Dishub

Kadishub Aceh Pantau Kesiapan Pelabuhan Balohan Sabang Jelang Libur Akhir Tahun

SABANG – Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Faisal memantau kondisi Pelabuhan Penyeberangan Balohan Sabang jelang masa pergantian tahun dan Nataru 2023, Selasa, 13 Desember 2022. Dalam kunjungannya itu, Teuku Faisal ingin memastikan personil dan fasilitas yang ada pada sarana transportasi penyeberangan di Sabang siap menghadapi lonjakan arus penumpang di masa pergantian tahun dan Nataru 2023. “Kita ingin memastikan fasilitas pelabuhan dalam keadaan baik serta kebersihannya juga terjaga,” pungkas Teuku Faisal. Pelayanan yang optimal selama masa puncak pergerakan orang di akhir tahun, tambah Teuku Faisal, menjadi prioritas Dishub Aceh agar wisatawan maupun pelaku perjalanan lainnya bisa terlayani dengan baik dan bisa menikmati perjalanan dengan nyaman. Teuku Faisal juga menekankan pentingnya kolaborasi antar stakeholder terkait, seperti dengan Pemerintah Kota Sabang, BPKS Sabang, manajemen PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Banda Aceh, dan pihak BPTD Wilayah 1 Aceh selaku pengawas operasional angkutan penyeberangan, dalam menghadapi lonjakan arus penumpang di akhir tahun. “Kolaborasi dan koordinasi dengan pihak terkait terus kita jalin, seperti tahun-tahun sebelumnya, harapannya tentu saja agar para wisatawan dapat menikmati liburan mereka dengan nyaman, dan punya cerita positif tentang transportasi Aceh,” ungkap Faisal. (AM)

Patut Diapresiasi, Pramuka Banda Aceh Bakti Sosial Bersihkan Pelabuhan Ulee Lheue

BANDA ACEH – Adika-adika pramuka mengikuti kegiatan bakti sosial di Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue, Meuraxa, Banda Aceh hari ini, Minggu, (11/12). Bakti sosial yang digagas oleh Pengurus Kwartir Cabang (Kwarcab) Kota Banda Aceh ini diikuti oleh lima puluhan anggota pramuka yang berasal dari sejumlah sekolah di Kota Banda Aceh. Pelabuhan Ulee Lheue sebagai salah satu fasilitas publik memang patut kita beri perhatian bersama, khususnya terkait kebersihan dan kenyamanan di area pelabuhan. Bila pelabuhan bersih, tentu kita selaku masyarakat pengguna jasa semakin nyaman saat berada di dalamnya. Yuk jaga kebersihan pelabuhan, RakanModa! Jangan mau kalah sama adik-adik pramuka. (AM)

Dishub Aceh Raih Peringkat Terbaik Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2022

