Dishub

Naik Trans Koetaradja Jadi Mudah Dengan Mitra Darat

BANDA ACEH – Kepala Dinas Perhubungan Aceh Teuku Faisal membuka kegiatan Focus Group Discussion (FGD) terkait Penggunaan Aplikasi Mitra Darat yang dihadiri oleh Direktur Operasional PT Nusantara Global Inovasi (NGI) selaku pengembang aplikasi tersebut di Aula Multimoda Dishub Aceh, pada Rabu, 23 Oktober 2024. Mitra Darat merupakan aplikasi multi layanan yang menyediakan beragam informasi dalam satu pintu terkait pengawasan, perizinan dan operasional bidang transportasi darat. Aplikasi ini diluncurkan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI untuk memudahkan masyarakat dalam melakukan pengecekan terhadap informasi perizinan perusahaan, kelaikan angkutan umum, serta informasi lainnya terkait transportasi darat di Indonesia. Pada kesempatan tersebut, Teuku Faisal menyebutkan bahwa Dinas Perhubungan Aceh sangat concern terhadap digitalisasi layanan pada sektor transportasi, termasuk digitalisasi pada layanan bus Trans Koetaradja. Dishub Aceh selaku penyelenggara angkutan massal Trans Koetaradja, menurutnya, membutuhkan digitalisasi layanan untuk mempermudah pengawasan terhadap operasional Trans Koetaradja sehari-hari. Di samping itu, masih menurut Teuku Faisal, masyarakat membutuhkan layanan angkutan massal perkotaan yang tepat waktu sehingga mereka bisa merencanakan perjalanan dengan baik. “Kini tuntutan masyarakat sangat tinggi, masyarakat mau tahu berapa lama lagi bus tiba di halte sehingga mereka bisa merencanakan perjalanan dengan baik,” ujarnya. Isu ketepatan waktu dan lamanya waktu tunggu di halte, tambahnya, menjadi isu yang paling sering dikeluhkan oleh masyarakat. Oleh karena itu, hal ini menjadi fokus Dishub Aceh untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, salah satunya melalui pemanfaatan Aplikasi Mitra Darat. Sementara itu, pada kesempatan yang sama, CEO Founder PT Nusantara Global Inovasi (NGI) Agung Trianto Nugroho menyampaikan bahwa masyarakat bisa memanfaatkan aplikasi Mitra Darat untuk melacak lokasi bus Trans Koetaradja, dan mengetahui waktu kedatangan bus pada halte di setiap koridor maupun rute feeder yang ada.(AB)

Tim Kejati Aceh Datangi Dishub Aceh, Untuk Apa?

