Dishub

BUS LISTRIK : FEEDER TRANS KOETARADJA BEBAS BISING DAN POLUSI

Keberhasilan suatu program pembangunan bergantung pada kestabilan lingkungan di samping nilai ekonomi yang sangat penting, ini artinya infrastruktur yang dibangun harus berasaskan “ramah lingkungan”, jika istilah kaum millenial disebut “Go Green”. Dalam visi misi Pemerintah Aceh, ada satu program yang diberi nama “Aceh Green” yang merupakan giat Aceh untuk menjaga dan melestarikan alam, salah satu upaya yang dilakukan adalah pemanfaatan angkutan umum yang berdaya listrik sebagai Green Transportation. Mengapa harus dengan transportasi ramah lingkungan? Faktanya aktivitas transportasi menjadi salah satu donatur utama dalam memasok emisi. Tanpa sadar, asap kendaraan yang dikeluarkan melalui knalpot telah menurunkan kualitas udara sehingga menyebabkan berbagai dampak pada kehidupan seperti global warming sampai masalah kesehatan. Dilansir dalam jurnal Berita Dirgantara oleh Dessy Gusnita, seorang Peneliti Pusat Pemanfaatan Sains Atmosfir dan Iklim, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) pada Tahun 2020, dinyatakan bahwa faktor yang paling mengganggu akibat aktivitas transportasi adalah kebisingan dan polusi udara. Adapun dampak polusi udara dalam jangka panjang terhadap manusia dapat berupa gangguan kesehatan yang dapat mengakibatkan penurunan daya refleks dan kemampuan visual; atau jangka pendek seperti gangguan pernafasan dan sakit kepala. Polusi udara umumnya memberikan dampak terhadap sistem pernafasan manusia seperti kesulitan bernafas, batuk, asma, kerusakan fungsi paru, penyakit pernafasan kronis dan iritasi penglihatan. Tingkat keseriusan gangguan tersebut tergantung dari tingkat paparan dan konsentrasi polutan yang merupakan fungsi dari volume dan komposisi lalu lintas, kepadatan serta kondisi cuaca. Bus listrik menjadi salah satu kendaraan ramah lingkungan yang telah hadir di Aceh. Bus yang tidak berbahan bakar fossil ini tidak mengeluarkan suara bising dan tanpa asap knalpot sehingga kendaraan ini lebih aman. Demi menjaga kualitas udara yang kian tercemar dan mengurangi dampak emisi akibat aktivitas transportasi, Dinas Perhubungan Aceh mengujicobakan bus listrik yang berlangsung pada 13 Januari – 6 Februari 2021. Uji coba dilakukan sebagai salah satu bentuk sosialisasi kepada masyarakat akan kehadiran bus listrik ini, dan sebagai kajian untuk melihat seberapa besar emisi yang dapat dikurangi oleh bus listrik. Di samping itu, bus listrik yang direncanakan sebagai feeder diharapkan menjadi penghubung antar koridor utama Trans Koetaradja dengan wilayah yang belum terlayani angkutan umum dan adanya peningkatan pelayanan operasioanal Trans Koetaradja. Ada lima rute prioritas bus listrik yang telah diuji coba. Adapun lima rute yang diuji coba tersebut di antaranya; Darusalam, Lampineung – Pango, Simpang Jambo Tape – TPI Lampulo, Simpang Rima – Ulee Lhee, dan Simpang Tiga – Simpang Rima. Dengan adanya 6 koridor bus listrik Trans Koetaradja tersebut diharapkan bus listrik ini memiliki kelebihan utama dibanding dengan bus berbahan bakar lain, emisi yang dihasilkan adalah nol atau lazim disebut zero emissions. Bus listrik ini juga lebih hemat dibanding dengan bus yang berbahan dasar diesel. Bukan hanya itu saja, pelayanan dari bus listrik ini tidak kalah menjadi sorotan. Bus listrik ini menghadirkan kenyamanan bagi para penggunanya. Bus berkapasitas 18 orang penumpang ini dilengkapi pendingin udara dan kursi yang empuk. Selain itu, saat penumpang menaiki bus, tidak tercium aroma bahan bakar seperti bus-bus lain. Bus listrik ini juga tidak berisik. “Ini sangat membantu masyarakat, jika pergi ke kota suasananya enak, nyaman, ada AC-nya, kita pun kemana-mana jadi lebih mudah” ujar Fitriani, salah satu pengguna bus listrik saat diwawancarai Tim Metro TV kala itu. Semenjak pandemi melanda Indonesia tentu protokol kesehatan harus terus dijaga. Begitu pula saat uji coba bus listrik ini, protokol kesehatan  tetap harus diutamakan seperti disediakannya hand sanitizer, menjaga jarak, dan menggunakan masker. Saat masa uji coba, bus listrik beroperasi mulai pukul 07.00 hingga pukul 20.00 WIB, kurang lebih akan ada sebanyak 18 trip setiap harinya. Bus listrik ini akan membantu masyarakat yang tinggal di rute yang jauh dari kota untuk memperoleh moda transportasi yang layak. Semoga kehadiran bus listrik ini tidak hanya meningkatkan load factor bus Trans Koetaradja, namun juga membawa perubahan lain yang berguna untuk lingkungan dan masa yang akan datang. (MS)

