Dishub

Peringati Harhubnas 2025, Dishub Aceh Wujudkan Bakti Transportasi untuk Negeri

Banda Aceh – Dinas Perhubungan Aceh punya cara berbeda dalam memperingati Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) tahun 2025. Minggu (14/9) pagi, Kepala Dishub Aceh, T. Faisal ST., MT., melepas keberangkatan 20 tim dari Depo Trans Koetaradja untuk melaksanakan kegiatan bakti sosial ke berbagai lokasi di Banda Aceh dan Aceh Besar. Tim-tim tersebut bergerak ke sejumlah panti asuhan dan dayah, di antaranya Panti Asuhan Penyantun Islam, Panti Asuhan Islam Media Kasih, Pesantren Inshafuddin, Dayah Daruzzahidin, Dayah Madani Al Aziziyah, Dayah Ruhul Falah, hingga Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak Rumah Penyantun Muhammadiyah. Di setiap tempat, mereka melaksanakan kegiatan sosial seperti membersihkan lingkungan, memberikan santunan, sembako, alat tulis, serta perlengkapan ibadah. Anak-anak panti pun tampak gembira menerima kunjungan. “Terima kasih telah berbagi. Alhamdulillah anak-anak senang dengan banyaknya aktivitas seperti ini,” ujar Murni, pengasuh Panti Asuhan Penyantun Islam di Seutui. Selain itu, para peserta juga menyambangi fasilitas publik seperti Pelabuhan Ulee Lheue, Terminal Batoh, Terminal Lueng Bata, Bandara Sultan Iskandar Muda, hingga halte-halte bus Trans Koetaradja. Di lokasi tersebut, mereka membersihkan fasilitas, membagikan sembako kepada pengguna jasa, sekaligus mengampanyekan pentingnya menggunakan transportasi umum. Momen menarik terjadi di Pelabuhan Ulee Lheue ketika seorang turis asal Belanda yang akan ke Sabang baru mengetahui layanan bus gratis Trans Koetaradja. “Kenapa baru kasih tahu saya sekarang? Woww… Saya akan mengingatnya,” ujarnya sambil langsung mengunduh aplikasi Trans Koetaradja di ponselnya. Kegiatan ini juga melibatkan keluarga pegawai Dishub. Cut Muti, istri Kadishub Aceh, memimpin salah satu tim yang berkunjung ke panti dan dayah. Ia turut menyosialisasikan fasilitas publik milik Pemerintah Aceh seperti Trans Koetaradja dan kapal KMP Aceh Hebat. Anak-anak pun antusias berbagi cerita tentang pengalaman mereka menaiki moda transportasi tersebut. “Enak naik kapalnya. Besar. Tapi pusing,” kata Rahma, anak asal Simeulue penghuni Panti Asuhan Muhammadiyah. Perjalanan bakti sosial berakhir di Gampong Lubok Sukon, sebuah desa wisata di Aceh Besar. Para peserta disambut hangat oleh masyarakat dengan sajian aneka makanan tradisional. Sebagai penutup, para pegawai Dishub melakukan prosesi penanaman pohon sebagai simbol bakti bagi negeri. “Harhubnas tahun ini kita rayakan dengan cara berbeda. Tidak sekadar upacara atau seremoni, tapi aksi nyata untuk masyarakat. Inilah semangat ‘Bakti Transportasi untuk Negeri’ yang coba kita gaungkan,” kata Kadishub Aceh.(HM) Baca Berita Lainnya: 418 Armada AKDP di Aceh Jalani Rampcheck dan Evaluasi Standar Pelayanan Minimal 220 Peserta Ikut Serta, Ini Daftar Pemenang Lomba Menulis Transportasi Aceh 2025 Persiapan Launching Rute Simpang Mesra-Kajhu, Trans Koetaradja Gelar Rakornis Lintas Stakeholder

