Dishub

Air Asia Kembali Layani Penerbangan ke Aceh

BANDA ACEH – Maskapai AirAsia umumkan rencana pembukaan rute penerbangan Banda Aceh – Kualanamu PP yang akan beroperasi mulai 3 Juni 2022. Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Faisal menyebutkan, pembukaan rute baru ini merupakan tidak lanjut pihak AirAsia terhadap surat Gubernur Aceh per tanggal 14 April yang berisi permohonan agar rute Banda Aceh – Medan dilayani kembali. “Alhamdulillah, pihak AirAsia merespon dengan cukup baik permintaan pembukaan rute penerbangan ke Aceh melalui surat Gubernur Aceh terkait pelayanan kembali rute Banda Aceh – Medan,” kata Faisal. Dengan pembukaan rute oleh AirAsia ini, ungkap Faisal, akan memberi pilihan bagi masyarakat Aceh dalam menikmati pelayanan transportasi udara, baik dari sisi jadwal maupun tipe pesawat. “Kini penerbangan melalui Bandara SIM telah tersedia berbagai pilihan alternatif bagi masyarakat, semoga ini menjadi awal yang baik,” sebutnya. Faisal juga menyebutkan bahwa pembukaan rute AirAsia ini diharapkan akan menjadi pendorong  masuknya berbagai investasi di Aceh. Kemudahan perjalanan via udara ke Aceh merupakan faktor yang sangat dipertimbangkan oleh para pelaku usaha maupun investor yang ingin berbisnis di Aceh. Sejalan dengan hal tersebut, Faisal membeberkan bahwa selain mengangkut penumpang, bisnis jasa pengiriman kargo di Aceh selama ini meningkat pesat. Data dari PT Angkasa Pura II Bandara SIM, pada tahun 2019 jumlah pengiriman kargo mencapai 1,1 juta kg. Angka tersebut terus merangkak naik mencapai 52 persen menjadi 7 juta kg pada tahun 2022. “Lonjakan bisnis jasa pengiriman kargo via udara memang awalnya dipicu oleh pandemi, namun ketergantungan masyarakat terhadap layanan ekpedisi (kargo) diperkirakan akan terus berada dalam trend positif mengingat belanja online kian marak dan mudah,” beber Faisal. Sesuai penjelasan pihak AirAsia, Faisal menyampaikan bahwa untuk tahap awal AirAsia akan melayani rute Banda Aceh – Kualanamu tiga kali seminggu setiap hari Selasa, Jumat dan Minggu dengan pesawat Airbus A320 berkapasitas 180 penumpang. Pembukaan rute Banda Aceh – Kualanamu PP ini disebut sejalan dengan rencana pengembangan operasional AirAsia untuk rute domestik, sekaligus untuk meningkatkan utilitas pesawat yang berada di pusat operasi (hub) Kualanamu agar lebih optimal. “Pihak AirAsia juga mengatakan, tidak menutup kemungkinan mereka akan menambah frekuensi atau mengoperasikan rute lainnya sesuai dengan permintaan masyarakat di Aceh nantinya,” kata Faisal. Sebelumnya Gubernur Aceh Nova Iriansyah menyurati AirAsia pada 14 April 2022 untuk meminta dilayani kembali rute Banda Aceh – Medan. Dalam surat itu Gubernur Aceh menyebut minat masyarakat Aceh dalam menggunakan transportasi udara menunjukkan tren yang semakin positif. Namun kondisi itu dihadapkan pada terbatasnya frekuensi dan maskapai yang melayani penerbangan dari dan ke Aceh melalui Bandara Sultan Iskandar Muda. Pemerintah Aceh berharap Bandara SIM dapat segera dibuka statusnya sebagai entry point penerbangan internasional agar masyarakat dapat melakukan penerbangan langsung ke luar negeri, khususnya perjalanan umrah. (AM)

