Dishub

Penerbangan Kloter 1 Calon Jamaah Haji Aceh Berjalan Lancar

JANTHO – Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Faisal, selaku Kepala Bidang Penerbangan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Aceh, memantau persiapan keberangkatan penerbangan haji perdana di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM), Blang Bintang, Aceh Besar, Selasa, 14 Juni 2022. Faisal menyebutkan, persiapan sarana dan prasarana di bidang penerbangan untuk menunjang penyelenggaraan angkutan udara haji tahun ini berjalan dengan baik. Koordinasi dengan sejumlah pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan ibadah haji di Aceh, tambah Faisal, juga berlangsung dengan cukup baik dan intens. Seperti koordinasi dengan manajemen PT Angkasa Pura II Bandara SIM serta stakeholder penerbangan lainnya di bandara. Di samping itu, kata Faisal, pesawat udara yang digunakan untuk mengantar calon jemaah haji ke tanah suci akan dilakukan pemeriksaan atau inspeksi (ramp inspection) secara rutin oleh pihak yang berwenang, yaitu dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan. “Kita tetap berupaya agar pelayanan di bidang penerbangan, baik saat keberangkatan maupun kepulangan jemaah haji berjalan dengan baik, seperti pesan Gubernur Aceh tadi sore saat pelepasan para calon jemaah di Asrama Haji,” ungkap Faisal. Sementara itu, dalam rangka memastikan keselamatan dan keamanan penerbangan, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan telah menempatkan para Inspektur Penerbangan pada 12 bandara embarkasi haji di seluruh Indonesia, salah satunya di Bandara SIM. Capt. Affandi Rinaldi, salah satu Inspektur Penerbangan dari Direktorat Kelaikudaraan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) Kementerian Perhubungan yang bertugas di Bandara SIM, menyebutkan bahwa rampcheck keselamatan dilakukan demi kelancaran penerbangan angkutan udara haji. Affandi menjelaskan, pemeriksaan berfokus pada sisi kelaikudaraan pesawat udara (Airworthiness Certificate) dan dokumen-dokumen sertifikat pilot maupun awak kabin serta kondisi kesehatan mereka. Dari hasil pemeriksaan, Affandi menyebutkan bahwa lisensi penerbang dan awak kabin pesawat udara yang akan melayani keberangkatan calon jemaah haji semuanya masih valid dan current (baru). “Tidak ada yang habis masa berlakunya, termasuk sertifikat kesehatannya juga demikian,” ungkap Affandi. Ia juga menjelaskan bahwa pesawat bernomor registrasi PK-GII ini telah dinyatakan laikudara dengan terbitnya Airworthiness Certificate atau sertifikat kelaikudaraan pesawat udara. Penerbangan angkutan haji kloter pertama dari Bandara SIM dini hari ini berjalan lancar. Pesawat bertipe Boeing 777-3U3ER lepas landas menuju Bandara Internasional Mohammad Bin Abdulaziz Madinah tepat pada pukul 01.25 WIB sesuai jadwal yang direncanakan. (AM)

