ACEH TRANSit|

Boat tradisional menjadi transportasi pemadu moda bagi penumpang dari KMP. Aceh Hebat 3 yang rutin melayani wisatawan menuju ke pulau-pulau lainnya setiap hari, foto diambil pada 21 Mei 2021.

Pelayanan kesehatan menjadi salah satu kebutuhan yang mesti ada dalam lini kehidupan sehari-hari. Kesehatan merupakan harta yang sangat penting untuk menunjang kehidupan yang produktif, karena jika seorang yang mengalami gangguan kesehatan akan menurunkan tingkat produktivitas seseorang. Begitu pun transportasi pelayanan kesehatan merupakan salah satu aspek yang harus terintegrasi dengan pusat layanan yang terpadu.

Apalagi, pelayanan kesehatan di wilayah kepulauan yang sangat butuh tranportasi penyeberangan yang terhubung dengan pusat kabupaten dalam kegiatan koordinasi, distribusi kebutuhan kesehatan, keadaan gawat darurat serta aktivitas lainnya yang harus merujuk ke wilayah daratan dengan fasilitas kesehatan yang memadai. Seperti halnya Pulau Banyak yang akan kita ceritakan dalam tulisan ini. Wilayah Pulau Banyak merupakan salah satu kecamatan di Aceh Singkil.

Kebiasaannya, fasilitas kesehatan di sana masih sangatlah minim, untuk pemeriksaan lanjutan harus dirujuk ke rumah sakit di pusat kabupaten, yang berada di wilayah daratan, yaitu Singkil. Menyeberang dari Pulau Banyak ke Singkil, pastinya memerlukan kapal penyeberangan yang nyaman dan aman bagi kegiatan pelayanan kesehatan. Seperti pengalaman yang dibagikan oleh seorang dokter yang bertugas sebagai Kepala Puskesmas di Pulau Banyak. Beliaulah dr. Indah Puspita Putri.

“Di puskesmas ini kita terdiri dari enam puluh staf, diantaranya dua dokter termasuk dokter gigi. Di sini kita melayani rawat jalan, rawat inap dan pasien rujukan. Kalau pelayanan darurat yang harus rujuk ke kabupaten, kita pakai boat masyarakat, kalau datang cuaca yang nggak bersahabat terpaksa kita harus menunggu. Kasihan memang, namanya kita sakit sebenarnya nggak bisa nunggu, tapi mau bagaimana lagi? Kita hanya bisa mengusahakan seoptimal mungkin,” ujarnya penuh harap.

dr. Indah, Kepala Puskesmas Pulau Banyak

Menurutnya, selama operasional KMP. Aceh Hebat 3 sangat terbantu. Animo masyarakat untuk KMP. Aceh Hebat 3 ini pun terus meningkat. Apalagi jadwal operasionalnya sekarang rutin setiap hari, jika ada pasien rujukan dapat diberangkat segera. Karena, jika naik boat itu kurang aman, fasilitas keselamatannya juga tidak ada. Beda halnya dengan KMP. Aceh Hebat 3, meskipun cuaca musim penghujan dan angin, kapalnya tetap stabil menyeberang. Masyarakat yang menyeberang pun masih nyaman di dalam kapal. Akan tetapi, jika cuaca sangat ekstrem, kapal terpaksa berhenti berlayar, karena ini urusan keselamatan, tidak dapat dipaksakan. Kita sebagai masyarakat pun memaklumi dan menunggu hingga kapal kembali beroperasi.

“Cuaca memang menjadi kendala besar untuk pelayaran, apalagi bulan November menjadi puncak cuaca ekstrem. Kita berharap di bulan penghujan, jika bisa, kapal ini jangan naik docking, karena musim yang berubah seperti ini, penyakit sering menyerang masyarakat. Kebutuhan akan pelayanan kesehatan semakin tinggi,” tukasnya.

Biasanya, musim penghujan seperti ini, keadaan darurat sering terjadi di malam hari. Jika ada kapal, pasien langsung dirujuk paginya ke Singkil. Jika harus naik boat masyarakat, risiko keselamatan akan menjadi sangat tinggi. Kalau di dalam KMP. Aceh Hebat 3, pasien masih bisa tidur dengan nyaman.

“Kita sebagai orang kesehatan, KMP. Aceh Hebat 3 juga menyediakan kamar khusus pasien, yang penting ada tempat tidurnya. Kita dikasih ruang di bawah itu sudah paling bersyukur, karena sayang pasien jika tempatnya kurang nyaman, apalagi waktu menyeberang kurang lebih empat jam. Itu waktu yang melelahkan bagi pasien,” pungkasnya penuh harap. (Misqul Syakirah)

Download Majalah Aceh TRANSit Edisi Khusus KMP. Aceh Hebat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close Search Window