Pelayaran Perdana KMP. AH-1 : Alternatif Transportasi Utama yang Ditunggu Masyarakat Simeulue

KMP Aceh Hebat 1 yang telah melalui proses yang panjang akhirnya melakukan pelayaran perdana pada hari ini, Selasa, 9 Maret 2021. Kapal baru ini diperbolehkan beroperasi setelah terbitnya keputusan Kementerian Perhubungan RI tentang penetapan operator angkutan penyeberangan perintis yang dibiayai melalui APBN 2021. Pemerintah Aceh selaku pemilik kapal juga melakukan kerjasama dengan PT. ASDP Indonesia Ferry Cabang Singkil tentang operasional penyeberangan perintis KMP Aceh Hebat 1. Tentunya, pelayaran perdana hari ini tidak luput dari campur tangan Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) yang telah melakukan penilaian terkait Sistem Manajemen Keselamatan pada kedua kapal yang dibuktikan dengan terbitnya Safety Manajement Certificate (SMC) yang merupakan dokumen terakhir sebelum KMP Aceh Hebat 1 dan 3 beroperasi. KMP Aceh Hebat 1 bertolak dari Pelabuhan Calang pada pelayaran perdana tepat Pukul 17.30 WIB disaksikan langsung oleh Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, didampingi oleh Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Junaidi Ali. Peresmian ini ditandai dengan pelepasan tali kapal yang akan menuju Sinabang. Nova menyampaikan KMP Aceh Hebat 1 ini mulai beroperasi hari ini sesuai skema perjanjian kerjasama. Kendala teknis memang kerap terjadi pada setiap pelayaran, namun hal ini yang akan menjadi pembelajaran berharga agar terus memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat. “Tentunya, mekanisme pemeliharaan menjadi suatu yang sangat berat, usaha pihak ASDP tanpa bantuan masyarakat juga akan menjadi sia-sia, mari sama-sama kita merawat kapal ini agar pelayaran tetap nyaman dan bersih, seperti membuang sampah pada tempatnya. Kita harapkan juga pelayaran ini berjalan lancar dan selamat sampai tujuan,” Ujar Nova. Pada kesempatan ini juga Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Simeulue, Mulyawan Rohas menyampaikan bahwa sebelum hadirnya KMP Aceh Hebat 1 sering terjadi penumpukan kendaraan di pelabuhan sehingga harga barang pokok masyarakat kian melonjak. Penyeberangan yang membutuhkan waktu yang relatif panjang selama 14 jam dari Calang menuju Sinabang memang sangat membutuhkan fasilitas yang ada dalam KMP Aceh Hebat 1 seperti tersedianya tempat tidur yang membuat masyarakat lebih nyaman selama perjalanan. “Masyarakat Simeulue memang sangat menanti-nanti KMP Aceh Hebat 1 berlayar, apalagi setelah mereka tahu bahwa hari ini adalah pelayaran perdana kapal ini. Masyarakat pun sudah tak sabar menunggu kapal ini tiba di Pelabuhan Sinabang,” Ujar Mulyawan. Turut hadir juga Sekretaris Daerah Aceh, Inspektur Aceh, Kepala Badan Pengelolaan dan Keuangan Aceh, Bupati Aceh Jaya dan jajarannya, Kepala Dinas Perhubungan Simeulue, Direktur Perencaan dan Pengembangan PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero), GM PT. Jasa Raharja Cabang Banda Aceh dan Forkopimda Aceh Jaya. Di lain tempat, bersamaan pelepasan tali KMP Aceh Hebat 1 menuju ke Sinabang, KMP Aceh Hebat 3 juga melakukan pelayaran perdana menuju Pulau Banyak dari Pelabuhan Penyeberangan Singkil.