Infrastruktur Melemah, Investasi Nihil Adanya

Maka seperti investor, infrastruktur akan memikat hatinya. Keputusan investasi dan penentuan lokasi strategis selayaknya akan membeli sebuah mobil, mereka akan mengecek setiap detail dan spesifikasi yang nantinya akan menjadi barang miliknya. Dari budget yang sesuai hingga fitur yang tersedia. Pastinya, mereka akan memilih yang nyaman dan andal, sehingga tidak membuat tuannya harus mengernyitkan kening saat melakukan pemeliharaan. Begitulah infrastruktur memainkan peranan dalam menarik minat investor. Sang juragan akan melirik pada kualitas, itu sudahlah jelas. Mereka tak ingin rugi, infrastruktur yang yang menjadi perangkat usaha dalam menjalankan roda perekonomian harus mampu menghasilkan keuntungan yang maksimal. Dalam dunia bisnis, omzet dan profit ini penentunya. Nah, kedua faktor inilah yang menyebabkan infrastruktur yang disediakan harus mampu mengatur keduanya mencapai grafik yang maksimal. Menjadi pertanyaan, sudah mampukah infrastruktur yang telah dibangun meningkatkan iklim usaha? Yang terpampang nyata, banyak infrastruktur yang telah ditumbuhi ilalang sepanjang lantai dan dindingnya, bak istana putri tidur. Belum lagi, beberapa bagiannya tercipta pola retak yang akan mahal jika itu adalah lukisan. Namun sayang ini hanyalah bangunan yang terdiam bisu menjadi saksi roman picisan dalam dunia birokrasi. Percakapan dalam pers yang dirilis Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenetrian Perhubungan RI, Menteri Perhubungan mengutarakan bahwa di Tahun 2020, anggaran yang dialokasikan untuk infrastruktur naik 1 triliun dari tahun sebelumnya, difokuskan pada peningkatan konektivitas melalui pembangunan dan pengembangan infrastruktur transportasi dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) sektor transportasi. Pemerintah tentu tidak tinggal diam, terus berupaya mewujudkan kesejahteraan. Dengan anggaran yang sebesar ini, semestinya infrastruktur mulai memainkan perannya di dunia bisnis. Namun dilema tak kunjung berakhir, belum beberapa tahun, infrastruktur yang dibangun telah mengalami ‘gagal tulang’, entah osteoporosis atau reumatik. Mengapa bisa demikian? Sebenarnya, sedikit berat untuk diutarakan, bagaimana tidak, beberapa tahun berselang, infrastruktur dikerjakan disitu-situ saja, yang retaknya, jalannya berlubang, kurang sana sini hingga akhirnya harus dihancurkan padahal belum mencapai umur bangunan. Dalam aturan telah disebutkan, setiap pembangunan mutu beton itu telah ditentukan, misalnya bangunan yang diperuntukkan untuk gudang, stadion, tempat industri, dan lain-lain memiliki mutu beton yang berbeda-beda. Hasil itu tentunya didapatkan dalam perhitungan struktur secara kompleks, mustahil hanya menerka secara kasat mata atau sekedar pengalaman pekerjaan yang telah dilakukan. Bukannya, beda lubuk beda belalang. Begitu pun faktor yang akan dihitung pada suatu struktur bangunan, setiap aspeknya harus dipertimbangkan, dari beban dinamis maupun statis, beban tambahan hingga faktor alam yang mempengaruhi. Semua harus diperhitungkan dan wajib ada masterplan (perencanaan). Tapi shortcut lebih menggiurkan, mengambil satu sampel untuk setiap proyek. Ada lain yang mengharmonisasi kualitas struktur menjadi di bawah rata-rata. Birokrasi, bianglala yang dimainkan dengan nada yang bias dengan tempo yang tak beraturan serta panjang dan mengena pada ujungnya. Tepatnya, dipermainkan atau permainan. Pengurusan administrasi yang bertele-tele juga menyumbang potensi besar keterlambatan proyek. Yang pada ujungnya, kualitas bukanlah prioritas dan terpenting pekerjaan selesai tepat waktu, tidak ada yang mencoba harmonis dengan ‘denda’. Kembali lagi pada pentingnya pembangunan infrastruktur yang berkualitas untuk investasi, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyatakan saat infrastruktur suatu negara melemah, berarti perekonomian berjalan secara tidak efesien yang akan menurunkan daya saing dan ketidakadilan sosial. Indonesia Infrastructure Investment kembali menegaskan pembangunan fisik yang kualitasnya kurang baik juga dapat menyebabkan masalah yang lebih buruk. Namun, inilah kesempatan bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk menjadi partner pemerintah dalam memantau kualitas infrastruktur dengan kritikan yang mebangun. Karena ini bukan jamannya lagi menyalahkan, namun bangkit untuk berbenah dan bergerak maju. Ayo, kita bangun dari mimpi dan siap untuk menggapainya. (Misqul Syakirah)

