Berita, Informasi|

Bireuen Express atau yang akrab disapa BE pertama kali melayani penumpang di kawasan Bireuen pada era 70-an. Selain Bireuen, bus ini melayani trayek/rute Banda Aceh, Sigli, Lhokseumawe hingga ke Kuala Simpang.

Jika dikupas Kembali cerita awal angkutan ini, Dikutip dari pikiranmerdeka.co, awalnya BE adalah bisnis jasa angkutan umum milik dua sahabat. Adalah H. Asyek Bin H Yusuf dan Yusri Nandek, tepat tahun 1975 usaha transportasi ini dibangun dari rumah kendaraan atau rangka bus (karoseri). Dua sahabat yang dikenal sebagai tokoh pendiri Kabupaten Bireuen ini, memermak bus sedemikian rupa sehingga menarik minat penumpang lintas utara timur di provinisi Aceh pada masa itu.

Minibus Bireuen Express (Photo by Fakhrulradhi Aceh)

Minibus Bireuen Express (Photo by Fakhrulradhi Aceh)

Ketenaran BE dalam rentang waktu yang lama saat itu, menjadikannya sangat dikenal oleh masyarakat Bireuen dan sekitarnya. Jika pergi ke Bireuen, rasanya mustahil orang tidak mengenal kendaraan BE, minibus yang berpusat di Kota Juang Bireuen ini. Sebelum adanya BE, masyarakat pernah merasakan dan menikmati angkutan umum yang bernama Perusahaan Otobus (PO) Jeumpa. Angkutan ini merupakan bekas peninggalan perusahaan di masa penjajahan Belanda. PO Jeumpa sendiri , eksis pada tahun 60-an sekaligus menjadi cikal bakal awal terbentuknya angkutan BE.

Masa kejayaan BE di tahun 1978 menjadikan perusahaan ini memiliki 60 unit lebih kendaraan dan mampu menampung ratusan tenaga kerja, karena sebagian perusahaan angkutan umum dari beberapa kabupaten lain, yang ikut bergabung dengan BE dan telah menjadi CV. Bireuen Express.

Namun, sekarang masa keemasan itu telah berlalu. Banyak pelanggannya beralih ke angkutan umum yang lain dan kendaraan pribadi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bireuen tahun 2015. saat ini jumlah BE tercatat hanya tinggal 7 unit kendaraan.
Minibus yang berwarna ungu itu hingga kini masih melayani penumpang. Meskipun saat ini minim peminat, bus ini masih digunakan masyarakat umum, baik dari kalangan pekerja, pelajar, maupun masyarakat dari kalangan lainnya, yang membuat BE masih beroperasi setiap hari.
Tak hanya untuk aktivitas harian, bus berwarna kuning ini digunakan pula untuk mengangkut rombongan pengantin maupun wisatawan ke Banda Aceh dan beberapa kota lainya. (*)

Diolah dari berbagai sumber

Comments are closed.

Close Search Window