Pelayaran Perdana KMP. AH-3 : Kuatkan Tameng Ekonomi, Investasi dan Pariwisata Pulau Banyak

Mewakili Bupati Aceh Singkil, Dulmursid, Sekretaris Daerah Aceh Singkil, Drs. Azmi melepas secara resmi pelayaran perdana dari Pelabuhan Penyeberangan Aceh Singkil menuju Pelabuhan Penyeberangan Pulau Banyak, Aceh Singkil, Selasa (9/3/2021). Azmi menyebut dengan proses launching pelayaran perdana berjalan baik dan lancar. adanya KMP. Aceh Hebat 3 ini mempermudah giat perekonomian di Pulau Banyak dan Singkil secara baik dan lancar. “Sehingga roda giat ekonomi masyarakat kita dan akan mendatangkan multiplayer effect terhadap kehidupan ekonomi kepulauan.” Kini, KMP Aceh Hebat 3 mencatat sejarah baru. Kapal dengan bobot rencana 600 GT ini diharapkan dapat meningkatkan sektor pariwisata sehingga menjadi jembatan masyarakat yang ingin menikmati indahnya Pulau Banyak. “Insya Allah masuknya investor dari Uni Emirat Arab untuk menggiatkan pariwisata, tentunya kehadiran KMP. Aceh Hebat sangat mendukung dari sektor transportasi,” harapnya. Pada pelayaran perdana ini, KMP. Aceh Hebat 3 membawa sebanyak 36 penumpang, 4 truk besar, dan 5 sepeda motor. Kapten Laode Mat Salim ditunjuk sebagai kapten KMP Aceh Hebat 2 oleh PT. ASDP Ferry Indonesia Cabang Singkil selaku operator kapal yang membawai 18 ABK dan direncanakan menempuh perjalanan selama lebih kurang 4 jam. Hadirnya KMP Aceh Hebat 3 membuka pintu keterisolasian masyarakat Pulau Banyak. Jaraknya yang relatif jauh dengan ibukota kabupaten menghambat langkah perekonomian, pendidikan, dan sosial masyarakat. Faktanya transportasi laut menjadi satu-satunya alternatif masyarakat dalam memenuhi kebutuhan mobilisasi. Dapat diketahui, keterbatasan transportasi di wilayah kepulauan ini begitu berpengaruh ke seluruh lini masyarakat. Seperti halnya, harga bahan bangunan yang melonjak drastis akibat susahnya pengangkutan material sehingga pembangunan infrastruktur berjalan lamban. Di sektor pendidikan, wawasan yang dimiliki generasi pulau terjebak pada perairan. Pasalnya untuk menyeberang pulau mereka harus membayar dengan biaya yang begitu mahal. Dapat dibayangkan, jika pelayanan transpotasi penyeberangan ini diberhentikan, masyarakat pulau akan merasakan lonjakan harga pasar yang sangat tinggi hingga kelangkaan kebutuhan pokok karena tidak adanya pasokan logistik bagi masyarakat. (MR)

Korban Kecelakaan Didominasi Usia Produktif, Menhub Ajak Pelajar Utamakan Keselamatan

