Dishub

ABK KMP Aceh Hebat 2 Ikuti Pelatihan Keselamatan SAR

BANDA ACEH – Seluruh anak buah kapal (ABK) KMP Aceh Hebat 2 ikuti pelatihan keselamatan Search and Rescue (SAR) di dermaga Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue, Rabu, 27 Juli 2022. General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Banda Aceh, Agus Djoko Triyanto mengatakan bahwa pelatihan keselamatan SAR ini merupakan agenda wajib dan rutin diadakan agar seluruh kru siap menghadapi segala keadaan darurat di kapal. Selain itu, tambah Agus, pelatihan keselamatan merupakan mandatory dari International Safety Management (ISM) Code. “Pelatihan keselamatan ini kita adakan untuk melihat kesigapan dan responsibilitas kru kapal dalam melakukan penanganan kondisi darurat,” ujar Agus. Agus juga menjelaskan, pelatihan keselamatan di kapal ini rutin dilakukan setiap tahun dengan tema atau kondisi yang berbeda-beda. “Kali ini kami fokus bagaimana menangani kecelakaan atau accident yang disebabkan oleh kebakaran sehingga mengakibatkan orang cedera,” ungkapnya. Sementara itu, saat dikonfirmasi secara terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Faisal mengapresiasi pelaksanaan pelatihan keselamatan SAR oleh PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Banda Aceh ini. “Simulasi penanganan kondisi darurat dalam pelayaran sangat baik untuk menjamin keselamatan penumpang kapal,” ungkap Faisal. “Ini juga sebagai bentuk komitmen kita bersama ASDP, Basarnas, serta stakeholder terkait dalam memberikan pelayanan keselamatan pelayaran bagi masyarakat pengguna jasa penyeberangan,” ungkap Faisal. Pelatihan keselamatan di kapal milik Pemerintah Aceh ini turut melibatkan tim Kantor Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas) Banda Aceh  personil Pengawasan Operasional (Wasops) Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah I Aceh, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas pelabuhan (KSOP) Malahayati, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Banda Aceh, serta stakeholder lainnya. (AM)

Asisten III Setda dan Kadishub Sambut Kepulangan 391 Jemaah Haji Aceh

ACEH BESAR – Asisten III Sekretaris Daerah Aceh, Iskandar, mewakili Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, didampingi Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Faisal, beserta Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) Aceh menyambut kepulangan jemaah haji Aceh kelompok terbang (kloter) pertama di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM), Aceh Besar, Selasa malam, 26 Juli 2022. Penyambutan kepulangan jemaah haji embarkasi Aceh ini merupakan rangkaian akhir dari kegiatan pelayanan ibadah haji bagi tamu Allah. Asisten III Sekda Aceh, Iskandar menyampaikan bahwa para jemaah haji yang tiba malam ini di Bandara SIM berjumlah 391 orang dan semua berada dalam kondisi sehat. Iskandar menambahkan, ada 2 jemaah yang meninggal dunia pada kloter pertama ini. “Satu orang meninggal dalam penerbangan ke tanah suci, satu orang lagi saat melakukan ibadah,” ungkapnya. Sementara itu, Kadishub Aceh, Teuku Faisal bersyukur penerbangan kloter pertama jemaah haji dari Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah ke Aceh berjalan dengan lancar. “Alhamdulillah, pesawat yang membawa para jemaah haji kloter pertama telah mendarat dengan selamat di Aceh,” kata Faisal selaku Kepala Bidang Penerbangan PPIH Embarkasi Aceh, saat memantau aktivitas penyambutan di apron Bandara SIM. Seluruh pihak yang terlibat dalam kepanitiaan penyelenggaraan ibadah haji embarkasi Aceh, khususnya di bidang penerbangan, sebut Faisal, sudah melakukan persiapan yang optimal sejak beberapa hari yang lalu. “Koordinasi dengan stakeholder penerbangan di Bandara SIM terus kita jalin agar penyambutan kepulangan tamu Allah pada kloter-kloter selanjutnya berjalan lancar tanpa kendala apapun,” ungkap Faisal. Faisal menambahkan, keberhasilan penyambutan jemaah kloter pertama malam ini tentu menjadi tolak ukur terhadap kegiatan penyambutan pada hari-hari selanjutnya. Berdasar informasi yang diperoleh, para jemaah berangkat dari Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah menggunakan pesawat Garuda Indonesia bernomor penerbangan GA2201 pada pukul 07.10 waktu Arab Saudi. Pesawat bertipe Boeing 777-300ER tersebut mendarat dengan mulus di Bandara SIM pada pukul 19.30 WIB. (AM) Klik di sini, nonton videonya!