418 Armada AKDP di Aceh Jalani Rampcheck dan Evaluasi Standar Pelayanan Minimal

Banda Aceh – Dinas Perhubungan Aceh melalui Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) melakukan pemeriksaan keselamatan (rampcheck) serta penilaian standar pelayanan minimal (SPM) terhadap angkutan umum antar kota dalam provinsi (AKDP) di Aceh. Kegiatan ini dilaksanakan sejak tanggal 8 hingga 12 September 2025 di sejumlah terminal, baik Terminal Tipe B yang dikelola oleh Dishub Aceh maupun di Terminal Luengbata dan Terminal Tipe A Banda Aceh. Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat 418 unit armada AKDP yang dinilai pada seluruh jaringan trayek angkutan umum yang beroperasi di Aceh. Perusahaan angkutan AKDP yang memperoleh nilai tertinggi akan diberikan penghargaan pada upacara peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) tahun 2025 yang akan digelar di Depo Angkutan Massal Trans Koetaradja. Penilaian SPM merupakan proses evaluasi kinerja penyelenggaraan angkutan umum untuk memastikan perusahaan angkutan memenuhi persyaratan minimal yang telah ditetapkan, seperti keselamatan, keamanan, kenyamanan, ketepatan waktu, dan ketersediaan fasilitas. Melalui kegiatan ini diharapkan perusahaan angkutan dapat memberikan pelayanan yang lebih optimal bagi masyarakat pengguna jasa angkutan umum di Aceh.(AB) Baca Berita Lainnya: 220 Peserta Ikut Serta, Ini Daftar Pemenang Lomba Menulis Transportasi Aceh 2025 Persiapan Launching Rute Simpang Mesra-Kajhu, Trans Koetaradja Gelar Rakornis Lintas Stakeholder Kadishub Aceh Tinjau Rehabilitasi Terminal Tipe B Bireuen, Tekankan Mutu dan Tepat Waktu

220 Peserta Ikut Serta, Ini Daftar Pemenang Lomba Menulis Transportasi Aceh 2025

Banda Aceh – Dinas Perhubungan Aceh resmi mengumumkan pemenang Lomba Menulis Transportasi Aceh tahun 2025, Jumat (12/09), setelah melalui proses seleksi, penilaian, serta pembahasan dalam rapat pleno tim juri. Juara pertama diraih oleh Muhammad Nabiya Lubis, disusul T Muhammad Hafidz Ramadhan sebagai juara kedua, dan Syahrina Maghfirah di posisi ketiga. Ketiganya berhasil memperoleh nilai tertinggi dari tiga juri yang berkompeten, yaitu Ir. Juliana Fisaini, S.T., M.T. (Masyarakat Transportasi Indonesia/Universitas Syiah Kuala), Baiquni Hasbi, Ph.D. (Sejarawan UIN Sultanah Nahrasiyah), dan Azhari Aiyub (Penulis/Budayawan Komunitas Tikar Pandan). Panitia menyampaikan bahwa penyerahan hadiah akan dilakukan secara langsung kepada para pemenang, yang nantinya akan dihubungi oleh pihak penyelenggara. Dalam kesempatan tersebut, Dishub Aceh juga menyampaikan apresiasi kepada 220 peserta yang telah berpartisipasi dalam lomba tahun ini. Para finalis akan menerima e-sertifikat sebagai bentuk penghargaan. Bagi peserta yang belum beruntung, jangan berkecil hati. Semoga tahun depan bisa menghasilkan karya yang lebih baik lagi.(AB) Baca Berita Lainnya: Persiapan Launching Rute Simpang Mesra-Kajhu, Trans Koetaradja Gelar Rakornis Lintas Stakeholder Kadishub Aceh Tinjau Rehabilitasi Terminal Tipe B Bireuen, Tekankan Mutu dan Tepat Waktu Gelar Rapat di Pelabuhan Krueng Geukueh, Pemerintah Aceh Matangkan Kesiapan Sarana dan Prasarana Pelabuhan

Persiapan Launching Rute Simpang Mesra-Kajhu, Trans Koetaradja Gelar Rakornis Lintas Stakeholder

