Dishub

Kamu Bisa Duduk di Dekat Jendela Darurat Pesawat Kalau Memenuhi Kriteria

Menempati kursi di dekat jendela darurat pesawat menawarkan beberapa keuntungan, termasuk ruang kaki yang lebih luas dan akses mudah ke jalan keluar darurat. Namun, tidak semua penumpang bisa duduk di sana. Ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi untuk memastikan keselamatan dan efisiensi dalam keadaan darurat. Salah satu kriteria utama adalah usia. Penumpang yang duduk di kursi ini harus berusia minimal 15 atau 16 tahun, tergantung pada peraturan maskapai, agar mereka dapat memahami dan melaksanakan instruksi dengan baik dalam situasi darurat. Selain usia, penumpang harus memiliki kemampuan fisik yang memadai. Mereka harus dapat membuka pintu darurat yang berat dan membantu evakuasi penumpang lain jika diperlukan. Hal ini berarti mereka harus tidak memiliki gangguan fisik atau mental yang dapat menghambat kemampuan mereka dalam menjalankan tugas ini. Maskapai sering kali meminta calon penumpang di kursi ini untuk menyatakan bahwa mereka mampu dan bersedia untuk melaksanakan tugas-tugas ini sebelum penerbangan. Penumpang juga harus bisa berkomunikasi dengan baik dalam bahasa yang digunakan oleh awak kabin. Ini penting karena dalam situasi darurat, instruksi yang jelas dan cepat harus dipahami dan dilaksanakan tanpa kesalahpahaman. Kemampuan berkomunikasi ini mencakup mendengar dan berbicara dengan jelas, sehingga setiap penumpang di kursi jendela darurat dapat bekerja sama dengan kru pesawat dan penumpang lainnya secara efektif. Selain itu, penumpang yang duduk di dekat jendela darurat harus bersedia untuk membantu dalam keadaan darurat. Ini termasuk kesiapan mental dan emosional untuk menghadapi situasi yang mungkin menakutkan dan penuh tekanan. Maskapai penerbangan biasanya memberikan instruksi tambahan dan briefing kepada penumpang di kursi ini untuk memastikan mereka siap menghadapi segala kemungkinan. Dengan memenuhi kriteria ini, penumpang tidak hanya mendapatkan keuntungan lebih selama penerbangan, tetapi juga berperan penting dalam menjaga keselamatan semua orang di pesawat.(MR)

Sejarah Bandara di Dunia

Sejarah bandara di dunia mencerminkan evolusi penerbangan sipil yang dimulai sejak awal abad ke-20. Bandara pertama di dunia, yang berfungsi untuk penerbangan sipil, didirikan untuk melayani kebutuhan transportasi udara yang mulai berkembang pesat. Berikut adalah beberapa tonggak penting dalam sejarah bandara di dunia: Awal Mula Penerbangan dan Bandara Pertama Era Penerbangan Komersial Perkembangan Pasca Perang Dunia II Modernisasi dan Era Bandara Internasional Tren Masa Kini dan Masa Depan Saat ini, bandara di seluruh dunia terus berkembang dan beradaptasi dengan teknologi baru serta peningkatan kebutuhan penumpang. Beberapa tren modern termasuk pengembangan bandara pintar, peningkatan efisiensi energi, dan penekanan pada pengalaman penumpang.(MR) *Diolah dari berbagai sumber

Mengapa Jendela Pesawat Harus Dibuka Saat Take Off dan Landing

Saat perjalanan udara, Anda mungkin pernah mendengar pramugari meminta penumpang untuk membuka penutup jendela sebelum lepas landas (take off) dan mendarat (landing). Permintaan ini bukanlah tanpa alasan, melainkan merupakan bagian dari prosedur keselamatan penerbangan yang telah ditetapkan. Berikut adalah beberapa alasan mengapa hal ini penting: Menurut Otoritas Penerbangan Sipil (Civil Aviation Authority – CAA), membuka penutup jendela merupakan bagian dari prosedur standar keselamatan yang dirancang untuk memastikan bahwa penumpang dan kru dapat bereaksi cepat dan efisien dalam situasi darurat.(MR) *Diolah dari berbagai sumber