Cuaca Ekstrem, KMP. Aceh Hebat 3 dan KMP. Teluk Singkil Berhenti Berlayar Sementara

SINABANG – Beberapa hari belakangan ini, cuaca pantai barat wilayah Aceh sedang mengalami kondisi yang dapat dikatakan ekstrem. Gelombang tinggi menyebabkan terhentinya sementara pelayanan angkutan penyeberangan. Sehingga, di terminal Pelabuhan Sinabang terjadi lonjakan penumpang dan antrian kendaraan yang didominasi oleh kendaraan angkutan barang baik golongan lV dan V sejenis truk telah terurai dengan baik, Selasa, 26 Juli 2022. Namun, pihak pelabuhan bersama stakeholder mengambil langkah cepat mengantisipasi ketertundaan pelayaran. Hari ini, terpantau kondisi penumpang dan kendaraan di terminal keberangkatan Pelabuhan Sinabang masih kondusif. KMP. Aceh Hebat 3 dan KMP. Teluk Singkil yang akan berlayar besok akan mengangkut semua kendaraan yang telah mendaftarkan kendaraannya untuk menyeberang. Said UR, Nakhoda KMP. Teluk Singkil berpesan kepada calon pengguna jasa yg ingin menyeberang serta membawa kendaraan agar mendaftarkan kendaraannya jauh-jauh hari sebelum keberangkatan agar antrian kendaraan lebih tertib dalam pengaturan di geladak kapal. Menjaga pelayanan penyeberangan agar mampu memenuhi kapasitas permintaan, maka keberangkatan kapal penyeberangan dari Pelabuhan Sinabang untuk esok, Rabu, 27 Juli 2022, terdapat dua kali keberangkatan, yaitu KMP. Teluk Singkil yang akan menyeberang pukul 20.00 WIB menuju ke Labuhan Haji. Selanjutnya pada pukul 22.00 WIB, KMP. Aceh Hebat 3 akan berlayar menuju Pulau Banyak dan Singkil. Namun untuk sementara, KMP. Aceh Hebat 1 yang berlayar pada rute Calang- Sinabang belum dapat melayani penyeberangan karena dermaga Pelabuhan Calang sedang dilakukan pemeliharaan. Kita berharap pemeliharaan ini dapat terselesaikan dalam waktu cepat. (MS/MU)

Jadwal Kepulangan Jamaah Haji di Bandara SIM Aceh

BANDA ACEH – Alhamdulillah, ibadah haji tahun 1443 H di tanah suci telah usai. Para jemaah akan kembali ke tanah air mulai hari ini, Selasa (26/7), dari Arab Saudi. Nah, para jemaah tiba di Aceh hari apa saja, ya? Yuk cek infonya berikut ini! Kloter pertama dijadwalkan beratolak dari Jeddah Arab Saudi pada Selasa 26 Juli 2022 pukul 07.05 Waktu Arab Saudi (WAS) dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia GIA2201. Jemaah haji Aceh kloter pertama dijaadwalkan tiba di tanah air di Bandara Sultan Iskandar Muda  (SIM) Aceh Besar pukul 19.30 WIB. Kemudian dilanjutkan jemaah haji kloter kedua bertolak dari Arab Saudi pada Rabu (27/7/2022) pukul 06.45 WAS dan tiba di bandara SIM pukul 19.10 WIB di hari yang sama. Berikutnya kloter ketiga bertolak dari Arab Saudi pada Kamis (28/7/2022) pukul 07.15 WAS dan tiba di bandara SIM pukul 19.40 WIB. Kloter keempat bertolak dari Jeddah Arab Saudi pada Jumat (29/7/2022) pukul 09.40 WAS dan tiba di bandara SIM pukul 22.05 WIB. Kloter kelima bertolak dari Jeddah Arab Saudi pada Sabtu (30/7/2022) pukul 08.50 WAS dan tiba di Aceh pukul 20.50 WIB di hari yang sama. Terakhir, kloter keenam yang merupakan kloter terakhir dijadwalkan bertolak dari Arab Saudi pada Minggu (1/8/2022) pukul 19.15 WAS dan tiba di tanah air pada pukul 21.15 WIB di hari yang sama. (HM) Simak Selengkapnya dalam infografik ini:

Pelayanan Transportasi yang Aman dan Berkeselamatan Jadi Sorotan Utama

BANDA ACEH – Tuntutan masyarakat akan pelayanan transportasi yang aman dan berkeselamatan menjadi sorotan utama yang kerap diperbincangkan di media sosial maupun ruang diskusi lainnya. Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Faisal, saat membuka Rapat Teknis Penguji Kendaraan Bermotor Terhadap Keselamatan Angkutan Orang di Hotel Ayani, Banda Aceh, Minggu, 24 Juli 2022. Oleh sebab itu, tambah Faisal, peningkatan kualitas pelayanan dan keselamatan pengguna jasa dapat dilakukan melalui peningkatan kapasitas perhubungan, baik sumber daya manusia (SDM) maupun infrastruktur. “Peningkatan kapasitas SDM tentu bertumpu pada kehandalan kinerja yang tinggi serta kemampuan manajerial yang memadai,” ujar Faisal. Di samping itu, kata Faisal, penguatan koordinasi dan pengawasan perlu dilakukan secara intens agar mudah beradaptasi terhadap perubahan yang akan terjadi. Faisal mencontohkan, Pemerintah Indonesia kini semakin serius mendorong Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB). “Tentu ini menjadi tantangan bagi kita semua untuk meningkatkan kapasitas SDM pengujian kendaraan yang beradaptasi dengan perkembangan teknologi,” ujar Faisal. Sementara itu, Kepala Seksi dan Angkutan Bidang LLAJ, Renny Anggeraeni Robin, selaku Ketua Pelaksana, melaporkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh seluruh penguji kendaraan bermotor dari 23 kabupaten/kota di Aceh. Kegiatan peningkatan kapasitas abdiyasa teladan tahun ini mengusung tema “Peran penguji kendaraan bermotor dalam peningkatan kapasitas abdiyasa,” yang akan berlangsung hingga 26 Juli mendatang. (AM)

23 Pelajar SMA Se-Aceh Ikuti Pemilihan Pelajar Pelopor 2022

BANDA ACEH – Pelajar menjadi tonggak dan harapan bagi penerus bangsa yang sadar akan keselamatan berlalu lintas. Sebab, pelajar adalah kelompok yang rentan terhadap dampak keselamatan lalu lintas. Faktor mentalitas yang memicu psikologi pelajar dalam mencari jati diri, terkadang terjerumus dalam penyimpangan aturan, seperti berkendara dengan kecepatan tinggi, tidak menggunakan helm dan sabuk pengaman, serta penggunaan kendaraan pada anak-anak di bawah umur. Berdasarkan data dari Korlantas Polri yang dipublikasikan Kementerian Perhubungan, angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia mencapai 103.645 kasus pada tahun 2021. Jumlah tersebut lebih tinggi dibandingkan data tahun 2020 yang sebanyak 100.028 kasus. Adapun kasus kecelakaan lalu lintas pada tahun 2021 telah menewaskan 25.266 korban jiwa dengan kerugian materi mencapai 246 miliar rupiah. Dalam rangka mendorong generasi yang tertib dalam berlalu lintas, Dinas Perhubungan Aceh melalui Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) menggelar pemilihan pelajar pelopor keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan tingkat provinsi setiap tahunnya. Pemilihan pelajar pelopor tahun ini dibuka oleh Kepala Dinas Perhubungan Aceh, yang diwakili Sekdishub Aceh, Teuku Rizki Fadhil di Hotel Ayani, Banda Aceh, 20 Juli 2022. Dalam sambutannya, Rizki menyampaikan bahwa pelajar adalah generasi yang sangat mudah memahami jika diberi pemahaman mengenai keselamatan lalu lintas. Generasi saat ini, menurutnya, adalah generasi yang open minded, berani mengungkapkan pendapat dan generasi yang selalu update akan informasi serta melek teknologi. Maka dari itu, ia berharap baik Pemerintah, pengguna jalan, dan terkhusus generasi milenial selalu aware dan do something right untuk mewujudkan lalu lintas yang berkeselamatan. Kegiatan pemilihan pelajar pelopor memiliki arti penting dalam upaya meningkatkan keselamatan dan menanamkan kesadaran berlalu lintas khususnya di kalangan generasi penerus bangsa dan masyarakat pada umumnya. Hal ini sesuai dengan pelaksanaan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. “Kita diamanahkan untuk terus berupaya agar terciptanya lalu lintas yang tertib, maka generasi penerus perlu memperhatikan dan menerapkan kebijakan-kebijakan untuk tertib lalu lintas,” sebut Rizki. Pemilihan ini menjadi ujung tombak dalam memelopori keselamatan berlalu lintas bagi para remaja. Harapannya, dapat menyelamatkan generasi muda dan memberi tauladan yang baik bagi teman-temannya dalam berlalu lintas yang tertib dan aman. (MS)

