Dishub

Panitia PON XXI Aceh Siapkan Layanan Transportasi Terbaik bagi Atlet Paramotor

LHOKSEUMAWE – Panitia Bidang Transportasi PB PON XXI Tahun 2024 Wilayah Aceh menyediakan layanan transportasi bagi atlet Paramotor yang tiba di Bandara Malikussaleh Lhokseumawe pada Senin, 26 Agustus 2024. 17 kontingen yang mengikuti cabang olahraga Paramotor di Aceh Utara akan menikmati layanan transportasi, seperti antar jemput dari hotel ke venue pertandingan, hingga pengantaran ke bandara saat kontingen hendak kembali ke daerahnya masing-masing. Selain memastikan kelancaran transportasi bagi para atlet, panitia juga menjamin kualitas layanan dengan menyediakan armada yang aman dan nyaman selama event berlangsung. Setiap kontingen didampingi oleh petugas transportasi yang berpengalaman untuk memastikan tidak ada hambatan dalam pergerakan atlet dari hotel menuju venue dan sebaliknya. Dukungan ini menjadi bagian dari upaya panitia untuk memberikan pengalaman terbaik bagi peserta PON XXI, sekaligus menjaga semangat sportivitas dan kebersamaan di antara kontingen dari berbagai daerah.(AB)

ASN Dishub Aceh Gelar Gotong Royong di Pelabuhan Ulee Lheue Sambut PON XXI

BANDA ACEH – ASN Dinas Perhubungan Aceh mengikuti kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue pada Jumat, 23 Agustus 2024. Kegiatan gotong royong ini merupakan tindak lanjut dari arahan Pj Gubernur Aceh dalam rangka menyukseskan penyelenggaraan PON XXI Wilayah Aceh Tahun 2024. Kegiatan bersih-bersih ini merupakan bentuk kesiapan dan keseriusan Pemerintah Aceh dalam menyambut perhelatan PON XXI di Aceh. Harapannya, para atlet, ofisial maupun tamu yang berkunjung ke Aceh bisa merasa nyaman saat menggunakan fasilitas publik. Berbagai pihak turut serta dalam kegiatan tersebut, termasuk pegawai ASN Dinas Perhubungan, petugas kebersihan, dan masyarakat setempat. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi contoh kesadaran bersama untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan, terutama di area pelabuhan yang menjadi salah satu pintu masuk utama ke Aceh. Dengan kerja sama ini, Pemerintah Aceh optimis penyelenggaraan PON XXI akan berjalan lancar dan sukses, serta mampu memberikan kesan positif bagi para tamu dari berbagai daerah.(AB)

PB PON XXI Aceh Gelar Simulasi Penyambutan Kontingen di Bandara Sultan Iskandar Muda

JANTHO – Panitia Besar Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Wilayah Aceh menyelenggarakan simulasi (gladi kotor) penyambutan kedatangan kontingen PON ke Aceh di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Jumat, 23 Agustus 2024. Kegiatan ini dimulai dengan simulasi penyambutan, registrasi, hingga pengantaran ke hotel dan venue pertandingan. Simulasi hari ini dipimpin langsung oleh Ketua Harian PB PON XXI Wilayah Aceh Azwardi dan Wakil Ketua Harian II PB PON XXI Wilayah Aceh Iskandar. Keduanya ingin memastikan pelayanan terhadap kontingen yang datang ke Aceh bisa terlayani dengan baik.(AB)

282 Liaison Officer Transportasi Ikuti Pelatihan untuk Sukseskan PON XXI di Aceh

BANDA ACEH – Sebanyak 282 Liaison Officer (LO) transportasi dari wilayah Aceh Besar, Banda Aceh, dan Aceh Utara mengikuti pelatihan dan pembekalan terkait pelayanan transportasi di Aula Dishub Aceh, Kamis, 22 Agustus 2024. Pembekalan ini diberikan kepada LO transportasi yang akan berperan dalam menyukseskan pelaksanaan PON XXI Wilayah Aceh. Acara berlangsung secara hybrid, dengan sebagian peserta mengikuti secara offline di aula, dan sebagian lainnya mengikuti secara online melalui sambungan Zoom meeting. Dalam pembekalan tersebut, para LO diberikan pemahaman mendalam mengenai tugas dan tanggung jawab mereka selama PON XXI berlangsung, terutama dalam hal pengaturan transportasi untuk atlet, ofisial, dan tamu undangan dari berbagai daerah.(AB)

PB PON XXI Aceh Gelar Simulasi Kedatangan Kontingen untuk Matangkan Layanan PON 2024