Gubernur Aceh Lepas 393 Kloter Pertama Calon Jamaah Haji

BANDA ACEH – Gubernur Aceh, Nova Iriansyah lepas keberangkatan 393 calon jemaah haji embarkasi Aceh kelompok terbang (kloter) pertama di Asrama Haji Banda Aceh, Selasa, 14 Juni 2022. Calon jemaah haji kloter pertama ini akan berangkat dini hari nanti, Rabu, 15 Juni 2022 pukul 01.25 WIB dari Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) Aceh Besar. Nova, dalam sambutannya menyampaikan bahwa penyelenggaraan ibadah haji tahun ini cukup istimewa setelah dua tahun lamanya ditiadakan akibat pandemi. “Allah menakdirkan 2 tahun perjalanan ke tanah suci ditunda. Alhamdulillah, tahun ini bisa dilaksanakan kembali, sudah sepatutnya kita bersyukur,” ujarnya. Ia bersyukur Pemerintah Arab Saudi sudah membuka pintu untuk pelaksanaan ibadah haji walaupun dengan kuota terbatas. “Kita berharap dan terus berusaha agar kuota dapat bertambah agar waiting list (daftar tunggu) naik haji masyarakat Aceh menjadi lebih pendek,” harap Nova. Pemerintah Aceh, sebut Nova, terus berupaya melakukan pendekatan dengan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia agar memberi perhatian bagi Aceh sebagai satu-satunya daerah yang menerapkan syariat islam. “Kita mohon doa dari bapak ibu para calon jemaah haji supaya Pemerintah Arab Saudi terketuk hatinya agar kuota haji khusus Aceh bertambah,” kata Nova. Bagi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji embarkasi Aceh, Nova berpesan agar melayani para tamu Allah dengan sebaik-baiknya, mulai dari pelayanan asrama haji sampai di Bandara SIM hingga pesawat take-off ke tanah suci. Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Iqbal, selaku Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), melaporkan bahwa tahun ini embarkasi Aceh akan memberangkatkan sebanyak 2.023 orang ke tanah suci. Jumlah ini terdiri dari 1.992 calon jemaah haji, 20 petugas kloter, 10 pemandu haji, dan 1 orang ketua. Acara pelepasan keberangkatan kloter pertama ini turut dihadiri oleh Ketua Komisi VI DPR Aceh, Sekretaris Daerah Aceh, Ketua MPU Aceh, Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Aceh, Kepala Dinas Perhubungan Aceh selaku Kepala Bidang Penerbangan pada Petugas Penyelenggara Ibadah Haji Tahun 2022, Kepala Dinas Kesehatan Aceh, dan sejumlah instansi lainnya yang terlibat dalam penyelenggaraan ibadah haji di Aceh. Sebagai informasi, penerbangan dini hari nanti menggunakan pesawat udara dengan tipe Boeing 777-3U3ER dengan nomor registrasi PK-GII milik Garuda Indonesia. Pesawat dengan nomor penerbangan GA-2101 tersebut akan lepas landas dari Bandara SIM menuju Bandara Internasional Mohammad Bin Abdulaziz, Madinah pada pukul 01.25 WIB. (AM)

Bandara SIM Perlu Segera Dibuka untuk Penerbangan Internasional

BANDA ACEH – Rakan harus tahu nih, Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) masih berstatus bandara internasional, lho. Memang, sejak Covid19 melanda Indonesia pada awal 2020, perjalanan dari/ke luar negeri melalui bandara di seluruh Indonesia dibatasi, termasuk melalui Bandara SIM. Nah, pada tahun ini, sesuai SE Nomor 17 tahun 2022, Pemerintah Pusat kembali membuka 10 bandara sebagai entry point perjalanan internasional, salah satu tujuannya untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional melalui sektor pariwisata. Kemudian, Pemerintah menambah 6 bandara lainnya untuk mendukung perjalanan haji yang dituang dalam SE Nomor 19 tahun 2022, salah satunya Bandara SIM. Merespon tingginya permintaan penerbangan internasional via Bandara SIM oleh masyarakat, Pemerintah Aceh bergerak cepat dengan menyurati Kemenhub pada April lalu, meminta agar Bandara SIM dapat melayani kembali penerbangan internasional. Tidak berhenti di situ, Pemerintah Aceh juga menyurati Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) supaya Bandara SIM ditetapkan sebagai salah satu pintu masuk perjalanan internasional, baik untuk perjalanan umrah, pariwisata maupun akifitas sosial ekonomi lainnya. Lantas, kenapa Bandara SIM perlu segera dibuka untuk penerbangan internasional? Yuk disimak. Sebagai satu-satunya provinsi yang menerapkan syari’at islam, Aceh yang dikenal dengan julukan Serambi Mekah menjadi provinsi dengan jumlah jamaah haji dan umrah yang cukup signifikan. Data perjalanan umrah via Bandara SIM sejak tahun 2017 hingga 2020 menunjukkan peningkatan setiap tahunnya. Penerbangan langsung dari Aceh ke Arab Saudi dengan jarak relatif dekat tentunya membuat biaya haji dan umrah lebih murah dan jarak tempuh yang singkat. Selain perjalanan ke tanah suci, masyarakat Aceh juga sangat antusias menantikan dibukanya kembali penerbangan langsung ke Malaysia, baik via Kuala Lumpur maupun Penang. Data menunjukkan bahwa sebelum pandemi covid-19 pelancong asal negeri jiran sangat ramai berkunjung ke Aceh, begitu pula sebaliknya. Hal ini disebabkan adanya ikatan historis yang kuat antara masyarakat Aceh dengan Malaysia. Perlunya Bandara SIM ditetapkan kembali sebagai entry point bagi pelaku perjalanan luar negeri juga disebabkan posisi Aceh yang sangat strategis di ujung barat Sumatera dan dekat dengan negara-negara di Eropa, Timur Tengah, Asia Selatan dan kawasan ASEAN. Pembukaan penerbangan internasional di Bandara SIM juga untuk mendukung kerjasama subregional antara Pemerintah Indonesia (Aceh) dengan sejumlah negara, seperti Indonesia – Malaysia – Thailand Growth Triangle (IMT-GT) serta kerjasama Aceh dengan India (Andaman-Nicobar). Untuk mendukung dikembangkannya rute penerbangan domestik dan internasional dari Bandara SIM, Pemerintah Aceh telah mengadakan kerjasama dengan PT Indonesia AirAsia terkait dukungan penerbangan dan peningkatan kunjungan wisatawan di Aceh. (AM)