Banda Aceh – UPTD Angkutan Massal Trans Koetaradja menggelar Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) dalam rangka persiapan Launching Rute Simpang Mesra-Kajhu Bersama sejumlah pihak terkait di Depo Trans Koetaradja pada Jumat, 12 September 2025. Rakornis ini menghadirkan sejumlah pihak terkait, mulai dari unsur pemerintah daerah, kepolisian, TNI, hingga perangkat gampong. Agenda utama membahas teknis operasional, kesiapan armada, sosialisasi kepada masyarakat, serta langkah-langkah untuk memastikan layanan berjalan aman, nyaman, dan tepat waktu. Kepala UPTD Angkutan Massal Trans Koetaradja, M. Hanung Kuncoro, menyampaikan bahwa pembukaan rute baru ini merupakan komitmen pemerintah dalam meningkatkan aksesibilitas transportasi publik yang terjangkau dan ramah lingkungan bagi masyarakat. “Dengan dibukanya rute Simpang Mesra – Kajhu, kami berharap dapat memberikan alternatif transportasi yang lebih mudah bagi warga, apalagi untuk anak sekolah dan mahasiswa, serta mendorong masyarakat beralih ke moda transportasi umum yang lebih efisien dan nyaman,” ujarnya Selain itu, rute baru ini diharapkan dapat mendukung konektivitas kawasan pinggiran dengan pusat kota Banda Aceh, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal di sepanjang jalur yang dilalui bus Trans Koetaradja.(MA) Baca Berita Lainnya: Kadishub Aceh Tinjau Rehabilitasi Terminal Tipe B Bireuen, Tekankan Mutu dan Tepat Waktu Gelar Rapat di Pelabuhan Krueng Geukueh, Pemerintah Aceh Matangkan Kesiapan Sarana dan Prasarana Pelabuhan Keberangkatan Lancar, KMP Aceh Hebat 1 Bawa 243 Penumpang dan 98 Kendaraan

Kadishub Aceh Tinjau Rehabilitasi Terminal Tipe B Bireuen, Tekankan Mutu dan Tepat Waktu

Bireuen – Kepala Dinas Perhubungan Aceh Teuku Faisal melakukan kunjungan kerja ke Terminal Tipe B Bireuen untuk meninjau langsung pelaksanaan pekerjaan rehabilitasi terminal, Jumat, 12 September 2025. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana dan dapat selesai tepat waktu. ​Dalam kunjungannya tersebut, Teuku Faisal didampingi oleh tim teknis Dishub Aceh serta berdialog langsung dengan kontraktor pelaksana dan konsultan pengawas terkait progres pekerjaan. Kadishub Aceh mengingatkan kontraktor pelaksana pekerjaan untuk menambah jumlah tenaga kerja di lapangan serta memastikan ketersediaan bahan material cukup. “Hal ini penting supaya pekerjaan tidak terhambat sehingga bisa selesai tepat waktu,” pesannya. Selain itu, ​Teuku Faisal juga menekankan pentingnya menjaga kualitas pekerjaan dan bahan material yang digunakan. “Pekerjaan rehabilitasi ini bukan hanya soal waktu, tetapi juga soal mutu. Oleh karena itu, semua pekerjaan termasuk bahan yang digunakan harus dengan standar terbaik,” sebutnya. ​Pekerjaan rehabilitasi Terminal Tipe B Bireuen merupakan bagian dari upaya Dinas Perhubungan Aceh untuk meningkatkan fasilitas transportasi dan pelayanan kepada pengguna jasa angkutan umum AKDP. “Setelah selesai, terminal ini diharapkan dapat beroperasi lebih optimal dan representatif dalam mendukung perjalanan masyarakat Aceh,” pungkas Teuku Faisal.(AB) Baca Berita Lainnya: Gelar Rapat di Pelabuhan Krueng Geukueh, Pemerintah Aceh Matangkan Kesiapan Sarana dan Prasarana Pelabuhan Keberangkatan Lancar, KMP Aceh Hebat 1 Bawa 243 Penumpang dan 98 Kendaraan Outing Class TK Khalifah Kebun Raja : Serunya Belajar Transportasi Laut di Pelabuhan Ulee Lheue

Gelar Rapat di Pelabuhan Krueng Geukueh, Pemerintah Aceh Matangkan Kesiapan Sarana dan Prasarana Pelabuhan