Kadishub Aceh Hadiri Rapat Evaluasi Penerbangan Perintis Aceh Tahun 2024

BANDA ACEH – Kepala Dinas Perhubungan Aceh Teuku Faisal menghadiri Rapat Evaluasi Angkutan Udara Perintis Semester 1 Koordinator Wilayah Sinabang Tahun 2024 di Portola Arabia Hotel Banda Aceh pada Rabu, 3 Juli 2024. Rapat evaluasi ini membahas beragam permasalahan maupun kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan penerbangan perintis di Aceh pada semester 1 tahun 2024 bersama Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota, serta pengelola bandara. Penerbangan perintis, kata Teuku Faisal, bertujuan untuk menyediakan layanan transportasi udara yang efisien dan cepat ke daerah yang sulit dijangkau dengan moda transportasi darat maupun laut. “Layanan penerbangan perintis memainkan peran penting di Aceh, khususnya memudahkan aksesibilitas perjalanan masyarakat kita dari dan ke wilayah 3TP (terpencil, terluar, tertinggal, dan perbatasan),” sebutnya. Oleh karena itu, Teuku Faisal meminta kepada Pemerintah Kabupaten/Kota agar bisa mendukung penuh penyelenggaraan angkutan bersubsidi ini. Di samping dapat menggunakan layanan perintis ini untuk keperluan perjalanan dinas sehingga demand mencapai target dan rute penerbangan tahun ini dapat dipertahankan di tahun mendatang. Selain itu, Kadishub Aceh berharap kegiatan ini bisa dijadikan sebagai ajang untuk semakin mempererat komunikasi serta koordinasi antara Pemerintah Provinsi, Kabupaten/Kota, dan Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) maupun Satpel Bandara untuk kesuksesan penyelenggaraan penerbangan perintis di Aceh. “Kita berharap moment ini membuat kita bisa berkomunikasi lebih baik lagi dan saling bersinergi sehingga masyarakat dapat menikmati pelayanan yang maksimal dari penerbangan perintis,” harap Teuku Faisal. Sementara itu, Kepala Kantor UPBU Lasikin Bona Tulus Simamora, selaku Koordinator Wilayah Angkutan Udara Perintis di Aceh, menyebutkan bahwa tingkat keterisian penumpang pada sejumlah rute penerbangan cukup bagus. Data realiasi kegiatan angkutan udara perintis periode Maret hingga Juni menunjukkan bahwa rute Banda Aceh – Sinabang, dan Banda Aceh – Kutacane masih sangat diminati oleh masyarakat. Sejak Maret, rerata load factor keduanya hampir menyentuh 90 persen. Akan tetapi, pada rute lain yang belum terealisasi maksimal, Bona berharap dukungan semua pihak, khususnya Pemerintah Kabupaten/Kota, supaya penyelenggaraan angkutan udara perintis semakin baik ke depannya. Bona juga memaparkan beberapa kendala yang kerap terjadi pada semester pertama tahun 2024, seperti pembatalan penerbangan secara tiba-tiba, kebijakan penanganan penumpang return to base (RTB) dan divert, layanan penjualan tiket kurang responsif, hingga kebijakan operator penerbangan terkait peniadaan free bagasi.(AB)

Dishub Banda Aceh Dinobatkan Sebagai Peringkat Pertama Pengelolaan Website Terbaik