Air Asia dan Pemerintah Aceh Sepakati Peningkatan Kunjungan Wisata

BANDA ACEH – Gubernur Aceh, Nova Iriansyah tandatangani kerjasama antara Pemerintah Aceh dengan PT Indonesia AirAsia terkait pengembangan dan peningkatan kunjungan wisatawan di Aceh, Banda Aceh, Sabtu, 4 Juni 2022. Kerjasama ini berfokus pada pengembangan penerbangan untuk mendukung pariwisata Aceh serta meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancaneraga maupun domestik ke Aceh. Pada kesempatan tersebut, Nova mengapresiasi AirAsia yang telah merespon secara cepat surat dari Pemerintah Aceh. Hubungan yang baik dan saling menghargai ini, sebut Nova, semoga bisa memberikan dampak yang baik pula bagi masyarakat Aceh. Lebih lanjut, Nova menyampaikan bahwa masyarakat Aceh memiliki hubungan psikologis yang cukup dalam dengan AirAsia. Makanya, ia sangat bergembira maskapai ini telah terbang kembali ke Aceh. “Hari ini saya berserta seluruh rakyat Aceh bergembira karena AirAsia telah melayani kembali penerbangan ke Aceh,” ungkap Nova. Terkait layanan rute internasional, Nova menyebut bahwa saat ini Bandara Sultan Iskandara Muda (SIM) belum bisa melayani rute tersebut karena belum memiliki izin dari Pemerintah Pusat. Bila ke depan, pandemi sudah mereda dan Bandara SIM sudah terbuka untuk internasional, Nova meminta AirAsia memanfaat peluang tersebut. “Penerbangan Banda Aceh – Kuala Lumpur menjadi prioritas yang sangat diharapkan oleh masyarakat Aceh,” sebut Nova. Selain itu, Nova berharap AirAsia bisa melayani penerbangan ibadah umrah ke Jeddah karena saat ini umrah sudah diizinkan oleh Pemerintah Arab Saudi. Pada saat yang sama, Direktur Utama PT Indonesia AirAsia, Veranita Yosephine menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Aceh dan segenap masyarakat Aceh yang cukup antusias menyambut kehadiran AirAsia kembali ke Aceh. Penerbangan kembali ke Banda Aceh ini, sebut Veranita, sejalan dengan rencana AirAsia yang sudah disiapkan jauh-jauh hari. Selain itu, ia menyampaikan bahwa kedatangan dirinya ke Aceh untuk menjalin hubungan yang lebih intensif dengan Pemerintah Aceh terkait promosi maupun kolaborasi yang lebih intens dalam meningkatkan kunjungan pariwisata ke Aceh. “Kita juga mohon dukungan dari Pemerintah Aceh agar layanan penerbangan AirAsia di Aceh lebih sustainable, dan tidak menutup kemungkinan kita akan menambah frekuensi dan juga rute-rute lain, baik domestik maupun internasional,” ungkap Veranita. Veranita juga tidak lupa mengapresiasi kerja keras Pemerintah Aceh, dalam hal ini Dinas Perhubungan Aceh, sehingga AirAsia bisa terbang lebih cepat dari yang telah direncanakan. Turut hadir dalam pertemuan hari ini, Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Executive General Manager PT Angkasa Pura II Bandara SIM, serta para Kepala Biro Sekretariat Daerah Aceh lainnya. (AM)

