Dishub

Tiga Detik Berharga, Selamatkan Jiwa Saat Berkendara

Rakan tahu tidak, ternyata saat berkendara harus menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan, lho. Menjaga jarak aman berkendara itu penting untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas di jalan raya. Hal ini sesuai dengan PP No. 43 Tahun 1993 tentang Tata Cara Berlalu Lintas, Pasal 63 yang menyebutkan, pengemudi pada saat mengikuti atau berada di belakang kendaraan lain, wajib menjaga jarak dengan kendaraan yang berada di depannya. Menjaga jarak saat berkendara tidak hanya saat kondisi jalan macet, tapi juga saat kondisi ramai lancar maupun lenggang. Mengutip pernyataan Jusri Pulubuhu, Instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), jarak aman berkendara di belakang kendaraan lain idealnya adalah 3 detik untuk kendaraan kecil. Sementara kendaraan besar seperti truk sekitar 4 hingga 6 detik. Nah, mengapa menjaga jarak 3 detik dengan kendaraan di depan ini penting? Simak penjelasannya berikut ini! Yuk berkendara dengan bijak supaya semua selamat dari bahaya! Sumber: Instagram Dishub Aceh

ASDP Banda Aceh Renovasi Seluruh Interior KMP. BRR

Menjelang liburan tahun baru 2022, PT. ASDP Indonesia Ferry Cabang Banda Aceh merenovasi seluruh interior KMP BRR, Selasa, 14 Desember 2021. Renovasi ini merupakan tindak lanjut dari hasil kesepakatan perjanjian sewa KMP BRR antara PT. ASDP Indonesia Ferry Banda Aceh dengan Pemerintah Aceh. Kepala Bidang Pelayaran Dishub Aceh, Al Qadri, saat meninjau proses pengerjaan, menyampaikan bahwa perjanjian sewa KMP BRR dilakukan selama 5 tahun dengan total biaya Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang disetor ke Kas Daerah sebesar 8 miliar. Untuk biaya renovasi kapal BRR ini, sebut Al Qadri, tidak menggunakan biaya dari sewa kapal maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA). “Jadi biaya peremajaan KMP BRR ini murni 100 persen dibiayai oleh PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Banda Aceh untuk meningkatkan pelayanan kepada penumpang,” ujarnya lagi. General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Banda Aceh, Syamsuddin, yang juga hadir meninjau proses renovasi kapal, menyebutkan bahwa renovasi yang dilakukan di antaranya mengganti seluruh kursi penumpang, baik VIP maupun ekonomi, pengecatan dinding ruang penumpang, renovasi toilet, mushala, ruang medis, ruang menyusui, area kantin, dan lain-lain. Syamsuddin juga menyampaikan bahwa hal ini dilakukan sebagai bentuk komitmen PT. ASDP Indonesia Ferry Cabang Banda Aceh dengan Pemerintah Aceh untuk meningkatkan pelayanan transportasi penyeberangan kepada masyarakat Aceh. Di samping itu, juga untuk mendukung kunjungan pariwisata ke Sabang. “Ini juga sebagai bentuk bakti dan apresiasi kita kepada masyarakat Aceh dan pengguna jasa transportasi penyeberangan yang telah menggunakan jasa PT ASDP,” sebutnya. Selama proses renovasi berlangsung, kapal BRR akan berhenti beroperasi sementara waktu pada lintasan penyeberangan Ulee Lheue – Balohan. “Kita targetkan bisa selesai dalam minggu ini,” ujarnya kepada Aceh TRANSit. Proses renovasi interior kapal BRR juga diawasi oleh Marine Inspector dari BPTD Aceh Pengawasan dari pihak berwenang ini perlu dilakukan supaya proses renovasi tetap memperhatikan aspek keamanan dan keselamatan pelayaran. (AM)

Akbari dan Zainuddin Terpilih Sebagai Awak Bus Trans Koetaradja Terbaik 2021

UPTD Angkutan Massal Trans Kutaraja laksanakan Pemilihan Awak Bus Teladan Trans Kutaraja 2021, Minggu (12/12/2021), di Depo Trans Koetaradja, Komplek Terminal Tipe A Batoh, Banda Aceh. Ketua Tim Analisa dan Evaluasi, Hilman Abdillah menyebut penilaian ini telah berlangsung Oktober – Desember 2021. Seleksi ini diikuti sebanyak 148 orang dari 154 awak bus. Tercatat, sebanyak 6 orang tidak hadir saat penilaian Penilaian ini mencakupi tiga kategori variabel, diantara variabel akademis meliputi materi di kelas dan ujian tulis. Variabel sosial yang meliputi pergaulan dengan rekan-rekan sejawat maupun aktivitas dengan pengguna Trans Koetaradja. Terakhir, yaitu variabel keseharian, meliputi aktivitas keseharian dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi dalam melaksanakan operasional hari-hari. Kepala UPTD Angkutan Massal Trans Kutaraja, M. Hanung Kuncoro menyebutkan timnya siap menerima masukan sekaligus evaluasi terkait penilaian imi sehingga menjadi perbaikan di tahun depan. Ia pun berpesan kepada awak hus agar tetap bekerja dengan profesional. “Pesan untuk pemenang, jangan pernah berpuas diri, mendapatkan juara mudah, tetapi lebih sulit mempertahankannya. Tetap semangat”, imbuhnya. Selain penilaian ini, Hanung juga menyebut Bus Trans Koetaradja juga dinilai On Time Performance, penilaian ini untuk melihat ketepatan waktu dalam menjalankan jadwal keberangkatan dan kedatangan bus. Sementara itu, General Manager Perum Damri Banda Aceh, Nurhasan Annas dan Komisaris Bus Harapan Indah Muhammad Zakky selaku operator bus senada menyebutkan ada dan tidaknya penghargaan ini petugas diharapkan tetap bekerja dengan lebih baik sesuai dengan prosedur. Juara 1, 2, 3 Pramudi Terbaik secara berurutan diberikan kepada Syahrul Akbari, Yosila, dan Junaidi. Sementara itu, Juara 1, 2, 3, Pramugara Terbaik secara berurutan diberikan kepada Zainuddin, Ifrizal, dan Rodi Ramadhan. Peserta yang mendapat predikat terbaik serta juara harapan akan diiberikan penghargaan berupa , plakat, sertifikat dan uang pembinaan. (MR) Simak Video Pengahargaan Pramudi dan Pramugara Terbaik 2021

UPTD Angkutan Massal Trans Kutaraja Beri Penghargaan Awak Bus Teladan

Pernahkah Rakan Moda saat menggunakan Trans Kutaradja memperhatikan sebenarnya siapa sajakah para awak kendaraan yang mengemudikan bus? Petugas ini pula yang mempersilakan Rakan untuk masuk maupun keluar bus? Di setiap armada Trans Koetaraja pasti Rakan bertemu dua orang yang bertugas untuk mengemudikan kendaraan dan mengontrol penumpang untuk masuk maupun keluar kendaraan. Mereka adalah para awak bus Trans Koetaradja yang terdiri dari seorang pramudi atau pengemudi serta seorang pramugara dikenal juga kondektur. Mereka sehari-hari bertugas di dalam bus untuk memberikan pelayanan terbaiknya kepada masyarakat pengguna. Pelayanan yang optimal ini diharapkan akan memberikan kenyamanan bagi Rakan yang menaiki bus Trans Koetaradja. Dengan demikian para awak bus ini tentu perlu diberikan penghargaan atas atensi terhadap kinerja mereka selama setahun ini. Seleksi tahunan ini memilih awak kendaraan terbaik. Kepala UPTD Angkutan Massal Trans Kutaraja, M. Hanung Kuncoro menyebut, seleksi dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kecakapan para awak kendaraan. Khususnya mengenai tupoksi mereka. Selain itu juga sebagai bentuk penyampaian apresiasi dari pemerintah dan operator terhadap para pramudi dan pramugara awak kendaraan bus Trans Kutaraja. “Seleksi ini telah dimulai dari Bulan Oktober ini telah melewati banyak proses dan tahapan mulai dari sosialisasi, penilaian kinerja, hingga evaluasi materi,” ujar Hanung. Nantinya akan dipilih tiga pramudi dan pramugara terbaik, serta juara harapan 1, 2, dan 3 pramudi dan pramugara terbaik. Dijadwalkan, hasilnya akan diumumkan Minggu, 12 Desember 2021 esok pada acara Pemberian Penghargaan Awak Bus Teladan Bus Trans Kutaraja Tahun 2021. (RZ)

Usai Docking Tahunan, KMP. Aceh Hebat 1 Angkut Semua Antrian Kendaraan

KMP. Aceh Hebat 1 kembali melayani angkutan penyeberangan ke Simeulue setelah selesai docking tahunan. Pada penyeberangan perdana hari ini pasca docking, Jumat, 10 Desember 2021, KMP. Aceh Hebat 1 mengangkut sebanyak 28 penumpang dan 21 kendaraan campuran. Sebelum kembali ke lintasan, KMP. Aceh Hebat 1 mengikuti serangkaian pengujian untuk memenuhi persyaratan operasional pelayaran. Di antaranya, dilakukan sea trial yang diawasi langsung oleh Marine Inspector dari Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah 1 Aceh pada hari ini. Sea trial meliputi pemeriksaan dan pengujian alat keselamatan, navigasi, performa mesin, dan Syarat Pelayanan Minimum (SPM). Nahkoda kapal Aceh Hebat 1, Capt. M Noer kepada Aceh TRANSit menyampaikan bahwa proses pengujian sea trial hari ini berjalan lancar. “Pemeriksaan hari ini berjalan normal bagus, sesuai dengan apa yang diinginkan,” ujarnya. Pemeriksaan rutin ini, tambahnya, merupakan sebuah keharusan agar pelayanan transportasi penyeberangan kepada masyarakat bisa berjalan dengan aman dan selamat. Dirinya juga menambahkan bahwa kondisi KMP. Aceh Hebat 1 setelah pelaksanaan docking sudah memenuhi standar untuk kembali dioperasionalkan. Selama pelaksanaan docking KMP. Aceh Hebat 1, pelayanan penyeberangan sangat berdampak terhadap aktivitas perpindahan orang dan barang dari dan ke Kabupaten Simeulue dari daratan Aceh. Hal ini terlihat dari terjadinya antrian kendaraan beberapa waktu lalu di sejumlah pelabuhan penyeberangan akibat terbatasnya kapal yang beroperasi. Dengan kembali beroperasinya KMP. Aceh Hebat 1, diharapkan aktivitas penyeberangan dapat berjalan normal sehingga kelangkaan logistik di wilayah kepulauan dapat dihindari. Terutama, menghadapi peningkatan jumlah pergerakan pada akhir tahun. Kadishub Simeulue, Mulyawan Rohas yang dihubungi Tim Aceh TRANSit melalui sambungan seluler menyambut baik kembali beroperasinya KMP. Aceh Hebat 1 pasca docking. Atas nama masyarakat Simeulue, Mulyawan menyampaikan rasa terima kasih pelaksanaan docking sesuai harapan, semoga lonjakan penumpang dan barang pada akhir tahun tidak terganggu. “Kita selalu ditanyai oleh masyarakat, kapan KMP. Aceh Hebat 1 kembali melayani Calang-Sinabang,” ungkapnya. (AM)

Di Bawah Kewenangan Dishub Aceh, Terminal Tipe-B Aceh Jaya Beroperasi Kembali

Keberadaan Terminal Tipe B yang representatif sangat diperlukan dalam upaya mendukung perjalanan masyarakat menggunakan angkutan umum yang kian tumbuh di wilayah barat selatan Aceh. Terminal Tipe B Aceh Jaya, misalnya, telah beroperasi melayani armada angkutan umum yang mengangkut penumpang di wilayah Aceh Jaya. Sejumlah perusahaan penyedia angkutan juga telah menempati 10 loket yang tersedia di terminal ini. Angkutan umum ini akan melayani sejumlah rute di antaranya, Abdya, Meulaboh, Calang, dan Banda Aceh. Terminal ini mulai diresmikan operasionalnya pada Kamis, 9 Desember 2021 yang lalu oleh Dinas Perhubungan Aceh melalui UPTD Penyelenggaraan Terminal Tipe B. Saat peresmian tersebut, Kepala UPTD Penyelenggara Terminal Tipe B Aceh, Drs. Erizal, A.MURP mengatakan, terminal ini berfungsi melayani perjalanan masyarakat menggunakan angkutan umum penumpang untuk Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP). “Dengan adanya terminal ini, diharapkan dapat memudahkan masyarakat yang ingin melakukan perjalanan, serta memicu pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di wilayah Aceh Jaya,” ujarnya. Pada saat yang sama, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Aceh Jaya, Jaddal Husaini menyampaikan bahwa dirinya berkeinginan menyediakan moda transportasi yang melayani konektivitas dari Kabupaten Aceh Jaya menuju daerah lain di Provinsi Aceh. “Angkutan umum yang bisa menjemput dan mengantar menuju tempat tujuan, sehingga tidak terjadi perebutan penumpang,” ujarnya. Berdasarkan informasi dari Koordinator Terminal Tipe B Aceh Jaya, Teuku Safril, sejak beroperasinya terminal ini, penumpang sangat antusias dan terbantu karena perjalanan mereka ke Banda Aceh maupun ke daerah lain menjadi lebih mudah. (AM)

Seberapa Besar Peran Transportasi bagi Pertumbuhan Ekonomi di Aceh?

Dengan mudahnya mobilitas orang dan distribusi barang ke seluruh Aceh, termasuk ke wilayah terpencil dan kepulauan, kondisi ini dapat menekan disparitas harga dan merangsang tumbuhnya aktivitas perekonomian masyarakat, pada gilirannya dapat mengendalikan inflasi dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Aceh, Junaidi, yang dibacakan oleh Sekretaris Dishub Aceh, T. Faisal, saat membuka seminar di Hotel Grand Permata Hati, Banda Aceh, Rabu, 8 Desember 2021. Faisal melanjutkan, berdasarkan penelitian oleh para ekonom, menunjukkan bahwa inflasi yang rendah dan stabil akan mempunyai dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi. “Meningkatnya pertumbuhan ekonomi yang inklusif dapat menurunkan pengangguran dan tingkat kemiskinan penduduk,” ucapnya pada sambutan tersebut. Seminar yang bertajuk Kontribusi Transportasi dalam Pertumbuhan Ekonomi Aceh ini menghadirkan pemateri yang sangat kompeten di bidangnya, di antaranya; Yon Widiyono, Kepala Tim Perumusan Kebijakan Ekonomi dan Keuangan Daerah dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, serta Tasdik Ilhamudin, Koordinator Fungsi Wilayah dan Analisis Statistik dari Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh. Yon Widiyono, kepada Aceh TRANSit, menyebutkan bahwa sektor transportasi memiliki peran yang sangat vital di Aceh. Hal ini disebabkan, sebutnya lagi, karena transportasi menghubungkan antar daerah di Aceh meskipun jaraknya jauh. Ia juga memuji sektor transportasi di Aceh yang terkoneksi satu dengan yang lainnya sehingga memudahkan proses perpindahan orang maupun barang. “Semuanya terkoneksi, itu yang luar biasanya di Aceh,” ujarnya. Akan tetapi, Widiyono mengingatkan masih adanya pekerjaan rumah yang mesti dituntaskan bersama-sama oleh pemerintah. Di antaranya, bagaimana membuat biaya transportasi ini menjadi lebih efisien dan memangkas waktu tempuh perjalanan agar lebih singkat. Pada kesempatan yang sama, Tasdik Ilhamudin dari BPS Aceh juga sepakat bahwa sektor transportasi merupakan sektor yang sangat penting dalam pertumbuhan ekonomi. (AM) Simak Video Seminar Kontribusi Transportasi dalam Pertumbuhan Ekonomi Aceh

Pentingnya Pantau Cuaca Sebelum Berwisata

Biasanya, berbagai persiapan dilakukan calon wisatawan saat akan berwisata. Seperti menyiapkan segala kebutuhan selama berwisata. Mulai jauh-jauh hari memesan tempat penginapan yang mudah dijangkau, serta menyiapkan kondisi badan tetap agar bugar selama berwisata. Tak lupa, mempersiapkan waktu yang tepat, menyesuaikannya dengan senggangnya rutinitas mereka sehari-hari. Namun, selain dari persiapan yang rutin ini, adakalanya prakiraan cuaca terlewatkan untuk dimasukkan dalam daftar persiapan liburan mereka. Kecenderungan calon wisatawan untuk memantau prakiraan cuaca sebelum bertamasya masih jauh dari harapan. Padahal menurut Nasrul Aidil, Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda, memantau prakiraan cuaca sebelum berwisata sangat penting untuk dilakukan. Calon wisatawan tentu akan berniat mengeluarkan biaya akomodasi yang tidak sedikit untuk berlibur, agar menjadi liburan yang mengasyikan, selamat dan efisien maka perlu meninjau prakiraan cuaca di lokasi tujuan wisata maupun daerah yang menjadi rute perjalanan menuju lokasi. Prakiraan cuaca sendiri merupakan informasi yang rutin dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sesuai dengan amanat Undang-Undang No. 31 Tahun 2009 tentang Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. Informasi ini dapat di akses secara terbuka oleh masyarakat melalui laman www.bmkg.go.id, “Segala informasi BMKG terkait cuaca, iklim, kebencanaan seluruh Indonesia hingga ke pelosok wilayah serta informasi prakiraan cuaca untuk kepentingan pelayaran maupun penerbangan dapat diakses melalui laman tersebut.” tutur Nasrul. Nonton Destinasi Wisata Pulau Panjang, Pulau Banyak Selain melalui laman web, akses terhadap informasi prakiraan cuaca dapat diperoleh melalui aplikasi InfoBMKG yang dapat diunduh secara cuma-cuma di Playstore maupun Appstore. “Segala informasi yang terdapat dalam laman resmi BMKG juga dapat diperoleh di aplikasi tersebut.” tambahnya. Khusus untuk Aceh, BMKG Aceh selalu berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Aceh terkait potensi bencana untuk memberikan peringatan dini bagi pelaku transportasi. Terbaru, telah dilaksanakannya proses penandatanganan surat izin pemakaian lahan untuk pelayanan informasi meteorologi maritim untuk keselamatan pelayaran di sekitar perairan pantai barat dan pantai timur Aceh. “Semoga hubungan yang harmonis antara BMKG Aceh dengan Dinas Perhubungan serta stakeholder lain dapat terjaga dan terus ditingkatkan.” imbuhnya. Kedepan, diharapkan agar masyarakat selalu memperhatikan dan menjadikan kondisi cuaca di daerah cuaca sebagai rujukan sebelum berwisata serta selalu memantau informasi terkait peringatan dini kebencanaan untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat untuk meminimalisir korban jiwa ketika terjadinya bencana. (Reza Ali Ma’sum) Download Tabloid Aceh TRANSit Edisi 8 Selengkapnya cek di: https://dishub.acehprov.go.id/publikasi-data/aceh-transit/tabloid-transit/

Choose To Be A Scholastic; Refuse Plastic Dishub Aceh Go Green

Conference of the Parties-26 (COP26) took place in Glasgow, Scotland, from Oct 31 to Nov 12, 2021. The event is participated by 121 heads of state and government discussing global issues like climate change across the globe. One of the expected outcomes of COP26 is to ensure the commitment of each country to achieve the long-term target of 2050 which is an emmision-free world, while also ensuring to achieve the short-term target of 2030 which is the reducing of carbon use technology. In an effort of supporting this global issue, Dishub Aceh has implemented several policies. Vehicle-free day, the use of tumblers during work hours, and specifically about environmental-friendly plastic bags are among the focused policies nowadays. These are all for the sake of decreasing waste, be it carbon emissions or plastic waste. Further, these bags are given to all officials without exception with the hope that we will start to use environmental-friendly bags during work hours, shopping, and even on the daily basis. Dare the world to save the planet. Dishub Aceh Go Green! Source: Instagram Dishub Aceh

Tips Keselamatan Penumpang Kapal Di Tengah Cuaca Buruk

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan bahwa cuaca ekstrem di Indonesia akan terus terjadi hingga awal tahun depan. Bahkan, masih berdasarkan perkiraan BMKG, akhir tahun ini masih tergolong dalam periode awal musim penghujan di Indonesia. Selain itu, Kepala Bidang Diseminasi Iklim dan Kualitas Udara BMKG, Hary Tirto Djatmiko, seperti dilansir di laman republika.co.id (14/11), menyebutkan bahwa cuaca ekstrem, yang dapat mengakibatkan bencana hidrometeorologi, lebih sering terjadi pada periode awal dan akhir tahun. Makanya, bagi Rakan Moda yang ingin melakukan perjalanan dengan moda transportasi laut maupun penyeberangan, yuk simak beberapa tips keselamatan berikut!. Pertama, mencari informasi prakiraan cuaca sebelum berangkat. Lalu patuhi, peraturan, denah, dan penunjuk keselamatan yang ada di kapal. Kemudian, ketahui informasi mengenai rute evakuasi, akses ke lokasi penyimpanan sekoci dan jaket pelampung, serta lokasi titik kumpul darurat. Berikutnya, hindari mencari lokasi duduk di tempat-tempat yang terlarang. Terakhir, tetap tenang dan ikuti instruksi awak kapal bila terjadi kecelakaan kapal. Selama perjalanan, ikuti juga protokol kesehatan, ya!