BANDA ACEH – Dinas Perhubungan (Dishub) Aceh berhasil meraih peringkat terbaik pada Anugerah Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2022 kategori Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) dengan kualifikasi informatif. Prestasi yang serupa ini juga diterima Dishub Aceh pada tahun sebelumnya. Penjabat Gubernur Aceh, Achmad Marzuki diwaliki Staf Ahli Gubernur Aceh Bidang Keistimewaan Aceh, Sumberdaya Manusia, dan Hubungan Kerja Sama, Iskandar Syukri menyerahkan Anugerah Keterbukaan Informasi Publik Komisi Informasi Aceh Tahun 2022 kepada Kadishub Aceh, Teuku Faisal di Gedung Serbaguna Sekretariat Daerah Aceh, Rabu (30/11/2022). Turut mendampingi Wakil Ketua Komisi Informasi Pusat, Arya Sandhi Yudha dan Ketua Komisi Informasi Aceh (KIA) Arman Fauzi. Arman dalam amanatnya menyampaikan, pada tahun ini terdapat sebanyak 19 badan publik yang meraih kualifikasi informatif. Selain itu kualifikasi menuju informatif dan cukup informatif diberikan kepada SKPA,kabupaten/kota, instansi vertikal, lembaga non struktural, perguruan tinggi negerj, BUMN/BUMD, dan partai politik nasional/lokal. “Pada tahun ini ada tren positif keterbukaan informasi publik melalui PPID badan publik,” sebutnya. Arman juga menambahkan, keterbukaan informasi publik menjadi penting bagi Aceh karena menjadi spirit daerah informatif yang akan berdampak pada pembangunan, upaya penurunan kemiskinan, serta memperkokoh perdamaian. Wakil Ketua Komisi Informasi Pusat, Arya Sandi Yudha yang hadir dalam kesempatan ini juga menyebut bahwa prestasi keterbukaan informasi publik oleh badan publik di Aceh patut diapresiasi. Bahkan Aceh termasuk lima besar sebagai badan publik yang informatif. Sementara itu, dalam arahannya, Staf Ahli Gubernur Aceh, Iskandar Syukri menambahkan bahwa transparansi informasi menjadi bagian dari reformasi birokrasi masa kini. Ia mengajak setiap lembaga dapat menerapkan spirit yang sama. “Keterbukaan informasi yang baik pasti akan berdampak pada pelayanan publik, sehingga semakin berkualitas memberikan atensi positif bagi masyarakat,” katanya. Peringkat terbaik diperoleh Dishub Aceh setelah melewati proses evaluasi pelaksanaan keterbukaan informasi publik tahun 2022 oleh KIA dengan perolehan nilai dari 90-100. Evaluasi ini dilakukan pada Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Dishub Aceh beberapa waktu yang lalu. (MR)

Dishub Aceh Raih Predikat Terbaik 1 Pengutamaan Bahasa Negara di Ruang Publik

BANDA ACEH – Kepala Balai Bahasa Provinsi Aceh, Kemdikbudristek RI menetapkan Dinas Perhubungan (Dishub) Aceh sebagai Lembaga Pemerintah Terbaik 1 dalam Program Pengutamaan Bahasa Negara di Ruang Publik kategori Lembaga Pemerintah Provinsi Aceh, Selasa, 29 November 2022. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Sekretaris Daerah Aceh yang diwakili oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Banda Aceh, Abrar Zym dalam acara Apresiasi Wajah Bahasa bagi Lembaga Pemerintah dan Lembaga Pendidikan di Provinsi Aceh yang bertempat di Aula BKKBN Aceh. Kepala Balai Bahasa Provinsi Aceh, Karyono dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan pembinaan bahasa ini mendasari Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan. Di samping itu, Karyono juga merujuk pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 63 Tahun 2019 tentang penggunaan bahasa Indonesia. “Bahasa Indonesia wajib digunakan dalam pelayanan administrasi publik pada instansi pemerintahan maupun pendidikan,” ungkapnya. Karyono juga menjelaskan bahwa Balai Bahasa Provinsi Aceh pada tahun ini telah membina pengutamaan bahasa Indonesia pada sejumlah lembaga pemerintah di Provinsi Aceh dan lembaga pendidikan di Banda Aceh dan Aceh Besar. “Program pembinaan ini akan terus berlanjut hingga tahun 2024, di mana kita akan tetap melakukan pembinaan kepada lembaga pemerintahan dan lembaga pendidikan di Aceh,” kata Karyono. Sementara itu, Abrar Zym dalam sambutannya, menyampaikan bahwa penggunaan bahasa Indonesia, sebagai bahasa resmi negara, di ruang publik menjadi barometer komitmen warga negara dalam menjaga martabat bahasa Indonesia, seperti penggunaan bahasa untuk nama gedung, jalan, rambu petunjuk, dan lain-lainnya. Pemantauan pembinaan dan penilaian penggunaan bahasa di lembaga pemerintah, pendidikan, swasta, dan media massa, kata Abrar, merupakan wujud dari situasi tertib bahasa. “Tertib bahasa demi kehidupan bernegara yang lebih baik,” sebutnya. Sebagai warga dunia yang hidup di era globalisasi seperti saat ini, lanjut Abrar, juga mengharuskan kita untuk memahami bahasa dunia (asing) agar bisa bersaing di tingkat global. Akan tetapi, tidak pula melupakan bahasa daerah. “Oleh karena itu, mari kita gemakan semboyan, utamakan bahasa Indonesia, lestarikan bahasa daerah, dan kuasai bahasa asing,” ajak Abrar. Di ujung sambutannya, Abrar juga menyampaikan selamat kepada lembaga-lembaga yang memperoleh apresiasi dari Balai Bahasa Provinsi Aceh hari ini. “Semoga prestasi yang telah dicapai dapat terus dipertahankan, kami juga berharap agar lembaga pemerintah, swasta, dan media massa turut mewujudkan cita-cita kita untuk membuat bahasa Indonesia menjadi bahasa negara yang bermanfaat dan bermartabat,” tuturnya. Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perhubungan Aceh yang diwakili oleh Sekretaris Dinas Perhubungan Aceh, T Rizki Fadhil menyampaikan ucapan terima kasih atas penghargaan yang diberikan kepada Dishub Aceh. “Ini menjadi komitmen kita di Dishub Aceh untuk mendukung program pembinaan lembaga dalam pengutamaan bahasa negara di ruang publik yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa tahun ini,” ujar Teuku Rizki. DishubAceh, kata Teuku Rizki, selalu menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan mudah dipahami dalam menyebarluaskan informasi kepada masyarakat. “Penyusunan bahan informasi di Dishub Aceh, seperti penggunaan bahasa dalam tulisan, harus melewati beberapa tahapan agar nantinya mudah diterima oleh masyarakat. Baik publikasi melalui media daring maupun media cetak,” ungkapnya. “Terima kasih atas penghargaan ini, insyaallah Dishub Aceh terus berusaha untuk menjadi lebih baik dalam pengutamaan bahasa Indonesia dalam publikasi maupun di ruang publik,” ucap Teuku Rizki.(AM)