Jakarta – Korban kecelakaan berlalu lintas di jalan raya didominasi oleh usia produktif antara 20 sampai dengan 29 tahun. Untuk itu Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengajak para pelajar dan mahasiswa agar selalu disiplin dalam berlalu lintas dan mengutamakan aspek keselamatan. “Sayangi nyawa kalian dengan disiplin berlalu lintas, terutama yang mengemudi. Patuhi peraturan yang ada, dan kalau naik motor jangan lupa gunakan helm dengan benar,” demikian disampaikan Menhub saat membuka Webinar Edukasi Transportasi bertema “Bangun Budaya Keselamatan Bertransportasi Jalan dan Budaya Selamat Bersepeda” yang diselenggarakan Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub, Selasa (9/3) di SMAN 6 Depok. Berdasarkan data dari Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub, jika dilihat dari profil korban kecelakaan di Indonesia pada tahun 2020 berdasarkan tingkat pendidikan, yang menjadi korban kecelakaan terbesar yaitu para pelajar dengan tingkat pendidikan SLTA sebanyak 80.641 orang, SLTP (17.699 orang), dan SD (12.557 orang). Sedangkan, untuk tingkat pendidikan D3 (770 orang), S1 (3.751 orang), dan S2 (136 orang). Kemudian jika dilihat dari profil korban kecelakaan berdasarkan usia yaitu : usia 10-19 tahun sebanyak 26.906 orang, usia 20-29 tahun (29.281 orang), usia 30-39 tahun (18.553 orang), 40-49 tahun (17.980 orang), dan 50 tahun keatas (31.740 orang). Selanjutnya berdasarkan data Korlantas Polri tentang kecelakaan di Indonesia tahun 2020, tercatat sebanyak 100.028 kejadian kecelakaan yang mengakibatkan 113.518 korban luka ringan, 10.751 korban luka berat, dan 23.529 korban meninggal dunia. Menhub mengungkapkan, salah satu fokus dari Kemenhub adalah meningkatkan keselamatan bertransportasi di semua moda baik di darat, laut, udara, dan perekretaapian. “Semua pengguna transportasi baik kendaraan pribadi maupun angkutan umum harus bisa terjamin keselamatannya,” tutur Menhub. Pada kesempatan yang sama, Menhub juga mengajak para pelajar untuk selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan saat bertransportasi, mulai dari keberangkatan, selama perjalanan dan ketika sampai tujuan. *Beralih ke Sepeda* Sementara itu, Direktur Sarana Transportasi Jalan, Ditjen Perhubungan Darat Risal Wasal yang menjadi pembicara dalam webinar mengatakan, di tengah situasi pandemi Covid-19, sepeda menjadi tren moda transportasi – non motor yang banyak digunakan masyarakat. Bersepeda tidak hanya sebagai sarana olahraga juga telah menjadi gaya hidup (lifestyle) masyarakat ditandai dengan adanya berbagai komunitas pesepeda seperti : bike to school, bike to work, dan lain sebagainya. Ia menambahkan, permasalahan kemacetan, polusi udara, tingginya biaya perjalanan, waktu perjalanan yang semakin panjang, tingkat emosional yang tidak stabil, dan banyaknya kecelakaan merupakan masalah utama yang dihadapi dalam transportasi perkotaan. Untuk itu ia mengajak masyarakat untuk beraktivitas menggunakan moda transportasi seperti sepeda yang lebih ramah lingkungan, hemat biaya, dan lebih sehat. “Dengan semakin meningkatnya minat masyarakat dan para pelajar yang menggunakan sepeda ini, tentunya pengetahuan akan keselamatan bersepeda perlu ditingkatkan untuk mencegah dampak negatif seperti meningkatnya kasus kecelakaan di jalan,” ucap Direktur Sarana Transportasi Jalan. Risal Wasal menjelaskan, untuk menjamin keselamatan penggunaan sepeda di jalan, Kemenhub telah mengeluarkan Peraturan Menteri Perhubungan (PM) No. 59 Tahun 2020 tentang Keselamatan Pesepeda yang mengatur tentang persyaratan teknis sepeda, tata cara bersepeda, dan fasilitas pendukung sepeda. Beberapa persyaratan yang diatur seperti: spakbor (untuk sepeda balap/gunung), bel, sistem rem, lampu, alat pemantul cahaya berwarna merah, alat pemantul cahaya roda berwarna putih atau kuning, pedal. Selain itu, para pesepeda juga dapat melengkapi alat pelindung diri saat bersepeda seperti helm, sarung tangan, sepatu, dan kacamata. Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub Junaidi mengatakan, kegiatan Edukasi Transportasi ini bertujuan menumbuhkan kesadaran atas pentingnya ketertiban dan keselamatan bertransportasi jalan, serta memberikan pemahaman tentang peraturan keselamatan pesepeda kepada para pelajar Sekolah Menengah Atas dan para pendidik di wilayah Jabodetabek. “Kami mengajak agar para pelajar dapat menjadi pelopor keselamatan dan contoh inspiratif dalam membudayakan keselamatan bertransportasi dan membantu pemerintah untuk mengkampanyekan program ‘Yuk, selamat bersama, budayakan keselamatan bertransportasi yang selamat, nyaman, dan sehat’,”tuturnya. (Sumber: Kemenhub RI)