BANDA ACEH – Dinas Perhubungan Kota Banda Aceh meraih Peringkat 1 Pengelolaan Website Terbaik antar Dinas Perhubungan Kabupaten/Kota se-Aceh. Sedangkan Peringkat Kedua dimenangkan oleh Dinas Perhubungan Aceh Tengah, lalu Dinas Perhubungan Aceh Singkil di Peringkat Ketiga. Penetapan tersebut diumumkan pada malam pembukaan Rapat Koordinasi Publikasi Sektor Perhubungan Aceh (Transmeet) yang digelar di Oasis Hotel Banda Aceh, Senin, 1 Juli 2024. Kepala Dinas Perhubungan Aceh Teuku Faisal dalam sambutannya menyebutkan bahwa media sosial telah menjadi salah satu alat komunikasi yang paling efektif dan efisien di era digital saat ini. “Saya sangat menyadari pentingnya pengelolaan media sosial yang baik dalam mendukung tugas pokok dan fungsi kita. Melalui media sosial, kita dapat menyampaikan informasi dengan cepat, menjangkau masyarakat luas, dan berinteraksi secara langsung dengan publik,” ungkapnya. Informasi yang sangat mudah diakses, menurut Teuku Faisal, membuat kinerja badan publik maupun pemerintahan lebih transparan dan akuntabel dalam menjalankan tugasnya. Di samping itu, hal tersebut memberi berbagai efek domino bagi masyarakat maupun pemerintah. Kadishub Aceh juga terus mendorong seluruh Dinas Perhubungan Kabupaten/Kota di Aceh agar bisa terus konsisten melahirkan inovasi-inovasi baru terkait keterbukaan informasi, khususnya pada sektor pelayanan transportasi di Aceh. “Kita di Dishub Aceh bahkan telah membentuk komunitas GenZ dan Gen-IT sebagai upaya melahirkan ide-ide baru di sektor pelayanan transportasi berbasis digital sehingga pelayanan kita bisa dirasakan dengan mudah oleh masyarakat,” tuturnya. Pada kesempatan yang sama, Dhea Atifa selaku ketua panitia melaporkan bahwa penilaian pengelolaan website terbaik dilakukan selama 2 bulan lebih oleh Tim PPID Dinas Perhubungan Aceh. Pengelola website juga diwajibkan untuk mengisi Self-Assessment Questionaire (SAQ) yang telah disebar sebelum masa penilaian berlangsung. Pembukaan Transmeet turut dihadiri oleh Ketua Komisi Informasi Aceh (KIA), Pejabat Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian Aceh, serta pejabat struktural di lingkungan Dinas Perhubungan Aceh.(AB)

Pastikan Pembangunan Berjalan Lancar, Menteri Perhubungan Kembali Tinjau Proyek Bandara IKN

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi kembali meninjau proyek pembangunan Bandara Ibu kota Nusantara (IKN), Jumat (21/6). Menhub mengatakan bahwa kunjungannya ini untuk memastikan progres pembangunan infrastruktur transportasi tersebut berjalan lancar dan sesuai rencana. “Ini merupakan kali kedua saya berkunjung ke proyek bandara IKN pada bulan Juni 2024. Saya benar-benar ingin memastikan bahwa bandara ini dapat beroperasi pada 1 Agustus 2024, guna mendukung konektivitas di wilayah IKN, khususnya dalam rangka menyukseskan upacara Hari Kemerdekaan Republik Indonesia,” ujar Menhub. Dalam kunjungannya, Menhub meninjau beberapa titik, seperti lokasi landas pacu dan gedung terminal bandara. Menurutnya, progres pembangunan di dua lokasi ini dan sejumlah fasilitas pendukung lainnya secara umum sudah baik dan menunjukkan perkembangan yang signifikan. “Jika dibandingkan dengan kondisi beberapa minggu lalu, perubahannya sudah terlihat jelas, terutama di bagian landas pacu dan gedung terminal. Saya sangat mengapresiasi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan para pekerja yang sudah bekerja keras untuk menyelesaikan proyek bandara ini,” ungkap Menhub. Menhub menerangkan, saat ini landas pacu Bandara IKN sudah memasuki tahap pengaspalan lapisan pertama, sehingga pada 1 Agustus 2024 nanti sudah bisa didarati oleh pesawat narrow body. “Namun demikian, Bandara IKN nantinya juga bisa didarati oleh pesawat berbadan besar, seiring dengan penambahan lapisan yang akan dilakukan pada tahap berikutnya,” tambahnya. Kemudian, Menhub juga menjelaskan bahwa faktor cuaca memainkan peran penting dalam kelancaran pembangunan Bandara IKN beberapa waktu ke depan. Ia pun berharap semoga cuaca di kawasan IKN selalu cerah dan minim hujan. “Untuk diketahui bersama, wilayah Kalimantan Timur beberapa waktu belakangan kerap diguyur hujan. Jika kondisi ini terus menerus terjadi, pembangunan sejumlah fasilitas bandara tentu jadi kurang optimal. Khususnya untuk landasan pacu, yang idealnya harus digarap dalam kondisi cuaca panas agar hasilnya bisa maksimal,” jelas Menhub. Sebagai informasi, progres pekerjaan fisik Bandara IKN sampai dengan minggu ke-27 telah mencakup beberapa aspek, di antaranya: pekerjaan atap, elektrikal, dan pipa plumbing di Terminal VVIP; pekerjaan kolom, instalasi pipa plumbing, rangka baja, dan dinding di Terminal VIP; pekerjaan struktur plat lantai 4, struktur office, pipa plumbing, dan dinding di Gedung ATC; pekerjaan kolom, instalasi plumbing, baja atap, dan dinding di Gedung Administrasi dan Operasional; pekerjaan minipile dan pipa plumbing di Gedung PK-PPK; serta pekerjaan struktur atas dak di Gedung Substation. Aspek lainnya, pekerjaan struktur atas Gedung Peribadatan; pekerjaan struktur Lab Karantina; pekerjaan minipile bangunan Power House; pekerjaan cut & fill, galian u-ditch, geotextile, agregat di Jalan Akses Utama (uditch) dan Embung Jalan Perimeter Barat; pekerjaan pondasi pancang Gedung Ruang Pompa dan GWT; pekerjaan tie bieam dan pilecap di bangunan STP; pekerjaan minipile dan struktur atas di Rumah Dinas; serta pekerjaan pilecap dan tie beam di Gedung Kargo. Sementara itu, usai mengecek proyek pembangunan Bandara IKN, Menhub juga meninjau lokasi jalan tol yang akan menghubungkan wilayah IKN dengan kawasan penyangga lainnya. Menhub pun mengaku puas dengan progres pembangunannya. Turut hadir dalam kegiatan ini PJ Bupati Penajam Paser Utara Makmur Marbun, Direktur Bandar Udara Ditjen Hubud Lukman F. Laisa, Kepala Otoritas Bandara Wil. 7 Balikpapan Endah Purnamasari dan Direktur Pembangunan Jalan Kementerian PUPR Wida Nurfaida.(MR) Sumber: Kemenhub RI