200 Lebih Anggota RAPI Aceh Bersihkan Pelabuhan Ulee Lheue

BANDA ACEH – Sebanyak 200 lebih anggota Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Daerah Aceh melakukan bakti sosial membersihkan area Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue, Sabtu, 26 November 2022. Selain membersihkan area pelabuhan, pengurus RAPI Daerah Aceh juga menanam 2 jenis pohon asli Aceh, yaitu pohon Seulanga dan Jeumpa, di taman Pelabuhan Ulee Lheue. Pada kesempatan tersebut, Ketua Pengurus RAPI Daerah Aceh, Rahmat Thalib menyampaikan bahwa kegiatan bakti sosial di Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue juga bersamaan dengan acara silaturrahmi antar anggota RAPI Aceh. “Kegiatan ini adalah wujud kepedulian kita anggota RAPI Aceh terhadap kebersihan pelabuhan, karena sudah menjadi tugas kita bersama selaku masyarakat untuk menjaga kebersihan pelabuhan,” ungkapnya. Menurut Rahmat, pelabuhan sebagai tempat publik menjadi cerminan bagi masyarakat Aceh. Sehingga, tambahnya, baik buruknya pelayanan yang ada pada sarana publik akan menjadi penilaian bagi orang luar Aceh. “Pelabuhan yang bagus dan nyaman akan jadi halo-halo (media promosi) bagi orang luar untuk berkunjung ke Aceh,” sebut Rahmat yang didampingi oleh perwakilan RAPI Banda Aceh dan Aceh Besar. Rahmat juga menyampaikan ucapan terima kasih banyak kepada Kepala Dinas Perhubungan Aceh yang telah mendukung dan memfasilitasi kegiatan bakti sosial dan silaturrahmi anggota RAPI Aceh hari ini. Kegiatan yang berlangsung selama satu hari penuh ini, kata Rahmat, juga dihadiri oleh anggota RAPI dari sejumlah kabupaten/kota di Aceh. “Ada anggota dari Banda Aceh, Aceh Besar, Sabang, Aceh Barat, dan beberapa daerah lainnya,” sebutnya. Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Faisal menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kerjasama Dinas Perhubungan Aceh dengan pengurus RAPI Daerah Aceh dalam mewujudkan pelabuhan yang bersih dan hijau. “Kita sangat mengapresiasi kepedulian RAPI Aceh terhadap kebersihan pelabuhan. Alhamdulillah hari ini bertambah lagi pohon yang akan tumbuh di area pelabuhan, dan tentu akan membuat pelabuhan semakin asri dan nyaman,” kata Teuku Faisal. Teuku Faisal juga mengajak seluruh masyarakat khususnya pengguna jasa pelabuhan untuk selalu menjaga kebersihan maupun fasilitas yang ada. “Seperti kita ketahui, pelabuhan ini tempat bersama, jadi mari kita jaga bersama-sama,” ajaknya. Pada kesempatan itu, Teuku Faisal juga menyinggung terkait persiapan Dinas Perhubungan Aceh terhadap lonjakan penumpang di Pelabuhan Ulee Lheue saat musim liburan akhir tahun dan tahun baru 2023. Teuku Faisal juga menjajaki kemungkinan adanya dukungan dari anggota RAPI Aceh terhadap pengaturan lalu lintas di area pelabuhan saat terjadinya lonjakan kunjungan kendaraan wisatawan yang akan menyeberang ke Sabang.(AM)

