Dishub

Choose To Be A Scholastic; Refuse Plastic Dishub Aceh Go Green

Conference of the Parties-26 (COP26) took place in Glasgow, Scotland, from Oct 31 to Nov 12, 2021. The event is participated by 121 heads of state and government discussing global issues like climate change across the globe. One of the expected outcomes of COP26 is to ensure the commitment of each country to achieve the long-term target of 2050 which is an emmision-free world, while also ensuring to achieve the short-term target of 2030 which is the reducing of carbon use technology. In an effort of supporting this global issue, Dishub Aceh has implemented several policies. Vehicle-free day, the use of tumblers during work hours, and specifically about environmental-friendly plastic bags are among the focused policies nowadays. These are all for the sake of decreasing waste, be it carbon emissions or plastic waste. Further, these bags are given to all officials without exception with the hope that we will start to use environmental-friendly bags during work hours, shopping, and even on the daily basis. Dare the world to save the planet. Dishub Aceh Go Green! Source: Instagram Dishub Aceh

Tips Keselamatan Penumpang Kapal Di Tengah Cuaca Buruk

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan bahwa cuaca ekstrem di Indonesia akan terus terjadi hingga awal tahun depan. Bahkan, masih berdasarkan perkiraan BMKG, akhir tahun ini masih tergolong dalam periode awal musim penghujan di Indonesia. Selain itu, Kepala Bidang Diseminasi Iklim dan Kualitas Udara BMKG, Hary Tirto Djatmiko, seperti dilansir di laman republika.co.id (14/11), menyebutkan bahwa cuaca ekstrem, yang dapat mengakibatkan bencana hidrometeorologi, lebih sering terjadi pada periode awal dan akhir tahun. Makanya, bagi Rakan Moda yang ingin melakukan perjalanan dengan moda transportasi laut maupun penyeberangan, yuk simak beberapa tips keselamatan berikut!. Pertama, mencari informasi prakiraan cuaca sebelum berangkat. Lalu patuhi, peraturan, denah, dan penunjuk keselamatan yang ada di kapal. Kemudian, ketahui informasi mengenai rute evakuasi, akses ke lokasi penyimpanan sekoci dan jaket pelampung, serta lokasi titik kumpul darurat. Berikutnya, hindari mencari lokasi duduk di tempat-tempat yang terlarang. Terakhir, tetap tenang dan ikuti instruksi awak kapal bila terjadi kecelakaan kapal. Selama perjalanan, ikuti juga protokol kesehatan, ya!

Mulai 4 Oktober, Ke Sabang Wajib Tunjukkan Sertifikat Vaksin

Masyarakat yang akan menyeberang ke Sabang mulai diperiksa sertifikat vaksin di Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue hari ini, Senin, 4 Oktober 2021. Pemeriksaan ini dilakukan guna menindaklanjuti surat Walikota Sabang Nomor 440/6373 tentang persyaratan sertifikat vaksin Covid-19 bagi pelaku perjalanan dari/ke Kota Sabang pada 23 September yang lalu. Surat yang ditujukan kepada operator angkutan penyeberangan tersebut mewajibkan kepada seluruh pelaku perjalanan, baik dari Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue maupun Pelabuhan Penyeberangan Balohan, untuk menujukkan sertifikat vaksin saat pembelian tiket kapal. Sebagai informasi, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas III Banda Aceh menyediakan posko vaksinasi di ruang tunggu Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue. Hal ini dilakukan guna memudahkan masyarakat yang akan berangkat namun belum memiliki sertifikat vaksin. Informasi yang diperoleh dari petugas KKP Kelas III Banda Aceh, posko tersebut mulai aktif sejak pukul 08.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB siang. Bagi masyarakat yang ingin divaksin di luar waktu tersebut bisa mendatangi kantor KKP yang berada di depan Polsek Ulee Lheue, Banda Aceh. (AM)