Seluruh Pejabat Struktural Dinas Perhubungan Aceh bersama Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dan Pejabat Pengadaan Barang dan Jasa Dinas Perhubungan Aceh mengikuti acara Sosialisasi Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara yang disampaikan oleh Koordinator Bidang Data Tata Usaha Negara Sayid Muhammad di Aula Multimoda, pada Selasa, 22 Oktober 2024. Kegiatan sosialisasi ini merupakan tindaklanjut dari kerjasama antara Pemerintah Aceh melalui Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Aceh dengan Asisten Perdata dan Tata Usaha Negara Kejati Aceh terkait sosialisasi Tugas dan Fungsi Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara Kejati Aceh kepada seluruh Satuan Perangkat Kerja Aceh (SKPA) yang berada di bawah koordinasi Asisten II Sekretariat Daerah Aceh. Pada kesempatan tersebut, Koordinator Bidang Data dan Tata Usaha Negara Kejati Aceh Sayid Muhammad menyebutkan bahwa sosialisasi ini, selain bertujuan untuk memperkenalkan tugas dan kewenangan Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara, juga dimaksudkan sebagai upaya preventif dan perlindungan hukum agar kegiatan penyelenggaraan anggaran negara, khususnya di lingkungan Pemerintah Aceh dapat terlaksana dengan baik tanpa adanya permasalahan hukum. Dirinya menambahkan, Kejati Aceh kini memiliki Jaksa Pengacara Negara (JPN) yang mempunyai tugas dan fungsi melakukan penegakan hukum, memberi pertimbangan hukum, pelayanan hukum, dan tindakan hukum lainnya. Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Aceh yang diwakili oleh Teuku Rizki Fadhil selaku Sekretaris Dinas Perhubungan Aceh, menyambut baik kehadiran Pemateri dari Kejati Aceh tersebut. “Rencana kerjasama pelaksanaan tugas dan fungsi Jaksa Pengacara Negara pada Dishub Aceh bertujuan untuk menghindari kemungkinan terjadinya penyimpangan terhadap anggaran, proses kegiatan maupun kewenangan,” ungkap Teuku Rizki. Melalui sosialisasi ini, Teuku Rizki berharap para Pelaksana Teknis Kegiatan di Dishub Aceh dapat memahami tugas dan fungsi bidang perdata dan tata usaha negara Kejati Aceh sehingga pelaksanaan kegiatan dapat berlangsung dengan baik dan sesuai dengan aturan yang berlaku. “Terima kasih atas kehadiran, pemaparan serta sosialisasi terkait Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara Kejati Aceh bagi kami di Dishub Aceh,” ucap Teuku Rizki. Selain mendengar pemaparan dari Tim Kejati Aceh, para Pelaksana Teknis Kegiatan di lingkungan Dishub Aceh juga berkesempatan melakukan diskusi tanya jawab terkait materi-materi yang kurang dipahami. Diskusi yang berjalan cukup serius tersebut diharapkan bisa menghasilkan penyelenggaraan kegiatan yang baik serta terbebas dari permasalahan hukum di kemudian hari.(AB)

Dishub Aceh Raih Peringkat Terbaik 1 dalam Penggunaan Bahasa Negara

BANDA ACEH – Dinas Perhubungan Aceh kembali meraih Juara 1 dalam Penghargaan Wajah Bahasa bagi Lembaga Pemerintah, Pendidikan, dan Swasta di Provinsi Aceh tahun 2024. Penghargaan yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Provinsi Aceh yang berada di bawah Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi ini berlangsung di Kyriad Muraya Hotel pada Senin, 21 Oktober 2024. Penghargaan Wajah Bahasa merupakan pemberian penghargaan bagi 45 lembaga binaan yang telah mengutamakan penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik maupun dokumen lembaga. Kepala Biro Tata Pemerintahan dan Otonomi Daerah, sekaligus Plh Asisten Pemerintahan Keistimewaan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Aceh, Syakir, yang mewakili Pj Gubernur Aceh, menyampaikan bahwa penggunaan bahasa Indonesia, sebagai bahasa resmi negara, di ruang publik menjadi barometer komitmen warga negara dalam menjaga martabat bahasa Indonesia, seperti penggunaan bahasa untuk nama gedung, jalan, rambu petunjuk, dan lain-lainnya. Syakir berharap penghargaan ini dapat memotivasi lembaga-lembaga untuk terus mengutamakan penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik dan dokumen resmi. Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Dinas Perhubungan Aceh Teuku Rizki Fadhil menyampaikan rasa terima kasih atas penghargaan yang diberikan. Mengenai penggunaan bahasa di ruang publik, seperti untuk kebutuhan media sosial misalnya, Teuku Rizki menyebutkan bahwa Dishub Aceh kerap melakukan research terkait bahasa yang sering digunakan dan akrab di telinga masyarakat, khususnya di kalangan millenial dan GenZ. “Penggunaan bahasa yang familiar tentu saja semakin mempermudah sebuah informasi itu diterima oleh masyarakat,” ungkap Teuku Rizki.(AB)

Serah Terima Jabatan Menteri Perhubungan, Konektivitas Transportasi Akan Diutamakan