Bersepeda : Langkah Tepat Kurangi Polusi

Banda Aceh – Eksistensi bersepada dalam kegiatan sehari-hari menjadi salah satu hobi yang sangat positif. Pasalnya, bersepeda menjadi salah satu upaya dalam pengurangan emisi dan polusi udara yang kian meningkat belakangan ini. Disadari atau tanpa disadari, aktivitas kendaraan menjadi salah satu penyumbang utama emisi gas kaca dan polusi udara. Sehingga, kegiatan bersepeda menjadi pilihan yang tepat. Dalam mendukung gerakan bersepeda. Maka dilaksanakan event “Tour De Aceh” yang di selengarakan sejak 14 Mei lalu hingga hari ini, 16 Mei 2022. Tour de Aceh 2022 diikuti oleh 200 orang pecinta sepeda, baik yang berasal dari Aceh hingga Jakarta dan dibuat dalam dua etape. Etape pertama difokuskan di Danau Lut Tawar Aceh Tengah, pada tanggal 14 Mei 2022 kemarin. Kegiatan ini mendapat apresiasi dan sambutan meriah dari masyarakat. Etape pertama dilepas secara langsung oleh Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar, di halaman Kantor Bupati Kabupaten Aceh Tengah. Tour de Aceh 2022 ini juga diikuti oleh artis nasional Wulan Guritno yang telah turut andil dalam kegiatan ini. Selain itu, Sport vlogger Dani Chika, juga turut memeriahkan kegiatan ini. Sekretaris Daerah Aceh Taqwallah melepas peserta Tour de Aceh 2022 etape kedua, di depan Meuseum Aceh, Senin (16/5/2022). “Selamat berkompetisi kepada para peserta. Nikmati beragam spot destinasi heritage hingga objek-objek destinasi lain di sepanjang pantai Lampuuk sampai Lhokseudu dengan panorama hamparan gunung dan pemandangan pantai yang indah,” ujar Sekda dalam sambutannya, sebelum melepas para peserta. Sebagaimana diketahui, Tour de Aceh 2022 merupakan salah satu event prioritas dalam Khazanah Piasan Nanggroe tahun 2022 yang telah dirilis oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh pada bulan Maret lalu. Kegiatan ini pun menjadi kampanye tranportasi hijau yang ramah lingkungan. Namun, harapannya para pesepeda dan pengguna transportasi lainnya juga diharapkan agar saling menghormati saat di jalan raya. “Kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para peserta. Sampaikan berbagai kesan baik yang didapatkan selama kegiatan ini kepada dunia, bahwa Aceh memiliki destinasi wisata yang menarik, ragam destinasi dan budaya sebagai tujuan wisata halal dunia,” kata Sekda. []

294.287 Pergerakan Penumpang di Aceh Selama Lebaran 1443 H

Selama periode angkutan lebaran tahun 2022, atau sejak 21 April hingga 10 Mei, ratusan ribu pergerakan orang tercatat menggunakan layanan transportasi umum. Angka pergerakan orang tersebut terekam melalui simpul-simpul transportasi, baik darat, laut, maupun udara, yang ada di seluruh Aceh. Kriteria perjalanan pada periode angkutan lebaran ini pun cukup bervariasi, mulai dari perjalanan mudik, kunjungan wisata, hingga arus balik ke daerah asal. Berdasar data yang diperoleh, transportasi penyeberangan dan laut menjadi moda yang cukup diminati oleh masyarakat Aceh, yaitu terdapat sebanyak 162.925 pergerakan orang pada moda ini. Angka tersebut cukup relevan, sebab banyak masyarakat Aceh yang tinggal di wilayah kepulauan, seperti Pulau Simeulue, Pulau Sabang, Pulau Banyak, dan Pulo Aceh. Selain itu, pada periode ini juga terjadi lonjakan kunjungan pariwisata pada sejumlah destinasi, khususnya Pulau Weh Sabang dan Pulau Banyak. Kemudian, angka tertinggi selanjutnya terlihat pada moda transportasi darat, yaitu sebanyak 107.896 pergerakan orang. Jumlah pergerakan masyarakat di Aceh menggunakan angkutan darat umum ini terdata dari dua rute trayek, yaitu angkutan antar kota antar provinsi (AKAP) dan angkutan antar kota dalam provinsi (AKDP). Sementara itu, pada periode yang sama, perjalanan orang menggunakan burung besi alias pesawat udara di Aceh mencapai 23.466 pergerakan. Meski tarif tiket pesawat pada masa tersebut melambung tinggi, tapi tidak menyurutkan keinginan untuk berlebaran bersama keluarga di kampung halaman. (AM)