800 Ton Beras Diturunkan di Pelabuhan Malahayati

ACEH BESAR – Sebanyak 61 kontainer yang diangkut menggunakan kapal Kendhaga Nusantara 14 dilakukan pembongkaran di dermaga Pelabuhan Malahayati hari ini, Jumat, 18 November 2022. Kapal yang melayani pengiriman barang Tol Laut tersebut tiba di Pelabuhan Malahayati Aceh Besar pada Kamis kemarin (17/11) sekitar pukul 09.00 WIB. Manager Bisnis dan Teknis PT Pelindo (Persero) Cabang Malahayati Regional 1, Capt. Anthony Sual menyebutkan bahwa kapal Kendhaga Nusantara 14 membawa 40 kontainer berisikan 800 ton beras milik PT Bulog, dan 21 kontainer milik PT Wings Food. “Hari ini dilakukan pembongkaran muatan, mungkin hingga sore nanti,” ungkap dia. Anthony menambahkan, kapal Kendhaga Nusantara 14 akan menetap di Pelabuhan Malahayati hingga 22 November 2022 mendatang. Hal tersebut disebabkan karena kapal harus menunggu 30 kontainer yang dibongkar hari ini kembali ke pelabuhan. “Menunggu boks (kontainer) yang kosong kembali ke Malahayati untuk dimuat, karena keterbatasan boks Tol Laut yang ada di Jakarta maupun di Patimban,” tandasnya. Seperti diketahui, kontainer tersebut akan dikirim ke gudang PT Bulog di Meulaboh, Sigli, dan Blangpidie. Setelah pembongkaran, 30 kontainer akan dibawa kembali ke Pelabuhan Malahayati. Selain Kendhaga Nusantara 14, pada hari ini Pelabuhan Malahayati juga disandari oleh tiga kapal lainnya, yaitu kapal Bengawan Mas milik PT Tempuran Mas, kapal milik TNI Angkatan Darat, serta kapal pengangkut semen curah milik PT Semen Padang. “Kapal Bengawan Mas membawa kargo dari Tanjung Priok yang diambil dari Kuala Tanjung, menuju Malahayati dan sandar tadi pagi, sekarang lagi antri menunggu pembongkaran,” kata Anthony. Setelah melakukan pembongkaran, lanjut Anthony, Bengawan Mas akan kembali ke Kuala Tanjung dalam keadaan kosong lalu akan memuat muatan untuk dibawa ke Pelabuhan Lhokseumawe. Anthony juga menyampaikan, pada Sabtu besok (19/11) Pelabuhan Malahayati akan kedatangan kapal lainnya milik PT Tempuran Mas langsung dari Tanjung Priok. “Muatan kapalnya sebanyak 125 box (kontainer),” kata dia. Di samping itu, Anthony menjelaskan bahwa Pelabuhan Malahayati sudah siap untuk melakukan ekspor maupun impor. Bahkan pelabuhan ini sudah melakukan ekspor sejak tahun 2012 yang didominasi oleh hasil bumi Aceh..“Tahun 2022 ini kita sudah 2 kali ekspor, yaitu pada Januari dan Oktober yang lalu,” sebut Anthony..Anthony juga menegaskan bahwa fasilitas yang ada di Pelabuhan Malahayati sudah siap 100 persen, seperti dermaga sepanjang 240 meter, harbour mobile crane (HMC) yang bisa mengangkat dan memuat kontainer ke kapal hingga row (kelebaran) 10, sarana dan prasarana pemanduan kapal, lapangan penumpukan sementara (LPS), hingga pergudangan. “Kita dari Pelindo Cabang Malahayati siap mendukung pelaksanaan ekspor dengan memberi kemudahan-kemudahan bagi pengusaha Aceh,” ungkap Anthony. Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Faisal mensyukuri bahwa aktivitas pengiriman barang di pelabuhan-pelabuhan yang ada di Aceh terus bergeliat, baik pengiriman dalam negeri maupun untuk ekspor-impor. Pengiriman 800 ton beras dari Pelabuhan Patimban Jawa Barat ke Aceh melalui Pelabuhan Malahayati, kata Teuku Faisal, menjadi bukti nyata bahwa pelabuhan di Aceh sudah siap, begitu pula dukungan terhadap aktivitas ekspor impor komoditas asli Aceh. (AM)

