ACEH TRANSit|

WALAU tidak seindah dahulu, disebabkan bencana tsunami, Pantai Ujung Karang Meulaboh, Aceh Barat saat ini masih merupakan kawasan wisata pantai bagi masyarakat Meulaboh dan sekitarnya. Setiap Minggu, kawasan ini ramai dikunjungi masyarakat untuk berakhir pekan bersama keluarga sekadar menikmati suasana pantai dengan menikmati panorama senja dan berbagai sajian jajanan warung yang bertebaran di sekitar pantai.

Dulu, kawasan ini lebih ramai lagi dari sekarang. Karena di kawasaan ini dulu pernah ada dermaga pelabuhan penyeberangan yang disebut dengan Pelabuhan Ujung Karang Meulaboh.

Saat itu, pelabuhan Ujung Karang ramai dengan aktivitas melayani penyeberangan masyarakat dari Meulaboh ke Pulau Simeulue atau sebaliknya. Bencana tsunami yang melanda Aceh pada 2004 lalu telah mengubah segalanya.

Dermaga pelabuhan ini luluh lantak dan kini hanya menyisakan beberapa puing-puing tiang dan lantai dermaga. Praktis sejak saat itu dermaga ini pun tidak berfungsi sebagaimana layaknya pelabuhan penyeberangan. Satelah itu, pelabuhan ini dimanfaatkan nelayan sekitar untuk merapat kapal kapal kecil mereka bersandar usai beraktivitas melaut.

Supervisor ASDP Cabang Meulaboh, Teuku Ridha kemudian mengambil inisiatif memindahkan semua aktivitas pelabuhan ke Pelabuhan Labuhan Haji di Aceh Selatan. “Tentu dengan persetujuan ASDP Pusat,” ungkap Teuku Ridha, saat dihubungi redaksi Aceh TRANSit melalui hub telpon.

Saat itu, setelah tsunami, keadaan memang sangat kacau balau dan mencekam. “Dermaga dan pelabuhan serta kantor ASDP hancur total, kami cuma bisa mengamankan arsip-arsip penting yang masih ada dari kantor kami yang berada tidak jauh dari pelabuhan,” kisah Teuku Ridha mengakhiri percakapan.

Dalam masa rekontruksi dan rehabilitasi Aceh pasca tsunami, masyarakat dan pemda setempat tentu sangat membutuhkan pelabuhan yang dapat digunakan untuk bersandarnya kapal-kapal bantuan dan kapal-kapal barang. Hingga pada tahun 2005, dibangun pelabuhan barang di kawasan tersebut.

“Singapura membangun dermaga pelabuhan kapal barang disebelahnya yang diberi nama pelabuhan Jetty, yang mulai beroperasi sekitar tahun 2008,” ujar Sekretaris Dinas Perhubungan Aceh Barat, Zuharbiansyah.

Sedangkan untuk melayani penyeberangan, Kementerian Perhubungan RI membangun dermaga pelabuhan kapal penyeberangan Kuala Bubon yang berada di kawasan Lhok Bubon, Aceh Barat. “Pelabuhan Bubon ini baru dioperasikan pada tahun 2012,” ujar Zuharbiansyah.

Taufik, warga Ujung Karang menyimpan secuil kisah tentang hiruk pikuk calon penumpang dan kendaraan angkutan barang di pelabuhan yang kini hanya berbentuk tiang-tiang dermaga. Taufik mengenang saat-saat sebelum bencana tsunami yang meluluhlantakkan hampir sebagian besar wilayah Aceh. Kota Meulaboh, Aceh Barat, termasuk daerah yang porak poranda dalam musibah itu. “Sejak adanya dermaga pelabuhan Jetty, geliat pembangunan wilayah Meulaboh kembali berjalan lancar,” ungkap Taufik. (Rizal Syahisa)

Selengkapnya di :

Tabloid ACEH TRANSit

Comments are closed.

Close Search Window