23.828 Orang Menyeberang dengan KMP Aceh Hebat

Tiga kapal Aceh Hebat sudah melayani sebanyak 23.828 orang selama periode mudik dan libur lebaran tahun 2022 di Aceh, lho. Luar biasa, bukan? Pada masa mudik lebaran tahun ini, kehadiran 3 kapal KMP Aceh Hebat memang sangat urgen dalam memperlancar perjalanan mudik masyarakat Aceh di wilayah kepulauan. Selain itu, ketiga armada ini juga menjadi tulang punggung kunjungan pariwisata di Aceh selama masa libur lebaran. Makanya, sudah seharusnya Rakan ikut menjaga kapal Aceh Hebat kebanggaan kita bersama. Caranya mudah, cukup jaga kebersihan kapal dengan membuang sampah pada tempat yang telah disediakan. (AM) Link Infografis  23.828 Orang Menyeberang dengan KMP Aceh Hebat

KMP Aceh Hebat 2 Dioperasikan ASDP Hingga 2027

JAKARTA – KMP Aceh Hebat 2 yang melayani lintasan Ulee Lheue– Balohan dioperasikan oleh PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Banda Aceh melalui mekanisme perjanjian sewa. Ini merupakan sebuah kolaborasi dalam menciptakan pelayanan angkutan penyeberangan yang lebih baik kepada masyarakat Aceh. Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur Aceh yang diwakili Sekretaris Daerah Aceh, Taqwallah pada acara penyerahan dokumen kontrak perjanjian sewa kapal KMP Aceh Hebat 2 antara Pemerintah Aceh dan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) di Jakarta, Rabu, 11 Mei 2022. Pemerintah Aceh melakukan perjanjian sewa kapal Aceh Hebat 2 dengan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), sebagai salah satu perusahaan milik negara yang kompeten dalam bidang transportasi penyeberangan di Indonesia. Kerjasama ini berlangsung selama 5 tahun dengan total nilai sewa mencapai 9.3 miliar lebih. Perjanjian sewa kapal ini, sebut Taqwallah, adalah upaya pemanfaatan aset Pemerintah Aceh yang berpedoman pada Qanun Aceh Nomor 14 tahun 2017 Tentang Pengelolaan Barang Milik Aceh. Ia menekankan kepada manajemen PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) supaya pemanfaatan aset Pemerintah Aceh ini benar-benar diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat Aceh. “Semoga keberlanjutan operasional kapal KMP Aceh Hebat 2 ini akan terus mendorong terbentuknya konektivitas wilayah di Provinsi Aceh sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan sektor pariwisata, sosial, budaya, dan ekonomi wilayah bahkan pendidikan juga,” sebut Taqwallah. Lintasan Ulee Lheue – Balohan merupakan lintasan yang sangat sibuk dan padat, per harinya dapat membawa 4.000 hingga 5.000 penumpang yang menyeberang dari Banda Aceh ke Sabang maupun sebaliknya. Berdasar data yang dihimpun sejak pelayaran perdana pada awal 2021 hingga April 2022 , KMP Aceh Hebat 2 telah mengangkut 300.683 penumpang, 74.058 kendaraan roda 2 dan roda 3, serta 12.132 kendaraan roda 4. Kehadiran kapal berkapasitas 1.186 GT (Gross Tonage) ini juga sangat terasa manfaatnya dalam memperlancar kunjungan pariwisata ke Sabang, khususnya saat peak season seperti libur lebaran tahun ini. Di samping itu, sejak kehadiran KMP Aceh Hebat 2, serta didukung oleh KMP BRR yang beroperasi pada lintasan yang sama, membuat ketersediaan logistik di Pulau Weh Sabang menjadi lebih terjamin dan lancar. Pada kesempatan yang sama, Direktur Komersial dan Pelayanan PT ASDP Indonesia Ferry, M Yusuf Hadi menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan oleh Pemerintah Aceh kepada pihaknya. “Suatu kebanggaan dan keberkahan bagi kami karena telah dipercaya untuk mengoperasikan kapal Aceh Hebat 2,” sebutnya. Yusuf juga mengapresiasi komitmen Pemerintah Aceh dalam mewujudkan operasional transportasi penyeberangan yang lebih baik. Komitmen ini, tambahnya, tercermin dari pelaksanaan perjanjian sewa kapal KMP Aceh Hebat 2 yang berdurasi selama 5 tahun. “Ini sebuah jaminan yang berkesinambungan bagi kami sebagai operator, sehingga kami bisa menyiapkan kualitas operasional dan pelayanan yang lebih baik,” sebutnya. Selain itu, Yusuf juga menyampaikan bahwa pihaknya siap untuk terus berkolaborasi dan bersinergi dengan Pemerintah Aceh dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Aceh khususnya jasa penyeberangan, “Kami titip kepada jajaran manajemen PT ASDP Cabang Banda Aceh untuk selalu berkoordinasi dengan Dishub Aceh,” ujarnya. (AM)