Dishub Aceh Raih Penghargaan SKPA Sangat Inovatif 2022

BANDA ACEH – Penjabat (Pj) Gubenur Aceh, Achmad Marzuki, diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Bustami menyerahkan Anugerah Inovasi Aceh Tahun 2022 kepada 20 Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA), salah satunya yaitu Dinas Perhubungan (Dishub) Aceh yang diterima langsung Kadishub Aceh, Teuku Faisal, Kamis, 17/11/2022. Acara tahunan yang dihelat di Anjong Mon Mata, Banda Aceh ini mengangkat tema ‘Melalui Kolaborasi Inovasi, Kita Wujudkan Aceh Berdaya Saing Menuju Masyarakat Mandiri.’ Pada perhalatan ini, Kepala Bappeda Aceh, Teuku Ahmad Dadek menyerahkan penghargaan kepada 38 agen SKPA dengan inovasi terbaik dari 250 inovasi yang masuk ke panitia, jumlah inovasi tahun ini jauh lebih banyak dibanding dengan tahun sebelumnya. Dalam arahannya, Sekda Aceh Bustami memberikan apresiasi dan selamat kepada penerima penghargaan. “Mari kita terus berinovasi, demi Aceh yang kita cintainya,” harapnya.(MR)

17 Stand Meriahkan Bazar UMKM DWP Dishub Aceh

BANDA ACEH – Guna mendukung usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Perhubungan (Dishub) Aceh menggelar Bazar di halaman Gedung CTRC Dishub Aceh, Kamis, 17 November 2022. Bazar yang diikuti sebanyak 17 pelaku UMKM DWP Dishub Aceh ini menghadirkan stand yang beragam. Mulai dari makanan basah dan kering, aneka minuman, serta stand aksesoris dan busana muslim. Misqul Syakirah, pelaku usaha yang ikut memeriahkan Bazar DWP Dishub Aceh ini menyebut, penyelenggaraan bazar ini sangat bermanfaat sehingga bisa membuka lapangan kerja bagi masyarakat “Alhamdulillah, berkat dukungan DWP Dishub Aceh, hari ini kita bisa ikut berpartisipasi dalam acara bazar ini, dan tentu sangat bermanfaat bagi pelaku UMKM seperti kami,” ungkap alumni Sarjana Teknik Sipil Universitas Syiah Kuala ini. Sementara itu, Billy Kurniawan Siddiq, salah satu pengunjung Bazar DWP Dishub Aceh, merasa sangat senang dengan adanya kegiatan ini. Harapannya, bazar ini dapat dilaksanakan secara rutin sehingga membantu ekonomi masyarakat.(MR)