 Menteri Perhubungan periode 2016-2024 Budi Karya Sumadi melakukan serah terima jabatan kepada Menteri Perhubungan periode 2024-2029 Dudy Purwagandhi di gedung Kementerian Perhubungan, Jakarta Pusat, Senin (21/10). Menhub Dudy menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas kerja keras, dedikasi, dan kontribusi Budi Karya sebagai Menteri Perhubungan periode 2016-2019 dan 2019-2024 beserta jajarannya. Selama periode tersebut berbagai capaian telah diraih oleh Kemenhub, diantaranya tercapainya kepuasan masyarakat atas aktivitas mudik ketika dan pasca pandemi COVID 19 sebesar 89%, kesepakatan FIR (Flight Information Region) dengan Singapura, nilai USAP – CMA (Universal Security Audit Programme – Continuous Monitoring Approach) di atas rata-rata dunia yaitu 88,53%, serta berbagai pencapaian lainnya. “Capaian tersebut tentu tidak bisa terlepas dari adanya sinergi, kolaborasi, dan transformasi di tubuh Kementerian Perhubungan yang sangat luar biasa dan sukses. Inisiasi dan program baik yang telah berjalan tentu akan kami lanjutkan, kolaborasikan, dan sempurnakan untuk tercapainya 8 Misi Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Menhub Dudy. Menhub Dudy mengajak seluruh jajaran Kemenhub untuk terus semangat melanjutkan estafet pemerintahan, pembangunan konektivitas dengan transportasi, peningkatan keselamatan, dan pelayanan transportasi. Sementara itu Budi Karya menyampaikan selamat datang kepada Menhub Dudy dan mengajak seluruh pihak untuk memberikan dukungan penuh kepada pemimpin baru di Kementerian Perhubungan. “Saya percaya Bapak akan membawa Kementerian Perhubungan menuju kemajuan yang lebih besar. Kementerian ini membutuhkan sinergi dan kolaborasi yang erat agar kita dapat terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, memperbaiki infrastruktur, dan mengembangkan transportasi yang lebih efisien dan ramah lingkungan,” ujar Budi Karya. Dalam kesempatan ini, Budi Karya juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran Kementerian Perhubungan atas dedikasi dan komitmen bersama, sehingga amanah penyelenggaraan urusan pemerintah di bidang transportasi dapat dilaksanakan dengan baik. Lebih lanjut Budi Karya berharap visi dan misi pemerintahan baru dapat diimplementasikan dengan baik oleh Menteri Perhubungan baru dan didukung sepenuhnya oleh seluruh pegawai. “Mari kita hadapi tantangan ke depan dengan semangat baru dan komitmen yang kokoh. Bersama, kita dapat mewujudkan sektor perhubungan yang lebih baik dan berkelanjutan,” imbuhnya. Turut hadir dalam kegiatan ini para pejabat tinggi madya di lingkungan Kementerian Perhubungan, Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati, Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono, dan Sekretaris Utama Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Abdul Haris Achadi.(MR) Sumber: Kemenhub RI