Serba-Serbi Kegiatan Pemudik di Aceh

Lebaran Idul Fitri 1443 H menjadi momen mudik dan liburan yang paling ditunggu-tunggu oleh masyarakat seantero negeri. Bagaimana tidak, setelah 2 tahun lamanya diberlakukan pembatasan kegiatan dan tidak diperbolehkan mudik akibat pandemi Covid-19 di Indonesia. Beriringan dengan itu, ada ragam momen dan cerita unik nan menarik yang dialami oleh mereka yang mudik maupun melakukan perjalanan liburan menggunakan armada transportasi. Ada cerita suka, ada pula cerita duka. Tentu semua ini menjadi pengalaman untuk dijadikan pelajaran bagi semua pihak saat tiba musim mudik di tahun-tahun berikutnya. (AM)

Kerja Sama Dishub Aceh-USK Perkuat Layanan Transportasi

BANDA ACEH – Dinas Perhubungan Aceh sangat berkomitmen terhadap dunia penelitian dan kerjasama, salah satunya dengan terbentuknya Center for Transportation Research and Cooperation (CTRC), yaitu pusat penelitian dan kerja sama sektor transportasi di Aceh. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Faisal saat melakukan penandatanganan Kerja sama Antara Dinas Perhubungan Aceh dengan Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh, Selasa, 10 Mei 2022. Kemajuan tekonologi, sebut Faisal, tentu menghasilkan dinamika baru dalam dunia transportasi. Oleh karena itu, kerja sama dengan dunia akademisi tentu sangat diperlukan supaya layanan transportasi bisa beradaptasi lebih cepat dengan perkembangan zaman. Di samping itu, Faisal menekankan supaya penelitian yang dilakukan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat maupun permasalahan yang ada di lapangan. “Hasil penelitiannya kita harap juga bisa diaplikasikan secara nyata, jadi hasilnya tidak tersimpan di dalam lemari,” sebutnya. Faisal juga berterima kasih kepada pihak kampus atas kerja sama yang telah terjalin sejak 2 tahun yang lalu. “Ini kerja sama yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak, dan tentunya bisa bermanfaat bagi masyarakat Aceh, khususnya,” ujar Faisal. Sementara itu, Dekan Fakultas Teknik USK, Alfiansyah Yulianur, menyebutkan bahwa keilmuan mahasiswa harus ada keterkaitan dengan dunia kerja. Sehingga begitu lulus bisa langsung memasuki dunia kerja. Ia juga meminta masukan dari Dishub Aceh terkait materi perkuliahan supaya sesuai dengan permintaan dunia kerja. Kerja sama ini, menurut Alfiansyah, juga bentuk dari keterpanggilan pihak kampus untuk menyelesaikan permasalahan masyarakat di bidang perteknikan. “Kerja samanya bisa berbentuk penelitian bersama, kajian, pemecahan kasus, tugas belajar, atau kegiatan-kegiatan lain yang bisa kita kembangkan bersama,” ungkap Alfiansyah. (AM)

KMP Aceh Hebat 1 Bawa 220 Penumpang Arus Balik Menuju Sinabang

CALANG – Arus balik paska libur lebaran 2022 ke Kabupaten Simeuleu menggunakan KMP Aceh Hebat 1 masih tergolong normal. Setidaknya seperti yang terpantau hingga hari ini di Pelabuhan Calang, Minggu, 8 Mei 2022. Dari data yang berhasil dihimpun, terdapat 220 penumpang dan 78 kendaraan campuran yang diseberangkan oleh KMP Aceh Hebat 1 sore ini ke Pulau Simeulue. Nahkoda KMP Aceh Hebat 1, Capt M Noer menjelaskan, kondisi arus balik masyarakat dari Calang ke Simeulue belum mengalami lonjakan yang signifikan. “Masih normal, kendaraan pun bisa kita layani semua,” jelasnya. Di samping itu, M Noer mengungkapkan bahwa saat ini kondisi cuaca cukup kondusif untuk pelayaran. “Badai sudah bergerak ke atas (menjauh dari perairan Aceh) dan kondisi angin normal, cuma alun saja yang masih agak tinggi,” sebutnya. Menurut pantauan Dishub Aceh di lapangan, penumpang yang menyeberang ke Simeuleu mayoritas warga asli Simeuleu. Mereka memanfaatkan libur lebaran 2022 untuk mengunjungi sanak famili mereka di beberapa wilayah di Aceh. Selain itu, terlihat pula aparatur sipil negara (ASN) dan karyawan yang bertugas di Simeulue karena hari Senin aktivitas perkantoran telah dimulai.