Tekan Inflasi, Pemerintah Gelontorkan Subsidi Angkutan di Aceh

BANDA ACEH – Peran sektor perhubungan untuk mendukung pengendalian inflasi melalui kelancaran distribusi barang dan orang menjadi sangat krusial. Apalagi Aceh yang memiliki luas daratan 57.956 km2 dan garis pantai sepanjang 1.865 km serta terdiri dari wilayah daratan dan kepulauan. Salah satu upaya yang dilakukan Pemerintah Pusat dan Daerah untuk memperkuat pengendalian inflasi di Aceh adalah dengan memastikan kelancaran pergerakan logistrik bahan pangan termasuk ke daerah 3TP (Tertinggal, Terluar, Terdepan, dan Perbatasan) melalui subsidi angkutan darat, angkutan udara, dan penyelenggaran angkutan laut. Pada tahun 2022, sebanyak 117,09 miliar telah dianggarkan Pemerintah untuk memberikan subsidi transportasi kepada masyarakat, baik melalui sumber dana APBN (98,14 miliar), APBA (14,96 miliar), dan APBK (3,99 miliar). Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Aceh, Teuku Faisal mengungkapkan bahwa di Aceh, subsidi sektor transportasi darat tersebar pada angkutan penumpang dan barang melalui Kementerian Perhubungan RI sebanyak 11 lintasan antar Kab/Kota. Sementara, layanan Kereta Api Penumpang Cut Meutia yang setiap harinya melayani Krueng Geukuh – Bungkaih – Krueng Mane juga disubsidi oleh Kemenhub. Di sektor pelayaran, subsidi diberikan kepada angkutan penyeberangan sebanyak lima lintasan dan angkutan laut sebanyak dua lintasan yaitu Rute R1 (Sinabang – Meulaboh – Tapaktuan – Pulau Banyak – Singkil) dan R2 (Calang – Sinabang – Singkil – Pulau Banyak – Tapaktuan). Berikutnya, untuk meningkatkan konektivitas logistik, Pemerintah juga mensubsidi program tol laut untuk trayek T-1 (Tanjung Perak – Tanjung Priok – Belawan – Lhokseumawe – Malahayati) dan trayek T-2 (Teluk Bayur – Gunung Sitoli – Sinabang – Mentawai – Pulau Baai). Pada sektor penerbangan, subsidi ABPN diberikan pada empat rute perintis di dalam provinsi Aceh yaitu Banda Aceh – Takengon, Banda Aceh – Blang Kejeren, Banda Aceh – Kutacane, dan rute Banda Aceh – Sinabang melalui maskapai penerbangan Susi Air. Sejak tahun 2016, Pemerintah Aceh melalui Angkutan Massal Perkotaan Trans Koetaradja telah melayani masyarakat di ibukota provinsi tanpa mengutip bayaran, pada enam koridor utama dan empat rute feeder. Sedangkan, subsidi yang didanai dari APBK lebih fokus pada bus sekolah. “Kami menilai bahwa subsidi yang telah diberikan oleh pemerintah besarannya cukup signifikan namun belum termanfaatkan secara optimal. Padahal dengan adanya subsidi angkutan darat, laut, dan udara ini dapat mendukung pergerakan/distribusi barang dan orang dengan biaya yang terjangkau sehingga inflasi dapat lebih terkendali,” kata Faisal. Menurutnya, diperlukan dukungan semua pemangku kepentingan untuk ikut andil dalam menyahuti arahan dari Pj. Gubernur Aceh untuk memperkuat pengendalian inflasi di Aceh.(*)