Garuda Komit Lanjutkan Umrah dari Aceh, Pj Gubernur: Terima Kasih, Alhamdulillah

BANDA ACEH – Garuda Indonesia, maskapai penerbangan nasional kebanggaan Indonesia, menegaskan komitmennya untuk melanjutkan layanan penerbangan umrah melalui Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Blangbintang, Aceh Besar. Keputusan ini disampaikan melalui surat resmi yang ditandatangani. Dalam surat bernomor 500.11.25.2/11716, Garuda Indonesia menyampaikan apresiasi mendalam atas kepercayaan dan dukungan yang diberikan Pemerintah Aceh terhadap maskapai plat merah tersebut sebagai national flag carrier. Komitmen ini merupakan respons atas surat Gubernur Aceh tertanggal 26 September 2024, yang mengusulkan keberlanjutan penerbangan umrah melalui Bandara SIM. Alhamdulillah, permohonan kita diterima Garuda dan diijabah Allah SWT,” ungkap Dr. Drs. H. Safrizal Zakaria Ali, M.Si, menanggapi respon positif dari Garuda. Pj Gubernur Aceh ini menambahkan, “Garuda memiliki historis dengan rakyat Aceh. Jadi, kami sangat mengapresiasi kesediaan Garuda untuk terus melayani masyarakat Aceh,” ujarnya kepada Dialeksis.com (16/10/2024). Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Faisal, menekankan pentingnya pemanfaatan komitmen Garuda oleh biro perjalanan umrah. “Komitmen Garuda untuk terus menyiapkan armada penerbangan langsung Aceh-Jeddah/Madinah harus dimanfaatkan oleh travel-travel umrah, sehingga semakin banyak jamaah umrah yang terbang melalui bandara SIM,” ujarnya saat diminta pendapat Dialeksis. Faisal menambahkan bahwa berangkat dari Bandara SIM memiliki sejumlah keunggulan. “Waktu penerbangan lebih singkat, sehingga menghemat waktu, tenaga, dan biaya dibandingkan harus terbang dari bandara lain di luar Aceh. Apalagi untuk jamaah yang rata-rata sudah lanjut usia, tidak perlu transit sehingga lebih nyaman,” jelasnya. Potensi jamaah umrah asal Aceh yang mencapai sekitar 22 ribu orang per tahun menjadi peluang besar bagi pengembangan layanan ini. Faisal berharap biro perjalanan umrah dapat menyiapkan paket-paket menarik untuk meningkatkan minat jamaah asal Aceh agar lebih banyak yang terbang dari Bandara SIM. “Fasilitas Bandara SIM sudah sangat siap untuk didarati pesawat wide body untuk penerbangan haji dan umrah sebagaimana telah berjalan selama ini,” tutup Faisal, menegaskan kesiapan infrastruktur pendukung. Faisal melanjutkan, keputusan Garuda Indonesia ini tidak hanya memperkuat posisi Bandara Sultan Iskandar Muda sebagai gerbang udara internasional di ujung barat Indonesia, tetapi juga membuka peluang bagi peningkatan ekonomi dan pariwisata di Provinsi Aceh. “Dengan komitmen ini, diharapkan akses jamaah umrah asal Aceh dan sekitarnya menuju Tanah Suci akan semakin mudah dan nyaman,”pungkasnya.(*) Sumber: Dialeksis.com

Peran Infrastruktur Transportasi Dalam Meningkatkan Konektivitas

Infrastruktur transportasi memegang peranan penting dalam meningkatkan konektivitas antar wilayah. Konektivitas wilayah adalah keterhubungan antara berbagai wilayah atau daerah yang memungkinkan adanya pertukaran informasi, barang, jasa, atau orang. Pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur transportasi seperti jalan raya, jembatan, rel kereta api, pelabuhan, dan bandara memainkan peran penting dalam memperlancar pergerakan barang dan penumpang. Hal ini memungkinkan distribusi barang yang lebih efisien, yang pada gilirannya mengurangi biaya logistik dan membuka akses ke market baru. Membuka konektivitas antar daerah dapat membantu meningkatkan daya saing daerah dalam konteks ekonomi nasional maupun internasional. Selain itu, infrastruktur transportasi yang baik mendukung mobilitas tenaga kerja, memungkinkan pekerja untuk berpindah dengan lebih mudah antara tempat tinggal dan tempat kerja, serta memperluas peluang ekonomi. Dalam sektor pariwisata, transportasi yang efisien meningkatkan akses ke destinasi wisata, menarik lebih banyak pengunjung, dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Keseluruhan, infrastruktur transportasi yang kuat adalah fondasi bagi pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif. Aceh sendiri memiliki potensi pariwisata yang luar biasa, dari segi geografis yang terletak di alur pelayaran internasional selat malaka. Hal ini memberikan prospek yang cerah di sub sektor transportasi laut. Dibidang transportasi Darat pembangunan infrastruktur jalan Tol mendorong pertumbuhan ekonomi dan mendorong pemerataan ekonomi di Pulau Sumatra.. Presiden Joko Widodo meresmikan empat ruas tol Sigli – Banda Aceh yang diyakini mampu menumbuhkan titik-titik ekonomi baru, memotivasi usaha mikro untuk melakukan perluasan usaha dan membangkitkan perekonomian di Aceh khususnya. (AP)