Lhokseumawe – Pemerintah Aceh mengadakan rapat guna membahas kebutuhan kelengkapan sarana dan prasarana di Pelabuhan Krueng Geukueh. Pertemuan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan penuh pelabuhan yang dikelola oleh PT Pelindo Multi Terminal Lhokseumawe itu dalam mendukung pelayaran perdana rute Krueng Geukueh – Penang Malaysia. “Pembahasan hari ini mengenai langkah-langkah yang ditempuh sebagai bentuk kolaborasi Kementerian/Lembaga dalam mempersiapkan rencana operasional angkutan laut luar negeri Krueng Geukueh – Penang,” kata Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) Aceh Zulkifli saat membuka pertemuan yang berlangsung di Kantor PT Pelindo Multi Terminal (SPMT) Lhokseumawe hari ini, Jumat, 12 September 2025. Sebagai mana diketahui, pelayaran Krueng Geukueh – Penang merupakan salah satu program prioritas utama pemerintahan Gubernur Aceh Muzakir Manaf dan Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah. Rute baru ini diharapkan dapat menjadi jembatan penting untuk meningkatkan konektivitas ekonomi, pariwisata, dan sosial budaya antara Aceh dan Malaysia. Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perhubungan Aceh Teuku Faisal menyampaikan bahwa keberhasilan pelayaran perdana angkutan laut ini membutuhkan sinergi yang baik antar seluruh stakeholder, mulai dari penyiapan sarana dan prasarana hingga komoditas asli Aceh yang akan diangkut nantinya. Teuku Faisal memaparkan sejumlah capaian yang telah dilakukan oleh tim Dishub Aceh bersama para stakeholder, seperti rapat dengan KJRI Penang, penyiapan layout keluar masuk penumpang maupun barang di Pelabuhan Krueng Geukueh, membahas teknis dan prosedur ekspor impor serta biaya operasional kapal, hingga pemetaan fasilitas penunjang yang diperlukan saat pelayaran dimulai. Dalam rapat tersebut, Kadishub Aceh juga menekankan pentingnya memastikan kesiapan sarana dan prasarana pelabuhan, termasuk kesiapan peralatan dan petugas Custom, Immigration, Quarantine and Security (CIQS). “Karena untuk melakukan pelayaran ke luar negeri dan kegiatan ekspor-impor, peran CIQS menjadi sangat penting sebagai garda terdepan,” sebutnya. Kendala-kendala yang masih ditemui, lanjutnya, perlu kiranya ditindaklanjuti secara serius oleh masing-masing pihak agar persiapan semakin matang. “Ada beberapa “pekerjaan rumah” yang masih perlu kita kejar bersama agar kesiapan sarana dan prasarana menjelang pelayaran perdana semakin matang,” ujarnya. Pertemuan hari ini turut dihadiri oleh sejumlah pihak di antaranya; Kepala Bappeda Aceh, Karo Administrasi Pembangunan Aceh, Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Utara, Kepala Bidang Penindakan dan Penyelidikan Bea Cukai Ditjen Bea Cukai Aceh, Direktur Pengembangan Bisnis PT PEMA, Manager Operasional dan Teknik PT Pelindo Multi Terminal (SPMT) Lhokseumawe, Kepala Bidang Dokumen Perjalanan Ditjen Imigrasi Lhokseumawe, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas III Lhokseumawe, dan Kepala KSOP Kelas IV Lhokseumawe.(AB) Baca Berita Lainnya: Keberangkatan Lancar, KMP Aceh Hebat 1 Bawa 243 Penumpang dan 98 Kendaraan Outing Class TK Khalifah Kebun Raja : Serunya Belajar Transportasi Laut di Pelabuhan Ulee Lheue Aceh Kembangkan Rute Penerbangan Langsung Umrah dan Perluas Konektivitas Internasional