Terminal Tipe-B Bener Meriah Resmi Beroperasi

Berdasarkan Surat Keputusan Gubernur  Nomor 551/1412/2020 tentang penetapan status Terminal Tipe B Bener Meriah menjadi kewenangan Pemerintah Aceh. Dulunya, Terminal ini berstatus Terminal Tipe C, yang melayani trayek antar kecamatan. Peningkatan status ini dilakukan untuk mengoptimalkan pelayanan jasa angkutan masyarakat yang lebih luas, dari antar kecamatan menjadi antar kabupaten. Sehingga, jaringan trayek pun lebih melebar. Kamis, 4 Maret 2021 dilakukan acara launching Terminal Tipe B Bener Meriah oleh Bupati Bener Meriah, Tgk. Syarkawi didampingi Kepala UPTD Penyelenggaraan Terminal Tipe B, Erizal. Kegiatan ini bersamaan dengan launching tempat parkir mobil barang yang berlokasi tepat di samping Terminal Tipe B Bener Meriah. “Pengoperasian terminal ini diharapkan menjadi inti pertumbuhan aktivitas ekonomi daerah serta pengelolaan yang lebih profesional,” sebut Erizal dalam sambutannya. Ia melanjutkan, tentunya dengan infrastruktur yang lebih moderen guna menjawab tantangan yang cukup komplek serta beradaptasi dengan kondisi angkutan umum. Selain untuk menyempurnakan infrastruktur yang ada, Dishub Aceh akan berusaha lebih kreatif untuk menghidupkan suasana terminal seperti pengembangan pelayanan fasilitas berbasis teknologi informasi, serta memperluas fungsi terminal agar dapat juga dijadikan sebagai area publik yang nyaman. Seperti yang diketahui, penyelenggaraan lalu lintas dan angkutan jalan memiliki peran yang sangat penting sebagai tulang punggung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. Demi keamanan, keselamatan, kelancaraan serta ketertiban lalu lintas dan masyarakat maka dalam aktivitas menaikkan dan menurunkan penumpang serta barang dilakukan dalam kawasan terminal yang telah disediakan. “Kami menyambut gembira dengan adanya fasilitas parkir bongkar muat barang yang berlokasi di jalan lintas Ketipis yang berada tepat di sebelah terminal penumpang yang menjadi simpul jaringan transportasi di Bener Meriah,” tutur Tgk. H. Sarkawi. Tambahnya lagi, Selama ini kegiatan bongkar muat dilakukan di depan toko ataupun di ruas jalan pasar. Hal ini sangat mengganggu kegiatan jual beli masyarakat karena aktivitas ini memakai hamper seluruh badan jalan seperti yang terjadi di pasar Pondok Baru. Diharapkan, dengan adanya fasilitas parkir ini diharapkan pengusaha angkutan lebih tertib dalam melakukan aktivitas bongkar muat serta mempercepat sinergisitas pergerakan orang dan barang di Bener Meriah. Acara ini juga dihadiri oleh Kapolres, Dandim 0119/Bener Meriah dan Kepala Kejaksaan Negeri Bener Meriah. Sebelum launching dilakukan, Dishub Aceh yang diwakili Kepala UPTD Penyelenggaraan Terminal Tipe B telah melakukan rapat bersama pengusaha angkutan pada Senin, 1 Maret 2021. Dalam kesempatan itu hadir Kadishub Bener Meriah, Kadishub Aceh Tengah, BPTD Wilayah I Provinsi Aceh, dan DPD Organda Aceh. Dalam rapat ini, pengusaha angkutan mengungkapkan bahwa mereka akan mengapresiasi langkah dan menggunakan terminal sebagaimana fungsinya dalam melayani masyarakat yang melakukan perjalanan. (MS)