Dishub Aceh Akan Usul Empat Lintasan Penyeberangan Perintis

Angkutan penyeberangan perintis merupakan salah satu layanan transportasi yang disediakan oleh pemerintah untuk menghubungkan wilayah 3TP (tertinggal, terpencil, terluar, dan perbatasan) di Indonesia. Dengan tersedianya angkutan penyeberangan perintis yang baik, akan terwujudnya pemerataan ekonomi sehingga tidak terjadi perbedaan harga komoditas yang signifikan antar wilayah. Layanan angkutan penyeberangan perintis ditetapkan oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perhubungan RI setiap tahunnya dan dibiayai operasionalnya melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pada tahun 2021, Kemenhub RI telah menetapkan 5 lintasan angkutan penyeberangan perintis di Provinsi Aceh, di antaranya, Ulee Lheue – Lamteng, Ulee Lheue – Seurapong/Ulee Paya, Calang – Sinabang, Meulaboh – Sinabang, dan Singkil – Pulau Banyak. Menjelang tahun 2022, Dishub Aceh melakukan rapat pembahasan lintasan penyeberangan perintis di Aceh untuk diusulkan ke Kemenhub RI, Jumat, 1 Oktober 2021. Rapat yang dipimpin oleh Kepala Bidang Pelayaran, Al Qadri, mewakili Kadishub Aceh, ini membahas beberapa usulan lintasan penyeberangan perintis baru di Aceh, di antaranya, Ulee Lheue – Sinabang, Balohan – Lamteng, Pulau Banyak – Sinabang, dan Pulau Banyak – Labuhan Haji. Beberapa stakeholder yang hadir turut memberikan pendapat maupun masukan terkait usulan lintasan angkutan penyeberangan perintis di Aceh. Pada prinsipnya, semua pihak menyetujui lintasan baru tersebut demi tumbuhnya pembangunan dan perekomian di wilayah 3TP. Seperti yang dikemukakan oleh Fahni Mauludi, perwakilan BPTD Wilayah I Aceh, ia mendukung usulan lintasan tersebut agar dapat mempermudah akses masuk dan distribusi barang ke wilayah 3TP. Selain itu, ia menyarankan untuk menghitung kekuatan armada penyeberangan yang ada di Aceh bila 4 lintasan baru disetujui. Pada kesempatan yang sama, Mulyawan Rohas, Kadishub Kabupaten Simeuleu, ikut memberikan pandangannya terkait usulan lintasan perintis yang baru. Ia menyebutkan bahwa Pemerintah Kabupaten Simeulue sangat mendukung, dan itu terbukti dengan adanya Surat Bupati Simeulue kepada Gubernur Aceh tentang usulan jaringan trayek angkutan penyeberangan perintis pada 31 Mei yang lalu. Hasil keputusan dalam rapat ini akan menjadi usulan Dinas Perhubungan Aceh saat mengikuti rapat koordinasi terkait penetapan lintasan penyeberangan perintis bersama Kemenhub RI nantinya. Turut hadir dalam acara ini, perwakilan BPTD Wilayah I Aceh, Dishub Aceh Besar, Dishub Aceh Selatan, Dishub Sabang, Kadishub Simeulue, General Manager PT. ASDP Indonesia Ferry Cabang Banda Aceh dan Singkil. (AM)

KKP Pasang Thermal Scanner di Pelabuhan Ulee Lheue

Berbagai penanganan untuk menghambat penyebaran virus corona terus dilakukan oleh pemerintah. Di antaranya mencegah penyebaran virus pada fasilitas transportasi penyeberangan di Aceh. Untuk mengantisipasi penyebaran wabah, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas III Banda Aceh memasang kamera thermal scanner di Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue. Pemasangan kamera ini telah dilakukan sejak beberapa hari yang lalu, dan diharapkan dapat meningkatkan upaya deteksi dini penyebaran virus di area pelabuhan. Dari informasi yang diterima oleh Tim Aceh TRANSit dari petugas KKP Banda Aceh yang bertugas di pelabuhan, kamera yang terpasang di lorong menuju ruang tunggu pelabuhan ini akan mendeteksi suhu tubuh setiap penumpang yang akan berangkat menuju Sabang. Ia menambahkan, bila suhu tubuh penumpang terdeteksi mencapai 37,5°C, maka petugas KKP Kelas III Banda Aceh akan melakukan observasi atau tindakan lebih lanjut. Penggunaan kamera thermal scanner di area pelabuhan karena dapat bekerja dengan efektif dan tidak mengganggu pergerakan penumpang. Sehingga, dengan adanya fasilitas ini, penumpang yang berada di pelabuhan tetap merasa nyaman.