Ingin Terbang Saat Hamil? Ini Syaratnya

Perjalanan udara selama kehamilan sering kali menjadi kekhawatiran bagi ibu hamil. Namun, dengan persiapan yang tepat dan pemahaman tentang syarat-syarat yang ditetapkan oleh maskapai penerbangan di Indonesia, perjalanan udara dapat dilakukan dengan aman dan nyaman. Berikut adalah syarat-syarat yang perlu dipenuhi oleh ibu hamil yang ingin terbang: 1. Konsultasi dengan Dokter Sebelum memutuskan untuk terbang, ibu hamil harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter kandungan. Dokter akan memberikan saran dan memastikan bahwa kondisi kehamilan aman untuk melakukan perjalanan udara. Surat keterangan sehat dari dokter biasanya akan diminta oleh maskapai penerbangan. 2. Usia Kehamilan Umumnya, ibu hamil diperbolehkan untuk terbang hingga usia kehamilan 36 minggu. Namun, setiap maskapai memiliki kebijakan yang berbeda terkait usia kehamilan maksimum yang diizinkan. Berikut adalah panduan umum berdasarkan usia kehamilan: 3. Surat Keterangan Sehat Surat keterangan sehat dari dokter biasanya harus mencantumkan informasi berikut: 4. Pengisian Formulir Khusus Beberapa maskapai memerlukan ibu hamil untuk mengisi formulir khusus yang menyatakan bahwa mereka mengerti risiko yang terkait dengan terbang saat hamil dan menyetujui untuk melakukan perjalanan. 5. Kebijakan Maskapai Setiap maskapai penerbangan di Indonesia mungkin memiliki kebijakan dan syarat tambahan yang berbeda-beda. Oleh karena itu, sangat penting untuk menghubungi maskapai penerbangan sebelum memesan tiket dan memastikan semua persyaratan dipenuhi. 6. Persiapan Tambahan Selain memenuhi persyaratan di atas, ibu hamil sebaiknya mempersiapkan hal-hal berikut untuk kenyamanan selama penerbangan: Dengan mematuhi syarat-syarat di atas dan mempersiapkan diri dengan baik, ibu hamil dapat melakukan perjalanan udara dengan lebih aman dan nyaman. Jangan lupa untuk selalu berkonsultasi dengan dokter dan menghubungi maskapai penerbangan untuk informasi terbaru terkait kebijakan terbang saat hamil.(MR) *Diolah dari berbagai sumber

Diresmikan Pj Gubernur Aceh, Super Air Jet Resmi Beroperasi di Aceh

JANTHO – Penerbangan perdana pesawat udara Super Air Jet pada rute Jakarta – Banda Aceh berjalan dengan lancar. Pesawat berjenis Airbus A320 mendarat dengan mulus di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM), Aceh Besar, pada Jumat, 14 Juni 2024. Pesawat bernomor ekor PK-SJA itu disambut dengan prosesi water salute yang menjadi tradisi khas dunia penerbangan ketika pertama kali mendarat di bandara tujuan. Penerbangan perdana Super Air Jet ke Aceh terasa cukup istimewa karena dipiloti langsung oleh putera asli Aceh yaitu Capt Fanzal Asri Zulkarnaen. Penjabat Gubernur Aceh yang diwakili oleh Penjabat Sekretaris Daerah Aceh Azwardi turut menyambut dan melakukan pengalungan selempang kepada awak kabin dan perwakilan penumpang Super Air Jet di Gedung VIP Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) Aceh Besar. Kehadiran maskapai yang tergabung dalam Lion Air Group ini menandakan kebangkitan transportasi udara di Aceh. Hal itu diungkap oleh Azwardi saat menyampaikan sambutan Pj Gubernur Aceh pada Inaugural Flight Super Air Jet rute Jakarta – Banda Aceh. Penambahan rute ini, lanjut Azwardi, diharapkan dapat membangkitkan perekonomian dan sektor pariwisata di Aceh nantinya. “Kita menyambut baik kehadiran Super Air Jet di Aceh, apalagi dalam waktu dekat Aceh akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) ke XXI tahun 2024,” ujarnya. Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Super Air Jet Ari Azhari yang mengikuti seremoni penerbangan perdana di Bandara SIM mengaku senang karena animo penumpang di penerbangan perdana hari ini cukup tinggi. Dari 180 seat pesawat yang tersedia, Ari menyebutkan bahwa semuanya terisi penumpang. “Alhamdulillah, keterisian penumpang dalam penerbangan awal ini mencapai 100 persen,” terang Ari yang juga merupakan putera asli Aceh. Ari menambahkan, pihaknya merencanakan pula pembukaan rute penerbangan internasional dari Banda Aceh ke Kuala Lumpur pada periode Juli atau Agustus, termasuk menghubungkan dengan Medan dan Surabaya. Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Aceh Teuku Faisal menyatakan hadirnya maskapai penerbangan baru ini tidak hanya mencerminkan perkembangan yang signifikan pada transportasi udara Aceh. Lebih dari itu, Teuku Faisal berharap kondisi ini bisa melahirkan persaingan bisnis yang sehat sehingga tarif angkutan udara bisa lebih memihak kepada konsumen yaitu masyarakat Aceh.(AP/AB)

