Berita, Informasi|

Dishub Aceh bersama PT Bank Aceh Syariah  dan PT Angkasa Pura II Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) melakukan perjanjian kerja sama pembangunan dan pemanfaatan fasilitas halte Trans Koetaradja di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Jumat (19/07/2019).

Kerja sama ini ditandatangani langsung Kepala Dishub Aceh, Junaidi S.T., M.T, Direktur Utama Bank Aceh, Haizir Sulaiman, dan GM Angkasa Pura II Bandara SIM, Yos Suwagiyo. Dalam hal ini turut disaksikan sejumlah tamu undangan dari tiga instansi terkait.

Beberapa waktu lalu, tepatnya 8 April 2019, Dishub Aceh melalui UPTD Angkutan Massal Trans Koetaradja melakukan uji coba menggunakan halte portabel di Bandara SIM. Kehadirannya merupakan bagian dari kebutuhan masyarakat untuk transportasi multimoda. Selama masa uji coba itu, halte ini disambut positif oleh masyarakat.

Junaidi menyebut upaya pembangunan halte Trans Koetaradja di Bandara SIM sudah beberapa kali dilakukan kajian. Upaya ini selaras dengan permintaan masyarakat.

“Tentu sangat bermanfaat. Masyarakat silakan memilih transportasi yang baik menurut mereka. Tugas kami menyediakan fasilitas publik yang layak,” sebutnya.

Oleh karena itu, pelayanan angkutan umum ini tidak mungkin dikerjakan oleh Dishub, harus melibatkan semua pihak.

Disebutkan, selama tahun 2018 lalu, penumpang Trans Koetaradja mencapai 4 juta penumpang lebih. Diharapkan, melalui kerja sama ini dapat menjadi contoh di masa mendatang.

Haizir Sulaiman menyebut, angka 4 juta ini meyakinkan Bank Aceh untuk terus menggalakkan kerja sama dengan Dishub Aceh. Dikatakannya Bank Aceh ini adalah milik rakyat, oleh sebab itu halte permanen diharapkan bermanfaat bagi masyarakat.

“Kami bangga, sebab Dishub Aceh ikut mengupayakan berkembangnya perekonomian melalui penyediaan fasilitas transportasi yang menguntungkan publik,” pungkasnya. (MR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close Search Window