Proses Pembangunan KMP. Aceh Hebat 1, 2, dan 3

Kehadiran moda transportasi sebagai aspek utama dalam upaya meningkatkan konektivitas dan aksesibilitas antar wilayah. Guna memutus keterisolasian suatu daerah, kehadirannya berperan penting dalam menunjang pembangunan dan perekonomian masyarakat secara berbarengan. Kapal adalah salah satu pilihan terbaik guna menghubungkan daerah kepulauan. Selama ini, penumpukan penumpang dan angkutan barang/kendaraan yang membawa logistik menjadi hal lumrah dan terhambat pemasokan ke wilayah kepulauan sehingga harga pasar tidak terkendali, masyarakat kembali morat-marit dan nilai ekonomi kembali anjlok. Belum lagi jika musim gelombang tinggi dan cuaca eksrem terjadi, masyarakat pulau harus siap-siap “mengurut dada” dengan harga dan ketersediaan barang, mau tidak mau dengan harga mahal, masyarakat terpaksa membeli. Satu hal lagi jika musim liburan tiba, penumpang melonjak signifikan. Seperti dikehatui, Aceh sebagai salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki daerah kepulauan dengan panorama yang begitu menawan mengundang wisatawan untuk menikmatinya, sudah sewajarnya Aceh butuh kapal baru guna mewujudkan transportasi berkeadilan yang setara dengan wilayah daratan. Untuk itu, Pemerintah Aceh melalui Dinas perhubungan pada tahun 2018 lalu telah melakukan perencanan pembangunan kapal. Untuk mengurangi kesenjangan antar wilayah, peningkatan konektivitas antar kepulauan, sektor pariwisata, dan logistik, maka berdasarkan kesepakatan bersama (MoU) Pemerintah Aceh dan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) pada tanggal 28 November 2018, melalui APBA TA 2019 dan 2020 (tahun jamak) telah dialokasikan anggaran untuk pembangunan tiga kapal Aceh Hebat. Proses pelelangan ketiga kapal dilakukan melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kementerian Perhubungan RI dengan pertimbangan bahwa Pemerintah Aceh belum memiliki pengalaman dalam pelelangan kapal dengan spesifikasi khusus. Sedangkan Sumber Daya Manusia (SDM) di kementerian Perhubungan RI telah memiliki kompetensi untuk pembangunan kapal Ro-ro. Perencanaan terhadap ketiga kapal tersebut pun telah dilakukan pendampingan teknis dari kementerian. Selama pelaksanaan pekerjaan, Dinas Perhubungan Aceh didampingi oleh Konsultan Pengawas dan Tim Teknis yang melibatkan personil dari Kementerian Perhubungan dan Dishub Aceh. Untuk terlaksananya setiap tahapan pembangunan, telah dilakukan sertifikasi oleh Kementerian Perhubungan RI dan Biro Klasifikasi Indonesia (BKI). BKI yang merupakan ahli yang berkompetensi di bidang perkapalan yang bertugas untuk mengecek dan menginspeksi kapal, baik yang akan dibuat ataupun yang sedang beroperasi di Indonesia serta melakukan Pengetesan peralatan maupun perlengkapan kapal yang berhubungan dengan kelas kapal, baik badan kapal ataupun mesin. Nantinya, setelah kapal diinspeksi dan lolos, maka kapal akan mendapatkan sertifikat dari kelas kapal yang membuktikan bahwa kapal tersebut sudah memenuhi kualifikasi dan standar yang diberlakukan oleh Biro Klasifikasi. Pentingkah kelas atau sertifikasi untuk kapal? Tentu saja sangat penting. Jangankan untuk dioperasikan, ketika kapal dibuat saja BKI akan datang untuk melakukan pengecekan, di mana struktur kapal sudah harus sesuai dengan standar yang berlaku pada SOLAS II-1, yang berisikan tentang struktur rancangan kapal. Kapal tidak akan disertifikasi bila tidak sesuai dengan ketentuan-ketentuan SOLAS II-1, yang tentu saja dampaknya kapal tidak akan bisa beroperasi, mengingat tugas dari BKI adalah untuk menerbitkan sertifikat pengoperasian kapal. KMP. Aceh Hebat 1, 2 dan 3 yang dibangun baru di tiga galangan yang berada di Indonesia diawali dengan proses Keel Laying atau dikenal juga peletakan lunas kapal sebagai titik awal pembangunan sebuah kapal dilaksanakan serentak pada tanggal 21 Oktober 2019 yang dipusatkan di galangan PT Adiluhung Saranasegara Indonesia, Madura, Jawa Timur. Sekaligus di tanggal itu, penabalan nama KMP. Aceh Hebat pada masing-masing kapal oleh Plt. Gubernur Aceh (Kini Gubernur Aceh), Ir. Nova Iriansyah, M.T. Selanjutnya, pada masing-masing galangan kapal yang telah memiliki ahli yang berkompetensi melakukan proses pembangunan kapal. KMP. Aceh Hebat 1 dengan bobot rencana 1300 GT yang melayani lintasan Pantai Barat-Simeulue dibangun selama 470 hari di galangan PT Multi Ocean Shipyard Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau. Di waktu bersamaan, KMP. Aceh Hebat 2 bobot rencana 1100 GT untuk lintasan Ulee Lheue-Balohan dibangun selama 497 hari di galangan PT Adiluhung Saranasegara Indonesia, Madura, Jawa Timur. Sementara itu, KMP. Aceh Hebat 3 dengan bobot rencana 900 GT untuk lintasan Singkil-Pulau Banyak dibangun selama 497 hari di galangan PT Citra Bahari Shipyard, Tegal, Jawa Tengah. Proses sakral berikutnya yang menjadi seremoni puncak dari pembangunan kapal adalah proses peluncuran kapal ke air yang sering disebut dengan launching kapal, proses ini berturut-turut dilakukan pada 3 Oktober 2020, 16 Oktober 2020, dan 5 November 2020 untuk KMP. Aceh Hebat 1, 2, dan 3. Selang beberapa hari setelah keberhasilan launching kapal ke air, dilakukan uji stabilitas kapal (inclining test), sebagai salah satu pemenuhan persyaratan kapal kelas BKI dan juga dalam rangka pemenuhan persyaratan statutory untuk Badan Pemerintahan. Persyaratan utama agar uji stabilitas kapal ini dapat dilaksanakan bahwa kapal mendekati penyelesaian akhir, diusahakan semua mesin dan barang terpasang dalam kapal, toleransi yang berikan bagi alat yang belum terpasang tidak boleh lebih dari 2 persen dan kelebihan beban tidak melebihi 4 persen dari berat kapal kosong tidak termasuk air balas. Semua barang yang berada di dalam kapal harus dicatat dengan cermat. Salah satu tes lainnya yang dilalui oleh KMP. Aceh Hebat 1, 2 dan 3 menjadi faktor penting dari segi keamanan dan ekonomi adalah sea keeping test untuk melihat kelayakan kapal berdasarkan teori dan uji langsung di kolam pengujian. Uji sea-keeping ini merupakan uji model kapal yang meliputi olah gerak kapal, daya tekan lambung kapal, gaya geser, momen lentur dan torsi, faktor probabilitas air masuk ke geladak kapal dan kemampuan baling-baling, kemampuan gerak relatif kapal antara gelombang dan lambung kapal, bantingan, akselerasi dan peningkatan hambatan pada kapal. Pengujian ini dilakukan di Balai Teknologi Hidrodinamik milik Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi di Kampus Institut Teknologi Sepuluh November (ITS). Setelah dinyatakan lulus uji, selanjutnya dilakukan dock trial. Proses ini dilakukan untuk menguji sistem dan perlengkapan kapal pada masing-masing galangan kapal. Sebelum diberangkatkan ke Aceh, KMP. Aceh Hebat 1, 2, dan 3 harus melalui rangkaian proses akhir tahap uji spesifikasi teknis atau official sea trial serta melengkapi dokumen dan sertifikat. Pada setiap tahapan pembangunan kapal, telah dilakukan sertifikasi oleh Kementerian Perhubungan RI dan Biro Klasifikasi Indonesia (BKI). Seperti informasi sebelumnya, di Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue Banda Aceh, KMP. Aceh Hebat 2 telah tiba pada 19 Desember 2020, KMP. Aceh Hebat 3 tiba tanggal 28 Desember 2020, dan KMP. Aceh Hebat 1 tiba pada 14 Januari 2021. Kedatangan ketiga kapal ini disambut langsung oleh Gubernur Aceh, Nova Iriansyah dan pejabat terkait. “Aceh belum pernah punya kapal