Air Asia Terbang Perdana ke Aceh

JANTHO – Gubernur Aceh, Nova Iriansyah diwakili Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Aceh, Teuku Faisal sambut kedatangan penerbangan perdana maskapai AirAsia dengan nomor penerbangan QZ654 di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Jumat, 3 Juni 2022. Alasan AirAsia membuka kembali rute penerbangan ke Banda Aceh, salah satunya guna menyahuti surat Gubernur Aceh beberapa waktu lalu yang meminta maskapai tersebut untuk melayani perjalanan udara masyarakat ke Banda Aceh. Kadishub Aceh, Teuku Faisal mengapresiasi kehadiran kembali AirAsia di Banda Aceh. Apresiasi itu disampaikannya dalam acara Inaugural Flight Ceremony yang dihadiri oleh CEO AirAsia, Veranita Yosephine di Gedung VIP Bandara SIM. “Terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada PT Indonesia AirAsia yang secara cepat merespon permintaan kami untuk menghadirkan pelayanan transportasi udara bagi masyarakat Aceh,” ujar Faisal. Seiring melandainya kasus Covid-19 di Indonesia, kata Faisal, minat masyarakat untuk melakukan perjalanan semakin meningkat, termasuk masyarakat Aceh. Berdasar data, tercatat 294.287 pergerakan orang keluar dan masuk Aceh selama periode angkutan lebaran 2022 (H-7 hingga H+7). Sebanyak 23.466 di antaranya menggunakan pesawat udara. “Tentu ini menjadi tugas Pemerintah untuk memfasilitasi lancarnya mobilitas masyarakat dengan biaya yang terjangkau,” sebut Faisal. Faisal juga menyoroti berbagai keluhan masyarakat Aceh terkait minimnya frekuensi penerbangan dari dan ke Aceh yang akhirnya menyebabkan tarif penerbangan melambung tinggi. Tarif yang cukup mahal tentu tidak ramah bagi kantong masyarakat yang sedang terimbas pandemi. Selain itu, kondisi ini juga mengakibatkan inflasi yang cukup tinggi di Aceh. “Dengan hadirnya layanan AirAsia, kini masyarakat memiliki alternatif pilihan penerbangan dan mendapatkan kesempatan untuk terbang dengan lebih nyaman dan harga yang terjangkau,” ungkap Faisal. Di samping itu, Faisal menyebut, Pemerintah Aceh berharap AirAsia dapat terus memperluas jaringan layanan penerbangannya di Aceh, baik domestik maupun internasional. Salah satunya, membuka kembali rute penerbangan Banda Aceh – Kuala Lumpur. Pada kesempatan yang sama, CEO PT Indonesia AirAsia, Veranita Yosephine menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan dan dukungan yang luar biasa dari Pemerintah Aceh. “Hari ini juga merupakan momen yang sangat kami nanti-nantikan untuk kembali terbang melayani masyarakat Aceh,” ungkapnya. Veranita tidak memungkiri bahwa kehadiran kembali AirAsia di Aceh berkat masukan-masukan yang diberikan oleh masyarakat Aceh melalui media sosial. “Terima kasih kepada masyarakat Aceh atas ungkapan dan publisitas yang berkembang di media massa sehingga kami merasa terpanggil untuk kembali hadir di Aceh,” ungkapnya. Pembukaan kembali rute Banda Aceh – Kualanamu, sebut Veranita, merupakan wujud kontribusi AirAsia kepada masyarakat untuk memberikan alternatif transportasi yang harganya lebih terjangkau. “Dan semoga bisa mendukung akselerasi bangkitnya perekonomian dan pariwisata, serta perdagangan di Aceh,” sebutnya. Ia tidak menampik terbukanya kemungkinan penambahan flight dari dan ke Aceh seiring dengan peningkatan demand ke depannya. Oleh karena itu, pihaknya akan melakukan kerjasama dan kolaborasi yang lebih luas bersama Pemeritah Aceh dalam hal pertukaran informasi dengan tujuan saling menguntungkan kedua belah pihak. Terkait penerbangan internasional, khususnya ke Kuala Lumpur, ia memastikan bahwa rute tersebut tidak luput dari perhatian AirAsia. “Kami menyadari bahwa posisi strategis Aceh kalau dibuka penerbangan internasinal akan sangat mendukung pertumbuhan pariwisata karena mayoritas wisatawan luar negeri yang berkunjung ke Aceh berasal dari Malaysia,” ujar Veranita. Sebagai informasi, AirAsia melayani rute Banda Aceh – Kualanamu tiga kali seminggu setiap hari Selasa, Jumat, dan Minggu dengan pesawat Airbus A320 berkapasitas 180 penumpang. Airline yang dikenal dengan maskapai berbiaya rendah (low-cost cerrier) ini juga menyediakan 20kg bagasi cuma-cuma (gratis). (AM)