Pj Gubernur Aceh Lihat Kesiapan, Potensi, dan Kendala Pelabuhan Langsa

Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Achmad Marzuki melakukan kunjungan kerja ke Pelabuhan Kuala Langsa guna melihat secara langsung kesiapan, potensi, maupun kendala yang dihadapi dalam operasional pelabuhan untuk mendukung aktifitas ekspor impor melalui pelabuhan di Aceh, Sabtu, 22 Oktober 2022. Kunjungan kerja itu juga sebagai tindak lanjut dari surat Menteri Perhubungan Republik Indonesia kepada Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Persero), pada 6 September 2022 yang lalu, agar memberikan dukungan berupa pengerukan alur pelayaran di Pelabuhan Kuala Langsa. Dalam kunjungan itu, Achmad Marzuki mendengar penjelasan General Manager PT Pelindo 1 Cabang Lhokseumawe, Joni Hutama terkait kondisi terkini Pelabuhan Kuala Langsa, serta kendala operasional akibat kondisi alur pelayaran seperti saat ini. Budi juga menyampaikan terkait potensi kenaikan trafik kapal setelah pengerukan alur pelayaran dilakukan. Seperti, kapal dengan kapasitas 10.000 GT (Gross Tonage) dapat langsung bersandar dan tidak perlu melakukan kegiatan bongkar muat Ship to Ship (STS) lagi. “Selain itu, pemuatan cangkang sawit yang ada di lapangan penumpukan bisa langsung dilakukan ke kapal dengan party 10.000 hingga 30.000 ton,” kata Budi. PT Pelindo (Persero) saat ini, tambah Budi, sedang melakukan proses tender kegiatan pengerukan, dan pekerjaan segera dilakukan apabila sudah ada pemenangnya. Sementara itu, Kadishub Aceh, Teuku Faisal menyebutkan bahwa sebelumnya pihaknya sudah menghubungi manajemen PT Pelindo 1 Cabang Lhokseumawe selaku pengelola pelabuhan untuk segera melakukan pengerukan alur pelayaran. “Perencanaan teknis pengerukan alur pelayaran Pelabuhan Kuala Langsa juga sudah dilakukan oleh Kementerian Perhubungan RI pada tahun 2021 yang lalu,” ujarnya. “Kita berharap pihak Pelindo berkomitmen untuk segera melakukan pekerjaan ini, supaya pelabuhan bisa disandari kapal-kapal besar untuk kegiatan ekspor impor,” kata Teuku Faisal. Apabila pengerukan sudah selesai, kata Teuku Faisal, kapal berbobot 10.000 GT sudah bisa bersandar di pelabuhan yang memiliki kolam berkedalaman mencapai 7 hingga 8 meter ini. Di samping itu, Teuku Faisal menekankan pada efek domino yang muncul akibat pengerukan alur ini. Di antaranya, semua komoditi asli Aceh, seperti hasil perikanan, perkebunan dan lainnya, bisa diekspor langsung melalui pelabuhan ini. Teuku Faisal menambahkan, Pemerintah Kota Langsa sedang memfasilitasi ekspor komoditas ikan dan sayuran dari pelabuhan ini ke Malaysia. “Bahkan saat ini aktifitas ekspor cangkang sawit sebesar 10.000 ton ke Jepang sedang berlangsung,” tambahnya. Pelabuhan Kuala Langsa juga memiliki sejumlah fasilitas yang menjadikannya sangat layak untuk pusat ekspor impor di Aceh, seperti dermaga curah cair dan dermaga umum sepanjang 150 m, dermaga jetty sepanjang 150 m, 2 gudang penyimpanan, 2 lapangan penumpukan seluas 10.000 meter persegi, serta fasilitas lainnya. (AM) Selengkapnya nonton video: