Dishub

Upacara Harhubnas 2021, Bergerak Harmonikan Indonesia

Upacara perayaan puncak Hari Perhubungan Nasional tahun 2021 diselenggarakan di halaman Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue, Banda Aceh, Jumat (17/09/2021). Pelaksanaan upacara juga berlangsung secara daring diikuti oleh Dinas Perhubungan se-Aceh beserta stakeholder terkait. Upacara yang dipimpin oleh Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Junaidi berlangsung dengan khidmat. Junaidi, saat membacakan sambutan Menteri Perhubungan RI menyebutkan, Hari Perhubungan Nasional 2021 ini merupakan momentum yang tepat bagi kita sebagai insan perhubungan untuk terus memperbaiki kinerja di sektor transportasi, sekaligus merefleksikan apa yang sudah kita lakukan dan karya apalagi yang dapat kita wujudkan ke depannya bagi bangsa dan negara kita. Junaidi melanjutkan, sebagai insan perhubungan, mewujudkan konektivitas yang handal, berdaya saing dan memberikan nilai tambah di seluruh Indonesia untuk saat ini, sekarang dan masa mendatang merupakan sebuah tugas mulia yang sedang kita emban. “Tantangan perencanaan dan pelaksanaan transportasi berkelanjutan mengarah pada keberlangsungan keseimbangan lingkungan dari segala dampak aktivitas transportasi seperti emisi gas buang. Transportasi ramah lingkungan ini merupakan taraf tertinggi pada penyelenggaraan tatanan transportasi,” sebutnya. Oleh karenanya, Harhubnas 2021 kali ini mengambil tema Bergerak Harmonikan Indonesia. Tema ini memiliki makna yang dalam, yaitu seluruh unsur di sektor transportasi harus terus bergerak maju, berani berubah untuk memberi sumbangsih terbaik bagi kemajuan transportasi, yang pada akhirnya memberi harmoni bagi bangsa dan negara ini. Pada kesempatan ini juga, dilaksanakan pembagian masker kepada penumpang yang menggunakan jasa angkutan penyeberangan di pelabuhan penyeberangan Ulee Lheue, Banda Aceh.(MS)

Jaga Ketersediaan Bank Darah, Dishub Aceh Gelar Donor Darah

Pegawai Dinas Perhubungan (Dishub) Aceh serta masyarakat ikut terlibat aksi donor darah bersama PMI Cabang Banda Aceh, Kamis, 16/9/2021 di Depo UPTD Angkutan Massal Trans Kutaraja, Batoh, Banda Aceh. Kegiatan donor darah ini menjadi salah satu kegiatan dalam rangkaian memeriahkan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2021. Aksi kemanusiaan ini sejalan dengan tema Harhubnas tahun ini ‘Bergerak Harmonikan Indonesia’. Kegiatan ini pula menjadi bentuk kepedulian Dishub Aceh dalam mendukung ketersedian stok darah di PMI Banda Aceh untuk masyarakat. Bagi masyarakat yang ikut berpatisipasi juga mendapatkan bingkisan menarik dari panitia. (MR)

Personil Gabungan Semprot Disinfektan Pelabuhan Ulee Lheue

Interaksi masyarakat saat berada di fasilitas publik sangat tinggi. Oleh karena itu, sterilisasi fasilitas publik perlu terus dilakukan supaya mencegah penyebaran Covid-19 selama pandemi. Upaya mengurangi resiko penularan virus pada fasilitas publik juga perlu dukungan dari berbagai pihak, salah satunya adalah dukungan dari organisasi sosial kemasyarakatan (ormas). Hari ini, Kamis, 16 September 2021, Ormas Pemuda Pancasila (PP) Kota Banda Aceh menunjukkan dukungan tersebut dengan melakukan penyemprotan cairan disinfektan pada sejumlah fasilitas Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue. Ketua Pemuda Pancasila Kecamatan Meuraxa, Umar Banta Ali menyebutkan, kegiatan ini merupakan wujud kepedulian Pemuda Pancasila bagi masyarakat agar terhindar dari paparan virus corona yang masih menghantui warga Kota Banda Aceh. Kegiatan sterilisasi pelabuhan ini juga didukung oleh personil dari Komando Rayon Militer (Koramil) Meuraxa dan Kepolisian Sektor (Polsek) Meuraxa. (AM)

Pengusaha Angkutan Perlu Ditertibkan

Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Singkil, Azmi didampingi Asisten I Sekdakab Aceh Singkil, Junaidi menerima silaturrahmi Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Junaidi beserta jajaran di ruang kerjanya, selasa, 14 September 2021. Pertemuan ini membahas operasional Terminal Tipe B Aceh Singkil yang berada di Rimo. Beberapa perusahaan angkutan yang beroperasi di terminal belum memaksimalkan loket yang telah tersedia di dalam gedung terminal. Beberapa angkutan umum ini juga masih memakai plat hitam. Demi keselamatan, pemerintah daerah perlu melakukan intervensi agar operasional terminal beroperasi secara optimal dan tertib. Junaidi menyampaikan bahwa penertiban bertujuan untuk mendisiplinkan operator angkutan umum guna memfungsikan terminal sebagaimana mestinya. Langkah ini juga untuk menciptakan kenyamanan dan kelancaran lalu lintas bagi pengendara lainnya. Azmi mengatakan bahwa pihaknya siap membantu melakukan penertiban karena sangat disayangkan fasilitas yang telah ada tidak dimanfaatkan dengan optimal. “Kami mengupayakan penertiban terlaksana, dan juga akan merangkul para pengusaha angkutan untuk menyelanggarakan pelayanannya sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya dalam pertemuan tersebut. Koordinasi dengan stakeholder terkait menjadi alternatif dalam mengayomi semua pihak ikut berpartisipasi agar aktivitas terminal menjadi tertib. “Kita pikir juga perlu adanya Peraturan Bupati yang mengatur operasional terminal sesuai peruntukan kewenangan,” tambah Azmi. Asisten I Setda Kabupaten Aceh Singkil, Junaidi menyampaikan bahwa permasalahan yang terjadi pada angkutan yang tidak masuk ke terminal menilik pada kondisi geografis Singkil sebagai tujuan, bukan merupakan daerah lintasan wilayah lainnya, sehingga angkutan sedikit enggan masuk ke dalam terminal. Kadishub Aceh juga menambahkan bahwa masih banyak kekurangan yang ada di terminal, namun kami terus mengevaluasi kebutuhan fasilitas di terminal sehingga mampu melayani aktivitas pergerakan masyarakat. Di akhir pertemuan, Sekda Singkil mengungkapkan koordinasi lanjutan bisa dilakukan guna meningkatkan pelayanan transportasi bagi masyarakat. “Pintu koordinasi kami terbuka setiap saat, jangan sungkan-sungkan untuk mencari kami dalam mewujudkan penertiban terminal ini,” pungkasnya. (MS)

Peringati Harhubnas 2021, Dishub Aceh Gelar Vaksinasi Massal

Puluhan masyarakat terlihat antusias mengikuti Pekan Vaksinasi Insan Perhubungan yang dimulai hari ini, Senin, 13 September 2021 di Banda Aceh Convention Hall. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Perhubungan Aceh dalam rangka memperingati Hari Perhubungan Nasional Tahun 2021. Selain itu, melalui program ini diharapkan dapat mempercepat tercapainya kekebalan kelompok dan kita segera terbebas dari pandemi Covid19. Masyarakat yang mendaftar di meja panitia, nantinya berkesempatan memperoleh doorprize berupa 3 unit sepeda dari Dishub Aceh. Undian dan pengumuman pemenang akan diumumkan saat Upacara Harhubnas pada 17 September 2021. (AM)

Harhubnas Jadi Momentum Insan Transportasi Ciptakan Etos Kerja

Jakarta – Kementerian Perhubungan, pada Rabu (1/9) secara resmi memulai rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) Tahun 2021 yang jatuh pada 17 September 2021. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi hadir langsung membuka kegiatan kick off rangkaian kegiatan Harhubnas 2021 yang berlangsung secara virtual dan disaksikan oleh para insan perhubungan di Indonesia, baik dari unsur Kemenhub, Dinas Perhubungan Provinsi/Kabupaten/Kota, Operator BUMN/Swasta sektor transportasi, dan stakeholder terkait lainnya. Saat membuka acara Harhubnas, Menhub menyampaikan apresiasinya kepada seluruh insan transportasi yang selama ini telah bekerja keras, di tengah adanya disrupsi yang terjadi di sektor transportasi seperti: pandemi Covid-19, digitalisasi, dan perubahan yang terjadi di industri sektor transportasi baik di dalam maupun di luar negeri. “Mari kita jadikan Harhubnas ini sebagai momentum agar kita terus berinovasi dan berkreasi menghadapi perubahan dan disrupsi yang terjadi. Kita harus mengubah mulai dari pola pikir, pola kerja, pola organisasi, reformasi digitalisasi, dan menciptakan etos kerja baru,” jelas Menhub. Secara khusus, Menhub mengapresiasi para insan transportasi, yang telah turut mendukung program vaksinasi massal dalam rangka mempercepat penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia. “Presiden meminta untuk kita membuat road map bagaimana proses penanganan pandemi dilakukan, dan masing-masing sektor harus berkreasi, termasuk sektor transportasi. Alhamdulillah Kita masuk 7 besar sebagai negara yang sukses melakukan program vaksinasi,” ungkap Menhub. Selanjutnya, Menhub meminta insan transportasi untuk memiliki jejaring tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di luar negeri, agar mengantisipasi perkembangan terkini industri transportasi yang sedang terjadi di luar negeri. “Disrupsi itu ada di mana-mana termasuk di sektor transportasi. Seperti angkutan yang saat ini sudah berbasis digital seperti ojek online, lalu ada angkutan illegal plat hitam, sampai ke permasalahan logistik internasioal dengan adanya kelangkaan kontainer. Oleh karena itu, kita harus memiliki link yang baik dengan dunia internasional agar kita mengetahui fakta yang terjadi untuk dicarikan solusinya,” kata Menhub. Lebih lanjut, Menhub mengajak segenap insan transportasi untuk bekerja dengan hati melayani masyarakat, dalam rangka meningkatkan pelayanan jasa transpotasi, agar dapat mewujudkan pelayanan transportasi yang selamat, aman, nyaman dan sehat. “Momen Harhubnas bukan sekedar selebrasi, tetapi jadikan suatu momentum yang berarti bagi diri kita, organisasi, bangsa dan negara, dan masyarakat,” ujar Menhub. Sementara itu, Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi selaku ketua Panitia Harhubnas Tahun 2021 menyampaikan, peringatan Harhubas yang dilaksanakan setiap tanggal 17 September merupakan sebuah momentum penting untuk mengingat kembali suatu peristiwa bersejarah di bidang perhubungan dalam mewujudkan konektivitas di Indonesia. Pada tahun 2021 ini, pelaksanaan Harhubnas mengusung tema “Bergerak, Harmonikan Indonesia”. Melalui tema ini diharapkan insan perhubungan yang terdiri dari bergai unsur seperti Kemenhub, Pemerintah Daerah, maupun stakeholder lainnya, dapat saing bekerja sama bergerak, serta berkolaborasi dengan baik, serta dapat mengesampingkan ego sektoral sehingga mampu membawa perubahan lebih baik bagi sektor transportasi dan memberikan pelayanan paling prima bagi masyarakat Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, Dirjen Budi juga menyampaikan sejumlah kegiatan yang akan dilakukan selama masa peringatan Harhubnas Tahun 2021, yakni : Ziarah (Doa dan Renungan); Upacara Harhubnas 2021; Bakti Sosial dan Kebersihan Lingkungan; Donor Plasma Konvalesen di lingkungan Kementerian Perhubungan; Webinar Perhubungan Mengajar; Peresmian Sarana Prasarana Transportasi; Webinar Keselamatan Transportasi; Peluncuran Buku Transportasi; Dialog Publik; Lomba Video/Film Pendek Keselamatan Transportasi dan Tiktok terkait Transportasi; Anjangsana/ Silaturahmi kepada Menteri Perhubungan terdahulu; dan Penandatanganan proses P3D Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dengan Pemprov Jawa Timur. (*) Sumber: Kemenhub RI

Lebih Dekat dengan Porter Pelabuhan

Porter alias pramuantar atau pramubarang adalah seseorang yang membantu mengangkut barang bawaan milik penumpang.Profesi ini dikenal juga dengan istilah Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) sesuai Permenhub Nomor 2 Tahun 2016 Tentang Pelayanan Jasa Bongkar Muat Barang Dari dan Ke Kapal di Pelabuhan Porter akan mengangkut barang bawaan penumpang yang menggunakan jasanya dari pelabuhan ke dalam kapal.vSaat kapal tiba di pelabuhan, porter akan memasuki kapal untuk menawarkan jasanya kepada penumpang yang membutuhkan. Tarif jasa porter biasanya ditetapkan melalui kesepakatan bersama antara pengelola pelabuhan dengan perusahaan atau koperasi penyedia jasa. Namun, ada juga dari kesepakatan antara pengguna jasa dengan porter itu sendiri. Sebaiknya calon pengguna jasa porter menanyakan tarif angkut kepada porter sebelum membuat kesepakatan, supaya tidak berujung perselisihan atau merugikan salah satu pihak. (AM) Cek infografis di Instagram Dishub Aceh

