Dishub

Tiga Maskapai Siap Layani Penerbangan Internasional dari Bandara SIM

BANDA ACEH – Sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 39 Tahun 2022, Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) ditetapkan sebagai salah satu pintu masuk udara atau penerbangan internasional bersama 17 bandara lainnya. Dibukanya kembali rute penerbangan internasional di Bandara SIM tidak terlepas dari upaya Pemerintah Aceh bersama pihak terkait serta dukungan dan doa seluruh masyarakat Aceh. Dalam Inmendagri ini disebutkan pula terkait aturan teknis pelaksanaan bagi bandara yang akan melayani penerbangan internasional akan diatur oleh Kementerian Perhubungan, Satuan Tugas Penanganan COVID-19, Kementerian atau Lembaga terkait lainnya. Menanggapi perkembangan tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Aceh, T. Faisal, Rabu, 03 Agustus 2022 menyatakan bahwa ada tiga maskapai yang telah menyatakan siap untuk melayani penerbangan internasional dari Bandara SIM, yaitu AirAsia, Firefly, dan Lion Air. “Pemerintah Aceh dan PT. Indonesia AirAsia bahkan telah menandatangani kerjasama terkait pengembangan rute internasional dan peningkatan kunjungan wisatawan di Aceh ,” sebut Faisal. Di samping itu, kata Faisal maskapai Lion Air telah menyatakan minat untuk melayani penerbangan Umrah dengan frekuensi seminggu dua kali dengan tujuan Madinah dan Jeddah dari Bandara SIM. Demikian pula maskapai Firefly menyatakan akan melayani penerbangan Banda Aceh – Penang. “Sejalan dengan akan terbitnya regulasi teknis dari instansi terkait, selanjutnya pihak maskapai perlu memperpanjang izin rute dan mempersiapkan hal-hal lain terkait teknis operasional” lanjut Faisal. Kementerian Hukum dan HAM juga telah menerbitkan Surat Edaran Direktorat Jenderal Imigrasi Kemenkumham Nomor IMI-0650.GR.01.01 Tahun 2022 Tentang Kemudahan Keimigrasian Dalam Rangka Mendukung Pariwisata Berkelanjutan Pada Masa Pandemi COVID-19. Dalam SE tersebut, Bandara SIM ditetapkan sebagai salah satu tempat pemeriksaan imigrasi bebas visa kunjungan khusus wisata Kepala Sub Seksi Pelayanan Dokumen Perjalanan dari Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banda Aceh, Ibrahim D.W., kepada AcehTRANSit, menyebutkan bahwa pihaknya telah siap untuk penerbangan internasional, baik penerbangan reguler maupun umrah. “Kita sudah siap, baik SDM maupun kesistemannya, kita juga sudah update software dan data cekal dari pusat,” ungkap Ibrahim. Saat ini, seluruh Kabupaten/kota di Aceh sudah dinyatakan dengan PPKM level 1, sehingga diharapkan menjadi destinasi yang aman untuk dikunjungi wisatawan baik domestik maupun mancanegara. “Dengan banyaknya dukungan dari berbagai pihak, kita optimis Bandara SIM siap melayani penerbangan internasional,” pungkas Faisal. (MS)

Kloter Terakhir Jemaah Haji Aceh Tiba dengan Selamat

ACEH BESAR – Kelompok terbang (kloter) terakhir jemaah haji asal Aceh telah tiba di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) Aceh Besar pada pukul 21.15 WIB, Senin, 1 Agustus 2022. Para jemaah asal Aceh yang tergabung dengan debarkasi Sumatera Utara ini pulang menggunakan pesawat Garuda Indonesia bernomor penerbangan GA3120. Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Faisal bersyukur pemulangan jemaah haji asal Aceh berjalan dengan lancar. “Alhamdulillah seluruh jemaah sudah tiba di Aceh dengan selamat,” ujar Faisal. Keberhasilan pelaksanaan angkutan udara haji tahun 2022 ini, kata Faisal, tidak terlepas dari koordinasi yang intens seluruh stakeholder di Bandara SIM. Oleh karena itu, Faisal menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat, baik secara langsung maupun tidak. “Kerjasama yang baik ini patut kita pertahankan supaya pelayanan terhadap para tamu Allah pada tahun-tahun berikutnya berjalan semakin baik,” ungkap Faisal. Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh) Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Banda Aceh, Yusri menyebutkan bahwa seluruh jemaah haji yang tiba di Aceh dalam keadaan sehat. Meskipun begitu, Yusri menyebutkan, pihaknya tetap merujuk pada Surat Edaran (SE) Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 yang terbaru dalam menangani setiap pelaku perjalanan dari luar negeri, yaitu melakukan pemeriksaan swab antigen di asrama haji. “Alhamdulillah, sampai saat ini hasilnya negatif,” ungkapnya. Yusri menambahkan, setiap jemaah yang baru tiba akan diberikan Kartu Kewaspadaan Kesehatan Jemaah Haji (K3JH) untuk dilakukan pemantauan selama 21 hari. “Artinya, jika jemaah sakit ketika sampai di daerah, mereka dapat melaporkan ke puskesmas terdekat,” jelasnya. Penerbangan terakhir jemaah haji asal Aceh ini bertolak dari Bandara Internasional Mohammad Bin Abdul Aziz, Madinah pada pukul 09.15 waktu Arab Saudi dengan pesawat Boeing 777-300 ER. (AM)