Citilink Kembali Terbang ke Aceh

Citilink Indonesia aktifkan kembali rute penerbangan ke Banda Aceh setelah sempat terhenti akibat pandemi Covid-19. Penerbangan perdana ke Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) dilakukan hari ini, Jumat, 20 Mei 2022. Kembali aktifnya maskapai ini terbang ke Aceh dalam rangka menyahuti surat Gubernur Aceh kepada Direktur Utama PT Citilink Indonesia, pada 28 April yang lalu, terkait permohonan melayani kembali penerbangan ke Banda Aceh. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Faisal dalam penyambutan penerbangan perdana Citilink Indonesia di Bandara SIM bersama Executive General Manager PT Angkasa Pura II Bandara SIM, Iwan Sutisna, Jumat, 20 Mei 2022. Dalam surat tersebut, sebut Faisal, Gubernur Aceh menyampaikan bahwa minat masyarakat Aceh untuk menggunakan jasa penerbangan menunjukkan trend yang semakin positif. Namun, frekuensi dan maskapai yang melayani penerbangan dari dan ke Aceh melalui Bandara SIM cukup terbatas. Sehingga dengan beroperasinya Citilink di Bandara SIM, ungkap Faisal, akan memberikan banyak pilihan bagi masyarakat saat melakukan perjalanan dengan pesawat udara. “Masyarakat juga bisa memilih jadwal yang lebih variatif dengan tarif yang semakin terjangkau karena saat ini frekuensi penerbangan dari dan ke Aceh sudah bertambah,” sebut Faisal. Menurut Faisal, penambahan frekuensi penerbangan ke Aceh juga akan semakin mendukung kemudahan investasi dan kunjungan pariwisata di Aceh. Kehadiran Citilink Indonesia di Aceh diharapkan dapat mengakomodir pergerakan masyarakat guna akselerasi pertumbuhan ekonomi di Aceh. Faisal juga bersyukur saat ini maskapai sudah mulai melirik kembali Aceh karena destinasi wisata Aceh menjadi daya tarik bagi wisatawan. “Kita berharap semakin banyak airlines yang terbang ke Aceh untuk melayani masyarakat Aceh, tidak hanya di rute domestik tapi juga internasional,” harap Faisal. Sementara itu, Direktur Utama Citilink Indonesia, Dewa Kadek Rai, melalui siaran persnya hari ini, menyebutkan bahwa pembukaan rute ke Banda Aceh untuk memperkuat konektivitas di wilayah barat Indonesia. Hal ini juga sebagai bentuk komitmen Citilink Indonesia dalam memberikan akses transportasi udara ke masyarakat. Untuk penerbangan ke Aceh, Citilink menggunakan pesawat ATR72-600 dengan kapasitas penumpang 70 orang. Penerbangan akan beroperasi setiap hari dengan rute Kualanamu (KNO) – Banda Aceh (BTJ) – Kualanamu (KNO). Berdasar data manifes yang diperoleh, penerbangan perdana dari Kualanamu ke Banda Aceh hari ini membawa sebanyak 35 penumpang. Sedangkan pada penerbangan selanjutnya, Banda Aceh – Kualanamu, pesawat terisi penuh dengan total 70 penumpang. (AM)

