Berita, Informasi|

Berbagai upaya pembenahan di Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue terus dilakukan oleh Pemerintah Aceh. Percepatan dalam membenahi pelabuhan ini juga dilakukan supaya manfaatnya bisa dirasakan segera oleh masyarakat.

Guna memastikan perkembangan terkini di Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue, Sekretaris Daerah Aceh, Taqwallah melakukan sidak ke pelabuhan ini pada Minggu, 29 Agustus 2021. Dalam sidaknya, Sekda Aceh mengingatkan agar pelayanan pelabuhan dapat menerapkan Program BEREH.

Di samping meninjau pelabuhan, Sekda Aceh juga melihat kapal Willem Torren yang bersandar di dermaga kapal cepat. Sekda Aceh menginstruksikan agar kapal berbobot 15 GT ini bisa digunakan untuk mengangkut pasien dalam kondisi darurat dari Pulo Aceh.

Taqwallah menyarankan agar saat kapal selesai dimodifikasi, terlebih dahulu dilakukan simulasi penanganan pasien. “Penanganan dan tindakan medis di laut tentu berbeda dengan ambulance darat. Oleh karena itu, saat modifikasi selesai, sebaiknya dilakukan simulasi. Yang butuh penanganan khusus itu biasanya Ibu Hamil. Jadi, saat simulasi nanti bisa kita coba praktekkan, agar Ibu Hamil merasa nyaman, baik saat di dalam kapal maupun saat naik dan diturunkan,” ujar Taqwallah.

Rencananya, Dishub Aceh bersama Dinas Kesehatan Aceh dan Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) akan mempersiapkan kapal Willem Torren menjadi ambulans air.

“Kapal ini dirancang untuk patroli laut. Selama ini Willem Torent itu sudah beroperasi untuk kegiatan-kegiatan patroli. Jadi, karena kapal ini akan dialihfungsikan sebagai Ambulance Laut, maka akan ada modifikasi sesuai kebutuhan tim medis nantinya. Sesuai arahan Pak Sekda dan masukan dari Kadis Kesehatan, maka kapal akan kita modifikasi,” ujar Junaidi.

Meskipun fungsi utamanya sebagai kapal patroli, kapal yang mampu menampung 10 penumpang ini bisa berfungsi juga sebagai ambulans air. Modifikasi dilakukan untuk mempermudah proses evakuasi dan pasien tetap terlayani dengan maksimal selama perjalanan. (AM)

Comments are closed.

Close Search Window