ACEH TRANSit|

SEJAK dicanangkan program ACEH BEREH oleh pemerintah Aceh. Yakni program Bersih Rapi Estetis dan Hijau pada 2018 lalu. Dishub Aceh telah berupaya melakukan berbagai perubahan lingkungan kantor ke arah yang lebih baik, bahkan hal ini telah diupayakan sebelum program ini gemakan. Selain itu, beragam inovasi Dishub Aceh juga telah diaplikasikan, khususnya konsep smart office dan green office. Seperti pengadaan Innovation Centre Room, taman konektivitas, ruang fitnes, penggunaan tumbler untuk mengurangi sampah plastik serta pemisahan sampah organik dan non organik.

Isu lingkungan menjadi isu yang sangat penting saat ini. Apalagi hal ini terus didorong oleh Sekda Aceh dengan terus memantau dan memberikan pembekalan disetiap sektor pemerintah di Aceh.

Gerakan pelestarian lingkungan sudah menjadi perhatian dunia. Untuk itu, Dishub Aceh pun berkomitmen kuat untuk menjaga kelestarian alam dan dimulai dari level kantor. Pada perayaaan Hari Perhubungan Nasional 2020 yang jatuh pada tanggal 17 september ini Dishub Aceh akan meluncurkan program bersih tanpa sampah plastik (green office) dan tanpa kederaan bermotor (green transport) dilingkungan kantor dishub.

Untuk saat ini Kabid HKU Dishub Aceh Ulil Amri mulai mengambil inisiatif menghitung jumlah sampah yang dihasilkan perhari dikantor Dishub. Guna mengetahui jumlah sampah yang dihasilkan dalam satu tahun. Dengan jumlah sampah sebanyak itu Dishub Aceh akan terus mengambil langkah dan kebijakan kebijakan pengurangan dengan meniadakan barang-barang dan makanan dalam kemasan plastik dan membagi-bagikan tumbler air minum kepada seluruh karyawan dishub dan melarang membawa kemasan plastik ke kantor.

Sesuai arahan Kadis menjadikan kantor yang bersih hingga zero sampah kemasan. Ulil Amri menjelaskan, pihaknya sebagai penanggungjawab bagian umum akan berusaha meminimalisir sampah kemasan plastik hingga titik nol persen dari jumlah sampah selama ini. Memang sulit menjadikan nol sampah disebabkan banyak karyawan yang masih mengkonsumsi makanan kemasan, kami upayakan dengan terus mengintruksikan tidak menggunakan kemasan plastik, menyediakan berbagai peralatan yang bisa digunakan kembali dan juga meniadakan minuman kemasan dengan menyediakan minuman gelas dan dispenser. “Hingga akhir tahun ini kami upayakan kantor Dishub Aceh cuma menghasilkan maksimal lima persen sampah kemasan, untuk sampe titik zero sampah mungkin sulit,” ujar Ulil Amri. (Rizal Syahisa)

Simak edisi cetak digital di laman

Tabloid ACEH TRANSit

Comments are closed.

Close Search Window