Normalisasi PNS untuk Peningkatan Kinerja

Seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan kerja Dinas Perhubungan Aceh mengikuti penyerahan SK Normalisasi ASN Pemerintah Aceh, Senin, 8 Februari 2021. Penyerahan SK Normalisasi dilakukan secara simbolis melalui pejabat eselon III Dishub Aceh yang selanjutnya menyerahkan kepada ASN pada bidang masing-masing. Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Junaidi, saat penyerahan SK Normalisasi ini, menyampaikan kepada ASN supaya terus bersemangat. “Normalisasi ini dilakukan untuk penyegaran pegawai, supaya kinerja kita lebih meningkat di lingkungan yang baru,” ujarnya. Kegiatan ini berjalan secara daring dan luring untuk menghindari kerumunan. Sebelum acara dimulai, seluruh peserta menyaksikan video pengarahan keselamatan Covid-19. (AM)

Dukung Vaksinasi, Dishub Aceh Fasilitasi Penyeberangan Dokter ke Pulo Aceh

Program vaksinasi Covid-19 di Aceh telah dimulai sejak Jumat, 15 Januari 2021 yang lalu. Sebanyak 27.880 dosis vaksin Sinovac yang diterima oleh Pemerintah Aceh, pada tahap pertama, diprioritaskan distribusinya bagi tenaga kesehatan di Banda Aceh dan Aceh Besar. Penyelenggaraan vaksinasi di wilayah kepulauan perlu dukungan berbagai pihak, khususnya dalam penyiapan transportasi penyeberangan. Pulo Aceh misalnya, wilayah terluar dari Aceh Besar ini butuh sarana dan prasarana transportasi penyeberangan yang memadai supaya program vaksinasi tidak terkendala. Selain itu, penting pula untuk mencermati Petunjuk Teknis Pelaksanaan Vaksinasi Dalam Rangka Penanggulangan Pandemi COVID-19 yang diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan RI. Juknis tersebut menjelaskan sejumlah langkah yang harus diperhatikan, terkait penyimpanan dan pendistribusian, sebagai upaya mencegah penurunan kualitas vaksin. Guna mendukung terselenggaranya program vaksinasi Covid-19 di Aceh, Dinas Perhubungan Aceh melalui Bidang Pelayaran memfasilitasi penyeberangan dokter dan tim Dinas Kesehatan Aceh menggunakan KM. Willem Toren 1875 ke Pulo Aceh. Sesuai jadwal, tim tersebut akan melakukan kegiatan vaksinasi Covid-19 perdana di Puskesmas Pulo Aceh hari ini, Sabtu, 6 Februari 2021. Sebagai informasi, KM. Willem Toren 1875 merupakan kapal milik Dinas Perhubungan Aceh. Kapal berbobot 15 Gross Tonage (GT) ini mengangkut 13 penumpang, berangkat dari Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue, Banda Aceh, lalu bersandar di dermaga Lampuyang, Pulo Breueh. Selain di Pulo Aceh, Dishub Aceh juga telah mendukung pendistribusian vaksin ke Kabupaten Simeulue menggunakan KMP. Aceh Hebat 1 pada Senin (1/2) yang lalu. (AM)