Air Asia Kembali Layani Penerbangan ke Aceh

BANDA ACEH – Maskapai AirAsia umumkan rencana pembukaan rute penerbangan Banda Aceh – Kualanamu PP yang akan beroperasi mulai 3 Juni 2022. Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Faisal menyebutkan, pembukaan rute baru ini merupakan tidak lanjut pihak AirAsia terhadap surat Gubernur Aceh per tanggal 14 April yang berisi permohonan agar rute Banda Aceh – Medan dilayani kembali. “Alhamdulillah, pihak AirAsia merespon dengan cukup baik permintaan pembukaan rute penerbangan ke Aceh melalui surat Gubernur Aceh terkait pelayanan kembali rute Banda Aceh – Medan,” kata Faisal. Dengan pembukaan rute oleh AirAsia ini, ungkap Faisal, akan memberi pilihan bagi masyarakat Aceh dalam menikmati pelayanan transportasi udara, baik dari sisi jadwal maupun tipe pesawat. “Kini penerbangan melalui Bandara SIM telah tersedia berbagai pilihan alternatif bagi masyarakat, semoga ini menjadi awal yang baik,” sebutnya. Faisal juga menyebutkan bahwa pembukaan rute AirAsia ini diharapkan akan menjadi pendorong  masuknya berbagai investasi di Aceh. Kemudahan perjalanan via udara ke Aceh merupakan faktor yang sangat dipertimbangkan oleh para pelaku usaha maupun investor yang ingin berbisnis di Aceh. Sejalan dengan hal tersebut, Faisal membeberkan bahwa selain mengangkut penumpang, bisnis jasa pengiriman kargo di Aceh selama ini meningkat pesat. Data dari PT Angkasa Pura II Bandara SIM, pada tahun 2019 jumlah pengiriman kargo mencapai 1,1 juta kg. Angka tersebut terus merangkak naik mencapai 52 persen menjadi 7 juta kg pada tahun 2022. “Lonjakan bisnis jasa pengiriman kargo via udara memang awalnya dipicu oleh pandemi, namun ketergantungan masyarakat terhadap layanan ekpedisi (kargo) diperkirakan akan terus berada dalam trend positif mengingat belanja online kian marak dan mudah,” beber Faisal. Sesuai penjelasan pihak AirAsia, Faisal menyampaikan bahwa untuk tahap awal AirAsia akan melayani rute Banda Aceh – Kualanamu tiga kali seminggu setiap hari Selasa, Jumat dan Minggu dengan pesawat Airbus A320 berkapasitas 180 penumpang. Pembukaan rute Banda Aceh – Kualanamu PP ini disebut sejalan dengan rencana pengembangan operasional AirAsia untuk rute domestik, sekaligus untuk meningkatkan utilitas pesawat yang berada di pusat operasi (hub) Kualanamu agar lebih optimal. “Pihak AirAsia juga mengatakan, tidak menutup kemungkinan mereka akan menambah frekuensi atau mengoperasikan rute lainnya sesuai dengan permintaan masyarakat di Aceh nantinya,” kata Faisal. Sebelumnya Gubernur Aceh Nova Iriansyah menyurati AirAsia pada 14 April 2022 untuk meminta dilayani kembali rute Banda Aceh – Medan. Dalam surat itu Gubernur Aceh menyebut minat masyarakat Aceh dalam menggunakan transportasi udara menunjukkan tren yang semakin positif. Namun kondisi itu dihadapkan pada terbatasnya frekuensi dan maskapai yang melayani penerbangan dari dan ke Aceh melalui Bandara Sultan Iskandar Muda. Pemerintah Aceh berharap Bandara SIM dapat segera dibuka statusnya sebagai entry point penerbangan internasional agar masyarakat dapat melakukan penerbangan langsung ke luar negeri, khususnya perjalanan umrah. (AM)