Djoko Sasono Lantik 251 Perwira Transportasi Laut Poltekpel Malahayati

ACEH BESAR – Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Perhubungan RI, Djoko Sasono melantik 251 perwira transportasi laut Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Malahayati, Aceh Besar, Rabu, 20 Juli 2022. Pada upacara wisuda tersebut, Djoko Sasono, yang didapuk sebagai inspektur upacara, menyampaikan bahwa pelantikan perwira pelayaran niaga perhubungan hari ini adalah bukti dan pengakuan peningkatan jenjang keahlian dalam karir dan profesi para perwira sebagai pelaut. Namun, Djoko mengingatkan, wisuda bukan tujuan akhir dalam menapakai jenjang keahlian, profesi dan karir seorang perwira. Justru tuntutan peningkatan kualitas, kompetensi, dan tanggung jawab yang lebih terhadap pelayanan transportasi laut sedang menanti. “Jangan buang waktu untuk mengerjakan sesuatu yang tidak penting. Perkaya pengalaman dengan bekerja pada kapal yang lebih besar, dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang begitu pesat,” pesannya kepada para wisudawan. Di tengah perkembangan tekonologi yang begitu pesat, sebut Djoko, maka akan terjadi perubahan yang masif pada berbagai industri dan kebutuhan kemampuan pekerja. Oleh karena itu, tambahnya, diperlukan reformulasi proses pembelajaran baik di sekolah maupun di luar sekolah. Pemanfaatan teknologi tidak bisa dihindari karena memang sudah zamannya. “Kita senantiasa dituntut untuk terus up-to-date tentang perubahan ini agar mampu menyiapkan lulusan yang terbiasa berpikir kritis sehingga mampu mengembangkan kreatifitasnya,” kata Djoko. Sejalan dengan perkembangan tekonologi tersebut, kata Djoko, BPSDM Kemenhub RI akan terus mengembangkan dan melakukan transformasi digital dalam bidang pendidikan. Di ujung amanatnya, Djoko menyampaikan selamat kepada wisudawan atas keberhasilan mereka menyelesaikan pendidikan dan pelatihan kepelautan di Poltekpel Malahayati. Ia juga menitipkan amanah kepada para wisudawan agar senantiasa berperilaku baik dan bertanggung jawab. “Jaga nama baik pribadi, nama baik sekolah dimana tempat saudara dilahirkan dan tempat menjadi perwira pelayaran niaga yang unggul. Jaga nama baik almamater, nama baik Kementerian Perhubungan, dan nama baik Indonesia,” pesannya. Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Faisal, selepas upacara, menyampaikan bahwa Pemerintah Aceh sangat mengapresiasi keberadaan Poltekpel Malahayati di Aceh. Sebagaimana diketahui, institusi pendidikan pelayaran ini, tambah Faisal, telah melahirkan pelaut-pelaut baru yang handal untuk berkontribusi bagi perkembangan transportasi laut tidak hanya di Aceh, namun juga Indonesia bahkan dunia. (AM)