Serap Masukan, Dishub Aceh Survei Kepuasan Pengguna Pelabuhan

Pemerintah Aceh melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Aceh terus melakukan berbagai pembenahan di Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue. Pembenahan ini dimaksudkan untuk meningkatkan mutu layanan dan kualitas pelayanan pelabuhan sehingga menjadi lebih baik. Salah satu upaya yang dilakukan oleh Dishub Aceh adalah melakukan survei kepuasan pengguna layanan pelabuhan untuk menyerap berbagai masukan dan penilaian dari masyarakat selaku pengguna jasa pelabuhan. Survei yang dilakukan selama tiga hari ini menyasar langsung masyarakat yang berada di pelabuhan sebagai pengguna jasa. Penilaian dari masyarakat, yang merasakan langsung pelayanan pelabuhan, diharapkan memberi masukan yang objektif bagi pembenahan pelabuhan. Hasil survei ini nantinya akan menjadi acuan bagi Dishub Aceh dalam meningkatkan layanan pelabuhan bagi masyarakat. (AM)

Percepatan Pembangunan Daerah 3T Melalui Angkutan Udara Perintis

Salah satu yang menjadi agenda nawacita dari Presiden Joko Widodo, yaitu pembangunan Indonesia dilakukan dari pinggiran dengan menguatkan sisi sosial, ekonomi dan pembangunan sumber daya manusia di seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah tertinggal baik yang ada di kepulauan terluar dan daratan. Daerah tertinggal, kawasan perbatasan negara dan pulau-pulau kecil terluar pada dasarnya memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah, namun masih banyak penduduknya yang belum menikmati manfaat pembangunan akibat keterisolasian dan terbatasnya akses terhadap layanan publik dan peluang ekonomi. Sesuai mandat Peraturan Presiden RI No.28 Tahun 2008 mengenai Kebijakan Industri Nasional, LAPAN bersama dengan PTDI, mengembangkan pesawat N219 yang merupakan pesawat turboprop berkapasitas 19 penumpang yang ditujukan untuk melayani penerbangan jarak pendek, khususnya pada wilayah- wilayah perintis. Setelah melalui proses pengembangan sejak tahun 2014, pesawat N219 telah berhasil mendapatkan Type Certificate dari DGCA pada Desember 2020. Kendala yang dihadapi dalam pembangunan daerah perbatasan, kepulauan terluar dan daerah tertinggal adalah rendahnya akses ke pelayanan dasar, rendahnya kapasitas sumber daya manusia, terbatasnya akses ke lembaga keuangan, pasar dan aktivitas ekonomi, rendahnya aksesibilitas dan konektivitas wilayah ke pusat-pusat pertumbuhan. Hal ini dibahas dalam webinar N219 oleh PT. Dirgantara Indonesia yang dilakukan secara daring, Selasa, 07 September 2021. Percepatan pembangunan daerah terdepan, terpencil dan tertinggal (3T) melalui angkutan udara perintis seperti daerah Puncak Papua yang mengharuskan intervensi pemerintah daerah untuk mengambil langkah sigap, “Pemda mengambil Langkah dengan pengadaan Pesawat jenis Caribou DHC 4A dan Grand Caravan yang dioperasikan melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dengan manfaat yang dirasakan masyarakat begitu besar, salah satunya harga pokok turun rata-rata mencapai 35 persen sampai 40 persen. Layanan mobilitas masyarakat juga terlayani seperti evakuasi pasien rujukan, aktivitas sosial, budaya, agama dan lainnya dengan ongkos yang jauh lebih murah. Mulai Tahun 2019, operasional pesawat ini menjadi sumber sendapatan asli daerah (PAD),” papar Willem Wandik. Pesawat ini memiliki ukurannya yang ringkas, tidak membutuhkan landasan panjang, sungguh sesuai dengan sarana yang tersedia di bandara-bandara perintis kami, di sebagian besar daerah yang sulit dijangkau, sehingga dapat mendukung para pelaku ekonomi yang membutuhkan layanan angkutan cepat dan dapat diandalkan yang pada kaitannya akan mampu mendorong sektor perkonomian untuk bertumbuh di wilayah 3T. Gubernur Aceh, Nova Iriansyah menyampaikan optimismenya terhadap pembangunan N219 dalam menjawab permasalahan mobilitas dan pemenuhan transportasi masyarakat hingga ke wilayah terpencil dan terisolir, “kami juga optimis bahwa kebutuhan pelayanan angkutan darurat medis, seperti evakuasi pasien serta distribusi obat-obatan ke daerah ke pedalaman akan dapat lebih mudah dipenuhi. Masyarakat juga akan memiliki pilihan akses pada sarana perhubungan, dan angkutan logistik yang layak hingga ke wilayah terpencil dan terisolir,” Ucap Nova. (MS)