Keberangkatan Lancar, KMP Aceh Hebat 1 Bawa 243 Penumpang dan 98 Kendaraan

SINABANG – KMP Aceh Hebat 1 berhasil diberangkatkan dari Pelabuhan Penyeberangan Sinabang Kabupaten Simeulue menuju Pelabuhan Calang Aceh Jaya, pada Kamis, 11 September 2025. Kapal yang dioperasikan oleh PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Singkil ini terlihat mengangkut muatan penuh, menandakan tingginya antusiasme masyarakat Simeulue untuk melakukan perjalanan. “Penumpang hari ini sejauh pemantauan kita didominasi oleh para mahasiswa asal Simeulue yang akan kembali ke Banda Aceh untuk berkuliah,” ungkap Hendra Wijaya, Kepala Pelabuhan Penyeberangan Sinabang saat memantau jalannya proses muat penumpang dan kendaraan ke dalam kapal Aceh Hebat 1. ​ Berdasarkan data manifest keberangkatan, KMP Aceh Hebat 1 membawa penumpang sebanyak 243 orang. Selain itu, kapal itu juga mengangkut beragam jenis kendaraan, terdiri dari 65 unit sepeda motor, 12 unit mobil pribadi, dan 21 unit kendaraan barang/truk. Hendra menambahkan, keberangkatan kapal penyeberangan hari ini berjalan lancar dan tertib berkat kerja sama yang baik antara petugas pelabuhan, operator kapal, dan stakeholder lainnya di pelabuhan. ​”Kita berkomitmen untuk terus menyediakan layanan penyeberangan yang aman dan nyaman bagi masyarakat Simeulue,” tutur Hendra.(AB) Baca Berita Lainnya: Outing Class TK Khalifah Kebun Raja : Serunya Belajar Transportasi Laut di Pelabuhan Ulee Lheue Aceh Kembangkan Rute Penerbangan Langsung Umrah dan Perluas Konektivitas Internasional Kadishub Aceh Ikuti Peringatan Hardikda ke-66, Tegaskan Dukungan Transportasi Publik untuk Pendidikan

Outing Class TK Khalifah Kebun Raja : Serunya Belajar Transportasi Laut di Pelabuhan Ulee Lheue

Banda Aceh – Gelak tawa dan antusiasme mewarnai kunjungan edukasi siswa-siswi TK Khalifah Kebun Raja ke Pelabuhan Ulee Lheue hari ini. Kegiatan yang dikemas dalam program outing class ini bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar nyata dan mengenalkan dunia transportasi maritim sejak dini kepada anak-anak. Kunjungan spesial ini mendapat sambutan hangat dari Bapak Husaini, S.E., M.M.Tr., yang merupakan Kepala UPTD Pelabuhan Penyeberangan Wilayah I. Beliau secara langsung memandu dan menjelaskan berbagai aktivitas di pelabuhan, mulai dari proses sandar kapal feri, mekanisme bongkar muat, hingga peran penting pelabuhan sebagai pintu gerbang penghubung antar pulau. Para murid terlihat sangat antusias gembira saat berinteraksi tanya jawab dengan Bapak Husaini dan para staf di pelabuhan. Mereka diajak melihat langsung kapal dermaga, serta alat-alat pendukung operasional pelabuhan. Pengalaman ini diharapkan dapat menumbuhkan wawasan baru dan memotivasi mereka untuk lebih mencintai profesi di bidang kemaritiman. Kepala TK Khalifah Kebun Raja Ibu Desi Dwi Sianda, S.Pd menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan yang luar biasa dari Bapak Husaini dan seluruh tim Pelabuhan Ulee Lheue. Banyak sekali perubahan yang dirasakan saat ini di pelabuhan Ulee Lheue, mulai dari pelayanan, kenyamanan, ketertiban serta keramahan seluruh tim yang berada di pelabuhan. Kunjungan ini dinilai sangat bermanfaat dan sukses menjadi pelajaran berharga yang tidak bisa didapatkan di dalam kelas. Juga menjadi pengalaman terbaik bagi ananda sejak usia dini.(HJ) Baca Berita Lainnya: Aceh Kembangkan Rute Penerbangan Langsung Umrah dan Perluas Konektivitas Internasional Kadishub Aceh Ikuti Peringatan Hardikda ke-66, Tegaskan Dukungan Transportasi Publik untuk Pendidikan Presiden Anugerahkan Bintang Jasa Utama kepada Teungku Nyak Sandang, Patriot Aceh dalam Sejarah Transportasi Udara Indonesia