Petugas DKPPU Kemenhub Rampcheck Pesawat Jemaah Haji

ACEH BESAR – Pesawat udara yang membawa pulang 392 jemaah haji kelompok terbang (kloter) 3 asal Aceh telah mendarat dengan selamat di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Kamis malam, 28 Juli 2022. Pesawat bernomor penerbangan GA2203 ini bertolak dari Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah pada pukul 07.15 waktu Arab Saudi. Setelah mendarat di Bandara SIM, pesawat bertipe Boeing 777-300ER ini menjalani proses inspeksi atau rampcheck rutin dari inspektur penerbangan dari Direktorat Kelaikudaraan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) Kementerian Perhubungan. “Kita melakukan rampcheck untuk memastikan keamanan dan keselamatan penerbangan yang mengangkut jemaah haji pulang ke tanah air,” ungkap Aang Sunandang, selaku ketua tim inspeksi penerbangan haji di Bandara SIM. Pemeriksaan ini, kata Aang, berfokus pada sisi kelaikudaraan pesawat udara (Airworthiness Certificate) dan dokumen-dokumen sertifikat pilot maupun awak kabin serta kondisi kesehatan mereka. “Banyak hal yang kita lihat (periksa), seperti menyangkut personil, dokumen dan lisensi mereka, aircraft-nya sendiri, maintenance-nya, dan kesiapan personil untuk penerbangan kepulangan jemaah haji,” jelas Aang. Aang menambahkan, terkait pemeriksaan sisi teknis pada pesawat udara, pihaknya juga melihat status maintenance pesawat. Apabila terdapat temuan atau permasalahan yang diperlukan perbaikan segera, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan tim teknis dari maskapai. “Agar kendala-kendala yang dapat menghambat kelancaran penerbangan bisa kita hindari sedini mungkin, sehingga penerbangan kepulangan jemaah haji bisa terlaksana dengan aman dan selamat,” ungkap Aang.

Asisten III Setda dan Kadishub Sambut Kepulangan 391 Jemaah Haji Aceh

ACEH BESAR – Asisten III Sekretaris Daerah Aceh, Iskandar, mewakili Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, didampingi Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Faisal, beserta Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) Aceh menyambut kepulangan jemaah haji Aceh kelompok terbang (kloter) pertama di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM), Aceh Besar, Selasa malam, 26 Juli 2022. Penyambutan kepulangan jemaah haji embarkasi Aceh ini merupakan rangkaian akhir dari kegiatan pelayanan ibadah haji bagi tamu Allah. Asisten III Sekda Aceh, Iskandar menyampaikan bahwa para jemaah haji yang tiba malam ini di Bandara SIM berjumlah 391 orang dan semua berada dalam kondisi sehat. Iskandar menambahkan, ada 2 jemaah yang meninggal dunia pada kloter pertama ini. “Satu orang meninggal dalam penerbangan ke tanah suci, satu orang lagi saat melakukan ibadah,” ungkapnya. Sementara itu, Kadishub Aceh, Teuku Faisal bersyukur penerbangan kloter pertama jemaah haji dari Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah ke Aceh berjalan dengan lancar. “Alhamdulillah, pesawat yang membawa para jemaah haji kloter pertama telah mendarat dengan selamat di Aceh,” kata Faisal selaku Kepala Bidang Penerbangan PPIH Embarkasi Aceh, saat memantau aktivitas penyambutan di apron Bandara SIM. Seluruh pihak yang terlibat dalam kepanitiaan penyelenggaraan ibadah haji embarkasi Aceh, khususnya di bidang penerbangan, sebut Faisal, sudah melakukan persiapan yang optimal sejak beberapa hari yang lalu. “Koordinasi dengan stakeholder penerbangan di Bandara SIM terus kita jalin agar penyambutan kepulangan tamu Allah pada kloter-kloter selanjutnya berjalan lancar tanpa kendala apapun,” ungkap Faisal. Faisal menambahkan, keberhasilan penyambutan jemaah kloter pertama malam ini tentu menjadi tolak ukur terhadap kegiatan penyambutan pada hari-hari selanjutnya. Berdasar informasi yang diperoleh, para jemaah berangkat dari Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah menggunakan pesawat Garuda Indonesia bernomor penerbangan GA2201 pada pukul 07.10 waktu Arab Saudi. Pesawat bertipe Boeing 777-300ER tersebut mendarat dengan mulus di Bandara SIM pada pukul 19.30 WIB. (AM) Klik di sini, nonton videonya!