BANDA ACEH – Ketua Bidang Transportasi PB PON XXI Wilayah Aceh Teuku Faisal mengikuti kegiatan simulasi kedatangan dan penyambutan kontingen Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI di Aceh. Simulasi ini berlangsung di Kantor Gubernur Aceh pada Rabu, 21 Agustus 2024. Kegiatan ini turut dipantau langsung oleh Ketua Harian PB PON XXI Wilayah Aceh Azwardi bersama Wakil Ketua Harian beserta para anggota PB PON XXI Wilayah Aceh lainnya. Kegiatan simulasi bertujuan untuk mematangkan skema layanan yang telah direncanakan, sehingga pelayanan kepada kontingen yang hadir saat kegiatan berlangsung dapat berjalan dengan baik. Di samping itu, diharapkan bisa memberi pemahaman yang utuh kepada seluruh tim yang bertugas terkait tugas mereka pada bidangnya masing-masing.(AB)

Super Air Jet Layani Penerbangan Banda Aceh ke Kuala Lumpur dan Medan Setiap Hari

JANTHO – Maskapai Super Air Jet resmi mengoperasikan rute penerbangan baru Kualanamu – Banda Aceh – Kuala Lumpur mulai hari Sabtu, 3 Agustus 2024. Kehadiran rute perdana maskapai ini ditandai dengan tradisi penyambutan water salute terhadap pesawat Airbus 320 di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) Aceh Besar. Kepala Dinas Perhubungan Aceh Teuku Faisal, saat membacakan sambutan Pj Gubernur Aceh, menyampaikan bahwa kehadiran rute penerbangan baru ini tentu menjadi kabar gembira bagi masyarakat Aceh sebab semakin memperluas akses penerbangan dari dan menuju Aceh. “Penerbangan rute baru Maskapai Super Air Jet juga menunjukkan betapa cerahnya bisnis penerbangan di Aceh belakangan ini. Padahal kita semua tahu, Super Air Jet merupakan perusahaan penerbangan yang belum lama hadir di Aceh,” kata Teuku Faisal. Penambahan rute ini, di samping dapat meningkatkan kunjungan pariwisata Aceh, tentu sangat bermanfaat dalam mendukung penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Wilayah Aceh yang akan digelar dalam waktu dekat. Kadishub Aceh berharap peningkatan konektivitas di Aceh ini bisa meningkatkan mobilitas masyarakat dan aktivitas pariwisata Aceh, sehingga mampu memberikan daya ungkit bagi perekonomian Aceh. “Saya berharap Super Air Jet bisa membantu mempromosikan Aceh di rute-rute internasional yang dilaluinya,” tuturnya. Pada kesempatan yang sama, Direktur Safety and Quality Super Air Jet, Capt, Ongky Rinaldi Fakhruddin menyebutkan bahwa penambahan rute penerbangan dari dan ke Aceh ini menjadi bukti nyata komitmen Super Air Jet dalam menyediakan layanan penerbangan terjangkau, aman dan nyaman bagi masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Aceh. Ongky menambahkan, jumlah penumpang yang terisi di penerbangan perdana rute Kualanamu – Banda Aceh sebanyak 103 orang. Sedangkan untuk penerbangan dari Banda Aceh menuju Kuala Lumpur sebanyak 104 orang dari total 180 seat yang tersedia. “Pada penerbangan selanjutnya, kita optimis okupansinya bisa mencapai 80 persen lebih karena kita melihat demand di Aceh ini cukup besar,” kata Ongky. Ongky menyebutkan rute baru ini diharapkan dapat memperkuat konektivitas antar Aceh dan Kuala Lumpur, serta mendukung kegiatan ekonomi, pariwisata dan kegiatan kemasyarakatan di Aceh. “Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Aceh, otoritas bandara, dan semua pihak yang telah memberikan dukungan penuh sehingga penerbangan perdana hari ini bisa terlaksana dengan baik,” sebutnya. Sebagai informasi, rute baru ini akan beroperasi setiap hari. Untuk rute internasional Banda Aceh – Kuala Lumpur, terbang dari Banda Aceh pukul 11.00 WIB dan tiba di Kuala Lumpur 13.30 Waktu Malaysia. Sementara dari Kuala Lumpur terbang pada pukul 14.30 Waktu Malaysia, dan tiba di Banda Aceh pukul 15.00 WIB. Sedangkan rute Kualanamu – Banda Aceh, terbang pada pukul 09.00 WIB dan tiba di Bandara SIM pada pukul 10.10 WIB. Untuk rute Banda Aceh – Kualanamu, terbang pada pukul 15.40 WIB dan tiba di Bandara Kualanamu Medan pada pukul 16.50 WIB. Pihak Super Air Jet menginformasikan bahwa penerbangan ke Kuala Lumpur kini terkoneksi ke lebih dari 40 kota tujuan internasional menggunakan jaringan Batik Air Malaysia, seperti Jeddah, Hanoi, Singapura, Bangkok, Phuket, Australia, Jepang, Taiwan, Korea Selatan, dan kota-kota lainnya.(AP)