Sabtu dan Minggu Puncak Arus Balik di Aceh

SABANG – Ratusan kendaraan roda empat maupun roda dua mulai memadati Pelabuhan Penyeberangan Balohan Sabang pada H+4 Lebaran 2022 pada Jumat, 6 Mei 2022 malam. Mereka menunggu giliran berlayar menuju Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue Banda Aceh. Puncak arus balik lebaran 2022 di Pelabuhan Balohan diperkirakan terjadi pada Sabtu dan Minggu atau H+5 dan H+6 mengingat masyarakat akan kembali beraktivitas pada hari Senin, 9 Mei 2022. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Faisal saat meninjau arus balik masyarakat dan wisatawan di Pelabuhan Balohan Sabang hari ini, Sabtu, 7 Mei 2022. Pergerakan wisatawan yang kembali ke Banda Aceh dari Sabang mulai mengalami peningkatan sejak H+3 lebaran. Per Kamis (5/5), sebanyak 3.636 wisatawan menggunakan kapal penyeberangan kembali ke Banda Aceh. Pada hari berikutnya, atau Jumat (6/5), sedikit meningkat dimana 3.983 wisatawan terpantau bergerak dari Sabang. “Kita prediksi akan terus meningkat saat akhir pekan ini, makanya kita perlu antisipasi kepadatan penumpang di Balohan supaya semua wisatawan dapat terlayani dengan baik,” ujar Faisal. Dari hasil amatan langsung Dishub Aceh hari ini, kondisi arus balik masyarakat maupun wisatawan dari Pelabuhan Balohan masih tertib dan terkendali. Meskipun ada antrian, semua kendaraan diprediksi dapat diseberangkan oleh kapal penyeberangan ke Banda Aceh. Faisal mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan baik supaya terhindar dari antrian yang cukup padat di pelabuhan. Ia juga mengajak masyarakat agar kembali lebih awal atau setelah masa puncak arus balik. “Kalau cutinya bisa diperpanjang, sebaiknya pulang setelah puncak arus balik supaya lebih nyaman,” imbaunya. Selain itu, ungkap Faisal, saat ini Dishub Aceh telah mengerahkan Tim Dalops (Pengendalian dan Operasional) Dishub Aceh untuk mengatur lalu lintas di area pelabuhan agar tidak terjadi kemacetan. Pengaturan lalu lintas juga didukung oleh Tim Dalops Dishub Kota Sabang yang telah bertugas sejak Kamis yang lalu. Di samping pengaturan lalu lintas, kebersihan Pelabuhan Balohan juga tidak luput dari perhatian. Oleh karena itu, Dishub Aceh telah menambah personil kebersihan sejak hari ketiga lebaran guna memastikan kenyamanan bagi wisatawan selama berada di pelabuhan. Demi kenyamanan bersama selama berada di pelabuhan, Faisal mengajak pengguna jasa untuk ikut menjaga kebersihan pelabuhan dengan membuang sampah pada tempatnya. “Mari jaga keindahan dan kenyamanan pelabuhan karena ini adalah fasilitas publik milik bersama,” ajak Faisal. Salah satu wisatawan asal Pekanbaru, Bambang, kepada Dishub Aceh, menyebutkan bahwa ia bersyukur aktivitas penyeberangan ke Banda Aceh maupun sebaliknya berjalan lancar. “Anak-anak hari Senin masuk sekolah, ujian, jadi hari ini harus balik karena perjalanan 2 hari ke Pekanbaru,” sebutnya. Meski antrian kendaraan cukup panjang, baik di Banda Aceh maupun Sabang, Bambang memaklumi karena selama dua tahun aktivitas masyarakat dibatasi, termasuk liburan. “Ya wajar, gak apa-apa, dua tahun kita nggak bisa kemana-mana,” ujarnya memaklumi. (AM)