Jadwal Kepulangan Jamaah Haji di Bandara SIM Aceh

BANDA ACEH – Alhamdulillah, ibadah haji tahun 1443 H di tanah suci telah usai. Para jemaah akan kembali ke tanah air mulai hari ini, Selasa (26/7), dari Arab Saudi. Nah, para jemaah tiba di Aceh hari apa saja, ya? Yuk cek infonya berikut ini! Kloter pertama dijadwalkan beratolak dari Jeddah Arab Saudi pada Selasa 26 Juli 2022 pukul 07.05 Waktu Arab Saudi (WAS) dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia GIA2201. Jemaah haji Aceh kloter pertama dijaadwalkan tiba di tanah air di Bandara Sultan Iskandar Muda  (SIM) Aceh Besar pukul 19.30 WIB. Kemudian dilanjutkan jemaah haji kloter kedua bertolak dari Arab Saudi pada Rabu (27/7/2022) pukul 06.45 WAS dan tiba di bandara SIM pukul 19.10 WIB di hari yang sama. Berikutnya kloter ketiga bertolak dari Arab Saudi pada Kamis (28/7/2022) pukul 07.15 WAS dan tiba di bandara SIM pukul 19.40 WIB. Kloter keempat bertolak dari Jeddah Arab Saudi pada Jumat (29/7/2022) pukul 09.40 WAS dan tiba di bandara SIM pukul 22.05 WIB. Kloter kelima bertolak dari Jeddah Arab Saudi pada Sabtu (30/7/2022) pukul 08.50 WAS dan tiba di Aceh pukul 20.50 WIB di hari yang sama. Terakhir, kloter keenam yang merupakan kloter terakhir dijadwalkan bertolak dari Arab Saudi pada Minggu (1/8/2022) pukul 19.15 WAS dan tiba di tanah air pada pukul 21.15 WIB di hari yang sama. (HM) Simak Selengkapnya dalam infografik ini:

Pentingnya Penerbangan Perintis

Oleh Batara Yuda Hutapea* Provinsi Aceh merupakan daerah yang memiliki banyak tempat wisata. Jarak tempuh yang jauh menyulitkan masyarakat untuk mengunjungi tempat yang dituju apabila ditempuh hanya melalui jalur darat. Contohnya seperti Sabang yang bisa ditempuh dengan perjalanan udara dan laut. Transportasi udara dinilai lebih stabil dan menjadi alternatif terbaik. Jika dilihat dari waktu yang ditempuh, melalui udara relatif lebih unggul dan efektif dari pada jalur darat dan laut yang memakan waktu lama. Pada UU Nomor 1 Tahun 2009 dan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 9 Tahun 2016 bahwa: “Dalam rangka menghubungkan daerah terpencil, daerah tertinggal, daerah yang belum terlayani oleh moda transportasi lain serta guna mendorong pertumbuhan dan pengembangan wilayah guna mewujudkan stabilitas, pertahanan dan keamanan Negara, maka perlu diselenggarakan angkutan udara perintis.” Angkutan Udara Perintis adalah pemberian jasa layanan transportasi, serta menjadi campur tangan pemerintah yang berbentuk pemberian subsidi karena terjadinya ketidakseimbangan antara permintaan dengan penawaran. Angkutan Udara Perintis berfungsi untuk melayani pengangkutan menuju daerah-daerah terpencil. Angkutan Udara Perintis melayani jaringan dan rute penerbangan untuk menghubungkan daerah terpencil dan tertinggal atau daerah yang belum terlayani oleh moda transportasi lain dan secara komersial belum menguntungkan. Oleh karena itu, pemerintah mempunyai beban khusus yaitu sebagai penyelenggara pengangkutan perintis. Dengan kata lain, angkutan udara perintis berimplikasi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, karena mampu mencapai wilayah yang terpencil, membuka dan membangun serta mengembangkan daerah-daerah yang terisolasi yang selanjutnya mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan sosial budaya, pendidikan, kesehatan, Pariwisata dan lain sebagainya. Begitu pula sebaliknya, apabila angkutan udara perintis tidak diselenggarakan, maka daerah-daerah terpencil tidak terhubungkan. Sehingga penyaluran logistik dan mobilisasi manusia tidak terlaksana dan pertumbuhan ekonomi akan terhenti juga aktivitas lainnya, termasuk administrasi pemerintah yang pada akhirnya berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat. Berdasarkan ketentuan Peraturan Menteri Perhubungan (PM) No. 73 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Subsidi Angkutan Jalan Perintis, PM No. 104 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Penyeberangan adalah menghubungkan wilayah yang belum berkembang dengan kawasan perkotaan dan belum dilayani moda transportasi, tertinggal dengan wilayah yang sudah terbangun, wilayah yang terkena bencana alam, serta menjadi penghubung untuk daerah yang secara komersil belum menguntungkan untuk dilayani oleh penyedia jasa angkutan. Penerbangan perintis berperan penting dalam membentuk konektivitas jaringan rute penerbangan yang menghubungkan antara rute utama dengan rute pengumpan dalam penyelenggaraan angkutan udara nasional. Adapun rute yang telah diusulkan Pemerintah Aceh tahun 2022 sebanyak 11 usulan rute, yaitu Banda Aceh–Sinabang, Banda Aceh–Kutacane, Banda Aceh–Gayo Lues, Banda Aceh–Takengon, Banda Aceh–Blang Pidie, Banda Aceh–Singkil, Banda Aceh–Tapak Tuan, Medan–Blang Pidie, Medan–Gayo Lues, Takengon–Singkil, dan Takengon–Sabang serta sebaliknya, dengan frekuensi penerbangan 1-3 kali seminggu. Untuk lintasan penyeberangan, terdapat 4 rute lintasan penyeberangan perintis, yaitu Singkil–Pulau Banyak, Ulee Lheue–Lamteng, Ulee Lheue–Seurapong, dan Calang–Sinabang dan sebaliknya. Dari rute-rute tersebut, Pemerintahan Aceh melalui Dinas Perhubungan Aceh ingin membentuk dan memajukan sektor udara khususnya Moda Transportasi Udara di Provinsi Aceh yang berkaitan tentang Angkutan Udara Perintis agar menjadi roda ekonomi yang baru. Semoga Rakyat aceh dan Pemerintahan terus memberikan dukungan kepada Moda Transportasi Udara di Aceh sehingga dapat berkembang menjadi lebih baik dan menjadi salah satu faktor utama dalam memajukan daerah. [] *Pengelola Sarana Angkutan Bidang Penerbangan Dinas Perhubungan Aceh

Sejumlah Pihak Bahas Kesiapan Pembukaan Penerbangan Internasional Bandara SIM

BANDA ACEH – Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Faisal melakukan pertemuan bersama seluruh stakeholder Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) guna membahas persiapan pembukaan bandara tersebut sebagai entry point penerbangan internasional, pada Jumat, 8 Juli 2022. Pada pertemuan ini, Faisal menyebutkan bahwa koordinasi dengan Pemerintah pusat, baik dengan kementerian maupun lembaga terkait, perlu terus dilakukan secara intensif. Hal ini, tambahnya, guna memperoleh informasi yang update terkait teknis persiapan maupun simulasi pembukaan Bandara SIM untuk penerbangan internasional. Faisal juga meminta kepada manajemen PT Angkasa Pura II Bandara SIM agar bergerak cepat menyesuaikan layout/denah area terminal yang telah diperbaharui untuk penempatan counter masing-masing stakeholder, seperti tempat pelayanan keimigrasian, pemeriksaan keamanan, pelayanan kepabeanan, dan lainnya. Di samping itu, Executive General Manager (EGM) PT Angkasa Pura II Bandara SIM, diwakili oleh Assistant Manager of Airport Rescue & Fire Fighting, Twk. Rediarsa Asril menyebutkan, dari segi fasilitas, Bandara SIM telah siap melayani pelaku perjalanan luar negeri (PPLN). Rediarsa juga menyampaikan bahwa pihaknya akan terus berkoordinasi dengan seluruh komunitas bandara terkait persiapan pembukaan penerbangan internasional dari Bandara SIM. Selain membahas kesiapan Bandara SIM, pertemuan ini juga menindaklanjuti surat Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartanto, selaku Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN), yang telah menyetujui pembukaan Bandara SIM sebagai entry point penerbangan internasional. Keputusan Menko Perekonomian tersebut tertuang dalam surat bernomor IPW-162/M.EKON/06/2022 pada tanggal 30 Juni 2022 yang lalu. Terkait penanganan Covid-19, Kepala Dinas Kesehatan Aceh, yang diwakili Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan, dr. Yuanita Ananda menyebutkan bahwa Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin (RSUDZA), RSUD Meuraxa dan RS Kesdam merupakan rumah sakit rujukan bila terdapat pelaku perjalanan dari luar negeri yang terkonfirmasi positif. Pemerintah Aceh, tambahnya lagi, telah menyiapkan anggaran untuk karantina PPLN yang terpapar Covid-19 dari luar negeri. Dari hasil rapat yang dilaksanakan di Aula Dishub Aceh, dipastikan seluruh stakeholder telah bersiap untuk menjalankan perannya guna mendukung Bandara SIM sbg entry point penerbangan internasional. Saat ini implementasi penerbangan internasional tersebut menunggu terbitnya Surat Edaran Satgas Covid-19 (BNPB) dan Kementerian Perhubungan RI. Pertemuan yang digelar di Aula Dishub Aceh ini turut dihadiri oleh Kadisops Lanud SIM, Komandan Paskhas SIM, General Manager Airnav Indonesia Banda Aceh, perwakilan Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Banda Aceh, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Banda Aceh, perwakilan Kepala Kantor Bea dan Cukai Banda Aceh, dan perwakilan Operation Head DPPU PT Pertamina Bandar Udara Sultan Iskandar Muda. (AM)