294.287 Pergerakan Penumpang di Aceh Selama Lebaran 1443 H

Selama periode angkutan lebaran tahun 2022, atau sejak 21 April hingga 10 Mei, ratusan ribu pergerakan orang tercatat menggunakan layanan transportasi umum. Angka pergerakan orang tersebut terekam melalui simpul-simpul transportasi, baik darat, laut, maupun udara, yang ada di seluruh Aceh. Kriteria perjalanan pada periode angkutan lebaran ini pun cukup bervariasi, mulai dari perjalanan mudik, kunjungan wisata, hingga arus balik ke daerah asal. Berdasar data yang diperoleh, transportasi penyeberangan dan laut menjadi moda yang cukup diminati oleh masyarakat Aceh, yaitu terdapat sebanyak 162.925 pergerakan orang pada moda ini. Angka tersebut cukup relevan, sebab banyak masyarakat Aceh yang tinggal di wilayah kepulauan, seperti Pulau Simeulue, Pulau Sabang, Pulau Banyak, dan Pulo Aceh. Selain itu, pada periode ini juga terjadi lonjakan kunjungan pariwisata pada sejumlah destinasi, khususnya Pulau Weh Sabang dan Pulau Banyak. Kemudian, angka tertinggi selanjutnya terlihat pada moda transportasi darat, yaitu sebanyak 107.896 pergerakan orang. Jumlah pergerakan masyarakat di Aceh menggunakan angkutan darat umum ini terdata dari dua rute trayek, yaitu angkutan antar kota antar provinsi (AKAP) dan angkutan antar kota dalam provinsi (AKDP). Sementara itu, pada periode yang sama, perjalanan orang menggunakan burung besi alias pesawat udara di Aceh mencapai 23.466 pergerakan. Meski tarif tiket pesawat pada masa tersebut melambung tinggi, tapi tidak menyurutkan keinginan untuk berlebaran bersama keluarga di kampung halaman. (AM)

Serba-Serbi Kegiatan Pemudik di Aceh

Lebaran Idul Fitri 1443 H menjadi momen mudik dan liburan yang paling ditunggu-tunggu oleh masyarakat seantero negeri. Bagaimana tidak, setelah 2 tahun lamanya diberlakukan pembatasan kegiatan dan tidak diperbolehkan mudik akibat pandemi Covid-19 di Indonesia. Beriringan dengan itu, ada ragam momen dan cerita unik nan menarik yang dialami oleh mereka yang mudik maupun melakukan perjalanan liburan menggunakan armada transportasi. Ada cerita suka, ada pula cerita duka. Tentu semua ini menjadi pengalaman untuk dijadikan pelajaran bagi semua pihak saat tiba musim mudik di tahun-tahun berikutnya. (AM)

124 Ribu Warga Aceh Melakukan Mudik dan Liburan

BANDA ACEH – Sebanyak 124.581 orang di Aceh terpantau melakukan perjalanan mudik maupun liburan menggunakan berbagai jasa angkutan transportasi, baik moda transportasi darat, laut, dan udara. Berdasar data yang terhimpun per 21 April hingga 4 Mei 2022, atau H+2 lebaran Idul Fitri 1443 H, sebagian besar memilih jasa angkutan darat untuk perjalanan mudik dan liburan, dengan total penumpang yang tercatat sebanyak 68.825 orang. Sedangkan pelaku perjalanan dengan angkutan laut, baik kapal penyeberangan atau Sabuk Nusantara, berada pada posisi kedua dengan total penumpang 40.327 orang. Lalu disusul oleh angkutan udara dengan jumlah penumpang sebanyak 15.429 orang. Sementara itu, guna menghindari puncak arus mudik, Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Faisal mengimbau para pemudik di Aceh untuk merencanakan perjalanan balik ke daerah asal dengan cermat agar perjalanan lebih nyaman dan terhindar dari kemacetan. Sebab, puncak arus balik diperkirakan akan terjadi pada hari Sabtu dan Minggu (7-8 Mei 2022) mendatang. (AM)