Dishub Aceh Dinilai Punya Tekad Kuat Dalam Menjamin Keterbukaan Informasi Publik

BANDA ACEH – “Diantara kita (Dishub Aceh) dan masyarakat tidak ada yang ditutup-tutupi, seluruh informasi terkait penyelenggaraan pemerintahan terutama di bidang perhubungan dapat diakses melalui website maupun media sosial kita.” Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Perhubungan Aceh Teuku Faisal saat memaparkan inovasi dan strategi pengelolaan keterbukaan informasi publik di hadapan Tim Komisi Informasi Aceh (KIA) yang berlangsung di ruang Aula Multimoda, Dishub Aceh, Selasa, 30 Juli 2024. Pemaparan inovasi dan strategi pengelolaan keterbukaan informasi publik ini merupakan sebuah rangkaian dari penilaian keterbukaan informasi pada lembaga publik yang diselenggarakan oleh KIA. “Kami percaya bahwa transparansi adalah fondasi utama untuk hubungan yang kuat dengan masyarakat, karenanya kami akan terus berupaya untuk memenuhi standar tertinggi dalam memberikan informasi yang transparan dan relevan,” kata Teuku Faisal di hadapan Tim visitasi KIA yang terdiri dari Arman Fauzi selaku Ketua KIA, M. Hamzah selaku komisioner KIA, Nurlaily Idris selaku komisioner KIA, dan Adi Warsidi, Ketua Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) Wilayah Aceh, selaku Tim ahli KIA. Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Rizki Fadhil menambahkan bahwa Dishub Aceh selalu berusaha melahirkan inovasi-inovasi baru dan strategi-strategi jitu untuk meramu informasi yang relevan dan dibutuhkan oleh masyarakat. “Beberapa inovasi kita memanfaatkan akses terhadap informasi secara real time dan tampilan yang menarik publik, untuk strategi sendiri kita merangkul generasi yang melek akan teknologi,” ucap Rizki. Sementara itu, Ketua KIA Arman Fauzi menyebutkan bahwa pihaknya akan terus mengawal komitmen badan-badan publik untuk terus menerapkan pelayanan informasi sesuai standar layanan informasi publik dengan memperhatikan asas pelayanan yang mudah, cepat dan tepat. “Strategi pengelolaan keterbukaan informasi publik yang dipaparkan oleh Dishub Aceh saya rasa sangat menarik, inovatif dan kreatif,” tutup Arman.(AP)

Lepas Penerbangan Charter Umrah, Bustami Harap Berdampak Bagi Perekonomian Aceh

Garuda Indonesia Layani Penerbangan Langsung Aceh – Jeddah JANTHO – Penerbangan umrah langsung dari Aceh – Jeddah akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian Aceh, baik secara langsung maupun tidak langsung. Kehadiran jemaah umrah yang lebih banyak tentu akan meningkatkan aktivitas perdagangan dan jasa, yang pada akhirnya memberikan manfaat bagi ekonomi daerah. Keyakinan itu diungkapkan oleh Penjabat (Pj) Gubernur Aceh Bustami Hamzah saat melepas penerbangan charter umrah rute Banda Aceh – Jeddah yang dilayani oleh Maskapai Garuda Indonesia di Gedung VIP Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) Aceh Besar, pada Senin, 29 Juli 2024. Pemerintah Aceh, kata Bustami, sangat menghargai kontribusi Garuda Indonesia dalam memfasilitasi ibadah umrah bagi masyarakat Aceh yang semakin mudah dan terjangkau. “Ini merupakan bukti nyata dedikasi Garuda Indonesia dalam memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan dan dukungan terhadap kebutuhan masyarakat Aceh,” ujarnya. Dengan adanya penerbangan langsung Banda Aceh – Jeddah, sambung Bustami, perjalanan umrah menjadi lebih efisien, nyaman dan terjangkau. Di samping itu, dengan waktu perjalanan yang lebih singkat tanpa rute berbelit-belit, memungkinkan jamaah untuk lebih khusyuk beribadah di Tanah Suci dengan energi yang lebih terjaga. Pada kesempatan yang sama, CEO West Region Garuda Indonesia Fitria Ruswita menyebutkan Garuda Indonesia terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada calon jemaah umrah dari Aceh. “Saat ini hanya 30 persen jemaah umrah yang berangkat melalui Bandara SIM dari total keseluruhan jemaah umrah di Aceh,” ungkapnya. Artinya, dengan adanya penerbangan langsung ini Fitria berharap jumlah jemaah umrah dari Banda Aceh ke Jeddah bisa semakin meningkat. “Pasar umrah di Aceh sangat luar biasa. Mudah-mudahan dengan adanya kami, Garuda Group, bisa menjawab kebutuhan pasar dan bisa memberangkatkan lebih banyak lagi jemaah umrah dari Aceh,” harapnya. Pelepasan penerbangan charter umrah Aceh – Jeddah ditandai dengan seremonial pemotongan pita diikuti dengan silaturrahmi PJ. Gubernur Aceh dengan para jemaah umrah di dalam pesawat, dan turut disaksikan oleh sejumlah tamu undangan dari instansi terkait.(DA/AB)

