Berita, Informasi|

Ulee Lheue – Hari ini menjadi momentum dari sebuah perjalanan panjang dari tahapan pembangunan kapal. Beranjak dari perencanaan kapal yang menguras energi yang tidaklah sedikit hingga masa pelelangan yang menyedot seluruh pikiran. Begitu pun, masa pembangunan kapal juga dilalui dengan tidaklah mudah, Covid-19 datang memburamkan kembali harapan. Rasa khawatir akan keterlambatan delivery kapal kerap menghantui hingga mengganggu jam tidur. Akankah pelayanan bagi rakyat ini kembali menyisakan harapan semu?
Kerja keras dengan sepenuh hati tidak pernah menghianati hasil. Untuk catatan sejarah transportasi Aceh, Minggu, 13 Desember 2020, KMP. Aceh Hebat 2 berlayar dari Madura menuju Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh. Hasil kerja keras mulai menampakkan wujudnya. Sebuah mimpi kini telah menjadi nyata.
Setelah mengikuti semua rangkaian uji coba dan sertifikasi, kapal ini akhirnya tiba di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh pada Sabtu, 19 Desember 2020. Kedatangan kapal ini disambut langsung oleh Gubernur Aceh, Nova Iriansyah didampingi oleh Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Junaidi Ali, GM. PT. ASDP Indonesia Ferry Cabang Banda Aceh, Syamsuddin, dan jajaran Dinas Perhubungan Aceh. Turut hadir dalam penyambutan KMP. Aceh Hebat 2, diantaranya Insperktur Aceh, Kepala BPTD Wilayah I Aceh, Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh, Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Banda Aceh, dan Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Cabang Malahayati.


Sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19, usai bersandar di dermaga Ulee Lheue, KMP. Aceh Hebat 2 juga langsung dilakukan disinfeksi oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Banda Aceh (KKP).
Pelayaran dengan kondisi cuaca penghujan pada bulan Desember ini menjadi kendala tersendiri. “Kita harus menunda keberangkatan selama dua hari karena ombak di Laut Jawa mencapai 3 sampai 4 meter, kita tidak mendapat izin berlayar dari syahbandar. Hingga pada hari Minggu, kami baru bisa berangkat dengan lima belas awak kapal,” ujar nahkoda KMP. Aceh Hebat 2, Capt. Bambang yang telah menahkodai kapal ini sejauh 1.339 mil laut.


Dalam penyambutan kapal ini, Nova menyampaikan setelah usai semua pengurusan, diusahakan awal Januari akan beroperasi ke Sabang untuk melayani masyarakat. Sesampainya di Banda Aceh, KMP. Aceh Hebat 2 tidak langsung melayani pelayaran ke Sabang, karena ada beberapa prosedur standar operasional yang harus dilalui sebelum beroperasi seperti izin operasi kapal penyeberangan, pengawakan kapal yang dilakukan oleh pihak operator, uji sandar, manuver di kolam pelabuhan, pengecekan fisik, dan alat-alat keselamatan yang harus dilengkapi.
Nantinya akan dilakukan serah terima kepada PT. ASDP Indonesia Ferry Cabang Banda Aceh sebagai operator KMP Aceh Hebat 2 untuk beroperasi secara reguler pada lintasan penyeberangan Ulee Lheue – Balohan yang diperkirakan pada awal Januari 2021.
“Membangun kapal ini memang tidak mudah, akan tetapi menjaganya akan jauh lebih sulit. Oleh karena itu, kita sebagai Rakyat aceh harus menjaga KMP. Aceh Hebat 2 ini bersama-sama. Kapal ini adalah milik kita bersama,” harap Nova menyingkapi hal tersebut. (MS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close Search Window