Dosi Elfian Isi Webinar Public Speaking ASN Dishub Aceh

Kemampuan berbicara di depan khalayak ramai atau lebih dikenal public speaking sangat penting untuk dimiliki oleh seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam dunia kerja. Kemampuan ini sangat membantu agar ASN terlihat lebih percaya diri dan mampu menyampaikan informasi secara jelas kepada orang lain, khususnya di sektor pelayanan publik. Dishub Aceh menilai kemampuan public speaking yang baik wajib dimiliki oleh ASN sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan pelayanan bagi masyarakat. Untuk itu, Dishub Aceh menggelar webinar ASN Dishub Terampil dan Carong dengan tema Public Speaking pada Rabu, 29 September 2021. Dishub Aceh menghadirkan Dosi Elfian selaku founder Dosielfian Smart Speaking sebagai pemateri. Dosi cukup dikenal luas oleh masyarakat Aceh karena kerap tampil di berbagai acara selaku presenter, dan sering memberi pelatihan public speaking di sejumlah kegiatan. Pada webinar ini, Dosi menyampaikan bahwa kemampuan public speaking penting dimiliki agar dapat menyampaikan ide, pendapat, ataupun saran dengan efektif. “Dengan public speaking yang baik, seseorang mampu memotivasi lawan bicaranya untuk melakukan hal-hal baik,” sebut Dosi. Webinar yang diikuti oleh ASN Dishub Aceh ini berjalan cukup santai dan seru. Pemateri juga kerap menyampaikan canda-canda yang membuat peserta webinar tetap antusias mengikuti kegiatan. Sebelum menutup pelatihannya, pemateri tidak lupa menyampaikan bahwa ilmu yang diperoleh peserta pada webinar ini agar dapat dimanfaatkan dengan sebaik mungkin bagi pelayanan masyarakat, khususnya pelayanan transportasi di Aceh. (AM) Simak Video Pelatihan Public Speaking Bersama Dosi Elfian

Hati-hati, Ada Tumpahan Minyak di Simpang Beutong Saree

Telah terjadi tumpahan CPO (Crude Palm Oil) di Jalan Nasional Banda Aceh – Medan, tepatnya di Simpang Beutong turunan Saree, Aceh Besar menuju Laweung, Sabtu, 25 September 2021. Akibat tumpahan ini, terjadi kecelakaan yang melibatkan 2 unit kendaraan roda 4, serta 1 kendaraan terperosok ke luar badan jalan. Kecelakan tersebut juga menyebabkan beberapa pengendara mengalami luka-luka. Menurut pengakuan salah seorang warga yang menyaksikan langsung di lokasi kejadian, tumpahnya CPO disebabkan oleh kran dari tangki truk pengangkut tidak berfungsi dengan baik, dan hanya terikat menggunakan karet ban. Saat berita ini diturunkan, sejumlah petugas kepolisian dari Polsek Muara Tiga sudah berada di lokasi untuk melakukan pengawasan agar tidak terjadi kecelakaan lainnya. Bagi RakanModa yang akan melewati jalur ini, dihimbau agar berhati-hati, dan mengikuti arahan dari petugas kepolisian agar perjalanannya aman dan selamat.

KKP Layani Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Pelabuhan Ulee Lheue

Petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas III Banda Aceh menyelenggarakan pemeriksaan gratis bagi penumpang angkutan penyeberangan yang berada di Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue, Selasa, 21 September 2021. Petugas KKP Wilayah Kerja Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue yang dimintai keterangan oleh Aceh TRANSit menyebutkan, pemeriksaan ini dalam rangka meningkatkan Sistem Kewaspadaan Dini (SKD) di pintu masuk pelabuhan. Sistem ini ditujukan untuk memantau tren perkembangan suatu penyakit menular yang berpotensi menjadi wabah. Bila terdeteksi, sistem ini akan memberi sinyal peringatan kepada petugas atau instansi kesehatan untuk segera melakukan tindakan respon secepat mungkin. Pemeriksaan kesehatan secara cuma-cuma ini dilaksanakan selama dua hari, Senin dan Selasa, 20 – 21 September 2021. Jenis pemeriksaan yang dilakukan di antaranya, pemeriksaan suhu, SpO2, tekanan darah, nadi, gula darah, kolesterol, asam urat, antibody, dan swab antigen covid-19. (MS)