Turbulensi Pesawat: Jenis dan Penjelasannya

Turbulensi adalah fenomena umum yang dialami oleh pesawat terbang selama penerbangan. Meskipun seringkali menimbulkan ketidaknyamanan bagi penumpang, turbulensi jarang sekali berbahaya bagi keselamatan penerbangan. Ada beberapa jenis turbulensi yang dapat terjadi, masing-masing dengan karakteristik dan penyebabnya sendiri. Berikut adalah penjelasan mengenai beberapa jenis turbulensi pesawat. 1. Turbulensi Mekanis Turbulensi mekanis terjadi ketika aliran udara terganggu oleh objek fisik seperti gunung, bangunan tinggi, atau bahkan pohon besar. Ketika angin bertiup melewati rintangan ini, udara yang tenang menjadi bergolak, menciptakan area turbulensi. Jenis turbulensi ini biasanya terjadi di dekat permukaan tanah dan lebih umum ditemukan pada ketinggian rendah, terutama saat pesawat lepas landas atau mendarat. 2. Turbulensi Konvektif Turbulensi konvektif disebabkan oleh naiknya udara hangat yang bertemu dengan udara yang lebih dingin di atmosfer. Hal ini sering terjadi pada hari-hari yang panas ketika sinar matahari memanaskan permukaan bumi, menyebabkan udara hangat naik dan menciptakan arus udara yang tidak stabil. Turbulensi jenis ini sering ditemukan di daerah dengan aktivitas konveksi yang kuat, seperti daerah tropis dan sekitar badai petir. 3. Turbulensi Shear Angin (Wind Shear) Turbulensi ini terjadi akibat perubahan mendadak dalam kecepatan atau arah angin pada jarak vertikal atau horizontal yang pendek. Wind shear dapat terjadi di berbagai lapisan atmosfer, tetapi paling berbahaya ketika terjadi dekat dengan permukaan bumi, khususnya saat lepas landas atau mendarat. Perubahan kecepatan atau arah angin yang tiba-tiba dapat menyebabkan pesawat mengalami guncangan hebat. 4. Turbulensi Wake (Wake Turbulence) Wake turbulence dihasilkan oleh vorteks udara yang terbentuk di ujung sayap pesawat. Ketika pesawat terbang, terutama pesawat besar, vorteks ini dapat tetap ada di jalur penerbangan untuk beberapa waktu, menciptakan turbulensi bagi pesawat yang mengikuti di belakangnya. Oleh karena itu, kontrol lalu lintas udara biasanya menjaga jarak yang cukup antara pesawat-pesawat yang lepas landas atau mendarat secara berurutan untuk menghindari wake turbulence. 5. Turbulensi Jernih (Clear Air Turbulence) Clear air turbulence (CAT) adalah jenis turbulensi yang terjadi di udara bersih tanpa adanya tanda-tanda visual seperti awan atau badai. CAT biasanya terjadi di ketinggian jelajah tinggi, di atau dekat jet stream, dan disebabkan oleh perbedaan kecepatan angin yang tajam dalam lapisan udara yang berbeda. Karena tidak ada indikasi visual, CAT sering kali datang secara tiba-tiba dan dapat menjadi sangat intens. Meskipun turbulensi dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, teknologi modern dan pelatihan pilot yang ketat memastikan bahwa pesawat dapat menanganinya dengan aman. Penumpang disarankan untuk selalu mengenakan sabuk pengaman saat duduk, karena turbulensi dapat terjadi kapan saja tanpa peringatan. Memahami berbagai jenis turbulensi dan penyebabnya dapat membantu mengurangi kecemasan dan memberikan wawasan tentang apa yang terjadi di langit selama penerbangan.(MR) *Diolah dari berbagai sumber

Super Air Jet Akan Terbang ke Aceh Mulai 14 Juni

BANDA ACEH – Maskapai Super Air Jet membuka rute penerbangan baru Jakarta – Banda Aceh dan sebaliknya mulai tanggal 14 Juni 2024. Penerbangan nantinya akan berlangsung setiap hari menggunakan pesawat udara Airbus A320-200 berkapasitas 180 penumpang. Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Perhubungan Aceh Teuku Faisal setelah menerima audiensi perwakilan Manajemen Lion Group Banda Aceh di ruang kerjanya pada Senin, 10 Juni 2024. “Pemerintah Aceh sangat mengapresiasi dan mendukung hadirnya Super Air Jet di Aceh. Dengan semakin banyak maskapai yang beroperasi, tarif bisa lebih terjangkau. Kita mendorong persaingan yang sehat sehingga masyarakat dapat merasakan manfaatnya,” ungkap Teuku Faisal mewakili Penjabat Gubernur Aceh Bustami Hamzah. Di samping itu, dengan bertambahnya maskapai penerbangan yang beroperasi di Aceh, tambah Teuku Faisal, tentu akan sangat bermanfaat bagi masyarakat karena memiliki pilihan perjalanan yang lebih bervariasi. “Kita juga mengimbau agar maskapai dalam operasionalnya bisa memberikan layanan terbaik dan memperhatikan ketepatan waktu,” sebutnya. Peningkatan frekuensi penerbangan ke Aceh diharapkan pula bisa berdampak signifikan terhadap perekonomian maupun pariwisata Aceh dengan meningkatnya kunjungan wisatawan domestik. Kehadiran Super Air Jet di Aceh, menurut Teuku Faisal sangat dinantikan karena dalam waktu dekat Aceh akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) ke XXI tahun 2024. “Bertambahnya aksesibilitas ke Banda Aceh diharapkan juga bisa memperlancar kedatangan maupun kepulangan kontingen PON nantinya,” ujarnya. Pada pertemuan tersebut, Muhammad Firdaus, perwakilan Airport Manager Lion Group Banda Aceh, mengharapkan dukungan Pemerintah Aceh supaya pembukaan rute baru Jakarta – Banda Aceh bisa berjalan dengan baik. Super Air Jet akan terbang setiap hari dari Jakarta (CGK) – Banda Aceh (BTJ) pada pukul 10.55 WIB. Sedangkan dari Banda Aceh (BTJ) – Jakarta (CGK) pada pukul 14.20 WIB.(AB)