Dishub Aceh Terima Penghargaan Kemenkes RI

BANDA ACEH – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) melalui Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Banda Aceh berikan penghargaan kepada Dinas Perhubungan (Dishub) Aceh. Penghargaan ini diberikan atas dukungan dan partisipasi yang luar biasa dalam menyukseskan pelayanan kesehatan Embarkasi Haji Aceh Tahun 1443 H/2022 M. Pelaksana Harian (Plh) Kepala KKP Banda Aceh, Yusri, S.KM., M.Kes., menyerahkan penghargaan ini dan diterima langsung Kadishub Aceh, Teuku Faisal di ruang kerjanya, Rabu pagi, 29 Juni 2022. Suksesnya Embarkasi Haji Aceh ini tentu melibatkan banyak pihak. Oleh karenanya, Yusri juga berharap dukungan penuh Dishub Aceh saat Debarkasi Haji Aceh usai ibadah haji nantinya. (MR)

Kloter Terakhir CJH Aceh Berangkat Hari Ini

JANTHO – Calon jemaah haji (CJH) Embarkasi Aceh yang tergabung dalam kelompok terbang keenam atau rombongan terakhir telah berangkat ke tanah suci dari Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Selasa, 21 Juni 2022. Sebanyak 62 CJH asal Aceh tersebut terbang menggunakan pesawat Garuda Indonesia bernomor ekor PK-GIH dengan tipe Boeing 777-300ER pada pukul 10.30 WIB. Nantinya, pesawat yang membawa CJH asal Aceh dan CJH asal Sumatera Utara ini akan mendarat di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah. (AM)

393 Calon Jamaah Haji Terbang Via Bandara SIM Menuju Madinah

JANTHO – Calon jemaah haji kelompok terbang (kloter) 2 embarkasi Aceh terbang ke tanah suci dari Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) pada pukul 13.16 WIB hari ini, Kamis, 16 Juni 2022. Penerbangan menggunakan pesawat Garuda Indonesia berkode GIAA ini akan mendarat di Bandara Internasional Mohammad Bin Abdulaziz, Madinah. Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Faisal, saat memantau persiapan penerbangan siang ini di Bandara SIM, menyampaikan bahwa pelayanan 393 calon jemaah haji kloter kedua yang berangkat hari ini berlangsung dengan baik. Meskipun sempat terjadi keterlambatan penerbangan (flight delay) beberapa waktu karena alasan operasional pesawat, namun Faisal memastikan pelayanan bagi para jemaah tetap lancar. Selain itu, koordinasi dengan seluruh stakeholder di Bandara SIM juga berjalan dengan baik, termasuk dengan para teknisi pesawat terbang. Koordinasi yang baik ini, harap Faisal, supaya dapat terus terjaga sebagai upaya menghadirkan pelayanan angkutan udara haji yang terbaik bagi para tamu Allah. Sebagai informasi, calon jemaah haji embarkasi Aceh yang tergabung dalam kloter kedua ini berasal dari Banda Aceh, Bireuen, Aceh Tenggara, Bener Meriah, dan Gayo Lues. (AM)