Dishub Aceh Wakaf Alquran untuk Santri Pulau Banyak

Masih dalam rangka memperingati Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) Tahun 2021, Hari ini (20/09/2021), Dinas Perhubungan Aceh menyerahkan bantuan dan waqaf Alquran untuk Pengajian Mustafawiyah Pulau Banyak, Kabupaten Aceh Singkil dan bantuan usaha mesin obras. Dalam momen ini juga diserahkan hadiah pemenang doorprize di acara pekan vaksinasi insan perhubungan yang telah dilaksanakan pada tanggal 13 sampai dengan 16 September lalu. Penyerahan bantuan dan hadiah ini diselenggarakan di Aula Dishub Aceh. Acara ini dihadiri oleh Kadishub Aceh, Sekdishub Aceh, Kepala Bidang/UPTD Dishub Aceh, Ketua dan Pengurus Dharma Wanita Dishub Aceh dan Para Eselon 4 Dishub Aceh. Kegiatan ini menjadi momentum berbagi kebahagiaan kepada sesama. Junaidi, Kadishub Aceh menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini harus dipertahankan. Dengan berbagi, kita ikut merasakan kebahagiaan yang sama dengan mereka. “Namun, masih banyak ide dan inovasi yang belum dapat dilakukan dalam tahun ini, kita berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan. Tentunya, dari kegiatan ini juga masih banyak kekurangan dan perlu evaluasi,” ujar Junaidi dalam sambutannya. “Saya sangat berterimakasih dan saya senang sekali dapat berhadir di sini, bantuan yang diberikan ini merupakan berkah terbesar dari Allah bagi kaudi Pulau Banyak. Sekaligus mereka (muallaf-red) menitipkan salam sebesar-sebesarnya bagi bapak dan ibu sekalian,” ujar Tgk. Asri Nafitri, perwakilan pengajian mustafawiyah Pulau Banyak. Tgk. Asri menambahkan kehormatan yang sangat besar bagi kami dan bisa ke Banda Aceh untuk menerima bantuan yang sudah kami nanti-nantikan sejak lama. Ia juga menceritakan kisah perjalanan dari Pulau Banyak ke Banda Aceh, ia begitu susah mendapatkan angkutan umum karena telah dibooking untuk ikut tes CPNS. Dan juga, kondisi badai yang sedang terjadi di perairan Pulau Banyak. “Terima kasih kepada Pemerintah Aceh yang telah memberikan Aceh Hebat 3 kepada kami, kalau badai kami nggak basah, yang basah cuma kapalnya. Kalau naik boat, kapal basah, kami pun basah. Habis itu, di boat nggak ada pelampung, kalau di Aceh Hebat ada pelampung,” pungkasnya. (MS)

English Club, Ruang ASN Dishub Aceh Tanggap Globalisasi

Dalam persaingan global, bahasa menjadi salah satu media komunikasi untuk membangun komunikasi menuju satu pemahaman tertentu. Dalam konteks pekerjaan dituntut untuk mahir berbahasa Inggris, sebagai bahasa internasional, sebab saat ini peluang untuk mengikuti mobilitas internasional antarnegara semakin terbuka lebar. Oleh karenanya, untuk meningkatkan kompetensi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Dinas Perhubungan Aceh, diadakannya english club batch 1. Kegiatan ini diselenggarakan tiga kali dalam seminggu. English club adalah program untuk komunitas berbahasa Inggris yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berbicara peserta melalui berbagai macam kegiatan yang dinamis dan menarik dalam suasana yang hangat, ringan dan santai. English club menawarkan topik-topik yang berbeda-beda setiap minggunya yang diampu oleh fasilitator berpengalaman yang memberikan model speaking dan grammar yang baik. Hampir rata-rata pemerintah daerah, menghendaki dan memiliki visi mengglobal. Jejaring kerjasama dan relasi yang dibangun, tidak lagi pada batasan level regional maupun nasional. Tapi sudah pada tingkatan yang lebih tinggi, internasional. Ini juga mengindikasikan bahwa seluruh elemen yang ada di dalamnya (sumber daya manusia), harus “memantaskan diri” untuk menjadi bagian dari globalisasi, dengan menjadikan penguasaan bahasa asing sebagai keharusan. Penguasaan bahasa asing (bahasa Inggris) tak hanya sekadar menjadi tren masyarakat dewasa ini. Tapi juga menjadi kebutuhan, apalagi di bidang pelayanan. Kemampuan berbahasa Inggris, memungkinkan bagi ASN untuk berinteraksi dengan investor yang masuk nantinya. Dorongan agar ASN bisa menguasai bahasa asing, Dishub Aceh berinovasi untuk menerapkan kegiatan berbahasa asing dalam kegiatan sehari-hari nantinya. (MS)