi Aceh Tahun 2025, khususnya untuk wilayah timur dan utara Aceh yang masih terputus akses darat. Arahan itu disampaikan dalam rapat evaluasi harian di Pos Komando bersama semua unsur terkait, Senin, 1 Desember 2025. Sekda meminta jajaran Dinas Perhubungan Aceh mengoptimalkan seluruh armada laut yang dapat digerakkan serta potensi dukungan dari pihak swasta. Ia menekankan pentingnya memastikan jalur laut tetap berfungsi sebagai koridor utama menuju Aceh Tamiang, Langsa, Aceh Timur, Aceh Utara, hingga Lhokseumawe. “Ada ribuan warga di wilayah tersebut sangat bergantung pada suplai logistik. Dan mungkin jalur laut harus kita maksimalkan,” ujar Sekda. Kepala Dinas Perhubungan Aceh T. Faisal memaparkan perkembangan terbaru pergerakan kapal. Ia menyebut posisi kapal Express Bahari 2F yang telah mencapai Kuala Idi dan distribusi barang dijemput dengan boat nelayan mengingat kondisi dermaga yang dangkal. Kapal kemudian melanjutkan perjalanan dan bersandar di Kuala Langsa pada Senin sore hari ini. Dishub juga mencatat peningkatan signifikan jumlah warga dan relawan yang ingin bergerak menuju wilayah terdampak. “Kami akan terus maksimalkan kolaborasi dengan instansi/perusahaan pemilik kapal untuk misi kemanusiaan ini,” ujar Teuku Faisal. Sebagai informasi, KN Antares milik Disnav Sabang akan berlayar ke Aceh Utara malam ini untuk membawa bantuan yang dikumpulkan  relawan di Banda Aceh. Kapal tersebut dioperasikan melalui koordinasi dengan Kementerian Perhubungan. Sementara itu, @teuku_fsl juga melaporkan bahwa kapal KN SAR Purworejo 101 milik Basarnas dijadwalkan berangkat Selasa (02/12) pagi menuju kawasan Aceh Utara hingga Langsa. Ia memastikan bahwa pola keberangkatan kapal terus disesuaikan dengan kondisi lapangan dan kebutuhan distribusi. Teuku Faisal juga melaporkan bahwa Dishub Aceh sedang menyiapkan penyesuaian rute kapal perintis ke jalur timur hingga Belawan. Langkah ini dirancang agar logistik dari Medan dapat ditarik melalui Belawan menuju Krueng Geukueh menggunakan pola distribusi laut. Rencana tersebut telah mendapatkan persetujuan Kementerian Perhubungan dan diperkirakan kapal akan mulai berjalan dalam beberapa hari mendatang. Selain itu, Dishub juga telah mengkoordinasikan truk logistik yang bergerak menuju wilayah terdampak di pantai barat dan selatan Aceh termasuk ke Singkil. “Untuk ke Singkil yang menjadi titik bongkar di Rimo,” ujar Kadishub. Sementara itu, Tenaga Ahli Kepala BNPB Fatchul Hadi menyampaikan bahwa koordinasi Dishub Aceh sangat membantu kelancaran pergerakan armada laut. BNPB juga mempertimbangkan pembukaan posko khusus di Pelabuhan Ulee Lheue untuk memusatkan informasi pengiriman logistik dan pergerakan penumpang yang setiap hari terus meningkat.

Tempuh jalur laut, BNPB bersama Dishub Aceh kirim 27 ton bantuan ke Sejumlah Wilayah di Aceh

Badan Nasional Penanggulangan Bencana bekerjasama dengan Dinas Perhubungan Aceh menyalurkan 27 ton bantuan bagi para korban bencana alam di Aceh melalui jalur laut, pada Minggu (30/11/2025). Pengiriman bantuan berupa sembako, sandang, obat-obatan, peralatan evakuasi, peralatan kebersihan, peralatan komunikasi, dan peralatan penerangan tersebut dilepas oleh Deputi IV Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB Indonesia, Jarwansah, bersama Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Faisal, dengan menggunakan kapal cepat Express Bahari 2F via pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh menuju Pelabuhan Krueng Geukueh Aceh Utara dan Pelabuhan Kuala Langsa. “Kita terus mencoba menyalurkan bantuan bagi masyarakat yang terdampak banjir di wilayah Aceh, seperti kita ketahui jalur darat lumpuh total, yang memungkin hanya jalur udara dan laut yang dapat kita tempuh untuk mengirimkan bantuan ke daerah-daerah” ujar Jarwansah, Deputi IV Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB, Minggu (30/11/2025) saat melepas bantuan di pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh. Lebih lanjut, Jarwansah mengatakan bantuan tersebut akan dikirim ke 5 Kabupaten/Kota di sejumlah pesisir timur Aceh, diantaranya, Lhokseumawe, Aceh Utara, Aceh Timur, Langsa, dan Aceh Tamiang. Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Faisal menambahkan dalam hal ini pihaknya hanya melakukan koordinasi penggunaan transportasi laut yang digunakan untuk mengirimkan bantuan. Kemudian, Teuku Faisal juga menghimbau bagi masyarakat umum yang ingin melakukan perjalanan ke beberapa wilayah di Aceh yang terisolir akibat banjir, dapat menggunakan transportasi udara melalui pesawat perintis, yang beroperasi ke sejumlah wilayah di Aceh, tutup Faisal. Baca Berita Lainnya: Rute Baru Feeder Trans Koetaradja Tahun 2025 Jadwal Operasional Bus Trans Koetaradja Selama Bulan Ramadan 1446 H Menhub Dudy: Harga Tiket Pesawat Domestik Turun 13-14 Persen pada Masa Lebaran 2025