26 CPNS Dishub Aceh Dibekali Pemantapan Kapasitas Diri

Sebanyak 26 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Dinas Perhubungan (Dishub) Aceh formasi tahun 2019 mengikuti pembekalan CPNS di Aula Dishub Aceh, Senin (1/2/2020). Orientasi dan pembekalan ini guna meningkatkan pemantapan kapasitas sumber daya manusia (SDM) perhubungan yang unggul. Dalam arahannya saat membuka masa pembekalan dan orientasi CPNS jalur umum formasi tahun 2019, Kepala Dishub Aceh Junaidi menyebut orientasi dan pembekalan ini sebagai semangat yang akan tersemat dalam diri CPNS untuk terus bekerja secara inovatif dan kreatif. “Adanya penambahan CPNS ini kita harapkan dapat mengoptimalisasi kinerja kantor dan memberikan perubahan yang semakin baik untuk Aceh, khususnya transportasi,” sebut Junaidi. Junaidi juga menyampaikan harapan kepada CPNS ini menjadi pemimpin masa depan. Calon-calon pemimpin masa depan. Selama tiga bulan ke depan CPNS ini akan mengikuti masa pembekalan dan orientasi. Materi yang disampaikan dari pembinaan karakter, peraturan baris berbaris, hingga pengenalan kerja perhubungan di tiap bidang. Baik di kantor induk maupun wilayah kerja di kabupaten/kota. Sementara itu, Sekretaris Dishub Aceh, T. Faisal pada Selasa (2/2/2020) memberikan materi terkait sekretariat kantor. Meliputi materi keuangan, kepegawaian, program, hingga materi kehumasan. Faisal menekankan pentingnya memahami bidang sekretariat sebagai ‘rumah kedua’ CPNS selama bekerja. Terutama mengedepankan kedisiplinan dan menjaga nama baik dinas. Selain itu juga menggalakkan publikasi kinerja di media sosial resmi kantor. “Publikasi kinerja ini dapat pula menjadi pertanggungjawaban kerja pemerintah kepada masyarakat. Untuk itu, media sosial untuk masa kini memiliki peran strategis dalam menumbuhkan kepercayaan publik kepada pemerintah,” sebut Faisal. Setelah pengenalan Sekretariat, untuk seterusnya pengenalan Bidang Pengembangan Sistem Transportasi dan Multimoda (PSM); Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), Bidang Penerbangan, Bidang Pelayaran, UPTD Terminal Tipe-B, dan UPTD Angkutan Massal Trans Kutaraja. (MR)

KMP. Aceh Hebat 1 Tiba di Pelabuhan Sinabang

KMP Aceh Hebat 1 telah tiba dan bersandar dengan baik di dermaga Pelabuhan Penyeberangan Sinabang, Simeulue, Selasa (2/2/2020). Gubernur Aceh, Nova Iriansyah bersama rombongan, yang mengikuti uji pelayaran ini, disambut oleh Bupati Simeulue, Erli Hasim dan sejumlah jajaran Pemerintah Kabupaten Simeulue saat keluar dari KMP Aceh Hebat 1. Kapal berkapasitas 2.441 Gross Tonage (GT) ini bertolak dari Pelabuhan Calang, Aceh Jaya pada Senin sore (1/2/2020) dengan kecepatan rata-rata 12 knot. Dari amatan Tim Aceh TRANSit yang mengikuti pelayaran ini, kapal berlayar dengan baik mengarungi samudera hindia. Dibekali teknologi bow visor pada haluannya, kapal ini dapat membelah ombak dan kencangnya angin Samudera Hindia dengan baik. Sehingga kapal pun berlayar dengan tenang. Di dalam KMP Aceh Hebat 1 juga tersedia 188 tempat tidur yang terbagi dalam 2 kelas penumpang. Ruang penumpang kelas 1 sebanyak 106 tempat tidur, dan ruang penumpang kelas 2 sebanyak 82 tempat tidur. Selain ruang tidur, juga tersedia 62 kursi pada ruang penumpang kelas 3. Pada setiap ruangan istirahat ini, juga tersedia lemari life jacket, layar TV LED, dan tempat pengecasan hp. Semua fasilitas disediakan untuk memberikan kenyamanan bagi penumpang. (AM)