Aceh Kembangkan Rute Penerbangan Langsung Umrah dan Perluas Konektivitas Internasional

Pemerintah Aceh menegaskan komitmen untuk membuka rute penerbangan langsung, khususnya bagi jamaah Umrah, sekaligus memperluas jaringan konektivitas udara baik domestik maupun internasional. Langkah strategis ini disampaikan Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, saat membuka kegiatan Collaborative Destination Development di The Pade Hotel, Rabu, 10 September 2025. Collaborative Destination Development (CDD) merupakan kegiatan yang digagas oleh PT Angkasa Pura Indonesia menghimpun berbagai stakeholders pariwisata dan pemerintah daerah yang diharapkan dapat meningkatkan potensi bisnis pariwisata dalam mendukung pembangunan serta pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut. Kegiatan ini juga turut dihadiri oleh Direktur Komersil PT Angkasa Pura Indonesia, Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Internasional Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Ketua Umum DPP Asosiasi Travel Agent Indonesia (ASTINDO), Bupati Aceh Besar, Walikota Sabang, pihak maskapai penerbangan serta stakeholder terkait. Dalam sambutannya, Fadhlullah menekankan bahwa fokus utama pemerintah Aceh adalah menjadikan Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) sebagai gerbang utama keberangkatan jamaah Umrah. Selain itu, Bandara SIM juga diproyeksikan menjadi pintu masuk penting yang menghubungkan Aceh dengan kota-kota besar di Indonesia, serta membuka rute langsung ke sejumlah negara prioritas. Langkah ini sejalan dengan misi Pemerintah Aceh untuk memperluas aksesibilitas dan memperkuat konektivitas bagi masyarakat. “Kita memahami betul bahwa rute penerbangan langsung untuk ibadah Umrah adalah harapan besar masyarakat Aceh, sekaligus bagian dari upaya meningkatkan pelayanan transportasi udara,” ujar Fadhlullah. Selain untuk mendukung jamaah Umrah, pemerintah Aceh juga menempatkan sektor pariwisata sebagai prioritas. Rute penerbangan langsung diyakini mampu memangkas waktu perjalanan wisatawan serta memperkuat citra Aceh sebagai destinasi yang mudah dijangkau dan aman untuk dikunjungi. Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perhubungan Aceh, T. Faisal, menambahkan bahwa konektivitas udara merupakan tantangan sekaligus kunci kesuksesan transportasi udara di Aceh. Menurutnya, keberadaan rute langsung bukan hanya membuka arus wisatawan yang lebih besar, tetapi juga menjadikan Aceh lebih kompetitif di tingkat global. “Kehadiran rute penerbangan langsung akan menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi dan wisata di Aceh,” tegasnya. Lebih lanjut Pemerintah Aceh juga mengembangkan konsep wisata islami sebagai strategi unggulan. Melalui konsep ini, Aceh diharapkan mampu menciptakan ekosistem pariwisata yang menarik untuk dikunjungi.(AP) Baca Berita Lainnya: Kadishub Aceh Ikuti Peringatan Hardikda ke-66, Tegaskan Dukungan Transportasi Publik untuk Pendidikan Presiden Anugerahkan Bintang Jasa Utama kepada Teungku Nyak Sandang, Patriot Aceh dalam Sejarah Transportasi Udara Indonesia UPTD Wilayah 1 Pelabuhan Penyeberangan Dishub Aceh Gelar Donor Darah dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis Guna Meriahkan HUT ke-80 RI

Kadishub Aceh Ikuti Peringatan Hardikda ke-66, Tegaskan Dukungan Transportasi Publik untuk Pendidikan