Kamu Bisa Duduk di Dekat Jendela Darurat Pesawat Kalau Memenuhi Kriteria

Menempati kursi di dekat jendela darurat pesawat menawarkan beberapa keuntungan, termasuk ruang kaki yang lebih luas dan akses mudah ke jalan keluar darurat. Namun, tidak semua penumpang bisa duduk di sana. Ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi untuk memastikan keselamatan dan efisiensi dalam keadaan darurat. Salah satu kriteria utama adalah usia. Penumpang yang duduk di kursi ini harus berusia minimal 15 atau 16 tahun, tergantung pada peraturan maskapai, agar mereka dapat memahami dan melaksanakan instruksi dengan baik dalam situasi darurat. Selain usia, penumpang harus memiliki kemampuan fisik yang memadai. Mereka harus dapat membuka pintu darurat yang berat dan membantu evakuasi penumpang lain jika diperlukan. Hal ini berarti mereka harus tidak memiliki gangguan fisik atau mental yang dapat menghambat kemampuan mereka dalam menjalankan tugas ini. Maskapai sering kali meminta calon penumpang di kursi ini untuk menyatakan bahwa mereka mampu dan bersedia untuk melaksanakan tugas-tugas ini sebelum penerbangan. Penumpang juga harus bisa berkomunikasi dengan baik dalam bahasa yang digunakan oleh awak kabin. Ini penting karena dalam situasi darurat, instruksi yang jelas dan cepat harus dipahami dan dilaksanakan tanpa kesalahpahaman. Kemampuan berkomunikasi ini mencakup mendengar dan berbicara dengan jelas, sehingga setiap penumpang di kursi jendela darurat dapat bekerja sama dengan kru pesawat dan penumpang lainnya secara efektif. Selain itu, penumpang yang duduk di dekat jendela darurat harus bersedia untuk membantu dalam keadaan darurat. Ini termasuk kesiapan mental dan emosional untuk menghadapi situasi yang mungkin menakutkan dan penuh tekanan. Maskapai penerbangan biasanya memberikan instruksi tambahan dan briefing kepada penumpang di kursi ini untuk memastikan mereka siap menghadapi segala kemungkinan. Dengan memenuhi kriteria ini, penumpang tidak hanya mendapatkan keuntungan lebih selama penerbangan, tetapi juga berperan penting dalam menjaga keselamatan semua orang di pesawat.(MR)

Sejarah Bandara di Dunia

Sejarah bandara di dunia mencerminkan evolusi penerbangan sipil yang dimulai sejak awal abad ke-20. Bandara pertama di dunia, yang berfungsi untuk penerbangan sipil, didirikan untuk melayani kebutuhan transportasi udara yang mulai berkembang pesat. Berikut adalah beberapa tonggak penting dalam sejarah bandara di dunia: Awal Mula Penerbangan dan Bandara Pertama Era Penerbangan Komersial Perkembangan Pasca Perang Dunia II Modernisasi dan Era Bandara Internasional Tren Masa Kini dan Masa Depan Saat ini, bandara di seluruh dunia terus berkembang dan beradaptasi dengan teknologi baru serta peningkatan kebutuhan penumpang. Beberapa tren modern termasuk pengembangan bandara pintar, peningkatan efisiensi energi, dan penekanan pada pengalaman penumpang.(MR) *Diolah dari berbagai sumber