ASN Dishub Aceh Diuji Minat Bakat dan Pengembangan Karir

BANDA ACEH – Di sela seabrek tugas harian kedinasan sekaligus menyiapkan mental untuk mengikuti seminar laporan akhir Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS-nya, salah seorang perempuan kelahiran Banda Aceh yang mengabdikan keilmuan di Dinas Perhubungan Aceh dihadapkan pada salah satu tes yang cukup menguras energi dan pikirannya. Ia dirundung kegalauan yang tak terelakkan. Perempuan bernama Dhea Atifa (26). Ia merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang saat ini bertugas sebagai penyusun bahan informasi dan publikasi di Dishub Aceh. Dhea di tengah kegalauannya untuk menghadapi setiap rentetan ujian ini tak patah semangat. Ia menyiapkan diri semaksimal mungkin untuk mengikuti tes ini, dari mengatur waktu agar setiap tugas dapat terselesaikan secara sistematis hingga menjaga kesehatan agar pikiran jernih saat menghadapi tes ini. Tak mudah memang, namun setiap rintangan, pasti ada jalan keluar, batinnya. Dhea bersama 154 ASN lainnya, yang berlokasi kerja di Gedung Induk Dishub Aceh, mengikuti tes uji kompetensi yang digelar selama 2 hari di Aula Dishub Aceh, 19 hingga 20 Juli 2022. Tes ini terdiri dalam 2 tahap, yaitu psikotest dan wawancara. Tes ini menilai aspek intelektual, sikap kerja, dan kepribadian ASN. “Jadi yang dinilai intelegensi, daya tangkap, tanggung jawab, ketahanan kerja, hingga stabilitas emosi,” sebut Dhea. Kata Dhea, kegiatan ini bertujuan untuk memetakan kapasitas dan potensi pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang bekerja di Dishub Aceh ke depannya. Ia mengakui program ini perlu dilaksanakan karena dapat meningkatkan produktivitas kerja pegawai menjadi lebih efisien, dan juga sebagai refreshment terhadap kebijakan peningkatan kapasitas SDM yang lebih berdaya saing di tengah perjuangan menghadapi perkembangan globalisasi yang sangat cepat. Di samping itu, perubahan budaya kerja pada setiap organisasi kerap terjadi seiring perkembangan zaman. Makanya, sebut Dhea, Dishub Aceh melakukan antisipasi supaya budaya kerja pegawainya dapat menyesuaikan dengan perkembangan yang ada. Melalui kegiatan ini pula, keunggulan maupun kelemahan setiap pegawai yang bekerja di Dishub Aceh akan diketahui. Sehingga pimpinan memperoleh insight yang lebih tajam terhadap karakter, pengembangan karir, hingga jabatan yang diampu oleh setiap jajarannya. (AM)