Banda Aceh – Kepala Dinas Perhubungan Aceh, T. Faisal, ST, MT., bersama para Kepala SKPA Pemerintah Aceh lainnya, menghadiri upacara peringatan Hari Pendidikan Daerah (Hardikda) ke-66 yang berlangsung di Halaman Kantor Gubernur Aceh, Selasa (2/9/2025). Upacara yang dipimpin Wakil Gubernur Aceh, H. Fadhlullah, SE., itu diikuti ratusan pelajar SMA dari Banda Aceh dan Aceh Besar, para guru, tenaga kependidikan, serta ASN Pemerintah Aceh. Dalam amanatnya, Wagub menegaskan bahwa pendidikan unggul merupakan kunci utama dalam mewujudkan Aceh yang maju, bermartabat, dan berdaya saing. Ia juga mengapresiasi para siswa, guru, dan tenaga kependidikan atas dedikasi mereka dalam membangun pendidikan Aceh. “Pendidikan tidak hanya soal prestasi akademik, tetapi juga pembentukan karakter, kreativitas, dan daya inovasi agar generasi muda siap bersaing di tingkat nasional maupun global,” ujar Fadhlullah. Fadhlullah menyebutkan, dalam beberapa tahun terakhir Aceh menunjukkan kemajuan membanggakan di bidang pendidikan. Tingkat partisipasi sekolah meningkat, kualitas belajar membaik, dan sejumlah prestasi di bidang sains, seni, maupun olahraga berhasil diraih. Bahkan, sejumlah guru dari Aceh memperoleh penghargaan nasional atas dedikasi dan inovasi dalam mengajar. Namun demikian, Wagub mengingatkan masih banyak tantangan yang dihadapi, terutama dalam menghadapi perubahan zaman yang serba cepat. “Kita harus memastikan anak-anak Aceh dibekali keterampilan relevan, sehingga siap menghadapi tantangan teknologi, sosial, dan ekonomi di masa depan,” ujarnya. Sejalan dengan tema Hardikda ke 66 yaitu Mewujudkan Pendidikan Unggul, Menuju Aceh Maju, Dishub Aceh juga memiliki peran penting dalam mendukung kemajuan pendidikan. Salah satunya melalui layanan transportasi publik Trans Koetaradja yang difokuskan untuk melayani pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum. “Trans Koetaradja dioperasikan untuk membantu mobilitas masyarakat, khususnya pelajar dan mahasiswa. Moda ini bahkan masih gratis, sehingga dapat meringankan beban biaya transportasi bagi keluarga,” ujar T. Faisal usai mengikuti upacara. Trans Koetaradja mulai beroperasi pada 2016 dengan satu koridor Pusat Kota–Darussalam menggunakan 25 unit bus. Kini berkembang menjadi 59 unit bus dengan enam rute utama dan delapan rute feeder, termasuk yang melayani kawasan kampus Universitas Syiah Kuala dan UIN Ar-Raniry. Koridor Masjid Raya–Darussalam menjadi jalur dengan penumpang terbanyak karena mayoritas penggunanya mahasiswa. Selain memperluas armada, Dishub juga menerapkan inovasi sistem pembayaran elektronik Tap on Bus untuk membiasakan masyarakat menggunakan e-money. Namun, untuk saat ini layanan Trans Koetaradja tetap digratiskan bagi seluruh pengguna. Kadishub Aceh mengajak pelajar, mahasiswa, dan masyarakat, khususnya di Banda Aceh dan Aceh Besar, untuk memanfaatkan layanan ini. Dengan dukungan transportasi publik, kita berharap pendidikan Aceh semakin maju dan unggul. Akses mobilitas yang baik akan memperkuat semangat belajar generasi muda. Dishub Aceh juga berkomitmen terus menghadirkan layanan transportasi publik untuk mendukung aktivitas masyarakat.(HZ) Saat Daerah Lain Berbayar, Aceh Masih Gratiskan Bus Trans Koetaradja, Mengapa? Presiden Anugerahkan Bintang Jasa Utama kepada Teungku Nyak Sandang, Patriot Aceh dalam Sejarah Transportasi Udara Indonesia UPTD Wilayah 1 Pelabuhan Penyeberangan Dishub Aceh Gelar Donor Darah dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis Guna Meriahkan HUT ke-80 RI