Peningkatan Konektivitas Udara Untuk Penumpang dan Logistik

Indonesia merupakan Negara Kepulauan (Archipelagic State) terbesar di dunia, memiliki 17.508 pulau besar dan kecil, luas wilayah darat 1,937 juta km persegi, luas laut 5,8 juta km persegi dengan garis pantai terpanjang didunia. Dari ribuan pulau terbesar diseluruh wilayah nusantara, terdapat pulau-pulau terdepan yang berpenghuni maupun tidak. Selain itu, Indonesia memiliki pulau-pulau kecil terluar dengan total jumlah 111 pulau dengan kategori 42 pulau berpenduduk dan 64 pulau tidak berpenduduk. Pada 53 pulau terdapat kawasan hutan, 25 diantaranya pada keseluruhan pulau. Sebagai salah satu langkah peningkatan konektivitas antar wilayah di Indonesia sangat terbatas, Pemerintah harus terus berupaya meningkatkan perekonomian antar wilayah salah satunya dengan membangun konektivitas transportasi udara. Konektivitas transportasi udara di wilayah 3T di dukung oleh Angkutan Udara Perintis, berdasarkan Peraturan Direktur Jenderal perhubungan udara nomor 143 tahun 2016 dijelaskan bahwa Angkutan Udara Perintis adalah kegiatan angkutan udara niaga dalam negeri yang melayani jaringan rute penerbangan untuk menghubungkan daerah terpencil dan tertinggal atau daerah yang belum terlayani oleh moda transportasi lain dan secara komersial belum menguntungkan. Angkutan udara menjadi suatu alternatif yang menjanjikan, selain dapat menjangkau tempat-tempat yang belum atau sulit terkoneksi dengan moda transportasi lainnya juga dapat memangkas waktu tempuh. Angkutan udara dapatdiandalkan untuk berbagai macam kebutuhan, tidak hanya untuk angkutan penumpang dan logistik namun juga untuk medical evacuation (ambulans udara) maupun mitigasi bencana. Dalam webinar N219 yang dilakukan secara daring, Selasa, 07 September 2021 oleh PT. Dirgantara Indonesia, Bupati Puncak, Papua membagikan pengalamannya pengoperasion pesawat setara N219 sebagai penunjang konektivitas dan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Kawasan puncak yang berada pada ketinggian 2.600 – 4.000 meter di atas permukaan laut yang berada ditengah Kawasan pegunungan hanya dapat diakses dengan angkutan udara (pesawat), menjadi kendala terbesar dengan tingkat mobilitas penumpang maupun barang serta pembangunan yang semakin meningkat menyebabkan biaya yang dikeluarkan semakin besar setiap tahunnya. Di samping itu, pemerintah daerah (pemda) tidak dapat mengintervensi penetapan ongkos pesawat sehingga harga kebutuhan pokok kian membengkak di wilayah ini. Usaha menciptakan Pesawat N219 yang berdaya saing di penerbangan internasional khususnya terkait komitmen INACA dalam mengoptimalkan peran penting dalam menciptakan iklim persaingan bisnis penerbangan yang sehat, demi keberlanjutan industri penerbangan nasional. Ketua umum Indonesia National Air Carriers Association (INACA), Denon B. Prawiraatmadja mengatakan, seperti pengalaman yang disampaikan oleh Bupati Puncak, khususnya wilayah timur masih perlu dilakukan kajian lanjutan untuk mengefesiensikan kapasitas pesawat yang akan dioperasikan nantinya, kita tahu bahwa wilayah timur sangat didominasikan oleh gunung tinggi di atas 2.000 meter. “Sejauh ini N219, karya Indonesia dapat menjadi value untuk diakui pada penerbangan internasional. Kedepannya juga diharapkan N219 menjadi major player di Indonesia, sehingga kebutuhan pergerakan orang barang terpenuhi, sekaligus menekan biaya yang dikeluarkan. Ini merupakan prospek yang sangat bagus,” kata Denon B. Prawiraatmadja. Gubernur Aceh, Nova Iriansyah menyampaikan optimismenya terhadap pembangunan N219 dalam menjawab permasalahan mobilitas dan pemenuhan transportasi masyarakat, “kami juga optimis bahwa kebutuhan pelayanan angkutan darurat medis, seperti evakuasi pasien serta distribusi obat-obatan ke daerah ke pedalaman akan dapat lebih mudah dipenuhi. Masyarakat juga akan memiliki pilihan akses pada sarana perhubungan, dan angkutan logistik yang layak,” Ucap Nova. (MS)