Angkutan Penyeberangan Barat Selatan Aceh Jadi Penopang Konektivitas Wilayah

SINGKIL – Angkutan penyeberangan di wilayah barat selatan Aceh menjadi moda transportasi yang memainkan peran strategis dalam menjamin konektivitas wilayah. Di samping memperlancar distribusi logistik dan perjalanan masyarakat, moda transportasi yang dilayani oleh PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Singkil ini menjadi tulang punggung dalam memastikan kelancaran perjalanan pasien rujukan dan tumbuhnya kunjungan pariwisata di wilayah kepulauan. Selain itu, PT ASDP juga terus berupaya meningkatkan layanan penyeberangan. Hal ini diharapkan dapat mendukung percepatan pembangunan ekonomi daerah, khususnya dalam memfasilitasi mobilitas barang dan orang yang semakin meningkat di kawasan Barat Selatan Aceh.(AB)

Suksekan Pekan Resiko Bencana, Dishub Aceh Sambut Kontingen Papua Barat Daya

JANTHO – Kepala Dinas Perhubungan Aceh yang diwakili oleh Kepala Seksi Pembangunan dan Pengembangan Bandar Udara Said Munawar menyambut kedatangan Staf Ahli Gubernur sekaligus Plt Kalaksa BPBD Papua Barat Daya George Yarangga di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Aceh Besar, Senin, 7 Oktober 2024. Kehadiran kontingen Papua Barat Daya tersebut dalam rangka mengikuti Peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) tahun 2024 yang digelar di Banda Aceh mulai tanggal 8 – 10 Oktober 2024. Pada event nasional yang bakal dihadiri oleh 1.300 peserta ini, Dinas Perhubungan Aceh ditetapkan sebagai Liaison Officer (LO) kontingen Papua Barat Daya yang hadir ke Aceh. George Yarangga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Aceh atas sambutan hangat dan kesiapan fasilitas selama berlangsungnya peringatan PRB, yang diharapkan akan memperkuat sinergi antardaerah dalam penanggulangan risiko bencana di Indonesia.(AB)

Tim Dalops LLAJ Dishub Aceh Atur Kelancaran Lalu Lintas Senam Pagi ASN di Stadion Harapan Bangsa

BANDA ACEH – Pemerintah Aceh melaksanakan Senam Pagi Bersama yang diikuti oleh seluruh ASN Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) di Stadion Harapan Bangsa Banda Aceh, Jumat pagi, 4 Oktober 2024. Pada kegiatan yang turut dihadiri oleh Pj Gubernur Aceh Safrizal ZA ini, Dinas Perhubungan Aceh mengerahkan Tim Dalops LLAJ untuk mengatur kelancaran lalu lintas kendaraan ASN maupun masyarakat yang datang untuk beraktivitas di area stadion. Kegiatan ini juga menjadi momentum penting dalam meningkatkan kebersamaan dan kesehatan di kalangan ASN, sekaligus memperkuat sinergi antarinstansi di lingkungan Pemerintah Aceh. Senam pagi ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat baru serta kebugaran jasmani yang optimal untuk menghadapi tantangan kerja ke depan.(AB)

Penyerahan Simbolis CSR Program NGI: Dukung Operasional Armada Trans Koetaradja

SEMARANG – NGI Program menyerahkan secara simbolis bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) berupa perangkat pelacak, layanan AI tracking, ETA, dan layanan operasional pendukung kepada Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Faisal. Teknologi canggih ini akan diterapkan pada 59 unit armada Trans Koetaradja yang terintegrasi dengan Aplikasi Mitra Darat, sebuah langkah signifikan untuk mendukung efisiensi dan keamanan transportasi publik di Aceh. Penyerahan ini menjadi bagian dari komitmen NGI dalam mendukung kelancaran operasional transportasi. Dengan teknologi pelacakan berbasis AI dan sistem ETA yang akurat, diharapkan mobilitas masyarakat yang dilayani bus Trans Koetaradja dapat berjalan lancar, aman, dan efisien. “Kami bangga dapat berkontribusi bagi masyarakat. Kehadiran teknologi ini diharapkan dapat memastikan kenyamanan dan keselamatan bagi para pengguna Trans Koetaradja selama event berlangsung,” ujar perwakilan NGI dalam acara penyerahan. Implementasi teknologi ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas layanan transportasi publik.(MR)