Berita, Informasi|

Kapal kedua (KMP Aceh Hebat 2 –red) penantian Rakyat Aceh yang dibangun pada galangan PT. Adiluhung Saranasegara Indonesia di Bangkalan, Madura, Jawa Timur kini juga telah di-launching ke air, Jumat malam (16/10). Acara ini dihadiri langsung oleh Plt. Gubernur Aceh, Nova Iriansyah yang didampingi Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Junaidi Ali.

Nova dalam wawancara langsung di galangan Madura menyampaikan bahwa kapal ini akan membawa manfaat yang besar bagi konektifitas di Aceh, khususnya dalam peningkatan pariwisata Sabang.

“Konsep utama pembangunan KMP. Aceh Hebat 2 ini juga diperuntukkan bagi para wisatawan yang hendak berkunjung ke Sabang. Tentunya, multiplier effect-nya untuk pertumbuhan ekonomi wilayah Aceh. Jelas, keberhasilan pembangunan kapal ini merupakan kebanggaan bagi kita semua,” tambah Nova.

Seperti halnya KMP. Aceh Hebat 1, usai launching ini juga dilakukan sea trial dan uji teknis lainnya agar pada saat operasional nantinya kapal dapat beroperasi optimal dan sesuai standar kelayakan.

Kehadiran KMP. Aceh hebat 2 ini akan melayani lintasan Ulee Lheue, Banda Aceh ke Balohan, Sabang dengan jarak tempuh mencapai 16 mil atau hampir mencapai 30 kilometer. Kapal ini diinisiasikan sebagai penyemangat untuk membangkitkan kembali sektor pariwisata Sabang yang sempat vakum beberapa waktu ini.

Kapal yang dibangun ini berkapasitas 1100 GT, lebih besar dari Kapal KMP. BRR yang beroperasi sekarang merupakan, sebuah langkah besar yang diambil Pemerintah Aceh guna memenuhi kebutuhan transportasi masyarakat. Nah, mungkin banyak masyarakat yang bertanya, siapakah nantinya yang akan bertugas untuk mengoperasikan kapal sebesar ini?

Berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 35 Tahun 2019 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 104 Tahun 2017 Tentang Penyelenggaraan Angkutan Penyeberangan bahwa persetujuan pengoperasian kapal angkutan penyeberangan pada lintas yang telah ditetapkan diberikan oleh Gubernur, untuk kapal yang melayani penyeberangan antar kabupaten/kota dalam daerah provinsi dengan memuat salah satu syarat terkait spesifikasi teknis kapal yang akan dioperasikan dan pemenuhan standar pelayanan minimal angkutan penyeberangan dilakukan oleh petugas yang memiliki kompetensi.

Sebagai informasi tambahan, kondisi pelayaran di lintasan Ulee Lheue menuju Balohan atau sebaliknya kerap menghadapi cuaca ekstrim yang menghambat aksesibilitas angkutan penyeberangan. Kondisi cuaca di wilayah barat Indonesia kerap ekstrem ini sering menjadi faktor terhentinya pelayanan sementara bagi masyarakat.

Selama pandemi Maret 2020 hingga kini telah menyebabkan sektor pariwisata terdampak paling berat. Guna mendorong bangkitnya kembali sektor pariwisata di Aceh menempatkan kawasan Sabang sebagai salah satu kawasan wisata prioritas, dengan pesona keindahan bawah lautnya. Dengan kehadiran kapal ini, dapat mempercepat upaya pemulihan ekonomi masyarakat Aceh pada umumnya dan kawasan Sabang khususnya serta menggeliatkan kembali pariwisata yang terpukul akibat bencana non-alam, Covid-19.

Oleh karena itu, kebutuhan akan sarana transportasi yang handal dan nyaman dalam peningkatan pariwisata merupakan kebutuhan yang harus dipenuhi oleh Pemerintah. Mengapa demikian? Secara tidak langsung, setelah sekian lama kegiatan pariwisata vakum yang berefek pada pendapatan masyarakat. Kini saatnya transportasi memainkan kembali perannya agar pariwisata dapat terus tumbuh dan berkonstribusi dalam pembangunan Aceh sebagai langkah pemulihan sekaligus peningkatan ekonomi masyarakat.

Faktanya, jika layanan transportasi berjalan optimal maka perputaran ekonomi juga menunjukkan kenaikan grafik yang signifikan. Hal ini terlihat jika terjadi antrian kendaraan atau operasional kapal akibat cuaca maka harga kebutuhan pokok di kepulauan melambung tinggi dan usaha atau produk lokal daerah juga ikut stagnan.

Kehadiran kapal ini diharapkan dapat menggairahkan kembali pariwisata Sabang yang terimbas pandemi untuk bangkit dan ekonomi juga cepat kembali pulih.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Direktur Utama, komisaris dan keluarga besar PT. Adiluhung Saranasegara Indonesia beserta seluruh stakeholder yang telah membantu sekaligus telah memberikan performa begitu bagus dan kinerja terbaik. Sehingga, awal Desember ini, kapal dapat dilakukan serah terima di Banda Aceh,” pungkas Nova. (MS)

Comments are closed.

Close Search Window