Sejumlah Pihak Bahas Kesiapan Pembukaan Penerbangan Internasional Bandara SIM

BANDA ACEH – Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Faisal melakukan pertemuan bersama seluruh stakeholder Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) guna membahas persiapan pembukaan bandara tersebut sebagai entry point penerbangan internasional, pada Jumat, 8 Juli 2022. Pada pertemuan ini, Faisal menyebutkan bahwa koordinasi dengan Pemerintah pusat, baik dengan kementerian maupun lembaga terkait, perlu terus dilakukan secara intensif. Hal ini, tambahnya, guna memperoleh informasi yang update terkait teknis persiapan maupun simulasi pembukaan Bandara SIM untuk penerbangan internasional. Faisal juga meminta kepada manajemen PT Angkasa Pura II Bandara SIM agar bergerak cepat menyesuaikan layout/denah area terminal yang telah diperbaharui untuk penempatan counter masing-masing stakeholder, seperti tempat pelayanan keimigrasian, pemeriksaan keamanan, pelayanan kepabeanan, dan lainnya. Di samping itu, Executive General Manager (EGM) PT Angkasa Pura II Bandara SIM, diwakili oleh Assistant Manager of Airport Rescue & Fire Fighting, Twk. Rediarsa Asril menyebutkan, dari segi fasilitas, Bandara SIM telah siap melayani pelaku perjalanan luar negeri (PPLN). Rediarsa juga menyampaikan bahwa pihaknya akan terus berkoordinasi dengan seluruh komunitas bandara terkait persiapan pembukaan penerbangan internasional dari Bandara SIM. Selain membahas kesiapan Bandara SIM, pertemuan ini juga menindaklanjuti surat Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartanto, selaku Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN), yang telah menyetujui pembukaan Bandara SIM sebagai entry point penerbangan internasional. Keputusan Menko Perekonomian tersebut tertuang dalam surat bernomor IPW-162/M.EKON/06/2022 pada tanggal 30 Juni 2022 yang lalu. Terkait penanganan Covid-19, Kepala Dinas Kesehatan Aceh, yang diwakili Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan, dr. Yuanita Ananda menyebutkan bahwa Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin (RSUDZA), RSUD Meuraxa dan RS Kesdam merupakan rumah sakit rujukan bila terdapat pelaku perjalanan dari luar negeri yang terkonfirmasi positif. Pemerintah Aceh, tambahnya lagi, telah menyiapkan anggaran untuk karantina PPLN yang terpapar Covid-19 dari luar negeri. Dari hasil rapat yang dilaksanakan di Aula Dishub Aceh, dipastikan seluruh stakeholder telah bersiap untuk menjalankan perannya guna mendukung Bandara SIM sbg entry point penerbangan internasional. Saat ini implementasi penerbangan internasional tersebut menunggu terbitnya Surat Edaran Satgas Covid-19 (BNPB) dan Kementerian Perhubungan RI. Pertemuan yang digelar di Aula Dishub Aceh ini turut dihadiri oleh Kadisops Lanud SIM, Komandan Paskhas SIM, General Manager Airnav Indonesia Banda Aceh, perwakilan Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Banda Aceh, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Banda Aceh, perwakilan Kepala Kantor Bea dan Cukai Banda Aceh, dan perwakilan Operation Head DPPU PT Pertamina Bandar Udara Sultan Iskandar Muda. (AM)

Tim Pansus DPRA dan Dishub Aceh Audiensi ke Kemenhub RI Terkait Ekspor Impor

JAKARTA – Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Faisal dampingi Panitia Khusus (Pansus) Tata Niaga Komoditas Aceh (TNKA) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh saat melakukan audiensi dan konsultasi ke Kementerian Perhubungan RI di Jakarta, Selasa, 5 Juli 2022. Faisal bersama Pansus TNKA DPR Aceh melakukan audiensi dengan Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan RI, Dr. Capt. Mugen S. Sartoto, M.Sc., guna membahas peran pelabuhan di Aceh untuk mendukung kegiatan ekspor impor komoditas Aceh sebagai bahan masukan untuk Rancangan Qanun TNKA. Dalam pertemuan tersebut, ungkap Teuku Faisal Pansus DPR Aceh bersama Capt. Mugen berdiskusi terkait peran wakil rakyat bersama mitra kerja dalam rangka membantu pengusaha melakukan kegiatan perniagaan komoditas Aceh. Selain itu, Pemerintah menyediakan fasilitas berbasis online sehingga mempermudah pengusaha melakukan perizinan. Di samping itu, tambah Faisal, Tim Pansus meminta dukungan Kemenhub RI utk memastikan sarana, prarana dan regulasi yang mendukung kegiatan bongkar muat bagi pelaku usaha di Aceh. Dengan begitu, kegiatan ekspor impor komoditas lokal bisa dilakukan langsung dari pelabuhan-pelabuhan di Aceh. Rancangan Qanun Tata Niaga Komoditas Aceh yang saat ini sedang disusun oleh Pemerintah Aceh bersama DPR Aceh bertujuan untuk memberi perlindungan hukum, dan meningkatkan kesejahteraan hidup terhadap hak dan kepentingan produsen tata niaga komoditas Aceh. (AM)